You are on page 1of 10

REFLEKSI KASUS Desember, 2016

TINEA PEDIS INTERDIGITALIS

Disusun Oleh:

Yulita Sari Purba


N 111 16 041

PEMBIMBING KLINIK
dr. Diany Nurdin, Sp.KK, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016
STATUS PASIEN

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

RSUD UNDATA PALU

I. IDENTITAS PASIEN
1) Nama Pasien : Tn. Yn
2) Umur : 35 Tahun
3) Jenis Kelamin : Perempuan
4) Alamat :Jln Sisimangaraja
5) Agama : Islam
6) Pekerjaan : Perawat
7) Tanggal Pemeriksaan : 05 Desember 2016

II. ANAMNESIS
1) Keluhan utama :
Kulit yang bersisik putih dan terasa gatal pada sela jari ke I,
II,III,IV kaki kiri dan jari ke II kaki kanan

2) Riwayat penyakit sekarang :

Seorang pasien perempuan berumur 35 tahun datang ke


poliklinik kulit dan kelamin RSUD Undata dengan keluhan kulit
yang bersisik putih dan terasa gatal pada sela jari ke sejak 1 bulan
yang lalu.

Satu bulan yang lalu, pasien mengeluh awalnya timbul


bercak kemerahan di sela-sela jari II,III kaki kiri, bercak tersebut
kering dan gatal. Gatal dirasakan hilang timbul. Karena gatal,
pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut. Sehinggga
bercak kemerahaan tersebut berubah menjadi bersisik dan
berwarna putih.
Pasien mengeluh rasa gatal semakin memberat dan bercak
kemerahan semangkin banyak ketika selesai mencuci pakaian
sehingga kulit yang bersisik putih dan terasa gatal sudah menyebar
hingga sela jari ke I,II,III,IV kaki kiri dan jari ke II kaki kanan,
pasien pernah mengobati dengan salep racikan dari apotik, namun
pasien tidak tahu nama obatnya dan pasien merasa keluhan tidak
membaik.

3) Riwayat penyakit dahulu:


Pasien sudah pernah mengalami hal yang sama tetapi keluhan
tidak seberat sekarang. Riwayat alergi makanan (-), riwayat penyait
gula darah (-), riwayat hipertensi (-).

4) Riwayat penyakit keluarga:


Pasien mengatakan di keluarga ada yang menderita
penyakit yang sama yaitu ibu dari pasien.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Status Generalis
1) Keadaan umum : Sakit ringan
2) Status Gizi : Baik
3) Kesadaran : Kompos mentis

Tanda-tanda Vital
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 82 kali/menit
Respirasi : 18 kali/menit
Suhu : 36,50 C
Status Dermatologis
Ujud Kelainan Kulit :
Kepala : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Wajah : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Leher : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Ketiak : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Dada : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Punggung : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Perut : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Bokong : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Genitalia : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Ekstremitas atas : Tidak terdapat Ujud Kelainan Kulit
Ekstremitas bawah : Tampak makula eritematosa disertai skuama
berwarna putih, erosi dan hiperkeratotik di
interdigitalis I,II,III,IV pedis sinistra dan
digitalis II pedis dextra
IV. GAMBAR

Gambar I Gambar II

Keterangan :
Gambar I : Tampak makula eritematosa disertai krusta, skuama dan erosi pada
regio digiti II pedis dextra.
Gambar II : Tampak makula eritematosa, skuama, erosi serta hiperkeratotik pada
regio interdigitalis I,II,III,IV pedis sinistra
Hasil pemeriksaan Kalium Hidroksida (KOH) :

Interpretasi :
Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil negatif karena tidak
ditemukannya hifa pada pemeriksaan.

V. RESUME

Seorang pasien perempuan berumur 35 tahun dengan keluhan kulit


yang bersisik putih dan terasa gatal pada sela jari ke sejak 1 bulan yang
lalu. Keluhan pasien diawali dengan dengan adanya bercak kemerahan
dan gatal, pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut. Sehinggga
bercak kemerahaan tersebut berubah menjadi bersisik dan berwarna putih.

Pasien mengeluh rasa gatal semakin memberat dan bercak


semangkin banyak ketika selesai mencuci pakaian..Hasil pemeriksaan
dermatologis didapatkan makula eritematosa, skuama halus berwarna
putih serta krusta di interdigitalis I, II, III, IV pedis
sinistra dan digitalis II pedis dextra.
VI. DIAGNOSIS KERJA
Tinea Pedis Interdigitalis

VII. DIAGNOSIS BANDING


1. Kandidosis Interdigitalis
2. Dermatitis Kontak Alergi

VIII. ANJURAN PEMERIKSAAN


Pemeriksaan Kultur

IX. PENATALAKSANAAN
1. Non-medikamentosa
a. Memberikan penjelaskan pada pasien tentang penyakit yang
diderita.
b. Menyarankan bila terasa gatal, sebaiknya jangan menggaruk terlalu
keras karena dapat menyebabkan luka dan infeksi sekunder
c. Memberi tahu pasien untuk menggunakan obat secara teratur dan
tidak menghentikan pengobatan.
d. Menerangkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan
tempat tinggal.

