You are on page 1of 14

MAKALAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

HIV/AIDS

DISUSUN OLEH :

NAMA : Firli Yanti Atilu

NIRM : 1603034

KELAS : Farmasi A (Semester 4)

DOSEN PJ : Agus A. Laya, S.KM, M.kes.

PROGRAM STUDI DIII FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MUHAMMADIYAH MANADO 2018


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya
makalah dengan judul “ HIV/AIDS” ini dapat diselesaikan. Pembuatan makalah ini
dimaksudkan sebagai tugas akhir semester 4 dengan mata kuliah kesehatan dan keselamatan
kerja. Maka dari pada itu, makalah ini akan menjelaskan semua yang berhubungan dengan
penyakit AIDS . Hal itu bertujuan untuk memudahkan kita semua untuk memahami salah
satu penyakit HIV / AIDS yang sangat berbahaya untuk tubuh manusia.

Dalam penyusunan makalah ini saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan baik dalam bentuk penyajian , kelengkapan isi, dan lain-lainnya. Untuk itu
dengan senang hati saya akan menerima segala saran, kritik dari para pembaca guna
memperbaikan makalah ini di kemudian hari.Pembuatan makalah ini diharapkan dapat
berguna bagi para siswa yang ingin mempelajari tentang imunitas lebih dalam. Saya
mengharapkan partisipasi dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna
bagi setiap orang yang membacanya.

Manado, 21Juli 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………………………………………………
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………...
C. Tujuan………………………………………………………………………………….
D. Manfaat………………………………………………………………………………...

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah HIV/IADS……………………………………………………………………
B. Definisi HIV/AIDS…………………………………………………………………….
C. Penyakit AIDS…………………………………………………………………………
D. Gejala Virus……………………………………………………………………………
E. Cara Penularan Virus HIV/AIDS………………………………………………………
F. Siapa Saja Yang Terkena AIDS………………………………………………………..

G. Penanggulangan /Pencegahan Virus HIV/AIDS……………………………………….

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan…………………………………………………………………………….
B. Saran……………………………………………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Tubuh manusia tidak mungkin terhindar dari lingkungan yang mengandung mikroba
pathogen disekelilingnya. Mikroba tersebut dapat menimbulkan penyakit infeksi pada
manusia. Mikroba patogen yang ada bersifat poligenik dan kompleks. Oleh karena itu
respon imun tubuh manusia terhadap berbagai macam mikroba patogen juga berbeda.
Umumnya gambaran biologic spesifik mikroba menentukan mekanisme imun mana yang
berperan untuk proteksi. Begitu juga respon imun terhadap bakteri khususnya bakteri
ekstraseluler atau bakteri intraseluler mempunyai karakteriskik tertentu pula.
Seperti yang diketahui , AIDS adalah suatu penyakit yang belum ada obatnya dan
belum ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit ini
merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia baik
sekarang maupun waktu yang datang. Selain itu AIDS juga dapat menimbulkan
penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi mental.
HIV/AIDS telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai belahan bumi.
HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena Acquired
Immunodeficiency Syndrome ( AIDS) sangat berakibat pada penderitanya. Acquired
immunodeficiency syndrome (AIDS) merupakan sekumpulan gejala penyakit yang
menyerang tubuh manusia setelah sistem kekebalannya dirusak oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus).
Cara penularan HIV dapat melalui hubungan seksual, penggunaan obat suntik,
ibu ke anak-anak dan lain-lain. Mengenai penyakit HIV/AIDS, penyakit ini telah menjadi
pandemi yang mengkhawatirkan masyarakat dunia, karena disamping belum ditemukan
obat dan vaksin pencegahan penyakit ini juga memiliki “window periode” dan fase
asimtomatik (tanpa gejala) yang relatif panjang dalam perjalanan penyakitnya. Hal
tersebut menyebabkan pola perkembangannya seperti fenomena gunung es (iceberg
phenomena).
Jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun di seluruh bagian dunia terus
meningkat meskipun berbagai upaya preventif terus dilaksanakan. Dari beberapa cara
penularan tersebut, masing-masing penularan memiliki resiko penularan cukup besar.
Oleh karena itu, penularan HIV harus diberi pengobatan agar penyebaran mengalami
perlambatan.
HIV tidak dapat disembuhkan karena tidak ada obat yang dapat sepenuhnya
menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak
dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan
antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem
kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1. Apakah HIV/AIDS itu ?
2. Bagaimana cara penularan AIDS
3. Tanda-tanda terserang HIV
4. Siapa saja yang terkena AIDS
5. Bagaimana pencegahan AIDS ?

