You are on page 1of 35

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE ( ANC ) PADA NY. WD


DENGAN USIA KEHAMILAN 28 MINGGU

Disusun Oleh :
MAFTUKHIN

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
GOMBONG
2018

i
LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE ( ANC) PADA NY. WD


DENGAN KEHAMILAN 28 MINGGU

Telah disahkan oleh Pembimbing


Pada tanggal : ..........................................

PEMBIMBINGKLINIK PEMBIMBING AKADEMIK

MUHAJIRIN, M.Kes EKA RIYANTI, M.kep, Sp.Mat

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1


A. Pengertian ANC.......................................................................... 1
B. Tujuan ......................................................................................... 1
C. Standar Pelayanan ANC ............................................................. 1
D. Tanda dan Gejala Kehamilan ..................................................... 3
E. Perubahan Fisiologis Kehamilan ................................................ 5
F. Perubahan Psikologis Kehamilan ............................................... 11
G. Keluhan pada Masa Kehamilan .................................................. 14
H. Pemeriksaan ANC ...................................................................... 15
I. Masalah Keperawatan ................................................................ 19

BAB II TINJAUAN KASUS ....................................................................... 20

BAB III PEMBAHASAN .............................................................................. 31

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 32

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian
Antenatal Care adalah perawatan yang ditujukan kepada ibu hamil, yang
bukan saja bila ibu sakit dan memerlukan perawatan, tetapi juga pengawasan
wanita hamil agar tidak terjadi kelainan sehingga ibu dan anak sehat (Mochtar,
1998). Pelayanan antenatal adalah untuk mencegah adanya komplikasi obstretri
dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin (Saifuddin, dkk.,
2002)
Pelayanan antenatal adalah pelayanan terhadap individu yang bersifat
preventif care untuk mencegah masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin
agar melalui persalinan dengan sejat dan aman, diperlukan kesiapan fisik dan
mental ibu sehingga ibu dalam keadaan status kesehatan oftimal, karena
kesehatan ibu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya
(Departemen Kesehatan, 2007)
Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi,
edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses
kehamilan dan persalianan yang aman dan memuaskan (Handaya, 2008).

B. Tujuan
Secara umum antenatal care bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil
dapat melalui masa kehamilan, persalinan, dan nifas dengan baik dan selamat
serta menghasilkan bayi yang sehat (Depkes RI, 1994). Secara rinci tujuan
antenatal care adalah:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang janin
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu.
3. Mengenali dan mengurangi sedini mungkin adanya penyulit/komplikasi yang
dapat muncul selama kehamilan, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan dan pembedahan.

1
4. Mempersiapkan persalinan cukup builan dan persalinan yang aman dengan
trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan dengan normal dan mempersipkan ibu
agar dapat memberi asi secara eksklusif.
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran janin agar
tumbuh kembang secara normal
7. Mengurangi angka kematian bayi prematur, kelahirran mati dan kematian
neonatal.

C. Standar Pelayanan Antenatal


Pelayanan antenatal mengacu pada konsep 7T yaitu:
1. Timbang badan dan ukur badan, tujuannya adlah untuk mengetahui sesuai
tidaknya berat badan ibu. Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap
berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan. Selama triwulan I berat badan ibu
harus naik 0,5 sampai dengan 0,75 kg setiap bulan, pada triwulan ketiga harus
naik 0,25 kg setiap minggunya. Dan pada trisemester III berat badan ibu
harus naik sekitar 0,5 kg setiap minggunya, atau secara umum berat badan
meningkat sekitar 8 kg selama kehamilan.
2. Ukur tekanan darah. Tujuannya untuk mendeteksi apakah tekanan darah
normal atau tidak. Pemeriksaan ini juga dilakukan pada setiap kunjungan.
Tekanan darah yang tinggi dapat membuat ibu keracunan kehamilan, baik
ringan maupun berat bahkan sampai kejang-kejang. Sementara tekanan darah
yang rendah menyebabkn pusing dan lemah.
3. Skrinin status imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Tujuannya untuk melindungi
ibu dan bayi yang dilahirkan nanti dari tenanus neonatorum. Imunisasi TT
diberikan pada kunjungan antenatal I, TT2 deberikan empat minggu setelah
TT1, TT3 diberikan setelah enam bulan TT2, TT4 diberikan 1 Tahun setelah
TT3, dan TT5 diberikan setelah setahun TT4
4. Ukur tinggi fundus uteri. Tujuannya untuk melihat pembesaran rahim,
dilakukan dengan cera meraba perut dari luar, selain itu untuk mengetahui
presentasi janin, serta mengetahui posisi janin dalam rahim. Pada

2
pemeriksaan ini juga dilakukan pngukuran tinggi puncak rahim untuk
kemudian disesuaikan dengan umur kehamilan. Jika diperoleh besarnya
rahim tidak sesuai dengan umur kehamilan maka direncanakan pemeriksaan
lanjutan.
5. Pemberian tablet besi (90 Tablet) selama kehamilan. Pemberian tablet besi
diberikan sesuai dengan kebijakan nasional yang berlaku diseluruh
puskesmas di Indonesia. Pemberian satu tablet besi sehari sesegera mungkin
setelah rasa mual hilang pada awal kehamilan
6. Temu wicara/ pemberian komunikasi interpersonal atau konseling. Untuk
menghindari kesalahan penanganan kehamilan, komunikasi dengan suami
dan keluarga diperlukan gunan mempersiapkan rujukan nantinya. Dengan
manajemen rujukan yang benar, cepat, dan tepat maka ibu dan janin akan
memperoleh pelayanan persalinan dan kelahiran yang benar sehingga
membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program ini lebih
diutamakan pada tempat pelayanan kesehatan terpencil dan jauh dari akses
transfortasi yang memadai
7. Test laboratorium sederhana (Hb,Protein, dan Urine) berdasarkan indikasi
(HbsAg, sifilis, HIV, malaria, tuberkulosis paru (TBC) , PMS). Wanita
yang sedang hamil merupakan kelompok dengan risiko tinggi terhadap
penyakit menular seksual yang dapat menimbulkan kematian pada ibu dan
janin yang dikandungnya.

