You are on page 1of 7

Karakteristik Mekanisme Koping Pasien Kanker Payudara di Poli Bedah

Onkologi Rumkital Dr. Ramelan Surabaya

Nur Muji Astuti

STIKES Hang Tuah Surabaya

Abstract

Breast cancer is the growth of uncontrolled malignant cells in abnormal cells of


breast tissue (Osborn, Kathleen Swraa 2010). The patient's coping mechanisms
are important to deal with the existing stressors and will have an impact on the
anxiety levels facing the patient. Koping can suppress the stressors faced by the
patient. The patient's coping mechanisms are important to deal with the existing
stressors and will have an impact on the anxiety levels facing the patient. Coping
can suppress the stressors faced by the patient so that it can decrease the anxiety
level of breast cáncer patients (Gaston-johansson et al. 2013). This research used
cross sectional design. The population was taken in oncology dr. Ramelan Hosptal
Surabaya. Data collection used a demographic data questionnaire and a COPE
Brief questionnaire with medium and low grade coping categories. The results
showed that most of the respondents use coping mechanism which is problema
oriented that is 21 people (60,0%), 4 people (11,4%) emotion oriented and 10
people (28,6%) oriented to problem and emotion. Coping Mechanism patients
who were under going treatment at Rumkital Dr Ramelan Hospital Surabaya place
oriented to the problem. Nurses were expected to improve their ability to improve
breast cancer patients' coping with peer grouping.

Keywords: Coping Mechanism, Breast Cancer

Latar Belakang Amerika Serikat (Institute 2012). Di


Indonesia, prevalensi. Kanker adalah
Kanker payudara adalah sebesar 1,4 per 1.000 penduduk
pertumbuhan dari sel keganasan yang (Riskedas 2013), serta merupakan
tidak terkontrol pada sel-sel penyebab kematian nomor 7 (5,7%)
abnormal jaringan payudara (Osborn, dari seluruh kematian (Riskesdas,
Kathleen Swraa 2010). Mekanisme 2013). Data Medical Record
koping pasien mempunyai penting Rumkital Dr. Ramelan Surabaya,
untuk menghadapi stresor yang ada didapatkan jumlah pasien yang
dan akan berdampak pada tingkat berobat jalan di poli bedah onkologi
kecemasan yang di hadapi pasien. Rumkital Dr. Ramelan Surabaya
Koping dapat menekan stresor yang selama tahun 2016 sejumlah 2681
dihadapi oleh pasien. Perempuan orang. 75% pasien kanker memiliki
Afrika Amerika (AA) memiliki masalah kesehatan fisik dan
insiden kanker payudara tertinggi psikologis yang berhubungan dengan
kedua (119,9 per 100.000) dan terapi penyakit yang diseritanya(
tingkat kematian tertinggi dari Aziz, 2003; Wayuni, Huda, and
penyakit (32 per 100.000) di

1276
Utami 2015).. Koping adalah Surabaya. Pengambilan data
mekanisme untuk mengatasi menggunakan kuesioner data
perubahan yang dihadapi atau beban demografi dan kuesioner Brief COPE
yang diterima tubuh dan beban dengan penilaian kategori koping
tersebut menimbulkan respons tubuh tinggi sedang dan rendah. Kuesioner
yang sifatnya non spesifik (Trevino telah dilakukan uji variabilitas dan
et al. 2012). Wanita yang uji reabilitas menggunakan Uji
terdiagnosis kanker payudara sering validitas pearson product moment
membawa tingkat stres yang tinggi dengan nilai r 0,05. Kuesioner ini
(Yang, Ph, and Brothers 2008). terdiri dari 10 item pertanyaan.
Mekanisme koping pasien Kuesioner berbentuk skala likert
mempunyai penting untuk tersusun dari 5 butir pertanyaan yang
menghadapi stresor yang ada dan berorientasi pada masalah (terdapat
akan berdampak pada tingkat pada soal nomor 1, 2, 6, 7, dan 9)
kecemasan yang di hadapi pasien. dan 5 butir pertanyaan yang berfokus
Koping dapat menekan stresor yang pada emosi (terdapat pada soal
di hadapi oleh pasien sehingga dapat nomor 3, 4, 5, 8, dan 10). Responden
menurunkan tingkat kecemasan memilihsatu dari tiga jawaban
pasien kanker payudara (Gaston- menggunakan (√) pada kolom.
johansson et al. 2013). Untuk itu Sampel pada penelitian ini sejumlah
perlu dilakukan penelitian terkait 35 pasien kanker payudara, dengan
mekanisme koping pada klien kriteria usia 25-44 tahun, terdiagnosa
dengan kanker payudara. kanker payudara. Seluruh responden
diberikan inform consent, dan
Metode penjelasan terkait penelitiaan
Penelitian ini menggunakan desain sebelum pengambilan data
cross sectional. Populasi diambil di dilakukan.
poli onkologi Rumkital Dr. Ramelan
Hasil
1. Data Umum
a. Status perkawinan
Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan status perkawinan pasien kanker
payudara yang menjalani perawatan

