You are on page 1of 24

FENOMENA GELOMBANG DALAM

KEHIDUPAN SEHARI-HARI

HUSNUL KHATIMAH
090301
XII IPA 3

SMA NEGERI 5 PAREPARE

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang lebih dikenal dengan ilmu sains atau
ilmu pasti, merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar. Ilmu
pengetahuan alam atau ilmu sains terdiri dari beberapa cabang, khususnya di
tingkat menengah atas dibagi menjadi empat cabang yaitu matematika, fisika,
biologi, dan kimia.
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang berasal
dari bahasa Yunani physokis yang artinya “alamiah” dan physis yang artinya
“alam”. Sedangkan menurut istilah, fisika merupakan ilmu tentang alam yang
mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan
waktu. Salah satu teori yang dipelajari dalam ilmu fisika adalah mekanika klasik
yang mencakup beberapa konsep yang salah satu diantaranya adalah gelombang.
Sebagian besar fenomena alam yang terjadi merupakan penerapan dari
ilmu fisika, tepat hanya disadari oleh sebagian kecil orang. Bahkan siswa-siswi
yang telah mempelajari ilmu fisika di bangku sekolah juga tidak menyadarinya,
hal ini disebabkan karena sebagian besar siswa telah tersugesti bahwa pelajaran
fisika adalah pelajaran yang rumit dan sangat sulit dipahami serta kurangnya
pembelajaran penerapan ilmu fisika di sekolah-sekolah. Padahal kenyataannya,
ilmu fisika adalah menyangkut hal-hal yang ada di sekeliling kita.
Sebagaiman yang telah diuraikan di atas, gelombang merupakan salah satu
pembahasan dalam mata pelajaran atau ilmu fisika yang penerapannya sebenarnya
setiap hari kita rasakan, kita lihat, dan kita nikmati, tetapi juga hanya disadari oleh
sebagian orang.
Oleh karena itu, berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis
bermaksud membuat suatu tulisan mengenai ilmu fisika, yaitu “Fenomena
Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari.”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan
rumusan masalahnya sebagai berikut.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3
1. Apakah yang dimaksud dengan gelombang dan sifat-sifatnya?
2. Bagaimanakah sifat-sifat dan gejala gelombang?
3. Apa sajakah penerapan gelombang dalam fenomena sehari-hari?

C. Tujuan dan Manfaat


Adapun tujuan disusunnya karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk memperdalam pengetahuan penulis dan pembaca mengenai
salah satu pembahasan ilmu fisika yaitu gelombang.
2. Untuk mengetahui fenomena-fenomena alam yang termasuk dalam
penerapan gelombang.
3. Untuk menuntaskan kewajiban tugas Ramadhan mata pelajaran Fisika
kelas XII IPA SMA Negeri 5 Parepare, tahun pelajaran 2011/2012.

Adapun manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dalam penulisan karya


ilmiah ini adalah sebagai berikut.

1. Mendapatkan dan memberikan informasi mengenai fenomena


gelombang dalam kehidupan sehari-hari.
2. Sebagai referensi dalam mempelajari ilmu atau mata pelajaran fisika.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengetian Gelombang

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 3


Husnul Khatimah / XII IPA 3
Menurut kamus besar bahasa indonesia, gelombang adalah
ombak panjang yang bergulung-gulung di laut; aliran getaran suara
yanng bergerak.
Secara umum, gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada
suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat
medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan
menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung
jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat
rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu
detik.
B. Jenis-jenis Gelombang
Berdasarkan mediumnya, gelombang dapat dibedakan menjadi, sebagai
berikut.
a. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik merupakan gelombang yang memerlukan zat
perantara (medium) untuk perambatannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita
seringkali memerhatikan gelombang air yang terbentuk ketika melemparkan batu
ke dalam air yang tenang. Adanya gelombang yang terbentuk pada air terjadi
karena adanya usikan.
Medium tempat usikan merambat tidak bergerak bersama usikan. Medium
hanya bergetar di sekita kedudukan normalnya. Kedudukan normal merupakan
kedudukan permukaan air sebelum batu jatuh. Keadaan medium yang tidak
berpindah dapat kita ketahui dari usikan yang melalui gabus yang mengapung.
Gabus tersebut tidak berpindah tempat, melainkan hanya bergerak sedikiut ke atas
dan ke bawah, ke belakang dan ke depan. Dalam perambatannya gelombang
membawa energi. Gelombang mekanik terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Gelombang Transversal
Gelombang transversal merupakan gelombang yang merambat dengan
arah rambatan tegak lurus dengan arah getaran.
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal merupakan gelombang yang merambat dengan
arah rambatan berimipit dengan arah getaran.
b. Gelombang Elektomegnetik

