You are on page 1of 46

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1. Profil Organisasi
Secara umum Puskesmas merupakan satuan organisasi yang
memberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan untuk
melaksanakan satuan tugas operasional pembangunan di wilayah kerja.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, pada Pasal 4 disebutkan
bahwasanya puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya
dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Adapun fungsi puskesmas sebagaimana tertuang pada Pasal 5
Permenkes RI nomor 75 tahun 2014 meliputi :
a. Penyelenggaraan UKM (upaya kesehatan masyarakat) tingkat pertama di
wilayah kerjanya.
b. Penyelenggaraan UKP (upaya kesehatan perorangan) tingkat pertama di
wilayah kerjanya.
Selain dua fungsi yang terdapat pada pasal 5, selanjutnya pasal 8
menyebutkan bahwa puskesmas juga dapat berfungsi sebagai wahana
pendidikan tenaga kesehatan.
Kegiatan utama Puskesmas Sangatta Selatan adalah dalam
usaha pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan
medis, tindakan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang medik,
dan upaya rujukan serta didukung dengan pelayanan kesehatan
masyarakat. Dengan core bisnis adalah pelayanan kesehatan berbasis
masyarakat.
Dalam upaya menghadapi persaingan global, terutama terhadap
competitor layanan sejenis di Kabupaten Kutai Timur, Puskesmas
Sangatta Selatan berusaha memenangkan persaingan dengan cara
menjaga mutu layanan, SDM, sarana prasarana, dan terjangkau oleh
semua lapisan masyarakat. Bisnis yang dijalankan oleh Puskesmas
Sangatta Selatan merupakan bisnis kepercayaan (Trusty Business/
Value Business) yang berarti bahwa berkembang tidaknya organisasi ini

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 1


tergantung pada besarnya kepercayaan pelanggan/pengguna jasa
pelayanan puskesmas.
Oleh Karena itu, Puskesmas Sangatta Selatan sebagai organisasi
pemerintah dibawah kewenangan pemerintah daerah bertanggung jawab
memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dengan berbasis pada
Total Quality Management (TQM) yang menggabungkan antara konsep
pelayanan pemerintah dengan melihat kebutuhan pasar dalam hal ini
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sangatta Selatan. Penerapan
TQM yang dilakukan diwujudkan dalam berbagai bentuk program dan
kegiatan yang mengacu pada visi dan misi Puskesmas Sangatta
Selatan.
Adapun Visi, Misi, beserta Tujuan, Motto dan Tata Nilai Puskesmas
Sangatta Selatan, sebagai berikut:
Visi
Menuju Puskesmas ‘MANTAP’ 2018
Misi
Misi Puskesmas Sangatta Selatan adalah :
a. Menggerakkan kemandirian dan kesadaran masyarakat untuk
hidup sehat.
b. Bekerja profesional sesuai tupoksi.
c. Memberikan kenyamanan dengan 5 S (Senyum, Salam, Sapa,
Santun dan Sabar).
d. Terciptanya kerjasama antar instansi terkait.
e. Menjadikan Puskesmas sebagai Pusat Pelayanan Terdepan
memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh meliputi
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Motto
Masyarakat sehat kita sehat

Tujuan
a. Menjadi puskesmas terbaik pilihan masyarakat
b. Memberikan layanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan
pasien
c. Mewujudkan tata kelola puskesmas yang profesional, akuntabel,
efektif dan efesien.
Tata Nilai

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 2


Untuk mendorong motivasi kerja dan kesungguhan dalam mencapai
kinerja maka di perlukan suatu nilai – nilai yang disepakati bersama
yakni:
a. Mandiri :
Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
b. Akuntabel :
Pelayanan yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan dan
terukur
c. Nyaman :
Memberikan pelayanan dengan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan,
Santun )
d. Terkoordinir :
Terciptanya kerja sama lintas program dan lintas sektoral yang
harmonis dan berkesinambungan
e. Andalan :
Menjadikan puskesmas Sangatta Selatan sebagai pilihan utama
dalam pelayanan kesehatan di sangatta
f. Profesional :
Memberikan pelayanan yang menyeluruh sesuai standar

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 3


Struktur Organisasi
a. Struktur organisasi Puskesmas Sangatta Selatan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014,
yang ditetapkan sebagai berikut :

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 4


b. Struktur Tim Manajemen Mutu Puskesmas Sangatta Selatan sebagai
berikut :

Kepala Puskesmas
(Ketua Tim Mutu)
dr. Suriani

Wakil Manajemen Mutu


Muliati Lasidah, SKM

Sekretariat
Audit Internal Adhitya Hayuning M, SKM
dr. Eko Handoyo Christina Mada, SKM
Hj. Suparti, Amd.Keb Sofyan Husain, A.Md.Kep
Ploriska, S.Kep Ari Dwi A, A.Md.Keb
Helyana, S.Kep., Ns Laila S, A.Md.Keb
Orpa Jannung, SKM

Tim Mutu Adminstrasi Tim Mutu UKM Tim Mutu UKP


Manajemen
Helyana, S.Kep., Ns Junianti, SKM dr. Eko Handoyo
Ploriska, S.Kep Orpa Jannung, SKM dr. W.CH Joyce C
Adhitya Hayuning, SKM Nurchayati, A.Md.Keb drg. Yanti Kusumawaty

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 5


Struktur dan Tanggung jawab Tim Manajemen Mutu
1. Kepala Puskesmas (Ketua Tim Mutu)
Menetapkan kebijakan puskesmas berdasarkan sistem
manajemen mutu dan semua pelaksana kegiatan yang ada
di Puskesmas Sangatta Selatan
2. Wakil Manajemen Mutu
a. Merumuskan, melaksanakan, mengkoordinasikan
kegiatan penjamin mutu (proses sampai dengan hasil
implementasi) berdasarkan standar sistem manajemen
mutu dan mempunyai kewenangan menyusun,
mengembangkan dokumen, mengelola dan memelihara
dokumen/rekaman melalui pelaksanaan :
b. Pengembangan, pemahaman dan manajemen mutu dan
implementasi serta meningkatkan kesadaran karyawan
dalam sistem manajemen mutu.
c. Menjamin sistem manajemen mutu dapat terlaksana
dengan efektif, dipertahankan dan diperbaiki secara terus-
menerus.
d. Melaporkan hasil kinerja sistem manajemen mutu ke
Kepala Puskesmas
3. Penanggung jawab Administrasi Manajemen
a. Menerapkan sistem manajemen mutu pada kegiatan
administrasi
b. Mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan
administrasi
c. Melaksanakan kegiatan administrasi kesehatan dan
mengevaluasi kegiatan administrasi kesehatan
4. Penanggung jawab UKM
a. Menerapkan sistem manajemen mutu pada kegiatan UKM
dan pelayanan kesehatan masyarakat
b. Mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan UKM
dan pelayanan kesehatan masyarakat
c. Melaksanakan kegiatan UKM dan pelayanan kesehatan
masyarakat dan mengevaluasi kegiatan UKM dan
pelayanan kesehatan masyarakat

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 6


5. Penanggung jawab UKP
a. Menerapkan sistem manajemen mutu pada kegiatan
pelayanan klinis yang berorientasi pada keselamatan
pasien
b. Mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan
pelayanan klinis yang berorientasi pada kepuasan
pelanggan
c. Melaksanakan kegiatan pelayanan klinis dan
mengevaluasi kegiatan pelayanan klinis yang berorientasi
pada kepuasan pelanggan
6. Sekretaris
Membantu penanggung jawab administrasi manajemen,
melaksanakan sistem manajemen mutu pada kegiatan
administrasi penyusunan jadwal kegiatan dan evaluasi
kegiatan administrasi manajemen
a. Adhitya Hayuning (ketua)
Tugas :
1) Mengkoordinir semua kegiatan yang ada di sekretariat
2) Mengawal dokumen master
3) Merekap kegiatan hasil kuesioner Indeks Kepuasan
Pelanggan (IKH) program di luar gedung
b. Christina Mada, SKM
Tugas :
1) Pendistribusian dokumen terkendali ke semua unit
terkait
2) Merekap kegiatan hasil kuesioner Indeks Kepuasan
Pelanggan (IKH) pasien dalam gedung puskesmas
c. Sofyan
Tugas :
Pengendalian, pendaftaran dan penomoran seluruh
dokumen akreditasi
d. Ari Dwi A, A.Md.Keb
Tugas :
Mengendalikan rekaman akreditasi masuk/keluar
e. Laila S, A.Md.Keb
Tugas :
Pengendalian dokumen tidak terkendali

