You are on page 1of 42

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah kesehatan faktor yang berperan penting untuk meningkatkan

sumber daya manusia.pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk

memenuhi hak dasar rakyat yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan,di

mana sesuai dengan Visi pembangunan di lampung adalah “Lampung maju dan

sejahtera tahun 2019(Dinas kesehatan, tahun 2007).Hipertensi menjadi momok

bagi sebagian besar penduduk dunia termasuk Indonesia.

Hal ini karena secara statistik jumlah penderita yang terus meningkat dari

waktu ke waktu. Berbagai faktor yang berperan dalam hal ini salah satunya adalah

gaya hidup modern. Pemilihan makanan yang berlemak, kebiasaan aktifitas yang

tidak sehat, merokok, minum kopi serta gaya hidup sendiri adalah beberapa hal

yang disinyalir sebagai faktor yang berperan terhadap hipertensi ini. Penyakit ini

dapat menjadi akibat dari gaya hidup modern serta dapat juga sebagai penyebab

berbagai penyakit non infeksi. Hal ini berarti juga menjadi indikator bergesernya

dari penyakit infeksi menuju penyakit non infeksi, yang terlihat dari urutan

penyebab kematian di Indoensia. Untuk lebih mengenal serta mengetahui penyakit

ini, maka kami akan membahas tentang hipertensi. Hipertensi didefinisikan

sebagai peningkatan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau

peningkatan tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan 90

mmHg(Anindya,2009).

1
Hipertensi menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke,

aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tanpa melihat

usia atau jenis kelamin, semua orang bisa terkena hipertensi dan biasanya tanpa

ada gejala-gejala sebelumnya. Hipertensi juga dapat mengakibatkan kerusakan

berbagai organ target seperti otak, jantung,ginjal,aorta,pembulu darah perifer dan

retina.

Oleh karena itu berdasarkan latar belakang di atas maka saya tertarik untuk

melakukan asuhan keperawatan dendan judul “Asuhan keperawatan keluarga

terhadap keluarga Ny.I dengan Hipertensi di Desa Negara ratu,kec.Natar

Lampung Selatan 2017”, negara Indonesia yang sedang membangun di segala

bidang perlu memperhatikan pendidikan kesehatan masyarakat untuk mencegah

timbulnya penyakit seperti hipertensi, kardiovaskuler, penyakit degeneratif dan

lain-lain, sehingga potensi bangsa dapat lebih dimanfaatkan untuk proses

pembangunan. Golongan umur 45 tahun ke atas memerlukan tindakan atau

program pencegahan yang terarah. Hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan

pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang dapat dilakukan pada waktu

check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah definisi hipertensi ?

2. Apakah etiologi/ faktor pencetus hipertensi ?

3. Apakah manifestasi klinis hipertensi ?

4. Apakah pemeriksaan penunjang pada hipertensi ?

2
5. Apakah penatalaksanaan klien dengan hipertensi ?

6. Apa sajakah komplikasi dari hipertensi ?

7. Apakah asuhan keperawatan pasien dengan hipertensi

1.3 Tujuan

Tujuan Umum

Memahami dan menerapkan asuhan keperawatan terhadap klien dengan

gangguan Tuna rungu dan keluhan pada hipertensi.

Tujuan Khusus

 Mampu melaksanakan pengkajian terhadap klien dengan gangguan tuna

rungu dan hipertensi..

 Mampu menegakkkan diagnosa keperawtan sesuai dengan prioritas

masalah..

 Mampu membuat rencana tindakan kperawatan sesuai dengan prioritas

masalah.

 Mampu menilai dan mengevaluasi dari tindakan yang telah dilakukan .

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. KONSEP KELUARGA

2.1. Pengertian Keluarga

Keluarga adalah sekumpulan dua atau lebih individu yang diikat oleh

hubungan darah,perkawinan atau adopsi,dan tiap tiap anggota keluarga selalu

berinteraksi satu sam lain(Harmoko, 2012 )

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan

darah ,perkawinan,dan adopsi dalm satu rumah tangga,yang berinteraksi satu

dengan lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu

budaya. Ali ( 2010 )

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri darisuami

istri;atau suami,istri dan anaknya;atau ayah dan anaknya(duda),atau ibu dan

anaknya(janda).Undang-undang 52,perkembangan kependudukan dan

perkembangan keluarga,Bab I pasal I ayat 6 ( 2009) .

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :

a. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah,

perkawinan atau adopsi

b. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap

memperhatikan satu sama lain

c. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai

peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik

4
d. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya,

meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

2.2. Struktur Keluarga

1) Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah

dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah

2) Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah

dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis

ibu

3) Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah

ibu

4) Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah

suami

5) Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan

keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga

karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

2.3. Ciri-Ciri Struktur Keluarga

1. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota

keluarga

2. Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan, tetapi mereka juga

mempunyai keterbatasan dalam mejalankan fungsi dan tugasnya masing-

masing

5
3. Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai

peranan dan fungsinya masing-masing.

