You are on page 1of 25

PUSKESMAS DAIEKO

2018
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO

MANUAL MUTU
PUSKESMAS DAIEKO
Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara

1
PEMERINTAH KABUPATEN SABU RAIJUA
DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Permenkes nomor 75 Tahun 2014 disebutkan prinsip penyelenggaraan,


tugas dan fungsi Puskesmas meliputi : paradigma sehat, pertanggung jawaban wilayah,
Kemandirian masyarakat, Pemerataan, pemanfaatan teknologi tepat guna, keterpaduan dan
kesinambungan program dengan tujuan tercapaianya kecamatan sehat di wilayah kerjanya.
Dalam melaksanakan fungsinya, puskesmas berwenang menyelenggarakan Pelayanan
kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu, Puskesmas
mengutamakan upaya Promotif dan Preventif, berorientasi pada keamanan dan keselamatan
baik untuk pasien, petugas dan pengunjung. Menjalankan prinsip koordinasi dan kerjasama
lintas program dan lintas sektoral, melakukan pencatatan baik rekam medik dan kegiatan,
melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan dan
senantiasa meningkatkan kopetensi petugas.Puskesmas juga berfungsi sebagai wahana
pendidikan tenaga kesehatan dan tenaga lain baik administrasi maupun fungsional terkait.
Sehingga penerapan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas yang tertuang dalam manual
mutu puskesmas menjadi rujukan untuk mewujudkan pelayanan puskesmas yang bermutu
sesuai dengan harapan.Manual ini menjelaskan garis besar sistem manajemen mutu
Puskesmas Moswaren. Semua ketentuan/persyaratan serta kebijakan yang tertuang dalam
manual ini merupakan acuan untuk menjalankan kegiatan operasional Puskesmas. Sistem
Manajemen Mutu ini mulai berlaku tanggal 12 Januari 2018. Penyusunan Manual Mutu ini
digunakan sebagai panduan dalam proses pelaksanaan akreditasi di Puskesmas Daieko.
Manual ini juga sebagai basis mutu semua kegiatan dan pelaksanaan program di Puskesmas
Daieko.

1. PROFIL PUSKESMAS
a. Gambaran Umum
Nama Puskesmas : PUSKESMAS DAIEKO
Alamat : Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu
Raijua.
Produk : Segala macam jenis pelayanan jasa dibidang kesehatan dengan
kegiatan pokok meliputi promotif, prefentif, kuratif dan
rehabilitatif melalui UKM dan UKP

1) Kondisi Wilayah

a) Geografis

Luas Wilayah kerja Puskesmas Daieko adalah

Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sabu

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sabu Liae

2
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Sabu

Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sabu

Secara administratif Kecamatan Hawu Mehara terdiri dari 10 Desa yaitu :


Desa Daieko

Desa Molie

Desa Lederaga

Desa Lobohede

Desa Ramedue

Desa Ledeae

Desa Wadumaddi
Desa Gurimonearu
Desa Peddaro
Desa Tanajawa

Peta 1. Wilayah Kerja Puskesmas Daieko


Peta Batas Wilayah Kecamatan Hawu Mehara.

b) Data Demografi
Jumlah Penduduk Kecamatan Hawu Mehara berjumlah : 18.345 Jiwa
(Dalam Angka Januari s/d Oktober 2017)

Jumlah KK : 4415 KK

Laki-laki : 9403 Jiwa

Perempuan : 8942 Jiwa

3
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

Tabel 1. Jarak dan Waktu Tempuh ke Kecamatan dan Kabupaten

Kecamatan Kabupaten
Desa / Kelurahan
Km Menit Km Menit
(1) (2) (3) (4) (5)
Daieko
Molie
Lederaga
Lobohede
Ramedue
Ledeae
Wadumaddi
Peddaro
Gurimonearu
Tanajawa

c) Gambaran Khusus

Puskesmas Moswaren yang merupakan Unit dari Dinas Kesehatan


Kabupaten Sabu Raijua terletak di Kecamatan Hawu Mehara, tepatnya di Desa
Tanajawa. Dalam upaya memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat,
Puskesmas Daieko dibantu sub-sub pelayanan yang tersebar antara lain 1
poskesdes dan 9 Puskesmas Pembantu.

2) Keadaan Sarana Prasarana

a) Puskesmas Daieko memiliki fasilitas fisik berupa bangunan permanen.

