You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny.

T PADA TAHAP
PERKEMBANGAN ANAK USIA REMAJA (TAHAP V) DI
KELURAHAN WONOLOPO KECAMATAN MIJEN
KOTA SEMARANG

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR STASE KEPERAWATAN KELUARGA


PADA PROGRAM PROFESI NERS

DISUSUN OLEH :
Alfian Musa
G3A017217

PEMBIMBING :
Ns. Heryanto Adi Nugroho, M.Kep, Sp.Kom

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2018

0
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TAHAP
PERKEMBANGAN REMAJA (TAHAP V) PADA KELUARGA
Ny. T DI RT 02/RW IX KELURAHAN WONOLOPO
KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 14 Juli 2018 di rumah keluarga
Ny. T pukul 16.00 WIB.
1. Data Umum
a. Nama KK : Ny. T
b. Umur : 46 tahun
c. Alamat : RT 02 RW IX Kel. Wonolopo, Kec. Mijen Kota
Semarang
d. Pekerjaan : Wirausaha
e. Pendidikan : SMA
f. Komposisi Keluarga : Kepala keluarga (ibu) dan 2 anak

No Nama Umur JK Hub. Dg. KK Pendidikan

1. Ny. T 46th P KK SMA


2. An. R 20th P Istri SMA
3. An. A 13th L Anak SD

g. Genogram

1 2

3 4
1
Keterangan :
1 : Tn. N
2 : Ny. T (sakit asam urat)
3 : An. R (Beresiko)
4 : An. A (Beresiko)

h. Tipe Keluarga
Keluarga Ny. T merupakan tipe keluarga “The single parent familly”
dengan anak remaja dimana terdapat istri sebagai orang tua tunggal
sekaligus kepala keluarga, dan terdapat 2 orang anak.
i. Suku Bangsa
Ny. T berasal dari suku jawa. Budaya keluarga mengikuti kebiasaan serta
budaya suku jawa. Keluarga tidak mempunyai kebiasaan yang dapat
mempengaruhi derajat kesehatan.
j. Agama
Agama seluruh anggota keluarga adalah islam. Seluruh anggota keluarga
selalu menunaikan ibadah sholat 5 waktu. Kegiatan sholat dilakukan di
rumah dan mushola. Keluarga Ny. T tidak menganut kepercayaan yang
dapat mempengaruhi derajat kesehatan keluarga.
k. Status sosial ekonomi keluarga
Ny. T adalah seorang wirausaha (pemilik usaha laundry), dengan
penghasilan perbulan Rp.1.000.000 – 3.500.000 / bulan. Keluarga
mengganggap penghasilan ini sebenarnya tidak cukup tetapi tetap di
cukup-cukupkan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
l. Aktifitas rekreasi keluarga
Keluarga Ny. T mempunyai jadwal khusus untuk kegiatan rekreasi.
Bersama dengan kedua anaknya dan kakak perempuannya mereka
biasanya mengunjungi sanak saudara yang ada di luar kota setahun
sekali.

2
2. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini (tahap ke 5 :usia remaja)
Keluarga Ny. T sekarang pada tahap perkembangan keluarga dengan
anak usia remaja (13-20 th) , dengan tugas perkembangan antara lain :
1) Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja
menjadi dewasa dan mandiri
2) Memfokuskan kembali hubungan perkawinan
3) Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak
4) Memberikan perhatian
5) Memberikan kebebasan dengan batasan tanggung jawab
6) Mempertahankan komunikasi terbuka dua arah
Tugas orangtua pada tahap ini adalah untuk belajar menghadapi
pisah atau lebih sederhana, membiarkan anak pergi. Lama kelamaan
hubungan dengan teman sebaya dan kegiatan - kegiatan diluar rumah
akan memainkan peranan yang lebih besar dalam anak remaja tersebut,
tetapi ada juga kekuatan yang secara perlahan – lahan mendorong anak
- anak tersebut pisah dengan keluarga sebagai persiapan menuju masa
dewasa. Orang tua yang mempunyai perhatian diluar anak mereka akan
merasa mudah membuat perpisahan yang perlahan – lahan. Akan tetapi,
dalam contoh – contoh dimana peran ibu merupakan sentral dan satu –
satunya peran yang signifikan dalam kehidupan wanita, maka proses
perpisahan ini merupakan sesuatu yang menyakitkan dan diperhatikan
mati – matian.
Tugas utama dari keluarga adalah mensosialisasikan pada anak saat
ini meliputi prestasi anak disekolah. Untuk mempertahakan ikatan
keluarga antar generasi, jika ada waktu libur keluarga menyempatkan
untuk mengunjungi saudaranya yang tinggal di daerah lain, keluarga
sudah mampu menjalankannya tugas dan fungsi – fungsi keluarga dan
tingkah laku anak yang sehat.