D. Tanda dan Gejala Kehamilan


1. Tanda presumsi
a. Subyektif:
 Amenorrhea.
Dapat disebabkan oleh: gangguan endokrin, abnormalitas sistem saraf,
penyakit infeksi, anemia, obstruksi servikal, atau ketegangan emosi
 Kelemahan/dan keletihan, dapat diakibatkan karena anemia atau
infeksi.

3
 Mual dan muntah (morning sickness)
Merupakan respon awal tubuh terhadap tingginya kadar progesteron,
dapat disebabkan karena gangguan pada saluran cerna atau alergi.
Terjadi antara minggu ke-2-6 dan menghilang pada minggu ke-12.
 Perubahan payudara
Terasa penuh dan nyeri, hiperpigmentasi areola mammae, perubahan
nipple, sekresi kolostrum, pelebaran vena.
 Peningkatan sekresi berkemih.
Kongesti darah pada organ-organ pelvik meningkatkan sensitivitas
jaringan, tekanan karena pembesaran uterus menstimulasi saraf dan
mentrigger keinginan untuk berkemih selama hamil. Dapat pula
disebabkan oleh penyakit infeksi saluran kencing, trauma dan
pertumbuhan tumor vesika urinaria.
 Perubahan mood: letih, pusing, sakit kepala.
 Leukorea Quickening
Sensasi adanya gerakan dapat dirasakan pada minggu ke- 22 pada
primipara dan minggu ke-20 pada multipara.
b. Obyektif (probabilitas)
 Perubahan fisiologi dan anatomi
 Peningkatan temperatur basal tubuh (basal body temperature)
 Perubahan kulit: Striae gravidarum dan pigmentasi (kloasma, linea
nigra)
 Perubahan payudara
 Pembesaran abdomen
 Perubahan rahim dan vagina
2. Tanda kemungkinan hamil
Merupakan tanda-tanda yang dapat diobservasi oleh pemeriksa. Bila
digabung dengan tanda dan gejala presumsi, maka tanda kemungkinan
memberi dugaan kuat adanya kehamilan. Tandanya meliputi:

4
Pembesaran rahim
a. Uterin shouffle adalah goyangan, desiran nadi yang terdengar di atas
uterus ibu hamil.
b. Kontraksi Braxton Hicks
c. Ballotement → pantulan yang terjadi ketika bayi pemeriksa mengetuk
janin yang mengapung dalam uterus, menyebabkan janin berenang
menjauh dan kemudian kemudian kembali ke posisinya semula.
d. Hegar sign : melunaknya segmen bawah Rahim
e. Goodell sign : melunaknya serviks.
f. Test kehamilan positif.
3. Tanda positif kehamilan (absolut)
a. Terlihat bentuk tubuh janin melalui USG dan rangka janin pada XRay
b. Terdengar detak jantung janin
c. Teraba bagian-bagian janin
d. Teraba gerakan janin.

E. Perubahan Fisiologi Kehamilan


1. Sistem kerja hormon
a. Sistem endokrin
Kelenjar dari sistem endokrin menghasilkan bahan-bahan kimia yang
mempengaruhi seluruh tubuh. Selama kehamilan, banyak perubahan yang
terjadi pada kelenjar ini.
Kelenjar tyroid
Selama masa kehamilan, basal metabolik rate (BMR) meningkat hampir
20% dan kelenjar tyroid membesar, tetapi jumlah hormon yang dihasilkan
tetap sama. Ukurannya meningkat karena pertumbuhan sel-sel acinar, dan
meningkatnya metabolic rate disebabkan karena oksigen yang digunakan
lebih banyak.
Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid ukurannya meningkat selama kehamilan, terutama
selama minggu ke-15 sampai ke-30 ketika kebutuhan kalsium dan vitamin

5
D janin lebih besar. Hormon paratiroid penting untuk mempertahankan
kecukupan kalsium dalam darah, tanpa hormon tersebut metabolisme
tulang dan otot terganggu.
Pankreas
Insulin dihasilkan oleh kelompok sel-sel kecil yang disebut pulau
langerhans, yang terjadi di seluruh jaringan pankreas. Selama masa
kehamilan sel-sel ini tumbuh dan menghasilkan lebih banyak insulin
untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Walaupun demikian, karena
keterbatasan penyimpanan glikogen, wanita sehat yang hamil kurang
mampu mengatasi jumlah gula yang lebih banyak, sehingga beberapa dari
mereka mengeluarkannya ke dalam urine. Bagi ibu yang diabetes,
kehamilan merupakan hal yang riskan dan membutuhkan pengawasan
medis yang berkelanjutan.
Kelenjar pituitari
Lobus anterior dari kelenjar pituitari mengalami sedikit pembesaran
selama kehamilan dan terus menghasilkan semua hormon tropik, tetapi
juga dengan jumlah yang sedikit berbeda. Follicle stimulating hormone
(FSH) ditekan oleh chorionic gonadotropin (hCG) yang dihasilkan dalam
plasenta. Hormon pertumbuhan berkurang dan hormon melanotropok
meningkat, menyebabkan peningkatan pigmentasi puting susu, wajah, dan
abdomen. Pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah
persalinan selama menyusui.
Sebagaimana bayi telah matur, pembentukan prolaktin oleh lobus
posterior meningkat dan menyiapkan perannya menstimulasi kontraksi
otot uterus dalam proses persalinan.
Kelenjar adrenal
Ukuran kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan, terutama bagian
kortika yang membentuk kortin. Jumlah ion natrium dan kalium dalam
darah diatur oleh kortin. Bagian medula dari kelenjar adrenal mensekresi
epinephrin, hormon yang sangat penting. Kehamilan tidak mengubah
ukuran atau fungsi bagian medula.