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 4


Husnul Khatimah / XII IPA 3
Orang yang pertama kali menguji hipotesis Maxwall
mengenai gelombang elektromagnetik adalah Heinrich Hertz,
pada tahun 1887 (Foster, 2004). Percobaan-percobaan yang
dilakukan oleh Hertz memberikan definisi gelombang
elektromagnetik. Supriyono (2006) menyatakan bahwa
“gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan
medan listrik yang berubah secara periodik dan serempak,
dengan arah getar tegak lurus satu sama lain, dan masing-
masing medan tegak lurus arah rambat gelombang”.
C. Sifat-sifat Gelombang
Beberapa sifat gelombang adalah sebagai berikut.

a. Pemantulan gelombang (refleksi gelombang)


Menurut Hukum Snellius,
gelombang datang, gelombang pantul,
dan garis normal berada pada satu bidang
dan sudut dating akan sama dengan sudut
pantul, seperti tampak pada gambar
disamping:
Untuk gelombang dua atau tiga Gambar 1. Refleksi gelombang

dimensi seperti gelombang air, kita mengenal dengan istilah sinar gelombang dan
muka gelombang.

b. Pembiasan gelombang (refraksi gelombang)


Pada pemantulan gelombang,
gelombang yang tiba di batas medium akan
dipantulkan ke arah semula. Pada pembiasan,
gelombang yang mengenai bidang batas
antara dua medium, sebagian akan
dipantulkan dan sebagian lagi akan diteruskan
Gambar 2. Refraksi gelombang
atau dibiaskan. Gelombang yang dibiaskan ini akan mengalami pembelokan arah
dari arah semula tergantung pada mediumnya.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 5


Husnul Khatimah / XII IPA 3
Pada medium kedua, cepat rambat gelombang mengalami perubahan dan
perubahan ini pun tergantung pada mediumnya. Dengan kata lain, pembiasan
gelombang adalah pembelokan arah lintasan gelombang etelah melewati bidang
batas antara dua medium yang berbeda.

Pada gambar diatas diperlihatkan pembiasan cahaya dari medium udara


dengan indeks bias n, ke medium air yang memiliki indeks bias n2. Menurut
Hukum Snellius tentang pembiasan:
1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias, terletak pada satu bidang datar

2. Sinar yang datang dari medium dengan indeks bias kecil ke medium
dengan indeks bias yang lebih besar dibiaskan mendekati garis normal,
dan sebaliknya.

3. Perbandingan nilai sinus sudut datang (sin i) terhadap sinus sudut bias (sin
r) dari satu medium ke medium lainnya selalu tetap. Perbandingan ini
disebut sehagai indeks bias relatif suatu medium terhadap medium lain.
Secara matematis Hukum Snellius dapat dirumuskansebagai berikut:
n1 sin i = n2 sin r atau n2/n1 = sin i / sin r
Dengan n1 adalah indeks bias medium pertama, n2 adalah indeks bias
medium kedua, I adalah sudut dating, dan r adalah sudut bias. Adapun n21 adalah
indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1. Indeks bias mutlak didefinisikan
sebagai n= c/v
Dengan :
c = laju cahaya di ruang hampa
v = laju cahaya dalam suatu medium
Indeks bias mutlak ruang hampa (n1 = 1) ke dalam air (n2), indeks bias n2
menjadi indeks bias mutlak dan dituliskan sebagai berikut:
n2= sin i / sin r

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 6


Husnul Khatimah / XII IPA 3
(a) (b)
Gambar 3.a. gelombang air merambat dari suatu medium ke medium lain setelah melewati
bidang batas antara kedua medium, sehingga mengalami pembelokan.
Gambar 3.b. perubabahan kecepatan gelombang

Keterangan :
(a)Perubahan panjang gelombang, λ2 lebih pendek dari pada λ1.
(b)Perubahan kecepatan gelombang, v2 lebih kecil dari pada v1.
c. Inteferensi gelombang

(a) (b)

Gambar 4.a. Dua gelombang sefase


Gambar 4.b. Dua gelombang berlawanan fase

Dua gelombang disebut sefase jika kedua gelombang tersebut memiliki


frekuensi sama dan pada setiap saat yang sama memiliki arah simpangan yang
sama pula. Adapun dua gelombang disebut berlawanan fase, jika kedua
gelombang tersebut memiliki frekuensi sama, dan pada setiap seal yang sama
memiliki arah simpangan yang berlawanan.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 7


