You are on page 1of 7

PEMBAHASAN

1. Percobaan pertama

Percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas nitrogen di


laboratorium dan mengetahui sifat-sifat gas nitrogen. Langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengambil 0,3 gram NaNO2 yang berupa kristal putih dan dimasukkan
ke dalam labu erlenmeyer pipa samping kemudian ditambah dengan 10 mL aquades
yang berupa larutan tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan tidak berwarna.
Larutan tidsk berwarna ini dihasilkan karena aquades melarutkan kristal NaNO2 menjadi
NaNO2(aq) sehingga terurai menjadi ion-ion yang terhidrasi Na+ (aq) dan NO2- (aq).
Langkah selanjutnya adalah mengambil 0,3 gram NH4Cl yang berupa kristal berwarna
putih dan dimasukkan ke dalam corong pemisah kemudian ditambah dengan 10 mL
aquades yang berupa larutan tidak berwarna sehingga dihasilkan juga larutan tidak
berwarna karena aquades melarutkan kristal NH4Cl menjadi NH4Cl (aq) sehingga terurai
menjadi ion-ion yang terhidrasi NH4+ (aq) dan Cl- (aq). Kemudian merangkai alat dengan
posisi corong pemisah berada diatas labu erlenmeyer pipa samping, dimana labu
erlenmeyer pipa samping ini berada diatas pembakar spirtus.

Selajutnya menghangatkan labu erlenmeyer pipa samping yang telah berisi larutan
NaNO2 dan membuka kran dari corong pemisah yang telah berisi larutan NH4Cl dengan
hati-hati ketika labu Erlenmeyer sudah mengembun. Setelah larutan NH4Cl menetes ke
dalam larutan NaNO2 maka dihasilkan larutan tidak berwarna dan timbul gas yang
mengalir ke dalam gelas ukur 100 mL yang berisi air penuh dengan posisi berdiri terbalik
dalam wadah air. Volume gas yang dihasilkan adalah sebesar 10 mL dan gas yang
terbentuk tidak lain adalah gas nitrogen (N2), persamaan reaksinya adalah sebagai
berikut:

NaNO2(aq) + NH4Cl(aq)  NaCl(aq) + N2↑(g) + 2H2O(l)

Secara teori gas yang dihasilkan seharusnya sebanyak 100mL. Namun pada
percobaan ini gas N2 yang dihasilkan tidak sesuai dengan teori karena pada percobaan ini
hanya dihasilkan gas N2 sebanyak 10 mL. Hal ini mungkin disebabkan oleh masih adanya
gas yang terperangkap di dalam selang yang tidak masuk ke dalam tabung. Sehingga
volume gas yang dihasilkan sedikit berkurang.

Kemudian gas yang telah tertampung pada gelas ukur di uji nyala dengan
menggunakan bara api. Setelah diamati ternyata sebilah kayu yang mula-mula memiliki
bara setelah dialiri gas yang tertampung pada gelas ukur nyala apinya menjadi padam,
sesuai dengan persamaan reaksi berikut:

N2(g) + O2(g)  2NO(g)

Hal ini membuktikan bahwa salah satu sifat gas nitrogen yaitu sangat tidak reaktif
jika direaksikan dengan unsur atau senyawa lainnya. Sehingga sebilah kayu yang
memiliki nyala api ketika dialiri dengan gas nitrogen akan langsung padam karena sifat
ketidakreaktifan yang dimiliki gas nitrogen.

2. Percobaan kedua

Percobaan kedua bertujuan untuk mengidentifikasi terbentuknya gas NO2.


Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengambil 0,25 gram NaNO2 yang berupa
kristal berwarna putih kemudian dimasukkan tabung reaksi dan ditambahkan dengan 2,5
mL aquades yang berupa larutan tidak berwarna sehingga dihasilkan larutan tidak
berwarna. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:

NaNO2(s) + H2O(l)  NaNO2(aq)

Kemudian larutan dalam tabung reaksi tersebut dibagi menjadi 2 bagian sama
banyak dan dimasukkan ke dalam dua tabung reaksi. Pada tabung reaksi pertama larutan
NaNO2 ditambahkan 2 tetes H2SO4 1M yang berupa larutan tidak berwarna ternyata
setelah diamati ternyata terbentuk uap putih dan pada dinding tabung menjadi berwarna
kuning. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

2NaNO2(aq) + H2SO4 (aq)  Na2SO4(aq) + 2NO2↑(g) + H2↑(g)