C. TUJUAN

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memahami tentang bahaya virus
HIV/AIDS dan cara menangulangi virus tersebut. Dan menyadarkan generasi mudasecara
terus menerus akan bahaya HIV/AIDS dan mampu melaksanakan pencgahan dan usaha-
usaha penanggulangannya dalam angka meningkatkan kekebalan tubuh.

D. MANFAAT
Dengan mempelajari makalah ini yang berjudul HIV/AIDS, pembaca dapat mengetahui
manfaat sebagai berikut :
1. Mengurangi penderita HIV/AIDS
2. Mendapatkan ilmu tentag bahaya terkena virus HIV/AIDS

BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH HIV/AIDS

Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para peneliti di Institut Pasteur Perancis pada
tahun 1983 dan NIH yaitu sebuah institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada tahun
1984. Meskipun tim dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc Montagnie,
yang pertama kali mengumumkan penemuan ini di awal tahun 1983 namun penghargaan
untuk penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang berasal dari
Perancis maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau
lymphadenopathy associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert Gallo
menyebut virus ini HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virus type-3. Kemudian
Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan nama human
immunodeficiency virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai sekarang makapara
peneliti tersebut juga sepakat untuk menggunakan istilah HIV. Sesuai dengan namanya,
virus ini “memakan” imunitas tubuh.
Penyakit AIDS telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu singkat
terjadi peningkatan jumlah penderita dan melanda semakin banyak negara. Dikatakan pula
bahwa epidemic yang terjadi tidak saja mengenal penyakit (AIDS), virus (HIV) tetapi juga
reaksi/dampak negative berbagai bidang seperti kesehatan, social, ekonomi, politik,
kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang harus diharapi baik oleh
negara maju maupun negara berkembang.

B. DEFINISI HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan


AIDS. HIV termasuk keluarga virus retro yaitu virus yang memasukan materi genetiknya ke
dalam sel tuan rumah ketika melakukan cara infeksi dengan cara yang berbeda (retro), yaitu
dari RNA menjadi DNA, yang kemudian menyatu dalam DNA sel tuan rumah, membentuk
pro virus dan kemudian melakukan replikasi.
Virus HIV ini dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang
bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada
akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan
sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak
Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih
sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika
diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat
meninggal dunia akibat terkena pilek biasa.

Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, dkk :


AIDS adalah “singkatan dari Acquired Immune Definsiency Syndreome, yaitu
penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia.
Sehingga manusia dapat meninggal bukan semata-mata oleh virus HIV nya oleh penyakit
lain yang sebenarnya bisa ditolak seandainya daya tubuh tidak rusak, sedangkan HIV adalah
nama Virus menyebab AIDS atau disebut Human Immunodeficiency Virus”.(1999, 9)
Jadi Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency
Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau sindrom) yang
timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV, atau
infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-
lain).

C. PENYAKIT AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan dampak atau efek dari
perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu
untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS
disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya
dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi
AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang
mematikan. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan
manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
Bahaya AIDS
Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS
selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan
penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa
mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan
mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan
atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya
pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan tubuh. Sehingga
serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan
meninggal.
Secara etiologi, HIV, yang dahulu disebut virus limfotrofik sel-T manusia tipe III
(HTLV-III) atau virus limfadenopati (LAV), adalah suatu retrovirus manusia sitopatik dari
famili lentivirus. Retrovirus mengubah asam ribonukleatnya (RNA) menjadi asam
deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke dalam sel pejamu. HIV-1 dan HIV-2 adalah
lentivirus sitopatik, dengan HIV-1 menjadi penyebab utama AIDS di seluruh dunia.

