You are on page 1of 29

ASUHAN KEPERAWATAN

Gambaran Kasus
Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2017 jam 10.00 WIB pada keluarga Bp.
R (38 tahun). Bp. R merupakan kepala keluarga dari Ibu R (30 tahun), An. H (14 tahun),
An. F (12 tahun), An. L (9 tahun) dan Nenek. R (61 tahun). Pendidikan terakhir Bp. R
adalah SMP. Pekerjaan sehari-hari sebagai buruh di pabrik dan MC (pembawa acara) di
acara-acara pernikahan. Alamat tinggal sekarang ini di Jl Rajawali VII no 25 Gonilan
Kartasura Surakarta. Keluarga Bp. R merupakan keluarga extended family (keluarga
luas/besar) yang terdiri dari keluarga inti dan orang tua dari Bp.R yaitu Nenek. R. Dimana
keluarga Bp. R merupakan keluarga yang didalamnya masih terdapat hubungan darah,
perkawinan dan saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-
masing, karena didalam satu rumah di keluarga Bp. R terdiri dari 6 orang yang hidup
bersama, segala kebutuhan dicukupi oleh kepala keluarga. Keluarga Bp. R mengatakan
bersuku Betawi. Keluarga Bp. R mempunyai kebiasaan jika ada anggota keluarga yang
sakit dibelikan obat warung terlebih dahulu untuk pertolongan pertamanya. Ibu. R
mengatakan keluarga beragama Islam. Kegiatan ibadah keagamaan keluarga Bp. R yaitu
sholat 5 waktu dan bepuasa. Di keluarga Bp. R pencari nafkah utama adalah Bp. R yang
bekerja sebagai buruh, selain itu Bp. R juga masih aktif sebagai pembawa acara/MC di
acara-acara pernikahan, maka dari itu Bp. R terlihat jarang ada dirumah. Ibu. R
mengatakan bahwa dirinya merasa cukup dengan penghasilan suaminya saat ini. Ibu. R
mengatakan tidak memiliki jadwal khusus untuk rekreasi keluarga, hanya sesekali anaknya
mengajak berwisata. An. H mengatakan jika banyak kegiatan dan dirinya stress maka dia
akan main keluar dengan teman-temannya, biasanya nongkrong sambil mengobrol tidak
jelas, main ke warnet atau rental PS dan menonton balapan motor. An. H juga mengatakan
sering main dengan teman-temannya hingga malam hari.
Riwayat dan tahap perkembangan keluarga Bp. R berada dalam tahap
perkembangan keluarga dengan anak remaja dimana tugas perkembangan keluarga dengan
remaja yaitu: Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab remaja
mengingat remaja yang sudah bertambah dewasa, mempertahankan hubungan yang intim
dalam keluarga, mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua, hindari
perdebatan Ibu. R mengatakan bahwa An. H adalah anak pendiam dan jarang berbicara
jika tidak ditanya. Terutama saat memasuki usia remja An. H sudah jarang berkumpul
dengan keluarga, jika berada dirumah An. H banyak menghabiskan waktu di dalam
kamarnya. An. H mengatakan jarang berbicara dengan Bp. R karena menurut An. H

