You are on page 1of 20

MESIN KONVERSI ENERGI

MOTOR BAKAR

Motor bakar adalah motor penggerak mula yang pada prinsipnya adalah sebuah
alat yang mengubah energi kimia menjadi energi panas dan diubah ke energi
mekanis. Saat ini motor bakar masih menjadi pilihan utama untuk dijadikan
sebagai penggerak mula. Karena itu, usaha untuk menciptakan motor bakar yang
menghasilkan kemampuan tinggi terus diusahakan oleh manusia.

Kemampuan tinggi untuk mesin ditandai dengan adanya daya dan torsi yang
dihasilkan tinggi tetapi kebutuhan bahan bakar rendah.

1. Motor Bakar ditinjau dari prinsip perolehan energi kalor


Motor Bakar ditinjau dari prinsip perolehan energi kalor dibagi
menjadi 2 dua macam yaitu, :

a. Motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine)


Di dalam motor bakar terdapat tenaga panas bahan bakar
yang diubah menjadi tenaga mekanik, sehingga dalam hal ini
merupakan proses pembakaran dalam mesin, di mana zat arang
dan zat cair bergabung dengan zat asam dalam udara, jika
pembakaran berlangsung maka diperlukan :
- Bahan bakar dan udara dimasukkan ke dalam motor.
- Bahan bakar dipanaskan hingga suhu nyala

Pembakaran ini menimbulkan panas yang mengahasilkan


tekanan yang kemudian menghasilkan tenaga mekanik. Contoh
aplikasi dari pembakaran dalam ini digunakan pada power
rendah, misalnya motor bensin dan motor diesel.
Gambar. Motor Pembakaran Dalam

b. Motor pembakaran luar (External Combustion Engine).


Merupakan pembakaran yang terjadi di luar sistem
(silinder) dan biasa digunakan pada power tinggi, yaitu
misalnya pada ketel uap, turbin uap, mesin uap, dll. Pada mesin
uap dan turbin uap, bahan bakar dibakar di ruang pembakaran
tersendiri dengan ketel untuk menghasilkan uap. Jadi mesinnya
tidak digerakkan oleh gas yang terbakar tetapi oleh uap air.
Untuk membuat uap air maka bahan bakar yang dipergunakan
dapat berupa batubara atau kayu dan pembakarannya
dilakukan secara terus-menerus. Lagi pula uap tidak dipanasi
langsung oleh nyala api, tetapi dengan perantaraan dinding
ruang pembakaran, maka dari itu tidak mungkin memanasi uap
sampai suhu yang tinggi dan efisiensi thermisnya agak rendah.
Secara singkat, mesin uap dan turbin uap mempunyai karakter
yang hanya dapat dipergunakan sebagai penggerak mula
ukuran besar, misalnya lokomotip, kapal, dan power plant dan
tidak baik dipergunakan sebagai penggerak generator
serbaguna, sepeda motor, kendaraan (mobil),dll. Jadi
pembakaran luar mesin (externalcombustion engine),
pembakaran terjadi di luar system yaitu mengubah energi
potensial uap menjadi energi kinetic dan selanjutnya energi
kinetic diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran
(pada instalasi uap, tenaga thermis dalam bahan bakar,
pertama-tama dipergunakan untuk membuat uap dalam kawah
uap, untuk itu mesin uap disebut juga pesawat kalor dengan
pembakaran luar).

Gambar. Motor Pembakaran Luar

2. Motor Bakar ditinjau dariprinsip kerjanya


Motor Bakar ditinjau dari prinsip kerjanya dibagi menjadi dua
macam, yaitu:
a. Motor 2 tak (2 Langkah)
Motor 2 tak (2 langkah) dibedakan menjadi 2 yaitu untuk
motor bensin dan diesel. Prinsip kerjanya hampir sama, yakni
melalui 2 langkah yaitu langkah kompresi dan langkah usaha.
Dalam melakukan usahanya memerlukan satu kali putaran
poros engkol untuk 2 kali langkah torak. Langkah pertama,
yaitu merupakan langkah kompresi , dengan torak bergerak ke
atas, campuran minyak bahan bakar dan udara dikompresikan
dan dibakar dengan bunga api listrik bila torak mencapai titik
mati atas (TMA). Kevakuman di dalam lemari engkol akan
timbul dan campuran minyak bakar maka udara masuk.
Langkah kedua yaitu merupakan langkah usaha, torak didorong
ke bawah oleh tekanan pembakaran, campuran minyak bakar,
udara di dalam lemari engkol dikompresikan bila torak
menutup lubang pemasukan.

