You are on page 1of 27

ORANGE JUICE

PLANT
Ati Devara Rachmawati
SWEET, SOUR AND FRESH 14315030
Institut Teknologi Bandung

PT JETSINDO
ORANGE
JETSINDO.COM
TENTANG PABRIK
LOKASI PABRIK JUS JERUK

Lokasi pabrik yang akan dibangun pabrik terletak di Daerah Majalaya Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Daerah ini memiliki karakteristik
topografi dengan ketinggian 400-796 m dpl dan curah hujan rata-rata 1200-4000 mm/tahun dengan suhu rata-rata 20-28oC dan kelembaban
udara 70-80%, sedangkan syarat kondisi lingkungan yang baik untuk penanaman jeruk diantaranya adalah berada pada dataran 0-400 m
dpl, kondisi suhu 25-30oC dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun dan kelembaban udara rata-rata adalah 50-85%.

Karakteristik geografis Desa Majalaya, Bandung, Jawa Barat, menjadi landasan pemilihan lokasi pabrik Jeruk karena kesesuaian karakteristik
daerah tersebut dengan kondisi pertumbuhan Jeruk. Dimana lokasi pabrik semestinya dekat dengan perkebunan yang menjadi sumber bahan
baku untuk mengurangi biaya transportasi.

Gambar 1. Desa Majalaya


LANDASAN PEMILIHAN LOKASI
Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi pabrik diantaranya adalah:
- Letak konsumen atau pasar, yaitu penempatan pabrik dekat dengan daerah konsumen. Alasan yang mendasari pemilihan lokasi dkat
denga konsumen adalah adanya kemudahan untuk mengetahui perubahan selera konsumen, mengurangi resiko kerusakan dalam
pengangkutan, apabila barang yang diproduksi tidak tahan lama, biaya angkut mahal, khususnya untuk produksi jasa, selain itu target
utama pasar adalah distibusi di daerah pulau jawa.
- Sumber bahn baku: lokasi pabrik ditempatkan tidak jauh dari pusat bahan baku. Dasar pertimbangan yang diambil adalah apabila
bahan baku yang dipakai mengalami penyusutan berat, volume, bahan bakku mudah rusak dan berubah kualitas apabila melalui
perjalanan atau transportasi yang cukup jauh.
- Biaya tenaga kerja relatif lebih rendah dengan UMR Kabupater Bandung adalah sebesar 2.600.000 per tahun 2018.
- Air: kebutuhan air dapat disuppy langusung oleh mata air gunung geulis yang lokasinya tidak jauh dari sana.
- Suhu udara sudah sesuai dengan syarat kondisi penanaman jeruk yang baik
- Transportasi: distribusi diutamakan untuk wilayah pulau jawa, sehingga transportasi yang dibutuhkan adalah transportasi darat
- Lingkungan: masyarakat Desa Majalaya pada umumnya bekerja sebagai petani atau berkebun, sehingga cocok apabila perkebunan
jeruk ini direalisasikan

BAHAN BAKU
PENANAMAN POHON JERUK DALAM 1 HA
Pada sebuah kebun jeruk, penanaman pohon jeruk dengan jarak antar pohon dibuat 5x5 m, maka jumlah pohon jeruk yang dapat ditanam
dalam 1 hektar adalah sebanyak 400 pohon.

UMUR PANEN
Pohon jeruk dapat mulai dilakukan panen pertama kali pada usia 19 bulan. Usia panen selanjutnya dilakukan saat buah mencapai
kematangan optimal, sekitar 8 bulan dari pembungaan

PRODUKTIVITAS JERUK
Dalam 1 hektar lahan perkebunan jeruk mammpu menghasilkan 27.7 ton/tahun jeruk.

HARGA JERUK
Harga standar penjualan jeruk adalah sebesar 7000/kg.

