You are on page 1of 8

MOTOR LISTRIK

DOSEN : BUSTAMIN B,ST.,M.PD

OLEH :

NAMA : ADITIYA RAHIM

NIM : 15203002

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS PATRIA ARTHA MAKASSAR

2017
PENDAHULUAN

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada
peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air, dan penyedot
debu. Motor listrik yang um digunakan di dunia industri adalah motor listrik asinkron.
Dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA.
Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor
listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan
daya dalam horse power (hp) maupun kiloWatt (kW). M o t o r l i s t r i k I E C
dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi
y a n g dimilikinya, sebagai standar diEU, pembagian kelas ini menjadi EFF1,
EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling
sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh
dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab bahan bakar di
pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon
yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini
adalah sebuah standar y a n g mengatur rotating
equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor,
tetapi h a n ya s e b a g i a n s a j a ya n g b e n a r - b e n a r m e n g i k u t i a r a h a n
I E C 3 4 - 1 d a n j u g a m e n g i k u t i arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU
supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual,
banyak negara berkembang menjadi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka
panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin
tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah
CEMEP, sebuahkonsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik
motor yang ternama, dengantujuan untuk menyelamatkan lingkungan
dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya
diboroskan dalam pemakaian beban listrik. Sebagai contoh, dalam sebuah industri
rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total
biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi
biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk,
apalagi d e n g a n k e n a i k a n t a r i f l i s t r i k s e t i a p t a h u n , m a k a
p e m a k a i a n m o t o r l i s t r i k E F F 1 s u d a h waktunya menjadi keharusan.

A. PENGERTIAN MOTOR LISTRIK

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada
peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot
debu. Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan
ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut
sebagai elektro magnit. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari
magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-
menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah
magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu
kedudukan yang tetap.

Gambar elektrik motor

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi


listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya,
memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin)
dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerjanya industri sebab
diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri.
B. JENIS – JENIS MOTOR LISTRIK

Tipe atau jenis motor listrik yang ada saat ini beraneka ragam jenis dan
tipenya. Semua jenis motor listrik yang ada memiliki 2 bagian utama yaitu stator
dan rotor. Stator adalah bagian motor listrik yang diam dan rotor adalah bagian
motor listrik yang bergerak (berputar). Pada dasarnya motor listrik dibedakan dari
jenis sumber tegangan kerja yang digunakan. Berdasarkan sumber tegangan
kerjanya motor listrik dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Motor listrik arus bolak-balik AC (Alternating Current)
2. Motor listrik arus searah DC (Direct Current)
Dari dua jenis motor listrik diatas terdapat varian atau jenis-jenis motor listrik
berdasarkan prinsip kerja, konstruksi, operasinya dan karakternya. Dari berbagai
jenis motor listrik yang ada dapat dibuat suatu gambar klasifikasi motor listrik
sebagai berikut.
Klasifikasi Jenis Motor Listrik

Dari gambar klasifikasi motor listrik diatas dapat dijelaskan secara singkat
pengertian dari setiap jenis motor listrik pada gambar klasifikasi diatas sebagai
berikut.
1. Motor Listrik Arus Bolak-Balik (AC) adalah jenis motor listrik yang beroperasi
dengan sumber tegangan arus listrik bolak balik (AC, Alternating Current). Motor
listrik arus bolak-balik AC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber dayanya
sebagai berikut :
a. Motor sinkron, adalah motor AC bekerja pada kecepatan tetap pada sistim
frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan
daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron
cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara,
perubahan frekwensi dan generator motor. Motor sinkron mampu untuk
memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada sistim yang
menggunakan banyak listrik.

Gambar. Motor sinkron


Komponen utama motor sinkron adalah :
· Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa
rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan
magnet. Hal ini memungkinkan sebab medan magnet rotor tidak lagi
terinduksi.Rotor memiliki magnet permanen atau arus DC excited, yang dipaksa

untuk mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet
lainnya.
· Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan
frekwensi yang dipasok. Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang
diberikan oleh persamaan berikut :

Dimana :
F = frekuensi
P = Jumlah kutub
Ns = Putaran stator
b. Motor asinkron (induksi), merupakan motor listrik AC yang bekerja berdasarkan
induksi meda magnet antara rotor dan stator. Motor induksi dapat diklasifikasikan
menjadi dua kelompok utama sebagai berikut :
· Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator,
beroperasi dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai,
dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini
merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah
tangga, seperti fan angin, mesin cuci dan pengering pakaian, dan untuk
penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.
· Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan
tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi,
dapat memiliki kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor
kandang tupai); dan penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di
industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor,
jaringan listrik , dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.

2. Motor Listrik Arus Searah DC adalah jenis motor listrik yang beroperasi dengan
sumber tegangan arus listrik searah (Direct Current).
Motor DC, sebagaimana namanya Motor arus searah, yaitu menggunkan arus DC.
Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan
torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.

Gambar 3. Sebuah motor DC

Gambar 3 memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki


tiga komponen utama :
· Kutub medan.
Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan
menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang
stasioner dan dynamo yang menggerakkan bearing pada ruang diantara kutub
medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan yaitu kutub utara dan
selatan. Garis magnetic energy membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub
dari utara ke selatan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplekter dapat
satu atau lebih electromagnet. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya
dari luar sebagai penyedia struktur medan.
· Dinamo
Bila arus masuk menuju dynamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dinamo
yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakkan beban. Untuk kasus
motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub – kutub,
sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk
merubah kutub – kutub utara dan selatan dinamo.
· Commutator.
Komponen ini terutama ditemukan dalam motorDC. Kegunaannya
adalah untuk membalikan arah arus listrikdalam dinamo.Commutator juga
membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.

Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali


k e c e p a t a n , ya n g t i d a k m e mp e n g a r u h i k u a l i t a s p a s o k a n
d a y a . Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur :
· Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan
kecepatan.
· Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

Motor listrik arus searah DC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber
dayanya sebagai berikut :
 Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited. Adalah jenis motor DC
yang sumber arus medan disupply dari sumber terpisah, sehingga motor
listrik DC ini disebut motor DC sumber daya terpisah (separately excited).
 Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited. Adalah jenis motor DC yang
sumber arus medan disupply dari sumberyang sama dengan kumparan motor
listrik, sehingga motor listrik DC ini disebut motor DC sumber dayasendiri
(self excited).
Motor DC sumber daya sendiri / self exited ini dibedakan lagi menjadi 3 jenis
berdasarkan konfigurasi supply medan dengan kumparan motornya sebagai
berikut :
a. Motor DC shunt, Pada motor DC shunt gulungan medan (medan shunt)
disambungkan secara paralel dengan gulungan motor listrik. Oleh karena itu total
arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.
b. Motor DC Seri, Pada motor DC seri, gulungan medan (medan shunt)
dihubungkan secara seri dengan gulungan kumparan motor (A). Oleh karena itu,
arus medan sama dengan arus dinamo.
c. Motor DC Kompon/Gabungan, Motor Kompon DC merupakan gabungan motor
seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan
secara paralel dan seri dengan gulungan motor listrik. Sehingga, motor kompon
memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil.
\

C. CARA KERJA MOTOR LISTRIK

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama. Arus listrik
dalam medan magnet akan memberikan gaya Jika kawat yang membawa arus
dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada
sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan.
Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor,
penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu
kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan.
Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok :
1. Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya
bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi.
Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa
displacement konstan.
2. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi
dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa
sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
3. Beban Dengan Energi Konstan adalah beban dengan permintaan torque yang
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh: Peralatan mesin.