Gambar. proses pembakaran motor 2 langkah

b. Motor 4 tak (4 Langkah)


Motor 4 tak (4 langkah) dibedakan menjadi 2 yaitu untuk
motor bensin dan diesel. Prinsip kerjanya hampir sama, yakni
melalui 4 langkah yaitu langkah pemasukan,kompresi,usaha,
dan langkah pembuangan. Dalam melakukan usahanya
memerlukan dua kali putaran poros engkol untuk 4 kali
langkah torak. Langkah pertama yaitu langkah pemasukan,
torak bergerak ke bawah, katup masuk membuka, katup buang
tertutup, terjadilah kevacuman pada waktu torak bergerak ke
bawah, campuran bahan bakar udara mengalir ke dalam
silinder melalui lubang katup masuk, campuran bahan bakar
udara datang dari karbuarator. Kemudian, apabila torak berada
di titik mati bawah, katup masuk tertutup dan torak bergerak ke
atas, katup buang tertutup waktu torak bergerak ke atas.
Campuran bahan bakar udara dikompresikan dan bilamana
torak telah mencapai titik mati atas campuran dikompresikan
sekitar seperdelapan isinya (langkah kompresi). Bilamana torak
telah mencapai titik mati atas campuran minyak bakar udara
dibakar dengan bunga api (dari busi), sehingga mengakibatkan
tekanan naik hingga mencapai 30-40 kg/cm2dan torak
didorong ke bawah (langkah usaha). Untuk
selanjutnya,yaitulangkah pembuangan, dimana, gas bekas
dikeluarkan dari dalam silinder, pembuangan gas berlangsung
selama langkah buang (torak bergerak ke atas dan katup buang
terbuka).

Gambar. Motor 4 langkah

3. Motor Bakar ditinjau daribahan bakar yang digunakan


Motor Bakar ditinjau dari bahan bakar yang digunakan, dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :
a. Motor bakar bensin
Yaitu motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin,
parafin atau gas (bahan yang mudah terbakar dan mudah
menguap). Campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam
silinder dan dikompresikan oleh torak kepada tekanan sekitar
8-15 kg/cm2. Bahan bakar dinyalakan oleh sebuah loncatan
bunga api listrik oleh busi dan terbakar cepat sekali di dalam
udara kompresi tersebut. Kecepatan pembakaran melalui
campuran bahan bakar udara biasanya 10 sampai 25 m/s. Suhu
udara naik hingga 2000°-2500° C dan tekanannya mencapai
30-40 kg/m2.

Prinsip Kerja Motor Bakar


Motor bakar torak menggunakan beberapa silinder yang
didalamnya terdapat torak yang bergerak translasi bolak-balik (
reciprocating engine ). Didalam silinder itulah terjadi pembakaran antara
bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas pembakaran yang dihasilkan
oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak yang dihubungkan
dengan poros engkol oleh batang penghubung (batang penggerak). Gerak
translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi pada poros engkol dan
sebaliknya. Berdasarkan langkah kerjanya, motor bakar torak dibedakan
menjadi motor bakar 4 langkah dan motor bakar dua langkah.

a) Motor Bakar 4 Langkah


Pada motor bakar 4 langkah, setiap 1 siklus kerja
memerlukan 4 kali langkah torak atau 2 kali putaran poros
engkol, yaitu:
1. langkah Isap (Suction Stroke)
Torak bergerak dari posisi TMA (titik mati atas) ke
TMB (titik mati bawah), dengan katup KI (katup isap)
terbuka dan katup KB (katup buang) tertutup. Karena
gerakan torak tersebut maka campuran udara dengan
bahan bakar pada motor bensin atau udara saja pada
motor diesel akan terhisap masuk ke dalam ruang bakar.

