You are on page 1of 1

Pasien X dirawat di ICU karena mengalami serangan jantung.

Penyebabnya diduga karena Acute


Coronary Syndrome akibat atherosclerosis. Plaque menyebabkan penyempitan arteri koroner.
Di tempat lain diduga palque ruptur dan menyebabkan terbentuknya blood clot yang beresiko
menyumbat arteri koroner.

Pasien sebelumnya pernah mengalami coronary artery spasm yang dipicu oleh konsumsi obat,
merokok, dan udara dingin. Coronary artery spasm juga muncul saat stress dan saat emosi
namun ketika bisa mengendalikan diri Pasien merasa nyaman. Pasien juga beresiko mengalami
coronary artery dissection.

Dari hasil pengkajian didapatkan riwayat Angina (chest pain), merasakan nyeri di area dada,
terkadang menjalar ke lengan. Pasien juga ada riwayat decompensatio cordis.

Hasil pengkajian saat ini didapatkan data tanda-tanda vital saat pemeriksaan yaitu TD : 150/90
mmHg, HR : 100x/menit, RR : 30x/menit, S : 370C. Nyeri P:Infark Myocard, Q:seperti terbakar,
R:dada, menjalar ke lengan, S:6, T:hilang timbul.

Serangan jantung kali ini merupakan pengalaman kedua kalinya bagi Pasien. Hasil pemeriksaan
EKG menunjukkan ST elevasi di lead II, III, dan aVF. Pemeriksaan CKMB menunjukkan
peningkatan hingga 220 IU/L. Pasien dijadwalkan dilakukan coronary angioplasty setelah hasil
treadmill/excercise stress test keluar. Sambil menunggu operasi Pasien diberi aspirin, obat
trombolytic, nytroglycerin,dan beta blocker. Didasarkan pada stratifikasi risiko TIMI
(Thrombolysis in Myocardial Infarction)

Pasien juga diberikan resep morphin jika diperlukan. Jika setelah dilakukan coronary angioplasty
belum ada perbaikan maka pasien dijadwalkan untuk dilakukan bypass atau CABG.