You are on page 1of 3

MODUL 5

“KARAKTERISTIK BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR”


Kegiatan Belajar 1:
Bentuk-bentuk Kegiatan Belajar yang Biasa Dilakukan Siswa Sekolah Dasar

A. BELAJAR MENEMUKAN
Menurut Jerome S. Bruner menyatakan bahwa inti belajar adalah bagaimana orang memilih,
mempertahankan, dan mentransformasikan informasi secara aktif. Menurut Bruner, selama
kegiatan belajar berlangsung hendaknya siswa dibiarkan untuk menemukan sendiri makna
segala sesuatu yang dipelajari ( discovery learning ). Dalam hal ini siswa diberikan kesempatan
seluas-luasnya untuk berperan dalam memecahkan masalah.Dengan cara tersebut di harapkan
mereka mampu memahami konsep-konsep dalam bahasa mereka sendiri. Dengan kata lain
metode discovery learning mendorong siswa untuk bertanya dan merumuskan jawaban
sementara mereka, serta menarik kesimpulan terhadap prinsip umum dari contoh praktik atau
pengalaman yang dilakukannya.
Bagus Takwin dalam tulisannya “Belajar Menemukan Kesalahan “ mengatakan bahwa anak
dapat diajarkan untuk menemukan kesalahan- kesalahan dari kejadian sehari-hari dengan
menggunakan gambar. Untuk stimulus yang lebih kompleks dapat digunakan rangkaian
gambar yang memuat beberapa kesalahan , lalu anak diminta menemukan kesalahan dalam
rangkaian gambar tersebut. Contoh: tunjukkan serangkaian gambar yang memuat dua atau
lebih anak yang sedang berkelahi, lalu ajukan pertanyaan kepada mereka apa yang salah dari
perilaku anak-anak dalam rangkaian gambar itu. Jawaban-jawaban anak dapat menjadi bahan
diskusi yang dapat merangsang anak untuk berpikir kritis.
Selain itu guru juga dapat menerapkan metode percobaan ( Experimental method ), yaitu
metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan
sendiri. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi
,yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri.
Misalnya, mengajak anak ke kebun pisang untuk menjelaskan tentang pisang. Dengan belajar
dari alam, anak dapat mengamati sesuatu secara konkret.

B. BELAJAR MENYIMAK

Contoh kegiatan belajar menyimak siswa adalah sebagai berikut;


1. Bermain dengan kata seperti bercerita, membaca serta menulis. Hal ini dapat membantu
siswa mengingat nama, tempat, tanggal dan hal-hal lain dengan cara mendengar kemudian
menyebutkannya.
2. Bermain dengan pertanyaan dengan cara guru memancing keingintahuan dengan berbagai
pertanyaan.
3. Bermain dengan gambar.
4. Bermain dengan music.

C. BELAJAR MENIRU
Anak akan banyak sekali belajar melalui melihat, mengamati, menginternalisasi hingga meniru
dalam bentuk perilaku, bahkan hingga perilaku hasil meniru menetap sebagai suatu kebiasaan.
Oleh karena itu, guru hendaknya selalu memberi contoh yang baik , sehingga siswa akan
berperilaku sesuai dengan apa yang biasa dilihatnya.

D. BELAJAR MENGHAFAL

Kecenderungan siswa belajar dengan metode menghafal ini disebabkan oleh budaya yang
terjadi disekolah, yang pada umumnya didominasi oleh komunikasi satu arah , yaitu guru ke
siswa dan kurang merangsang rasa ingin tahu, prakarsa maupun individualisasi. Siswa menjadi
penerima yang pasif. Metode menghafal juga mengandung akibat buruk pada perkembangan
mental siswa. Metode menghafal merupakan aktivitas yang tidak terlalu banyak menuntut
aktivitas berpikir. Hal ini akan berpola dalam banyak bentuk kebiasaan belajar, sehingga siswa
kehilanhan sense of learning atau kepekaan untuk belajar. Oleh karena itu sebagai guru harus
dapat membenahi metode belajar siswa dan member bekal keterampilan belajar serta berusaha
membiasakan siswa menggunakan metode berpikir logis dan sistematis.