Husnul Khatimah / XII IPA 3
Untuk mengamati interterensi dari dua buah gelombang dapat digunakan
sebuah tangki rink (ripple tank). Pertemuan kedua gelombang akan mengalami
inter¬ferensi..lika pertemunan kedua gelombang saling menguatkan, disebut interf
reusi maksimum atau interferensi konstruktif. Peristiwa ini terjadi jika pada titik
pertemuan tersebut kedua gelombang sefase. Akan tetapi, jika pertemuan
gelombang saling melemahkan, disebut interferensi minimum atau interferensi
destruktif. Peristiwa ini terjadi jika pada titik pertemuan tersebut kedua
gelombangnya berlawanan fase.

Jika dua gelombang sefase dan dua gelombang berlawanan fase


mengalami interferensi, akan didapatkan seperti gambar dibawah ini:

(a) (b)
Gambar 5.a. interferensi maksimum dua gelombang sefase
Gambar 5.b. interferensi minimum dua gelombang berlawanan fase

d. Difraksi gelombang
Peristiwa difraksi atau lenturan dapat terjadi jika sebuah gelombang
melewati sebuah penghalang atau melewati sebuah celah sempit. Pada suatu
medium yang serba sama, gelombang akan merambat lurus. Akan tetapi, jika pada
medium tersebut gelomhang terhalangi, bentuk dan arah perambatannya dapat
berubah.
Jika sebuah gelombang pada permukaan air merambat lurus. Kernudian,
gelombang tersebut terhalang oleh sebuah penghalang yang memiliki sebuah
celah sempit. Gelombang akan merambat melewati celah sempit tersebut. Celah
sempit seolah-olah merupakan sumber gelomhang baru. Oleh karena itu. setelah
melewati celah sempit gelombang akan merambat membentuk lingkaran-
lingkaran dengan celah sempit tersebut sebagai pusatnya.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 8


Husnul Khatimah / XII IPA 3
e. Dispersi gelombang
Perubahan bentuk gelombang ketika
melewati suatu medium disebut disperse
gelombang.
Gelombang longitudinal, seperti
gelombang bunyi, kecil sekali mengalami
Gambar 6. Dispersi gelombang
dispersi atau bahkan tidak sama sekali. Sifat inilah yang digunakan dalam
pencitraan dengan mengunakan USG (Ultra Sonografi).
Gelombang cahaya juga mengalami dispersi. Dengan sifat dispersi
gelombang cahaya pada prisma, kita dapat menentukan lebar spektrum matahari.
Misalkan cahaya polikromatik (cahaya matahari) dilewatkan pada prisma dengan
indeks bias n2 dalam medium berindeks bias n1, dan sudut pembias β seperti pada
gambar. 8.
Besar sudut yang dibentuk antara sinar yang masuk ke prisma dan yang
keluar prisma disebutsudut deviasi, yang besarnya dapat ditulis sebagai berikut:
D=i+r'- β

Keterangan:
β = sudut pembias prisma
i = besar sudut cahaya datang ke prisma
r’ = besar sudut cahaya saat meninggalkan prisma
Sudut Dispersi
Bila cahaya putih (polikromatik) atau cahaya matahari melewati suatu
prisma maka cahaya yang keluar dari prisma berupa spektrum cahaya matahari
yang terdiri atas warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nilla, dan ungu.
Penguraian warna polikromatik menjadi warna monokromatik yang disebabkan
oleh perbedaan cepat rambat dari masing – masing warna disebut dengan disperse.
Setiap warna cahaya memiliki sududt deviasi minimum masing – masing.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 9


Husnul Khatimah / XII IPA 3
Selisih deviasi warna ungu dengan warna merah disebut sudut dispersi. Jadi, lebar
sudut disperse atau lebar spectrum matahari dapat dinyatakan sebagai berikut:
φ= (nμ- 1)β - (nm- 1)β atau φ= (nμ- nm )β