Pada tabung reaksi kedua, larutan NaNO2 diencerkan dengan menambahkannya


2,5 mL aquades. Kemudian diambil sebanyak 2 mL dan ditambahkan 2 tetes larutan KI
yang berupa larutan tidak berwarna, dan 2 tetes amilum yang juga berupa larutan tidak
berwarna dan 2 tetes H2SO4 encer yang berupa larutan tidak berwarna dimana
pencampuran ini menghasilkan perubahan warna yang awalnya berupa larutan tidak
berwarna menjadi larutan yang berwarna biru. Amilum berfunsi sebagai indikator adanya
I2 dalam larutan, yang mana jika bereaksi dengan KI akan menghasilkan perubahan
warna menjadi ungu. Reaksi yang terjadi adalah reaksi reduksi-oksidasi (redoks) sebagai
berikut:

+3 oksidasi +2

2NaNO2(aq) + 2KI(aq) + 4H2SO4(aq)  4KHSO4(aq) + I2(aq) + 2NO(g) + 2H2O(l)


-1 reduksi 0

Dari reaksi di atas terjadi reaksi reduksi dan oksidasi, dimana senyawa NaNO2
mengalami reaksi reduksi menjadi NO, yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi
dari +3 menjadi +2, sedangkan KI mengalami oksidasi menjadi I2 yang ditandai dengan
perubahan bilangan oksidasi dari -1 menjadi 0. Gas yang terbentuk sesuai reaksi diatas
adalah gas NO. I2 akan bereaksi dengan KI membentuk senyawa KI3 yang akan bereaksi
dengan amilum membentuk kompleks (amilum-iodin) yang berwarna biru pekat.

Reaksi antara amilum dengan I2

3. Percobaan ketiga

Percobaan ketiga bertujuan untuk menghasilkan cincin tengguli yang berwarna


cokelat. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memasukkan 1 mL HNO3
yang berupa larutan tidak berwarna ke dalam tabung reaksi I kemudian ditambahkan
dengan 1 mL H2SO4 pekat yang berupa larutan tidak berwarna dengan hati-hati.
Penambahan H2SO4 ini dilakukan melalui dinding tabung reaksi bukan langsung
diteteskan secara langsung pada larutan. Dari penambahan ini dihasilkan larutan tidak
berwarna dan dinding tabung reaksi terasa hangat karena yang terjadi reaksi eksoterm
dimana ada sejumlah kalor yang dilepaskan, setelah itu campuran ini didinginkan. Setelah
dingin larutan ditambah dengan 0,5 mL FeSO4 0,2M yang berupa larutan berwarna
kuning melalui dinding tabung reaksi. Dari penambahan ini terbentuk cincin berwarna
cokelat, cincin yang terbentuk ini merupakan senyawa kompleks dari Nitrogen dan Fe
yaitu ion [Fe(NO)]2+. Cincin ini dinamakan cincin tengguli. Reaksi cincin tengguli
tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:

4HNO3(aq) + 2H2SO4 (aq)  4NO2↑(g) + O2↑(g) + 2H2SO4(aq)

2NO3-(aq) + 4H2SO4(aq) + 6Fe2+(aq)  6Fe3+(aq) + 2NO↑ (g) + 4SO42-(aq) + 4H2O(l)

Fe2+(aq) + NO↑(g)  [Fe(NO)]2+(aq)

4. Percobaan keempat

Percbaan keempat bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat nitrogen dan


senyawanya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memasukkan 1 mL
NH4OH 2 M berupa larutan tidak berwarna ke dalam tabung reaksi. Selanjutnya dialiri
gas H2S yang berbau busuk melalui selang. Gas H2S diperoleh dari penambahan HCl
pekat kedalam tabung yang berisi bongkahan FeS yang berwarna hitam menghasilkan
larutan berwarna kuning dan gas berbau busuk, dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

FeS(s) + 2HCl(aq)  FeCl2(aq) + H2S↑(g)

Larutan NH4OH 2M setelah dialiri gas H2S tetap tidak berwarna, sesuai dengan
persamaan reaksi berikut:

2NH4OH(aq) + H2S(g)  (NH4)2S(aq) + 2H2O(l)

Setelah ditambah 1 mL NH4OH dan dikocok dengan bunga belerang yang berupa
serbuk berwarna kuning, larutan berubah warna menjadi kuning dan ada endapan yang
juga berwarna kuning. Setelah disaring dihasilkan filtrat berupa larutan berwarna kuning
dan residu berupa endapan kuning (sisa bunga belerang yang belum bereaksi), dengan
persamaan reaksi sebagai berikut:

(NH4)2S(aq) + S(s)  (NH4)4S2↓(s)

Langkah selanjutnya adalah filtrate yang berwarna kuning tersebut kemudian


ditambahkan dengan HCl encer tetes demi tetes hingga terbentuk endapan. HCl yang
ditambahkan hingga terbentuk endapan sebanyak 20 tetes. Persamaan reaksinya sebagai
berikut :

(NH4)4S2↓(s) + HCl(aq)  2NH4Cl(aq) + H2S(aq) + S(s)