2. Langkah Kompresi (Compression Stroke)


Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI
dan KB tertutup.Sehingga terjadi proses kompresi yang
mengakibatkan tekanan dan temperatur di silinder naik.

3. Langkah Ekspansi (Expansion Stroke)


Sebelum posisi torak mencapai TMA pada langkah
kompresi, pada motor bensin busi dinyalakan, atau pada
motor diesel bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang
bakar sehingga terjadi proses pembakaran. Akibatnya
tekanan dan temperatur di ruang bakar naik lebih tinggi.
Sehingga torak mampu melakukan langkah kerja atau
langkah ekspansi. Langkah kerja dimulai dari posisi
torak pada TMA dan berakhir pada posisi TMB saat KB
mulai terbuka pada langkah buang. Langkah ekspansi
pada proses ini sering disebut dengan power stroke atau
langkah kerja.

4. Langkah Buang
Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI
dan KB terbuka. Sehingga gas hasil pembakaran
terbuang ke atmosfer.
Skema masing masing langkah gerakan torak di dalam silinder
motor bakar 4 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut :
b) Motor Bakar 2 Langkah
Pada motor bakar 2 langkah, setiap satu siklus kerja
memerlukan dua kali langkah torak atau satu kali putaran poros
engkol. Motor bakar 2 langkah juga tidak memiliki katup isap
(KI) atau katup buang (KB), dan digantikan oleh lubang isap
dan lubang buang yang dibuat pada sisi-sisi silinder (cylinder
liner). Secara teoritis, pada berat dan displacement yang sama,
motor bakar 2 langkah menghasilkan daya sekitar dua kali lipat
dari motor bakar 4 langkah, tetapi pada kenyataanya tidak
demikian karena efisiensinya lebih rendah akibat pembuangan
gas buang yang tidak kompit dan pembuangan sebagian bahan
bakar bersama gas buang akibat panggunaan sistem lubang.
Tetapi melihat konstruksinya yang lebih simpel dan murah serta
memiliki rasio daya – berat dan daya – volume yang tinggi
maka motor bakar 2 langkah cocok untuk sepeda motor dan
alat-alat pemotong.

Dua langkah kerja motor bakar 2 langkah tersebut


dijelaskan sebagai berikut :
1. Langkah Torak dari TMA ke TMB
Sebelum torak mencapai TMA, busi dinyalakan
pada motor bensin (atau bahan bakar dikompresikan
pada motor diesel) sehingga terjadi proses pembakaran,
karena proses ini torak terdorong dari TMA menuju
TMB, langkah ini merupakan langkah kerja dari motor
bakar 2 langkah. Saat menuju TMB, piston lebih dulu
membuka lubang buang sehingga gas sisa pembakaran
terbuang , setelah itu dengan gerakan piston yang
menuju TMB, lubang isap terbuka, dan campuran udara
bahan bakar pada motor bensin atau udara pada motor
diesel akan masuk ke dalam silinder.

2. Langkah Torak dari TMB ke TMA


Setelah torak mencapai TMB maka torak kembali
menuju TMA. Dengan gerakan ini, sebagian gas sisa
yang belum terbuang akan didorong keluar
sepenuhnya. Selain itu, gerakan piston yang turun
menuju TMA menyebabkan terjadinya kompresi yang
kemudian akan dilanjutkan dengan pembakaran setelah
lubang isap tertutup oleh torak.