2.4. Macam-Macam Struktur / Tipe / Bentuk Keluarga

1. Tradisional :

a) The nuclear family (keluarga inti)

Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak.

b) The dyad family

Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama

dalam satu rumah

c) Keluarga usila

Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah

memisahkan diri

d) The childless family

Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan

anak terlambat waktunya, yang disebabkan karena mengejar

karir/pendidikan yang terjadi pada wanita

e) The extended family (keluarga luas/besar)

Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu

rumah seperti nuclear family disertai : paman, tante, orang tua (kakak-

nenek), keponakan, dll)

6
f) The single-parent family (keluarga duda/janda)

Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah dan ibu) dengan anak, hal

ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan

(menyalahi hukum pernikahan)

g) Commuter family

Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota

tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa

berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pekan (week-end)

h) Multigenerational family

Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal

bersama dalam satu rumah

i) Kin-network family

Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling

berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang

sama. Misalnya : dapur, kamar mandi, televisi, telpon, dll)

j) Blended family

Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan

membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya

k) The single adult living alone / single-adult family

Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena

pilihannya atau perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau ditinggal

mati.

7
2. Non-Tradisional

a) The unmarried teenage mother

Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari

hubungan tanpa nikah

b) The stepparent family

Keluarga dengan orangtua tiri

c) Commune family

Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan

saudara, yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang

sama, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas

kelompok / membesarkan anak bersama

d) The nonmarital heterosexual cohabiting family

Keluarga yang hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui

pernikahan

e) Gay and lesbian families

Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana

pasangan suami-istri (marital partners)

f) Cohabitating couple

Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena

beberapa alasan tertentu

8
g) Group-marriage family

Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga

bersama, yang merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya,

berbagi sesuatu, termasuk sexual dan membesarkan anaknya

h) Group network family

Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan

satu sama lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga

bersama, pelayanan dan bertanggung jawab membesarkan anaknya

i) Foster family

Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara dalam

waktu sementara, pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan

bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya

j) Homeless family

Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang

permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan

ekonomi dan atau problem kesehatan mental

k) Gang

Sebuah bentuk keluarga yang destruktif, dari orang-orang muda yang

mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian, tetapi

berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.

9
2.5 Tahap-Tahap Kehidupan / Perkembangan Keluarga

Meskipun setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya secara unik,

namun secara umum seluruh keluarga mengikuti pola yang sama (Rodgers cit

Friedman, 1999:

A. Pasangan baru (keluarga baru)

Keluarga baru dimulai saat masing-masing individu laki-laki dan perempuan

membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan (psikologis)

keluarga masing-masing :

a. Membina hubungan intim yang memuaskan

b. Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, kelompok sosial

c. Mendiskusikan rencana memiliki anak

B. Keluarga child-bearing (kelahiran anak pertama)

Keluarga yang menantikan kelahiran, dimulai dari kehamilan sampai

kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan :

a. Persiapan menjadi orang tua

b. Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi, hubungan

sexual dan kegiatan keluarga

c. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan

C. Keluarga dengan anak pra-sekolah

Tahap ini dimulai saat kelahiran anak pertama (2,5 bulan) dan berakhir

saat anak berusia 5 tahun :

a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga, seperti kebutuhan tempat tinggal,

privasi dan rasa aman

10
b. Membantu anak untuk bersosialisasi

c. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan anak yang lain

juga harus terpenuhi

d. Mempertahankan hubungan yang sehat, baik di dalam maupun di luar keluarga

(keluarga lain dan lingkungan sekitar)

e. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (tahap yang paling repot)

f. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga

g. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak

D. Keluarga dengan anak sekolah

Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia enam tahun dan

berakhir pada usia 12 tahun. Umumnya keluarga sudah mencapai jumlah anggota

keluarga maksimal, sehingga keluarga sangat sibuk :

a. Membantu sosialisasi anak : tetangga, sekolah dan lingkungan

b. Mempertahankan keintiman pasangan

c. Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat, termasuk

kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga

E. Keluarga dengan anak remaja

Dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir

sampai 6-7 tahun kemudian, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah

orangtuanya. Tujuan keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memberi

tanggung jawab serta kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri

menjadi lebih dewasa :

