You are on page 1of 8

PENGARUH PEMBERIAN JUICE ALPUKAT TERHADAP

KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES


MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS JETIS II BANTUL
YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian SyaratMencapai Gelar Sarjana Keperawatan


Pada Program Pendidikan Ners-Program Studi Ilmu Keperawatan
di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan „Aisyiyah Yogyakarta

DISUSUN OLEH :
ANNISA YUNIARTI UTAMI
080201067

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGGYAKARTA
2012
HALAMAN PENGESAHAN

PENGARUH PEMBERIAN JUICE ALPUKAT TERHADAP


KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES
MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS JETIS II BANTUL
YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

DISUSUN OLEH :
ANNISA YUNIARTI UTAMI
080201067
17 Maret 2012
Telah Disetujui Pada Tanggal :______________________
Pembimbing : Ns. Harmilah,S.Pd.,M.Kep.,Sp.KMB.

________________
PENGARUH PEMBERIAN JUICE ALPUKAT TERHADAP
KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES
MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS JETIS II BANTUL
YOGYKARTA1

Annisa Yuniarti Utami 2,Harmilah 3

INTISARI

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik dari penurunan


kemampuan tubuh memproduksi insulin atau penurunan sensitifitas reseptor insulin
yang berdampak pada kadar gula darah tinggi (hiperglikemik). Pengontrolan dapat
dilakukan dengan konsumsi buah antidiabetik, diantaranya alpukat. Buah ini
mengandung vitamin E yang dapat membantu tubuh dalam memperbaiki transport
glukosa dan sensitivitas insulin
Tujuan: Diketahuinya pengaruh pemberian juice alpukat terhadap kadar gula darah
pada penderita DM tipe II
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi exsperiment. Sampel dari
penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas
Jetis II, dengan jumlah 24 responden yang diambil secara konsekutif sampling dan
dibagi menjadi 2 kelompok. Pengambilan data instrument yang berupa Glucose
cholesteror Uric Acid (GCU). Teknik analisis data menggunakan analisis paired t-
test dan independent t-test.
Hasil : Hasil uji paired t-test diperolah nilai P.value sebesar 0,000 yang artinya ada
pengaruh pemberian juice alpukat terhadap kadar gula darah penderita diabetes
mellitus tipe II. Hasil uji independet t-test nilai P.value 0,028 (<0,05) dan rata-rata
35,50 yang artinya terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah pada kelompok
kontrol dan intervensi sebesar 35,50 mg/dl.
Kesimpulan Dan Saran :Pemberian juice alpukat dapat menurunkan kadar gula
darah penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul,
Yogyakarta. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi penderita
diabetes mellitus tipe II untuk menurunkan kadar gula darah dengan menggunakan
juice alpukat untuk menurunkan kadar gula darah.

Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe II, Gula Darah, Alpukat


Kepustakaan : 55 buku,12 Jurnal, 28 Internet
Jumlah Halaman : 61 halaman

1. Judul Skripsi
2. Mahasiswa PPN-PSIK STIKes ‟Aisyiyah Yogyakarta
3. Dosen pembimbing Skripsi
PENDAHULUAN Penyakit DM sering disebut sebagai “the

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu great imitator” karena penyakit ini dapat

gangguan metabolik yang dihasilkan dari mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan

penurunan kemampuan tubuh untuk berbagai macam keluhan (Misnadiarly, 2006).

memproduksi insulin atau penurunan sensitifitas Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat DM

reseptor insulin. Hasil pertama yang muncul yang tidak dikelola dengan baik, yaitu penyakit

dari kondisi ini adalah glukosa yang berlebih kardiovaskuler (hipertensi), gagal ginjal,

dalam darah sehingga nilai kadar gula darah gangguan nervous, kerusakan penglihatan, serta

lebih dari normal (Winkelman, ett all, 2006). kehamilan dengan diabetes (American Diabetes

Seseorang dikatakan menderita DM Association., 2011a).