JENIS JERUK YANG AKAN DIOLAH


Tumbuhan ini merupakan jenis pohon dengan tinggi 2-8 meter. Tangkai daun bersayap sangat sempit atau dapat dikatakan tidak bersayap,
panjang 0.5-1.5 cm. helaian daun berbentuk bulat telur memanjang, eliptis atau berbentuk lanset dengan ujung tumpul, melekuk ke dalam
sedikit, tepinya bergerigi sangat lemah dengan panjang 3.5-8 cm. bunganya memiliki diameter 1.5-2.5 cm, berkelamin dua daun mahkotanya
putih. Buahnya berbentuk bolla tertekan dengan panjang 5-8 cm, tebal kulitnya 0.2-0.3 cm dan daging buahnya berwarna oranye. (Van
Steenis, 1975)

Klasifikasi Citrus reticulate. Dalam sistematika tumbuhan (Van Steenis, 1975)


Divisio: Spermatophyta
Subdivisio: Agiospermae
Class: Dicotyledonae
Ordo: Rutales
Familia: Rutaceae
Genus: Citrus
Specier: Citrus reticulate
Nama lokal: Jeruk keprok

KANDUNGAN NUTRISI DALAM JERUK


Kandungan nutrisi atau zat kimia pada jeruk keprok adalah 11.60Brix % zat padat terlarut (gula) yang diukur menggunakan refraktometer
dan kandungan vitamin C nya sebesar 32.27 mg/gram. Kandungan nutrisi lebih lengkap dalam jeruk varietas keprok dapat dilihat pada
Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan nutrisi jeruk keprok dalam 100 gram buah


Konsentrasi kandungan Nilai
Vitamin A (mg) 1.2
Vitamin B (mg) 0.08
Vitamin C (mg) 32.27
Protein (gr) 0.5
Lemak (gr) 0.1
Air (g) 87
Kalsium (mg) 40
Phospor (mg) 20
Kalsium (mg) 19

DIAGRAM ALIR PROSES PENGOLAHAN JERUK MENJADI KONSENTRAT JUS JERUK

Buah Jeruk

Sortir
Pencucian

Pengupasan

Ekstraksi Oil Extraction

Finishing
Mixing
(Sentrifugasi)

Pengeringan
Pasteurisasi

Evaporasi

Cooling

Packaging

Gambar 2. Diagram Alir Proses Pembuatan Jus Jeruk


PROSES UNIT

Unit proses yang terdapat di pabrik jus jeruk dapat dilihat pada Gambar 2. Detail masing-masing unit dengan fungsinya adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Penjelasan unit proses

Unit Fungsi
Sortir Proses sortir merupakan proses pemilahan kualitas jeruk berdasarkan warna dan ukuran jeruk dengan bantuan
instrumentasi atau dapat pula dilakukan secara menual. Akan tetapi, pada pabrik ini sortir atau pemilihan
dilakukan dengan cara automasi. Hal ini dilakukan agar hanya kualitas jeruk yang baik yang lolos untuk
diproduksi.
Sortasi berdasarkan bentuk disempurnakan secara manual atau mekanik atau disc sorter atau dengan image
processing. Saringan dengan celah yang tetap atau variabel digunakan untuk sortasi berdasarkan ukuran.
Saringan dapat bersifat stasioner (diam), tetapi biasanya dapat berotasi dan bergetar.
Washer Proses ini dilakukan di atas konveyor berjalan yang dibantu menggunakan pompa ½ hp untuk mensuplai air. Air
yang di supply memiliki laju alir 150L/kg ke dalam sebuah bak berbentuk persegi panjang berkapasitas 0.5 m3.
Air disirkulasi setiap 2 batch sekali. Air sisa pencucian akan melalui sebuah unit RO (Reverse Osmosis) yang kemudian
air tersebut dapat digunakan untuk mencuci kembali.