Dengan:
nµ = indeks bias sinar ungu
nm = indeks bias sinar merah
φ = sudut disperse
β = sudut pembias prisma

f. Polarisasi gelombang
Polarisasi gelombang merupakan gejala gelombang yang terjadi hanya
pada gelombang transversal. Gelombang yang hanya merambat pada satu bidang
disebut gelombang terpolarisasi linier, sedangkan gelombang yang merambat
tidak pada satu bidang disebut gelombang takterpolarisasi.
Gambar 7.a. gelombang
terpolarisasi linear pada
arah vertikal
Gambar 7.b. gelombang
terpolarisasi linear pada
arah horizontal
Gambar 7.c. gelombang
takterpolarisasi

Gelombang cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya yang


getarannya hanya dalam satu bidang, proses untuk mengubah cahaya
takterpolarisasi menjadi cahaya terpolarisasi dikenal sebagai polarisasi.
g. Sifat Gelombang Secara Umum
Secara umum, sifat gelombang adalah:
a. Dapat mengalami pemantulan atau refleksi
b. Dapat mengalami pembiasan atau refraksi
c. Dapat mengalami superposisi atau interferensi
d. Dapat mengalami lenturan atau difraksi, dan
e. Dapat mengalami pengutuban atau polarisasi
D. Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 0
Sebagaimana yang telah dibahas pada bab I bahwa fisika merupakan salah
satu cabang ilmu sains yang membahas tentang alam yang mempelajari gejala
alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Berdasarkan
judul yang dipilih dalam penulisan karya tulis ini, maka di bagian ini akan
dijelaskan beberapa fenomena gelombang dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
sebagai berikut.

a. Gelombang Air/Laut
Gelombang di laut dapat dibedakan menjadi beberapa macam yang
tergantung dari gaya pembangkitnya. Gelombang tersebut adalah gelombang
angin yang dibangkitkan oleh tiupan angina di permukaan laut, gelombang pasang
surut dibangkitkan oleh gaya tarik benda-benda langit terutama matahari dan
bulan terhadap bumi, gelombang tsunami terjadi karena letusan gunung berapi
atau gempa di laut, gelombang yang dibangkitkan oleh kapal yang bergerak dan
sebagainya.
1. Gelombang Laut Akibat Angin

Gelombang yang disebabkan oleh angin dapat menimbulkan energi untuk


membentuk pantai, menimbulkan arus dan transpor sedimen dalam arah tegak
lurus dan sepanjang pantai, serta menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada
bangunan pantai. Gelombang merupakan factor utama di dalam penentuan tata
letak (layout) pelabuhan, alur pelayaran, perencanaan bangunan pantai, dan
sebagainya. Pada gambar.10 ditunjukan suatu bentuk contoh gelombang laut
akibat angina dengan periodenya.

Gambar 8. gelombang laut akibat angin dengan Periode Pendek: 2 – 25 detik

2. Gelombang Laut Akibat Pasang Surut

Pasang surut juga merupakan faktor yang penting karena bisa


menimbulkan arus yang cukup kuat terutama di daerah yang sempit, misalkan di

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 1
teluk, estuary, dan muara sungai. Selain itu elevasi muka air pasang dan air surut
juga sangat penting untuk merencanakan bangunan – bangunan pantai. Sebagai
contoh elevasi puncak bangunan pantai ditentukan oleh elevasi muka air pasang
untuk mengurangi limpasan air, sementara kedalaman alur pelayaran dan perairan
pelabuhan ditentukan oleh muka air surut. Gelombang besar yang datang ke
pantai pada saat air pasang bias menyebabkan kerusakan pantai sampai jauh ke
daratan.

3. Gelombang Laut Akibat Tsunami

Tsunami adalah gelombang yang terjadi karena letusan gunung berapi atau
gempa bumi di laut. Gelombang yang terjadi bervariasi dari 0,5 m sampai 30 m
dan periode dari beberapa menit sampai sekitar satu jam. Tinggi gelombang
tsunami dipengaruhi oleh konfigurasi dasar laut. Selama penjalaran dari tengah
laut (pusat terbentuknya tsunami) menuju pantai, sedangkan tinggi gelombang
semakin besar oleh karena pengaruh perubahan kedalaman laut. Di daerah pantai
tinggi gelombang tsunami dapat mencapai puluhan meter. Pada gambar 9.a.
ditunjukan contoh gelombang laut akibat tsunami yang berada di laut dalam
dengan ketinggian puncak gelombang < 1 m dan pada gambar 9.b. ditunjukan
contoh gelombang laut akibat tsunami yang berada di pantai dengan ketinggian
puncak gelombang ≤ 30 m.