11
a. Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab, mengingat

remaja sudah bertambah dewasa dan meningkat otonominya

b. Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga

c. Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orangtua. Hindari

perdebatan, kecurigaan dan permusuhan

d. Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga

F. Keluarga dengan anak dewasa (pelepasan)

Tahap ini dimulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan

berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah. Lamanya tahap ini

tergantung dari jumlah anak dalam keluarga, atau jika ada anak yang belum

berkeluarga dan tetap tinggal bersama orang tua :

a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar

b. Mempertahankan keintiman pasangan

c. Membantu orangtua suami/istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua

d. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat

e. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga

G. Keluarga usia pertengahan

Tahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan

berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal :

a. Mempertahankan kesehatan

b. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan anak-

anak

c. Meningkatkan keakraban pasangan

12
H. Keluarga usia lanjut

Tahap terakhir perkembangan keluarga ini dimulai pada saat salah satu

pasangan pensiun, berlanjut saat salah satu pasangan meninggal sampai keduanya

meninggal :

a. Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan

b. Adaptasi dengan peruabahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan

pendapatan

c. Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat

d. Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat

e. Melakukan life review (merenungkan hidupnya).

B. KONSEP DASAR HIPERTENSI

a. Definisi Hipertensi

Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang

mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu

yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita

sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur

tekanan darah kita secara teratur.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi

peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita

yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi

140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi.

13
Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang

lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih

rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang

dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Pada tekanan darah tinggi,

biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya

terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga

kali dalam jangka beberapa minggu.

14
PATHOFISIOLOGI

15
b. Etiologi Hipertensi

Berdasarkan penyebabnya, Hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :

1. Hipertensi esensial atau primer

Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat

diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab

hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stress psikologis, dan hereditas

(keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer

sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.

2. Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara

lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid),

penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan

terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan

dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.

Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di

dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

 Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan

pada setiap detiknya

 Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut.

Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka

tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri

16
tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk

melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan

naiknya tekanan.

 Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya

tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga

tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh.

Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga

meningkat.

Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri

mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan

darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat

dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada 70-80% kasus

Hipertensi primer, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila

riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi

primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar

monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita Hipertensi. Dugaan ini

menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya

Hipertensi.

Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas, stress,

kurang olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol dan garam. Faktor lingkungan

ini juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara

stress dengan Hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis

17
adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah

saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas.

Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah

secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat

mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti,

akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan

dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang

dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.

Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi

Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan

terjadinya Hipertensi dikemudian hari. Walaupun belum dapat dijelaskan

hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial, tetapi penyelidikan

membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita

obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang

mempunyai berat badan normal.

c. Manifestasi Klinis Hipertensi

Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain

pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba,

tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh

hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata),

pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

18
d. Pemeriksaan Penunjang Hipertensi

a. Hemoglobin / hematokrit : mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap

volume cairan (viskositas) dan dapat mengindikasikan faktor-faktor resiko

seperti hipokoagulabilitas, anemia.

b. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi/fungsi ginjal.

c. Glukosa : Hiperglikemia (diabetes melitus adalah pencetus hipertensi)

dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katekolamin (meningkatkan

hipertensi).

d. Kalium serum : hipokalemia dapat mengindikasikan adanya aldosteron

utama (penyebab) atau menjadi efek samping terapi diuretik.

e. Kalsium serum : peningkatan kadar kalsium serum dapat meningkatkan

hipertensi.

f. Kolesterol dan trigeliserida serum : peningkatan kadar dapat

mengindikasikan pencetus untuk/adanya pembentukan plak ateromatosa

(efek kardiofaskuler)

g. Pemeriksaan tiroid : hipertiroidisme dapat mengakibatkan vasikonstriksi

dan hipertensi.

h. Kadar aldosteron urin dan serum : untuk menguji aldosteronisme

primer (penyebab).

i. Urinalisa : darah, protein dan glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal

dan atau adanya diabetes.

19
j. VMA urin (metabolit katekolamin) : kenaikan dapat mengindikasikan

adanya feokomositoma (penyebab); VMA urin 24 jam dapat digunakan

untuk pengkajian feokromositoma bila hipertensi hilang timbul.

k. Asam urat: hiperurisemia telah menjadi implikasi sebagai faktor resiko

terjadinya hipertensi.

l. Steroid urin : kenaikan dapat mengindikasikan hiperadrenalisme,

feokromositoma atau disfungsi ptuitari, sindrom Cushing’s; kadar renin

dapat juga meningkat.

m. IVP : dapat mengidentifikasi penyebab hipertensi, seperti penyakit

parenkim ginjal, batu ginjal dan ureter.

n. Foto dada : dapat menunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub;

deposit pada dan/ EKG atau takik aorta; perbesaran jantung.

o. CT scan : mengkaji tumor serebral, CSV, ensevalopati, atau

feokromositoma.

p. EKG: dapat menunjukkan perbesaran jantung, pola regangan, gangguan

konduksi. Catatan : Luas, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda

dini penyakit jantung hipertensi.

e. Penatalaksanaan

a) Penatalaksanaan Non Farmakologis

 Diet

Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat

20
menurunkan tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin

dalam plasma dan kadar adosteron dalam plasma.