7. Audit internal

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 7


a. Mengaudit seluruh pokja dan unit upaya pelayanan di
Puskesmas Sangatta Selatan sesuai standar
persyaratan akreditasi yang sudah ditetapkan
b. Melaporkan hasil audit internal kepada wakil manajemen
mutu
c. Menindaklanjuti temuan hasil audit internal setiap 3
bulan

Tim Audit Internal adalah:


1) dr. Eko Handoyo (Ketua Pokja UKM)
Tugasnya melakukan audit internal di bagian UKP
2) Helyana, S.Kep.,Ns (Koordinator di Pokja Administrasi
Manajemen)
Tugasnya melakukan audit internal di bagian UKM
3) Hj. Suparti, Amd.Keb (Koordinator di Pokja UKP)
Tugasnya melakukan audit internal di bagian adminstrasi
manajemen
4) Orpa Jannung, SKM (Koordinator di Pokja UKM)
Tugasnya melakukan audit internal di bagian adminstrasi
manajemen
5) Ploriska, S.Kep (Koordinator di Pokja Adminstrasi
Manajemen)
Tugasnya melakukan audit internal di bagian UKM

2. Kebijakan Mutu
Kami Jajaran Pengelola dan seluruh karyawan Puskesmas
Sangatta Selatan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan
berkomitmen
a. Memahami konsep manajemen mutu sebagai landasan
dalam merubah pola pikir dan pola kerja yang berfokus pada
mutu
b. Menjalankan kegiatan tugas pokok dan fungsi masing –
masing sesuai dengan pedoman manajemen mutu dan SOP
yang sudah disahkan
c. Melakukan monitoring dan evaluasi secara
berkesinambungan dalam kegiatan program dan pelayanan
d. Melakukan perbaikan secara terus menerus dalam setiap
aspek kegiatan baik program dan pelayanan

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 8


e. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat,
tepat dan berkualitas
f. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sopan,
santun, ramah dan bersahaja
g. Bersedia menerima sanksi yang disepakati, apabila
melanggar komitmen di atas

3. Proses Pelayanan (sesuai Proses Bisnis)


Penyelenggaraan Upaya Puskesmas terdiri atas kegiatan UKM
(Upaya Kesehatan Masyarakat) esensial dan UKM
pengembangan. UKM esensial meliputi :
a. Pelayanan promosi kesehatan
b. Pelayanan kesehatan lingkungan
c. Pelayanan KIA dan KB
d. Pelayanan gizi
e. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

Sedangkan UKM pengembangan terdiri dari:


a. Program UKS
b. Kesehatan Jiwa
c. Pelayanan Kesehatan indra
d. Pelayanan kesehatan gigi masyarakat
e. Kesehatan lansia
f. Pelayanan kesehatan kerja

Penyelenggaraan Pelayanan Klinis /UKP terdiri atas kegiatan


pelayanan rawat jalan.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 9


ALUR PELAYANAN (PROSES BISNIS)
PROSES PELAYANAN DI DALAM GEDUNG
INPUT P. UMUM OUTPUT
H
PASIEN / LAYANAN
INFORMASI
RUJUKAN RS AH
PELANGGA MTBS RA
N AR
PA
A
P
KLINIK SEHAT TERPADU : N
KIA & KB R. PEMERIKSAAN A
PENUNJANG : 1. KESLING N
 LAB 2. IMUNISASI P
DOKUMEN 3. KESEHATAN JIWA E
PENDAFTARAN POLI 4. KESPRO LP
P. GIGI 5. Kusta AEL
6. Diare N
7. Promkes A
KLINIK GIZI 8. PKPR
G
N
G
AG
NG
KLINIK IMS /
UGD / VCT – HIV/AIDS
A
APOTIK N
RUANG TINDAKAN KASIR PASIEN
PULAN
KLINIK TB
G

PROMKE KIA & KB KESLING POSBIND


PROSES PELAYANAN DI LUAR GEDUNG S U
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 10
P2P GIZI PUSLING POSYANDU
LANSIA
1. Indikator Mutu Administrasi
INDIKATOR
Indikator Sasaran Mutu Administrasi Target 2016
Keuangan 1 Pengajuan BKU BOP sebelum tanggal 5 setiap 100%
bulan
2 Laporan BKU JKN tanggal 30 setiap bulan 100%
3 Pengajuan BKU BOK setiap minggu pertama 100%
setiap tiga bulan
4 Penyetoran retribusi seminggu sekali setiap hari 100%
senin
5 Laporan penerimaan retribusi dari kasir ke 100%
bendahara penerima setiap hari
6 Laporan penerimaan dan pengeluaran keuangan 100%
setiap hari
7 Ketepatan waktu pengajuan Kelengkapan berkas 100%
insentif setiap tanggal 1 bulan berikutnya

Pemeliharaan 1 Kecepatan waktu dalam menanggapi kerusakan 100%


Sarana dan sarana dan prasarana 15 menit
Prasarana 2 Ketepatan waktu sesuai perencanaan 100%
pemeliharaan sarana setiap 1 bulan sekali
3 Ketepatan waktu sesuai perencanaan 100%
pemeliharaan prasarana setiap 6 bulan sekali
4 Laporan inventarisasi sarana dan prasarana
Setiap 6 bulan
5 Laporan barang habis pakai setiap 6 bulan 100%
6 Monev kondisi alat sesuai kartu inventaris 100%
ruangan setiap 3 bulan

Pengelolaan 1 Ketepatan waktu dalam pengajuan kenaikan 2 kali


SDM pangkat pegawai setahun
2 Ketepatan waktu dalam pengajuan kenaikan gaji Setiap tahun
berkala
3 Jumlah tenaga kesehatan puskesmas yang Minimal
mengikuti pelatihan sesuai standar kompetensi 30%

Pengelolaan 1 Ketepatan waktu dalam pengiriman seluruh 100%


Data dan laporan sebelum tanggal 5 setiap bulan
Informasi 2 Ketepatan waktu dalam perekapan laporan 100%
pelayanan sebelum tanggal 3 setiap bulan
3 Ketepatan waktu dalam penyampaian hasil 100%
analisis penilaian kinerja puskesmas setiap
semester (agustus dan desember)
4 Ketepatan waktu dalam penyelesaian profil 100%
puskesmas satu kali setahun

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 11


5 Ketepatan waktu dalam visualisasi data 100%
pelayanan setiap bulan
6 Ketepatan waktu distribusi data dari sarana 100%
kesehatan di wilayah kerja puskesmas

Perencanaan 1 Tersusunnya RUK tepat waktu pada akhir tahun 100%


dan Evaluasi berjalan
2 Tersusunnya RPK tepat waktu pada akhir tahun 100%
berjalan
3 Ketepatan waktu minilokakarya bulanan setiap 100%
tanggal 4 setiap bulan
4 Ketepatan waktu minilokakarya tribulanan setiap 100%
tiga bulanan
5 Ketepatan waktu pelaksanaan penilaian kinerja 100%
puskesmas setiap semester (agustus dan
desember)

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 12


2. Indikator Mutu Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas
INDIKATOR Target
Indikator Sasaran Mutu UKM
2016
Promosi 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 80%
Kesehatan 2 Cakupan posyandu purnama dan mandiri 50%
3 Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga 44%
4 Jumlah penyuluhan kelompok massa 23
kelompok
5 Jumlah penyuluhan kelompok potensial 30
kelompok
6 Jumlah penyuluhan dalam gedung 60 kali
dalam
setahun
7 Jumlah pembinaan/refresing kader posyandu 20
posyandu
8 Survei PHBS di tatanan sekolah 10 sekolah