Skema masing-masing langkah gerakan torak di


dalam silinder motor bakar 2 langkah tersebut
ditunjukkan dalam gambar berikut.

b. Motor bakar solar (diesel)


Yaitu motor bakar yang menggunakan bahan bakar yang
lebih berat yakni minyak diesel (solar) Proses pembakaran
motor diesel berbeda prosesnya dengan proses pembakaran
motor bensin, pada motor diesel diawali dengan udara bersih
masuk melalui lngkah isap, kemudian bahan bakar dimasukan
pada silinder setelah udara dulu dimampatkan oleh piston.
Setelah itu bahan bakar solar yang sudah berbentuk kabut
diinjeksikan oleh injektor pada ruang silinder. Karena kabut
bahan bakar mudah terbakar, maka pada ruang bakar terjadi
pembakaran (dan dikompresikan oleh torak, tekanan naik
hingga 30-50 kg/cm2, suhu udara naik hingga 700°-900o C,
suhu udara kompresi terletak di atas suhu udara penyala bahan
bakar. Bahan bakar disemprotkan ke dalam udara kompresi
yang panas kemudian terbakar, tekanan naik sehingga
mencapai 70-90 kg/cm2. Dan perlu diperhatikan bahwa dalam
motor bakar diesel tidak menggunakan busi sebagai penyala
bunga api.

Prinsip kerja motor bakar diesel

Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar


pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor diesel
yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya udara,
yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan
tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas
(TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu
dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel
bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sehingga membentuk proses
pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat terbakar sendiri, maka
diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ºC.

a) Motor Diesel 4 Langkah, yaitu :


1. Langkah hisap ( intake stroke ).
Piston bergerak dari Titik Mati Atas ( TMA ) ke Titik Mati
Bawah ( TMB ). Intake valve terbuka dan exhaust
valve tertutup, udara murni masuk ke dalam silinder
melalui intake valve.

2. Langkah kompresi ( Compression stroke ).


Udara yang berada di dalam silinder dimampatkan
oleh piston yang bergerak dari Titik
Mati Bawah ( TMB ) ke Titik Mati Atas ( TMA ),
dimana kedua valve intake dan exhaust
tertutup. Selama langkah ini tekanan
naik 30 - 40 kg/cm2 dan temperatur
udara naik 400 - 500 derajat celcius.

3. Langkah Kerja ( power stroke ).


Pada langkah ini, intake valve dan exhaust valve
masih dalam keadaan tertutup, partikel - partikel bahan
bakar yang disemprotkan oleh nozzle akan bercampur
dengan udara yang mempunyai tekaan dan suhu
tinggi, sehingga terjadilah pembakaran yang menghasilkan
tekanan dan suhu tinggi. Akibat dari pembakaran
tersebut, tekanan nak 80 ~ 110 kg/cm2 dantemperatur
menjadi 600 ~ 900 derajat celcius.

4. Langkah buang ( exhaust stroke ).


Exhaust valve terbuka sesaat sebelum piston
mencapai titik mati bawah sehingga gas
pembakaran mulai keluar. Piston bergerak dari TMB
menuju TMA mendorong gas buang keluar seluruhnya.

b) 2 Langkah Kerja Motor 2 Langkah.


Pada dasarnya prinsip kerja motor bensin dan diesel adalah
sama, proses intake, compresi, power, exhaust dilakukan secara
lengkap dalam 2 langkah ( upward dan downward ) piston.

1. Langkah psiton ke atas (Upward stroke).


Piston bergerak ke atas dari TMB menuju TMA,
campuran udara dan bahan bakar masih mengalir ke
dalam silinder melalui saluran ( scavenging passage ).
Sebaliknya gas hasil pembakaran secara terus menerus
dikeluarkan sampi lubang exhaust tertutup. Saat
lubang exhaust ditutup oelh gerakan piston yang
menuju TMA, campuran
udara dan bahan bakar ditekan,
sehingga tekanan dan temperaturnya naik. Pada saat
itu, lubang intake terbuka pada akhir langkah
kompresi sehingga udara segar terhisap masuk ke
dalam crank case.

2. Langkah Piston ke bawah (Downward stroke).


Campuran udara dan bahan bakar yang
termampatkan diberi percikan bunga
api dari busi yang menyebakan terjadinya pembakaran
sehingga tekanan dan temperatur diruang bakar naik.
Dan piston terdorong kearah titik mati bawah. Pada
akhir langkah piston, lubang exhaust terbuka dan gas
hasil pembakaran mulai keluar, yang diikuti oleh
pembakaran scavenging passage, sehingga campuran
bahan bakar dan udara yang berada di crank
case masuk ke dalam silinder.