Peeling Peeling atau pengupasan dilakukan untuk memisahkan bagian kulit jeruk dengan bagian buahnya. Alat yang
digunakan untuk pengupasan adalah knife, dengan cara memutar pisau pada bahan pangan yang diam.
Metode knife peeling cocok untuk buah-buahan citrus yang kulitnya lebih mudah dikupas dan kerusakan atau
kehilangan buah lebih sedikit.
Extractor Unit ekstraktor dapat dikatakan sebagai alat pemeras yang berfungsi untuk mengambil sari buah jeruk
Finishing (Sentrifugasi) Sentrifugasi dilakukan untuk mendapatkan sari buah jeruk yang lebih banyak dengan mengurangi viskoitasnya.
Pada proses sentrifugasi ini bagian ekstrak dalam cairan dan pulp akan terpisah dan menghilangkan 3-5%
bagian padatan. Pada proses ini pula sari buah diberikan perlakuan ion exchange treatment untuk
menghilangkan rasa asam dan pahit pada sari buah jeruk. Pada tahap ini kandungan gula pada jus jeruk
mengalami penurunan dikarenakan 12% kandungan gula dari total kandungan gula pada jeruk yakni 13.6%
terbawa pulp pada proses pemisahan sentrifugasi.
Sterilizer (Pasteurisasi) Proses sterilisai yang digunakan adalah pasteurisasi dengan tujuan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme
yang terdapat dalam produk dengan menggunaakan short time pasteurization yakni pada suhu 90-960C
dalam waktu 15-60 sekon, sehingga tidak mendegradasi vitamin yang terkandung di dalam sari buah. Unit
operasi yang digunakan adalah plate heat exchanger.
Evaporator Evaporator adalah unit yang berguna untuk meningkatkan konsentrasi dari suatu larutan. Dengan menggunakan
evaporator ini kandungan gula yang terlarut di dalam sari buah yang semula terkandung 12oBrix, meningkat
menjadi 65oBrix. Unit yang digunakan pada proses ini adalah multiple effect evaporator
Cooling Unit pendinginan bertujuan untuk menurunkan temperature produk menuju suhu ruang sebelum proses
pengemasan dilakukan. Sebelum produk di kemas, produk dalam kondisi panas karena telah melalui sterilisasi
berupa pasteurisasi, sehingga pada proses packaging ini dialirkan aliran dingin berupa cooling water selama proses
transport sebelum dikemas untuk penyesuaian suhu ruang.
Packaging Unit packaging merupakan tahap akhir dari proses produksi yang bertujuan untuk melindungi produk aman dari
kontaminasi selama proses distribusi dan penjualan sampai ke tangan konsumen. Kemasan yang digunakan untuk jus
jeruk ini berupa box yang terbuat dari carton, dengan volume 250 mL.
Peel oil dryer Unit pengeringan ini digunakan untuk mengambil minyak yang terkandung di dalam kulit buah jeruk. Hal ini
(pengeringan) dilakukan dalam rangka pemanfaatan kembali waste produk yang dihasilkan. kulit jeruk yang sudah terpisah
dari bagian daging buah dikeringkan dengan suhu tertentu hingga memiliki kandungan moisture content kurang
dari 10% menggunakan rotary dryer Pada unit ini digunakan supply energi yang berasal dari LPG.
Peel Oil Extraction Setelah dikeringkan, output dari unit pengeringan masuk ke dalam unit ekstraksi yang mengkombinasikan tahap
tekanan tinggi, emulsifikasi air, dan sentrifugasi
Plant waste water (RO) Unit RO menjadi salah satu instalasi pengolahan air di pabrik dimana air sisa pencucian buah akan diklorinisasi
dan dimasukkan kembali ke dalam unit RO untuk digunakan sebagai air pencuci kembali.
NERACA MASSA DAN ENERGI

Neraca massa yang terdapat pada pabrik ini dimulai dari dimasukkannya bahan baku yakni jeruk jenis keprok ke dalam unit sortir. Netto massa jus
jeruk yang akan diproduksi setiap kalengnya adalah 250 mL atau setara dengan 250 gram, dengan tingkat kemanisan jus jeruk adalah 65oBrix.
Kandungan jus jeruk yang diproduksi berupa konsentrat pulp free. Secara ringkas alur neraca massa plant jus jeruk dapat dilihat pada Gambar 3.