Kesehatan 1 Cakupan kunjungan bayi 80%


Anak 2 Pelayanan neonatal KN 1 82.39%
3 Anak prasekolah yang mendapat pelayanan 63.74%
SDIDTK
4 Cakupan neonatal dengan komplikasi yang 82%
ditangani
5 Cakupan pelayanan kesehatan anak balita 70%

Pelayanan 1 Persentase kasus balita gizi buruk yang 100%


Gizi mendapat perawatan
2 Persentase balita yang ditimbang berat badan 38%
nya
3 Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan 43%
mendapat ASI Eklusif
4 Persentase rumah tangga mengkomsumsi garam 90%
beryodium
5 Persentase balita 6-59 bulan mendapat kapsul 79%
vitamin A
6 Persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet 75%
tambah darah minimal 90 tablet selama masa
kehamilan
7 Persentase ibu hamil KEK yang mendapat 50%
makanan tambahan
8 Persentase balita kurus yang mendapat makanan 75%
tambahan
9 Persentase remaja putri yang mendapat tablet 15%
tambah darah
10 Persentase bayi yang baru lahir yang mendapat 25%
IMD

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 13


11 Persentasi bayi dengan berat badan lahir rendah 10%
12 Persentase Balita mempunyai buku KIA / KMS 70%
13 Persentase bayi yang ditimbang yang naik berat 68%
badannya
14 Persentase balita di bawah garis merah (BGM) 1%
15 Persentase bu nifas yang mendapat kapsul 75%
vitamin A
16 Persentase balita yang tidak naik berat badannya 8%
(T)
17 Persentase balita ditimbang yang tidak naik berat 4.5%
badannya 2 kali berturut-turut (2T)

Kesehatan 1 Cakupan jumlah rumah sehat 50%


Lingkungan 2 Cakupan Inspeksi Fasilitas sanitasi yang layak 65%
(jamban Sehat )
3 Cakupan Inspeksi Sanitasi tempat-tempat umum 50%
4 Cakupan pembinaan tempat-tempat umum 50%
5 Cakupan inspeksi sanitasi pengelolaan pestisida 70%
6 Cakupan pembinaan tempat pengelolaan 70%
pestisida
7 Cakupan inspeksi sanitasi sarana air bersih 55%
8 Cakupan inspeksi KK yang mengakses sarana air 75%
minum
9 Cakupan inspeksi sanitasi sarana Tempat 40%
Pengelolaan Makanan
10 Cakupan pembinaan tempat pengelolaan 40%
makanan

Program 1 Cakupan pelayanan penderita diare 100%


Diare

Program Jiwa 1 Jumlah penderita gangguan jiwa yang 5%


mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa (home
visite)

Program UKS 1 Cakupan penjaringan anak sekolah kelas I SD 100%


atau sederajat
2 Cakupan penjaringan anak sekolah kelas VII 100%
SLTP atau sederajat
3 Cakupan penjaringan anak sekolah kelas X SMA 100%
atau sederajat
4 Pemeriksaan kesehatan berkala murid SD atau 30%
sederajat kelas II sampai kelas VI
5 Pemeriksaan kesehatan berkala murid SLTP atau 30%
sederajat kelas VIII sampai kelas IX
6 Pemeriksaan kesehatan berkala murid SMA atau 30%
sederajat kelas XI sampai kelas XII

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 14


Program TB 1 Angka penemuan ( CDR )BTA + 70%
2 Angka penemuan seluruh tipe kasus ( CNR ) min 5 %
mengalami kenaikan pertahun
3 Cure rate (CR)TB 85%
4 Succes rate( SR )TB 85%

Program 1 Prevalensi penduduk usia >15 tahun 24,77%


Penyakit 2 Mempertahankan prevalensi obesitas 15,40%
Tidak 3 Menurunnya prevalensi perokok anak dan remaja 7,10%
Menular 4 Persentase desa yang melaksanakan kegiatan 20%
(PTM) Posbindu PTM
5 Persentase perempuan usia 30-50 tahun yang 20%
dideteksi dini kanker serviks dan payudara

Program 1 Remaja mendapat pelayanan kesehatan sesuai 75%


PKPR SN-PKPR
2 Remaja dengan kehamilan tidak diiinginkan <8%

Program KB 1 Cakupan peserta KB aktif 60%

Program 1 Cakupan pelayanan pra lansia 44%


Lansia 2 Cakupan pelayanan lansia 30%
3 Cakupan desa yang memiliki kelompok lansia 5%
4 Cakupan kelompok lansia yang rutin 5%
melaksanakan senam lansia

Program 1 Tercapainya Desa UCI 86%


Imunisasi 2 Terimunisasi peserta didik SD 95%
3 Cakupan imunisasi HB 0 95%
4 Cakupan imunisasi BCG 95%
5 Cakupan imunisasi DPT 3 93%
6 Cakupan imunisasi Polio 4 95%
7 Cakupan imunisasi Campak 93%

Kesehatan 1 Cakupan K4 80%


Ibu 2 Cakupan persalinan di faskes 85%
3 Komplikasi kebidanan yang berhasil ditangani 83%
4 Cakupan pelayanan nifas KF3 80%

Program 1 Angka Bebas Jentik (ABJ) 95%


yang 2 API Dibawah
Bersumber 1/1000
Binatang 3 Cakupan pemberian obat filariasis berdasarkan Min 85%
jumlah sasaran
4 Cakupan pemberian obat filariasis berdasarkan Min 65%
jumlah penduduk

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 15


3. Indikator Mutu Pelayanan Klinis/ UKP
NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR MUTU STANDAR
1 Pendaftaran a. Jam buka
pelayanan
Hari Senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
b. Waktu tunggu
pelayanan
- Pasien baru ≤7
80%
menit
- Pasien lama ≤5
menit
c. Kepuasan
90%
pelanggan
2 Ruang Tindakan / a. Jam buka
UGD pelayanan
Hari Senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
14.30, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 12.00
b. Pemberi pelayanan
kegawatdaruratan
yang bersertifikat 100%
(ATLS / BTCLS /
ACLS / PPGD)
c. Kepuasan
≥ 70%
pelanggan
d. Waktu tanggap
pelayanan Dokter di
ruang gawat darurat
80%
≤ 5 menit terlayani
setelah pasien
datang
3 Poli Umum a. Pemberi pelayanan 100%
adalah dokter
umum
b. Jam buka 100%
pelayanan
Hari Senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 16
c. Waktu tunggu di
rawat jalan ≤ 15 80%
menit
d. Kepuasan
90%
pelanggan
4 Poli MTBS a. Pemberi pelayanan
(dokter umum,
100%
perawat / bidan
yang telah terlatih)
b. Jam buka
pelayanan
Hari Senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
c. Waktu tunggu di
rawat jalan 80%
≤ 15 menit
d. Kepuasan
90%
pelanggan
5 Poli Gigi a. Pemberi pelayanan
(dokter gigi dan 100%
perawat gigi)
b. Jam buka
pelayanan
Hari Senin s/d 100%
Sabtu jam 08.00 s/d
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
c. Waktu tunggu
pasien ≤ 30 menit 90%
d. Kepuasan
80%
pelanggan
6 Klinik TB / Kusta a. Pemberi pelayanan
(perawat / bidan 100%
yang telah terlatih)
b. Jam buka
pelayanan
Hari senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
c. Waktu pelayanan
90%
≥40 menit
d. Kepuasan
90%
pelanggan
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 17
7 Klinik IMS / VCT a. Pemberi pelayanan
yang sudah
100%
mengikuti pelatihan
VCT
b. Waktu konsultasi
100%
≥30 menit
c. Kepuasan
90%
pelanggan
8 Klinik PKPR a. Pemberi pelayanan
100%
terlatih PKPR
b. Waktu konsultasi
100%
≥30 menit
c. Kepuasan
90%
pelanggan
9 Klinik Lansia a. Pemberi pelayanan
100%
(perawat / bidan)
b. Jam buka
pelayanan
100%
Hari Kamis jam
08.00 s/d 12.00
c. Waktu konsultasi
90%
≥20 menit
d. Kepuasan
90%
pelanggan
10 KIA a. Pemberi pelayanan 100%
(bidan)
b. Waktu pelayanan
85%
≤20 menit
c. Jam buka
pelayanan
Hari Senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
d. Kepuasan
85%
pelanggan
11 KB a. Pemberi pelayanan 100%
(bidan)
b. Waktu pelayanan
85%
≤45 menit
c. Jam buka 100%
pelayanan
Hari senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 18