Status Perkawinan Jumlah Prosentase (%)


Belum menikah 3 8,6
Menikah 28 80,0
Janda 4 11,4
Total 35 100

1277
b. Pekerjaan
Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Prosentase (%)


Ibu rumah tangga 18 51,4
PNS/TNI/POLRI 2 5,7
Wiraswasta 6 17,1
Swasta 9 25,7
Total 35 100

c. Penghasilan
Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan penghasilan

Penghasilan Perbulan Jumlah Prosentase (%)


< Rp.1.000.000.- 4 11,4
Rp.1.000.000.- 3.000.000, 16 45,7
>Rp.3.000.000.- 15 42,9
Total 35 100

d. Asuransi kesehatan
Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan penggunaan asuransi kesehatan

Asuransi Kesehatan Jumlah Prosentase (%)


Ya 34 97,1
Tidak 1 2,9
Total 35 100
e. Pendidikan
Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan pendidikan

Pendidikan Jumlah Prosentase (%)


Lulus SD 8 22,9
Lulus SMP 8 22,9
Lulus SMA 15 42,9
Lulus PT 4 11,4
Total 35 100
f. Stadium penyakit
Tabel 6. Distribusi responden berdasarkanstadiumpenyakit
Pendidikan Jumlah Prosentase (%)
Stadium I 12 34,3
Stadium II 19 54,3
Stadium III 4 11,4
Total 35 100

1278
g. Jenis terapi
Tabel 7. Distribusi responden berdasarkan jenis terapi

Pendidikan Jumlah Prosentase (%)


Pre Operasi 5 14,3
Post Operasi 14 40,0
Lain-lain/kemoterapi 16 45,7
Total 35 100

2. Data Khusus

Mekanisme koping
Tabel 8 Orientasi mekanisme koping pasien kanker payudara yang menjalani
perawatan di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.

Orientasi Mekanisme Koping Jumlah Prosentase (%)


Masalah 21 60,0
Emosi 4 11,4
Masalah dan Emosi 10 28,6
Total 35 100
Tabel 8 menggambarkan bahwa
menunjukkan bahwa sebagian besar
responden
menggunakan mekanis mekoping kekhawatiran terhadap kondisi
yang berorientasi pada masalah yaitu kesehatannya yang tidak bisa
sebanyak 21 orang (60,0%), 4 orang diprediksi dan perubahan gaya hidup
(11,4%) berorientasi pada emosi dan pasien. Pasien dengan mekanisme
10 orang (28,6%) berorientasi pada koping yang berorientasi pada
masalah dan emosi. masalah selalu optimis terhadap apa
pun masalah yang dihadapinya. Hal
Diskusi ini sejalan dengan penelitian
Penelitian ini menunjukkan hasil (Gaston-johansson et al. 2013)
bahwa responden yang menjalani bahwa koping mekanisme yang
perawatan kanker di poli onkologi paling umum digunakan adalah
berdasarkan mekanisme koping mengatasi pernyataan diri, berdoa
sebagian besar responden dan berharap, meningkatkan aktivitas
menggunakan mekanisme koping perilaku, dan mengabaikan sensasi.
yang berorientasi pada Selain itu dukungan yang didapat
masalahsebesar 60%. Mekanisme sangat membantu kondisi psikologis
koping yang berorientasi pada mereka untuk kuat dan tetap
masalah merupakan mekanisme semangat dalam menjalani
koping yang berfokus pada penyebab pengobatan kemoterapi (Wayuni et
stres (Kozier 2004). Stres yang al. 2015). Terapi sesuai dengan
dirasakan pasien berupa anjuran dokter.