D. GEJALA VIRUS

Geajala penyakit HIV/AIDS tidak selalu muncul ketika terinfeksi AIDS, beberapa
orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu setelah
terpapar virus. Mereka mengeluh deman sakit kepala, kelelahan dan kelenjar getah bening
membesar di leher. Gejala HIV AIDS bias jadi salah satu/lebih dari ini semua biasanya
hilang dalam beberapa minggu . Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orangnya.
Kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama
periode ini ,virus terus berkembang secara aktif menginfeksi dan memebunuh sel-sel
kekebalan tubuh . Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri, virus, dan
peyebab infeksi lainnya. Virus HIV menghancurkan sel-sel yang berfungsi sebagai
“pejuang” infeksi primer, yang disebut sebagai CD4 + atau sel T4. Setelah system
kekebalan melemah gejala HIV/AIDS akan muncul. Gejala AIDS adalah tahap yang paling
maju dalam infeksi HIV. Definisi AIDS termasuk semua orang yang terinfeksi HIV yang
memeiliki kurang 200 CD4 + sel per mikroliter darah. Adapun tanda-tanda klinis penderita
AIDS :
1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
5. Dimensia/HIV ensefalopati

Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, dkk, (1999. 43) :


Gejala AIDS timbul setelah 5 – 10 tahun setelah teinfeksi HIV yang sering terlihat gejalanya
antara lain :
1. Gejala awal seperi orang terserang flu biasa
2. Nampak sehat, tetapi dapat menularkan Virus HIV ke siapa saja
3. Muncul gejala ARC (AIDS Related Domplex) seperti :
a) Rasa lelah yang bekepanjangan
b) Sering demam (lebih dari 38 derajad C)
c) Sesak nafas dan batuk berkepnjangan
d) Berat badan menurun secara menolok dengan cepat
e) Bercak merah kebiruan pada kulit/mulut
f) Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas
g) Bercak putih atau luka alam mulut
Gejala – gejala tersebut juga bisa dijumpai pada penykit lain, sebab itu untuk
memastikannya perlu pemeriksaan darah.
4. AIDS dengan tanda-tanda yang spesifik :
a) Sarhana kapossi
b) Pnemocystus cemiri

E. CARA PENULARAN VIRUS HIV/AIDS


Virus HIV terdapat dalam darah, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua yang
berupa cara tubuh yang bersal dari tubuh penderita HIV dapat dipastikan infeksius dan
sangat berpotensial untuk menularkan virus ini pada orang lain, termasuk ketika seseorang
penderita HIV positif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Dan bukan tidak
mungkin jika pasangan seksual itu juga terjangkit penyakit HIV/AIDS apalagi tidak
menggunakan kondom. Baik penderita pria maupun wanita sangat beresiko menularkan
virus HIV ini ketika pasangan melakukan hubungan badan, yakni melalu cairan
sperma(laki-laki) dan melalu darah menstruasi pada vagina(perempuan). Selain itu HIV
juga ditularkan melalui jarum suntik yang digunakan bersamaan dengan penderita HIV
dengan yang bukan penderita(kemungkinan besar akan terinfeksi). Dan juga virus HIV bias
ditularkan oleh seorang ibu yang positif menderita HIV/AIDS ketika ia hamil dan memberi
ASI untuk anakanya.

Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, dkk, (1999, 43 ) : penularan HIV/AIDS


disebabkan oleh:
Virus AIDS alias HIV tidak mudah menular seperti penularan virus influenza. HIV ini
hannya berserang pada sel darah putih tertentu yang disebut T4. Karena sel T4 ini terdapat
pada cairan-cairan tubuh, yaitu :
1) Darah, termasuk darah haid/menstruasi
2) Air mani dan cairan lain yang keluar dari alat kelamin pria kecuali kencing
3) Cairan vagina dan cairan dari leher rahim
HIV hannya bisa menular melalui :
1) Seksual
Seksual yaitu hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, baik yang
homoseksual, bikesual dan heteroseksual. Dengan demikian, penularan ini dapat terjadi WTS,
PTS dan promoksuit
2) Parenteral
Parenteral yaitu melalui luka yang dicemari darah pengidap HIV, seperti dapat terjadi
pada pengguna narkotika suntik yang menggunakan alat suntiknya ini secara bergantian tanpa
memperdulikan aspek kesuciannya, atau dalam penggunaan alat-alat yang membuat luka
seperti tatto, pisau cukur penggosok gigi secara benrgantian
3) Perinatal
Perinatal yaitu penularan oleh ibu yang menyidap HIV kejanin yang dikandungnya.
Di Amerika Serikat 78% dai AIDS pada anak penulannya melalui cara ini.