3
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga belum semuanya terpenuhi oleh keluarga
Ny. T
c. Riwayat keluarga inti
Ny. T dikaruniai 2 orang anak, saat dikaji pada tanggal 14 Juli 2018
sedang menderita sakit pada pergelangan kaki kiri, anak pertama lagi
duduk di bangku perkuliahan dan anak ke dua duduk di kelas VIII SMP.
Untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada keluarga Ny. T
memanfaatkan dokter praktik terdekat dan puskesmas.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Dari pihak keluarga Ny. T ada riwayat yang menderita hipertensi dan
penyakit jantung.

3. Pengkajian Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Keluarga Ny. T mengatakan bahwa rumahnya adalah rumah sendiri dan
sudah menjadi hak milik sendiri. Rumah keluarga Ny. T berbentuk
permanen berukuran 7 x 12 M2 terdiri dari ruang tamu, 2 kamar tidur, 1
ruang keluarga dan dapur. Sumber air minum menggunakan air sumur
gali dan air PDAM. WC terletak di bagian dalam rumah bersebelahan
dengan dapur. Lantai rumah keramik, di setiap kamar terdapat jendela,
kondisi dalam rumah sedikit berantakan dan belum tertata rapi, Ventilasi
rumah Ny. T kurang mencukupi, pencahayaan disetiap ruang cukup baik.
b. Denah Rumah :
6

2 5
1

2
4

2
3

4
Keterangan :
1 : Ruang tamu
2 : Kamar tidur
3 : dapur
4 : ruang makan dan berkumpul
5 : Kamar mandi dan WC

c. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Tetangga keluarga Ny. T ada yang bekerja sebagai tukang jahit, ada yang
pensiunan PNS, dan Karyawan swasta. Tidak ada kebiasaan kurang baik
dari lingkungan Ny. T dan bila ada masalah antar warga, diselesaikan
dengan musyawarah tingkat RT yang dipimpin oleh ketua RT. Hubungan
keluarga dengan tetangga tampak baik dan harmonis. Keluarga merasa
nyaman hidup ditengah-tengah masyarakat karena keluarga merasa
saling membantu dan tidak merugikan dalam berbagai hal.
d. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Ny. T merupakan penduduk asli Wonolopo. Sarana
transportasi yang digunakan keluarga untuk menuju tempat pelayanan
kesehatan adalah sepeda motor.
e. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Interaksi dengan masyarakat baik, terlihat dari keikutsertaan anggota
keluarga dalam kegiatan keagamaan RT seperti pengajian tiap malam
jum’at, perkumpulan ibu-ibu PKK, arisan ibu-ibu, dan halal bi halal yang
dilaksanakan setahun sekali. Masyarakat sekitar memberikan bantuan
bila ada anggota masyarakat yang harus segera dibawa ke pelayanan
kesehatan. Keluarga mengatakan bahwa kerja bakti tingkat RT kadang
dilakukan sebulan sekali pada minggu ke4 dan keluarga selalu mengikuti
kegiatan kerja bakti. Peran serta keluarga Ny. T dalam masyarakat hanya
sebagai warga masyarakat.