1279
Pada tabel 8 didapatkan pasien Carver 1989) penolakan hanya akan
kanker payudara yang berorientasi dapat menciptakan masalah
pada emosi didapatkan sebesar 11,4 tambahan, artinya dengan
%. Koping yang berorientasi pada menyangkal atau tidak menerima
emosi mencakup perilaku dalam kenyataaan akan dapat menyebabkan
mencari dukungan sosial, masalah yang lebih serius sehingga
reinterpretasi positif, penerimaan, akan mempersulit melakukan koping
beribadah, emosional dan denial dan memperburuk kondisi
(Carver, Scheier & Weinsraub1989 penyakitnya. Pasien yang
dalam Hammer, Weiten, and Dunn berorientasi pada emosi selalu
2014). Selain itu koping positif berusaha untuk mengontrol respon
menurunkan konsentrasi dari emosional yang ia rasakan.
interleukin 4 dimana dapat (Carver 1989) menjelaskan
menurunkan pertumbuhan dari sel bahwa koping yang berorientasi
kanker (Svensson et al. 2016). Hasil masalah menyelesaikan konflik
penelitian (Gaston-johansson et al. dengan cara kopingaktif,
2013) menunjukkan bahwa kapasitas merencanakan, fokus pada masalah,
koping tentang peningkatan spiritual, menahan diri dan mencari dukungan
mempunyai peranan penting dalam sosial. Penelitian ini menunjukkan
mengatasi masalah kanker payudara data bahwa terdapat pasien yang
untuk wanita Afrika dan Amerika. menggunakan mekanisme koping
Kemampuan untuk mengatasi yang berorientasi pada masalah dan
masalah berkorelasi dengan tekanan emosi sebesar 28,6%. Koping yang
psikologis yang lebih sedikit. berorientasi pada keduanya
Pasien dengan mekanisme koping menjadikan individu mempunyai
ini berusaha mencari simpati dari lebih banyak cara dalam
orang lain disekitarnya, penyelesaian konflik atau mekanisme
mengganggap masalah yang koping dalam dirinya sehingga dapat
dihadapinya memiliki manfaat bagi menyesuaikan dengan tingkat stress
dirinya dan menjadikan individu yang dihadapi untuk itu koping yang
menjadi lebih baik, kondisi yang di berorientasi pada masalah dan emosi
hadapinya merupakan kondisi yang merupakan koping yang dianggap
tidak dapat dihindari, meningkatkan terbaik. Koping yang berorientasi
ibadah menjadikannya semakin emosi menyelesaikan konflik atau
pasrah dan lebih bertawakal kepada masalah dengan cara mencari
Tuhan karena dengan kepasrahan dukungan sosial, reinterpretasi
maka tingkat stress yang dialamiakan positif, penerimaan, penolakan dan
menurun dan ini akan memberikan beribadah. Penggunaan koping
pengaruh terhadap perkembangan berfokus pada emosi olehindividu
kanker, terkadang pasien juga akan digunakan untuk mengatasi emosi
mengingkari dan menolak bahwa hal negatif dimana strategi tersebut tidak
tersebut terjadi pada dirinya dan mengubah situasi stres, tetapi hanya
beranggapan dirinya tidak mengubah cara individu mengahayati
mengalami masalah apapun, menurut atau memikirkan situasi (Tasripiyah,
(Matthews, Siegel, Kuller, Prawesti, and Rahayu n.d.). Koping
Thompson & Varat, 1983 dalam yang adaptif juga menentukan