30
bapaknya itu galak dan kalau menyuruh sesuatu, misalkan belajar, Bp. R sering marah-
marah sehingga An. H malas untuk menanggapinya. Ibu. R mengatakan sebenanrnya Bp.
R baik, tetapi memang agak keras untuk mendidik anak-anaknya. Ibu. R juga mengatakan
bahwa An. H sulit diatur semenjak memasuki SMP. An. H mengtakan tidak mengetahui
tugas perkembangan maupun tanggung jawabnya sebagai remaja., karena sebelumnya
tidak pernah mendapatkan informasi mengenai tugas perkembangan maupun tanggung
jawabnya sebagai remaja.
Rumah yang ditinggali Bp. R sekeluarga adalah rumah permanen peninggalan
orang tua Bp. R yang berukuran 70 m 2. Desain interior rumah terbagi menjadi 6 ruangan.
Terdapat 2 jendela yang kurang lebih yang berukuran 1,5 x 1 meter di depan samping
pintu masuk. Namun, jendela yang selalu terlihat terbuka ini jarang dibersihkan. Anak-
anak Bp. R tidak ada yang aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan di daerah setempat
RW 02. An. H mengatakan sudah jarang (suka membolos) dalam mengikuti pengajian. An.
H berteman dengan beberapa teman seusianya, sering nongkrong di pos hansip dekat
rumahnya, bermain ke warnet dan rental PS dan jalan-jalan dengan menggunakan motor.
Ibu. R mengatakan bahwa komunikasi pada keluarganya menekankan keterbukaan.
Namun, An. H mengatakan lebih suka menceritakan masalahnya kepada teman-temannya
dibandingkan kepada orang tua atau pun keluarganya yang lain. Bp. R sibuk bekerja dan
jarang menyempatkan berbicara kepada anaknya. Ibu. R juga mengatakan di rumahnya
tidak ada peraturan yang jelas tentang apa saja tugas setiap anggota keluarga. Ibu. R
mengatakan urusan anaknya lebih banyak diserahkan kepada ibuya. An. H mengatakan
malas belajar dan jarang mengerjakan tugas sekolahnya. Ibu. R mengatakan bahwa
anaknya jarang belajar dan nilainya pas-pasan. Ibu. R mengatakan tidak pernah memantau
aktivitas belajar anakya di rumah.
Ibu. R mengatakan bahwa setiap anggota keluarga dalam rumah dapat saling
terbuka dalam menyampaikan pendapat walaupun An. H termasuk anak yang pendiam dan
jarang menyampaikan pendapatnya. Hubungan antar anggota keluarga dalam rumah
berjalan degan baik. Ibu. R mengatakan bahwa ketika ada anggota yang sakit, maka yang
sakit akan langsung diberikan obat dari warung atau dari apotik. Keluarga Ibu. R juga
sering memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS, tetapi jika sudah sembuh dengan
mengkonsumsi obat warung maka hanya diobati di rumah saja. Keluarga Bp. R
mencemaskan pergaulan An. H yang sudah memasuki masa remaja. An. H sudah mulai
ditawari untuk mencoba merokok oleh teman-temannya, baik teman di sekolah maupun
teman di lingkungan rumahnya. An. H juga sering nongkrong tidak jelas dengan teman

30
sekoah maupun teman di sekitar rumahnya tersebut. An. H juga mengatakan pernah ikut-
ikutan tawuran dengan teman-teman sekolahnya. An. H mengatakan sudah memiliki teman
dekat wanita (pacar).

30
1. Pengkajian
a. Data Umum
1. Nama Keluarga (KK) : Bp. R
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Pendidikan Terakhir : SMP
4. Usia : 38 tahun
5. Pekerjaan : Buruh
6. Alamat : Jl Rajawali VII no 25 Gonilan Kartasura Surakarta
Komposisi Keluarga :
Hubungan
Jenis
No Nama dengan Usia Pendidikan
Kelamin
KK
1 Ibu R Perempuan Istri 30 thn SMP
2 An. H Laki-laki Anak 1 14 thn SMP kls 2
3 An. F Perempuan Anak 2 12 thn SD kls 6
4 An. L Perempuan Anak 3 9 thn SD kls 3
5 Nenek R Perempuan Ibu 61 thn SD

Genogram:

Nenek R
61 thn

Ibu R
Bp. R
30 thn
38 thn

An. H An. F An. L


14 thn 11 thn 9 thn

30
Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Remaja / Pasien

: Cerai

: Tinggal dalam satu rumah


7. Tipe Keluarga:
Keluarga Bp. R termasusk tipe keluarga extended family (keluarga luas/besar).
Keluarga Bp. R (38 thn) terdiri dari Bp. R, Ibu R, ketiga anaknya dan ibu dari
Bp. R yaitu nenek R (61 thn).
8. Suku Bangsa:
Bp. R berasal dari solo ( jawa ) dan istrinya, Ibu R juga berasal dari solo (jawa).
Bahasa dominan yang mereka gunakan sehari-hari di rumah adalah Bahasa jawa
dalam percakapan. Ibu R mengatakan keluarganya tidak memiliki kebiasaan
khusus yang mempengaruhi status kesehatan keluarga yang diajarkan turun-
temurun.
9. Agama:
Seluruh keluarga Bp. R beragama Islam. Kegiatan ibadah keagamaan keluarga
Bp. R yaitu sholat 5 waktu dan puasa dilakukan. Menurut keluarga Bp. R,
agama berperan penting dalam kehidupan mereka, bahkan dalam hal kesehatan.
Ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit, keluarga uga selalu mendoakan
untuk kesembuhan anggota keluarga yang sedang sakit tersebut.
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Di keuarga Bp. R pencari nafkah utama di keluarga adalah Bp. R yang bekerja
sebagai buruh dengan penghasilan 2.000.000 – 2.500.000 setiap bulan. Selain itu
Bp. R juga masih aktif menjadi pembawa acara/MC di acara-acara pernikahan,
maka dari itu Bp. R terlihat jarang ada di rumah. Ibu R sehari-hari membuka
warung yang menjual kebutuhan sehari-hari dan makanan ringan di rumahnya
dengan penghasilan perhari 50.000-an. Keperluan keluarga sehari-hari adalah
untuk makan dan jajan An. H, An. F dan An. L. Ibu R mengatakan bahwa