Gambar 9.a. Gelombang Laut Akibat Tsunami di Laut dalam

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 2
Gambar 9.b. Gelombang Laut Akibat Tsunami di Pantai

Proses Pembangkitan Gelombang di Laut


Proses terbentuknya pembangkitan gelombang di laut oleh gerakan angin
belum sepenuhnya dapat dimengerti, atau dapat dijelaskan secara terperinci.
Tetapi meurut perkiraan, gelombang terjadi karena hembusan angin secara teratur,
terus-menerus, di atas permukaan air laut. Hembusan angin yang demikian akan
membentuk riak permukaan, yang bergerak kira-kira searah dengan hembusan
angin (lihat Gambar 10.)

Gambar 10. Mekanisme Terbentuknya Gelombang di Laut Pada Umumnya

Bila angin masih terus berhembus dalam waktu yang cukup panjang dan
meliputi jarak permukaan laut (fetch) yang cukup besar, maka riak air akan
tumbuh menjadi gelombang. Pada saat yang bersamaan riak permukaan baru akan
terbentuk di atas gelombang yang terbentuk, dan selanjutnya akan berkembang
menjadi gelombang – gelombang baru tersendiri. Proses yang demikian tentunya
akan berjalan terus menerus (kontinyu), dan bila gelombang diamati pada waktu
dan tempat tertentu, akan terlihat sebagai kombinasi perubahan-perubahan
panjang gelombang dan tinggi gelombang yang saling bertautan.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 3
Komponen gelombang secara individu masih akan mempunyai sifat-sifat seperti
gelombang pada kondisi ideal, yang tidak terpengaruh oleh gelombang-
gelombang lain. Sedang dalam kenyataannya, sebagai contoh, gelombang-
gelombang yang bergerak secara cepat akan melewati gelombang-gelombang lain
yang lebih pendek (lamban), yang selanjutnya mengakibatkan terjadinya
perubahan yang terus-menerus bersamaan dengan gerakan gelombang-gelombang
yang saling melampaui.
Jelasnya gelombang-gelombang akan mengambil energi dan angin.
Penyerapan energi ini akan dilawan dengan mekanisme peredam, yaitu pecahnya
gelombang dan kekentalan air. Bila angin secara kontinyu berhembus dengan
kecepatan yang tetap untuk waktu dan ‘fetch’ yang cukup panjang, maka jumlah
energi yang terserap oleh gelombang akan diimbangi dengan energi yang
dikeluarkan sehingga suatu sistem ‘gelombang sempurna’ (fully developed waves)
akan tercapai. Sistem gelombang demikian sebenarnya jarang dijumpai karena
kondisi ‘steady’ tidak sering terjadi, dan juga’fetch’ kadang-kadang dibatasi oleh
kondisi geografi lingkungan.
Bilamana angin berhenti berhembus, sistem gelombang yang telah
terbentuk akan segera melemah. Karena gelombang pecah adalah merupakan
mekanisme yang paling dominan, maka gelombang pendek dan lancip, akan
menghilang terlebih dulu, sehingga tinggal gelombang-gelombang panjang yang
kemudian menghilang oleh gaya-gaya kekentalan, yang pada dasarnya lebih kecil
dari gelombang pecah.
Proses pelemahan (menghilangnya) gelombang mungkin mencapai
beberapa hari, yang bersamaan dengan itu gelombang-gelombang panjang sudah
bergerak dan menempuh jarak ribuan kilometer, yang pada jarak yang cukup jauh
dan tempat mulainya gelombang akan dapat diamati sebagai alun (swell). Alun
biasanya mempunyai periode yang sangat panjang, dan bentuknya cukup
beraturan (reguler). Sistem gelombang yang terbentuk secara lokal mungkin akan
dipengaruhi oleh alun yang terbentuk dan tempat yang jauh; yang tentu saja tidak
ada kaitannya dengan angin lokal.
b. Gelombang Otak (Brainwave)

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 4
Jika kita berkunjung ke rumah sakit, laboratium, atau ke pusat-pusat
penelititan fungsi otak manusia, maka kita bisa menemui EEG atau
electroencephalogram dan Brain Mapping. Kedua alat tersebut digunakan untuk
mengamati aktivitas otak manusia. Perbedaannya adalah Brain Mapping hanya
memeriksa secara fisik. Untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan atau
kecacatan otak, misalkan tumor otak, pecahnya pembulu darah otak, benturan
pada kepala dan seterusnya. Sedangkan EEG memeriksa getaran, frekwensi,
sinyal atau Gelombang Otak (Brainwave) yang kemudian dikelompokkan
kedalam beberapa kondisi kesadaran.
Getaran atau frekuensi adalah jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan
satuan Hz (hertz). Berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai negara
maju, frekuensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur
ringan, tidur nyenyak, trance, panik, dan sebagainya. Melalui penelitian yang
panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bawah Gelombang Otak
(Brainwave) berkaitan dengan kondisi pikiran. Saya akan jelaskan satu per satu
tentang jenis-jenis frekuensi Gelombang Otak (Brainwave) dan pengaruhnya
terhadap kondisi otak manusia.
1. Gamma (16-100 Hz)