 Aktivitas.

Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan

dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan,

jogging, bersepeda atau berenang.

b) Penatalaksanaan Farmakologis

Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam

pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:

1) Mempunyai efektivitas yang tinggi.

2) Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.

3) Memungkinkan penggunaan obat secara oral.

4) Tidak menimbulakn intoleransi.

5) Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.

6) Memungkinkan penggunaan jangka panjang.

7) Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan

hipertensi seperti golongan diuretic, golongan betabloker, golongan

antagonis kalsium,golongan penghambat konversi rennin

angitensin.

f. Komplikasi

Organ organ tubuh sering terserang akibat hipertensi antara lain mata

berupa perdarahan retina bahkan gangguan penglihatan sampai

kebutaan,gagal jantung, gagal ginjal, pecahnya pembuluh darah otak

21
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY. I DI DESA NEGARA

RATU,KECAMATAN NATAR

A.DATA DASAR

1.Kepala Kelurga

a. Nama : Ny. I

b. Umur : 39 tahun

c. Jenis kelamin : Perempuan

d. Agama : Islam

e. Pendidikan : SD

f. Pekerjaan : Buruh

g. Alamat : Negara Ratu, Kecamatan Natar

2.Komposisi Keluarga

No Nama Umur L/P Agama Pendidikan Pekerjaan Hub.dengan Perkawinan


KK
1. NY. I 37 th P Islam SD Buruh Kepala Janda
keluarga
2. An. R 17 th L Islam SMK Sekolah Anak -
3. An. A 13 th P Islam SMP Sekolah Anak -
4. An. R 8 th L Islam SD Sekolah Anak -
5. An.B 6 th L Islam - - Anak -

6. An.A 3 th L Islam - - Anak -

22
3.Genogram

4.Tipe Keluarga

Keluarga Ny.I yaitu Single Parent yang terdiri dari ibu dan anak-anak yang

tinggal satu rumah. Di dalam keluarganya Ny.I yang bekerja adalah Ny.I sendiri,

anak-anak terkadang membantu ibunya ditempat rongsokan plastik pada saat

pulang sekolah dan saat libur sekolah.

5.Latar Belakang Budaya

Keluarga Ny. I merupakan suku lampung dan bahasa yang digunakan

sehari-hari adalah bahasa lampung dan bahasa indonesia. Dan lingkungan

23
disekitar rumah NY.I juga mayoritas bersuku lampung. Hampir tidak ada suku

lain disana. Karena lingkungan sekitar NY.I adalah suku lampung, sehingga

banyak dilibatkan dalam adat lampung

6.Identitas Agama

Keluarga NY.I menganut agama islam, keluarga NY.I taat menjalankan

ibadah sholat 5 waktu. Keluarga Ny.I tidak aktif dalam kegiatan, contohnya

dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada dalam lingkungan masyarakat

seperti pengajian dan lain-lain,dikarenakan sibuk bekerja dari pagi hingga sore

hari.

7.Rekreasi Keluarga

Rekreasi rutin sepertinya tidak ada, karena keterbatasan biaya, keluarga

Ny.I tidak pernah berekreasi ke pantai atau dimanapun, menonton TV juga tidak

karena dirumah tidak ada TV ataupun hiburan lain yang bisa di manfaatkan oleh

keluarga Ny.I. sesekali menonton TV di rumah tetangga yang dekat dengan

rumahnya.

24
B.RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

Pemeriksa
No Ny.I An.R An.A An.R An.B An.A
an Fisik

Keadaan
1 CM CM CM CM CM CM
Umum

150/100 110/70
TD - - - -
mmHg mmHg

Suhu 36,5 0C 36,0 0C 36,5 0C 36,5 0C 36,50C 36,0 0C

22 24
RR 24 x/menit 22x/mnit 24 x/menit 22x/menit
x/menit x/menit

81 83 81
Nadi 83 x/menit 83 x/menit 90 x/menit
x/menit x/menit x/menit

Simetris, Simetris,
Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
rambut rambut
rambut rambut rambut rambut
berwarna berwarna
Kepala dan berwarna berwarna berwarna berwarna
2 hitam hitam
Rambut hitam ,tidak hitam, hitam hitam,
,tidak ,tidak
ada ketom tdak ada ,tidak ada tidak ada
ada ada
be ketombe ketombe ketombe
ketombe ketombe