Sisa Air Uap


Air Peel dan
Pencuci
Pulp

Jeruk
Segar Konsentrat Jeruk
PROSES

Steam
Air Pencuci Air Pendingin

Gambar 3. Neraca Massa Proses


Neraca massa masing-masing proses dapat dilihat pada penjabaran berikut:

1. Sortir

Jeruk Jeruk
SORTIR

Jeruk
Kualitas

Masuk Unit Keluar Unit


Jeruk segar : 1.5 kg Jeruk kualitas baik : 1.2 kg

Jeruk kualitas buruk : 0.3 kg


Total : 1.5 kg Total : 1.5 kg

2. Washing
Air

Jeruk Jeruk
Baik Bersih
Washing

Air
Sisa
Pencuci Air
Terbuang
RO
Masuk Unit Keluar Unit
Jeruk segar : 1.2 kg Jeruk kualitas bersih : 1.2 kg
Air masuk : 150 L Air ke RO : 130 L
Air terbuang : 20L
Setelah sirkulasi:
Air masuk dari RO : 130 L
Make up Water : 20 L

Total : 1.2 kg dan 150L Total : 1.2 kg dan 150 L

3. Pengupasan

Jeru
k PENGUPASAN Daging Jeruk

Kulit Jeruk

Masuk Unit Keluar Unit


Jeruk : 1.2 kg Daging jeruk: 0.8 kg
Kulit jeruk: 0.4 kg
Total : 1.2 kg Total : 1.2 kg

4. Ekstraksi

Jeru
k Ekstraksi Pulp/Jus
Jeruk

Peel
Masuk Unit Keluar Unit
Jeruk : 0.8 kg Pulp/Jus jeruk: 0.75 kg
Kulit jeruk: 0.05 kg
Total : 0.8 kg Total : 0.8 kg

5. Finishing (Sentrifugasi)
Jus
jeruk Finishing
Pulp
(Senrifugasi)

Jus Jeruk

Masuk Unit Keluar Unit


Jeruk : 0.75 kg Pulp: 0.05 kg
Jus jeruk: 0.7 kg
Total : 0.75 kg Total : 0.75 kg
Kandungan gula: 13.6% Kandungan gula 12%

6. Sterilisasi

Jus
Pasteurisasi Jus Jeruk
jeruk

Masuk Unit Keluar Unit


Jeruk : 0.7 kg Jus jeruk: 0.7 kg

Total : 0.7 kg Total : 0.7 kg


Kebutuhan energi 0.1 kWh
7. Evaporasi Air

Jus
Evaporator Jus Jeruk
jeruk

Masuk Unit Keluar Unit


Jeruk : 0.75 kg Air: 0.5 kg
Konsentrate Jus jeruk: 0.25 kg

Kandungan gula: 12oBrix Kandungan gula: 65oBrix


Total : 0.75 kg Total : 0.75 kg
Kebutuhan energi 3.09 kWh
8. Cooling
water

Konsentrat
Cooler Konsentrat
jus jeruk Jus Jeruk

Cooling
water
Masuk Unit Keluar Unit
Jeruk : 0.25 kg Konsentrate Jus jeruk: 0.25 kg
Air Pendingin: 100 L/min Air: 100L/min
Total : 0.25 kg Total : 0.25 kg
Kebutuhan energi 0.15 kWh
9. Packaging

Konsentrat
Packaging Konsentrat
jus jeruk Jus Jeruk

10. Oil extraction

Pulp/juice Ekstraktor oil

peels
Masuk Unit Keluar Unit
Pulp/juice: 0.05 kg Oil: 0.003 kg
Peel: 0.047kg
Total : 0.05 kg Total : 0.05 kg

11. Mixing Peels dari Peels dari


pengupasan ekstraktor

Pulp/juice Mixer Solid


Masuk Unit Keluar Unit
Pulp/juice: 0.05 kg Solid: 0.497 kg
Peels dari ekstraktor : 0.047 kg
Peels dari pengupasn: 0.4 kg
Total : 0.497 kg Total : 0.497 kg

12. Pengeringan Water

Semi- Dryer Solid


Solid

Masuk Unit Keluar Unit


Semi solid: 0.497 Solid: 0.197 kg
Water: 0.3
Total : 0.497 kg Total : 0.497 kg
Kebutuhan energi 3.15 kWh
PROSES FLOW DIAGRAM
Gambar 4. Process Flow Diagram Orange Juice Plant