5
f. Sistem pendukung keluarga
Yang merupakan sistem pendukung keluarga adalah Ny. T yang bekerja
sebagai pengusaha laundry. Di masyarakat setempat juga ada kebiasaan
yang baik dimana apabila ada anggota masyarakat yang mempunyai
masalah akan diselesaikan dengan musyawarah.
4. Struktur Keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Komunikasi yang biasa digunakan adalah secara verbal dengan
menggunakan bahasa Jawa dan bahasa indonesia. Komunikasi keluarga
sifatnya terbuka satu sama lain dan dua arah. Sehingga apabila ada
masalah akan cepat terselesaikan dengan adanya partisipasi dari seluruh
anggota keluarga. Anak-anak Ny. T sangat dekat dengan dirinya.
b. Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga dari pihak Ny. T keduanya saling menghargai dan
mendukung. Pengambilan keputusan terletak pada kepala keluarga yaitu
Ny. T , akan tetapi sebelum pengambilan keputusan dilakukan
musyawarah antar anggota keluarga.
c. Struktur peran (formal dan informal)
Ny. T mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga (informal)
dan bekerja sebagai pengusaha laundry (formal). Keluarga mengetahui
peran masing-masing anggota keluarga.
d. Nilai dan norma keluarga
Keluarga cukup taat dalam melaksanakan kewajiban agamanya yaitu
ibadah sholat lima waktu dan mengikuti pengajian. Dalam keluarga
saling menghargai satu sama lain. Keluarga hidup dalam nilai dan norma
budaya jawa dimana Ny. T bertindak sebagai kepala keluarga yang harus
menghidupi anak-anaknya untuk mencari nafkah. Ny. T mengatakan
selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

6
5. Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
Anggota keluarga saling menyayangi, memiliki dan mendukung.
Persoalan dalam keluarga selalu dibicarakan bersama sehingga tidak
memicu terjadinya masalah komunikasi. Ny. T selalu berusaha mendidik
anaknya agar selalu menghormati orang tua dan menyayangi sesama
anggota keluarga dan teman-temannya serta berusaha menanamkan
kedisiplinan pada anaknya.
b. Fungsi sosial
Diantara anggota keluarga berusaha selalu berinteraksi satu dengan yang
lainnya, begitu pula berinteraksi dengan anggota masyarakat sekitarnya.
c. Fungsi perawatan kesehatan
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Ny. T mengatakan bahwa ia sedang menderita sakit pada pergelangan
kaki kiri. Ny. T mengatakan sudah merasakan nyeri sejak seminggu
yang lalu dan ia mengatakan punya riwayat asam urat.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi
masalah kesehatan
Keluarga mengatakan An. A sering terjadi mimisan, dan oleh keluarga
belum mengetahui gangguan kesehatan apa yang menyebabkan
mimisan dan jika terjadi mimisan pada An. A, hanya ditangani di
rumah saja. Keluarga sudah mampu mengambil keputusan untuk
mengatasi masalah kesehatan pada An. A, akan tetapi pengambilan
keputusan tersebut tidak didasari oleh pengetahuan tentang masalah
kesehatan yang dialami.
3) Kemampuan keluarga merawat
Keluarga sudah mampu merawat anggota keluarga yang menderita
nyeri dan mimisan. Untuk menghilangkan nyeri, Ny. T mengatakan
dia hanya melakukan pijatan untuk menghilangkan nyeri.

7
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel 1 minggu
sekali dan lantai kamar mandinya tidak licin, bersih dan terawat.
5) Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga belum sempat memeriksakan diri ke Puskesmas atau
petugas kesehatan bila sakit.
d. Fungsi reproduksi
Ny. T dikaruniai 2 orang anak dan anak pertama berusia 20 tahun dan
anak kedua berusia 13 tahun.
e. Fungsi ekonomi
Ny. T adalah seorang pengusah laundry, dengan penghasilan perbulan
kurang lebih Rp. 1.000.000,- 3.500.000/. dengan pendapatan yang serba
berkecukupan Ny. T berharap bisa menyekolahkan anaknya sampai
tamat perguruan tinggi.