Bentuk Normal Normal Normal Normal Normal Normal

Kekuatan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


Tidak rontok
rambut rontok rontok rontok rontok rontok

Kebersihan Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih

Tidak
Tidak Tidak Tidak Tidak
nampak
nampak nampak nampak nampak
Tidak adanya
adanya adanya adanya adanya
nampak pening
peningka peningka pening pening
adanya katan
tan vena tan vena katan vena katan vena
peningkatan venaju
jugularis jugularis jugularis jugularis
vena jugula gularis
Leher dan arteri dan arteri dan arteri dan arteri
ris dan arteri dan arteri
carotis,ti carotis carotis, carotis,
carotis, tidak carotis,
dak ,tidak tidak tidak
teraba tidak
teraba teraba teraba teraba
adanya teraba
adanya adanya adanya adanya
pembe saran adanya
pembesa pembesar pembe pembe
kelenjar pembe
ran an saran saran
tiroid. saran
kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar
kelenjar
tiroid. tiroid. tiroid. tiroid.
tiroid.

Konju ngtiva Konjungt Konju Konju Konju Konju


3 Mata tidak iva tidak ngtiva ngtiva ngtiva ngtiva
anemis,tidak anemis,ti tidak tidak tidak tidak

25
ada katarak, dak ada anemis,ti anemis,ti anemis,tida anemis,tida
pengli hatan katarak, dak ada dak ada k ada k ada
jelas pengliha katarak,p katarak, katarak,pe katarak,pe
tan jelas engli pengliha ngli hatan ngli hatan
hatan tan jelas jelas jelas
jelas

Sime
Simetris, Sime tris, Simetris, Sime
Sime tris,keadaa
keadaan keada an keadaan tris,keadaa
tris,keadaan n
bersih, bersih, bersih, n bersih,
bersih, tidak bersih,tida
4 Hidung tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
ada kelai nan k ada kelai
kelainan kelai nan kelainan kelai nan
yang di temu nan yang
yang di yang di yang di yang di
kan di temu
temukan temu kan temukan temu kan
kan

Sime
Sime
Simetris, tris,keadaa Sime
Sime Simetris, tris,keada
keadaan n bersih, tris,keadaa
tris,keadaan keadaan an
bersih, fungsi n bersih,
bersih, bersih, bersih,
5 Telinga fungsi pendengar fungsi
fungsi fungsi fungsi
pende an pende
pendengaran pendenga pende
ngaran terganggu( ngaran
baik ran baik ngaran
baik tuna baik
baik
rungu)

Mukosa
Mukosa Mukosa Mukosa mulut Mukosa
Mukosa
mulut mulut mulut lembab,kea mulut
mulut
lembab,k lembab,k lembab, da an lembab,kea
lembab,kead
6 Mulut eadaan eada an keadaan bersih, da an
a an bersih,
bersih,ti bersih, bersih,ti tidak bisa bersih,
tidak ada
dak ada tidak ada dak ada bicara tidak ada
kelai nan
kelainan kelai nan kelainan (tuna kelai nan
wicara)

Pergerak Pergera
Pergera an dada kan dada
Pergerakan Pergerakan
kan dada terlihat terlihat
Pergerakan dada dada
terlihat simetris,t simetris,t
dada terlihat terlihat terlihat
simetris,t idak idak
simetris,tida idak simetris,tid simetris,tid
terdapat terdapat
k terdapat terdapat ak terdapat ak terdapat
palpita palpitasi,
palpita palpita palpita
palpitasi, si,suara suara
8 Dada si,suara mur si,suara si,suara
suara mur mur
mur(-) mur mur mur(-) mur mur(-)
mur(-) mur(-)
Ronchi (-) mur(-) Ronchi (-) Ronchi (-)
Ronchi (- Ronchi
Ronchi ) (-) Whee Whee
Wheezing(-)
(-) Whee
zing(-) zing(-)
zing (-) Whee Whee
zing(-) zing(-)

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


9 Abdo men didapat kan didapat didapatk didapat didapatkan didapatkan
adanya kan an kan adanya adanya

26
pembe saran adanya adanya adanya pembe pembe
hepar, tidak pembesa pembe pembesar saran saran
kembung,per ran saran an hepar, hepar, hepar,
gerakan hepar, hepar, tidak tidak tidak
peristal tik tidak tidak kembung kembunper kembunper
usus kembung kembunp ,pergera gerakan gerakan
normal,tidak pergera ergeraka kan peristal tik peristal tik
ada bekas kan n peristal peristal usus usus
luka operasi peristal tik usus tik usus normal,tida normal,tida
tik usus normal,ti normal,ti k ada k ada
normal,ti dak ada dak ada bekas luka bekas luka
dak ada bekas bekas operasi operasi
bekas luka luka
luka operasi operasi
operasi