E. BELAJAR MERANGKAI

Untuk mengembangkan kemampuan belajar merangkai dapat dilakukan dengan permainan


aneka jenis binatang.Melalui permainan ini, siswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok
binatang diharuskan untuk membuat karakteristik dari binatang yang menjadi kelompoknya.
Kemudian menyuruh siswa untuk merangkai pertanyaan mengenai cirri-cirin yang sudah
dibuat oleh teman di kelompok lain. Misalnya;
- Keluarga kambing
a. Hidupnya di darat
b. Makanannya rumput
c. Kegunaanya; sebagai hewan ternak, bulunya dapat dibuat untuk kerajinan tangan,dapat
menjadi hewan kurban
d. Cirri-cirinya; mempunyai 4 kaki, berbulu lembut,mempunyai kepala , berkembang biak
dengan melahirkan, tidak punya cakar.
Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan selama
presentasi, kelompok lain boleh bertanya atau menambahkan hal-hal lain tentang binatang yang
sedang dipresentasikan.

F. BELAJAR MENGAMALKAN

Metode belajar mengamalkan erat kaitannya dengan mata pelajaran PPKn dan Agama,karena
dengan mata pelajaran tersebut anak diajarkan nilai-nilai moral dan perilaku yang hendaknya
ditampilkan pada saat mereka bersosialisasi di masyarakat.

G. BELAJAR MENGANALISIS
Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan belajar
menganalisis pada siswa SD adalah dengan menggunakan permainan teka-teki atau tebak-
tebakan, sehingga anak terbiasa menganalisis suatu permasalahan berdasarkan informasi yang
tersedia dan mencari jawabannya.
Manfaat dari permainan teka-teki adalah;
1. Mengasah daya ingat
2. Belajar klasifikasi
3. Mengembangkan kemampuan analisis
4. Menghibur

H. BELAJAR MERESPON

Respon merupakan suatu tanggapan yang diberikan oleh seseorang sebagai reaksi dari suatu
tertentu. Contoh kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan merespon bagi siswa SD
adalah dengan memberikan pertanyaan seputar peristiwa yang terjadi di sekitarnya, misalnya
bagaimana respon/tanggapan siswa apabila temannya sedang ditimpa musibah banjir, gempa
bumi atau tanah longsor.

I. BELAJAR MENGORGANISASIKAN

Menurut Carl Rogers yang penting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru
memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu;
1. Manusia memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang
hal-hal yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
3. Pengorganisasian bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
Contoh belajar mengorganisasikan mata pelajaran IPS SD, ketika anak diberikan pengetahuan
tentang sejarah proklamasi kemerdekaan RI, guru dapat membuat skema sebagai berikut.

J. BELAJAR MENGAMBIL KEPUTUSAN

Sebenarnya anak sudah belajar secara alami bagaimana mereka harus menentukan pilihan.
Pengembangan kemampuan untuk mengambil keputusan dapat dilakukan dengan
metode problem solving atau pemecahan masalah.

K. BERLATIH

Untuk mengembangkan kemampuan berlatih, guru dapat menggunakan metode bermain peran
dengan cara mengajak siswa untuk praktek jual beli diwarung sekolah.

L. BELAJAR MENGHAYATI
Kemampuan menghayati dapat dikembangkan melalui mata pelajaran kesenian, yaitu dengan
cara menghayati suatu peran / tokoh dalam cerita atau menghayati makna yang terkandung
pada sebuah lagu.

M. BELAJAR MENGAMATI
Metode untuk membelajarkan anak tentang kemampuan mengamati dapat dilakukan dengan
kegiatan mengajak anak untuk mengenal ekosistem perairan laut yang memiliki
keanekaragaman hayati tinggi.