6. Stress dan Koping Keluarga

a. Stressor jangka pendek dan panjang


Stressor jangka pendek bagi keluarga adalah penyakit yang dialami
sekarang . Stressor jangka panjang bagi keluarga adalah keluarga Ny. T
masih memiliki tanggungan untuk menyekolahkan anak dan Ny. T
berharap anak-anaknya sampai lulus sarjana.

b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor / situasi


Respon keluarga baik terhadap stressor dengan memecahkan secara
musyawarah dan bersama-sama jika ada masalah dalam keluarga.
Keluarga menggunakan layanan telekomunikasi untuk bicara dengan
anggota keluarga yang jauh dan telah menggunakan tempat pelayanan
kesehatan dengan baik.

c. Strategi koping yang digunakan


Koping yang digunakan keluarga adalah dengan bermusyawarah untuk
memecahkan masalah bersama-sama seluruh anggota keluarga.
8
d. Strategi adaptasi disfungsional
Strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga dengan selalu
bermusyawarah dengan seluruh anggota keluarga jika ada masalah.

9
7. Pemeriksaan Fisik
Px fisik Nama Anggota keluarga
Ny. T An. R An.A
TD 120/80 mmHg 110/90 mmHg 110/80 mmHg

N 80 x/mnt 90/mnt 85/mnt


RR 20 x/mnt 20 x/mnt 18 x/mnt
BB 55 Kg 45 Kg 40 kg
Kepala Mesocepal Mesocepal Mesocepal
Rambut Kulit kepala Kulit kepala Kulit kepala
bersih, rambut
bersih, rambut bersih, rambut
putih, tidak
hitam, tidak hitam, tidak mudah dicabut
mudah mudah dicabut
dicabut.
Konjungtiva Tidak anemis Tidak anemis Tidak anemis
Sklera Tidak ikterik Tidak ikterik Tidak ikterik
Lensa Tidak keruh Tidak keruh Tidak keruh
Hidung Tidak ada Tidak ada Tidak ada
polip
polip polip
Telinga Tidak ada Tidak ada Tidak ada
impaksi impaksi impaksi
serumen serumen serumen
Mulut Mukosa bibir Mukosa bibir Mukosa bibir
lembab lembab lembab
Leher Tdk ada Tdk ada Tdk ada
pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar kelenjar kelenjar
thyroid. thyroid thyroid
Dada Pengembangan Pengembangan Pengembangan
dada simetris, dada simetris, dada simetris,
tidak ada suara ada suara tidak ada suara

10
napas napas napas
tambahan, tambahan tambahan,
bunyi jantung ronchi, bunyi bunyi jantung
I,II normal. jantung I,II I,II normal.
normal.

Abdomen Bising usus Bising usus Bising usus


nornal 7 nornal 10 nornal 10
x/menit (n=5- x/menit (n=5- x/menit (n=5-
20 x/menit), 20 x/menit), 20 x/menit),
suara tympani, suara tympani, suara tympani,
tidak ada tidak ada tidak ada
nyeri. nyeri. nyeri.
Ekstremitas Tidak ada Tidak ada Tidak ada
edema, edema, edema,
kekuatan otot kekuatan otot kekuatan otot
+, tonus otot +, tonus otot +, tonus otot
baik, nyeri baik, baik,
pada
ekstremitas
kiri bawah
Kulit Bersih, Sawo Bersih, Sawo Bersih, Sawo
matang matang matang
Turgor kulit Turgor kulit Turgor kulit Turgor kulit
kenyal <2 dtk kenyal <2dtk keriput <2dtk

8. Harapan Keluarga
Ny. T berharap masalah kesehatan yang dialami dirinya dan anaknya dapat
terkontrol serta tidak menjadi parah, dan kedua anaknya dapat bersekolah
sampai jadi orang yang sukse kedepannya.