30
dirinya merasa cukup dengan penghasilan suaminya saat ini. Bp. R saat ini
memiliki tabungan atau dana kesehatan dari tempatnya bekerja.
11. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Bp. R tidak memiliki jadwal khusus untuk rekreasi keluarga, hanya
sesekali anaknya mengajak berwisata. Waktu liburan biasanya disesuaikan
dengan jadwal libur kerja dan libur anak sekolah, tetapi sekarang jarang
dilakukan., hanya jika ada waktu saja keluarga pergi rekreasi. Ibu R juga
mengatakan biasanya dirinya berkunjung ke rumah kerabat yang letak rumahnya
berdekatan dengan rumah keluarga Bp. R. Di rumah Ibu R mengatakan
keluarganya dapat menikmatihiburan melalui TV dan radio yang tersedia di
rumahnya. An. H mengatakan jika banyak kegiatan dan membuat dirinya stress
maka dia akan main keluar dengan teman-temannya, biasanya nongkrong sambil
mengobrol tidak jelas, main ke warnet atau rental PS dan menonton balapan
motor. An. H juga mengatakan sering main dengan teman-temannya hingga
malam hari.
b. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini :
Termasuk keluarga dengan remaja. Tugas perkembangan keluarga dengan anak
remaja yang dilakukan oleh keluarga antara lain :
a. Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi
dewasa dan mandiri.
Keluarga sudah memberikan kesempatan bagi An. H untuk memilih apa yang
ingin dilakukan. An. H mengatakan tanggung jawabnya adalah belajar dan
membantu orang tua, itupun jarang dilakukan atas kemauannya sendiri. An. H
sudah memiliki cita-cita, yaitu menjadi seorang pemain bola, tetapi hanya
sebatas harapan dan tidak tahu bagaimana mencapai tujuannya.
b. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.
Pernikahan Bp. R dan Ibu R saat ini sudah berlangsung selama 15 tahu,
anaknya yang paling kecil sudah memasuki usia sekolah. Saat ini, Ibu R dan
Bp. R mengatakan untuk berusaha membesarkan ketiga anaknya dengan
memenuhi segala kebutuhan mereka.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi:
Berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak.

30
Ibu R mengatakan bahwa An. H adalah anak yang pendiam dan jarang berbicara
jika tidak ditanya. Terutama saat memasuki usia remaja, An. H sudah mulai jarang
berkumpul dengan keluarga, jika berada di rumah An. H banyak menghabiskan
waktunya di dalam kamarnya. An. H mengatakan jarang berbicara dengan Bp. R
karena menurut An. H bapaknya itu galak dan kalau menyuruh sesuatu misalnya
belajar, Bp. R sering marah-marah sehingga An. H malas untuk menanggapinya.
Ibu R mengatakan sebenarnya Bp. R baik, tetapi memang agak keras untuk
mendidik anak-anaknya. Ibu R juga mengatakan bahwa An. H sulit untuk diatur
semenjak memasuki SMP. An. H mengatakan tugas perkembangan maupun
tanggung jawabnya sebagai remaja, karena sebelumnya tidak pernah
mendapatkan informasi mengenai tugas perkembangan maupun tanggung
jawabnya sebagai remaja.
3. Riwayat Keluarga Inti:
Bp. R dan Ibu R menikah pada tahun 1998, dan anak pertamanya lahir setahun
kemudian. Ibu R dan Bp. R baru memutuskan memakai kontrasepsi setelah
kelahiran anak ke-3. Jenis kontrasepsi yang dipih adalah pil KB.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya:
Tidak ada riwayat penyakit keluarga yang menurun. Bila sakit, keluarga Bp. R
pergi ke dokter swasta langganan keluarga. Tidak ada pola makan atau jenis
makanan yang dibatasi.
c. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah :
Rumah yang ditinggali Bp. R sekeluarga adalah rumah permanen peninggalan
orang tua Bp. R yang berukuran 70 m2. Desain interior rumah terbagi menjadi 6
ruangan, yang paling depan adalah ruang tamu. Lalu, 3 ruang tidur dan yang
paling belakang adalah dapur dan kamar mandi. Kamar tidur 1 digunakan oleh
Bp. R dan Ibu R, sedangkan 2 kamar tidur lainnya digunakan oleh anak-anak dan
Nenek R yang tinggal bersama Bp. R dan Ibu R. Lantai rumah terbuat dari
kerami. Terdapat 2 jendela yang kurang lebih berukuran 1,5 x 1 meter di depan
samping pintu masuk. Namun, jendela yang terlihat selalu terbuka ini jarang
dibersihkan. Warna dinding rumah adalah putih yang kondisinya cukup bersih.
Kondisi rumah tampak rapi dan bersih dan terdapat beberapa perabot rumah yang
sesuai. Sumber air yang digunakan oleh keluarga berasal dari tanah (sanyo)

