You are on page 1of 5

Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014

GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN STROKE NON


HEMORAGIK MENGGUNAKAN MINI-MENTAL STATE
EXAMINATION (MMSE) DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK
BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO

1
Marchta Sinaga
2
Lidwina Sengkey
2
Engeliene Angliadi

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: marchtasinaga@gmail.com

Abstract: stroke is a great health concern because it causes pain, disability, mortality and is expensive
in cost. Impaired cognitive function is the inability of decision making, impaired memory,
disorientation, perceptual disturbances and thinking difficulties. Objective : to examine cognitive
functions of non haemorrhagic stroke patients using the Mini-Mental State Examination in the
Medical Rehabilitation Department of RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado. Methods : This study
use a cross section descriptive approach (cross sectional). Subjects were non haemorrhagic stroke
patients who come to the medical rehabilitation department of Prof.Dr.R.D Kandou from November to
December 2013. Results: 20 people (40%) were found with normal cognitive function, 28 people
(56%) had mild cognitive impairment, while the remaining 2 people (4%) had severe cognitive
impairment. Conclusion: it is found that there are impaired cognitive functions ranging from mild to
severe in non haemorrhagic stroke patients, in which could affect the patients survival.
Keywords: Stroke, Cognitive Function

Abstrak: Stroke merupakan masalah penting bagi kesehatan karena menimbulkan kesakitan,
kecacatan, kematian dan memerlukan biaya yang tinggi. Gangguan fungsi kognitif menunjukkan
ketidakmampuan mengambil keputusan, gangguan memori , disorientasi, gangguan persepsi dan
kesulitan berpikir. Tujuan: Mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien stroke non hemoragik
menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) di Instalasi Rehabilitasi Medik BLU RSUP
Prof. Dr. R. D Kandou Manado. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan
potongan lintang (cross sectional). Subjek penelitian adalah penderita stroke non hemoragik yang
datang ke Instalasi Rehabilitasi Medik BLU RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado dari November-
Desember 2013. Hasil: Ditemukan fungsi kognitif normal 20 orang (40%), gangguan fungsi kognitif
ringan 28 orang (56%) dan yang mengalami gangguan fungsi kognitif berat 2 orang (4%). Simpulan:
Ditemukan adanya gangguan fungsi kognitif ringan-berat pada pasien stroke non hemoragik yang
berpengaruh pada kelangsungan hidup penderita.
Kata Kunci: Stroke, Fungsi Kognitif

Stroke merupakan masalah penting bagi penyebab utama kematian. Di Amerika


kesehatan masyarakat, karena menimbulkan Serikat, stroke menempati urutan ke-tiga
kesakitan, kecacatan, serta kematian dan penyebab kematian setelah penyakit jantung
memerlukan biaya yang tinggi. Di Inggris, dan kanker.1
stroke adalah penyebab kematian ke-dua Menurut Data Riset Kesehatan Dasar
tertinggi setelah infark miokard akut sebagai (RISKESDAS) tahun 2007 bahwa stroke
Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014