11
B. Analisa data
No. Hari / Data Fokus Masalah Paraf
tanggal Keperawatan
1 sabtu Nyeri akut
14/07/18 DO : (Nanda:2011)
16.00  Ny. S sedang memegang pergelangan kaki berhubungan dengan
WIB  N : 80x/mnt ketidakmampuan
 RR : 20x/mnt keluarga merawat

 BB : 55 Kg anggota keluarga yang

 Terdapat nyeri tekan di area pergelangan kaki kiri sakit (asam urat)
(Friedman: 2010).

DS:
 Ny. T mengatakan merasakan nyeri pada
pergelangan kaki kiri
 Ny. T mengatakan punya riwayat penyakit asam urat.
 Ny. T mengatakan nyeri dirasakan saat bangun tidur
dan terlalu lama duduk
 Ny. T mengatakan saat terjadi nyeri sampai tidak
bisa berjalan
 Ny. T mengatakan nyeri dirasakan menjalar sampai
ke punggung.
 Ny. T mengatakan nyeri dirasakan seperti diremas-
remas dan sudah seminggu belum juga sembuh
 Keluarga mengatakan belum tahu tentang penyebab
terjadinya nyeri, tanda dan gejala, komplikasi dan
cara penanganan untuk mengurangi nyeri.

C. Diagnosa Keperawtan
Nyeri akut (Nanda:2011) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit asam urat (Friedman: 2010).

12
D. Rencana Keperawatan Keluarga
NAMA KK : Ny. T hari / tgl :
ALAMAT : RT.02 RW IX Kel. Wonolopo Kec. Mijen
MASALAH TUJUAN RENCANA KEPERAWATAN
INTERVENSI
KEPERAWATAN UMUM KHUSUS KRITERIA STANDAR
Nyeri akut Setelah Setelah 1 x 15
(Nanda:2011) dilakukan Respon verbal Pengertian asam urat  Diskusikan dengan keluarga
berhubungan dengan tindakan menit pertemuan, adalah Penyakit asam tentang pengertian ASAM URAT
ketidakmampuan keperawatan keluarga mampu urat atau gout adalah dengan menggunakan leaftlet.
keluarga merawat selama 2 kondisi yang dapat
menyebabkan gejala nyeri
 Beri kesempatan keluarga untuk
anggota keluarga minggu mengenal masalah bertanya tentang hal-hal yang
yang sakit (asam urat) keluarga yang tidak tertahankan,
asam urat, mampu pembengkakan, dan rasa kurang jelas
(Friedman: 2010). dapat
panas di persendian. Meski  Tanyakan kembali hal-hal yang
melakukan : semua sendi di tubuh bisa telah didiskusikan
perawatan
anggota 1. Dapat mengenal
terkena asam urat, namun  Berikan reinforcement positif
yang paling sering terserang pada keluarga atas jawaban yang
keluarganya asam urat adalah sendi jari tangan,
dengan mampu benar
lutut, pergelangan kaki, dan
: jari kaki.

 Menyebutkan
pengertian
Asam urat

13
 Menyebutkan Respon Penyebab asam urat  Diskusikan dengan keluarga
penyebab Verbal adalah : tentang penyebab ASAM URAT
ASAM 1. faktor usia (usia > 40th) dengan menggunakan leaftlet
URAT 2. faktor efek sampimg atau lembar balik
obat  Beri kesempatan keluarga untuk
3. jenis kelamin bertanya tentang hal-hal yang
4. faktor keturunan belum jelas
5. faktor makanan  Tanyakan kembali hal-hal yang
6. konsumsi alkohol dan telah didiskusikan
minuman bersoda.
 Berikan reinforcement positif
pada keluarga atas jawaban yang
benar

 Menyebutkan Respon  Diskusikan dengan keluarga


Menyebutkan tanda dan
tanda dan verbal tentang tanda dan gejala ASAM
gejala ASAM URAT : URAT dengan menggunakan
gejala ASAM - Nyeri sendi dan
URAT lembar balik.
bengkak biasanya  Beri kesempatan keluarga untuk
pagi hari bertanya tentang hal-hal yang
- Pusat nyeri dikaki kurang jelas
ditandai dengan  Tanyakan kembali hal-hal yang
warna kemerahan telah didiskusikan
- Sendi jadi keras,  Berikan reinforcement positif
kram dan susah pada keluarga atas jawaban yang
bergerak benar