Tidak Tidak
Tidak
ada ada
Tidak ada ada Tidak ada Tidak ada
edema, edema,
edema, edema,pe edema,per edema,per
pergera pergera
Ekstremita pergera kan rgerakan gerakan gerakan
10 kan kan
s normal,tidak normal,ti normal,tida normal,tida
normal,ti normal,ti
pakai alat dak pakai k pakai k pakai
dak pakai dak pakai
bantu alat alat bantu alat bantu
alat alat
bantu
bantu bantu

11 Kulit Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih

C.RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak

remaja(anak tertua umur 13-20 tahun)tugas perkembangan keluarga pada

tahap ini yaitu menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika

remaja menjadi dewasa dan mandiri.

27
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi saat ini

Ny.I kesulitan dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran

perekonomian keluarganya karena Ny.I hanya bekerja sendiri untuk

mencukupi kebutuhan keluarga, Ny.I juga kesulitan menyekolahkan

anaknya yang tunawicara,tuna rungu(An .B) sehingga sampai saat ini

anaknya yang berumur 6 tahun belum sekolah.

3. Riwayat Keluarga Inti

Ny.I mempunyai riwayat hipertensi sudah 1 tahun, saat

pemeriksaaan Ny.I sering merasa sakit kepala saat pengkajian TD

150/100 mmHg.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya

Keluarga Ny.I mengatakan keluarga tidak mempunyai penyakit

keturunan,anggota keluarga Ny.I masih hidup dan tidak ada yang

menderita penyakit hipertensi atau menderita penyakit yang lain.

D. LINGKUNGAN

5. Karakteristik Rumah

Keluarga Ny.I mengatakan tinggal di rumah milik sendiri namun tanah

menumpang di pekarangan halaman rumah orang,kondisi rumah belum

permanen dan masih menggunakan geribik bambu, rumah Ny.I belum

memakai listrik. Luas rumah 6 x 4 m. Jumlah ruangan ada 4 ruangan

28
keadaan kumuh dan tidak ada ventilasi, lantai masih belum disemen/masih

tanah, kebutuhan air sehari-hari klien menggunakan air dari sumur gali.

Gambar denah lokasi rumah

E/F

B A

D C

Keterangan :

A : Dapur dan tempat makan

B : Kamar tidur

C : Kamar tidur

D : Ruang tamu

E/F : WC/Sumur

6. Karakteristik tetangga dan komunitas

Keluarga Ny.I sudah tinggal dan menetap di negararatu,natar. Lampung

selatan. Karakteristik tetangga dan komunitas keluarga Ny.I adalah

pedagang dan berrtani.

29
7. Mobilisasi geografis keluarga

Keluarga Ny.I menumpang di pekarangan tetangga di tempat itu + 4

tahun.sebelumnya keluarga Ny.I berpindah pindah karena belum memiliki

tempat tinggal yang menetap,selalu menumpang di pekarangan rumah

orang yang memberi tumpangan.

8. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan keluarganya

Keluarga Ny.I selalu berkumpul pada saat pagi hari saat sarapan dan

terkadang malam hari setelah pulang kerja,saat sebelum tidur keluarga

Ny.I mengobrol dan berdiskusi dengan anak anaknyapada malam hari.

E. STRUKTUR KELUARGA

9. Proses dan pola komunikasi dalam keluarga

Pola komunikasi keluarga dilakukan secara terbuka dan bahasa yang

digunakana adalah bahasa daerah lampung dan terkadang menggunakan

bahasa indonesia. interaksi pada anggota keluarga dilakukan secara

langsung, senang bercerita masalah-masalah yang dihadapi.

10. Struktur kekuatan keluarga

Pengendalian keluarga Ny.I sebagai kepala keluarga keputusan diambil

oleh anak Ny.I

30
11. Struktur Keluarga

Peran Ny.I sehari-hari kepala rumah tangga baik dalam mencari nafkah

dan memimpin keluarga namun saat sakit hanya di tanggung oleh anak-

anaknya.

12. Nilai atau norma keluarga nilai norma yang diikuti oleh keluarga Ny.I

sejalan aturan dan kesepatan menurut islam dan tidak ada yang

mempengaruhi kesehatan.

F.FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi afektif

Dalam anggota keluarga Ny.I mempunyai rasa saling memiliki dan

dimiliki dan merasa nyaman dan terlindungi di keluarga anggota keluarga

cukup rukun saling memperhatikan satu sama lain.

2. Fungsi sosial

Hubungan antara anggota keluarga cukup baik setiap ada masalah

diselesaikan secara bersama Ny.I .