1280
kepatuhan menjalani terapi Nursing Forum 40(2).
kemoterapi pada pasien kanker,
semakin baik koping yang dimiliki, Hammer, Elizabeth, Wayne Weiten,
maka kepatuhan untuk mengikuti and Dana Dunn. 2014.
terapi semakin patuh (Sonia, Arifin, Psychology Applied to Modern
and Murni 2014), meskipun pada Life: Adjustment in the 21st
penelitian (Surtees et al. 2010) Century. UK: Amazone.
mengungkapkan mekanisme koping
untuk menghadapi stres sosial pada Institute, National Cancer. 2012.
individu tidak menentukan SEER Stat Fact Sheets: Breast.
prevalensi terjadinya kejadian kanker Retrieved.

Kesimpulan Kozier, Barbara. 2004. Fundamental


Of Nursing, Concepts, Process,
Mekanisme koping pasien And Practice (7th Ed).
kanker payudara yang menjalani California: Addison Wesley
perawatan di Poli Onkologi Rumkital Company.
Dr. Ramelan Surabaya mayoritas
berorientasi pada masalah. Dengan Osborn, Kathleen Swraa, Watson.
data tersebut diharapkan profesi 2010. Medical Surgical
keperawatan meningkatkan motivasi Nursing: Preparation Practice
dalam peningkatan koping pasien Volume 2. USA: Pearson.
kanker payudara dengan pembuatan
peer group. Untuk peneliti Sonia, Gina, Helmi Arifin, and Arina
selanjutnya disarankan menilai Widya Murni. 2014. “Hubungan
kualitas hidup dan mekanisme Mekanisme Koping Dengan
koping pada pasien kanker payudara. Kepatuhan Pada Penderita
Daftar Pustaka Keganasan Yang Mengalami
Ansietas Dan Depresi.” MKA
Carver, Carles. 1989. “Assessing 37(April 2014):2–7.
Coping Strategies: A
Theoritically Based Approach.” Surtees, Paul G., W. ..Wainwright
Journal of Personality and Nicholas, Robert N. Luben,
Social Psychology 2(56):267– Kay-Tee Khaw, and Sheila A.
83. Bingham. 2010. “No Evidence
That Social Stress Is Associated
Gaston-johansson, Fannie, Mary with Breast Cancer Incidence.”
Ellen Haisfield-wolfe, Bobbie Breast Cancer Res Treat 169–
Reddick, Nancy Goldstein, and 74.
Tokunbor A. Lawal. 2013. “The
Relationships Among Coping Svensson, Thomas, Manami Inoue,
Strategies, Religious Coping, Norie Sawada, and Hadrien
and Spirituality in African Charvat. 2016. “Coping
American Women With Breast Strategies and Cancer Incidence
Cancer Receiving and Mortality : The Japan
Chemotherapy.” Oncology Public Health Center-Based

1281
Prospective Study.” Cancer Survivors.” J. Relig Health 87–
Epidemiology 40:126–33. 98.

Tasripiyah, Anis Supi, Ayu Prawesti, Wayuni, Dwi, Nurul Huda, and
and Urip Rahayu. n.d. Gamya Tri Utami Utami. 2015.
“Hubungan Koping Dan “Studi Fenomenologi:
Dukungan Sosial Dengan Body Pengalaman Pasien Kanker
Image Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut Yang Menjalani
Post Mastektomi Di Poli Bedah Kemoterapi.” JOM 2(2).
Onkologi RSHS Bandung.”
Universitas Padjadjaran. Yang, Hae-chung, D. Ph, and
Brittany M. Brothers. 2008.
Trevino, Kelly M., Elizabeth “Stress and Quality of Life in
Archambault, Jennifer Schuster, Breast Cancer Recurrence :
Peter Richardson, and Jennifer Moderation or Mediation of
Moye. 2012. “Religious Coping Coping ?” The Society Of
and Psychological Distress in Behavioural Medicine 188–97.
Military Veteran Cancer

1282