KAPASITAS PRODUKSI SKALA PABRIK

Untuk kapasitas produksi 5000 kaleng per jam. Dimana dalam satu tahun pabrik beroperasi selama 1920 jam. Dengan asumsi massa jenis jus jeruk
konsentrat adalah 1 g/L
Jenis Per Produk Basis Jam Basis Tahun
Product Product Product Product
Orange juice 0.25 kg 1250 kg/h 2400 ton/yr
Dried peel 0.197 kg 985 kg/h 1891.2 ton/yr
Oil peel 0.003 kg 15 kg/h 28.8 ton/yr
Raw Material Raw Material Raw Material Raw Material
Jeruk 1.5 kg 7500 kg/h 14400 ton/yr
Packaging material 0.05 kg 250 kg/h 480 ton/yr

Utilitas Utilitas Utilitas Utilitas


Air proses 2.9 kg 14475 kg/h 27792 ton/yr
Electricity 0.15 kWh/kg 750 kWh/kg 1440 MW/yr
Steam 4 kWh/kg 20 MW 38400 MW/yr
Cooling water 5 kWh/kg 25 MW 48000 MW/yr
Fuel 4.7 kWh/kg 23.5 MW 1440 MW/yr
Waste Waste Waste Waste
Waste treatment 20.8 kg 104 t/h 199680 MW/yr
Labor Labor Labor Labor
Manpower 10h/t 500 ton/h 960000 ton/yr
UKURAN DAN JUMLAH

Ukuran dan jumlah alat yang dibutuhkan untuk kebutuhan operasi pabrik disesuaikan dengan neraca massa pada proses yang sudah ditentukan. Nilai
unit prosesyang telampir pada Tabel 3 merupakan data harga unit yang diambil dari buku Food Plant Economics yang ditulis oleh Maroulis dan
Saravacos (2008). Oleh karena itu, harga yang terpampang pada Tabel 3 tersebut merupakan referensi harga pada tahun 2008. Untuk
Cost Index process Machinery berdasarkan U.S Bureau of Labor Statistics dapat dilihat pada Tabel 3 berikut:
Tabel 3. Chemical Engineering Plant Cost Index (CEPCI) Sumber: U.S Bureau

Tahun Cost Index


2000 394
2001 394
2002 396
2003 402
2004 444
2005 467.2
2006 510.0
2007 513.1
2008 575.4
2009 521.9
2010 550.8
2011 585.7
2015 647.7
2016 649.3
Untuk medapatkan nilai cost index pada tahun 2018 dapat dihitung melalui ekstrapolasi data cost index berdasarkan data yang sudah ada. Data
yang tertera pada Tabel 3 merupakan data ost index dari tahun 2000- Dimana berdasarkan Gambar 5, persamaan cost index adalah
y = 17.963x -35546
maka, cost index di tahun 2018 dapat diperkirakan sebesar 721.297.

Cost Index Tahun 2009-2016


700

600

500
Cost Index
400 y = 17.963x - 35546

300

200

100

0
1995 2000 2005 2010 2015 2020
Year

Gambar 5. Cost index tahun 2000-2016


Tabel 4. Daftar jumlah alat dan ukur untuk pabrik jus jeruk
No Proses QTY Size unit Cost 2008 (k$) Cost 2018 k($)
1 Inspecting/Sortir 2 15 m2 50 63
2 Washing 2 5 ton/h 50 63
60 Pengupasan 1 5 ton/h 100 125
4 Ekstraksi 1 5 ton/h 50 63
5 Sentrifugasi 1 5 ton/h 50 63
6 Evaporasi 4 30m2 700 875
7 Pasteurisasi 1 100m2 100 125
8 Cooling 1 20m2 30 38
9 Packaging 2 1 ton/h 400 500
10 Oil ekstraktor 1 1 ton/h 50 63
11 Mixer 1 1m3 20 25
12 Dryer 1 100m2 100 125
13 Condensor 1 30m3 20 25
TOTAL 2153

Perhitungan Biaya Kapital Tetap (CF)


Estimasi capital cost untuk pabrik jus jeruk berdasarkan persamaan 1 sebagai berikut:

CF = fL Ceq…………persamaan (1)
dengan CF adalah nilai kapital tetap, fL adalah faktor Lang dan Ceq adalah biaya total peralatan. Nilai faktor Lang untuk pabrik jus jeruk berdasarkan
literatur adalah 2.02. Biaya total peralatan berdasarkan Tabel 4 adalah sebesar 2153k USD atau setara dengan 32.747.883.550.