3. Fungsi ekonomi

Ny.I bekerja sebagai buruh rongsokan untuk mencukupi kebutuhan sehari-

hari dan keluarga tidak dapat menabung karena penghasilanya sehari-hari

saja tidak cukup untuk makan bersama anak-anaknya. Penghasilan Ny.I

perbulan hanya berkisar antara Rp.600.000-Rp.750.000.

31
4. Fungsi perawatan keluarga

Keluarga kurang mampu mengenal masalah-masalah kesehatan tentang

hipertensi dan jenis-jenis penyakit dan dapat muncul dengan lingkungan

rumah yang kumuh hal ini ditunjukan dengan kurangnya menyadari

dampak dari penyebab yang diderita keluarga dan merawat keluarga yang

sakit, jika sakit keluarga hanya meminum obat warung dan terkadang

berobat kesarana kesehatan/puskesmas bila sangat terpaksa.

a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

Dalam keluarga Ny.I merasa nyeri pada kepalanya pada saat dilakukan

pengkajian TD : 150/100 MmHg, namun tidak mengetahui tentang

penyakit yang dialaminya secara spesifik.

b. Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan masalah kesehatan

Dalam keluarga Ny.I belum mampu mengambil keputusan dalam masalah

kesehatan. hal ini dilihat Ny.I terkadang tidak mau berobat ke pelayanan

kesehatan yang terdekat jika mengalami nyeri kepala.

c. Kemampuan keluarga Merawat Anggota keluarga yang Sakit

d. Dalam keluarga Ny.I tidak mengetahui tentang cara perawatan anggota

keluarga yang sakit, masih sering minum obat warung dan tidak

mengontrol makanan yang mengandung banyak garam.

e. Kemampuan Keluarga memodifikasi lingkungan

32
Kondisi rumah Ny.I tidak rapih,ventilasi udara tidak baik, rapi, Keluarga

kurang tahu bahaya akibat lingkungan yang kurang bersih dan rapi dalam

kesehatan.

f. Kemampuan Keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada

Dalam keluarga Ny. I kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat

jika anggota sakit. Hal ini dilihat bila keluarga sakit tidak mau berobat ke

pelayanan kesehatan terdekat.

G. STRES DAN KOPING KELUARGA

a. Stress

Saat ini masalah yang dirasakan oleh keluarga Ny. I adalah masalah ekonomi

karena keterbatasan biaya untuk mencukupi biaya hidup sehari hari dan untuk

berobat dana sangat terbatas,Ny.I juga sedih memikirkan anaknya yang tuna

rungu dan tuna wicara. Hal ini menyebabkan Ny.I terkadang merasa tidak

tenang.

b. Koping

Jika dalam keluarga Ny. I mengalami ada masalah, maka biasanya

keluarga Ny.I mengambil keputusan sendiri untuk mengatasi masalah

tersebut.

33
H. HARAPAN KELUARGA

Harapan keluarga terhadap agar seluruh anggota keluarga bisa memiliki kartu

BPJS gratis bantuan dari pemerintah,dan Ny.I berharap ada solusi untuk

membantu anaknya yang tuna rungu dan tuna wicara.

ANALISA DATA

No DATA MASALAH ETIOLOGI

1 DS: Ny.I mengatakan Resiko terjadinya Ketidak mampuan

anaknya tuna rungu dan gangguan keluarga dalam

tuna wicara sejak lahir. perkembangan anak memenuhi kebutuhan

berhubungan dengan anak yang tuna rungu


DO: An.B tampak
tidak efektifnya dan tuna wicara.
memakai bahasa tubuh
komunikasi.
atau bahasa isyarat saat

berkomunikasi.

DS:- Ny. I mengatakan Resiko terjadinya


2 Ketidakmampuan
kadang mengurangi komplikasi penyakit
keluarga mengenal
makanan yang hipertensi
masalah kesehatan
mengandung garam pada
pada anggota
makanan.
keluarga yang sakit.

-Ny.I mengatkan kaki nya

34
sering merasa kesemutan.

- Ny.I mengatakan kurang

mengetahui tanda dan

gejala serta penyebab

tekanan darah tinggi

- Ny.I mengatakan

menderita darah tinggi

kurang lebih satu tahun.

DO: TD : 150/100

N: 84 x / m

S:36,5 C

Rr : 18 x/m

3 DS: -Ny.I mengatakan di Resiko terjadinya Ketidakmampuan

kamar tidur banyak baju penyakit yang keluarga dalam

yang di gantung. berhubungan dengan memelihara

lingkungan. lingkungan rumah


-Ny.I mengatakan jendela
yang dapat
tidak pernah di buka
mempengaruhi
karena kayu yang sudah
kesehatan.
rapuh dan resiko patah

35
DO: kamar tampak

pengap dan banyak baju

yang tergantung dan

tergeletak tidak terlipat.