4
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

b). Loket Pendaftaran dan Rekam Medik

c). Ruang Pemeriksaan Umum


d). Ruang KIA dan Imunisasi
e). Ruang KB
f). Ruang Pemeriksaan Gigi dan Mulut
g). Klinik Gizi dan Sanitasi
h). Ruang Laboratorium
i). Ruang Pelayanan Obat
j). Ruang Kepala Puskesmas
k). UGD ( Unit Gawat Darurat)
l). Ruang Bersalin
m). Ruang Rawat Inap
n). Ruang PROMKES
o). Posyandu
Puskesmas Daieko Memiliki Jaringan Layanan ___ Posyandu dengan
Jenis pelayanan Berupa Promotif, Preventif dan Kuratif.

5
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

p). Sarana Peralatan Medis dan Non Medis

Tabel 2. Sarana Peralatan Medis dan Non Medis

Kondisi
No. Jenis Alat Jumlah Tidak
Berfungsi
Berfungsi

q). Sarana Transportasi


Sarana Transportasi yang dimiliki Puskesmas Daieko Terdiri dari 3
Unit Kendaraan Roda empat dan ___ Unit Kendaraan Roda dua.

3). Keadaan Sumber Daya


Sumber Daya Manusia di Puskesmas daieko terdiri atas :
Tabel 3. Ketenagaan
Kualifikasi Jumlah Tenaga
Kepala Puskesmas 1
Dokter Umum 1
Dokter Gigi -
Perawat
Bidan
Apoteker -
Asisten Apoteker -
Petugas Gizi 3
Sanitarian 3
Promkes 1
Rekam Medis -
Laboratorium 1
Tenaga Administrasi -
Tenaga Kebersihan 3
Sopir 2
Jumlah

6
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

4). Data Pegawai dan Pangkat Terakhir


Tabel 4. Data Pegawai dan Pangkat Terakhir Puskesmas Daieko

Pangkat/
No. Nama Pegawai NIP/NRPTT Pendidikan Jabatan
Gol.Ruang
1 Kornelius Riwu Mone Kapus
2 Dope Bire, AMK Staf
3 Yosep Buli, A.Md.Kep Staf
4 Hironimus Wea, A.Md.Kep Staf
5 Herberd J.P Asamoy, 19910123 Penata Sarjana Staf
S.Kep.,Ns 201503 1 007 Muda/IIIa
6 Paulina Hae, A.Md.KL Staf
7 Petronela S. Ngey, A.Md.KG Staf
8 Jeni Udju Deda, A.Md.KG Staf
9 Serly E. Kolio, A.Md.Kep Staf
10 Umi Kulsum Abdullah, Staf
A.Md.Keb
11 Yuliana Yunarti, A.Md.Keb Staf
12 Junianti R.R. Nenosiki, Staf
A.MD.GZ
13 Ni Luh Putu Sri Ariani, Staf
A.Md.Keb
14 Nur Amelia Rahmawati, Staf
A.Md.Kep
15 Melyani Mangngi Wadoe, Staf
A.Md.Kep
16 Rita Erna, A.Md.KG Staf
17

7
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

b. Visi Puskesmas Daieko


c. Misi Puskesmas Daieko
d. Struktur Organisasi
Tugas pokok Puskesmas Daieko adalah sebagai Unit Pelaksana dari Dinas
Kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembanganan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana tersebut diatas, Puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1) Penyelenggaraan UKM tingkat pertama diwilayah kerjanya.
2) Penyelenggaraan UKP tingkat pertama diwilayah kerjanya.
Dalam menyelenggarakan fungsi penyelenggara UKM tingkat pertama di
wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk :
1) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
masyarakat dan analisa kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
3) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan;
4) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
menyelesaiakan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan
masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
5) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan
upaya kesehatan berbasis masyarakat;
6) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
puskesmas;
7) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,
mutu, dan cakupan pelayanan kesehatan; dan
9) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.
Dalam menyelenggarakan fungsi penyelenggara UKP tingkat pertama di
wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk :
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu;
2) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif;
3) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada
kesehatan perorangan

8
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

4) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan


keamanan dan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung;
5) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif
dan kerjasama inter dan antar profesi
6) Melaksanakan rekam medis;
7) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan
akses pelayanan kesehatan;
8) Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
9) Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
10) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan
sistem rujukan.