CF = 2.02 * 32.747.883.550
CF = 66,150,724,771 atau 66 M
Perhitungan Biaya Operasi Pada Tahun 2021 (CM)
Biaya Operasi (manufacturing) per tahun dipengaruhi oleh:
1. CMF = Biaya operasi tetap langsung
2. CMV = Biaya operasi langsung bervariasi
3. CO = Biaya operasi tidak langsung

1. Biaya operasi tetap langsung (CMF)

Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk operasi tetap dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
CMF = CF FMF,
Berdasarkan perhitungan nilai capital tetap pada poin sebelumnya didapat 66.000.000.000 dan nilai koreksi Lang untuk biaya operasi tetap per tahun
meliputi; biaya maintenance, insurance, taxes dan royalties berdasarkan literatur FMF adalah sebesar 0.15 maka,
CMF = 66 M * 0.1
CMF = 66M

2. Biaya operasi langsung bervariasi (CMV)

Terdapat 5 faktor yang berkaitan erat dengan penentuan biaya operasi yaitu biaya bahan baku, biaya pengemasan, biaya tenaga kerja, biaya utilitas,
dan pelayanan bisnis.
 Biaya bahan baku:

Harga beli tomat pada tahun 2021 yang standar diasumsikan adalah senilai 7000/kg. Maka untuk memproduksi Jus jeruk selama satu tahun diperlukan
biaya sebesar:
CMVM = 7000/kg *1000 kg/ton * 7500 ton/th = 52.5 Miliyar

 Biaya pengemasan

Kemasan yang digunakan untuk produk Jus jeruk ini adalah kemasan pouch berbahan PET dengan tutup yang terbuat dari HDPE. Satu bibit kemasan dinilai
Rp150,00
CMVP = 150/plastik *1000 kg/ton* 480 ton = 72 jt

 Biaya utilitas

a. Biaya listrik

Ce = 0.4325Cf + 0.076 = 0.4325 * 0.07 USD/kWh + 0.075 = 0.106 USD/kWh


Ce per tahun = 0.106 USD/kWh * 1440MWh/th = 152640 USD/th = 2.2 M

b. Biaya steam

Cs = 0.08 USD/kWh
Cs per tahun = 0.08 USD/kWh * 38400 MWh/th = 3 M USD/th =46 Milyar/th

c. Biaya Air

Cw = 0.5 USD/m3
Cw per tahun = 0.5 USD/m3 * 277920 m3/tahun = 139000 USD/th = 2 M/th

d. Biaya air pendingin

Cc = cpr * Ce = 0.1 * 0.106 USD/kWh = 0.01 USD/kWh


Cc per tahun = 0.01 USD/kWh * 48000 MWh/th = 2400 USD/th = 36 jt/th

e. Biaya tenaga kerja

UMR di kabupaten Bandung pada tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp2600.000/bulan, dengan jumlah karyawan sejumlah 80 orang, maka biaya yang
dibutukan untuk tenaga kerja unskill adalah sebesar 208.000.000 dan untuk tenaga kerja dengan skill Rp3000.000/bulan untuk 100 orang dibutuhkan
biaya sebesar 300jt, maka totalnya adalah
508jt.
Tabel 5 memperlihatkan total kebutuan operating cost untuk pabrik jus jeruk.