6
Hormon-hormon yang signifikan dalam kehamilan:
1) hCG (human chorionic gonadotropin)
 dihasilkan oleh sel-sel trofoblast
 puncaknya pada minggu ke-9 – 13
 mempertahankan korpus luteum sampai plasenta mengambil alih
2) hPL (human placental lactogen)
 Dihasilkan oleh sel-sel synsitio tropoblas
 Kerjanya berlawanan dengan insulin
 Mempunyai pengaruh peningkatan asam lemak bebas dan
menurunkan metabolisme glukosa
3) Estrogen
 Dihasilkan oleh ovarium dan plasenta.
 Berperan dalam perkembangan uterus dan mammae,
meningkatkan pigmen kulit, meretensi Na+ dan air, serta
menurunkan hidrokloric asam lambung.
4) Progesteron
 Dihasilkan oleh korpus luteum, plasenta dan ovarium
 Berperan dalam mempertahankan kehamilan, memlihara
endometrium, dan merelaksasikan otot-otot uterus
 Menurunkan tonus dan motilitas lambung dan saluran cerna
 Merelaksasikan otot-otot kaki dan pembuluh darah ekstremitas
5) Relaksin
 Dihasilkan oleh korpus luteum, plasenta, dan desidua
 Berfungsi untuik menurunkan kontraksi uterus, melunakkan
serviks, dan pengubahan kolagen
6) Prostaglandin
Substansi lipid yang disimpan dalam desidua selama hamil dan juga
terdapat dalam cairan semen. Berperan kompleks untuk memulai
persalinan.

7
2. Ovarium dan Plasenta
Ovarium merupakan sumber estrogen dan progesteron pada wanita tidak
hamil. Pada saat konsepsi, perubahan dramatis terjadi. Korpus luteum tempat
ovum berasal mulai menghasilkan estrogen dan progesteron. Segera setelah
plasenta terbentuk dengan baik, ia menjadi sumber utama kedua hormon
tersebut. Plasenta juga membentuk steroid dan tiga jenis hormon lainnya:
human chorionic gonadotropin (hCG), human placental lactogen (hPL) juga
disebut chorionic somatomotropin (hCS), dan human chorionic thyrotropin
(hCT).
3. Perubahan berat badan
Kenaikan BB selama trimester rata-rata kenaikan hanya 1–2,5 kg
kemudian meningkat 0,3–0,5 kg perminggu, dibawah rata-rata pada wanita.
Peningkatan berat progresif bertahap pada dua trimester terakhir umumnya
merupakan peningkatan jaringan lemak dan tidak berlemak. Selama trimester
kedua, peningkatan terutama terjadi pada ibu, sedangkan trimester ketiga
kebanyakan merupakan pertumbuhan janin (Bobak, Lowdermilk & Jensen,
2005).
Kenaikan BB selama kehamilan sangat penting, BB yang kurang
selama kehamilan memudahkan resiko lahir kecil untuk masa kehamilan.
Tidak adekuat kenaikan BB selama lebih dari ½ masa kehamilan akan
melahirkan bayi preterm. Resiko ini terjadi jika total kenaikan tidak sesuai
dengan yang dianjurkan.
4. Perubahan uterus
Perubahan yang amat jelas pada anatomi maternal adalah pembesaran
uterus untuk menyimpan bayi yang sedang tumbuh. Uterus tumbuh dari kecil,
organ yang hampir padat menjadi berdinding tebal, kantung muskular yang
mengandung janin, plasenta dan sekitar 1000 ml air ketuban. Beratnya
meningkat 20 kali dan kapasitasnya meningkat 500 kali. Peningkatan ukuran
ini disebabkan oleh pertumbuhan serabut-serabut otot dan jaringan yang
berhubungan, termasuk jaringan fibroelastik, darah dan saraf.

8
Tabel 1. Perbandingan ukuran uterus wanita hamil dan tidak hamil pada
minggu ke- 40

Ukuran Tidak hamil Hamil


Panjang 6,5 cm 32 cm
Lebar 4 cm 24 cm
Kedalaman 2,5 cm 22 cm
Berat 60-70 gram 1100-1200 gram
volume ≤ 10 ml 5000 ml
(Bobak, 2005).
5. Perubahan vagina dan vulva
Sampai minggu kedelapan, meningkatnya vaskularisasi pada vagina
menyebabkan tanda kehamilan yang khas disebut tanda chadwick’s, corak
yang berwarna keunguan yang dapat terlihat oleh pemeriksa.
6. Serviks
Segera setelah periode tidak terjadinya menstruasi pertama serviks
menjadi lebih lunak sebagai akibat meningkatnya suplay darah (tanda
Goodell’s). Kanalis servikalis dipengaruhi oleh mukus yang kental disebut
operkulum.
7. Payudara
Salah satu petunjuk pada wanita yang menandakan bahwa ia hamil
adalah rasa kesemutan, nyeri tekan pada payudara, yang secara bertahap
mengalami pembesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar
dan suplay darah. Puting susu menjadi lebih menonjol dan keras, dan pada
awal kehamilan keluar cairan jernih, (kolostrum). Area berpigmen disekitar
puting, areola, tumbuh lebih gelap, dan kelenjar-kelenjar montgomery
menonjol keluar.
8. Sistem perkemihan
Di bawah keadaan yang normal, peningkatan kegiatan penyaringan
darah bagi ibu dan janin yang tumbuh tidak membuat ginjal dan ureter
bekerja ekstra. Keduanya menjadi dilatasi karena peristaltik ureter menurun.