30
sehingga airnya tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Pada saat hari
mulai gelap pencahayaan lampu dalam rumah Bp. R terbilang terang.
Denah Rumah

Kamar Dapur
Mandi

T
Ruang Ruang e
Tudur Keluarga r 10 m
a
s
Ruang Ruang Warung
Tidur Tamu

Teras

7 m

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW:


Bp. R jarang berkumpul dengan tentangga karen akesibukannya, namun Ibu R
aktif di arisan PKK dan pengajian yang ada di lingkungan rumah. Ibu R sendiri
tidak bekerja hanya menjadi ibu rumah tangga saja dan mengurus warung yang
ada di rumah. Keluarga Bp. R tinggal di RT 02 RW 02, di sisi kanan rumah Bp. R
yaitu rumah saudaranya dan sebelah kiri adalah rumah tetangganya, di belakang
rumah ada tanah kosong dan jalan. Kehidupan bertetangga terlihat rukun dan
harmonis.
3. Mobilitas Geografis Keluarga:
Saat ini keluarga Bp. R sudah tinggal menetap di rumah yang sekarang selama 15
tahun dan tidak berniat untuk pindah. Bp.R sendiri sudah tinggal di rumah
tersebut sejak Bp. R lahir, karena Bp. R adalah anak tunggal dari kedua orang
tuanya yang telah bercerai maka di rumah tersebut ditinggali keluarga Bp. R dan
ibunya. Rumah Bp. R dibangun di atas tanah milik orang tuanya, kepemilikan
tanah masih milik ibunya Bp. R.

30
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat :
Bp. R selalu menekankan pada Ibu R supaya mengikuti acara yang diadakan oleh
RT/RW, misalnya pengajian, arisan RT dan kegiatan lainnya. Apabila ada waktu
luang Ibu R mengajak anaknya bermain ke tetangga. Hubungan anggota keluarga
terlihat rukun, tidak ada konflik antara satu dengan yang lain (terlihat harmonis).
Anak-anak Bp. R tidak ada yang aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan di
daerah setempat. An. H mengatakan sudah jarang (suka membolos) dalam
mengikuti pengajian. Bp. R sendiri sering diminta untuk menjadi pembawa
acara/MC di acara-acara pernikahan ataupun acara yang diadakan RT/RW. Ibu R
juga bersosialisasi dengan tetangga di kanan, kiri dan depan rumahnya. Saudara
Ibu R tinggal tidak jauh dari rumah Ibu R, setiap hari selalu bertemu. An. H
berteman dengan beberapa teman seusianya, sering nongkrong di pos hansip
dekat rumahnya, bermain ke warnet dan rental PS dan jalan-jalan dengan
menggunakan motor.
5. Sistem Pendukung Keluarga:
Bila ada masalah dalam keluarga, keluarga lebih senang menyelesaikan dengan
anggota keluarga. Kadang juga melibatkan orang tua, karena dengan orang tua
tinggal bersama dan berdekatan. Hal yang dirasakan sebagai pendukung keluarga
adalah keluarga yang tinggal tidak jauh dari rumah yang memperhatikan bila ada
anggota keluarga yang sakit dan tetangga yang idup saling menghormati serta
menghargai. Disamping itu adanya fasilitas dana kesehatan dari tempat kerja Bp.
R untuk anggota keluarga yang sakit menurut Ibu R sangat membantu keluarga.
d. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga :
Ibu R mengatakan bahwa komunikasi dengan keluarganya menekankan
keterbukaan. Bila ada masalah dalam keluarga, Ibu R mendiskusikan bersama Bp.
R, terkadang meminta bantuan nasihat dari orang tu. Waktu yang biasanya
digunakan untuk komunikasi pada saat santai yaitu malam hari dan waktu makan
bersama dengan anggota keluarga. Namun An. H mengatakan lebih suka
menceritakan masalahnya kepada teman-temannya dibandingkan kepada orang
tua ataupun keluarganya yang lain. Bp. R sibuk bekerja dan jarang menyempatkan
berbicara kepada anaknya.

