You are on page 1of 2

Anoman Obong

Anoman adalah seekor kera putih yang mengabdi pada Ramawijaya. Terkenal di seluruh
jagad pewayangan karena kesaktiannya yakni bisa terbang dan memiliki kuku pancanaka yang
panjang. Tetapi semua itu tidak membuatnya sombong dan congkak. Anoman selalu
menggunakan kekuatannya untuk membela kebenaran dan keadilan. Dia juga setia pada
Ramawijaya karena Ramawijaya selalu membela kebenaran pula.

Suatu hari musuh bebuyutan Ramawijaya, yakni Rahwana, menculik istri dari
Ramawijaya. Istri Ramawijaya adalah dewi Shinta. Terkenal luas karena kecantikan dan baik
pekertinya. Ramawijaya bingung untuk mencari solusi untuk mendapatkan istrinya kembali. Ia
tidak mau gegabah untuk langsung menyerang Rahwana di Alengka, kerajaan Rahwana, karena
belum mengetahui benar kekuatan Alengka yang konon katanya dipenuhi oleh kesatria-kesatria
tanggguh. Selain itu Rahwana juga dikenal sangat tangguh dalam medan laga.

Singkat cerita Ramawijaya menyuruh Anoman untuk memata-matai Alengka dan


menemukan lokasi penyembunyian dewi Shinta. Ramawijaya sangat percaya pada Anoman
karena ia tahu betul akan kekuatan adbinya tersebut. Dilain pihak, Anoman sangat senang dapat
membantu tuannya yang sedang kesusahan. Tanpa ambil tempo terbanglah Anoman ke kerajaan
Alengka.

Anoman sampai di kerajaan Alengka sebelum matahari terbit. Penjagaan tengah lengah
karena memang jarang ada musuh yang masuk lewat jalur udara dan memang suasana masih
gelap. Anoman menyelinap diantara pepohonan di Alengka dan mulai untuk mencari keberadaan
Shinta. Tetapi karena lama tidak ketamu akhirnya Anoman memutuskan untuk mencoba cara
lain. Ia sengaja membuat keri butan sehingga keberadaanya diketahui oleh Indrajit, patih
Alengka. Anomanpun sengaja menyerahkan diri demi mendapat informasi tentang dewi Shinta.
Anoman diikat di tengah alun-alun kota. Anoman diinterogasi mengenai aksinya dan dia terang-
terangan mengatakan bahwa ia ingin menemui dewi Shinta. Indrajit menertawaknnya karena
kera lemah seperti Anoman tidak akan bisa menerobos penjagaan yang diterapkan dalam
pengamanan dewi Shinta di ruang keputrian Alengka.

Mendenga perkataan Indrajit Anoman tidak ragu lagi akan keberadaan dewi Shinta.
Anoman kontan menunjukkan kekuatannya yang dahsyat. Alun-alun kota diobrak abrik sehingga
memicu keributan besar. Indrajid marah besar dan langsung menyerang Anoman. Anoman
dengan sigap menepis serangan dari lawannya tersebut. Pertempuran seru terjadi di alun-alun
kota. Kekuatan berimbang. Anoman tahu dia harus segera mengakhiri pertempuran dan menuju
lokasi dewi Shinta. Mengunakan jurus terbang kilatnya ia melesat tanpa mampu lagi dikejar
Indrajit.

Mendaratlah anoman di lokasi dewi Shinta. Dewi Shinta kaget sekaligus senang akan
keberadaan Anoman. Anoman bercerita semuanya pada dewi Shinta dan menyerahkan cincinnya
pada Anoman untuk diserahkan pada Ramawijaya sebagai bukti bahwa dewi Shinta masih baik-
baik saja dan menunggu untuk diselamatkan langsung oleh Ramawijaya. Anomann menerima
cincin dewi Shinta dan akan bergegas kembali ke tuannya Ramawijaya.

Indrajit yang menyadari bahwa Anoman pasti menuju lokasi dewi Shinta mengejar
Anoman. Saat Anoman keluar dari tempat dewi Shinta kontan Indrajit menyerangya.
Pertempuran berjalan seru kembali dan mengarah lagi ke alun-alun kota. Anoman tak ambil
tempo kali ini. Dengan sekuat tenaga ditenngnya Indrajit sehingga terjungkal di alun-alun.
Anoman kemudian membakar alun-alun kota beserta bangunan-bangunan di sekitanya sehingga
terciptalah api yang besar dan menimbulkan keributan yang luar biasa. Orang-orang berteriak
“anoman obong! Anoman obong!”. Anoman langsung terbang meninggalkan Alengka karena
memang tugasnya sudah terlaksana. Indrajit yang kesal berusaha mengejarnya, tetapi tidak
berhasil karena kecepatan anoman yang luar biasa.

Anoman kembali ke hadapan Ramawijaya dan menceritakan semuanya. Ia juga


menyerahkan cincin dari dewi Shinta. Ramawijaya berterimakasih pada Anoman dan segera
menyiapkan pasukan untuk berperang dengan Rahwana untuk menyelamatkan dewi Shinta.