- Rumah tampak

pengap,sirkulasi udara

tidak ada karena

jendela tidak pernah di

buka.

SCORING

1.resiko terjadinya gangguan perkembangan anak berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak yang tuna

rungu dan tuna wicara.

NO KRITERIA SCORE PEMBENARAN

1 Sifat masalah 3/3x1=1 Tidak/kurang sehat

tidak/kurang kurang

sehat

2 Kemungkinan 1/2x2=1 Masalah dapat di atasi

masalah dapat dapat di sebagian apabila dapat

36
ubah sebagian memenuhi kebutuhan anak.

3 Potensi masalah untuk 3/3=1 Masalah dapat di cegah

di cegah tinggi apabila dapat memenuhi

kebutuhan anak.

4 Menonjolnya 2/2x1=1 Ny.I menyadari masalah

masaalah harus sgera perkembangan anak di atasi

di atasi,masalah berat karena menyebabkan tidak

efektif nya komunikasi.

Total Score 4

2.Resiko terjadinya komplikasi penyakit hipertensi berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada anggota keluarga yang

sakit.

No KRITERIA SCORE PEMBENARAN

1 Sifat masalah 2/3 x 1= 2/3 Ny.I menderita

resiko/ancaman hipertensi kurang

kesehatan lebih satu tahun

2 Kemungkinan 1/2 x 2 = 1 Masalah dapat diatasi

masalah dapat sebagian karena

37
diubah sebagian ketidakpatuhan

terhadap diet.

3 Potensi masalah 2/3 x1= 2/3 Masalah dapat di

untuk dicegah cukup cegah karena penyakit

hipertensi merupakan

penyakit yang dapat

dipertahankan dengan

menjaga

keseimbangan TTV

dan kesediaan dana

mengenai perawatan

hipertensi.

4 Menonjolnya 2/2 * 1 = 1 Keluarga dan

masalah-masalah penderita menyadari

berat harus betapa pentingnya

ditangani keadaan sehat.

Total Score 3 1/3

38
3.Resiko terjadinya penyakit yang berhubungan dengan lingkungan dan

ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang dapat

mempengaruhi kesehatan.

No KRITERIA SCORE PEMBENARAN

1 Sifat masalah 2/3x 1 = 2/3 Merupakan ancaman

resiko/ancaman kesehatan karena dapat

kesehatan menimbulkan berbagai

masalah kesehatan oleh

karena lingkungan yang

tidak sehat.

2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Masalah dapat diatasi

dapat diubah sebagian sebagian karena keuarga

memiliki fasilitas dan

kemauan untuk menjaga

kebersihan lingkungannya.

3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 = 2/3 Masalah dapat diubah

dicegah cukup karena anggota keluarga

memiliki waktu yang cukup

guna membersihkan

lingkungan baik didalam

(kamar tidur,ruang

tamu,kamar mandi) maupun

39
diluar rumah.

4 Menonjolnya masalah- 1/2x1 = 1/2 Keluraga menyadari bahwa

masalah yang ada kamar yang lembab,baju

tetapi masalah tidak bergantungan dan

perlu segera ditangani. lingkungan yang kotor dapat

menimbulkan berbagai

penyakit.

Total Score 2 5/6

PRIORITAS MASALAH

Berdasarkan hasil scoring terhadap 3 diagnosa keperawatan diatas dapat

diketahui bahwa prioritas masalah masalah keperawatan pada keluarga Ny.I

sebagai berikut :

No DIAGNOSA KPERAWATAN TOTAL SCORE PRIORITAS

1 Resiko terjadinya gangguan 4 1

perkembangan anak berhubungan

40
dengan ketidakmampuan keluarga

dalam memenuhi kebutuhan anak yang

tuna rungu dan tuna wicara.

Resiko terjadinya komplikasi penyakit


2 3 1/3 I
hipertensi berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga mengenal

masalah pada anggota keluarga yang

sakit.

3 Resiko terjadinya penyakit yang

berhubungan dengan lingkungan dan

ketidakmampuan keluarga dalam


2 5/6 III
memelihara lingkungan rumah yang

dapat mempengaruhi kesehatan.

41
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Resiko terjadinya gangguan perkembangan anak berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak yang Tuna Rungu

dan Tuna Wicara. (DX:I)

2.Resiko terjadinya komplikasi penyakit hipertensi berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada anggota keluarga yang sakit.

(DX: II)

3.Resiko terjadinya penyakit yang berhubungan dengan lingkungan dan

ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang dapat

mempengaruhi kesehatan. . (DX:III)

42