Tabel 5. Kebutuhan Operating Cost

No Kategori Harga
1 Biaya Operasi Tetap Langsung
-maintenance
-insurance
66 M
-pajak
-royalti
2 Biaya Operasi Langsung bervariasi
-bahan baku 52.5 M/tahun
-bahan pengemasan 72 Juta
-biaya tenaga kerja 508 Juta
-biaya utilitas 50.2 M/tahun
Dalam perhitungan tidak
3 Biaya Overhead
dimasukkan
TOTAL 240.772 Milyar/tahun
ANALISIS KEEKONOMIAN

1. Penentuan dan analisa IRR


IRR menjadi indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Fungsi IRR dipakai dalam menentukan apakah investasi dapat dilaksanakan atau
tidak. Internal rate of return atau yang disingkat dengan IRR adalah tingkat bunga dimana nilai sekarang bersih dari semua arus kas (bik
positif maupun negative) dari suatu proyek atau investasi sama dengan nol. Tingkat pengembalian internal digunakan untuk mengevaluasi
daya Tarik proyek atau investasi. Jika internal rate of return adlaah proyek baru melebihi tingkat pengembalian yang diinginkan perusahaan,
proyek itu dapat diterima. Jika IRR turun di bawah tingkat pengembalan yang diminta proyek ditolak.
Rumus perhitungan IRR adalah berdasarkan persamaan berikut:

𝑁𝑃𝑉 1
𝐼𝑅𝑅 = 𝑖1 + (𝑖2 − 𝑖1)
(𝑁𝑃𝑉1 − 𝑁𝑃𝑉 2)

Dimana nilai NPV telah dihitung lebih dulu pada poin 4. Berdasarkan hasil yang didapat dari poin 4 tersebut IRR yang dihasilkan adalah:
277000000
𝐼𝑅𝑅 = 10% + (12% − 10%)
(277000000 − 160000000)
𝐼𝑅𝑅 = 0.1473 = 14.7%
Karena IRR > 12% maka proyek dapat diterima

2. Analisa Break Even Point


Break even point adalah kapasitas dimana pabrik tidak laba atau rugi, artinya total penjualan sama dengan total ongkos produksi. Ada
beberapa cara untuk mendapatkan harga Break even point. Untuk menghitung BEP unit dapat dicari dengan:
BEP (unit) = Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
Perhitungan BEP untuk pabrik jus jeruk adalah sebagai berikut:
𝑇𝐹𝐶
𝑋=
(𝑃 − 𝑉)

Dimana,
X = Jumlah unit
TFC = Jumlah total capital cost
P = Harga jual
V = Harga variabel (Produksi)

240 𝑀𝑖𝑙𝑦𝑎𝑟
𝑋=
(7000 − 5000)
𝑋 = 120 𝐽𝑢𝑡𝑎 𝑢𝑛𝑖𝑡
Dimana penjualan 120 juta unit dapat dihasilkan selama 10 tahun berdasarkan perhitungan: Dalam 1 jam pabrik dapat menghasilkan 5000
kaleng dimana pabrik beroperasi selama 10 jam. Dalam 1 minggu pabrik beroperasi selama 5 hari kerja. Maka, jumlah unit jus jeruk yang
dihasilkan adalah 5000x10x5x48 = 12 juta unit/tahun. Maka dalam waktu 10 tahun pabrik dapat menghasilkan 120 Juta/unit
Break Even Pabrik Jus Jeruk
1600000

1400000

1200000

Total Cost (10^6)


1000000

800000

600000

400000

200000

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220
Unit (juta)

Total cost (Juta) Sales (Juta)

Gambar 6. BEP Pabrik Jus Jeruk


3. Analisa sensitivitas terhadap perubahan harga bahan baku
Beberapa kendala yang dihadapi perusahaan antara lain keterbatasan bahan baku, naiknya harga bahan baku dan biaya-biaya produksi.
Hal tersebut dapat mempengaruhi besarnya pengeluaran perusahan mengingat bahan baku merupakan pengeluaran utama dari perusahaan
dan dapat mempengaruhi kelayakan pabrik. Untuk menghadapi kondisi yang demikian, maka perusahaan harus menerapkan sebuah strategi.
Selain itu, laba atau keuntungan perusahaan harus dijaga dan ditingkatkan karena jika tidak dipertahankan, perusahaan akan mengalami
kolaps. Bahan baku jeruk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan produksi tidak bisa jika hanya disupplai dari satu perkebunan yakni di
Desa Majalaya. Selain itu, setiap tahunnya ada kemungkinan kenaikan harga bahan baku jeruk lokal yang dapat mempengaruhi stabilitas
operating cost pabrik jeruk ini. Berdasarkan analisis ekonomi sensitivitas bahan baku, kenaikan

