You are on page 1of 7

BLUEPRINT MCQ

 BLUEPRINT
RMO membutuhkan 200 soal per cabang untuk dipakai pada tahap penyisihan RMO. Pembuatan
soal RMO disamakan dengan system pembuatan soal UKDI dalam bentuk beberapa tinjauan
sebagai berikut :
Tinjauan1 :
1. Cardio-Respiratory System
2. Genitourinary-Reproductive System
3. Gastrointestinal-Endocrine System
4. Neurology System

Tinjauan 2 :

a. Ketrampilan dasar klinis (berkisar 20% dari total soal MCQ per cabang)

b. Aplikasi biomedis, behaviour, clinical, &epidemiologi pada kedokteran keluarga


(40%)

c. Komunikasi efektif (20%)

d. Manajemen masalah kesehatan primer (30%)

e. Penelusuran, kritisi, dan manajemen informasi (10%)

f. Profesionalisme, moral, dan etika praktik kedokteran (5%)

g. Kesadaran, pemeliharaan, dan pengembangan personal (5%)

Tinjauan 3 : (mencakup soal-soal yang bersifat )

a. Recall (40% dari total soal MCQ)


b. Reasoning (60% dari total soal MCQ)

Tinjauan 4 :

a. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit (20% dari total soal MCQ)

b. Penapisan/ Diagnosis (30%)

c. Manajemen/ Terapi (30%)

d. Rehabilitasi (20%)

Tinjauan 5 :

a. Individu (50% dari total soal MCQ)

b. Keluarga(20%)

c. Masyarakat(30%)

Tinjauan 6 :

soal MCQ tipe 1


PERMINTAAN KASUS

CARDIO – RESPIRATORY SYSTEM

1. Anatomi Sistem Kardiovaskular 26. Anatomi Sistem Respirasi


2. Histologi Sistem Kardiovaskular 27. Histologi Sistem Respirasi
3. Fisiologi Sistem Kardiovaskular 28. Fisiologi Sistem Respirasi
4. Syok Septik 29. Influenza
5. Syok Hipovolemik 30. Pertusis
6. Syok Kardiogenik 31. Acute Respiratory Distress Syndrome
7. Syok Neurogenik 32. SARS
8. Angina Pektoris 33. Flu Burung
9. Infark Miokard 34. Faringitis
10. Gagal Jantung Akut 35. Tonsilitis
11. Gagal Jantung kronik 36. Laringitis
12. Cardiorespiratory arrest 37. Abses Peritonsil
13. Takikardi:Supraventrikular,ventrikular 38. Pseudo-croop acute epiglotitis
14. Fibrilasi Atrial 39. Difteri
15. Fibrilasi ventrikular 40. Aspirasi
16. Atrial Flutter 41. Asma Bronkial
17. Atherosklerosis 42. Status Asmatikus
18. Ekstrasistol supraventrikular,ventrikular 43. Bronkitis Akut
19. Kor Pulmonal Akut & Kronik 44. Bronkiolitis Akut
20. Hipertensi esensial 45. Bronkiektasis
21. Hipertensi Sekunder 46. Pneumonia, Bronkopneumonia
22. Tromboflebitis 47. Pneumonia Aspirasi
23. Limfangitis 48. TB Paru tanpa Komplikasi
24. Limfedema 49. TB dengan HIV
25. Insufisiensi vena kronik 50. Pneumotoraks ventil
51. Pneumotoraks
52. Efusi Pleura Masif
53. Emfisema Paru
54. PPOK Eksaserbasi Akut
55. Edema Paru
56. Abses Paru
57. Haematotoraks