5. Percobaan kelima

Pada percobaan kelima yang bertujuan untuk mengidentifikasi gas amonia (NH3)
yang bersifat basa dari reaksi garam amonium klorida (NH4Cl) dengan serbuk Ca(OH)2.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memasukkan larutan NH4Cl 4 M yang
berupa larutan tidak berwarna kedalam tabung reaksi dan ditambahkan dengan seujung
sendok kecil Ca(OH)2 yang berupa serbuk berwarna putih sehingga dihasilkan larutan
yang keruh. Kemudian larutan tersebut dipanaskan yang menghasilkan gas, kemudian gas
tersebut diuji dengan kertas lakmus merah serta pengaduk yang telah dicelupkan dalam
HCl pekat. Saat dipanaskan, larutan berwarna putih keruh dan timbul gelembung gas,
yakni gas NH3 yang dapat membirukan kertas lakmus merah yang artinya gas tersebut
bersifat basa. Proses pemanasanan juga menghasilkan bau yang menyengat yang
menandakan terbentuknya gas NH3. Dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

2NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s)  CaCl2(aq) + 2NH3(g) + 2H2O(l)

Selanjutnya, pengaduk yang telah dicelupkan HCl pekat dimasukkan ke dalam


tabung reaksi., dan terbentuk asap putih serta larutannya menjadi jernih. Persamaan
reaksinya adalah sebagai berikut :

NH3(g) + HCl(aq)  NH4Cl(g)

6. Percobaan keenam
Percobaan keenam bertujuan untuk membuat gas ammonia (NH3) dalam skala
laboratorium dan mengetahui sifat-sifat gas ammonia, langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengambil sebanyak 5 mL NH4OH 2 M yang berupa larutan tidak
berwarna kemudian dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer pipa samping dan dipanaskan
perlahan-lahan sehingga menghasilkan larutan tidak berwarna, dan terbentuk gas selama
beberapa menit, sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

dipanas kan
NH4OH(aq) NH3↑(g) + H2O(l)

Gas yang terbentuk selanjutnya ditampung dalam tabung reaksi kering yang
ditutup dengan karet penutup yang dihubungkan dengan selang. Setelah gas terbentuk
maka dilakukan pengujian yang pertama diuji dengan menggunakan pengaduk kaca
(spatula kaca) yang sudah dicelupkan ke dalam HCl pekat. Hasilnya timbul asap putih.
Hal tersebut membuktikan bahwa dalam tabung reaksi tersebut terdapat gas NH3.
Persamaan reaksinya adalah :

NH3↑(g) + HCl(aq)  NH4Cl (g)

Pengujian yang kedua adalah dengan mengalirkan gas yang dihasilkan ke dalam
aquades yang sebelumnya telah ditambahkan 3 tetes PP yang berupa larutan tidak
berwarna. Ternyata setelah diamati aquades berubah dari tidak berwarna menjadi merah
muda. Hal ini menunjukkan bahwa NH3 bersifat basa, dimana gas NH3 akan larut dalam
air membentuk larutan NH4OH, sehingga indikator PP akan bereaksi dengan NH4OH
membentuk larutan berwarna merah muda
dipanaskan
NH4OH(aq) NH3(g) + H2O(l)
NH3(g) + H2O(l) NH4OH (aq)

Reaksi NH3 dengan indikator PP :


I. Kesimpulan :
1. Gas N2 dapat dibuat dengan mereaksikan NaNO2 dengan NH4Cl yang dipanaskan,
Gas N2 dapat memadamkan nyala pada bara api.
2. Gas NO2 dapat dibuat dengan mereaksikan NaNO2 dan H2SO4. Adanya gas nitrogen
diuji dengan KI dan amilum menghasilkan larutan berwarna biru hasil dari
terbentuknya I2 dengan amilum.
3. Reaksi antara HNO3, H2SO4 dan FeSO4 menghasilkan senyawa kompleks Fe(NO)2+
yakni cincin tengguli yang berwarna coklat
4. Reaksi antara NH4OH dengan gas H2S menghasilkan larutan (NH4)2S dan dapat
diendapkan dengan ditambah bunga belerang membentuk endapan berwarna kuning
yakni (NH4)2S2.
5. Gas NH3 dapat dibuat dengan mereaksikan NH4Cl dengan Ca(OH)2 yang dibuktikan
dengan perubahan warna kertas lakmus merah menjadi biru yang membuktikan
bahwa gas NH3 bersifat basa
6. Gas NH3 dapat dibuat dengan memanaskan larutan NH4OH. Gas NH3 dapat
diidentifikasi dengan mengalirkan NH3 ke dalam aquades menghasilkan larutan
NH4OH yang jika diuji dengan indikator PP akan merubah warna larutan menjadi
berwarna merah muda.
7. Gas NH3 bereaksi dengan HCl pekat menghasilkan asap putih yakni NH4Cl (g)