4. Analisa perhitungann NPV (Net Present Value)


NPV adalah selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang memperoleh potongan harga dengan menggunakan social opportunity cost capital
sebagai discount factor. Pengertian NPV menurut Dr. Sobarsa Kosasih dalam buku Mangemen Operasi (2009:99), BPV adalah kelebihan Present
Value dari cash flow yang diihasilkan oleh suatu proyek atas sejumlah investasi awal. Net Present Value adalah rumus yang digunakan untuk
menentukan nilai sekarang dari investasi dengan jumlah diskon dari semua arus kas yang diterima dari proyek.
Kondisi layak atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan bergantung pada kriteria NPV sebagai berikut
NPV > 0 : Proyek atau usaha layak untuk diklaksanakan
NPV= 0 : Proyek atau usaha di dalam keadaan BEP dimana TR = TC dalam bentuk present value
NPC< 0 : Proyek atau usaha tidak layak untuk dilaksanakan
Rumus NVP yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝑇
𝐶𝑡
NPV = ∑ − 𝐶𝑜
𝑡−1 (1+𝑟)

Dimana:
NPV = Net Present Value
Ct = Arus kas per tahun pada periode t
C0 = Nilai investasi awal pada tahun ke-0
r = Suku bunga atau discount rate (%)
Kriteria yang dimasukkan pada pabrik jus jeruk ini diberikan investasi awal yakni sebesar 2.000.000.000 dengan arus kas setiap tahunnya
adalah 600.000.000, diskonto rate yang diberikan adalah sebesar 10% dan 12% selama 5 tahun, maka Net Present Value yang diperoleh
adalah:
NPV dengan diskonto rate 10%
NPV = (600.000.000 x 3.79) – 2.000.000.000) = 277.000.000
NPV = (600.000.000 x 3.6) -2.000.000.000) = 160.000.000
Berdasarkan hasil yang dieroleh, nilai NPV >0 artinya proyek layak untuk dilaksanakan.

PERENCANAAN PEMBIAYAAN

Kebutuhan modal mencapai 240 Milyar memang tidak mudah. Untuk memperoleh pinjaman sebesar itu, pada umumnya entitas bisnis sudah
berupa perusahaan yang berbadan hokum dalam bentuk perseroan terbatas (PT). Pembiayaan untuk implementasi pembangunan pabrik
konsentrat jus jeruk ini tidak bisa jika hanya dipenuhi dengan modal sendiri, maka selain modal dari pribadi dibutuhkan investor, penanaman
saham dan pinjaman dari bank untuk memperoleh dana modal yang dibutuhkan.
1. Peminjaman uang dari pihak bank
Dana pinjaman yang dapat diberikan oleh pihak bank katakanlah sebesar 200 Milyar. Dana pinjaman tersebut memiliki bunga sebesar
15% efektif per tahun selama 5 tahun dengan fee sebesar 1% yang artinya biaya komitmen oleh bank, karena bak telah menyediakan
dana siap pakai untuk perusahaan. Maka dapat dikatakan bahwa bank menyediakan pinjaman dengan bunga+biaya administrasi yang
besarnya (15% x 200 Milyar)+1% x 200 Milyar = 32 M/5 tahun. Maka setiap tahunnya angsuran perusahaan kepada pihak bank adalah
sebesar 6.4 M.
2. Memberikan peluang kerjasama dengan investor
Investasi yang dapat diberikan dapat diberikan minimal adalah senilai 1 M sampai dengan tidak terhingga. Maka dibutuhkan investor
minimal sebanyak 35 investor yang melakukan penanaman modal di Perusahaan ini.
3. Kas internal
Kas internal perusahaan berasal dari modal awal pemilik saham utama yang juga sebagai owner yakni sebesar 5 Milyar
4. Saham
Saham biasa, besar pendanaan adalah sebesar 10 M. Harga jual saham 50.000 dengan deviden 5000 per lembar