Ingat :
1. Empat kali langkah piston atau dua kali putaran
crank shaft, menghasilkan satu kali pembakaran.

2. Dua kali langkah piston atau satu kali putaran crank


shaft menghasilkan satu kali tenaga.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MESIN BENSIN DAN MESIN DIESEL

a. Mesin Bensin
1. Karakteristik mesin bensin
- Menggunakan Bahan Bakar Bensin.
- Memiliki Karburator.
- Memiliki busi.
- Terdapat Distributor.
- Tekanan kompresi 9Kg/cm2.
- Temperatur 200oC.
- Pembakarannya Gas terbakar oleh Api dari Busi.

2. Kelebihan mesin bensin


- Untuk akselerasi mesin jauh lebih responsif, sehingga untuk
mendahului kendaraan lain dapat lebih mudah dicapai.
- Suara yang dihasilkan saat mesin mulai start hingga berakselerasi
terdengar lebih halus.
- Tingkat polusi alias pencemaran udara lebih rendah.
- Spesifikasi teknis mesin mudah dipahami. Artinya, jika mesin atau
bagian komponen mesin yang rusak dapat diketahui gejalanya. Dari
sisi perawatan berkala pun jauh lebih mudah dan murah.
- Pilihan mobil berbahan bakar bensin relatif lebih banyak.

3. Kelemahan motor bensin


- Untuk beberapa tipe mobil tertentu misal produk Eropa atau beberapa
merek Jepang, mengharuskan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi
diatas 91. Sebab, jika memakai dibawah 91 akan mengalami gejala
knocking (mengetuk) dari mesin yang berdampak pada performa
mesin yang menurun.
- Biasanya torsi maksimal mampu diperoleh pada tingkat putaran
mesin tinggi.
- Sifat bahan bakar bensin lebih mudah terbakar, dan ini menjadi
berbahaya jika terdapat kebocoran pada selang bensin, tangki bahan
bakar atau karburator.
- Memiliki spesifikasi komponen yang cukup rumit. Misalnya dengan
mengadopsi teknologi VTEC (sistem pengaturan katup) seperti yang
terdapat di Honda. Selain itu beberapa komponen juga butuh
perawatan, misalnya busi yang harus diganti tiap usia pemakaian
tertentu.
- Mesin bensin lebih rentan terhadap air atau banjir karena banyaknya
komponen kelistrikan seperti platina, distributor, busi atau pada
kendaran tipe Engine Control Unit (ECU) juga rentan terhadap
siraman air. Karena faktor tersebut, mesin bensin dianggap kurang
memiliki ketahanan terhadap water hammer ketimbang mesin diesel.
- Di bursa mobil bekas tanah air biasanya harga jual kembali (resale
value) lebih terjangkau daripada mobil bermesin diesel.

4. Komsumsi daya mesin bensin


Konsumsi daya bbm pada mesin bensin lebih boros jika
dibandingkan dengan konsumsi daya bbm pada mesin diesel, karena
pada mesin bensin.

5. Tenaga yang dihasilkan mesin bensin


Primary high speed sistem mempunyai perencanaan untuk
pemakaian bahan bakar yang ekonomis,tetapi untuk menghasilkan
tenaga yang besar, maka harus ada tambahan bahan bakar ke primary
high speed sistem. Tambahan bahan bakar disupply oleh power system
sehingga campuran udara bahan bakar menjadi kaya (12-13 :1).

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai


dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan
menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya
diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-
oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya. Jadi tenaga yang
dihasilkan pada mesin bensin tergantung pada jenis bensin yang
digunakan dan juga berat muatan yang di bawa, semakin banyak
muatan barang yang di bawa akan semakin sedikit pula tenaga yang di
hasilkan.

6. Tingkat polusi yang di hasilkan dari mesin bensin


Tingkat polusi/pencemaran udara lebih rendah. Suara yang
dihasilkan ketika mesin mulai dinyalakan hingga berakselerasi
terdengar lebih halus.