merupakan penyebab kematian nomor satu Prof.Dr.R.D.Kandou Manado dan waktu


di Indonesia dengan prevalensi 8,3 per 1000 penelitian dilaksanakan pada bulan
penduduk dan penyebab kematian tertinggi November-Desember 2013. Populasi yang
yakni sebesar 15,4%. Pada tahun 2012 jum- diteliti adalah seluruh pasien stroke non
lah pasien stroke yg masuk di Instalasi hemoragik di instalasi Rehabilitasi Medik
Rehabilitasi Medik BLU RSUP Prof. Dr.R.D. RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado dan
Kandou Manado sebanyak 156 kasus.2 sampelnya adalah semua pasien stroke non
Berdasarkan patologi anatomi dan hemoragik yang datang di Instalasi
penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu Rehabilitasi Medik RSUP Prof.Dr.R.D.
iskemik dan hemoragik. Insidens pada Kandou Manado yang memenuhi kriteria
hemoragik intrakranial sebesar 15 % yang inklusi yaitu Pasien didiagnosis menderita
terdiri dari intraserebral 10% dan stroke non hemoragik, bersedia ikut serta
subarachnoid 5%. Sisanya 85% disebabkan dalam penelitian dan Pasien bisa ber-
oleh stroke iskemik yang terdiri dari komunikasi secara verbal.
serangan iskemik sepintas (Transient Pengambilan data diperoleh dari
Ischemic Attack/TIA) sebesar 40%, Instrumen menggunakan Mini-Mental State
trombosis serebri 20%, emboli serebri 20% Examination (MMSE). Skor Mini-Mental
dan sisanya 5% penyebab lain seperti State Examination (MMSE) yaitu 24-30
vaskulitis otak dan hipoperfusi serebral.3 (Normal), 17-23 (Probable gangguan
Gangguan fungsi kognitif menunjukkan kognitif), 0-16 (definite gangguan kognitif).
ketidakmampuan untuk mengambil kepu-
tusan, gangguan memori dan penilaian,
HASIL
disorientasi, gangguan persepsi dan
kesulitan berpikir. Perubahan kemampuan Penelitian telah dilaksanakan selam
intelektual, afasia, perilaku lambat dan kurang waktu 1 bulan, yaitu antara bulan
kewaspadaan yang merupakan salah satu November-Desember 2013 di Instalasi
manisfestasi klinis dan intervensi pada Rehabilitasi Medik RSUP Prof.Dr.R.D.
stroke hemisfer kiri.4 Kandou Manado. Sampel yang didapatkan
Keseragaman pengukuran kemajuan sebanyak 50 sampel yang memenuhi kriteria
dari fungsi otak, terdapat pada penilaian inklusi. Data yang diperoleh kemudian
berdasarkan skoring yang telah ditentukan. diolah berdasarkan tabel.
Menilai dan mengetahui adanya penurunan
fungsi kognitif yaitu dengan menggunakan
Mini-Mental State Examination (MMSE).11 Tabel 1. Distribusi berdasarkan umur
Adapun skor Mini-Mental State Examina-
tion (MMSE) yaitu 24-30 (Normal), 17-23 Umur n %
(Probable gangguan kognitif), 0-16 (definite 30-45 tahun 3 6
gangguan kognitif). Mini-Mental State 46-60 tahun 30 60
Examination (MMSE) sendiri terdiri dari
Orientasi, Registrasi, Atensi dan Kalkulasi, 61-80 tahun 17 34
Mengingat Kembali (Recall) dan Bahasa.5 Total 50 100

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian Tabel 2. Distribusi berdasarkan jenis kelamin
deskriptif melalui metode wawancara Jenis Kelamin n %
dengan pendekatan potongan lintang (cross
sectional) untuk mengetahui gambaran Laki-laki 29 58
fungsi kognitif pada pasien stroke non Perempuan 21 42
hemoragik. Tempat penelitian dilaksanakan Total 50 100
di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP
Sinaga, Sengkey, Angliadi; Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Stroke...

