You are on page 1of 1

Latar Belakang : Di dunia, katarak merupaka penyebab utama kebutaan.

Makalah ini bertujuan


untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berhubungan dengan batas dan hasil operasi katarak yang
buruk di Rumah Sakit Kesehatan Daerah (ERHA) di Trinidad dan Tobago.

Metode dan Bahan : Sebuah penelitian retrospektif berbasis rumah sakit dilakukan pada 401
pasien yang telah menjalani operasi katarak (unilateral dan bilateral) di Rumah Sakit ERHA
antara Maret 2009 dan September 2014. Data dikumpulkan mengenai variabel-variabel
mengenai demografi, riwayat medis, riwayat pembedahan, penampakan mata dan ketajaman
visual (VA). Variabel hasil yang diminati adalah post-operative Snellen (penyajian) VA yang
diubah menjadi variabel dikotomis dengan batas dan hasil buruk sebagai satu dan hasil yang baik
sebagai yang lain. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik univariat dan
multivariat.

Hasil : Hasil yang baik (menyajikan VA 6/18 atau lebih baik) terlihat pada 350 (67%) mata.
Model injeksi terdiri dari koiko morbiditas okuler (OR = 2,133; 95% CI [1,346-3,380]),
hipertensi (OR = 0,520; 95% CI [0,381-0,928]), prosedur operasi (OR = 1,56; 95% CI [1.004-
2.425]), VA preoperatif yang baik (OR = 0,388, 95% CI [0,211-0,714]), VA preoperatif batas
batas (OR = 0,485; 95% CI = [0,278-0,843]) dan tahun kunjungan pertama ke klinik (OR =
2,243; 95% CI [1.215-4.141]).

Kesimpulan : Terdapat kebutuhan bagi komunitas berbasis masyarakat untuk meningkatkan


kesadaran akan kesehatan dan penyakit mata. Disarankan agar masyarakat umum didorong untuk
bertanggung jawab atas pengelolaan pribadi. Fasilitas di Rumah Sakit juga harus ditingkatkan.