F. SIAPA SAJA YANG TERKENA AIDS

Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, dkk,(1999. 12) ada lima jenis yang terkena AIDS,
yaitu :
1. Mereka yang mempunyai banyak pasangan seksual (homo dan hetero seksual)
seperti wanita/pria tuna susila dan pelanggannya,mucikari, kelompok homoseks,
biseks, dan waria. Semula diduga bahwa penyakit AIDS hannya merupakan penyakit
yang meimpa kelompok laki-laki “homosiks” yang biasanya berhubungan seksual
dengan sesama laki-laki, “biseks” yang biasanya behubungan seksual dangan wanita
maupun sesama laki-laki. Sekarang diketahui bahwa AIDS bisa menjangkiti siapa
saja melalui berbagai trnasfusi darah
2. Penerima transfusi darah
3. Bayi yang dilahirkan dari ibu penyidap HIV
4. Pecandu nrkotika suntikan
5. Pasangan dari penyidap HIV

G. PENANGGULANGAN /PENCEGAHAN VIRUS HIV/AIDS

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar semakin sedikit orang yang terkena , yaitu dengan:
 Menghindari free sex sebisa mungkin
 Usahakan hanya melakukan hubungan seksual dengan 1 pasangan
 Memberika vaksinanasi jika ibu hamil positif HIV agar bayi kemungkinan kecil
terkena HIV
 Tidak mendonorkan darah jika sudah terkena HIV

Adapun usaha lain yang dapat dilakukan yaitu : memberikan penyuluhan/informasi kepada
seluruh masyarakat tentang HIV/AIDS , melalui penyebaran brosur, poster-poster yang
berhubungan dengan HIV/AIDS , dan melalui iklan di media massa baik itu media cetak/
media elektronik.
Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, dkk, (1999. 12) cara mencegah penularan
HIV/AIDS adalah :

1) Hindarkan hubungan seksual di luar nikah.


Usahakan hannua hubungan seks dengan satu orang pasangan seks, tidak hubungan
seks dengan orang lain.
2) Ibu penyidap HIV, hendaknya jangan hamil, karena akan memindahkan HIV kepada
janinnya.
3) Kelompok berperilaku resiko tinggi dianjurkan tidak menjadi donor darah
4) Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya harus dijamin sterilitasnya.
5) Orang yang sudah HIV (+) dan masih berhubungan seksual aktif gunakan kondom
secara benar
6) Hindarka hubungan seksual bila sedang mengalami luka pada kelamin atau mulut
dan hindarkan pula penggunaan alat-alat tertentu saat hubungan seksual yang
memungkinkan timbulnya luka.
7) Jangan menggunakan pisau cukur, gunting kuku, atau sikat gigi milik orang lain
karena alat-alat tersebut mungkin mengandung butir-butir darah penyidat HIV.
8) Tingkatkan keimana dan ketaqwaan kepada tuhan Yang Maha Esa.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah bahwa kita harus waspada terhadap virus HIV/AIDS.
Makalah di atas juga menjelaskan pengertian, sejarah, cara penularan , gejala-gejal dan
pencegahannya. Adapun kesimpulan yang dapat penulis simpulkan mengenai makalah ini
adalah:
a. HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia,
yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acguired Immuno–Deviensi
Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit dari luar.
b. Tanda dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan
umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami
demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak
virus HIV tersebut.
c. Hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang
dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS yang ada
hanyalah pencegahannya saja.

B. SARAN

Menurut saya sebaiknya anda sebagai pembaca janganlah sampai terkena virus HIV
yang menyebabkan penyakit AIDS, karena penyakit ini sungguh berbahaya. Sebaiknya
jangan melakukan hubungan seks jika anda belum menikah dan jika mau melakukannya
sebaiknya ada memakai pelindung seperti kondom. Jangan juga sering-sering berganti
pasangan karena itu meningkat resiko terkena HIV/AIDS.

DAFTAR PUSTAKA
Menurut H. JH. Wartono, Abu Chanif, Dra. Siti maryanti, Yon subardiyo Bsc.
1999. AIDS/HIV. LEPIN: Jakarta
https://www.academia.edu/6373911/MAKALAH_IKM_HIV_AIDS
www.rijalhabibulloh.com/2014/08/makalah-hiv-aids.html
https://rahha.wordpress.com/2008/09/03/hiv-dan-aids/