2. Medikamentosa
a) Sistemik :
- Antihistamin oral : Cetirizine Tab 10 mg 1x1 selama 2
minggu (jika rasa gatal muncul)
- Tablet ketokonazole 200mg diminum 1x sehari, pada pagi hari
setalah makan selama 15 hari
b) Topikal :
- ketokonazol 2% krim dioleskan 2x sehari sehabis mandi tiap
pagi dan sore hari pada sela jari yang gatal selama 2 minggu.
-

X. PROGNOSIS

Quo ad vitam : ad bonam


Quo ad fungtionam : ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Quo ad comesticam : dubia ad bonam

XI. PEMBAHASAN
Seorang pasien laki-laki berumur 35 tahun dengan keluhan keluhan
kulit yang bersisik putih dan terasa gatal pada sela jari ke sejak 1 bulan
yang lalu. Karena gatal, pasien mengaku sering menggaruk bercak
tersebut. Sehinggga bercak kemerahaan tersebut berubah menjadi bersisik
dan berwarna putih.

Pasien mengeluh rasa gatal semakin memberat dan bercak


kemerahan semangkin banyak ketika selesai mencuci pakaian..Hasil
pemeriksaan dermatologis didapatkan makula eritematosa, skuama halus
berwarna putih serta krusta di interdigitalis I, II, III, IV pedis
sinistra dan digitalis II pedis dextra. Dari hasil pemeriksaan KOH
didapatkan hasil negatif karena tidak ditemukannya hifa pada
pemeriksaan.

Tinea pedis atau sering disebut athelete foot adalah dermatofitosis


pada kaki, terutama pada sela-sela jari dan telapak kaki. Tinea pedis adalah
dermatofitosis yang biasa terjadi. Penggunaan istilah athlete foot
digunakan untuk menunjukan bentuk jari kaki yang seperti terbelah. [1]
Tinea pedis disebabkan oleh Trichophyton rubrum (umumnya),
Trichophyton mentagrophytes, Epidermophyton floccosum. Namun,
penyebab utama dari setiap pasien rumit dengan adanya jamur saprofit,
ragi dan /bakteri. Telah di observasi bahwa 9% dari kasus tinea pedis
diakibatkan oleh agen infeksi selain dermatofit. Karakteristik dari
T.rubrum menghasilkan jenis yang relatif tidak ada peradangan dari
dermatofitosis dengan eritema kusam dan sisik keperakan yang melibatkan
seluruh telapak kaki dan sisi kaki menampilkan moccasin. [2]

Gambaran klinis pada tinea pedis dapat dibedakan berdasarkan tipe


interdigitalis, moccasion foot, lesi vesikobulosa, dan tipe ulseratif. Gejala
klinis pada interdigitalis diantara jari 4 dan 5 terlihat fisura yang dilingkari
sisik halus dan tipis dapat meluas ke bawah jari (subdigital) dan ke sela
jari yang lain. Sering terlihat maserasi. Aspek klinis berupa kulit putih dan
rapuh. Dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri sehingga terjadi
selulitis, limfangitis, limfadenitis, dan dapat pula terjadi erysipelas. [1]

Diagnosis dari tinea pedis biasanya dilakukan secara klinikal dan


berdasarkan examinasi dari daerah yang terinfeksi. Diagnosis yang
digunakan biasanya dengan cara kulit dikerok untuk preparat KOH, biopsi
skin, atau kulture dari daerah yang terinfeksi. [3]

Penatalaksaan pada pasien ini diberikan obat topikal dam sistemik.


Untuk obat topikal, dapat diberikan anti jamur golongan azol, misalnya
ketokonazol 2% krim dioleskan 2x sehari sehabis mandi tiap pagi dan sore
hari pada sela jari yang gatal selama 2 minggu. Untuk obat sistemik dapat
diberikan antihistamin oral Cetirizine Tab 10 mg 1x1 selama 2 minggu
(jika rasa gatal muncul). [1]
DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda A. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 6thedition. Jakarta; Fk-
UI.,2013
2. Chamlin L Sarah, Lawley P Leslie. Fitzpatrick’s Dermatology in
General Medicine. Tinea Pedis. 7th edition.2. New York; McGraw-Hill
Medicine 2008; 697
3. Kumar V, Tilak R, Prakash P, Nigam C, Gupta R. Asian journal of
medical science. Tinea Pedis, 2011; p134- 135