Gelombang gamma
cenderung merupakan yang
terendah dalam amplitudo
dan merupakan gelombang Gambar 11. Gelombang gamma
paling cepat. Gamma merupakan brainwave yang terjadi pada saat seseorang
mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena
pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan.
Kondisi Gamma adalah kondisi dalam kesadaran penuh. Berdasarkan
penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas
gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma
(tepat 100 Hz) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 5
geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang
luar biasa.
2. Beta (di atas 12 Hz atau dari 12 Hz sampai dengan 19 Hz)
Gelombang beta adalah
gelombang otak yang terjadi pada
saat seseorang mengalami

Gambar 12. Gelombang beta aktifitas mental yang terjaga


penuh. Kita berada dalam kondisi ini pada saat melakukan kegiatan sehari-hari
dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita. Gelombang beta dibagi menjadi
3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan
getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi
dengan getaran gamma, dan selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz). Gelombang beta
di perlukan otak ketika berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan
pikiran di mana kita telah menghabiskan sebagian besar hidup.
3. Sensori Motor Rhytm (12-16 Hz)
SMR sebenarnya
masih masuk kelompok
getaran lowbeta, namun
mendapatkan perhatian
Gambar 13.
khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam Gelombang SMR
akhir-akhir ini oleh para ahli,
karena adanya penderita epilepsy, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity
Disorder) dan autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para
penderita gangguan di atas tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal
yang dianggap penting, sehingga pengobatan yang tepat adalah mencari cara agar
otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan
dengan teknik neurofeedback.

4. Alpha (8-12 Hz)


Adalah gelombang
otak yang terjadi pada saat
seseorang yang mengalami
relaksaksi atau mulai Gambar 14. Gelombang alpha

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 6
istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Kita
menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara
sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar
hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang
memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha.
Frekuensi alpha (8-12 hz) , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran
sadar dan bawah sadar. Kita bisa mengingat mimpi karena memiliki gelombang
alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa diingat, tergantung kualitas dan
kuantitas gelombang alpha pada saat bermimpi. Alpha adalah pikiran yang paling
cocok untuk pemrograman bawah sadar.
5. Theta (4-8 Hz)
Yaitu brainwave yang
terjadi pada saat seseorang
mengalami tidur ringan, atau Gambar 15. Gelombang theta
sangat mengantuk. Tanda-tandanya adalah napas mulai melambat dan dalam.
Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan
gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, serta menjalani
ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana
atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka
latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
Dengan latihan, kita dapat memanfaatkan gelombang otak theta untuk
tujuan yang lebih besar, yaitu memasuki kondisi meditasi yang sangat dalam.
Namun, biasanya ketika telah mencapai theta, kita menjadi mudah tertidur. Di
sinilah alasan bahwa gelombang alpha adalah keadaan utama untuk pemrograman
pikiran bawah sadar. Jika ingin bereksperimen dengan meditasi melalui
gelombang otak theta, duduklah tegak untuk tetap sadar dan mencegah dari
tertidur.
Fenomena bahwa bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam
sehari menunjukkkan bahwa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha
dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran
bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 7
menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga
menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-
mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru.
Gelombang otak theta juga dikenal sebagai "gelombang ajaib" karena
berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa
banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal
laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita
bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam
kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila
kita dapat memasuki fase gelombang theta. Kita mungkin pernah mengalaminya
saat berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Dengan dasar inilah "god
spot" ditemukan.
6. Delta (0.5-4 Hz)
Delta merupakan
gelombang otak yang memiliki
amplitudo yang besar dan Gambar 16. Gelombang delta
frekuensi yang rendah, yaitu dibawah 3 Hz. Otak kita menghasilkan gelombang
ini ketika tertidur lelap tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh
dan pikiran. Tubuh melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan
jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat tertidur lelap. Gelombang Delta
adalah gelombang yang paling rendah pada otak, otak tidak akan pernah mencapai
frekwensi 0 hz, karena jika otak kita dalam kasus ini, maka kita akan mati.
7. Schumann Reconance (7.83 Hz)
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekuensi 7.83 Hz
yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya
mampu menghasilkan dan mempertahan frekuensi ini memiliki kemampuan
supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya.
Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau
Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan
konstan.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 8
Penemuan baru dibidang frekuensi dan gelombang otak (brainwave)
manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih
ada gelombang dan frekuensi lain dibawah delta, atau dibawah 0.5 Hz, yaitu
frekuensi EPSILON, yang juga sangat memengaruhi aktifitas mental seseorang
dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta diatas.
Metode Stimulasi Gelombang Otak
Stimulasi gelombang otak adalah fenomena yang alami, sama alaminya
dengan teori fisika. Getaran suara tertentu yang didengarkan telinga bisa
menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekuensinya
sama dengan frekwensi suara yang kita dengar. Hal ini sama saja dengan huk um
fisika pada dua garpu tala.
Apabila ada dua buah garpu tala yang senada, apabila salah satu garpu tala
diketuk T1 (digetarkan), lalu didekatkan tanpa menyentuhnya kepada garpu tala
lain T2 yang diam, maka garpu tala yang lain ini akan ikut bergetar dengan nada
yang sama. Maka, garpu tala T2 disebut beresonansi (ikut bergetar) dengan garpu
tala T1.
Demikian pula otak manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat
gelombang otak manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan
sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar
menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk
meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi,
aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi
mereka yang menderita ADHD, ADD atau autism, susah tidur dan seterusnya.