9
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

1). Struktur Organisasi Puskesmas

Bagan 1. Struktur Organisasi Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara.

10
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

2). Struktur Organisasi Unit Kerja

Bagan 2. Struktur Organisasi Upaya Gizi.

Bagan 3. Struktur Organisasi Upaya KIA.

11
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

Bagan 4. Struktur Organisasi Upaya PROMKES

Bagan 5. Struktur Organisasi Upaya Kesehatan Lingkungan

12
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

Bagan 6. Struktur Organisasi Upaya P2P.

e. Motto Puskesmas Daieko

f. Tata Nilai

2. KEBIJAKAN MUTU

Seluruh karyawan Puskesmas Daieko bertekad / berjanji menjalankan sistem


manajemen mutu secara konsisten dan konsekuen untuk mendukung pencapaian sasaran
yang diharapkan, baik program maupun pelayanan Puskesmas.

13
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

3. PROSES PELAYANAN ( PROSES BISNIS )

Puskesmas memiliki kegiatan bisnis utama yaitu:


a. Pelayanan klinis atau UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) :
1) Dalam Gedung
 Pendaftaran dan Rekam Medis
 UGD
 Pemeriksaan Umum
 Kesehatan gigi dan Mulut
 PROMKES
 Klinik Sanitasi
 Pemeriksaan KIA dan Imunisasi
 Pemeriksaan KB
 Klinik Gizi
 Pemeriksaan TB.
 Persalinan dan Nifas
 Pelayanan Obat
 Laboratorium

2) Luar Gedung
 Posyandu Balita
 Posyandu Lansia

b. Upaya kesehatan masyarakat (UKM)


1) Upaya Promosi Kesehatan
2) Upaya Kesehatan Lingkunan
3) Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)
4) Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
5) Upaya Gizi

B. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup penerapan sistem manajemen mutu di puskesmas Daieko,
lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan standar persyaratan akreditasi
puskesmas yang meliputi persyaratan umum sistem manajemen mutu, tanggung jawab
manajemen, manajemen sumberdaya, proses pelayanan yang terdiri atas :
1. Pelayanan Dalam Gedung
 Pendaftaran dan Rekam Medis
 UGD
 Pemeriksaan Umum
 Kesehatan gigi dan Mulut
 PROMKES
 Klinik Sanitasi
 Pemeriksaan KIA dan Imunisasi

14
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

 Pemeriksaan KB
 Klinik Gizi
 Pemeriksaan TB.
 Persalinan dan Nifas
 Pelayanan Obat
 Laboratorium

2. Pelayanan Luar Gedung


 Upaya Promosi Kesehatan
 Upaya Kesehatan Lingkunan
 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)
 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
 Upaya Gizi

C. TUJUAN

15
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

Pedoman mutu ini disususn sebagai acuan bagi Puskesmas Daieko dalam
membangun system manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan Upaya Kesehatan
Perseorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).

D. LANDASAN HUKUM DAN ACUAN


Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :
1. UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :
1. Standar Akreditasi Puskesmas yang diterbitkan oleh Direktur Bina Upaya
Kesehatan Dasar Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian
Kesehatan RI Tahun 2015.
2. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama
diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian
Kesehatan RI Tahun 2015.

E. ISTILAH DAN DEFINISI

Tabel 5. Istilah dan Definisi Operasional

NO ISTILAH DEFINISI OPERASIONAL

Catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam suatu


1 Dokumen
Kegiatan
Pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah
2 Efektifitas
ditentukan, pencapaian tujuan secara tepat.
Pemanfaatan sumber daya secara minim guna mencapai hasil
3 efisiensi
yang optimal.
Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah
4 Kebijakan Mutu organisasi/institusi seperti yang dinyatakan secara resmioleh
puncak Manajemen.
Tingkat perasaan emosional yang menjadi perbandingan kinerja
Kepuasan
5 atau hasil yang dirasakan selama memakai prodak atau jasa
Pelanggan
dibandingkan dengan segi harapannya.
6 Koreksi Pembetulan atau perbaikan
Orang atau individu yang mencari atau menerima perawatan
7 Pasien
medis.
Dokumen yang merincikan sistem Manajemen Mutu sesuai
8 Pedoman Mutu
standar.
Orang yang menggunakan atau memanfaatkan layanan
9 Pelanggan
Puskesmas.
Perencanaan program manajemen untuk penerapan sistem
10 Perencanaan Mutu
manajemen Mutu.
Barang/benda tidak bergerak yang dapat menunjang atau
11 Prasarana
mendukung pelaksanaan dan fungsi unit kerja.
12 Proses Serangkaian langkah sistematis atau tahapan yang jelas yang