apabila muncul keluhan khas (poliuria, Terdapat 4 pilar dalam pengelolaan DM

polidipsia, polifagia) dan hasil pemeriksaan gula yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, obat

darah sewaktu selama beberapa kali pada saat dan penyuluhan. Pengendalian dengan

yang berbeda didapatkan nilai ≥ 200 mg/dl. pengaturan makanan yang dikonsumsi pada

Diagnosa juga dapat ditegakkan apabila penderita DM tipe II menjadi kunci dalam

pemeriksaan gula darah puasa selama beberapa pengendalian kadar gula dalam darah

kali pada saat yang berbeda nilainya ≥ 126 (Waspadji, 2005).

mg/dl (Gustaviani, 2007). Dari hasil studi pendahuluan terhapat dua

Menurut WHO tahun 2000, Indonesia (28%) penderita menyatakan sudah mematuhi

menempati urutan ke-4 setelah India, Cina dan pola diet namun kadar gula darah belum bisa

Amerika Serikat untuk penderitta DM. juta terkontrol (≥200mg/dl). Penderita merasa

orang (Wild, 2004). Berdasarkan hasil studi kurang kenyang dengan jumlah nasi yang ada

pendahulan di Puskesmas Jetis II, DM masuk ke pada pola dietnya, sehingga kadang dia

dalam “Top 10 Penyakit Tahun 2010” yaitu menambahkan jumlah nasi yang dikonsumsi.

pada urutan ke 10 sebanyak 52 penderita. Tindakan tersebut justru meningkatkan resiko

terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah,


bahkan bisa memperbesar kemungkinan (Waspadji,dkk, 2003). Daging buah alpukat

terjadinya komplikasi (Kariadi, 2009). mengandung karbohidrat yang rendah, protein,

Mengingat bahwa adanya keluhan dari provitamin A, vitamin B1, vitamin B2 (Redaksi

penderita DM dan keseriusan dari penyakit ini, Trubus, 2009).

maka DM tidak bisa dianggap remeh karena Selain itu didalam alpukat terdapat pula

dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani asam lemak oleat dan linoleat, Vitamin C,

dengan baik bahkan dapat berujung pada Vitamin E, serta mineral seperti besi tembaga

kematian. . magnesium dan kalium (Wirakusumah, 2007).

Beberapa fakta yang ada membuat peneliti Vitamin E sendiri merupakan salah satu

tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh antioksidan dapat membantu tubuh dalam

pemberian juice alpukat terhadap kadar gula memperbaiki transport glukosa dan sensitivitas

darah penderita DM tipe II (Nurjanah, dan Elisa, insulin (Setiawan, dan Eko, 2005).

2007). Sharma, dan Vikrant (2011) dalam A METODE PENELITIAN

Review on Fruits Having Anti-Diabetic Penelitian ini merupakan penelitian quasi

Potential dikemukakan bahwa alpukat adalah eksperimen atau eksperimen semu untuk

salah satu buah yang memiliki effect mengetahui pengaruh pembverian juice alpukat

antidiabetic. Antidiabetic adalah buah tersebut tyerhadap kadar gula darah penderita diabetes

dapat membantu tubuh dalam mengkompensasi mellitus tipe II di puskesmas jetis II. Penelitian

adanya gangguan terhadap gula darah dalam dengan rancangan pre post test with control

tubuh. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah

Dari hasil studi pendahuluan di wilayah perlakuan (Riyanto, 2010).

kerja Puskesmas Jetis II, warga masyarakatnya Populasi Populasi dari penelitian ini

memiliki pohon alpukat yang berbuah lebat. adalah semua orang yang menderita diabetes

Buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah melllitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas

yaitu <70. Buah golongan ini adalah buah Jetis IIyang berjumlah 52 orang. Sampel

diperbolehkan bagi penderita DM Penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus


tipe II yang mememnuhi kriteria inklusi usia 45- tersebut menunjukkan adanya pengaruh

60 tahun, rutin mengkonsumsi Obat pemberian juice alpukat terhadap penurunan

Hipoglikemik Oral (OHO) jenis metformin, kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe

tidak sedang menjalani pengobatan alternatif II.

lain seperti terapi herbal dengan daun sirsak, Tabel 4.5


Perbedaan Penurunan Kadar Gula Darah
buah jambu biji dll sebanyak 12 orang tiap Kelompok Kontrol dan Intervensi pada
Pemberian Juice Alpukat pada Penderita
kelompoknya. Teknik sampling yang digunakan DM Tipe IIdi Wilayah Kerja
Puskesmas Jetis II
adalah konsekutif sampling. Alat yang Tahun 2012

digunakan yaitu GCU dan bahan yang Rata-


Variabel P.Value N
rata
digunakan adalah juice alpukat. Analisa data
Kelompok Kontrol-
35,500 0,028 24
yang digunakan adalah paired t-test dan Intervensi

independent t-test. Tabel 4.5 menunjukkan bahwa antara

HASIL PENELITIAN kelompok kontrol dan intervensi diperoleh nilai

Setelah dilakukan pemberian intervensi juice rata-rata 35.50 dengan P.value 0,028 (<0,05).

alpukat selama 3 hari didapatkan hasil sebagai Sehingga dari tabel dapat diartikan bahwa ada

berikut : perbedaan antara kelompok kontrol dan

Tabel 4.4 intervensi.


Penurunan Kadar Gula Darah Kelompok
Kontrol dan Intervensi pada Pemberian PEMBAHASAN
Juice Alpukat pada Penderita DM Tipe II
di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis II Pada tabel 4.4 terlihat bahwa nilai sig.
Tahun 2012
kelompok intervensi 0.000 atau < 0.05, sehingga
Rata-
Variabel Sd P.value N
rata dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pemberian
Kelompok Kontrol 8.5 42.769 0.505 12
juice alpukat terhadap penurunan kadar gula
Kelompok Intervensi 44.0 29.784 0.000 12
darah penderita dibetes mellitus tipe II. Dari
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai rata-
tabel 4.5 terlihat bahwa perbedaan penurunan
rata untuk kelompok intervensi 44,0 dan P.value
kadar gula darah antara kelompok kontrol dan
0,000 (<0,05) yang berarti ada perbedaan antara
intervensi sebesar 35.5 dengan nilai p.Value.
nilai pre test dan post test sebesar 44,0. Nilai
0.028 (<0.05). Nilai ini menunjukkan bahwa meningkatkan kemampuan alpukat untuk

terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah mengontrol gula darah. Hal ini diperkuat dengan

antara kelompok kontrol dan intervensi. penelitian Widowati, W (2008) yang

Dari hasil perhitungan tersebut dapat terlihat menyebutkan bahwa antioksidan dapat berperan

bahwa juice alpukat berpengaruh terhadap menjadi antidiabetes. Dengan kemampuannya

penurunan kadar gula darah pada penderita sebagai astrigent yang dapat mempresipitasikan

diabetes mellitus tipe II. Hal ini dikarenakan protein selaput lendir usus dan membentuk

oleh beberapa faktor yang ada dalam buah suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga

alpukat itu sendiri. menghambat asupan glukosa yang berdampak

Indeks glikemik yang rendah pada alpukat, pada terhambatnya laju peningkatan glukosa.

kandungan karbohhidrat yang kurang dari 10% KESIMPULAN

dalam 100 gr alpukat menjadi alasan mengapa Terdapat penurunan kadar gula darah

alpukat dapat penderita diabetes mellitus tipe II. penderita diabetes mellitus tipe II setelah

Kandungan 48% lemak jenuh yang ada dalam pemberian juice alpukat selama 3 hari sebesar

alpukat berdampak pada menurunnnya respon 44 mg/dl dengan t hitung (5.118) > t tabel (2.20)

glukosa darah pasien dibanding dengan 1. Rata-rata kadar gula darah penderita DM

mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat tipe II sebelum pemberian juice alpukat

(Waspadji, S., et al., 2003). kelompok kontrol sebesar 160.58 mg/dl dan

Alpukat memiliki kandungan vitamin E kelompok intervensi sebesar 201.17 mg/dl.