d. Kepuasan
85%
pelanggan
12 Klinik gizi a. Pemberi pelayanan
(konseling) oleh 100%
petugas gizi
b. Jam buka
pelayanan
100%
Hari Rabu jam
08.00 s/d 12.00
c. Waktu pelayanan
100%
≥10 menit
d. Kepuasan
85%
pelanggan
13 Apotek a. Kepuasan
80%
pelanggan
b. Tidak ada Kejadian
kesalahan 100%
pemberian obat
c. Waktu pelayanan
- Pemberian obat 80%
puyer ≤15 menit
- Obat jadi ≤10 85%
menit
14 Laboratorium a. Pemberi pelayanan
(analis kesehatan /
100%
petugas yang
terlatih)
b. Jam buka
pelayanan
Hari senin s/d
Sabtu jam 08.00 s/d 100%
12.00, kecuali
Jum’at jam 08.00
s/d 11.00
c. Waktu tunggu
pelayanan 85%
≤60 menit
d. Kepuasan
85%
pelanggan

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 19


4. Sasaran Keselamatan Pasien
Sasaran Keselamatan
No Indikator Target
Pasien
Tidak terjadinya salah identifikasi
Tidak terjadi salah
1 pasien di tempat pendaftaran dan 100%
identifikasi
UGD
Pelaksanaan TUBAK pada
Komunikasi efektif dalam
2 komunikasi lewat telpon di 100%
pelayanan
pelayanan obat
Tidak terjadi kesalahan Tidak terjadinya pemberian obat
3 salah orang 100%
pemberian obat
Tidak terjadi kesalahan Tingkat kepatuhan penerapan SOP
4 klinis 100%
prosedur tindakan
- Kepatuhan terhadap prosedur
100%
Pengurangan terjadinya cuci tangan
5
resiko infeksi - Kepatuhan terhadap pemakaian
100%
APD
Tidak terjadinya pasien Tidak terjadinya pasien jatuh selama
6 berada di puskesmas 100%
jatuh

B. Ruang Lingkup
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan Sistem
Manajemen Mutu dan standar akreditasi pukesmas, yang meliputi:
1. Persyaratan umum sistem manajemen mutu,
2. Tanggung jawab manajemen,
3. Manajemen pengelolaan sumber daya.
4. Proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Puskesmas,
yang meliputi :
UKM : Upaya Pelayanan promosi kesehatan, Pelayanan kesehatan
lingkungan, Pelayanan KIA dan KB, Pelayanan gizi, Pelayanan
pencegahan dan pengendalian penyakit, dengan pengembangan
Pelayanan Usia Lanjut.
UKP : Pendaftaran,Layanan Informasi,Poli Umum,Poli MTBS, Poli
KIA, Poli KB, Poli Gigi, Klinik TB, Klinik Kusta, Klinik Gizi,
Klinik IMS, Klinik VCT/HIV, Klinik Jiwa, Klinik Sanitasi, Klinik
PKPR, Pojok Diare, Pojok CHN, Pelayanan Imunisasi, Ruang
Tindakan, Apotik, Laboratorium, Pelayanan Luar Gedung :
Posyandu bayi/ balita, Posyandu Lansia, Posbindu, Pusling,
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 20
UKS dan UKGS.

C. Tujuan
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam
membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan upaya
puskesmas maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis.

D. Landasan Hukum dan Acuan


Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini
adalah:
1. UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Peraturan Pemerintah nomor 65 tahun 2005 tentang Penyusunan
dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
3. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 128/Menkes/SK/II/2004
tentang kebijakan Dasar Puskesmas.
4. Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. Permenkes nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas,
FKTP, Praktek Mandiri, Dokter Umum, Dokter Gigi.
6. Perda nomor 2 tahun 2014 tentang Mutu Pelayanan Kesehatan.

Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :


1. Pedoman Standar Akreditasi Puskesmas diterbitkan oleh Direktorat
Jenderal Bina Upaya Kesehatan Direktorat Upaya Kesehatan
Dasar tahun 2014.
2. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya
Kesehatan Direktorat Upaya Kesehatan Dasar tahun 2015.

E. Istilah dan Definisi


1. Visi adalah pernyataan tertulis Puskesmas Sangatta Selatan tentang
cita–cita yang ingin dicapai dengan keberadaannya.
2. Misi adalah pernyataan tertulis Puskesmas Sangatta Selatan tentang
kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai visi organisasi.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 21


3. Tata nilai adalah perilaku yang dilakukan di dalam pelaksanaan
pemberian pelayanan.
4. Tujuan adalah pernyataan tertulis tentang hasil yang akan dicapai dari
pelaksanaan kegiatan/misi Puskesmas Sangatta Selatan.
5. Peraturan dan Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berisi ketentuan–
ketentuan pelaksanaan suatu kegiatan operasional dan urut-
urutan/tahap–tahap.
6. Pelaksanaan kegiatannya
7. Laporan adalah dokumen yang berisi berbagai informasi atas
pelaksaanhasilkegiatan oleh suatu unit kerja.
8. Audit adalah suatu kegiatan pemeriksaan untuk mengevaluasi
pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh suatu unit kerja.
9. Mutu adalah suatu kondisi yang memberikan kepuasan kepada
stakeholders dan pihak yang berkepentingan.
10. Kebijakan adalah Keputusan Pimpinan UPT Puskesmas Sangatta
Selatan dalam memberikan pedoman yang bersifat umum untuk
pelaksanaan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan Puskesmas.

Istilah Lain
NO ISTILAH DEFINISI
1 Dokumen Catatan yang dapat di buktikan dan dijadikan bukti
dalam suatu kegiatan
2 Efektifitas Pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang
telah ditentukan.
Pencapaian tujuan secara tepat.
3 Efisiensi Pemanfaatan sumber daya secara minum guna
mencapai hasil yang optimal.
4 Kebijakan Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah
Mutu organisasi / institusi seperti yang dinyatakan secara
resmi oleh puncak manajemen.
5 Kepuasan Tingkat perasaan emosional yang menjadi perbandingan
Pelanggan kinerja atau hasil yang dirasakan selama memakai
produk atau jasa dibandingkan denga segi harapannya.

6 Koreksi Pembetulan atau perbaikan.


7 Pasien Orang atau individu yang mencari atau menerima
perawatan medis.
8 Pedoman Mutu Dokumen yang merincikan sistem manajemen mutu

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 22


sesuai standar.

9 Pelanggan Orang yang menggunakan atau memanfaatkan layanan


Puskesmas.
10 Perencanaan Perencanaan program manajemen untuk penerapan
Mutu sistem manajemen mutu.
11 Prasarana Barang / benda yang tidak bergerak yang dapat
menunjang atau mendukung pelaksanaan tugas dan
fungsi dari unit kerja.
12 Proses Serangkaian langkah sistem sistimatis atau tahapan
yang jelas yang dapat ditempuh berulangkali untuk
mencapai hasil yang diharapkan.
13 Rekaman Bagian dari dokumen yang merupakan bukti bahwa
suatu kegiatan sudah dilakukan.
14 Sarana Barang / benda bergerak yang dapat dipakai sebagai
alat dalam pelaksanaan tugas atau fungsi dari unit kerja.
15. Sasaran mutu Tujuan yang akan dicapai dalam melakukan proses.