9
Sebagai akibat, gerakan urine ke kandung kemih lebih lambat. Stasis urine ini
meningkatkan kemungkinan pielonefritis.
9. Sistem pernapasan
Sejalan dengan pertumbuhan janin dan mendorong diafragma ke atas,
bentuk dan ukuran rongga dada, berubah tetapi tidak membuatnya lebih kecil.
Kapasitas paru terhadap udara inspirasi tetap sama seperti sebelum hamil atau
mungkin berubah dengan berarti. Kecepatan pernapasan dan kapasitas vital
tidak berubah. Volume tidal, volume ventilasi permenit, dan ambilan oksigen
meningkat. Karena bentuk dari rongga thoraks berubah dan karena bernapas
lebih cepat, sekitar 60% wanita hamil mengeluh sesak napas.
10. Sistem integumen
 Pigmentasi: disebabkan oleh hormon pituitari anterior melanotropin yang
meningkat selama kehamilan.
 Fasial melasma : chloasma atau topeng kehamilan adalah bentuk seperti
jerawat, merupakan hiperpigmentasi, berwarna kecoklatan diatas pipi,
hidung dan kening.
 Linea nigra : merupakan garis pigmentasi yang terentang dari simfisis
pubis sampai ke ujung atas fundus pada garis tengah tubuh.
 Striae gravidarum tanda regagangan disebabkan kerja
adenokortikosteroid yang terlihat pada abdomen, paha dan payudara.
 Angioma atau telangiektasis (vascular spiders): ujung arteriola yang
berdenyut dan menonjol berwarna kebiruan dan tidak hilang bila ditekan.
Biasanya ditemukan pada leher, dada, wajah dan lengan.
11. Muskuloskeletal
Selama masa kehamilan wanita membutuhkan kira-kira sepertiga
kalsium dan fosfor. Dengan diet yang seimbang kebutuhan tersebut terpenuhi
dengan baik. Caries gigi tidak disebabkan oleh dekalsifikasi, sejak kalsium
gigi telah terbentuk. Terdapat bukti bahwa saliva yang asam pada saat hamil
membantu aktivitas penghancuran email yang menyebabkan caries.
Di lain pihak, sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak.
Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin

10
membesar dalam abdomen. Untuk mengkompensasi penambahan berat ini,
bahu lebih tertari ke belakang dan tulang belakang lebih melengkung, sendi
tulang belakang lebih lentur, dapat menyebabkan nyeri punggung pada
beberapa wanita.
12. Sistem kardiovaskuler
 Hipertropfi kardia atau dilatasi bersifat sekunder dengan meningkatnya
volume darah dan curah jantung.
 Perubahan auskultasi berhubungan dengan perubahan dalam ukuran dan
posisi jantung. Peningkatan volume darah dan CO juga memberikan
perubahan hasil auskultasi yang umum terjadi pada kehamilan, bunyi
splitting S1 dan S2 lebih jelas terdengar, S3 terdengar setelah usia
kehamilan 20 minggu.
 TD arteri bervariasi sesuai usia, tingkat aktifitas dan adanya masalah
kesehatan. Faktor lain perlu dipertimbangkan; posisi maternal, kecemasan
yang dialami dan ukuran manset.
 Selama trimester II terjadi penurunan pada sistolik dan diastolik sekitar 5-
10 mmHg sebagai akibat vasodilatasi perifer karena perubahan hormonal
selama kehamilan.
13. Sistem gastrointestinal
Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena
kehamilan. Tingginya kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan
tubuh, meningkatkan kolesterol darah, dan melambatkan kontraksi otot-otot
polos. Sekresi saliva menjadi lebih asam dan lebih banyak dan asam lambung
menurun. Pembesaran uterus lebih menekan diafragma, lambung, dan
intestin.

F. Perubahan-Perubahan Psikologis
Kehamilan adalah saat-saat kritis, saat terjadinya gangguan, perubahan
identitas dan peran bagi setiap orang: ibu, bapak, dan anggota keluarga.
1. Penyesuaian awal terhadap kehamilan

11
Ketika wanita pertama kali mengetahui dirinya mungkin hamil, ia
merasa syok dan menyangkal. Respon yang umum adalah: “suatu hari, tapi
tidak sekarang”. Walaupun ketika kehamilan tersebut direncanakan, periode
awal ketidaknyamanan adalah hal yang umum terjadi.
Reaksi pertama pria ketika ia mengetahui bahwa dirinya akan menjadi
seorang bapak adalah kekacauan antara kebanggaan tentang kemampuannya
memberikan keturunan dan perhatiannya tentang kesiapan untuk menerima
peran sebagai bapak dan memberikan nafkah pada keluarganya.
Awal dari syok yang disebabkan karena kehamilan diikuti oleh rasa
bingung dan preocupation dengan masalah yang mengganggu, selama periode
ini, berbagai alternatif seperti aborsi atau adopsi mungkin dipertimbangkan
pada konsekuensi legal, moral dan ekonomi mereka. Akhirnya, dicapai
keputusan dan rencana tindakan dibuat. Kadang-kadang tindakan tersebut,
pada kenyataannnya hanya tinggal rencana, sampai kenyataan tentang
kehamilan tidak dapat disangkal lagi dan diterima. Karena pengalaman
adalah terus dipertimbangkan dan ditinjau ulang, terjadi proses belajar.
2. Persepsi terhadap peristiwa
Setiap wanita membayangkan kehamilan dalam pikiran-pikirannya
sendiri tentang seperti apa wanita hamil dan seorang ibu. Ia membentuk
bayangan ini dari ibunya sendiri, pengalaman hidupnya, dan kebudayaan
tempat ia dibesarkan. Persepsi ini mempengaruhi bagaimana ia berespon
terhadap kehamilan. Beberapa wanita berpikir kehamilan sebagai cara untuk
melestarikan alam suatu penghargaan atau emansipasi dari kontrol parental.
Merekamungkin menyamakan kehamilan dengan penyakit, kejelekan,
memalukan, atau mereka mungkin memandang kehamilan sebagai suatu
periode kreatifitas dan pemenuhan tugas.
Bayangan pria tentang kehamilan adalah bagaimana menjadi bapak
dan seperti apa seorang bapak itu. Ia membentuk bayangan ini dari bapaknya,
pengalaman hidupnya, dan kebudayaan tempat ia dibesarkan. Persepsi ini
mempengaruhi bagaimana ia memperhatikan ibu dari anak-anaknya. Banyak
pria menjadi sangat khawatir terhadap ibu dari anaknya dan mengambil peran

