You are on page 1of 3

ANAK YATIM

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah pada kesempatan ini kami dapat bertemu muka dengan bapak-bapak, ibu-ibu
dan saudara-saudara yang dirahmati dan dimuliakan oleh Alloh. Harapan kami semoga
pertemuan ini membawa manfaat bagi kita semua. Amiin

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia

Ketahuilah bahwa tak ada satu agama pun di dunia ini yang begitu memperthatikan anak
yatim kecuali agama Islam. Kami katakan demikian karena dalam kenyataannya memang tak
ada satupun kitab suci dari agama itu yang menyebutkan secara khusus mengenai nasib anak
yatim kecuali hanya di dalam kitab suci al-qur’an dan juga di dalam hadist-hadist Rosulullah.

Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya selagi ia belum mencapai umur baligh.
Anak yatim di dalam agama Islam mempunyai kedudukan tersendiri dari pada anak-anak
lainnya. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rosulullah SAW. Demikian ini tiada lain
karena untuk menjaga kelangsungan hidup mereka agar tidak terlantar sepeninggal ayahnya.
Alloh telah memerintahkan kepada kita sekalian agar menyantuni anak yatim dan
menanggung kehidupan mereka dan jangan sampai terlantar. Segala kebutuhan mereka
sehari-hari termasuk pula di dalam pendidikannya, baik itu pendidikan agama maupun
pendidikan umum.

Didalam al-qur’an dijelaskan, alloh berfirman :

ْ ‫َّللاُ َي ْعلَ ُم ْال ُم ْف ِسدَ ِمنَ ْال ُم‬


‫ص ِلحِ َولَ ْو شَا َء ه‬
‫َّللاُ أل ْع َنتَ ُك ْم ِإ هن‬ ‫طو ُه ْم فَإ ِ ْخ َوانُ ُك ْم َو ه‬ ْ ‫َو َيسْأَلُونَكَ َع ِن ْال َيت َا َمى قُ ْل ِإ‬
ُ ‫صال ٌح لَ ُه ْم َخي ٌْر َو ِإ ْن تُخَا ِل‬
‫يز َح ِكي ٌم‬ ٌ ‫َّللاَ َع ِز‬
‫ه‬

Artinya : “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “mengurus
urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka
mereka adalah saudaramu dan alloh mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang
mengadakan perbaikan. Dan jikalau Alloh menghendaki, niscaya dia dapat mendatangkan
kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana." (al-
baqoroh:220)

Rosulullah SAW terhadap anak yatim sangat menyayanginya, sebagaimana tersebut di dalam
sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang maksudnya urang lebih pada
suatu hari bertepatan dengan hari raya , Rosulullah saw keluar menuju sholat. Ditengah
perjalanan beliau bertemu dengan serombongan anak-anak yang sedang bermain-main. Dari
sekian banyaknya anak-anak itu ada seorang anak yang kelihatan sedih dengan pakaian yang
compang-camping. Setelah ditanya, tahulah beliau bahwa anak itu adalah anak yatim karena
ayahnya telah gugur di medan perang pertempuran melawan orang-orang kafir. Dia telah
diusir ayah tirinya dan dihabiskan pula harta warisannya. Mengetahui keadaan anak seperti
itu, Rosulullah saw pun menanggungnya. Dia diasuh sebagaimana beliau mengasuh
keluarganya sendiri. Diberinya pakaian yang baik, makanan dan segala kebutuhannya,
sehingga keadaannya tidak bersedih lagi karena selalu mendapat limpahan kasih sayang dari
Rosulullah Saw.

Kaum muslimin yang berbahagia

Rupa-rupanya kita umat muslim selama ini kukrang memperhatikan nasib anak yatim.
Banyak anak yatim disana-sini yang terlantar kehidupannya. Tidak bisa mengenyam
pendidikan yang memadai sebagaimana anak-anak lainnya. Kalau kita banding yayasan
yatim piatu yang ada sekarang ini sama sekali belum memadai dengan jumlah anak yatim
yang ada. Hanya orang-orang tertentu saja yang mau memperhatikan kehidupan mereka.
Padahal menyantuni anak yatim adalah suatu ajaran agama yang sangat ditekankan,
merupakan amal yang mulia, yang kelak Alloh akan membalasnya dengan surga bagi siapa
saja yang menyantuni anak yatim.

Bukan saja anak yatim yang tidak diperhatikan kehidupannya, bahkan juga banyak orang-
orang yang tega memakan atau mengganggu harta kekayaannya. Sesungguhnya Alloh
mengancam orang yang memakan harta anak yatim, baik disengaja maupun tidak. Seorang
ibu misalnya, dia harus berhati-hati jika ia mempunyai tanggungan anak yatim. Jangan
sampai harta anak yatim itu dicampur dengan hartanya sendiri, hinga tidak terasa kalau
dirinya selama ini telah memakan harta anak yatim yang diasuhnya.

Banyak sekali ayat di al-Qur’an yang mengancam orang-orang yang memakan harta anak
yatim, sebagaimana tersebut di dalam firmannya :

ً ِ‫ب َوال ت َأ ْ ُكلُوا أ َ ْم َوالَ ُه ْم إِلَى أ َ ْم َوا ِل ُك ْم إِنههُ َكانَ ُحوبًا َكب‬
‫يرا‬ َ ِ‫َوآتُوا ْاليَت َا َمى أ َ ْم َوالَ ُه ْم َوال تَتَبَدهلُوا ْال َخب‬
‫يث بِ ه‬
ِ ِِّ‫الطي‬

Artinya : “Dan berikanlah anak-anak yatim (yang sudah balilgh) harta mereka, jangan kamu
menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama
hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan menukar dan memakan itu adalah dosa yang
besar. (QS. An Nisa:2)
Kaum muslimin yang berbahagia

Begitulah ancaman Alloh kepada orang-orang yang suka memakan harta anak yatim.
Sebaliknya orang yang suka menolong anak yatim, melimpahkan kasih sayang kepadanya
dengan menyediakan kebutuhannya sehari-hari dan juga memikirkan masalah pendidikannya,
maka Alloh akan membalas dengan masalah yang besar. Oleh sebab itu maslah anak yatim
ini janganlah kita anggap sepele. Janganlah umat Islam disahului oleh orang-orang yang
bukan Islam di dalam mengurus anak yatim. Bahkan umat Islam semestinya harus menjadi
pelopornya.

Kaum muslimin walmuslimat yang berbahagia

Sesungguhnya merawat atau menyantuni anak yatiim adalah termasuk amal taqwa. Kalau
orang itu kurang ketakwaannya kepada Alloh, maka berkurang pula perhatiannya kepada
anak-anak yatim. Karena itu marilah kita senantiasa giat membantu anak yatim, baik secara
perorangan atau secara organisasi, dengan mendirikan yayasan yang khusus bergerak didalam
menangani kesejahteraan anak yatim. Dan kiranya mneolong anak yatim secara terorganisir
dengan membantu yayasan misalnya, maka manfaatnya akan lebih besar dari pada tidak
terorganisir. Sebab kebutuhan anak yatim itu bukan datang sewaktu-waktu akan tetapi terus-
menerus hingga anak yatim itu menginjak memasuki umur baligh. Keadaan seperti itu akan
lebih cocok bila ditangani oleh yayasan. Akhirnya marilah kita berlomba-lomba beramal
shaleh, termasuk diantaranya menyantuni anak yatim.
Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan semoga ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh