You are on page 1of 33

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA BPK.

KP DIABETES MELLITUS
DI BANJAR BURUAN, DESA BURUAN, BLAHBATUH
PADA TANGGAL 23 ARIL 2018
A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada hari selasa, tanggal 23 A pril 2018 di rumah keluarga
Bapak KP Pk. 17.00 Wita dengan teknik wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi.
1. Identitas umum keluarga
a. Identitas kepala keluarga
Nama : Bpk. KP
Umur :58 tahun
Agama : Hindu
Suku bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Br. Buruan desa Buruan kecamatan Blahbatuh
No. Tlp :
b. Komposisi keluarga
Nama Jenis Umur Hub. Pendidikan Pekerjaan Ket
Kelamin Dengan
Keluarga
Ny. MW P 55 tahun Istri SD IRT Sakit
Tn. WJ L 35 tahun Anak SMA Swasta Sehat
Ny. NM P 35 tahun Menantu SMA Swasta Sehat
An.GA L 10 tahun Cucu SD Pelajar Sehat
c. Genogram

Keterangan:

= Laki - laki

= Perempuan

= Meninggal
= Tinggal serumah
= Penderita DM

Penjelasan genogram:
Keluarga Bapak KP terdiri dari istri, 2 orang anak, 2 laki-laki.anak pertama pasien
tinggal bersama kepala keluarga yaitu bapak KP.Anak pertama memiliki 1 anak laki
laki.Keluarga Bapak KP tinggal serumah dengan istri, 1 orang anaknya, menantu dan
1 cucunya.
d. Tipe keluarga
Tipe keluarga Bapak KP adalah keluarga besar (extended family) yang terdiri
dari suami, istri, anak menantu dan cucu..
e. Suku bangsa
Suku bangsa Bapak KP adalah suku Bali, bahasa yang digunakan sehari-hari
adalah bahasa Bali, dan Indonesia. Tidak ada kebiasaan keluarga yang dipengaruhi
oleh suku yang dapat mempengaruhi kesehatannya.
f. Agama
Keluarga Bapak KP beragama Hindu dan seluruh anggota keluarganya
melaksanakan sembahyang di merajan setiap sore.
g. Status sosial ekonomi keluarga
Penghasilan keluarga Bapak KP diperoleh dari Anaknya serta menantunya
yang bekerja sebagai pegawaidisebuah perusahaan. Penghasilan rata-rata sebulan
kanaknya kurang lebih Rp3.000.000,- perbulan., yang dipergunakan untuk
membayar listrik, telepon rumah, dan kebutuhan sehari - hari. Dan Ibu MW
sebagai ibu rumah tangga biasa ,menantunya berpenghasilan Rp 2.000.000,-.
Semua anggota keluarga memiliki BPJS..
h. Aktivitas rekreasi keluarga
Ny. PS mengatakan, keluarganya jarang berekreasi bersama.
2. Riwayat perkembangan keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Bapak KP saat ini termasuk keluarga tahap
VII dimana tahap ini merupakan tahap keluarga dengan keluarga usia pertengahan,
tugas perkembangan keluarga Bapak KP seperti, mempertahankan komunikasi
terbuka dua arah. Keluarga Bapak KP selalu berkomunikasi setiap saat dengan
anggota keluarganya.
Komunikasi keluarga Bapak KP adalah komunikasi terbuka dua arah antara
orang tua dan anak-anaknya. Jika ada masalah pada anggota keluarga, keluarga
Bapak KP selalu merundingkan dan mencari jalan keluar bersama. Komunikasi
sangat penting di keluarga Bapak KP karena jika tidak saling berkomunikasi
kemungkinan akan terjadi salah paham dan perselisihan, maka dari itu keluarga
Bapak KP selalu berkomunikasi dengan keluarganya secara terbuka dan dua arah.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru, anak
Bapak KP yang pertama sudah menikah dan memiliki 1 orang anak laki laki dan
yang kedua sudah menikah dan memiliki 1 orang anak namun tinggal terpisah
dengan kepala keluarga.
c. Riwayat keluarga inti
Bapak KP dan Ibu MW menikah sudah lebih dari 37 tahun yang lalu,
perkawinannya direstui oleh kedua orang tua masing-masing. Ibu Mw merupakan
pilihan sendiri dan tidak dijodohkan. Penyakit yang diderita oleh orang tua Bapak
KP tidak diketahui.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat orang tua pihak Bapak KP dan Ibu MW tidak mempunyai kebiasaan
kawin cerai dan tidak pemabuk. Orang tua Bapak KP sudah meninggal.Kedua
orang tua Ibu MW sudah meninggal.Ibu dari Ibu Mw meninggal dengan penyakit
diabetes militus,demikian dengan kakak laki lakinya meninggal dengan penyakit
diabetes militus juga.
3. Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Rumah yang dihuni Bapak KP merupakan rumah sendiri yang dihuni dengan
keluarga inti dan orang tua Bapak KP, berukuran kurang lebih 5 are terdiri dari
teras, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, bale bengong, dan sanggah.
Kondisi ruamah Bapak KP bersih dan terawat begitu juga kondisi kamar mandi
keluarga cukup bersih. Lantai rumah terbuat dari keramik, rumah permanen,
sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan, jendela, dan pintu belakang rumah.
Halaman rumah terisi dengan tanaman bunga, sampah keluarga diletakkan di
tempat sampah yang berada di belakang rumah, dan pembuangan sampah diangkut
oleh petugas. Air yang di pergunakan untuk mandi, mencuci semua prabot
keluarga diperoleh dari PDAM dengan kondisi air bersih. Air limbah di salurkan
ke septic tank.

Keterangan:
1. Kamar tidur
2. Dapur
3. Kamar mandi
4. Sanggah
5. Bale
b. Karakteristik tetangga dan komunitas banjar
Keluarga Bapak KP tinggal di lingkungan yang berpenduduk padat, mayoritas
penduduknya bersuku Bali, rata-rata sebagai Buruh . Lingkungan tetangga cukup
akrab seperti dan saling menolong bila ada kesusahan.
c. Mobilitas geografis
Keluarga Bapak KP sudah lama tinggal di rumahnya. Rumah Bapak KP berada
di sebuah gang di banjar Buruan. Jenis kendaraan yang biasa dipakai adalah
sepeda motor.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ibu MW lumayan aktif mengikuti perkumpulan. Ibu MW mengikuti kegiatan
PKK. Bapak KP aktif mengikuti kegiatan di Banjar seperti ngayah dan rapat.
e. System pendukung
Keluarga Bapak KP bila ada masalah keluarga termasuk masalah keuangan
biasanya dibantu oleh saudara Bapak KP secara financial maupun dukungan
moral.
4. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Interaksi dalam keluarga paling sering dilakukan sore atau malam hari saat
bersantai, pola komunikasi keluarga cukup terbuka dan menggunakan bahasa bali
dan Bahasa Indonesia, maka jarang terjadi konflik di keluarga Bapak KP. Apabila
ada masalah dalam keluarga Bapak KP berusaha menyelesaikan dengan keluarga
inti.
b. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Bapak KP saling mendukung satu sama lainnya, respon keluarga bila
salah satu anggota keluarga ada yang mempunyai masalah, keluarga selalu
mencari jalan keluar bersama-sama. Bila ada anggota keluarga yang sakit,
diusahakan untuk berobat dan mendapatkan perawatan sampai sembuh.
c. Struktur peran
Bapak KP sebagai kepala keluarga,bukan sebagai pencari nafkah utama namun
anak dan menantunyalah pencari nafkah didalam keluarga yang menjadi pegawai
swasta. Ibu MW hanya sebagai pengatur rumah tangga saja.. Anak 1 bapak KP
bertanggung jawab atas kebutuhan utama dari keluarga. Cucu dari Bapak KP yang
masih bersekolah SD mampu membantu keluarga yaitu menyapu halaman rumah.
d. Nilai dan norma keluarga
Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga seperti
sembahyang setiap hari. Bila akan pulang terlambat pulang kerja ,anak dan
menantu Bapak KP akan menelepon kerumah.
5. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif
Respon keluarga sangat bangga dan senang bila ada anggota keluarga yang
berhasil dan keluarga sangat sedih bila ada anggota keluarga yang meninggal, sakit
atau kehilangan. Keluarga Bapak KP biasanya mengekspresikan rasa kasih sayang
dengan mengucapkan selamat.
b. Fungsi sosialisasi
Bapak KP selalu memberikan kebebasan untuk kedua anaknya dalam bergaul
tetapi tetap ada batasannya. Ibu MW tidak khawatir bila anak bergaul di sekitar
lingkungan rumah maupun di luar lingkungan rumah karena Ibu MW mengenal
sebagian besar teman – teman anaknya.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Bapak KP mengatakan tidak memiliki keluhan sakit saat ini, Bapak KP merasa
sehat-sehat saja. Ibu MW mengatakan memiliki keluhan sakit Diabetes yang
sudah diderita selama 2 tahun. TN. WJ dan menantunya NY> NM mengatakan
tidak memiliki keluhan sakit apapun. Ibu NM juga mengatakan anaknya GA juga
saat ini tidak memiliki keluhan sakit dan apabila kedua bapak KP mengeluh sakit,
Ibu KP langsung membawa ke rumah sakit terdekat.
Ibu KP mengatakan sudah lama memiliki riwayat penyakit diabetes. Ibu. MW
rutin control ke rumah sakit gianyar setiap bulan untuk mengecek kesehatannya.
Kadar gula darah terakhir (20/03/2018) yaitu 306 mg/dl. Ibu MW mengatakan
rutin minum obat setiap hari.

6. Stress dan koping keluarga


a. Stressor jangka pendek dan jangka panjang serta kekuatan keluarga
Stressor jangka pendek yang dirasakan Ibu MW bersumber pada masalah
mengurus rumah tangga sehari-hari. Ibu MW biasanya membersihkan rumah dan
mengurus rumah pada sore harinya. Tetapi Ibu MW menjalaninya dengan ikhlas.
b. Respon terhadap stersor
Upaya Ibu MW menghilangkan stress biasanya dengan berkunjung ke rumah
saudara dan menonton tv.
c. Strategi koping yang digunakan
Kalau tidak menemukan jalan keluar, biasanya keluarga berkomunikasi dengan
saudara terdekat untuk mengurangi beban yang dideritanya. Biasanya keluarga
merasa nyaman setelah berkomunikasi dengan saudara terdekat.
d. Strategi adaptasi yang digunakan
Dari hasil pengkajian, tidak didapatkan adanya cara-cara keluarga mengatasi
masalah secara maladaptive
7. Pemeriksaan fisik
Aspek Bpk. KP Ibu MW Tn. WJ NY . NM An. WT
TD 120/70 mmHg 150/80 mmHg 110/60 mmHg 120/70 mmHg 100/60 mmHg
(mmHg)
TB & BB 170 cm, 70kg 155 cm, 160 cm, 165 cm, 140 cm,
55 kg 50kg 59 kg 40kg
Suhu (oC) 36.6OC 36.7OC 36.5OC 36.5OC 36.6OC
Nadi 84x/menit 80x/menit 72x/menit 80x/menit 88x/menit
Rambut Normacepal, Normacepal, Normacepal, Normacepal, Normacepal, rambut
rambut lurus
kepala rambut lurus rambut lurus rambut lurus lurus, beruban
Mata, Tidak ditemui Tidak ditemui Tidak ditemui Tidak ditemui Tidak ditemui
telinga, gangguan pada gangguan pada gangguan pada gangguan pada gangguan pada mata,
mulit, mata, telinga, mata, telinga, mulut mata, telinga, mata, telinga, mulut telinga, mulut & gigi
hidung, mulut & gigi & gigi bersih, mulut & gigi & gigi bersih, bersih, hidung dan
tenggorokan bersih, hidung dan hidung dan bersih, hidung dan hidung dan tenggorokan normal
tenggorokan tenggorokan normal tenggorokan tenggorokan normal
normal normal
Leher Tidak ada Tidak ada kekakuan Tidak ada Tidak ada kekakuan Tidak ada kekakuan
kekakuan pada pada leher, tidak kekakuan pada pada leher, tidak pada leher, tidak ada
leher, tidak ada ada pembesaran leher, tidak ada ada pembesaran pembesaran kelejar
pembesaran kelejar kelejar limpa dan pembesaran kelejar limpa dan limpa dan JVP
limpa dan JVP JVP kelejar limpa dan JVP
JVP
Thorax Simetris, bunyi Simetris, bunyi Simetris, bunyi Simetris, bunyi Simetris, bunyi
jantung norma s1 jantung norma s1 s2 jantung norma s1 jantung norma s1 s2 jantung norma s1 s2
s2 reguler, tidak reguler, tidak ada s2 reguler, tidak reguler, tidak ada reguler, tidak ada
ada kelainan, suara kelainan, suara ada kelainan, suara kelainan, suara kelainan, suara nafas
nafas vesikuler nafas vesikuler nafas vesikuler nafas vesikuler vesikuler
Abdomen Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan
hepar, ginjal, hepar, ginjal, limpa. hepar, ginjal, hepar, ginjal, limpa. hepar, ginjal, limpa.
limpa. Tidak teraba Tidak teraba limpa. Tidak Tidak teraba Tidak teraba
benjolan, bising benjolan, bising teraba benjolan, benjolan, bising benjolan, bising usus
usus positif, tidak usus positif, tidak bising usus positif, usus positif, tidak positif, tidak ada
ada nyeri tekan ada nyeri tekan tidak ada nyeri ada nyeri tekan nyeri tekan
tekan
Ektremitas Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
atas dan pergerakan, pergerakan, pergerakan, pergerakan, pergerakan,
bawah, kekakuan sendi, kekakuan sendi, kekakuan sendi, kekakuan sendi, kekakuan sendi,
persendian ROM aktif ROM aktif.terdapat ROM aktif ROM aktif ROM aktif
nyeri pada lutut.
Genetalia Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji

Kesimpulann:
Keluarga Bapak MS tidak memiliki masalah pada pemeriksaan fisik, MW hanya mengeluh sering mengalami nyeri dan kesemutan pada kedua
kaki.
8. Harapan keluarga
Keluarga berharap petugas kesehatan dapat membantu mengurangi masalah kesehatan yang terjadi pada Ibu MW
B. ANALISA DATA
NO DATA DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1 DS : Bapak KP mengatakan tidak Potensial peningkatan kesehatan pada
memiliki keluhan sakit saat ini dan merasa keluarga Bapak KP dalam
sehat. meningkatkan jasmani
DO : Bapak KP terlihat sehat
2 DS :Ibu MW mengatakan memiliki Risiko ketidakstabilan kadar gula
keluhan sakit diabetes . darah pada Ibu MW berhubungan
DO : Ibu MW terlihat kurang sehat dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga dengan
Diabetes Mellitus.
3 DS : Tn,WJ mengatakan tidak memiliki Potensial peningkatan kesehatan pada
keluhan sakit saat ini dan merasa sehat. keluarga Bapak KP khususnya anakny
DO : Tn, WJ terlihat sehat Tn,WJ dalam meningkatkan jasmani
4 DS : Menantu Bapak KP ,Ny NM Potensial peningkatan kesehatan pada
mengatakan tidak memiliki keluhan sakit keluarga Bapak KP khususnya
saat ini dan merasa sehat. Menantu Bapak KP yaitu Ny NM
DO : Ny NM terlihat sehat dalam peningkatan jasmani.
5 DS : An. AG mengatakan saat ini tidak Potensial peningkatan kesehatan pada
mengalami sakit. keluarga Bapak KP khususnya An GA
DO : TD: 100/60mmHg.S : 36 C dalam peningkatan jasmani.
C. PENEPISAN MASALAH
1. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP dalam meningkatkan jasmani
KRITERIA NILAI SKOR RASIONAL
Sifat masalah : 1/3 x 1 1/3 Bapak KP mengatakan tidak mempunyai
potensial keluhan saat ini dan merasa sehat
Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Penyebab peningkatan kesehatan
untuk diubah : mudah kemungkinan akibat Bapak KP selalu
menjaga kesehatannya dengan
mengkonsumsi makanan yang bergizi dan
olahraga yang teratur
Potensi masalah dapat 3/3 x 1 1 Keluarga Bapak KP mengerti tentang cara
dicegah : tinggi yang harus dilakukan untuk meningkatkan
kesehatan yaitu dengan mengkonsumsi
makanan yang dibutuhkan tubuh serta
melakukan aktivitas yang tidak berlebih
agar tidak menurunkan status
kesehatannya
Menonjolnya masalah : 0/2 x 0 Keluarga tidak merasakan adanya
tidak dirasakannya ada 1 masalah dengan usia yang sudah
masalah mencapai umur tua bahkan Bpk KP selalu
aktif dalam beraktivitas walauoun tidak
bekerja sebagai pencari nafkah.
TOTAL SKOR 3 1/3

2.Risiko ketidakstabilan kadar gula darah pada Ibu MW berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
Diabetes Mellitus.
KRITERIA NILAI SKOR RASIONAL
Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 2/3 Peningkatan kadar gula darah yang
dialami Ibu MW dialami selama 2
tahun. Pasien sering kontrol
kerumah sakit namun Keluarga
hanya mengetahui perawatan
pasien diabetes yaitu mengurangi
makanan yang manis.
Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Penyebab Diabetes Mellitus yang
untuk diubah : sebagian dialami Ibu MW adalah akibat
dari pola hidup. Harapan keluarga
terhadap kesembuhan tinggi, kadar
gula Ibu terakhir 306 mg/dL
Potensi masalah dapat 2/3 x 1 2/3 Keluarga kurang mengetahui
dicegah : cukup penyebab, akibat serta dampak
yang ditimbulkan dari penyakit
Diabetes Mellitus, sehingga perlu
pemberian informasi secara jelas.
Menonjolnya masalah : 3/2 x 1 2 Pada saat sakit, Ibu MW pergi ke
segera diatasi pelayanan kesehatan (RSUD
Gianyar) untuk mengecek kadar
gulanya dan mendapatkan obat
TOTAL SKOR 4 1/6

3 Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP khususnya Tn WJ dalam peningkatan jasmani.

KRITERIA NILAI SKOR RASIONAL


Sifat masalah : potensial 1/3 x 1 1/3 Tn.WJ mengatakan tidak
mempunyai keluhan saat ini dan
merasa sehat
Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Penyebab peningkatan kesehatan
untuk diubah : mudah keluarga Bpk KP terutama anak
TN WJ kemungkinan akibat
Tn.WJ yang selalu menjaga
kesehatannya dengan
mengkonsumsi makanan yang
bergizi serta mengkonsumsi
vitamin
Potensi masalah dapat 3/3 x 1 1 Keluarga termasuk TN. WJ paham
dicegah : tinggi dan mengerti tentang tindakan apa
saja yang harus dilakukan untuk
meningkatkan status kesehatan,
bukan hanya mengerti untuk
mengkonsumsi vitamin dan
makanan yang sehat tetapi juga
melakukan olahraga yang teratur
Menonjolnya masalah : 0/2 x 1 0 Keluarga tidak merasakan adanya
tidak dirasakannya ada masalah dengan kesehatan dari TN
masalah WJ, bahkan di usia yang produktif
ini Tn.WJ tetap saja beraktivitas
dengan baik
TOTAL SKOR 3 1/3
4. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP khususnya Menantu Ny NM dalam peningkatan jasmani.
KRITERIA NILAI SKOR RASIONAL
Sifat masalah : potensial 1/3 x 1 1/3 Ny NM mengatakan tidak
mempunyai keluhan saat ini dan
merasa sehat
Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Penyebab peningkatan kesehatan
untuk diubah : mudah keluarga Bpk KP terutama NY
NM kemungkinan akibat anak BN
yang selalu menjaga kesehatannya
dengan mengkonsumsi makanan
yang bergizi serta mengkonsumsi
vitamin
Potensi masalah dapat 3/3 x 1 1 Keluarga termasuk Ny NM dan
dicegah : tinggi mengerti tentang tindakan apa saja
yang harus dilakukan untuk
meningkatkan status kesehatan,
bukan hanya mengerti untuk
mengkonsumsi vitamin dan
makanan yang sehat tetapi juga
melakukan olahraga yang teratur
Menonjolnya masalah : 0/2 x 1 0 Keluarga tidak merasakan adanya
tidak dirasakannya ada masalah dengan kesehatan dari Ny
masalah NM bahkan di usia yang produktif
ini Ny NM tetap bekerja
beraktivitas dengan baik
TOTAL SKOR 3 1/3

5. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak Kp khususnya An. GA dalam peningkatan jasmani.
KRITERIA NILAI SKOR RASIONAL
Sifat masalah : potensial 1/3 x 1 1/3 An.GA mengatakan tidak
mempunyai keluhan saat ini dan
merasa sehat
Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Penyebab peningkatan kesehatan
untuk diubah : mudah keluarga Bpk KP terutama
Tan.GA kemungkinan akibat
orang tuanya selalu menjaga
kesehatannya dengan memberikan
makanan yang bergizi serta
mengkonsumsi vitamin
Potensi masalah dapat 3/3 x 1 1 Keluarga termasuk orang tua
dicegah : tinggi An.GA paham dan mengerti
tentang tindakan apa saja yang
harus dilakukan untuk
meningkatkan status kesehatan,
bukan hanya mengerti untuk
mengkonsumsi vitamin dan
makanan yang sehat tetapi juga
melakukan olahraga yang teratur
Menonjolnya masalah : 0/2 x 1 0 Keluarga tidak terlalu merasakan
tidak dirasakannya ada adanya masalah dengan kesehatan
masalah dari An GA diusia pertumbuhan
dan perkembangannya.An GA
beraktivitas dengan baik.
TOTAL SKOR 3 1/3
D. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko ketidakstabilan kadar gula darah pada Ibu Mw berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
Diabetes Mellitus.
2. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP dalam meningkatkan jasmani.
3. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP khususnya anaknya TN.WJ dalam meningkatkan jasmani.
4. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP khususnya Menantunya Ny.NM dalam meningkatkan jasmani
5. Potensial peningkatan kesehatan pada keluarga Bapak KP khususnya cucunya An.GA dalam meningkatkan jasmani

E. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


No Diagnosis keperawatan Tujuan Rencana intervensi Kriteria evaluasi Standar evaluasi
1 Risiko ketidakstabilan Tujuan umum :
kadar gula darah pada Setelah dilakukan
keluarga Bapak KP kujungan rumah
khusus Ibu MW selama 4 x
berhubungan dengan kunjungan,
ketidakmampuan diharapkan kadar
keluarga merawat gula darah Ibu
anggota keluarga yang MW stabil
mengalami Diabetes
Mellitus
Tujuan khusus :
Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan
selama 1 x 45
menit, keluarga
mampu :
1. Mengenal
Diabetes
Mellitus
dengan :
a. Menjelaskan
pengertian - Diskusikan dengan keluarga Diabetes Mellitus adalah
Respon verbal
Diabetes pengertian Diabetes penyakit kronis yang ditandai
Mellitus Mellitus. dengan peningkatan kadar
- Ajarkan keluarga untuk gula dalam darah.
mengungkap kembali
pengertian Diabetes
Mellitus
b. Menjelaskan - Diskusikan dengan keluarga Respon verbal Menyebutkan tanda dan
tanda dan gejala tanda dan gejala yang gejala Diabetes Mellitus :
Diabetes terjadi pada Ibu MW a. Banyak kencing
Mellitus - Motivasi keluarga untuk b. Banyak makan dan minum
mengungkapkan kembali c. Berat badan menurun
tanda dan gejala Diabetes tanpa sebab yang jelas
Mellitus d. Penglihatan kabur
e. Cepat lelah dan
mengantuk
f. Luka sulit sembuh
g. Kesemutan.

c. Menyebutkan - Diskusikan dengan keluarga Respon verbal Diabetes Mellitus disebabkan


penyebab penyebab Diabetes Mellitus oleh kekurangan hormone
Diabetes - Beri kesempatan keluarga insulin dalam tubuh. Hormon
Mellitus bertanya insulin adalah bahan yang
- Motivasi keluarga untuk dilepas ke darah dan bertugas
mengungkapkan kembali untuk mengikat gula yang ada
penyebab dari Diabetes di dalam darah dan
Mellitus membawanya ke sel tubuh.
Selain itu, Diabetes Mellitus
juga dapat disebabkan oleh:
a. Faktor keturunan
b. Usia
c. Gaya hidup

2. Mengambil
keputusan
untuk
mencegah
Diabetes
Mellitus:
a. Menjelaskan
akibat yang - Beri penjelasan keluarga Respon verbal Komplikasi yang dapat terjadi
terjadi bila tentang akibat yang apabila Diabetes Mellitus
Diabetes ditimbulkan oleh Diabetes tidak ditanggulangi :
Mellitus tidak Mellitus a. Kerusakan ginjal
ditanggulangi - Beri kesempatan keluarga b. Luka pada kaki (gangrene)
untuk bertanya c. Hipoglikemia (gula darah
menurun)
b. Mengambil - Gali pendapat keluarga Respon verbal Keputusan keluarga untuk
keputusan untuk bagaimana cara mencegah mencegah Diabetes Mellitus
mencegah Diabetes Mellitus
Diabetes - Beri pujian atas keputusan
Mellitus yang diambil keluarga
3. Merawat dan
menstabilkan
kadar gula darah
anggota keluarga
yang mengalami
Diabetes
Mellitus dengan
:
a. Menjelaskan
cara perawatan - Gali pengetahuan keluarga Respon verbal Cara perawatan keluarga
Diabetes dalam menangani Diabetes Diabetes Mellitus:
Mellitus Mellitus a. Atur pola makan, hindari
- Diskusikan dengan keluarga makanan yang manis
cara perawatan yang sudah b. Anjurkan pada keluarga
dilakukan untuk selalu menggunakan
- Motivasi keluarga untuk alas kaki
mengungkapkan kembali c. Hindari keluarga dari luka,
apa yang telah disampaikan cedera
d. Waspada tanda-tanda
komplikasi DM (mata
kabur, hipertensi, nyeri
dada, kesulitan kencing,
kaki kesemutanm dan juga
lemas)

- Demonstrasikan cara senam Respon Cara senam kaki diabetik :


kaki diabetik psikomotor a. Alat dan bahan :
- Motivasi keluarga untuk - Kertas / koran
redemontrasi b. Cara perawatan :
- Beri pujian positif atas - Duduklah tegak di atas
upaya yang sudah dilakukan sebuah kursi (jangan
keluarga bersandar)
- Dengan meletakkan
tumit di lantai, jari-jari
kedua belah kaki
diluruskan ke atas lalu
dibengkokkan kembali
ke bawah seperti cakar
ayam sebanyak 10 kali
- Dengan meletakkan
tumit salah satu kaki di
lantai, angkat telapak
kaki ke atas. Pada kaki
lainnya, jari-jari kaki
diletakkan di lantai
dengan tumit kaki
diangkatkan ke atas.
Cara ini dilakukan
bersamaan pada kaki
kiri dan kanan secara
bergantian dan diulangi
sebanyak 10 kali.
- Tumit kaki diletakkan
di lantai. Kedua ujung
kaki diangkat ke atas
dan buat gerakan
memutar dengan
pergerakkan pada
pergelangan kaki ke
arah samping lalu ke
tengah masing-masing
sebanyak 10 kali.
- Jari-jari kaki diletakkan
di lantai. Kedua tumit
diangkat dan buat
gerakan memutar ke
samping. Turunkan
kembali ke lantai dan
gerakkan ke tengah,
dengan pergerakkan
pada pergelangan kaki,
masing-masing
sebanyak 10 kali.
- Angkat salah satu lutut
kaki, dan luruskan.
Gerakan jari-jari ke
depan turunkan kembali
kaki anda, bergantian
kiri dan kanan. Ulangi
sebanyak 10 kali.
- Luruskan salah satu
kaki di atas lantai
kemudian angkat kaki
tersebut dan gerakkan
ujung jari kaki ke arah
muka anda lalu
turunkan kembali ke
lantai. Masing-masing
kaki ulangi 10 kali.
- Angkat kedua kaki lalu
luruskan. Ulangi gerak
keenam, namun
gunakan kedua kaki
secara bersamaan.
Ulangi sebanyak 10
kali.
- Angkat kedua kaki dan
luruskan,pertahankan
posisi tersebut. Gerakan
pergelangan kaki ke
depan dan ke belakang.
- Luruskan salah satu
kaki dan angkat, putar
kaki pada pergelangan
kaki , tuliskan pada
udara dengan kaki dari
angka 0 hingga 9
lakukan secara
bergantian. Letakkan
sehelai koran dilantai.
Bentuk kertas itu
menjadi seperti bola
dengan kedua belah
kaki. Kemudian, buka
bola itu menjadi
lembaran seperti
semula menggunakan
kedua belah kaki. Cara
ini dilakukan hanya
sekali saja.
- Lalu robek koran
menjadi 2 bagian,
pisahkan kedua bagian
koran.
- Sebagian koran di
sobek-sobek menjadi
kecil-kecil dengan
kedua kaki.
- Pindahkan kumpulan
sobekan-sobekan
tersebut dengan kedua
kaki lalu letakkan
sobekkan kertas pada
bagian kertas yang
utuh.
- Bungkus semuanya
dengan kedua kaki
menjadi bentuk bola (
Soegondo, 2008)
4. Memodifikasi - Diskusikan dengan Respon verbal Menciptakan lingkungan
lingkungan keluarga cara menciptakan rumah yang aman dan
untuk perawatan lingkungan rumah yang nyaman bagi anggota
anggota keluarga aman dan nyaman bagi keluarga yang mengalami
dengan Diabetes. anggota keluarga yang Diabetes Mellitus
mengalami Diabetes
Mellitus
- Berikan kesempatan pasien
untuk bertanya
5.Memanfaatkan - Klarifikasi pengetahuan Respon verbal Memberi penyuluhan tentang
fasilitas keluarga tentang manfaat manfaat fasilitas pelayanan
kesehatan untuk fasilitas kesehatan kesehatan dalam mengatasi
mengatasi Diabetes Mellitus
- Motivasi keluarga untuk Respon afektif
memanfaatkan pelayanan
kesehatan terutama untuk
pengecekan kadar gula
darah
2 Potensial peningkatan Tujuan umum : Berikan pemahaman tentang
kesehatan pada keluarga Setelah dilakukan peningkatan status kesehatan
Bapak KP dalam kunjungan rumah dengan mengkonsumsi
meningkatkan jasmani. selama 4 x makanan yang dibutuhkan
kunjungan status tubuh dan olahraga
kesehatan Bapak
KP mengalami
peningkatan
3 Potensial peningkatan Setelah dilakukan Berikan pemahaman tentang
kesehatan pada keluarga kunjungan rumah peningkatan status kesehatan
Bapak KP khususnya selama 4 x dengan mengkonsumsi
anak Bapak KP , Tn .WJ kunjungan status makanan yang dibutuhkan
dalam peningkatan kesehatan Tn WJ tubuh dan olahraga
jasmani. mengalami
peningkatan

4 Potensial peningkatan Setelah dilakukan Berikan pemahaman tentang


kesehatan pada keluarga kunjungan rumah peningkatan status kesehatan
Bapak KP khususnya selama 4 x dengan mengkonsumsi
menantunya, Ny NM kunjungan status makanan yang dibutuhkan
dalam peningkatan kesehatan Ny NM tubuh dan olahraga
jasmani. mengalami
peningkatan
5 Potensial peningkatan Setelah dilakukan Berikan pemahaman tentang
kesehatan pada keluarga kunjungan rumah peningkatan status kesehatan
Bapak MS khususnya selama 4 x dengan mengkonsumsi
cucunya ,anak AG dalam kunjungan status makanan yang dibutuhkan
peningkatan jasmani. kesehatan anak tubuh dan olahraga
AG mengalami
peningkatan