7. Cara penghematan pada mesin bensin


- Kurangi beban motor, terutama bagi yang senang touring. Apabila
tidak sedang touring SIDE BOX dan atau REAR BOX mending
dicopot saja. Dengan pengurangan bobot kendaraan akan meringankan
kinerja mesin motor.
- Jangan berkendara dengan ala pembalap, yaitu dengan berakselerasi
dan mengerem secara mendadak. Lakukan akselerasi dengan halus dan
bertahap dan hindari mengerem secara mendadak, apabila ini bisa
dilakukan akan menghemat konsumsi BBM.
- Pastikan filter udara pada motor selalu bersih, karena apabila kotor
akan mengakibatkan terhambatnya pasokan udara ke ruang bakar.
Pada akhirnya campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya bahan
bakar.

b. Mesin Diesel
1. Karakteristik mesin diesel
- Bahan Bakar Solar.
- Tidak memiliki Karburator, busi dan Distributor Seperti Mesin
Bensin.
- Tetapi Memiliki Nozel.
- Injector Pump.
- Tekanan kompresi 30 Kg/Cm2.
- Temperatur 500o - 800oC.
-Pembakaran Panas Dinding sylinder diberi Kabut Solar menjadi
terbakar.

2. Kelebihan mesin diesel


- Secara umum mesin diesel memberikan torsi bawah lebih besar dan
berguna untuk pengendara saat dimedan OFF ROAD. Bahkan
kebutuhan torsi menjadi penting ketika kita akan menarik kendaraan
dijalan yang rusak atau di jalan non aspal.
- Bahan bakar mudah diperoleh dengan mudah, baik di Stasiun
Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dalam kota maupun luar kota.
- Sifat solar atau bahan bakar mesin diesel tidak terlalu berbahaya
karena tidak mudah terbakar jika tersulut percikan api.
- Tidak gentar berkendara dibawah siraman air hujan lebat atau
melintas dikondisi jalan banjir, karena ruang mesin diesel tidak ada
komponen elektrikal seperti distributor (Delco) atau kabel busi.
- Tidak ada batasan antara tekanan bahan bakar dan udara. Semakin
tinggi kompresi mesin diesel maka tenaganya, malah makin bertambah
dan sistem kerja mesin semakin efisien.
- Mesin diesel sudah terkenal bandel, jarang rusak/rewel. Bila dirawat
dengan benar, daya tahannya lebih lama, ini juga menjadi salah satu
faktor penentu mengapa mesin diesel umumnya digunakan pada
armada transportasi seperti truk atau kontainer besar.

3. Kelemahan mesin diesel


- Kelemahan yang paling menonjol adalah suara mesin yang berisik,
terdengar sampai ruang kabin.
- Jika injektor pada mesin diesel tercampur dengan air atau jenis
partikel lainnya akan mudah bermasalah. karena delivery valve
dibagian injection pump jika terkena air menyebabkan komponennya
jadi tersumbat (mengendap alias berkarat). Dan biaya perbaikannya
maupun suku cadangnya pun relatif mahal.
- Lambat saat berakselerasi. Namun sekarang sudah diterapkan sistem
turbocharger atau supercharger untuk memperoleh tenaga yang
spontan.
- Beban pajak mobil yang bermesin diesel lebih tinggi, karena
kebanyakan mobil diesel ber CC besar. Rata-rata berkapasitas 2000
CC keatas.
- Tingkat pencemaran udara yang keluar dari sisa pembakaran tinggi.
- Harga mobil baru lebih mahal daripada mesin bensin untuk tipe yang
sama.

4. Konsumsi daya mesin diesel


Mobil bermesin diesel memiliki kelebihan bila dibandingkan mobil
bermesin bensin dalam hal ketahanan ketika mesin sudah panas. Selain
itu mobil bermesin diesel mengonsumsi BBM lebih sedikit daripada
mobil bermesin bensin. Jadi bisa diartikan bahwa mobil bermesin
diesel lebih kuat dan lebih hemat bila dibandingkan dengan mobil
bermesin bensin.

