You are on page 1of 2

Salah satu porsi yang penting dalam dunia kedokteran adalah pengetahuan tentang obat-

obatan. Tidak lengkap bagi seorang dokter jika hanya cakap dalam melakukan anamnesis dan pandai
mendiagnosis tanpa bisa melakukan pengobatan yang efektif. Oleh karena itulah Bagian
Farmakologi ada di kampus Fakultas Kedokteran Unand ini.

Farmakologi merupakan ilmu eksperimental dan klinis yang menyangkut semua jenis obat
yang berguna dalam terapeutik maupun zat yang berpotensi toksik. Farmakologi dan terapeutik
merupakan bidang interdisiplin yang menjembatani fisiologi, biokimia, kimia organik, bibologi, fisika,
neurosains, matematika, statistik dan kedokteran klinis. Nah, di Fakultas Kedokteran Unand pun
Bagian Farmakologi berperan dalam Kuliah Pengantar, Praktikum dan Skills lab.

Kegiatan perkuliahan Farmakologi di Fakultas Kedokteran Unand dimulai sejak tahun 1960
dengan didatangkannya dosen dari FK UI. Barulah pada tahun 1962, Drs. Med Junaidi dengan Drs.
Med. Zein Zainuddin dan Drs. Med. Yap Tjai Kiat memotori berdirinya bagian Farmakologi walaupun
masih harus menumpang pada bagian Fisiologi kala itu.

Hingga tahun 1990-an, terjadi tarik-ulur dalam perkembangan bagian Farmakologi ini. Hal
tersebut disebabkan karena tidak banyaknya staf Ahli Farmakologi pada saat itu. Barulah pada tahun
1988, Dra. Yusticia katar, Apt mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan S2-S3 di
Universitas Erlangen-Nurlenberg Jerman dan kembali dengan gelar Doktor pada tahun 1993.

Dosen dan staff bagian Farmakologi ada delapan orang. Mereka adalah Dra. Erlina Rustam,
MS, Apt sebagai kepala Bagian Farmakologi, dr. Rahmatini, M.Kes sebagai Sekretaris Bagian, Dr.
Yusticia Katar, Apt, Dra. Elly Yusman, Apt, M.Si, dr. Ilmiawati, Ph.D, dr. Gestika Aliska, dr. Rozi
Abdullah dan Ibu Rosmayani. dr. Rozi dan dr. Gestika saat ini sedang mengikuti pendidikan spesialis
Farmakologi Klinik di Universitas Indonesia. Pada tahun 2013, Bagian Farmakologi kehilangan salah
satu pengajarnya. dr. Handayani, M.Kes yang sempat aktif memberikan kuliah kepada mahasiswa
pindah ke Universitas Nahdhlatul Ulama Surabaya karena alasan keluarga.

Akhir-akhir ini, staff pengajar di Farmakologi mengemukakan sebuah hal baru dalam
kegiatan praktikumnya. Konsepnya adalah bermain sambil belajar dan mahasiswa menyebutnya
dengan Monopoli Farmakologi. Seperti biasa, mahasiswa menggunakan dadu untuk bermain dan
berhenti pada suatu kotak yang masing-masingnya telah diberi nama poin-poin dalam pembelajaran
Farmakologi, seperti ; Farmakokinetik, Farmakodinamik, bentuk sediaan, dosis, dan lain-lain. Pada
saat yang bersamaan, mahasiswa juga mengharuskan mengambil kartu yang berisikan suatu nama
obat. Akhirnya, mahasiswa akan menerangkan kepada teman-temannya terkait poin-poin dari obat
yang didapatnya. Namun, karena kurangnya persiapan mahasiswa dan tidak semua yang membawa
buku teks sehingga permainan ini masih belum efektif.

Bu Erlina Rustam, Kepala Bagian Farmakologi saat ini mengatakan, sangat perlu untuk
menciptakan terobosan-terobosan dalam pembelajaran Farmakologi mengingat susahnya bagi
kebanyakan mahasiswa dalam menguasai bidang ini. Hal tersebut bisa dibuktikan pada lima tahun
terakhir ini, lima nilai terendah bagi mahasiswa salah satunya adalah di bidang Farmakologi. Untuk
kuliah Farmakologi memang tidak diberikan jam pembelajaran yang banyak. Beliau juga
menambahkan, di awal PBL pada tahun 2004 sangat sedikit jam kuliah bagi untuk Farmakologi ini.
Barulah pada tahun 2009 kuliah farmakologi sudah lebih banyak dari sebelumnya. Tapi tetap saja
masih kurang mengingat farmakologi adalah ilmu yang harus didalami lebih lanjut.

Tidak hanya di kampus, Bagian Farmakologi ini juga berperan di RSUP M. Djamil. Misalnya
Ibu Rahmatini sebagai Ketua Farmasi Terapi di RSUP tersebut. Bidang Farmasi Terapi ini bertujuan
untuk membuat suatu formularium obat-obatan di Rumah Sakit. Formularium itu berisi nama-nama
obat yang digunakan dan obat-obat apa yang harus ada di suatu Rumah Sakit. Tidak hanya itu,
bagian ini juga mengelola dalam pemilihan obat dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasional
kepada pasien di Rumah Sakit M.Djamil.

Bu Erlina Rustam sebagai perwakilan dari staff pengajar Farmakologi berpesan kepada
mahasiswa agar sejak dini untuk mempelajari obat-obat yang sering digunakan, minimal untuk
layanan primer. Karena tidak maksimal kalau hanya mengandalkan kuliah farmakologi terkait jam
pembelajaran yang sedikit. Selain itu, Farmakologi adalah ilmu yang dinamis dan berkembang seiring
waktu sehingga butuh juga peran mahasiswa untuk mendalami dengan serius bidang Farmakologi
ini. (Rey Mas Fakhrury)