30
2. Struktur Kekuatan Keluarga:
Pemegang keputusan di keluarga adalah Bp. R sebagai kepala keluarga, tetapi
tidak menutup kemungkinan suatu ketika Ibu R punya pendapat sendiri dan
membuat keputusan sendiri, misalnya pada saat membeli keperluan rumah tangga
dan mengatur posisi perabotan rumah tangga. Terkadang Ibu R juga berinisiatif
sendiri untuk membawa anaknya ke pelayanan kesehatan, bila ada yang sakit dan
tidak bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat warung.
3. Struktur Peran :
a. Bp. R
Sebagai kepala keluarga, bertanggung jawab dalam mencari nafkah untuk
kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga.
b. Ibu R
Ibu R mengatakan urusan anaknya lebih banyak diserahkan kepada ibunya.
Sebagai istri Bp. R, sebagai ibu rumah tangga dan juga membuka usaha
warung di rumah.
c. An. H
An. H mengatakan malas belajar dan jarang mengerjakan tugas sekolahnya.
Ibu R mengatakan bahwa anaknya jarang belajar dan nilainya pas-pasan. Ibu R
mengatakan tidak pernah membantu aktivitas belajar anaknya di rumah.
d. An. F
Sebagai anak ke dua Bp. R dan Ibu R yang pada tahun ini akan memasuki
SMP. An. F juga berperan sebagai adik dari An. H dan kakak dari An. L.
e. An. L
Sebagai anak ke tiga Bp. R dan Ibu R juga berperan sebagai adik dari kedua
orang kakaknya yaitu An. H dan An. F.
f. Nenek R
Sebagai ibu dari Bp. R dan nenek dari ketiga cucunya yaitu An. H, An. F dan
An. L.
Ibu R juga mengatakan di rumahnya tidak ada peraturan yang jelas tentang apa
saja tugas setiap anggota keluarga.
4. Nilai dan Norma Keluarga:
Nilai dan norma yang dipegang oleh Bp. R adalah sesuai dengan nilai-nilai ajaran
Islam dan tidak terpengaru oleh norma budaya. Penerimaan keluarga terhadap

30
perawat sangat baik, setiap masalah yang ada diutarakan dan menerima kehadiran
perawat.
e. Fungsi keluarga
1. Fungsi Efektif:
Ibu R mengatakan bahwa setiap anggota keluarga dalam rumah dapat saling
terbuka dalam menyampaikan pendapat walaupun An. H termasuk anak yang
pendiam dan jarang menyampaikan pendapat.
2. Fungsi Sosialisasi:
Hubungan antar anggota keluarga dalam rumah berjalan dengan baik. Hubungan
anggota keluarga dengan tetangga juga baik apalagi keluarga Bp. R tergolong
paling lama tinggal di wilayah tersebut.
3. Fungsi Perawatan Keluarga:
Ibu R mengatakan bahwa ketika ada anggota keluarga yang sakit, maka yang sakit
akan langsung diberikan obat dari warung atau dari apotek. Keluarga Ibu R juga
sering memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS, tetapi jika sudah sembuh
dengan mengkonsumsi obat warung maka hanya diobati di rumah saja. Bp. R
mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki keluhan fisik dan tidak merokok hanya
saja jika sedang banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya biasanya Bp. R
mengeluhkan pegal-pegal pada badannya.
f. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor Jangka Pendek:
Keluarga Bp. R mencemaskan pergaulan An. H yang sudah memasuki masa
remaja. An. H sudah mulai ditawari untuk mencoba merokok oleh teman-
temannya, baik teman di sekolah maupun teman di lingkungan rumahnya. An. H
juga sering nongkrong tidak jelas dengan teman sekolah maupun teman di
lingkungannya tersebut. An. H juga mengatakan pernah ikut-ikutan tawuran
dengan teman-teman sekolahnya. An. H mengatakan sudah memiliki teman dekat
wanita (pacar).
2. Stressor Jangka Panjang:
Ibu R mengeluhkan biaya sekolah ketiga anaknya yang semakin mahal, terlebih
lagi tahun ini anak keduanya yaitu An. F akan lulus dari SD dan akan memasuki
SMP.