16
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

dapat ditempuh berulangkali untuk mendapat/mecapai hasil


yang diharapkan.
Bagian dari dokumen yang merupakan bukti bahwa suatu
13 Rekaman
kegiatan sudah dilakukan.
Barang/benda bergerakyang dapat dipakai sebagai alat dalam
14 Sarana
pelaksanaan tugas atau fungsi unit kerja.
15 Sasaran mutu Tujuan yang akan dicapai dalam melakukan prosees.
16 Tindakan korektif Tindakan yang dilakukan setelah terjadi suatu kegiatan.
17 Tindakan preventif Tindakan yang dilakukan sebelum munculnya suatu kegiatan.

17
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

BAB II

SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGARAAN PELAYANAN

A. PERSYARATAN UMUM

Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua


menetapkan, mendokumentasikan, mengimplementasikan dan memelihara sistem
manajemen mutu dan terus menerus memperbaiki keefektifannya sebagai alat untuk
menjamin bahwa proses yang berkaitan dengan kesehatan dapat memenuhi persyaratan
akreditasi sesuai Permenkes Nomor 75 tahun 2014 dan harapan masyarakat.
Seluruh penyelenggaraan kegiatan Puskesmas Daieko dilakukan secara sistematis
dan efektif melalui prosedur yang menetapkan proses dan urutan proses yang diperlukan
untuk sistem manajemen mutu, dikendalikan, dimonitor, dianalisa dan dilakukan tindakan
yang diperlukan, sesuai prinsip PDCA/PDSA (Plan, Do, Cek/Study, Action)
Puskesmas Daieko memastikan tersedianya sumberdaya dan informasi yang
diperlukan untuk menjalankan sistem manajemen mutu, termasuk sumberdaya untuk
mendukung pencapaian sasaran-sasaran mutu yang ingin dicapai dan juga senantiasa
memantau, mengukur, menganalisa kinerja proses dan mengimplementasikan tindakan
yang diperlukan untuk dikembangkan dalam mencapai peningkatan mutu pelayanan yang
berkesinambungan.
Puskesmas menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, memelihara dan
memperbaiki secara berkesinambungan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas,
1) Mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen Mutu dan
aplikasinya,
2) Menetapkan urutan dan interaksi antar proses tersebut didalam proses pelayanan
3) Menetapkan kriteria dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa baik
operasi maupun pengendalian proses - proses berjalan efektif.
4) Memastikan tersedianya Sumber Daya dan informasi yang diperlukan untuk
mendukung operasi dan pemantauan proses pelayanan dan hasilnya,.
5) Memantau, mengukur dan menganalisa proses – proses dan hasilnya.
6) Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil sesuai dengan yang
direncanakan serta perbaikan berkesinambungan.
7) Menerapkan seluruh persyaratan sistim Manajemen Mutu Puskesmas,

Dokumen Terkait
Seluruh dokumen yang berlaku sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi Akreditasi
Puskesmas.

