You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Tentang Kehamilan


A. Pengertian kehamilan

Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan
lamanya 280 hari (40 Minggu atau 9 Bulan 7 Hari) dihitung dari hari pertama haid
terakhir. Kehamilam merupakan suatu proses alamiah dan fisiologi. Kehamilan
didefinisikan secara berbeda-beda oleh beberapa ahli, namun pada prinsipnya
memiliki inti yang sama. Wiknjosastro (2009). Mendefinisikan kehamilan sebagai
suatu proses yang terjadi antara perpaduan sel sperma dan ovum sehingga terjadi
konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari atau 40
minggu dihitung dari haid pertama haid terakhir (HPHT). Menurut BKKBN
(Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) kehamilan adalah
proses yang diawali dengan keluarnya sel telur matang pada saluran telur yang
kemudian bertemu dengan sperma, lalu keduanya menyatu membentuk sel yang
akan tumbuh.

B. Tanda -tanda Kehamilan

Menurut siswosudarmo Secara Klinis tanda-tanda kehamilan dapat di bagi


menjadi 2 kategori :
1. Tanda kehamilan yang tidak pasti (probable signs)
 Amenorea, yaitu wanita yang terlambat mengalami haid dalam masa
wanita tersebut masih mampu hamil.
 Mual dan Muntah morning sickness sering muncul pada pagi hari dan
diperberat oleh makanan yang baunya menusuk
 Mastodinia, yaitu rasa kencang dan sakit pada payudara yang
disebabkan payudara membesar, Vaskularisasi bertambah, asinus dan
duktus berproliferasi karena pengaruh progesterone dan estrogen.
 Quickening yaitu persepsi gerakan janin pertama yang bisanya
disadari oleh wanita pada kehamilan 18 20 minggu.
 Keluhan kencing (BAK) frekuensi kencing bertambah dan sering
kencing malam disebabkan karena desakan uterus yang membesar dan
tarikan oleh uterus ke kranial. Konstipasi, terjadi karena reflek relaksa
progesterone atau dapat juga karena perubahan pola makan.
 Perubahan berat badan, yang terjadi pada kehamilan 2-3 bulan sering
terjadi penurunan berat badan karena nafsu makan menurun dan
muntah-muntah.
 Perubahan temperature, kenaikan temperature basal lebih dari 3
minggu biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya kehamilan.
 Perubahan warna kulit, yaitu warna kulit kehitam-hitaman pada dahi,
punggung hidung, dan kulit daerah tulang pipi.
 Perubahan payudara, akibat stimulasi prolaktin, payudara mensekresi
kolostrum bisanya setelah kehamilan enam minggu.
 Pembesaran perut, menjadi nyata setelah minggu ke-16 karena pada
saat ini uterus telah keluar dari rongga pelvis dan menjadi organ
rongga perut.
 Kontraksi uterus, tanda ini muncul belakangan dan pasien mengeluh
perutnya kencang, tetapi tidak disertai rasa sakit.
 Balotemen, yaitu tanda adanya benda terapung melayang dalam
cairan.
2. Tanda Pasti Kehamilan. Siswosudarmo (2009) menyebutkan tanda pasti
kehamilanadalah sebagai berikut:
 Denyut jantung janin (DJJ), dapat didengarkan dengan stetoskop
laenec atau dengan stetoskop ultrasonic (dopller).
 Palpasi, terlihat dan teraba gerakan janin, teraba bagian-bagian janin.
 Rontgenografi, sehingga dapat terlihat gambaran tulang-tulang janin.
 Ultrasonografi (USG).
 Test laboratorium, yaitu test inhibisi koagulasi yang bertujuan untuk
mendeteksi adanya HCG dalam urin.

C. Klasifikasi Masa Kehamilan

Kehamilan menurut Prawirohardjo (2011) diklasifikasikan dalam 3 trimester,


yaitu:
1. Trimester kesatu, dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan (0-12 minggu)
2. Trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan (13-27 minggu).
3. Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (28-40 minggu).