14
 Menyebutkan Respon Menyebutkan faktor  Diskusikan dengan keluarga
faktor verbal tentang faktor predisposisi
predisposisi terjadinya
predisposisi terjadinya ASAM URAT dengan
terjadinya ASAM URAT : menggunakan leaftlet
ASAM
- Pengetahuan  Beri kesempatan keluarga untuk
URAT bertanya tentang hal-hal yang
- sikap
kurang jelas
- kepercayaan
 Tanyakan kembali hal-hal yang
telah didiskusikan
 Berikan reinforcement positif
pada keluarga atas jawaban yang
benar

 Diskusikan dengan keluarga


Menyebutkan :
 Menyebutka Respon tentang cara pencegahan agar
- Pembatasan makanan ASAM URAT dengan Diit agar
n dan Verbal tinggi purin
memahami tidak kambuh, media
- Kalori sesuai menggunakan lembar leftlet
diit ASAM kebutuhan
URAT  Beri kesempatan keluarga untuk
- Tinggi karbohidrat bertanya tentang hal-hal yang
- Rendah protein kurang jelas
- Rendah lemak  Tanyakan kembali hal-hal yang
telah didiskusikan
 Berikan reinforcement positif
pada keluarga atas jawaban yang
benar

15
 Menyebutkan Respon verbal Menyebutkan faktor yang  Diskusikan dengan keluarga
faktor faktor mempengaruhi ASAM tentang faktor-faktor yang
yang URAT yaitu : mempengaruhi ASAM URAT
mempengaru
- Genetik (riwayat  Beri kesempatan keluarga untuk
hi ASAM
keluarga) bertanya tentang hal-hal yang
URAT
- stress kurang jelas
- asupan senyawa  Tanyakan kembali hal-hal yang
purin berlebihan telah didiskusikan
- konsumsi alkohol  Berikan reinforcement positif
berlebih pada keluarga atas jawaban yang
- obesitas benar
- hipertensi dan
penyakit jantung

16
E. Implementasi dan evaluasi
No Tanggal Diagnosa Implementasi Evaluasi Paraf
1 14 juli 2018 Nyeri akut (Nanda:2011) 1. Menanyakan masalah S: Ny. T mengatakan bahwa mengalami
berhubungan dengan kesehatan yang ada dalam
nyeri sejak 13 minggu yang lalu,
ketidakmampuan keluarga keluarga Ny. T
merawat anggota keluarga 2. Melakukan pemeriksaan Ny.S tidak tahu apa itu ASAM
yang sakit (asam urat) fisik
URAT dan bagaimana cara
(Friedman: 2010). 3. Memberikan pendidikan
kesehatan tentang ASAM pencegahan serta perawatan pada
URAT meliputi :
seseorang yang menderita ASAM
pengertian, tanda dan
gejala, penyebab, cara URAT.
pencegahan dan diit asam
O: saat pemeriksaan fisik didapatkan
urat mengidentifikasi
anggota keluarga yang TD: 120/70 mmHg N: 88x/mnt, RR:
menderita ASAM URAT
20x/mnt, kadar asam urat 8 mg/dl.
4. Memberi reinforcment
positif atas jawaban Ny. T menyimak dengan baik dan
keluarga yang benar
bertanya, serta menjawab setiap
5. Memotivasi keluarga
mengidentifikasi anggota pertanyaan yang diajukan.
keluarga yang menderita
A: masalah kesehatan Ny. T
ASAM URAT
6. Mengkaji ulang teridentifikasi yaitu nyeri pada
kemampuan keluarga
pergelangan kaki kiri, nyeri
dalam mengenal masalah
atau penyakit ASAM dirasakan saat bangun tidur, nyeri
URAT
dirasakan kurang lebih 30 menit.