18
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

B. PENGENDALIAN DOKUMEN

1. Secara umum dokumen-dokumen dalam sistim manajemen mutu yang disusun


meliputi:
a. Dokumen level 1 : Kebijakan
b. Dokumen level 2 : Pedoman
c. Dokumen level 3 : Standar operasional
d. Dokumen level 4 : Rekaman-rekaman sebagai catatan akibat pelaksanaan
kebijakan, pedoman dan prosedur.
2. Dokumen meliputi :
a. Dokumen eksternal yang merupakan regulasi-regulasi atau kebijakan-
kebijakan yang terkait, maupun input atau masukan dari masyarakat yang
berupa harapn-harapan terhadap produk atau output penyelenggaraan
puskesmas.
b. Dokumen internal, berupa dokumen perencanaan, surat keputusan pimpinan,
pedoman kerja, kerangka acuan, SPO, instruksi kerja, rekaman, dokumen hasil
audit dan upaya perbaikan.
c. Semua dokumen ini harus terkendali.
3. Cara Pengendalian :
a. Kode klasifikasi Surat Keputusan (SK)
1) Kesehatan : 440
2) Kepegawaian : 800
3) Keuangan : 900
b. Pengkodean dokumen
1) Administrasi Manajemen dengan kode : A
a) Bab I, (A/I)
b) Bab II, (A/II)
c) Bab III, (A/ III)
Contoh :
SOP : SOP/A/I/001/01/2015
Keterangan : A : Admen, I : bab I, 001 : No urut penomoran, 01/2015:
Bulan dan tahun mulai berlaku.
SK : 900/SK/A/II/001/01/2015
Keterangan : 900 : Kode keuangan, A: Kode admen, II : Bab II, SK : Surat
Keputusan, 001: nomor urut SK, 01/2015 : Bulan dan tahun mulai berlaku.
2) Upaya kode : B
a) Bab IV, (B/ IV)
b) Bab V, (B/ V)
c) Bab VI, (B/ VI)
d) Apabila dari upaya Puskesmas dengan ditambahkan nama upayanya.
e) Untuk urutan penomoran dokumen Upaya, dimulai dari Upaya Promkes
dilanjutkan Upaya Kesling, Upaya KIA, Upaya Gizi dan Upaya P2P.
Contoh :

19
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

SOP Upaya KIA : SOP/B/IV.KIA/011/01/2015


SK Upaya Gizi : 440/SK/B/IV.Gizi/004/01/2015
3) Pelayanan Klinis kode : C
a) Bab VII, (C/ VII)
b) Bab VIII, (C/ VIII)
c) Bab IX, (C/ IX)
Contoh :
SOP : SOP/C/VII/019/05/2013
SK : 440/SK/C/VIII/37/04/2013
4) Standar Operasional Prosedur, disingkat SOP.
5) Daftar tilik disingkat DT.
Penomeran seperti SOP hanya mengganti SOP menjadi DT
6) Surat Keputusan disingkat SK.
c. Penyimpanan Dokumen / arsip.
1) Dokumen rekam klinik / medik inaktif wajib disimpan sekurang- kurangnya
lima tahun, terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat, setelah batas
waktu sebagaimana dimaksud diatas dilampaui, rekam klinis dapat
dimusnahkan, kecuali persetujuan tindakan dan persetujuan lain harus
disimpan jangka waktu 10 tahun, terhitung dari tanggal dibuatnya.
2) Rekam medis pasien dimasukkan ke dalam family folder dan disimpan ke
dalam rak penyimpanan di loket pendaftaran. Sistem penyimpanan resep
yang telah dilayani di Puskesmas harus dipelihara dan disimpan minimal
tiga tahun.
3) Dokumen akreditasi dibuat rangkap 2, yang asli disimpan di secretariat
akreditasi dibawah kendali administrasi manajemen, yang fotocopy dengan
cap terkendali didistribusikan di unit-unit yang memerlukan.
4) Penyimpanan dokumen akreditasi disimpan di masing- masing kelompok
pelayanan, sedangkan di administrasi dan manajemen (admen) menyimpan
master dokumen semua kelompok pelayanan dan upaya.
d. Sistem penomoran surat masuk/keluar
Surat masuk dan keluar sesuai dengan daftar relatif indeks klasifikasi kearsipan
pemerintah daerah Kabupaten Sabu Raijua.
e. Pengendalian rekam implementasi
Semua rekam implementasi (dokumen hasil audit, upaya perbaikan dll) yang
merupakan rekaman ada dimasing-masing upaya.
f. Penataan Dokumen
Untuk memudahkan didalam pencarian dokumen akreditasi Puskesmas
dikelompokkan masing-masing bab/ kelompok pelayanan dan upaya dengan
diurutkan setiap urutan kriteria dengan dipilah-pilah dalam bentuk tata dokumen.
Apabila dokumen tersebut direkam dalam buku, maka urutan dokumen tersebut
diberi lembar penjelasan bahwa dokumen tersebut didalam buku. Dokumen
Sistem Manajemen Mutu Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara
Kabupaten Sabu Raijua berlaku bagi semua personil yang mempengaruhi mutu
kinerja proses yang berkaitan dengan kesehatan. Semua personil