Konsumsi bahan bakar lebih efisien. Motor Diesel mempunyai


efisiensi panas yang lebih tinggi daripada mesin bensin. Hal ini berarti
penggunaan dari pada bahan bakar akan lebih ekonomis dari pada
motor bensin. Efisiensi termal mesin diesel = 30-40% sedangkan
bensin hanya 22-30%. Mesin diesel dalam mengkonsumsi bahan bakar
sangatlah irit dan efisien dibandingkan dengan mesin bensin. Dengan
kapasitas mesin yang lebih besar (diatas 2000cc) konsumsi bahan
bakar pada mesin diesel jauh lebih irit di bandingkan dengan mesin
bensin.

Tingkat konsumsi bahan bakar yang irit dipengaruhi oleh kerja


mesin diesel itu sendiri, Karena pada mesin diesel yang dihisap masuk
kedalam silinder motor hanyalah udara murni (tanpa campuran bahan
bakar seperti layaknya pada mesin bensin), dan yang terkompresi di
dalam silinder mesin oleh piston adalah udara murni juga. Bahan bakar
akan di semprotkan ke dalam silinder secara langsung oleh nozzle
beberapa derajat sesaat sebelum piston sampai pada TMA (Titik Mati
Atas).

5. Tenaga yang dihasilkn dari mesin diesel


Sejak dari dulu mesin diesel dikenal dengan mesin yang memiliki
tenaga yang besar, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya mesin
diesel yang dipakai dalam kendraan-kendaraan fungsi beban layaknya
truk dan bus. Serta banyak pula mesin diesel yang dipergunakan dalam
mesin kapal laut dan mesin untuk penggerak pembangkit listrik
(PLTD).

Dengan cc yang sama dengan mesin bensin, mesin diesel


cenderung lebih bertenaga, sehingga kebanyakan mesin diesel
digunakan untuk mobil-mobil yang besar seperti bus dan truk. Sistem
Kerja Mesin Yang efisien, Rasio dari mesin diesel tidak dibatasi oleh
tekanan bahan bakar dan udara, Pada mesin diesel sistem kompresi
hanya pada udara saja, Hal inilah yang membuat mesin diesel memiliki
tenaga dan kerja mesin yang efisien.

6. Tingkat polusi yang di hasilkan dari mesin diesel


Gas buang pada mesin diesel lebih pekat dan berwarna hitam
dibandingkan dengan gas buang pada mesin bensin. Hal tersebut
dikarenakan pada bahan bakar diesel yaitu solar mengandung pelumas
yang membuat saat solar tersebut terbakar secara spontan akan
menimbulkan asap hitam. Gas buang mesin diesel menghasilkan asap
yang memiliki berat jenis tinggi dan cepat mengendap di permukaan
sehingga dapat menyebabkan hujan asam dan polusi
asap. Tekanan maksimum hampir dua kali mesin bensin, sehingga
suara dan getaran mesin diesel lebih besar.

Namun, bila diteliti justru gas buang pada mesin diesel lebih baik
dibandingkan dengan gas buang pada mesin bensin. Itu karena
kandungan Karbon Monoksida (CO) pada gas buang mesin diesel
lebih sedikit dibandingkan dengan gas buang pada mesin bensin.

7. Cara penghematan pada mesin diesel


- Gunakan AC seperlunya, karena AC mobil diesel memerlukan
banyak daya. Bila Anda menghidupkan unit AC, itu mengakibatkan
kemampuan untuk memiliki diarahkan ke kompresor untuk pancarkan
angin dingin ke dalam mobil. Mesin diesel mesti bekerja lebih keras
untuk mengkompensasi daya yang hilang. Oleh karenanya, semakin
banyak lagi diesel dipakai untuk melindungi kecepatan mobil up.
- Lebih hemat bahan bakar, terlebih lagi harga solar yang lebih murah
dibandingkan dengan harga bensin. Tentu akan menambah nilai hemat
dari pada mesin diesel tersebut. Mesin diesel juga dapat memberikan
penghematan bahan bakar sebanyak atau lebih dari hibrida bensin-
listrik tradisional, tergantung pada model dan perkembangan teknologi
otomotif yang telah dicapai.