16. Tindakan Tindakan yang dilakukan setelah terjadi suatu kegiatan.


Korektif
17 Tindakan Tindakan yang dilakukan sebelum terjadi suatu kegiatan.
Preventif

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 23


BAB II
SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN
SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN

A. Persayaratan umum
UPT. Puskesmas Sangatta Selatan menetapkan pelaksanaan
system manajemenmutu, mendokumentasikansertamemelihara sistem
manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi puskesmas. Sistem ini
disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan terhadap
proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik
penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan klinis yang
meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam
penyelenggaraan pelayanan, pengendalian sertakejelasan penanggung
jawab, penyediaan sumber daya, penyelenggaraan pelayanan itu sendiri
mulai dari perencanaan yang berdasar kebutuhan masyarakat atau
pelanggan, verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan
pelayanan dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil yang
dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang
berkesinambungan.

B. Pengendalian Dokumen
Secara umum dokumen dalam sistem manajemen mutu yang disusun
meliputi :
1. Dokumen Level 1 : Kebijakan/ Surat Keputusan
Ka.UPT
2. Dokumen Level 2 : Pedoman atau manual mutu
3. Dokumen Level 3 : Standar Prosedur Oprasional,
dan

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 24


4. Dokumen Level 4 : Rekaman- rekaman sebagai
catatan akibat
5. pelaksanaan kebijakan, pedoman dan prosedur

Pengendalian dokumen di Puskesmas Sangatta Selatan meliputi proses


penyusunan dokumen, pengesahan, penomoran, pemberlakuan,
distribusi, penyimpanan, pencarian kembali, proses penarikan dokumen
yang kadaluwarsa, perubahan/revisi dan pemusnahan dokumen.
a. Proses Penyusunan Dokumen
1) Pemegang program bersama koordinator administrasi
manajemen/upaya kesehatan/klinis
2) Membuat draft dokumen
3) Melakukan pembahasan terhadap draft dokumen tersebut dengan
unit terkait
4) Mencetak agar pemeriksa melakukan pemeriksaan terhadap
dokumen yang telah disusun dan mendistribusikan hardcopy
dokumen untuk diperiksa kepada penanggung jawab Manajemen
Mutu/ Wakil Manajemen Mutu
b. Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu
1) Melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang telah disusun
oleh pemegang program dan koordinator.
2) Jika setuju, maka melakukan persetujuan pada hardcopy untuk
meminta persetujuan Kepala Puskesmas.
3) Jika tidak setuju, maka melakukan penolakan dokumen dan
dikembalikan kepada koordinator untuk direvisi
c. Pengesahan Dokumen
1) Kepala puskesmas menerima dokumen yang telah diperiksa oleh
Ketua Tim Mutu/ Wakil Manajemen Mutu melalui hardcopy untuk
disetujui.
2) Jika setuju, maka melakukan persetujuan dengan menandatangani
hardcopy dokumen.
3) Jika tidak setuju, maka melakukan penolakan dan dikembalikan
kepada Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu untuk
direvisi.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 25


Tabel Pengesahan dokumen
No Level Penanggung Diperiksa Disahkan
Dokumen Jawab
1 Surat Penanggung Kasubag TU Kepala
Keputusan jawab (Paraf sebelah Puskesmas
UKM/UKP/Admen kanan)
(Paraf sebelah kiri)
2 Pedoman/ Penanggung Ketua Tim Mutu Kepala
Panduan jawab (Paraf sebelah Puskesmas
UKM/UKP/Admen kanan)
(Paraf sebelah kiri)
3 SOP Penanggung Ketua Tim Mutu Kepala
jawab (Paraf sebelah Puskesmas
UKM/UKP/Admen kanan)
Paraf sebelah kiri)
4 KAP/ KAK Penanggung Penanggung jawab Kepala
jawab program Ukm/UKP/Admen Puskesmas
(Paraf sebelah kiri) (Paraf sebelah
kanan)

d. Penomoran Dokumen
Metode penomoran dokumen menggunakan buku pedoman
penyusunan akreditasi Puskesmas.
Untuk Penomoran SK/ Kebijakan menggunakan Kode kepegawaian
Surat Keputusan /Pokja- Bab/Nomor urut
Contoh :
800/ SK /A-III/001 (A untuk Pokja Admen, III untuk Bab 3, Nomor SK )
800/SK/B-IV/008 ( B untuk Pokja UKM, IV Untuk Bab 4, Nomor SK )
800/SK/C-IX/100 ( C Untuk Pokja UKP, IX Untuk Bab 9, Nomor SK )

Untuk penomoran SOP bagi unit yang memiliki program lebih dari 1
menggunakan Kode kepegawaian SOP/Pokja-Bab/Program/
nomor urut
Contoh :
800 / SOP/A-II/TB/ 02 ( SOP dari unit P2P program TB dengan nomor
urut SOP = 02 )

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 26


Untuk unit hanya 1 ( satu ) kode penomoran menggunakan
Kode Kepegawaian/SOP/Pokja- Bab/unit / nomor urut SOP unit
Contoh :
800/SOP/ C-VII/UGD/008 ( SOP, C Untuk Pokja UKP,VII untuk Bab )
e. Pemberlakuan Dokumen
Dokumen surat keputusan pemberlakuan dokumen akreditasi dan surat
keputusan pemberlakuan SOP diberlakukan mulai tanggal 1 April 2016.
f. Penyimpanan
Dokumen asli (Master dokumen) disimpan di sekretariat Tim Mutu
Puskesmas Sangatta Selatan dan dokumen foto copy disimpan di
masing-masing unit /upaya di Puskesmas Sangatta Selatan.
g. Distribusi
Dalam pendistribusian dokumen yang sudah disusun dan telah
disahkan oleh Kepala Puskesmas Sangatta Selatan dikendalikan
dengan : distribusi dokumen terkendali diperuntukkan kepada
sekretariat/ tiap unit/ pelaksana sebagai acuan dalam pekerjaan
distribusi dokumen tidak terkendali untuk kebutuhan eksternal atau atas
permintaan pihak luar Puskesmas Sangatta Selatan yang dikeluarkan
oleh Wakil Manajemen Mutu dan telah tercatat.
h. Pencarian Kembali
Untuk memudahkan di dalam pencarian kembali dokumen-dokumen
akreditasi Puskesmas Sangatta Selatan agar dikelompokkan per
masing-masing bab/ kelompok pelayanan/ upaya.
i. Penarikan Dokumen dan Pencetakan
1) Mendaftar dokumen internal yang disahkan dalam Daftar Induk
Dokumen Internal / Masterlist Dokumen.
2) Memperbanyak dokumen yang sudah mendapatkan persetujuan
dengan jumlah copy sesuai Daftar Pemegang Dokumen.
3) Membubuhkan stempel “DOKUMEN TERKENDALI” terhadap copy
dokumen.
4) Mendistribusikan dokumen kepada semua pemegang dokumen
sesuai Daftar Pemegang Dokumen.
5) Menarik dokumen lama, bila ada.
6) Memusnahkan dokumen lama yang sudah tidak berlaku
7) Memberitahukan kepada seluruh unit kerja terkait tentang dokumen
baru dan/ atau penarikan dokumen lama.
j. Perubahan/ revisi dan Pemusnahan dokumen

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 27


1) Mengelompokkan dokumen yang sudah tidak aktif dan yang perlu
revisi
2) Memisahkan status-status mana yang masih harus disimpan di
ruang rekam medis, yang perlu revisi serta status-status mana yang
sudah dapat dikeluarkan dari tempat penyimpanan di ruang rekam
medis.
3) Mencatat data-data yang masih diperlukan kedalam register
pemusnahan.
4) Musnahkan status RM yang sesuai dengan daftar induk rekaman.
5) Membuat berita acara pemusnahan dengan sepengetahuan Kepala
Puskesmas
6) Pemusnahan RM dilakukan sekurang-kurangnya setiap 2 (dua)
tahun.