12
yang aktif dalam memberikan perawatan medis untuknya. Beberapa pria
mengalami gejala-gejala seperti wanita seperti ngidam, agak malas, atau
sakit. Fenomena ini oleh beberapa ahli sejarah medis disebut midleiden atau
menderita bersama.
Kehamilan merupakan pengabadian garis keluarga. Oleh karenanya
nama dan jenis kelamin menjadi suatu yang amat penting. Untuk banyak
orang, secara ideal harapan dari kehamilan, khususnya yang pertama adalah
lahirnya anak laki-laki. Bagi orang yang demikian, lahirnya anak permepuan
pada kehamilan pertama adalah suatu kegagalan untuk meneruskan nama
keluarga. Sehingg setiap anggota keluarga mempunyai pandagan yang
berlainan tentang kehamilan. Persepsi tersebut mempengaruhi resolusi krisis.
3. Dukungan situasional
Faktor kedua yang mempengaruhi bagaimana mengatasi krisis adalah
dukungan situasional yang mereka harapkan. Dukungan ini merupakan
orang-orang dan sumber-sumber yang tersedia untuk memberikan keluarga
atau penggantinya, seringkali memenuhi peran yang penting ini.
4. Mekanisme koping
Faktor ketiga yang mempengaruhi derajat keberhasilan dalam
menyelesaikan krisis adalah keterampilan koping yang dimiliki seseorang.
Keterampilan koping tersebut merupakan kekuatan dan keterampilan
seseorang untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi stress. Mereka
mungkin melakukan aktifitas seperti “menceritakannya” pada teman,
melakukan olah raga yang berat, mendengarkan musik, menangis, menulis
puisi, dan lain-lain.
Mekanisme pertahanan diri adalah cara mempertahankan diri (seperti
menyangkal) tetapi mungkin dapat membantu dalam mengurangi kecemasan
untuk sementara waktu. Metode koping tersebut dapat digunakan oleh calon
orang tua dan anggota keluarganya utnuk menyesuaikan terhadap realitas
kehamilan dan mencapai keseimbangan dalam kehidupan mereka yang
terganggu.

13
G. Keluhan pada Masa Kehamilan
Keluhan pada masa hamil adalah suatu kondisi bersifat subyektif dimana
pada individu yang hamil terjadi proses adaptasi terhadap kehamilannya (Depkes
RI, 1994). Keluhan-keluhan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Keluhan pada triwulan I (usia kehamilan 1 – 3 bulan)
 Mual dan muntah : Terutama terjadi pada pagi hari dan akan hilang
menjelang tengah hari (morning sickness).
 Perasaan neg atau mual: Terutama bila mencium bau yang menyengat.
 Pusing terutama bila akan bangun dari tidur, hal ini terjadi karena adanya
gangguan keseimbangan, perut kosong.
 Sering kencing: Karena tekanan uterus yang membesar dan menekan pada
kandung kencing.
 Keputihan (lekorea): Pengaruh peningkatan hormon kehamilan (estrogen
dan progesteron) yang mempengaruhi mukosa serviks dan vagina.
 Pengeluaran darah pervaginam: Bila terjadi perdarahan pervaginam perlu
diwaspadai adanya abortus.
 Perut membesar.
 Psikologis: Perasaan gembira dengan penerimaan kehamilan akan
mempengaruhi penerimaan ibu terhadap kelainan-kelainan yang timbul.
Sebaliknya karena menolak kehamilan, keluhan tersebut menimbulkan
rasa tidak nyaman dan menimbulkan antipati terhadap kehamilannya.
Pada masa ini sering timbulkonflik karena pengalaman baru, sehingga ibu
hamil perlu mendapatkan perhatian dan dukungan suami.
2. Keluhan pada triwulan II (usia kehamilan 4 – 6 bulan).
Pada masa ini keluhan yang bersifat subyektif sudah berakhir,
sehingga bila ada ibu hamil masih mendapatkan keluhan seperti pada
trimester I, perlu diwaspadai kemungkinan adanya faktor psikologis.
Pada triwulan ini sering ditandai adanya adaptasi ibu terhadap
kehamilannya, perasaan ibu cenderung lebih stabil, karena keluhan yang
terjadi pada triwulan I sudah terlewati. Ibu merasakan pengalaman baru,
mulai merassakan gerakan bayi, terdengarnya DJJ, melalui alat doptone atau

14
melihat gambar/posisi melalui pemeriksaan USG. Triwulan II juga dikatakan
fase aman untuk kehamilan, sehingga aktifitas ibu dapat berjalan tanpa
gangguan berarti.
3. Keluhan pada triwulan III (usia kehamilan 7 – 9 bulan).
Kejadian yang sering timbul antara lain:
 Pusing disertai pandangan berkunang-kunang. Hal ini dapat
menunjukkan kemungkinan terjadi anemia dengan Hb < 10 gr%.
 Pandangan mata kabur disertai pusing. Hal ini dapat digunakan rujukan
kemungkinan adanya hipertensi.
 Kaki edema. Edema pada kaki perlu dicurigai karena sebagai salah satu
gejala dari trias klasik eklamsi. Sesak napas pada triwulan III perlu
dicurigai kemungkinan adanya kelainan letak (sungsang).
 Perdarahan. Pada triwulan III bisa terjadi perdarahan pervaginam perlu
dicurigai adanya placenta praevia atau solusio plasenta.
 Keluar cairan di tempat tidur pada siang atau malam hari, bukan pada saat
kencing, perlu diwaspadai adanya ketuban pecah dini.
 Sering kencing. Akibat penekanan pada kandung kencing akibat
masuknya kepala ke pintu atas panggul.
 Psikologis: Kegembiraan ibu karena akan lahirnya seorang bayi.
Ada kalanya ibu hamil karena kesibukan kurang mendapat informasi /
pengetahuan tentang kehamilan.

H. Pemeriksaan antenatal care


Asuhan antenatal harus dimulai sedini mungkin. Pada awal pemeriksaan
yaitu untuk menentukan apakah seorang ibu sedang mengalami kehamilan.
Diagnosa kehamilan ditentukan dengan pemeriksaan laboratorium. Umumnya
pemeriksaan yang dipakai yaitu tes untuk mendeteksi keberadaan hCG. Human
Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat diukur dengan radioimunoesai dan deteksi
dalam darah enam hari setelah konsepsi atau sekitar 20 hari sejak periode
menstruasi terakhir. Keberadaan hormone ini dalam urin pada kehamilan
merupakan dasar dari berbagai tes kehamilan di berbagai laboratorium dan

15
kadang-kadang dapat dideteksu dalam urine 14 hari setelah konsepsi (Ganong
1989 dalam Bobak, 2005).