GENITOURINARY – REPRODUCTIVE SYSTEM

1. Anatomi Sistem Genitourinari 36. Aborsi Mengancam


2. Histologi Sistem Genitourinari 37. Aborsi Spontan Inkomplit & Komplit
3. Fisiologi Sistem Genitourinari 38. Hiperemesis Gravidarum
4. Infeki Saluran Kemih 39. Preeklampsia
5. Glomerulonefritis Akut dan Kronik 40. Eklampsia
6. Gonore 41. Janin Tumbuh Lambat
7. Kolik Renal 42. Anemia Def. Besi pada Kehamilan
8. Batu Saluran Kemih 43. Persalinan Preterm
9. Pielonefritis tanpa Komplikasi 44. Bayi Post matur
10. Fimosis 45. Ketuban Pecah Dini
11. Parafimosis 46. Distosia
12. Prostatitis 47. Partus Lama
13. Torsio Testis 48. Prolaps Tali Pusat
14. Ruptur Uretra 49. Hipoksia Janin
15. Ruptur kandung kencing 50. Ruptur Serviks
16. Ruptur Ginjal 51. Ruptur Perineum
17. Priapismus 52. Retensi Plasenta
18. Chancroid 53. Inversio Uterus
19. Anatomi Sistem Reproduksi 54. Perdarahan post partum
20. Histologi Sistem Reproduksi 55. Endometritis
21. Fisiologi Sistem Reproduksi 56. Subinvolusio uterus
22. Sifilis 57. Kista dan abses Kel. Bartolini
23. Sindrom duh genital 58. Abses Folikel Rambut atau Kel. Sebasea
24. Infeksi Saluran Kemih Bawah 59. Corpus Alienum Vaginae
25. Vulvitis 60. Kista Gartner
26. Kondiloma Akuminatum 61. Kista Nabotian
27. Vaginitis 62. Polip Serviks
28. Vaginosis Bakterialis 63. Prolaps uterus, sistokel, rektokel
29. Servisitis 64. Torsi dan Ruptur Kista
30. Salpingitis 65. Mastitis
31. Abses tubo-ovarium 66. Cracked nipple
32. Penyakit Radang Panggul 67. Inverted nipple
33. Kehamilan normal 68. Infertilitas
34. Korioamnionitis 69. Mola Hidatidosa
35. Infeksi pada Kehamilan 70. Fibroadenoma mammae
71. Plasenta Previa
72. Solusio Plasenta

NEUROLOGY SYSTEM

1. Anotomi Sistem Neurologi 17. Migren


2. Histologi Sistem Neurologi 18. Neuralgia Trigeminal
3. Fisiologi Sistem Neurologi 19. Cluster Headache
4. Kejang Demam 20. TIA
5. Meningitis 21. Infark Serebral
6. Ensefalitis 22. Hematom Intraserebral
7. Malaria Serebral 23. Perdarahan Subaraknoid
8. Tetanus 24. Ensefalopati Hipertensi
9. Tetanus Neonatorum 25. Bell’s Palsy
10. HIV AIDS tanpa Komplikasi 26. Meniere’s Disease
11. Poliomielitis 27. Vertigo
12. Rabies 28. Demensia
13. Spondilitis TB 29. Parkinson
14. Ensefalopati 30. Kejang
15. Koma 31. Epilepsi
16. Tension Headache 32. Status Epileptikus
17. Complete Spinal Transaction 33. Neurogenic Bladder
18. Reffered Pain 34. Acute Medulla Compression
19. Nyeri Neuropatik 35. Radicular syndrome
20. Carpal Tunnel Syndrome 36. Hernia nucleus pulposus
21. Tarsal Tunnel Syndrome 37. Neuropati
22. Amnesia Pascatrauma 38. Peroneal palsy
39. Guillain Barre Syndrome
40. Miastenia Gravis

GASTROINTESTINAL – ENDOCRINE SYSTEM

1. Anatomi Sistem Gastrointestinal 33. Hepatitis A


2. Histologi Sistem Gastrointestinal 34. Hepatitis B
3. Fisiologi Sistem Gastrointestinal 35. Abses Hepar Amoeba
4. Kandidiasis Mulut 36. Perlemakan Hepar
5. Ulkus Mulut 37. Kolesistitis
6. Glositis 38. Divertikulosis
7. Angina Ludwig 39. Kolitis
8. Parotitis 40. Disentri Basiler, Disentri Amuba
9. Karies Gigi 41. Irritable Bowel Syndrome
10. Esofagitis refluks 42. Intususepsi atau Invaginasi
11. Lesi Korosif pada Esofagus 43. Proktitis
12. Hernia Strangulata, Inkarserata 44. Abses Perianal
13. Hernia Umbilikus 45. Hemoroid
14. Peritonitis 46. Prolaps Rektum, Anus
15. Infeksi pada Umbilikus 47. Anatomi Sistem Endokrin
16. Gastritis 48. Histologi Sistem Endokrin
17. Gastroenteritis 49. Fisiologi Sistem Endokrin
18. Refluks Gastroesafagus 50. DM tipe 1
19. Ulkus Gaster, Duodenum 51. DM tipe 2
20. Apendisitis Akut 52. DM tipe lain
21. Abses Apendiks 53. Ketoasidosis diabetikum nonketotik
22. Demam Tifoid 54. Hiperglikemi hiperosmolar
23. Perdarahan Gastrointestinal 55. Hipoglikemia Ringan
24. Malabsorbsi 56. Hipoglikemia Berat
25. Intoleransi Makanan 57. Hipoparatiroid
26. Alergi Makanan 58. Hipertiroid
27. Keracunan Makanan 59. Tirotoksikosis
28. Botulisme 60. Goiter
29. Penyakit cacing tambang 61. Cushing’s Disease
30. Strongiloidosis 62. Krisis Adrenal
31. Askariasis 63. Malnutrisi Energi Protein
32. Taeniasis 64. Defisiensi Vit dan Mineral
65. Dislipidemia
66. Hiperurisemia
67. Obesitas
68. Sindrom Metabolik