30
3. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah:
Jika ada masalah, keluarga berupaya untuk mencari jalan keluar dari masalah
tersebut dengan jalan musyawarah. Keluarga meyakini kalau setiap masalah ada
jalan keluarnya, misalnya dengan meminta bantuan dari orang tua dan tetangga
yang terdekat.
4. Strategi Koping yang Digunakan:
Ibu R mengatakan selalu menyerahkan semua masalah yang terjadi kepada Allah
SWT tetapi tetap berusaha untuk mengatasi masalah yang ada.
5. Strategi Adaptasi Disfungsional :
Tidak ada.
g. Harapan Keluarga
Keluarga berharap dengan kedatangan perawat berkunjung ke rumahnya adalah
keluarga dapat mengetahui status kesehatan keluarga. Dengan demikian keluarga
berharap akan selalu berada dalam kondisi sehat lahir dan batin. Mereka juga
berharap akan banyak mendapatkan banyak pengetahuan tentang berbagai macam
jenis penyakit dan cara perawatannya.
h. Pemeriksaan Fisik
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama
(mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C) (Kg) (cm)
1 Bp. R
130/90 86 21 36,7 68 172
(38 tahun)
Keluhan/RP Tidak memiliki keluhan fisik
S
Riwayat Bp. R mengatakan
penyakit
dahulu
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik, memakai kacamata jika membaca.
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat

30
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal, pernafasan 21 x/menit, tactil fremitus
sama kiri dan kanan, bunyi nafas terauskultasi vesikuler, dan
tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat datar dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 10x/menit.
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang, tidak
ada lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam baik.

30
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama (mmHg (x/menit (x/menit
(0C) (Kg) (cm)
) ) )
2 Ibu. R
110/70 82 19 36,8 48 154
(30 tahun)
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik.
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal (juga pada payudara), pernafasan 19

30
x/menit, tactil fremitus sama kiri dan kanan, bunyi nafas
terauskultasi vesikuler dan tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 9x/menit.
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang, elastis,
tidak ada lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam
baik.
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama (mmHg (x/menit (x/menit
(0C) (Kg) (cm)
) ) )
3 An. H
120/80 88 20 36,5 51 156
(14 tahun)
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik.
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada

30
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal, pernafasan 20 x/menit, tactil fremitus
sama kiri dan kanan, bunyi nafas terauskultasi vesikuler dan
tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 9x/menit.
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna gelap, elastis, tidak ada
lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam baik.
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama (mmHg (x/menit (x/menit
(0C) (Kg) (cm)
) ) )
4 An. F
110/80 91 21 36,8 36 139
(12 tahun)
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis

30
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik.
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal (juga pada payudara), pernafasan 21
x/menit, tactil fremitus sama kiri dan kanan, bunyi nafas
terauskultasi vesikuler dan tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 8x/menit.

30
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang, elastis,
tidak ada lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam
baik.
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama (mmHg (x/menit (x/menit
(0C) (Kg) (cm)
) ) )
5 An. L
110/70 92 22 36,9 31 134
(9 tahun)
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik.
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa

30
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal (juga pada payudara), pernafasan 22
x/menit, tactil fremitus sama kiri dan kanan, bunyi nafas
terauskultasi vesikuler dan tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 8x/menit.
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna gelap, elastis, tidak ada
lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam baik.
TD Nadi RR Suhu BB TB
No Nama (mmHg (x/menit (x/menit
(0C) (Kg) (cm)
) ) )
6 Nenek. R
140/90 90 23 37 52 155
(61 tahun)
Pemeriksaan Kepala :
Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat merasakan
Fisik
benda tumpul dan tajam, gerakan pipi, rahang, dan alis
simetris.
Mata :
Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan
pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter pupil ± 2 mm,
reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak anemis, kornea tidak
ikterik.