TPP = tgl HPHT+7 – 3 bulan HPHT+ 1 tahun HPHT


atau
TPP = tgl HPHT +7 + 9 bulan dari HPHT

Dengan TPP adalah taksiran perkiraan partus.


Menurut Abdul Bahri Saifuddin dalam Salmah dkk (2006) kunjungan antenatal
untuk pemantauan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali
pemeriksaan selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut:
a. Trimester pertama (< 4 minggu) satu kali kunjungan
b. Trimester kedua (14-28 minggu ) satu kali kunjungan
c. Trimester ketiga (28-36 minggu) dan sesudah minggu ke 36 dua
kalikunjungankecuali jika ditemukan kelainan/faktor risiko yang memerlukan
penatalaksanaan medik lain, harus lebih sering dan intensif.
Menurut Manuaba (2000), berdasarkan standar pemeriksaan kehamilan
ditentukan berulang dengan ketentuan sebagai berikut:
 Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid
 Satu kali dalam sebulan sampai umur kehamilan 7 bulan
 Dua kali sebulan sampai umur kehamilan 8 bulan
 Setiap minggu sejak umur krhamilan 8 bulan sampai dengan bersalin.
Kunjungan/pemeriksaan kehamilan bertujuan:
1. Kunjungan pertama, mementukan diagnosis ada tidaknya kehamilan.
2. Kunjungan kedua, menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalianan.
Menentukan usia kehamilan dilakukan manuver Leopold:

16
Leopold I:
Untuk menemukan presentasi dengan cara mengidentifikasi bagian tubuh
fetus apa yang berada di fundus dan daerah pelvik.
Caranya: Menghadap ke kepala pasien, gunakan jari-jari kedua tangan
mempalpasi fundus uteri. Jika kepala yang berada di fundus maka akan
terassa keras, bulat dan melenting. Jika bokong teraba di fundus, maka akan
terasa lembut, tidak bulat dan gerakan kurang.
Leopold II
Untuk menemukan posisi janin (punggung janin).
Caranya: Menghadap pada kepala pasien, letakkan kedua tangan pada kedua
sisi abdomen. Letakkan tangan pada satu sisi dan tangan lain mempalpasi sisi
yang berbeda untuk menemukan bagian punggung janin. Jika punggung akan
teraba cembung dan resisten.
Leopold III:
Untuk mengidentifikasi bagian apa dari janin yang dekat dengan daerah
pelvik.
Caranya: Letakkan 3 jari pertama tangan yang dominan pada sisi abdomen di
atas simpisis pubis dan minta pasien menarik napas panjang dan
menghembuskannya. Pada saat mengeluarkan napas, gerakkan tangan turun
perlahan dan menekan sekitar daerah tersebut. Jika kepala akan teraba keras,
bulat, dan bergerak jika disentuh. Jika bokong akan teraba lembut dan tidak
beraturan.
Leopold IV
Untuk mengidentifikasi bagian yang menonjol dari bagian terendah janin
masuk ke pintu atas panggul.
Caranya: Menghadap ke kaki pasien dengan lembut gerakan tangan turun ke
sisi abdomen mendekati pelvis sampai salah satu tangan merasakan bagian
tulang yang timbul. Ada 3 keadaan yaitu: Konvergen yaitu jika bagian yang
masuk baru sebagian kecil, sejajar yaitu jika bagian yang masuk baru
setengah, divergen yaitu jika hampir sebagian besar dari tubuh janin masuk
ke dalam rongga panggul.

17
Perkiraan persalinan menggunakan rumus Naegele:
 Hari +7, Bulan -3,Tahun +1 àjika bulan HPHT bulan April s/d Desember
 Hari +7, Bulan +9,Tahun Tetap àjika bulan HPHT bulan Januari s/d Maret
3. Kunjungan ketiga, menentukan status kesehatan ibu dan janin.
4. Kunjungan keempat, menentukan kehamilan normal atau abnormal, serta
ada/tidaknya faktor risiko kehamilan.
5. Kunjungan kelima, menentukan rencana pemeriksaan/penatalaksanaan
selanjutnya.

Pemeriksaan panggul luar


Tujuan :
1. Mengetahui panggul seseorang normal atau tidak
2. Memudahkan dalam mengambil tindakan selanjutnya
3. Mengetahui bentuk atau keadaan panggul seseorang.
Pemeriksaan panggul dilakukan:
1. Pada pemeriksaan pertama kali bagi ibu hamil.
2. Pada ibu yang pernah melahirkan bila ada kelainan pada persalinan yang lalu.
3. Ibu yang akan bersalin bila sebelumnya belum pernah memeriksakan diri
terutama pada primipara.
Ukuran-ukuran luar yang terpenting:
1. Distansia spinarum : jarak antara spina illiaka anterior superior kanan dan kiri
( normal: 23-26 cm).
2. Distansia cristarum : jarak yang terpanjang antara crista illiaca kanan dan kiri
(normal: 26-29).
3. Conjugata eksterna : (Boudelocque) : jarak antara pinggir atas simpisis dan
ujung prosessus spinosus (ruas tulang lumbal ke lima) (normal: 10-20 cm).
4. Lingkar panggul : jarak dari pinggir atas simpisis melalui spina illiaca
anterior superior kanan ke pertengahan trochanter mayor kanan ke
pertengahan trochanter mayor kiri ke pertengahan spina illiaca anterior
superior kiri kemudian kembali ke atas simpisis (normal : 80-90 cm).

18
I. Masalah Keperawatan
 Kekurangan volume cairan dan elektrolit
 Gangguan nutrisi kuranga dari kebutuhan
 Gangguan pola nafas
 Cemas
 Kurang pengetahuan

19
BAB II
TINJAUAN KASUS

Pengkajian Antenatal
Tanggal pengkajian : 4 mei 2018
Nama pengkaji : MAFTUKHIN
Ruang :
Waktu pengkajian : 13.00 WIB

A. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. “WD”
Umur : 22 th
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Ds. Karangjati RT 03/2 - Sampang
Status : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Tanggal masuk RS/PKM :
No. RM :
Diagnose medic :

B. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama : Tn. K
Umur : 23 th
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Ds. Karangjati RT 03/2 - Sampang
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta

20
C. KELUHAN UTAMA :
 Pasien mengatakan kepala terasa pusing
 Pasien mengatakan badan sering lemas

D. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG :


 Pasien mengatakan hamil 28 minggu
 Pasien mengatakan badan sering pusing dan lemas

E. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU :


Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit yang berbahaya seperti
asma, jantung dan gula.

F. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA :


Pasien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
berbahaya (asma, jantung, gula)

G. GENOGRAM :

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

H. RIWAYAT GINEKOLOGI : G : 1 P : 0 A : 0
 Pasien mengatakan belum pernah menderita penyakit menular seksual

21
I. RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN YANG LALU :

Keadaan
Jenis Jenis Masalah
No Tahun Penolong bayi
persalinan kelamin kehamilan
waktu lahir

J. RIWAYAT KB :
Pasien mengatakan sebelum hamil belum pernah pakai KB

K. RIWAYAT KEHAMILAN SAAT INI :


HPHT : 25 - 10 - 2017
Taksiran partus : 1 - 08 - 2018
BB sebelum hamil : 53 kg
TD sebelum hamil : 120/70 mmhg

LETAK/
USIA DATA
TD BB/TB TFU PRESENTASI DJJ KELUHAN
GESTASI LAIN
JANIN
120/70 BB 53 18 Kepala 152 27 mg Lemas Hb 11
mmhg kg cm x/mnt Pusing gr%
TB
142cm

L. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Keadaan mental :
 Emosi stabil
 Tidak mempunyai gangguan mental
Adaptasi psikologis :
Penerimaan terhadap kehamilan :
Pasien merasa senang dengan kehamilannya
Masalah kusus :

22
M. POLA HIDUP YANG MENINGKATKAN RESIKO KEHAMILAN :
 Pasien mengatakan tidak merokok
 Pasien mengatakan tidak mengkonsumsi alcohol

N. PERSIAPAN KEHAMILAN
ya Senam hamil
ya Rencana tempat melahirkan
ya Perlengkapan kebutuhan bayi dan ibu
ya Kesiapan mental ibu dan keluarga
ya Pengetahuan tentang tanda melahirkan, cara menangani nyeri, proses
persalinan
ya Perawatan payu dara

O. Obat yang dikonsumsi saat ini :


 Sancobion xxx : 1 x 1
 Calk xxx : 2 x 1
 B comp xxx : 2 x 1

P. POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON :


1. Pola persepsi-managament kesehatan :
a. Tingkat pengetahuan kesehatan :
Pasien mengatakan kurang memahami tentang diit ibu hamil dan obat
suplemen tambah darah .
b. Perilaku untuk mengatasi kesehatan :
Pasien mengatakan jika sakit berobat ke tempat pelayanan kesehatan
terdekat.
2. Pola nutrisi – metabolic :
 Pasien mengatakan makan sehari 4 x
 Pasien mengatakan minum sekitar 10 gelas / hari

23
3. Pola eliminasi :
 Pasien mengatakan BAB 1 x / hari
 Pasien mengatakan BAK 9 x / hari
4. Pola latihan – aktifitas :
Pasien mengatakan dalam melakukan aktifitas sehari-hari dilakukan sendiri
5. Pola kognitif perseptual :
Pasien mengatakan mampu berkomunikasi baik dengan keluarganya.
6. Pola istirahat – tidur :
Pasien mengatakan kadang sulit tidur, tidur sekitar jam 23.00
7. Pola konsep diri – persepsi diri :
a. Gambaran diri :
Pasien merasa senang dengan tubuhnya walaupun sedang hamil
b. Peran diri :
Pasien mengatakan dalam keluarga berperan sebagai ibu rumah tangga
8. Pola peran dan hubungan :
Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga/orang lain baik
9. Pola reproduksi/seksual :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan maslah seksual
10. Pola pertahan diri :
Pasien mengatakan kalau ada masalah selalu terbuka dengan keluarga dan
diselesaikan bersama-sama.
11. Pola keyakinan dan nilai :
 Pasien mengatakan beragama islam
 Beribadah sholat 5 waktu rutin

Q. PEMERIKSAAN FISIK :
Status obstetrik : G 1, P 0, A 0, H 28 minggu
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-tanda vital :

24
Tekanan darah : 120/70 mmhg Nadi : 80 x/menit
Suhu : 36 C Pernafasan : 24 x/menit
Kepala :
 Rambur warna hitam
 Tidak ada benjolan
Mata :
 Simetris
 Penglihatan normal
Hidung :
 Septum normal
 Tidak ada polip
 Epistaxis tidak ada
Mulut :
 Stomatitis tidak ada
 Radang gusi tidak ada
Telingga :
 Pendengaran normal
 Serumen tidak ada
Leher :
 Kelenjar thyroid normal
 Tidak ada benjolan
Masalah kusus :
Jantung :
 Jantung tidak membesar
 Denyut nadi normal
Paru :
 Simetris
 Whezing –
 Batuk –
 Nyeri tekan –

25
Payudara :
 Bentuk simetris
 Hiperpigmentasi areola dan papilla mamae
 Benjolan -
Puting susu :
 Bentuk normal
 Menonjol
Pengeluaran asi :
Asi keluar bila payu dara ditekan
Masalah khusus :
ABDOMEN
Uterus
Tinggi fundus uteri : 18 cm, Kontraksi : tidak
Leopold I : Bokong
Leopold II : kanan : punggung/bagian kecil/bokong/kepala
kiri : punggung
Leopold III : kepala
Penurunan kepala : belum
Leopold IV : bagian masuk PAP : belum masuk

Pigmentasi
Lineanigra : Tidak ada
Striae : Ada
Fungsi pencernaan : Normal
Masalah khusus :
Perineum dan genital
Vagina varises : Tidak ada
Keputihan : -
Hemoroid : derajat : - lokasi : nyeri : ya/tidak

26
Masalah kusus :
Extremitas
Extremitas atas edema : tidak, lokasi :
Varises : tidak, lokasi :
Extremitas bawah edema : tidak, lokasi :
Varises : tidak, lokasi :
Reflek patella : + / - jika ada : + 1/+2/+3
Masalah khusus :

R. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hb : 11 gr%

S. PROGRAM THERAPI

T. ANALISA DATA
TGL/JAM DATA PROBLEM ETIOLOGI
23/5/-18 DS: Kurang Kurang
13.15  Pasien mengatakan pengetahuan mengetahui
kurang memahami sumber-sumber
tentang diit ibu hamil informasi
dan obat suplemen
tambah darah
 Pasien mengatakan
merasa lemas
 Pasien mengatakan
kepala terasa pusing

DO:
 TD : 120/70 mmhg
 Hb : 11 gr%

27
U. PRIORITAS DIAGNOSE KEPERAWATAN
Hari/tanggal : Senin 04 juni 2018
1. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar ) b.d kurang mengetahui
sumber-sumber informasi.

V. INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama klien : Ny. “WD”
Ruang :
Tgl/jam No.DP Tujuan dan hasil yang Intervensi Ttd/nama
diharapkan/kriteria hasil
23/6/18 1 NOC : NIC :
14.00 Knowledge : Health  Kaji tingkat
behavior pengetahuan
Setelah dilakukan tindakan pasien
perawatan pasien  Jelaskan tentang
menunjukan pengetahuan diit ibu hamil
tentang diit ibu hamil dan  Jelaskan tentang
obat suplemen ( Fe) dengan obat suplemen /zat
kriteria hasil : besi
 Pasien memahami tentang  Ajarkan pasien
diit ibu hamil dan obat untuk bagaimana
suplemen / zat besi membuat catatan
 Pasien mampu makanan
menjelaskan kembali apa harian/daftar menu
yang dijelaskan oleh makanan
perawat  Anjurkan pasien
untuk cek Hb

28
W. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama klien : Ny. “WD”
Ruang :
Tgl/jam No.DP Implementasi/tindakan Respon Ttd/nama
04/6/18 1  Mengkaji tingkat  Pasien
14.10 pengetahuan pasien kooperatif
 Menjelaskan tentang
diit ibu hamil  Pasien
 Menjelaskan tentang memperhatikan
suplemen obat zat besi  Pasien
untuk kehamilan mendengarkan
 Mengajarkan kepada  Pasien
pasien bagaiman cara memperhatika
membuat catatan n penjelasan
makanan harian/daftar perawat
menu makanan
 Menganjurkan kepada  Pasien setuju
pasien untuk cek Hb untuk control
Hb

29
X. EVALUASI
Nama klien : Ny. “WD”
Ruang :
Tgl/jam No.DP Perkembangan (SOAP) Ttd/nama

04/6/18 1 S:
14.30  Pasien mengatakan memahami tentang
diit ibu hamil
 Pasien mengatakan memahami tentang
suplemen obat/zat besi untuk kehamilan

O:
 Pasien mampu menjelaskan kembali
tentang diit ibu hamil dan suplemen
obat/zat besi untuk ibu hamil
 Pasien bisa menjawab pertanyaan
perawat tentang diit ibu hamil dan
suplemen obat/zat besi untuk kehamilan
 Pasien aktif dalam berdiskusi

A : Tujuan berhasil

P : Kaji ulang hal – hal yang telah dijelaskan


pada kunjungan ulang

30
BAB III
PEMBAHASAN

Antenatal Care adalah perawatan yang ditujukan kepada ibu hamil, yang
bukan saja bila ibu sakit dan memerlukan perawatan, tetapi juga pengawasan wanita
hamil agar tidak terjadi kelainan sehingga ibu dan anak sehat (Mochtar, 1998). Pada
masa kehamilan terdapat masalah/keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain
mual muntah, nyeri pinggang, kepala pusing, lemas, sesak, kecemasan, kurangnya
pengetahuan/ informasi dan lain-lain.
Setelah dilakukan pengkajian terhadap Ny. “WD” ditemukan data dan
keluhan yang dirasakan oleh Ny. “PR” antara lain :
a. Ny. WD mengatakan sering merasa lemas
b. Ny. WD mengatakan kepala merasa pusing
c. Ny. WD mengatakan kurang memahami tentang diit ibu hamil dan
suplemen obat tambah darah/zat besi
Data penunjang :
a. Tekanan darah 120/70 mmhg
b. Hb 11 gr%
Ny. S mengatakan karena kesibukannya sehingga kurang mendapatkan informasi
yang ada hubungannya dengan kehamilannya.
Dengan adanya data-data diatas muncul diagnose keperawatan yaitu :
 Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar ) b.d kurang mengetahui sumber-
sumber informasi.
Dari kasus tersebut diperlukan asuhan keperawatan untuk membantu pasien
mengatasi masalah yang ada pada pasien. Hal ini dilakukan agar pasien bisa
mendapatkan informasi/pengetahuan yang bisa berguna untuk kehamilannnya.
Adapun tindakan keperawatan yang diberikan adalah :
 Mengkaji tingkat pengetahuan pasien
 Menjelaskan tentang diit ibu hamil
 Menjelaskan tentang suplemen obat zat besi untuk kehamilan
 Mengajarkan kepada pasien bagaiman cara membuat catatan makanan
harian/daftar menu makanan.

31
DAFTAR PUSTAKA

Aprianawati dan Sulistyorini. 2003. Hubungan antara Dukungan Keluarga


dengan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak.

Bobak. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC: Jakarta.

Doenges. E. Marillin. (2001). Rencana Keperawatan Maternal/bayi. Edisi 2. EGC:


Jakarta

Farrer, H. 2001. Perawatan Maternitas. Edisi 2. EGC: Jakarta.

Jakarta Wilkinson. J.M, dan Ahern. N.R, 2011, Buku Saku Diagnosis Keperawatan :
diagnosis NANDA, intervensi NIC, kriteria hasil NOC, ahli bahasa Esty
Wahyuningsih, Jakarta: EGC

Nanda. (2017). Diagnose keperawatan,EGC :

Manuaba. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana


untuk Pendidikan Bidan. EGC : Jakarta.

Raden. 2010. Proses persalinan. http://radenbeletz.com/proses-kehamilan.html.


Diakses tanggal 25 April 2010.

Salmah at all (2006). Asuhan kebidanan antenatal care. EGC: Jakarta

32