sebesar 14% dalam 100 gram alpukat. 2. Rata-rata kadar gula darah penderita DM

Kandungan Vitamin E yang ada dalam alpukat tipe II setelah pemberian juice alpukat

membantu merangsang aksi insulin dengan kelompok kontrol 152.08mg/dl dan

menghambat pengikatan glukosa menjadi low kelompok intervensi157.17 mg/dl.

density lipoprotein (Anton, 2011). Tingginya 3. Penurunan Kadar gula darah Kelompok

kemampuan antioksidan yang dimiliki Vitamin Intervensi sebesar 44 mg/dl dan kelompok

C, E dan karoten dalam alpukat semakin control sebesar 8.5 mg/dl.


SARAN Redaksi Trubus. (2009). Herbal Indonesia
Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik.
1. Bagi Ilmu Pengetahuan Trubus Swadaya, Depok.

Menambah wacana dalam mengatasi kadar Riyanto,A. (2010). Aplikasi Metodologi


Penelitian Kesehatan. Nuha Medika, Bantul.
gula darah yang tinggi pada penderita
Setiawan, B & Eko, S. (2005). Stres Oksiddatif
dan Peran Antioksidan pada Diabetes
diabetes mellitus tipe II
Mellitus dalam Majalah Kedokteran
Indonesia Vol:55 No 2 February 2005.
2. Bagi Petugas Puskesmas
Sharma, R & Vikrant, A. (2011). A Review on
Dapat mengembangkan perencanaan Fruits Having Anti-Diabetic Potential dalam
http://www.jocpr.com, diakses tanggal 28
keperawatan yang akan dilakukan tentang oktober 2011.

pengaruh pemberian juice alpukat dalam Waspadji, S., et al. (2003). Indeks Glikemik
Barbagai Makanan Indonesia. Penerbit FK
rangka menurunkan kadar gula darah UI, Jakarta.

penderita diabetes mellitus tipe II. Waspadji, S. (2005). Diabetes Mellitus:


Mekanisme dasar dan Pengelolaan yang
DAFTAR PUSTAKA rasional dalam Suyono,S., et al.,
Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu
American Diabetes Association. (2011a). (hlm.29-42). Balai Penerbit FK UI, Jakarta.
Complication dalam http://www.diabetes. Widowati, W. (2008). Potensi Antioksiodan
org, diakses tanggal 20 Mei 2011. sebagai Antidiabetes dalam JKM.Vol 7
No.2. Universitas Kristen Maranatha,
Anton. (2011). 4 Buah Sehat Untuk Orang Diet Bandung.
dan Penderita Diabetes dalam
http://www.tdwclub.com, diakses tanggal 3 Wild, S. (2004). Global Prefalnce of diabetes
Desember 2011. dalam http://www.who.int, diakses tanggal
8 april 2011.
Gustaviani, R. (2007). Diagnosis dan
Klasifikasi Diabetes Mellitus dalam Buku Winkelman, C ett all. (2006). Medical Surgical
Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Pusat Nursing Patient Centered Collaborative
Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI, Care Six Edition. Saunders Elsevier,
Jakarta. St.Louis.
Kariadi, S.H.K.S. (2009). Diabetes?Siapa Wirakusumah, E.S. (2007). Jus Buah dan
Takut!:Paduan Lengkap Untuk Diabetesi, Sayuran:148 Resep Jus Untuk Menjaga
Keluarganya dan Profesional Medis. Mizan Kesehatan dan Kebugaran Anda. Penebar
Pustaka, Bandung. Swadaya, Depok.
Misnadiarly. (2006). Diabetes mellitus
:Gangren, Ulcer, Infeksi, Mengenal Gejala,
Menanggulangi dan mencegah
komplikasi.Ed.1. Pustaka Populer Obor,
Jakarta.
Nurjanah, N & Elisa, D.J. (2007). Takhlukkan
Diabetes Dengan Terapi Jus. Puspa Swara,
Depok.