C. Pengendalian Rekaman
Pengendalian rekaman di puskesmas Sangatta Selatan meliputi:
1. Pengidentifikasian rekaman (jenis-jenis rekaman diidentifikasikan pada
masing-masing SOP).
2. Penggunaan Daftar Induk Rekaman yang menguraikan dimana saja
rekaman disimpan, bagian yang bertanggung jawab, dan masa simpan
rekaman.
3. Pengambilan, pendisposisian, dan penggandaan rekaman secara
internal dan terbatas. Hal ini perlu diatur dalam prosedur karena pada
umumnya seluruh rekaman bersifat rahasia.
4. Pemusnahan rekaman yang berisi uraian mengenai tatacara penarikan
rekaman yang telah habis masa simpannya dan bagaimana cara
memusnahkannya.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 28


BAB III
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A. Komitmen Manajemen
Kepala Puskesmas, Penanggungjawab manajemen mutu, penanggung jawab
program, penanggung jawab upayapelayanan dan seluruh karyawan puskesmas
bertanggung jawab dan memiliki komitmen untuk menerapkan seluruh
persyaratan yang ada pada manual mutu ini secara berkelanjutan dengan cara:
1. Memahami sistem manajemen mutu dan menjalankan secara konsisten
2. Komunikasikan pentingnya mutu, persyaratan pelanggan dan kepuasan
pelanggan kepada seluruh karyawan puskesmas
3. Mensosialisasikan kebijakan mutu dan sasaran yang ingin di pakai
4. Melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas dan efisiensi manajemen mutu
5. Menjamin ketersediaan sumber daya untuk menunjang pelaksanaan sistem

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 29


6. Memastikan perbaikan terus menerus dilakukan pada semua aspek kegiatan

B. Fokus pada Sasaran/Pasien


Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus
pada pelanggan yang meliputi pelanggan internal (pasien) dan pelanggan
eksternal (keluarga dan masyarakat luas). Pelanggan dilibatkan mulai dari
identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggaraan
upaya puskesmas, pelaksanaan pelayanan, monitoring dan evaluasi serta tindak
lanjut pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan.

C. Kebijakan Mutu
Puskesmas menetapkan Kebijakan Mutu yang ditinjau secara berkala.
Kebijakan Mutu yang ditetapkan adalah sebagai berikut :
1. Memahami konsep manajemen mutu sebagai landasan dalam merubah pola
pikir dan pola kerja yang berfokus pada mutu
2. Menjalankan kegiatan tugas pokok dan fungsi masing – masing sesuai dengan
pedoman manajemen mutu dan SOP yang sudah di sahkan.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan dalam kegiatan
program dan pelayanan
4. Melakukan perbaikan secara terus menerus dalam setiap aspek kegiatan baik
program dan pelayanan
5. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, tepat dan
berkualitas
6. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sopan, santun, ramah dan
bersahaja.
7. Bersedia menerima sanksi yang disepakati, apabila melanggar komitmen di
atas.

D. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/


Mutu
Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan minimal
yang meliputi indikator-indikator penyelenggaraan upaya puskesmas dan indikator
pelayanan klinis. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan
harapan pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 30


sasaran kinerja yang sudah ditetapkan. Perencanaan mutu Puskesmas dan
keselamatan pasien berisi program-program kegiatan peningkatan mutu yang
meliputi :
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien
3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas
4. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien
5. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
6. Peningkatan mutu pelayanan obat
7. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 31


Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 32
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 33
E. Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi
1. Kepala Puskesmas (Ketua Tim Mutu)
Bertanggung jawab menetapkan kebijakan puskesmas berdasarkan sistem
manajemen mutu dan terhadap semua pelaksanaan kegiatan yang ada di
puskesmas serta berwenang untuk menunjuk Wakil Manajemen Mutu.
2. Wakil Manajemen Mutu Puskesmas
Bertanggung jawab merumuskan, melaksanakan, mengkoordinasikan kegiatan
penjamin mutu berdasarkan standar sistem manajemen mutu dan mempunyai
kewenangan menyusun dan mengembangkan dokumen, mengelola dan
memelihara dokumen/rekaman, melakukan penjaminan mutu proses dan hasil,
membantu Kepala Puskesmas Sangatta Selatan dalam mengendalikan
proses-proses pelayanan.
Kepala Puskesmas menunjuk Muliati Lasidah, SKM sebagai wakil manajemen
mutu yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di
Puskesmas. Wakil manajemen mutu mendapat otoritas yang penuh untuk
menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Mengembangkan dan memastikan sistem manajemen mutu
diimplementasikan dan di pelihara sesuai persyaratan standar.
b. Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua unit
c. Menjamin sistem manajemen mutu di pertahankan dan diperbaiki secara
terus menerus
d. Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepadaKa. UPT.
PuskesmasSangatta
e. Mengupayakan untuk peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan
dalam sistem manajemen mutu.
3. Kepala Tata Usaha /Penanggung jawab administrasi manajemen
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada kegiatan
administrasi dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan
administrasi, melaksanakan kegiatan administrasi kesehatan, mengevaluasi
kegiatan administrasi kesehatan.
4. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada program-
program upaya kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan
mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan upaya kesehatan,
melaksanakan kegiatan upaya kesehatan, mengevaluasi kegiatan upaya
kesehatan.
5. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 34


Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada pelayanan
klinis di Puskesmas Sangatta Selatan yang berorientasi pada keselamatan
pasien dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan pelayanan
klinis, melaksanakan kegiatan pelayanan klinis yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan, mengevaluasi kegiatan klinis.
6. Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Pelayanan Kesehatan
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada fasilitas
jaringan dan jejaring pelayanan kesehatan Puskesmas Sangatta Selatan yang
terdiri dari pelayanan Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, maupun
Poliklinik Kesehatan Desa, Bidan Desa yang berorientasi pada kepuasan
pelanggan dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan pelayanan
di jaringan atau jejaring pelayanan kesehatan dan mengevaluasi kegiatan
pelayanan jaringan atau jejaring pelayanan.
7. Pelaksana Administrasi Manajemen
Membantu Penanggung Jawab Administrasi Manajemen melaksanakan sistem
manajemen mutu pada kegiatan administrasi, menyusun jadwal kegiatan
administrasi, melaksanakan kegiatan administrasi kesehatan dan mengevaluasi
kegiatan administrasi kesehatan.
8. Pelaksana Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Membantu Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dalam
menerapkan sistem manajemen mutu pada program-program upaya kesehatan
dan pelayanan kesehatan masyarakat , menyusun jadwal kegiatan upaya
kesehatan, melaksanakan kegiatan upaya kesehatan, dan mengevaluasi
kegiatan upaya kesehatan.
9. Pelaksana Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
Membantu Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dalam
menerapkan sistem manajemen mutu pada pelayanan klinis di Puskesmas
Sangatta Selatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, menyusun
jadwal kegiatan pelayanan klinis, melaksanakan kegiatan pelayanan klinis yang
berorientasi pada kepuasan pelanggan, dan mengevaluasi kegiatan klinis.
10. Pelaksana Jaringan dan Jejaring Pelayanan Kesehatan
Membantu Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Pelayanan Kesehatan
dalam menerapkan sistem manajemen mutu pada fasilitas Jaringan dan
Jejaring pelayanan kesehatan Puskesmas Sangatta Selatan yang terdiri dari
Puskesmas Keliling, Bidan Desa yang berorientasi pada kepuasan pelanggan,

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 35


menyusun jadwal kegiatan pelayanan di jaringan/jejaring kesehatan, dan
mengevaluasi kegiatan pelayanan jaringan atau jejaring pelayanan kesehatan.

F. Komunikasi internal
Komunikasi internal pimpinan/ karyawan merupakan kegiatan yang sangat penting
untuk menunjang mekanisme kerja,oleh karena itu sistem komunikasi dipastikan
dapat diatur dengan baik dan menekankan pada hal – hal sbb:
1. Ka.UPT. menetapkan komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop
(minilokakarya) yang dilaksanakan setiap bulan, pertemuan, diskusi, email,
sms, memo, telepon dan media lain yang tepat untuk melakukan komunikasi
antar Ka. UPT Puskesmas Sangatta Selatan, wakil manajemen mutu,
koordinator Admen, koordinator UKM, koordinator UKP dan seluruh karyawan
Puskesmas.
2. Komunikasi internal ini dilakukan untuk memastikan bahwa personil yang ada
di bawah dapat melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang
sudah ditetapkan pada sistem manajemen mutu.
3. Komunikasi diarahkan agar karyawan memahami target – target pekerjaan
yang ingin dipakai pada sistem manajemen mutu Puskesmas Sangatta
Selatan.
4. Komunikasi diarahkan untuk memastikan persyaratan pada sistem
manajemen telah ditetapkan dan di penuhi.
5. Komunikasi internal di atur secara sistematis dan terdokumentasi.