20
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

bertanggungjawab untuk melaksanakan dan meninjau dokumen yang terkait


dengan tugasnya masing-masing.
Dokumen Terkait
SPO Pengendalian dokumen

C. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

1. Komitmen Manajemen
Manajemen bertekad untuk menjalankan Sistem Manajemen Mutu secara
konsisten dan konsekuen untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang
diinginkan. Untuk itu maka diwajibkan kepada semua Pejabat Struktural dan semua

21
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

karyawan Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua


untuk :
a. Memahami konsep sistem manajemen mutu sebagai landasan dalam merubah
pola pikir dan pola kerja yang terfokus pada mutu;
b. Menetapkan kebijakan mutu dan memastikan bahwa sasaran mutu Puskesmas
Moswaren, sasaran mutu pelayanan klinis dan program upaya akan dicapai;
c. Menjalankan kegiatan Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing sesuai dengan
komitmen manajemen mutu secara konsisten dengan cara mentaati pedoman
manajemen mutu, Prosedur Kerja dan Instruksi Kerja yang ada, serta sesuai
peraturan perundang undangan yang berlaku;
d. Memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan telah diupayakan dipenuhi;
e. Melakukan evaluasi pelaksanaan dan pencapaian sasaran manajemen mutu
secara konsisten;
f. Memastikan perbaikan terus menerus dilakukan pada semua aspek kegiatan.

2. Komitmen Manajemen Puskesmas Daieko :


a. Kepala Puskesmas
1) Menetapkan pernyataan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu kinerja;

2) Mengadakan Tinjauan Manajemen secara berkala;

3) Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan dalam penerapan Sistem


Manajemen Mutu;

4) Memastikan seluruh persyaratan pelanggan dan peraturan yang terkait dengan


pelayanan telah dipahami oleh pihak terkait;

5) Memastikan adanya pengembangan dan perbaikan berkesinambungan di


dalam Sistem Manajemen Mutu Puskesmas.
b. Ketua Tim Mutu
Memastikan Kebijakan dan Sasaran Mutu Kinerja Puskesmas dipahami oleh
karyawan.
c. Koordinator Administrasi, Koordinator Upaya, Koordinator Pelayanan Klinis.
Mensosialisasikan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Kinerja kepada karyawan
terkait, baik lintas progam maupun lintas sektoral.
d. Kebijakan
1) Kepala Puskesmas memiliki komitmen terhadap pengembangan penerapan
dan peningkatan terus menerus terhadap Sistem Manajemen Mutu Puskesmas
dan terus menerus memperbaiki keefektifannya;
2) Mengkomunikasikan kepada seluruh kepala unit kerja terkait dan seluruh
karyawan tentang pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan dan
persyaratan lain;

3) Menetapkan kebijakan mutu Puskesmas dan memastikan sasaran mutu


kinerja dipenuhi;

22
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

4) Memimpin tinjauan manajemen yang dilaksanakan dengan Rapat Tinjauan


Manajemen dan minimal dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan;

5) Memastikan tersedianya sumber daya yang dibutuhkan meliputi sumber daya


manusia, peralatan kesehatan dan pengobatan, obat – obatan, dan
infrastruktur.

Dokumen Terkait
Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Kinerja Puskesmas,
SPO Rapat Tinjauan Manajemen

3. Fokus Kepada Sasaran/Pasien

a. Pimpinan dan karyawan khususnya koordinator dan penanggung jawab upaya


terkait dengan pelanggan berkewajiban memiliki pengetahuan yang baik tentang
pelanggan Puskesmas Moswaren;

b. Sekretariat Puskesmas Moswaren untuk memungkinkan karyawan memahami


profil setiap pelanggan;

c. Pimpinan dan karyawan khususnya koordinator dan penanggung jawab upaya


terkait senantiasa menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan memastikan
seluruh kebutuhan pelanggan terpenuhi.

Dokumen Terkait
Prosedur Kepuasan Pelanggan
Prosedur Penanganan Pengaduan

4. Kebijakan Mutu
Kebijakan Mutu Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten
Sabu Raijua adalah seluruh jajaran Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara
Kabupaten Sabu Raijua berkomitmen untuk menjalankan sistem manajemen mutu
secara berkesinambungan kepada masyarakat Kecamatan Hawu Mehara yang
maksimal sesuai peraturan dan perundangan dan mencapai standar pelayanan
minimal di bidang Kesehatan dalam upaya meningkat -undangan yang berlaku.
Kebijakan Mutu digunakan sebagai kerangka kerja dalam menetapkan dan
meninjau sasaran mutu Puskesmas Daieko yang dikomunikasikan dan diterapkan
oleh semua unit kerja dan ditinjau kesesuaian pencapaiannya secara berkala.
Kebijakan Mutu Puskesmas Daieko Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu
Raijua dilaksanakan dengan :
a. Menjalankan tugas berfokus pada pelanggan serta menjaga hubungan kerja yang
baik dengan mitra lintas program dan lintas sektoral;
b. Menerapkan kepemimpinan yang efektif dan dalam pengambilan keputusan
berdasarkan fakta;