2.2. Evidence Based Practice

Sesuai dengan evidence based prsctice, telah menetapkan program kebijakan


ANC sebagai berikut:
1. Kunjungan ANC pemerintah
Dilakukan minimal 4 kali dalam kehamilan:
a. Kunjungan trimester I sebelum usia kehamilan 14 minggu
b. Kunjungan trimester II usia kehamilan 14-28 minggu
c. Kunjungan trimester III usia kehamilan 28-36 minggu dan lebih dari
36 minggu
2. Pemberian suplemen mikronutrien
Tablet yang mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat
500 µg sebanyak 1 tablet/hari segera setelah rasa mual hilang. Pemberian
selama 90 hari (3 bulan).
3. Imunisasi TT 0,5 cc

2.3. Melaksanakan Asuhan Kehamilan


A. Pengertian ANC

Antenatal Care adalah pelayanan yang diberikan oleh ibu hamil secara berkala
untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Pelayanan antenatal meliputi
pemeriksaan kehamilan, upaya koreksi terhadap penyimpanan dan intervensi
dasar yang dilakukan.

B. Tujuan ANC

Menurut Saefudin dkk (2000), tujuan dari ANC adalah:


1. Memantau kemajuan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang anak
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial
budaya ibu dan bayi
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama kehamilan termaksud riwayat penyakit secara
umum, kebidanan, pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
ekslusif.
6. Mempersiapkan peranan ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara normal.

C. Frekuensi ANC

Frekuensi dari pemeriksaan antenal (Depkes RI. 1997) adalah :


1. Minimal 1 kali pada semester I
2. Minimal 1kali pada trimester II
3. Minimal 2 kali pada trimester II
D. Tempat Pelayanan ANC

Ibu hamil dapat melaksanakan pemeriksaan kehamilan disarana kesehatan seperti


Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, Bidan Praktek Swasta, dan Dokter Praktek.
E. Standar ANC Program

Menurut Arifin (1996) Standar Pelayanan ANC meliputi standar 14 T, sehingga


ibu hamil yang datang memperoleh pelayanan komprehensif dengan harapan
antenatal care dengan standar 14T dapat sebagai daya ungkit pelayanan kehamilan
dan diharapkan ikut andil dalam menurunkan angka kematian ibu.

F. Kebijakan Program

Pelayanan ANC minimal 5T, meningkat menjadi 7T dan sekarang menjadi 12T,
sedangkan untuk daerah gondok dan endemik malaria menjadi 14T, yakni:
5T:
1. Ukur tinggi badan/berat badan
2. Ukur tekanan darah
3. Ukur tinggi fundus uteri
4. Pemberian imunisasi TT
5. Pemberian Tablet zat besi (minimal 90 tablet) selama kehamilan.
7T:
6. Test terhadap penyakit menular seksual/VDRL
7. Temu wicara/konseling (arifin, 1996)
8. Tes/pemeriksaan Hb
9. Tes/pemeriksaan protein urine
10. Tes reduksi urine
11. Perawatan payudara (tekan pijat payudara)
12. Pemeliharaan tingkat kebugaran (senam hamil)
13. Terapi yodium kapsul (khusus daerah endemik gondok)
14. Terapi obat malaria

2.4. Clinical Judgment (Penilaian Klinis) dalam Asuhan Kebidanan

Kata penilaian sendiri dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk membuat
keputusan logis/ rasional dan menentukan apakah suatu tindakan yang akan
dilakukan benar atau salah. Sedangkan kata klinis, berkaitan dengan klinik atau
tempat perawatan; didasarkan pada observasi dan perawatan klien yang
sebenarnya, yang dibedakan antara konsep teori dan eksperimental; dan terdiri
atas tanda-tanda klinis dari suatu masalah kesehatan.
Berdasarkan uraian di atas, diuraikan bahwa penilaian klinis merupakan
penerapan informasi berdasarkan pengamatan aktual pada klien yang
dikombinasikan dengan data subjektif dan objektif yang mengarah pada
kesimpulan akhir/ analisis/ diagnosis. Dapat diartikan juga sebagai suatu proses
dimana perawat/ bidan menetapkan data-data mengenai keadaan klien yang akan
dikumpulkan, kemudian membuat interpretasi data, dan diakhiri dengan
penetapan diagnosis keperawatan/ kebidanan, kemudian mengidentifikasi
tindakan keperawatan/ kebidanan yang tepat. Hal ini termasuk proses pemecahan
masalah, pengambilan keputusan, dan berfikir kritis. Maka, disimpulkan bahwa
penilaian klinis merupakan bagian dari proses berfikir kritis.
DAFTAR PUSTAKA

Hani, Ummi, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta:
Salemba Medika.

Pantikawati, Ika, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan (Kehamilan). Yogyakarta: Nuha


Medika.

Simkin, Penny, dkk. 2005. Buku Saku Persalinan. Jakarta: EGC.