c. Gelombang Radio

Panjang gelombang radio frekuensi terentang dari


beberapa kilometer sampai 0,3 meter. Frekuensi gelombang
radio terentang sekitar beberapa hertz dan energi foton bergerak
dari sekitar 0 sampai 10 eV.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 1


Husnul Khatimah / XII IPA 3 9
Anonim (2009a) menyatakan bahwa berdasarkan lebar
frekuensinya, gelombang radio dibedakan menjadi Low
Frequency (LF), Medium Frequency (MF), High Frequency (HF),
Very High Frequency (VHG), Ultra High Frequency (UHF), dan
Super High Frequency (SHF).

Foster (2004) menyatakan “modulasi frekuensi sebagai


pembawa informasi lebih unggul dibandingkan dengan modulasi
amplitudo (AM) sebab pada pemancar AM akan terdengar daru
akibat adanya peristiwa-peristiwa kelistrikan dan kemagnetan di
udara yang dapat mengganggu amplitudo gelombang.”

Radio energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan


kisaran panjang gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter.
Penggunaan paling banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan
sistem radar. Radar berguna untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta
3D permukaan bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es di daerah kutub dan
memonitor lingkungan. Panjang gelombang radar berkisar antara 0.8 – 100 cm.

d. Gelombang Televisi
Frekuensi gelombang televisi sedikit lebih tinggi dari gelombang
radio. Gelombang ini merambat lurus dan tidak dapat dipantulkan oleh
lapisan-lapisan atmosfer bumi sehingga untuk menangkap siaran
televisi, diperlukan sebuah stasiun penghubung, misalnya stasiun
Jakarta, maka di wilayah Bandung diperlukan sebuah stasiun
penghubung yang terletak di puncak gunung Tangkuban Perahu
sedangkan untuk Indonesia bagian timur memerlukan stasiun
penghubung berupa satelit (Foster, 2004).
e. Gelombang Mikro

Supriyono, (2006) menyatakan bahwa panjang gelombang


mikro terentang dari 0,3 meter hingga 0,001 meter dengan
frekuensi terentang dari 109 hertz hingga 3 x 1011 hertz. Daerah

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3 0
gelombang mikro ditandai sebagai UHF yang berarti frekuensi
ultra tinggi relatife terhadap frekuensi radio. Gelombang ini
dihasilkan oleh peralatan elektronik khusus, misalnya dalam
tabung klystron.

f. Inframerah

Supriyono, (2006) menyatakan bahwa panjang gelombang


inframerah terentang dari 10-3 meter sampai 7,8 x 10-7 meter
dengan rentang frekuensi inframereh dari 3 x 1011 hertz sampai 4
x 1014 hertz. Lala (2008) menyatakan sinar infra merah dihasilkan
oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena
benda dipanaskan. Jadi, setiap benda panas memancarkan sinar
inframerah dengan sinar yang dipancarkan bergantung pada
suhu dan warna benda.

Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan menyelidiki pancaran


inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan
untuk mendeteksi masalah sirkulasi darah, radang sendi dan kanker. Radiasi
inframerah dapat juga digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa
sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan menyembunyikan alarm. Remote
control berkomunikasi dengan TV melalui radiasi sinar inframerah yang
dihasilkan oleh LED ( Light Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit, sehingga
kita dapat menyalakan TV dari jarak jauh dengan menggunakan remote control.

g. Cahaya Tampak

Cahaya tampak merupakan spektrum gelombang


elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Supriyono
(2006) menyatakan bahwa panjang gelombang cahaya terentang dari
7,8 x 10-7 meter (warna merah) sampai 3,8 x 10 -7 meter (warna ungu)
dengan frekuensi cahaya dari 4 x 10 14 hertz sampai 8 x 1014 hertz.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3 1
Cahaya ini dihasilkan oleh atom dan molekul yang diakibatkan kerena
adanya perubahan internal gerakan elektron.

h. Sinar Ultraviolet
Matahari merupakan sinar ultraviolet yang memiliki radiasi
ultraviolet yang tinggi. Supriyono (2006) menyatakan bahwa panjang
gelombang sinar ultraviolet terentang dari 3,8 x 10 -7 meter hingga 6 x
10-10 meter dengan rentang frekuensi dari 8 x 10 14 hertz sampai sekitar
3 x 1017 hertz. Sinar ultraviolet dihasilkan oleh atom dan molekul yang
bermuatan listrik.
Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh
kuman-kuman penyakit kulit.
i. Sinar-X

Sinar-X memiliki panjang gelombang berkisar antara 10 -11


meter sampai 10-9 meter dengan rentang frekuensi 1016 hertz
hingga 1020 hertz sehingga sinar ini memiliki daya tembus yang
cukup kuat yang dapat menembus buku tebal, kayu tebal, dan
bahkan pelat aliminium setebal 1 cm (Anonim, 2009c). Anonim
(2009b) menyatakan bahwa “sinar-X dihasilkan oleh elektron-
elektron yang berada di bagian dalam kulit elektron atom, atau
pancaran yang terjadi karena elektron dengan kelajuan besar
menumbuk logam”. Supriyono (2006) menyimpulkan bahwa
sinar-X memiliki sifat-sifat, yaitu:

a. merambat menurut lurus,

b. dapat menghitamkan pelat film,

c. dapat mengionkan gas karena memiliki energi tinggi,

d. dapat menembus logam tipis,

e. tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan


magnet,

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3 2
f. dipancarkan ketika sinar katode menumbuk logam,

g. dapat mengeluarkan elektron-elektron foto dari permukaan


logam yang ditumbukkan.

Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret


kedudukan tulang dalam badan terutama untuk menentukan tulang yang patah.
Akan tetapi penggunaan sinar X harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia
dapat rusak akibat penggunaan sinar X yang terlalu lama.

j. Sinar Gamma
Sinar gamma memiliki pajang gelombang 10 -10 meter sampai 10-
12
meter dengan frekuensi 1018 hingga 1020 (Supriyono, 2006). Sinar
gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang mempunyai
frekuensi terbesar dan bentuk radioaktif yang dikeluarkan inti-inti atom
tertentu. Gelombang ini memiliki energi yang besar yang dapat
menembus logam dan beton.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3 3
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gelombang merupakan salah satu pokok pembahasan dalam pelajaran
fisika yang penerapannya dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Gelombang merupakan bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium.
Beberapa fenomena gelombang dalam kehidupan sehari-hari adalah gelombang
air (laut), gelombang otak, gelombang televisi, gelombang radio, gelombang
mikro, inramerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, sinar gamma, dan
lain-lain.
B. Saran
Setiap karya yang dibuat atau dihasilkan manusia tidak pernah luput dari
kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa. Salah satu faktor
yang menjadi penghambat tidak mencapainya mendekati kesempurnaan adalah
kurangnya literatur yang dimiliki serta kurangnya pengetahuan yang didapatkan
dari buku-buku. Oleh karena itu, diharapkan untuk penulisan berikutnya dapat
diperbaiki lagi dengan memperbanyak literarur dan menambah waktu membaca
bacaan bermanfaat bagi penulis setiap hari.

Fenomena Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari 2


Husnul Khatimah / XII IPA 3 4