You are on page 1of 2

MOHAMMAD RIZAL AL FIKRY (161411017)

I. PEMBAHASAN

1.1 Nilai COD awal dan COD akhir


Data hasil analisa COD yang diambil sampel pada saat awal sebelum pemberian
nutrisi dan setelah pemberian nutrisi dengan rentang 1 jam menunjukkan nilai 7114,8 mg
O2/L dan 4912,6 mg O2/L. Hal ini membuktikan bahwa mikroba sudah mulai bekerja untuk
mendegradasi zat-zat organic yang Terkandung, karena kadar COD nya yang berkurang
dalam rentang waktu 1 jam. Setelah itu diperoleh kembali nilai COD pada hari ke 4 sebesar
1185,8 mg O2/L. Jika dibandingkan penurunan COD-nya, akan terlihat bahwa penurunan
selama 1 jam pertama lebih cepat, dan hari ke 4 akan terlihat penurunan yang semakin
berkurang kecepatannya, hal itu dikarenakan dari jam pertama sampai hari keempat terdaat
suatu titik dimana mikroba sudah bekerja secara maksimal dalam mendegradasi zat organic
yang ada dengan nutrisi yang telah diberikan, sehingga kecepatan degradasi berkurang.

1.2 Kandungan Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS)


Nilai dari MLVSS merupakan sebuah nilai yang menunjukkan kandungan atau
banyaknya dari bahan organic yang ada pada campuran dalam reactor (mized liquor),
sedangkan nilai VSS menunjukkan banyaknya bahan organic tanpa ada campuran dari
reactor. Namun pada praktikum ini nilai MLVSS disamakan dengan nilai VSS. Nilai VSS
yang diperoleh adalah 1537,5 mg/L. Nilai VSS yang terukur ini merupakan besar VSS yang
diambil dari sampel awal saja, tidak diambil sampel ketika proses sudah berjalan selama satu
setengah jam. Nilai VSS digambarkan sebagai jumlah atau banyaknya mikroba yang
terkandung karena mikroba merupakan komposisi organic yang menguap pada furnace suhu
600 derajat celcius.

1.3 Efisiensi pengolahan


Efisiensi proses dapat kita lihat dari perbandingan antara banyaknya zat organic pada
waktu akhir analisa sebagai COD akhir dengan banyaknya zat organic ketika pertama kali
dianalisa sebagai COD awal. Efisiensi proses selama 4 hari diperoleh sebesar 83,33%.
Namun jika dilihat antara persentasi efisiensi antara proses selama 1 jam dengan proses
selama 4 hari, akan terlihat efisiensi lebih besar selama 1 jam. Hal ini seperti yang telah
dijelaskan pada pembahasan 1.1 , yang menyatakan bahwa efisiensi yang besar masih bisa
dicapai dalam waktu kurang dari 4 hari, tergantung waktu yang disediakan atau dibutuhkan
selama proses pengolahan.

1.4 Nilai pH awal dan pH akhir.


Selain analisa COD untuk mengetahui efisiensi dan nilai MLVSS, pH diukur sebagai
indicator yang akan dianalisa untuk mengetahui kualitas air yang dihasilkan. Nilai pH pada
saat pengambilan sampel diawa yaitu sebesar 5,95 dan setelah proses berjalan pH sebesar
5,94, dan setelah 4 hari sebesar 6,36. Selain menentukan kualitas air, pH juga merupakan
indicator suatu kondisi lingkungan yang akan mempengaruhi suatu kinerja atau keadaan
mikroba dalam reactor. Nilai COD sudah menurun cukup besar setelah 1 jam, namun pH
yang dimiliki nya masih memiliki nilai 5,94 , nilai tersebut masih dibawah range (pH
minimal 6) menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 Tentang Baku
Mutu Air Limbah pada Peternakan Sapi (starter yang dipakai adalah kotoran sapi). Menurut
literasi (Ardyanto, dkk, 2012), jenis bakteri yang terkandung dalam kotoran sapi adalah bakteri
methanogen, yang dapat bekerja secara optimum pada pH 6,5-7,5. Dikarenakan pH tidak mencapai
pH optimal bagi bakteri, maka hasil degradasi dari zat organic menjadi gas methan pun tidak banyak,
sehingga pada pengukuran volume gas methan yang terbentuk, tampak tidak ada perubahan pada
volume gas methan pada reactor 1 yang dipakai sebagai percobaan.

II. KESIMPULAN

Dengan pengolahan anaerob, air yang mengandung limbah molase dan starter kotoran
sapi dapat disimpulkan bahwa:
1. COD awal terukur sebesar 7114,8 mg O2/L yang berkurang menjadi 4912,6 mg O2/L
setelah 1 jam dan berkurang kembali menjadi 1185,8 mg O2/L setelah 4 hari (96 jam).
2. Kandungan mikroorganisme yang terdapat dalam reaktor (MLVSS) adalah sebesar
1537,5 mg/L
3. Efisiensi proses selama 4 hari yang diperoleh adalah sebesar 83,33%.
4. Nilai pH awal yang terukur adalah 5,95, pH setelah 1 jam menjadi 5,94, dan pH
setelah 4 hari (96 jam) menjadi 6,36, belum mencapai kondisi optimal dari kondisi
pendukung bakteri.