BAB IV
TINJAUAN MANAJEMEN

A. Umum
Tinjauan manajemen adalah kajian secara menyeluruh terhadap
penerapan sistem manajemen mutu, serta rekomendasi perbaikan dan
peningkatan yang diperlukan untuk efektivitas dan efisiensi penerapan
sistem tersebut. Rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali
dalam setahun. Prosedur ini mencakup mulai proses penentuan jadwal dan
peserta, pembuatan undangan, pelaksanaan, pembuatan risalah rapat,
Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 36
distribusi hasil rapat, tindak lanjut hasil rapat dan verifikasi hasil
pelaksanaan keputusan rapat.
Penyelenggaraan Tinjauan Manajemen meliputi:
1. Tinjauan manajemen dihadiri oleh Kepala Puskesmas, penanggung
jawab manajemen mutu, Koordinator administrasi dan manajemen,
Koordinator Upaya puskesmas, koordinator klinis dan seluruh karyawan.
2. Tinjauan manajemen dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem
Manajemen Mutu berjalan secara efektif dan efisien dan dilakukan
sesuai dokumentasi Sistem Manajemen Mutu sehingga dapat diketahui
perlu tidaknya mengadakan perubahan dalam Kebijakan Mutu dan
dokumentasi Sistem Manajemen Mutu.
3. Tinjauan Manajemen dilaksanakan secara periodik sekurang-kurangnya
setiap 6 (enam) bulan sekali.
4. Dalam tinjauan manajemen, agenda yang dibahas mencakup :
a. Kebijakan Mutu dan Pencapaian Sasaran Mutu setiap bagian.
b. Hasil pencapaian Rencana Manajemen Mutu, termasuk kinerja
proses dan Pelayanan
c. Hasil audit internal maupun eksternal.
d. Umpan balik pelanggan, termasuk hasil pengukuran kepuasan
pelanggan serta keluhan pelanggan.
e. Status Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
f. Hasil tindak lanjut dari Tinjauan Manajemen sebelumnya.
g. Perubahan Sistem Manajemen Mutu
h. Rekomendasi untuk peningkatan
i. Tinjauan manajemen tidak terjadwal, dapat dilakukan bila
dibutuhkan.
Rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam
setahun dan dapat di tingkatkan lagi sesuai kebutuhan Puskesmas.

B. Masukan Tinjauan Manajemen meliputi:


1. Hasil audit
2. Umpan balik pelanggan
3. Kinerja proses
4. Pencapaian sasaran mutu

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 37


5. Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
6. Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
7. Perubahan terhadap kebijakan mutu
8. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap sistem manajemen
mutu/sistem pelayanan

C. Luaran Tinjauan
Hasil yang diharapkan dari tinjauan manajemen adalah peningkatan
efektivitas sistem manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan
persyaratan pelanggan, dan identifikasi perubahan-perubahan, termasuk
penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan.

BAB V
MANAJEMEN SUMBER DAYA

A. Penyediaan sumber daya


Kepala Puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang
dibutuhkan untuk penyelenggaraan sistem manajemen mutu dalam mencapai
sasaran yang telah ditetapkan. Penyediaan sumber daya meliputi
penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan klinis. Untuk
keperluan penyediaan SDM, proses pengajuan dilakukan oleh Kepala
Puskesmas kepada Kepala Dinas Kesehatan. Selanjutnya prosedur dan
pelaksanaan rekruitmen SDM dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

B. Manajemen sumber daya manusia


Kepala Puskesmas menjamin karyawan yang bekerja di pelayanan
memiliki kompetensi berdasarkan pendidikan, pelatihan, keahlian dan
pengalaman yang sesuai. Kompetensi yang di perlukan oleh setiap karyawan
agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat dan

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 38


benar sesuai dengan persyaratan yang telah direncanakan dan dipastikan
harus terpenuhi.

Ruang Lingkup :
Pedoman ini menerangkan penyediaan sumber daya manusia, proses
rekrutmen, proses kredensial (kompetensi pekerjaan), pelatihan dan
peningkatan kompetensi yang kompeten dalam menerapkan Sistem
Manajemen Mutu di Puskesmas,

C. Infrastruktur
Penataan ruang pelayanan menjadi fokus manajemen agar terjadi
kenyamanan saat menunggu antrian maupun pada saat pelayanan
berlangsung.
1. Sarana kerja/ infrastruktur untuk mendukung pekerjaan untuk mencapai
sasaran dan persyaratan produk/ proses dipastikan terpenuhi.
2. Pemeliharaan secara teratur terhadap alat – alat medis maupun fasillitas
pendukungnya agar senantiasa dalam kondisi baik dan siap dioperasikan
3. Sarana kerja baru yang diperlukan secepatnya diidentifikasi dan ditindak
lanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
4. Koordinator unit bertanggung jawab untuk memastikan kecukupan dan
kelengkapan sarana kerja dan kelayakan kondisi sarana kerja pada bagian
yang dipimpinnya.

D. Lingkungan Kerja
Pemeliharaan lingkungan setiap saat untuk mempertahankan
kebersihan, keamanan dan keasrian.
1. Lingkungan tempat kerja dikendalikan, sesuai prosedur yang ada
2. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan agar lingkungan kerja
senantiasa dalam keadaan rapi, bersih, aman dan nyaman
3. Karyawan dan pimpinan berkewajiban mengupayakan dan menjamin agar
lingkungan kerjanya terkendali
4. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan untuk mendukung komitmen
mutu dan kepuasan pelanggan untuk mencapai kesesuaian terhadap
persyaratan proses pelayanan yang telah ditetapkan
5. Kepala puskesmas mewajibkan semua karyawan untuk menjalankan
program tata graha (5R = Ringkas-Rapi-Resik-Rawat-Rajin)
6. Setiap koordinator unit bertanggung jawab untuk memastikan program
dijalankan oleh seluruh karyawan pada setiap unit kerjanya

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 39


BAB VI
PENYELENGGARAAN PELAYANAN

A. Upaya Kesehatan Masyarakat


1. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat
Perencanaan Upaya Kesehatan di Puskesmas Sangatta Selatan dilakukan
setiap tahun untuk perencanaan anggaran tahun yang akan datang dengan
rumus T-1 (tahun min satu). Dengan demikian kegiatan tahun depan
direncanakan pada tahun ini. Perencanaan Upaya Kesehatan disesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan masalah
kesehatan yang berkembang di masyarakat. Kegiatan upaya kesehatan
bersumberdana dari APBD dan APBN. Sumber dana APBD yang berasal dari
pendapatan puskesmas, sedangkan APBN menyangkut kegiatan Bantuan
Operasional Kesehatan (BOK).
2. Proses yang berhubungan dengan sasaran:
a. Penetapan persyaratan (kebutuhan dan harapan) sasaran
b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
c. Komunikasi dengan sasaran
3. Pembelian
Proses pengadaan barang dan jasa mengacu pada Perpres nomor 54 tahun
2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
a. Proses pembelian mengacu pada Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa.
b. Verifikasi barang yang dibeli dilakukan oleh tim belanja
c. Kontrak dengan pihak ketiga dilakukan pada rekanan yang menang dalam
proses pengadaan barang dan jasa.
4. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM):

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 40


a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya dilakukan oleh tim mutu
upaya kesehatan masyarakat di puskesmas
b. Validasi proses penyelenggaraan upaya dilakukan secara
berkesinambungan melalui survei secara berkala kepada sasaran
c. Proses mengidentifikasi sasaran harus jelas sehingga mampu telusur
d. Hak dan kewajiban sasaran
Hak sasaran:
1) Mendapatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang
berorientasi promotif dan preventif
2) Mendapatkan informasi yang jelas terkait masalah kesehatan
masyarakat yang berkembang di wilayahnya
3) Memperoleh pelayanan kesehatan masyarakat yang manusiawi,
adil, jujur dan tanpa diskriminasi.
4) Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu, efektif dan
efisien.
5) Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan yang
diterima
Kewajiban sasaran:
1) Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatan di wilayah
2) Melaporkan kepada puskesmas bila ada kejadian luar biasa
(KLB)
3) Mematuhi nasehat dan petunjuk tenaga kesehatan
f. Manajemen risiko dan keselamatan

5. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan sasaran kinerja UKM:


a. Umum
Untuk mengukur kepuasan pelanggan, dilakukan survei kepuasan
pelanggan internal dan eksternal. Kepuasan pelanggan eksternal
melibatkan masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan dan lintas sektor.
Sedangkan kepuasan pelanggan internal dengan sasaran petugas yang
berkecimpung pada bidang pelayanan masyarakat.
b. Pemantauan dan pengukuran

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 41


1) Kepuasan pelanggan: dilaksanakan 2 kali setahun (pada bulan Juni dan
Desember)
2) Audit internal: dilaksanakan 2 kali setahun
3) Pemantauan dan pengukuran proses: dilakukan 2 kali setahun
4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan: dilakukan 2 kali setahun
c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai dilakukan oleh tim
manajemen mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
d. Analisis data: dikelompokan menurut capaian hasil kinerja kepuasan
pelanggan, dicari unsur yang penyebab terhadap masalah kepuasan
pelanggan.
e. Peningkatan berkelanjutan: seluruh petugas upaya kesehatan
berkomitmen dalam upaya perbaikan yang berkesinambungan
f. Tindakan korektif: diperlukan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan
yang sama
g. Tindakan preventif: diperlukan untuk mencegah kesalahan yang dilakukan
oleh petugas upaya puskesmas.

B. Pelayanan Klinis ( Upaya Kesehatan Perorangan )


1. Perencanaan Pelayanan Klinis
Perencanaan kegiatan pelayanan klinis diatur pada mekanisme RKA
(rencana kegiatan dan anggaran) yang bersumber dana APBD.
2. Proses yang berhubungan dengan pelanggan
Adanya komunikasi dan interaksi yang baik antara petugas dan pelanggan
dalam pemecahan masalah kesehatan yang diderita pelanggan.
3. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis
a. Proses pembelian mengacu pada Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa.
b. Verifikasi barang yang dibeli dilakukan oleh tim belanja.
c. Kontrak dengan pihak ketiga dilakukan pada rekanan yang menang
dalam proses pengadaan barang dan jasa.
4. Penyelenggaraan pelayanan klinis
a. Pengendalian proses pelayanan klinis dilakukan oleh tim mutu

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 42


b. Validasi proses pelayanan dilakukan secara berkesinambungan melalui
survei secara berkala kepada pelanggan.
c. Identifikasi dan ketelusuran
d. Hak dan kewajiban pasien
Hak pasien :
1) Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di Puskesmas.
2) Hak atas pelayanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa
diskriminasi.
3) Hak untuk mendapatkan pelayanan medis dan non medis yang
bermutu.
4) Hak memilih dokter/ dokter gigi lain jika memungkinkan.
5) Hak meminta pendapat dokter/ dokter gigi lain.
6) Hak privasi/ kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data
medis yang dimiliki.
7) Hak untuk memperoleh informasi/ penjelasan secara lengkap
tentang tindakan medis yang akaan dilakukan terhadap dirinya.
8) Hak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara
tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko
dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap
tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
9) Hak untuk memberi persetujuan atas tindakan yang hendak
dilakukan sehubungan dengan penyakit yang di derita.
10) Hak untuk memberikan penolakan atas tindakan yang hendak
dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta
perawatan atas tanggung jawab sendiri setelah memperoleh
informasi yang jelas tentang penyakitnya.
11) Hak atas keamanan dan keselamatan selama dalam perawatan di
Puskesmas Sangatta Selatan.
12) Hak untuk mengajukan usul, saran dan perbaikan atas pelayanan
Puskesmas Sangatta Selatan.
13) Hak beribadah menurut agama dan kepercayaan selama tidak
mengganggu ketertiban dan ketenangan umum/ pasien lainnya.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 43


14) Hak atas isi rekam medis miliknya.
15) Hak didampingi keluarga (dalam keadaan kritis).

Kewajiban pasien :
1) Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatannya kepada dokter / dokter gigi yang merawatnya.
2) Mematuhi nasehat dan petunjuk dokter/ dokter gigi dan perawat
dalam pengobatannya.
3) Mematuhi ketentuan/ peraturan dan tata tertib yang berlaku di
Puskesmas Sangatta Selatan.
4) Melunasi/ memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
5) Berkewajiban memenuhi hal – hal yang telah di sepakati /
perjanjian yang telah dibuatnya.
e. Pemeliharaanbarangmilikpelanggan (misalnya rekammedis) disimpan
pada tempat yang tidak lembab dan terang.
f. Manajemenrisikodankeselamatanpasien menjadi titik poin dalam
manajemen mutu
5. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien
a. Penilaian indikator kinerja klinis
dengan melihat indikator mutu pelayanan klinis apakah sesuai indikator
tidak.
b. Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien
dengan memantau apakah di unit-unit pelayanan klinis sudah tersedia
sarana prasarana untuk keselamatan pasien.
c. Pelaporan insiden keselamatan pasien
dengan membuat format pelaporan mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan masalah yang mengakibatkan pasien cedera
seperti pasien jatuh karena lantai licin dan lain-lain.
d. Analisis dan tindak lanjut
membuat analisa terhadap temuan masalah yang mengakibatkan
pasien cedera dan kemudian melakukan rencana tindak lanjut untuk
penanganan selanjutnya.
e. Penerapan Manajemen Risiko
melakukan kegiatan audit internal terhadap unit-unit layanan secara
berkesinambungan untuk melihat seberapa jauh tingkat safety atau
keamanan yang di punyai oleh unit pelayanan klinis tersebut.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 44


6. Pengukuran, Analisis dan Penyempurnaan
a. Umum
Untuk mengukur kepuasan pelanggan, dilakukan survei kepuasan
pelanggan internal dan eksternal. Kepuasan pelanggan eksternal
sasaran pasien yang berkunjung ke puskesmas. Sedangkan kepuasan
pelanggan internal dengan sasaran semua karyawan puskesmas.
b. Pemantauan dan pengukuran
1) Kepuasan pelanggan: dilaksanakan 2 kali setahun (pada Bulan Juni
dan Desember)
2) Audit internal: dilaksanakan 2 kali setahun
3) Pemantauan dan pengukuran proses: dilakukan 2 kali setahun
4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan: dilakukan 2 kali setahun
c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
Dilakukan oleh tim manajemen mutu pelayanan klinis.
d. Analisis data
Dikelompokan menurut capaian hasil kinerja kepuasan pelanggan, dicari
unsur yang penyebab terhadap masalah kepuasan pelanggan.
e. Peningkatan berkelanjutan
Seluruh karyawan puskesmas berkomitmen dalam upaya perbaikan
yang berkesinambungan.
f. Tindakan korektif
Diperlukan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan yang sama.
g. Tindakan preventif: diperlukan untuk mencegah kesalahan yang dilakukan
oleh petugas upaya puskesmas.
h. Tindakan preventif: diperlukan untuk mencegah kesalahan yang
dilakukan oleh petugas upaya puskesmas.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 45


BAB VII
PENUTUP

Manual mutu ini disusun oleh Tim Manajemen Mutu Puskesmas Sangatta
Selatan sebagai acuan dalam proses kegiatan manajemen mutu Puskesmas dan
juga digunakan sebagai implementasi dari sistem manajemen mutu akreditasi
Puskesmas Sangatta Selatan.
Dengan mematuhi pedoman ini diharapkan tidak terjadi kesalahan dalam
memberikan pelayanan sehingga mutu pelayanan dapat dioptimalkan, yang pada
akhirnya dapat mencapai kepuasan pelanggan.

Pedoman Manual Mutu Puskesmas Sangatta selatan 46