17
P : Mengulas kembali tentang ASAM
URAT, Mengajarkan cara
menangani nyeri dengan teknik
relaksasi
2 16 juli 2018 Nyeri akut (Nanda:2011) 1. Mengingatkan kembali S :
berhubungan dengan kontrak yang telah
Ny. T mengatakan ASAM URAT
ketidakmampuan keluarga disepakati.
2. Mengingatkan kembali merupakan penyakit yang
merawat anggota keluarga
tentang penyakit ASAM
yang sakit (asam urat) disebabkan oleh tingginya kadar
URAT
(Friedman: 2010). 3. Mengajarkan cara asam urat dalam darah.
mencegah meningkatnya
Ny. T mengatakan untuk mencegah
kadar ASAM URAT
4. Mengajarkan obat-obatan kambuhnya asam urat maka harus
tradisional untuk
melakukan Diit rendah protein purin,
menurunkan kadar ASAM
URAT banyak minum air putih,
5. Menggali ulang masalah
batasi/kurangi asupan garam,
kesehatan yang ada pada
keluarga Ny. T Ny. T mengatakan meminum obat
tradisonal yang telah diajarkan
seperti meminum juice
sirsak/memakan secara langsung
setiap hari.

18
O: saat pemeriksaan fisik didapatkan
TD: 120/80 mmHg N: 82x/mnt, RR:
22x/mnt, kadar asam urat 7 mg/dl
Ny. T menyimak dengan baik dan
bertanya, serta menjawab setiap
pertanyaan yang diajukan. Ny. T
A: masalah kesehatan Ny. T
teridentifikasi yaitu ASAM URAT,
Ny. T belum mampu menjelaskan
secara rinci tentang ASAM URAT
P : Mengulas kembali tentang cara
mengatasi agar ASAM URAT tidak
kambuh lagi yaitu dengan
menganjurkan pada ibu untuk
pengecekan kadar ASAM URAT
secara rutin, Diit tetap dilanjutkan,
konsumsi obat tradisional seperti jus
sirsak, olahraga secara teratur

19
3 17 juli 2018 Nyeri akut 1. Melakukan pemeriksaan S:
(Nanda:2011) fisik 1. Ny. S mengatakan telah
2. mendiskusikan bersama mengetahui tentang asam urat, dan
keluarga dengan cara menanganinya dengan
menggunakan leaflat: meminum jus sirsak
pengertian, tanda dan 2. Ny. S mengatakan setelah 3 hari
gejala, penyebab, cara nyerinya sudah berkurang
pencegahan dan
mengidentifikasi keluarga O:
yang terkena asam urat - Saat pengkajian Ny. S sedang tidak
3. menayakan pada keluarga banyak aktifitas.
hal-hal yang belum - Pemeriksaan fisik pada Ny. K
dimengerti
4. meminta keluarga untuk TD : 120/ 80
menjelaskan kembali N : 84 x/menit
5. memberikan pujian atas RR : 20 x/menit
jawaban yang benar - Ny. S terlihat antusias dalam
6. mengajarkan cara mendengarkan penjelasan
pembuatan jus sirsak untuk
mengurangi kadar asam - Ny. S aktif mengulang dan
urat dalam tubuh bertanya.
7. mengingatkan pada ibu
untuk mengkonsumsi jus - Ny. S tampak rileks
secara rutin
- Ny. S terlihat serius dalam
mempraktekan

A:
- Tujuan tercapai sebagian

20
P:

- Pertahankan tujuan yang sudah


tercapai

- Anjurkan ibu untuk menjaga pola


makan, hindari makanan yang tinggi
purin

- Rutin meminum jus sirsak

- Jika nyeri datang lagi, anjurkan ibu


untuk melakukan terapi massase
pada daerah yang sakit

- Ajurkan ibu untuk melakukan terapi


rendam kaki dengan air panas untuk
menurunkan nyeri di pergelangan
kaki. Anjurkan ibu untuk selalu
kontrol/melakukan pemeriksaan
asam urat secara rutin yaitu
seminggu 2 kali.

21
Galih

22