23
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

c. Menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan proses dan melibatkan


personil;
d. Menerapkan sistem managemen mutu dalam menjalankan tugas menuju
peningkatan secara berkesinambungan.

Dokumen Terkait
Kebijakan Mutu Puskesmas

5. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja /


Mutu
Manajemen puskesmas menjamin bahwa Sasaran Mutu ditetapkan
berdasarkan standar kinerja/ standar pelayanan minimal yang meliputi indikator
pelayanan klinis, indikator penyelenggaraan upaya puskesmas. Perencanaan
disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan
kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan.
Dalam mencapai Sasaran Mutu tersebut seluruh kegiatan Puskesmas Daieko dibuat
dalam bentuk rencana kerja yang berupa Rencana Kerja, Waktu Pelaksanaan, dan
Anggarannya, yang ditetapkan secara tahunan yang bersifat dinamis dan senantiasa
dikembangkan untuk mempercepat pencapaian sasaran mutu. Rencana Kerja
tersebut dilaksanakan dengan Kerangka Acuan yang jelas, dimonitor, dianalisa dan
dilakukan tindakan penyesuaian yang diperlukan untuk menjamin bahwa kinerja
proses sesuai dengan Rencana yang telah ditetapkan. Perencanaan mutu puskesmas
dan keselamatan pasien berisi program-program kegiatan peningkatan mutu yang
meliputi:
a. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKP maupun UKM
b. Upaya pencapaian enam (6) sasaran keselamatan pasien
c. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas
d. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga
e. Pelaporan dan tindak lanjutinsiden keselamatan pasien
f. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
g. Peningkatan mutu pelayanan obat
h. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien

Ruang lingkup
Pedoman ini menjelaskan perencanaan program manajemen untuk
penerapan Sistem Manajemen Mutu.

6. Tanggung Jawab wewenang


a. Kepala Puskesmas
1) Mengesahkan sasaran mutu disetiap program/ upaya atau unit kerja.
2) Memeriksa dan meninjau rencana manajemen mutu disetiap bagian untuk
mencapai sasaran mutu Kinerja yang telah ditetapkan.

24
MANUAL MUTU PUSKESMAS DAIEKO 2018

b. Ketua Tim Mutu


Memastikan rencana manajemen mutu dilaksanakan oleh masing-masing fungsi
atau unit kerja sesuai dengan tujuan dan sasaran Puskesmas.
c. Koordinator Administrasi, Koordinator Upaya, Koordinator Pelayanan Klinis.
Memastikan pelaksanaan aktivitas yang berada di bawah tanggung
jawabnya sesuai dengan kebijakan mutu Puskesmas,
1) Menyusun rencana manajemen mutu sesuai sasaran mutu Kinerja;
2) Melaksanakan rencana manajemen mutu sesuai dengan batas waktu yang
direncanakan;
3) Memantau pelaksanaan rencana Manajemen mutu diunit kerjanya.

7. Kebijakan
a. Kepala Puskesmas menetapkan, melaksanakan dan memelihara Rencana
Manajemen Mutu untuk mencapai tujuan dan sasaran sesuai dengan kebijakan
Puskesmas.

b. Rencana Manajemen Mutu yang ada di setiap unit kerja meliputi :

1) Perencanaan tanggung jawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada setiap
fungsi yang berhubungan dalam Puskesmas.
2) Langkah kegiatan dan batas waktu yang dicapai.
c. Kepala Puskesmas mengadakan tinjauan rencana manajemen jika ada perubahan
pada aktivitas pelayanan, terjadi ketidaksesuaian, pelayanan baru, atau adanya
aktivitas Pengembangan Pelayanan Puskesmas.

Dokumen Terkait
Rencana Strategi
Rencana Usulan Kegiatan
Rencana Pelaksanaan Kegiatan

25