Tabel 3. Distribusi berdasarkan pendidikan 30-44 tahun sebanyak 3 orang (6,0%), umur
Pendidikan n % 45-65 tahun sebanyak 35 orang (70%) dan
SD 7 14 umur 66-80 tahun sebanyak 12 orang (24%).
SMP 14 8 Hal ini sesuai dengan penelitian yang
SMA 22 44 dilakukan oleh Huwae Silvia dkk
PT 17 34 menemukan bahwa pasien stroke terbanyak
Total 50 100 pada umur 45-65 tahun sebesar 60%.6
Berdasarkan penelitian mengenai
gambaran fungsi kognitif pada pasien stroke
Tabel 4. Distribusi berdasarkan pekerjaan non hemoragik menggunakan Mini Mental
Pekerjaan n % State Examination (MMSE) di Instalasi
PNS 13 26 Rehabilitasi Medik BLU RSUP Prof. Dr. R.
IRT 11 22 D. Kandou Manado selama bulan November
SWASTA 10 20 sampai Desember 2013, didapatkan pasien
PENSIUNAN 15 30 stroke non hemoragik sebanyak 50 orang.
TUKANG 1 2 Dari 50 pasien jenis kelamin yang terbanyak
Total 50 100 pada semua golongan umur yaitu laki-laki
yakni sebanyak 29 orang (58%) sedangkan
pasien perempuan hanya 21 orang (42%).
Tabel 5. Distribusi berdasarkan faktor resiko
Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang
Faktor Resiko n % menjelaskan laki-laki beresiko terkena
Hipertensi 31 62 stroke lebih banyak daripada perempuan
Diabetes Melitus 7 14 karena perempuan memiliki hormon
Penyakit Jantung 1 2 estrogen yang berperan dalam memperta-
Hipertensi dan Penyakit 1 2
hankan kekebalan tubuh sampai meno-
Jantung 8 16
Diabetes Melitus dan 2 4 pause.1
Hipertensi Berdasarkan penelitian pada tingkat
Diabetes Melitus, Hipertensi pendidikan didapatkan 7 orang (14%)
dan Penyakit Jantung dengan pendidikan SD, 4 Orang (8%)
Total 50 100 dengan pendidikan SMP, 22 Orang (44%)
dengan pendidikan SMA dan 17 orang
(34%) dengan pendidikan Perguruan Tinggi.
Tabel 6. Distribusi berdasarkan penyebab stroke Hal ini sangat berpengaruh karena
Penyebab Stroke n % berdasarkan kepustakan yang mengatakan
TIA 26 52 pendidikan dapat meningkatkan fungsi
Trombosis Serebri 20 40 intelektual seseorang. Hal ini sesuai dengan
Emboli Serebri 4 8 penelitian yang dilakukan oleh Bangun R
Total 50 100 menemukan bahwa pasien stroke non
hemoragik terbanyak pada tingkat
pendidikan SMA sebanyak 18 orang (60%).7
Tabel 7. Distribusi berdasarkan skor kognitif Pada penelitian ini, distribusi pekejaan
Skor Kognitif n % pasien terbanyak yaitu pensiunan 15 orang
Normal 20 40 (30%), PNS 13 orang (26%), Ibu Rumah
Probable gangguan kognitif 28 56 Tangga (IRT) sebanyak 11 orang (22%) dan
Definite gangguan kognitif 2 4 wiraswasta 10 orang (20%). Dimana bila
Total 50 100 pekerjaan yang melatih kapasitas otakdapat
mencegah terjadinya penurunan fungsi
kognitif.8
BAHASAN Dari hasil penelitian didapatkan dari 50
Pada penelitian yang dilakukan pada 50 pasien dengan faktor resiko hipertensi
pasien berdasarkan tingkat umur didapatkan sebanyak 31 orang (62%), diabetes melitus
Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014

sebanyak 7 orang (14%), penyakit jantung Prof.Dr.R.D.Kandou Manado 2013, dapat


sebanyak 1 orang (2%), hipertensi dan disimpulkan sebagai berikut:
penyakit jantung sebanyak 1 orang (2%),
• Hasil berdasarkan umur didapatkan
diabetes dan melitus dan hipertensi seba-
umur 30-44 tahun sebanyak 3 orang
nyak 8 orang (16%), dan yang mengalami
(6,0%), umur 45-65 tahun sebanyak 35
diabetes melitus, hipertensi dan penyakit
orang (70%) dan umur 66-80 tahun
jantung sebanyak 2 orang (4%). Penyebab
sebanyak 12 orang (24%).
tekanan darah meningkat atau hipertensi
adalah peningkatan kecepatan denyut • Hasil berdasarkan jenis kelamin
didapatkan laki-laki daripada perem-
jantung, peningkatan resistensi (tahanan)
puan, yaitu laki-laki 29 orang (58%)
daripembuluh darah tepi dan peningkatan
sedangkan perempuan 21 orang ( 42%).
volume aliran darah. Faktor yang berhu-
bungan dengan terjadinya hipertensi antara • Hasil berdasarkan pendidikan didapat-
lain adalah aterosklerosis.1 kan 7 orang (14%) dengan pendidikan
Dari hasil penelitian didapatkan dari 50 SD, 4 Orang (8%) dengan pendidikan
pasien dengan faktor penyebab stroke non SMP, 22 Orang (44%) dengan
hemoragik TIA sebanyak 26 orang (52%), pendidikan SMA dan 17 orang (34%)
trombosis serebri sebanyak 20 orang (40%) dengan pendidikan Perguruan Tinggi
dan emboli serebri sebanyak 4 orang (8%) . • Hasil berdasarkan pekerjaan didapatkan
Hal ini sesuai dengan kepustakaan Braddon pekerjaan PNS sebanyak 13 (26%), Ibu
yang mengatakan serangan iskemik sepintas Rumah Tangga (IRT) sebanyak 11
(Transient Ischemic Attack/ TIA) penyebab (22%), Wiraswasta 10 orang (20%),
pertama terbanyak stroke non hemoragik, pensiunan 15 orang (30%) dan hanya 1
kedua trombosis dan yang ketiga emboli orang (1%) dengan pekerjan tukang.
serebri. Hal ini dikarenakan serangan • Dari hasil penelitian didapatkan pasien
iskemik sepintas adalah serangan defisit dengan faktor resiko hipertensi sebanyak
neurologik yang timbul mendadak dan 31 orang (62%), diabetes melitus seba-
singkat akibat iskemia otak fokal yang nyak 7 orang (14%), penyakit jantung
cenderung membaik dengan kecepatan dan sebanyak 1 orang (2%), hipertensi dan
tingkat penyembuhan bervariasi tetapi penyakit jantung sebanyak 1 orang (2%),
biasanya dalam 24 jam.3 diabetes dan melitus dan hipertensi se-
Pada penelitian yang mengguanakan banyak 8 orang (16%), dan yang meng-
Mini Mental State Examination (MMSE), alami diabetes melitus, hipertensi dan
didapatkan bahwa pasien stroke non penyakit jantung sebanyak 2 orang (4%).
hemoragik yang tidak mengalami gangguan • Dari hasil penelitian didapatkan pasien
fungsi kognitif sebanyak 20 orang (40%). dengan faktor penyebab stroke hemo-
Dari penelitian yang didapatkan sebagian ragik TIA sebanyak 26 orang (52%),
besar pasienstroke non hemoragikyang trombosis serebri sebanyak 20 orang
mengalami gangguan fungsi kognitif yakni (40%) dan emboli serebri sebanyak 4
28 orang (56%) yang mengalami probable orang (8%)
gangguan kognitif dan sebanyak 2 orang • Hasil pemeriksaan fungsi kognitif 20
(4%) yang mengalami definite gangguan orang (40%) yang tidak mengalami
kognitif. Menurut penelitian yang dilakukan gangguan fungsi kognitif, sebanyak 28
Wibowo pada tahun 2007 bahwa sekitar orang (56%) yang mengalami probable
70% penderita stroke mengalami gangguan gangguan kognitif dan sebanyak 2 orang
kognitif intensitas ringan sampai berat.9 (4%) yang mengalami definite gangguan
kognitif
SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP 1. Soetdewi L, Misbach J. Epidemiologi
stroke. In: Lyna S, Jofizal J editors. Stroke
Sinaga, Sengkey, Angliadi; Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Stroke...

aspek diagnostik, patofisiologi, 5. Saryono ,SKP. Kumpulan Instrumen


manajemen. Jakarta: Badan Penerbit FK UI; Penelitian Kesehatan. Medical Book. p.
2011.p. 1-40 21-4
2. Badan Penelitian dan Pengembangan 6. Huwae Silvia dkk. Hubungan Kadar
Kesehatan Departemen Kesehatan, Republik Neutrofil Luaran Klinis Penderita Stroke
Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2007. Iskemik Akut. Makassar. Universitas
Diunduh dari: http://www. litbag.depkes. go. Hasanudin.
id/sites/download/ buku laporan/ lapnas 7. Bangun R. Hubungan Kadar Albumin
riskesdas2007/Indonesia.zip. Diakses 14 Serum dan Outcome Fungsional Penderita
September 2013 Sroke Iskemik Dengan dan Tanpa diabetes..
3. Braddon RL. Rehabilitation of Stroke [Thesis]. Medan. FK USU.2008
Syndrome. In: W.B Suuders. Editors. 8. Lisnaini. Senam Vitalisasi Otak Dapat
Physical Medicine and Rehabilitation. Meningkatkan Fungsi Kognitif Usia Dewasa
Philadelphia.2000.p 1177-80 Muda. [Skrpsi]. [Jakarta]: Universitas
4. Brunner & Suddarth. Penatalaksanaan Kristen Indonesia
Pasien Disfungsi Neurologik. In: Suzanne 9. Harta sri, Widayanti C. studi deskriptif pada
C,Brenda G. editors. Buku Ajar orang lanjut usia di kota Semarang. Jurnal
Keperawatan Medikal-Bedah. 8th ed. Psikologi Undip Vol 7, No. 1, April 2010
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2131-43