30
Mulut dan Hidung :
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, manis dengan baik.
Bentuk hidung simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman baik.
Telinga :
Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada
benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
serumen. Klien tampak mendengar dengan baik.
Leher :
Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak terdapat
pembesaran JPV dan tiroid. Tidak terdapat massa. Dapat
bergerak proporsional ke kiri, kanan, atas, dan bawah tanpa
ada nyeri.
Jantung :
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak ada
retraksi intercostae, terdengar dullness pada perkusi batas
jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi normal, serta tidak
terdapat mur-mur dan gallop.
Paru-paru :
Pengembangan simetris, warna dada sama dengan kulit
lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak terdapat
tonjolan abnormal (juga pada payudara), pernafasan 23
x/menit, tactil fremitus sama kiri dan kanan, bunyi nafas
terauskultasi vesikuler dan tidak terdapat suara tambahan.
Abdomen :
Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit lainnya
(tidak ada lebam dan kemerahan), perut teraba lemas, tidak
terdapat nyeri tekan, tidak teraba massa, hepar tidak teraba,
bising usus terdengar 8x/menit.
Ekstremitas :
Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan menahan beban
dengan baik, refleks brachioradialis normal kiri dan kanan,
refleks platela normal kiri dan kanan, kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit :

30
Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang, elastis,
tidak ada lesi, sensitifitas terhadap benda tumpul dan tajam
baik.

Kesimpulan hasil pemeriksaan fisik :


Bp. R :
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tidak memiliki kelainan pada
pemerikasaan fisiknya, Bp. R tidak mengeluhkan keadaan fisiknya, tidak merokok, aktif
berkegiatan, tidak ada riwayat penyakit keturunan.
Ibu R :
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tidak memiliki kelainan pada
pemerikasaan fisiknya, Ibu R tidak mengeluhkan keadaan fisiknya, tidak merokok, aktif
berkegiatan, tidak ada riwayat penyakit keturunan.
An. H
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, memiliki postur tubuh seimbang, tidak
meiliki keluhan fisik, tidak ada riwayat pengobatan dalam 3 bulan.

An. F
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, memiliki postur tubuh seimbang, tidak
meiliki keluhan penyakit, tidak ada riwayat pengobatan dalam 3 bulan.
An. L
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, memiliki postur tubuh kurus, tidak
meiliki keluhan fisik, tidak ada riwayat pengobatan dalam 3 bulan.
Nenek R
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, merokok, tidak meiliki keluhan fisik,
penglihatan mulai berkurang, tidak ada riwayat pengobatan dalam 3 bulan.

2. Analisa Data
No. Data Etiologi Problem
1. DS : Ketidak mampuan Ketidakefektifan
- Ibu. R mengatakan dirumahnya keluarga mengenal performa peran
tidak ada peraturan yang jelas masalah tentang remaja An. H
tentang apa saja tugas setiap tugas dan fungsi keluarga Bp. R

30
anggota keluarga. perkembangan
- An. H mengatakan tidak
keluarga dengan
mengetahui tugas
anak remaja.
perkembangan maupun
tanggung jawabnya sebagai
remaja.
- An. H mengatakan sebelumnya
tidak pernah mendapatkan
informasi mengenai tugas
perkembangan maupun
tanggung jawabnya sebagai
remaja.
- Ibu. R mengatakan urusan
anaknya lebih banyak
diserahkan kepada ibunya
DO :
- An. H marupakan anak pertama
dalam keluarga.
- An. H berusia 14 tahun, berada
pada masa remaja awal.
- Dirumahnya tidak ada yang
mengajarkan peran dan
tanggung jawab kepada remaja
(An. H)
2. DS : Ketidak mampuan Ketidakefektifan
- Ibu. R mengatakan urusan keluarga mengenal koping keluarga
anaknya lebih banyak masalah tentang Bp.R
diserahkan kepada ibunya pentingnya
- Ibu. R mengatakan An. H lebih
komunikasi efektif
suka menghabiskan waktunya
antara orang tua
didalam kamar dari pada
dan remaja.
berkumpul dengan keluarga
- Ibu. R mengatakan Bp. R
memang agak keras untuk
mendidik anak-anaknya
- An. H mengakui tidak pernah

30
menceritakan masalah yang
dihadapinya pada orang tua
- An. H mengatakan kadang
percakapan dengan orang tua
akan berakhir dengan
ketegangan
- An. H mengatakan lebih suka
menceritakan masalahnya
kepada teman-temannya
debandingkan kepada orang tua
ataupun keluarganya yang lain.
DO :
- Bp. R sibuk bekerja dan jarang
menyempatkan berbicara
kepada anaknya.

3. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan performa peran remaja An. H keluarga Bp. R b/d ketidak mampuan
keluarga mengenal masalah tentang tugas dan fungsi perkembangan keluarga dengan
anak remaja.
2. Ketidakefektifan koping keluarga Bp.R b/d ketidak mampuan keluarga mengenal
masalah tentang pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan remaja.

4. Scoring/ Pembobotan dan Penentuan Prioritas Masalah


1. Diagnosa : Ketidakefektifan performa peran remaja An. H keluarga Bp. R b/d
ketidak mampuan keluarga mengenal masalah tentang tugas dan fungsi
perkembangan keluarga dengan anak remaja.
Kriteria SKOR Hasil Pembenaran
SIFAT MASALAH Saat ini An. H masih
(bobot = 1) dalam tahap
3 3/3 x 1 = 1
- Tidak sehat
2 perkembangan remaja
- Ancaman kesehatan
1
- Krisis atau keadaan yang membutuhkan
sejahtera perhatian dan komunikasi
yang efektif dalam

30
mengungkapkan
masalahnya. Orang tua
biasanya hanya
menanyakan kemana An.
H pergi dan kadang
memarahi jika ada
masalah dengan sekolah.
KEMUNGKINAN An. H masih dapat diajak
MASALAH DAPAT berkomunikasi dan
DIUBAH (bobot = 2) 2 2/2 x 2 = 2 menurut pada orang
- Dengan mudah 1
tuanya, melalui
- Hanya sebagian 0
- Tidak dapat pendekatan komunikasi
yang efektif akan
pengenalan peran dan
tanggung jawab remaja
maka penerapan peran
pada remaja di keluarga
Bp. R akan efektif.
POTENSIAL Adanya perhatian yang
MASALAH DAPAT baik dari orang tua dan
DICEGAH (bobot = 1) 1/3 x 1 = 1/3 saudara An. H akan
- Tinggi 3
perkembangan peran dan
- Cukup 2
- Rendah 1 tanggung jawabnya.
MENONJOLKAN Keluarga mengatakan
MASALAH (bobot = 1) ada masalah dan segera
2 2/2 x 1 = 1
- Masalah berat,
perlu ditangani karena
harus segera 1
mereka takut anaknya
ditangani
tidak bisa penerapkan
- Ada masalah, tapi
0
peran dan tanggung
tidak perlu segera
jawab remaja di
ditangani
- Masalah tidak keluarga.
dirasakan
Total 4 1/3

30
2. Diagnosa : Ketidakefektifan koping keluarga Bp.R b/d ketidak mampuan keluarga
mengenal masalah tentang pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan
remaja.
Kriteria SKOR Hasil Pembenaran
SIFAT MASALAH Timbul mekanisme
(bobot = 1) koping negatif baik pada
3 3/3 x 1 = 1
- Tidak sehat
2 orangtua, keluarga
- Ancaman kesehatan
1
- Krisis atau keadaan maupun remaja karena
sejahtera kurangnya kualitas
komunikasi antara
mereka.
KEMUNGKINAN Pola komunikasi antara
MASALAH DAPAT remaja dan orang tua
DIUBAH (bobot = 2) 2 2/2 x 2 = 2 merupakan suatu proses
- Dengan mudah 1
yang harus dimulai dan
- Hanya sebagian 0
- Tidak dapat dijaga
keberlangsungannya,
keluarga sudah
memberikan respon
positif dengan bertanya
cara komunikasi yang
baik dengan remaja.
POTENSIAL Keluarga sudah
MASALAH DAPAT mengetahui stressor dan
DICEGAH (bobot = 1) 3 3/3 x 1 = 1 cara mencegahnya.
- Tinggi 2
- Cukup 1
- Rendah
MENONJOLKAN Keluarga menganggap
MASALAH (bobot = 1) masalah terjadi tetapi
2 1/2 x 1 = 1/2
- Masalah berat, harus
tidak menjadikan
segera ditangani 1
masalah ini prioritas
- Ada masalah, tapi
utama.
tidak perlu segera
0
ditangani
- Masalah tidak
dirasakan

30
Total 4 1/2

5. Prioritas Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakefektifan koping keluarga Bp.R b/d ketidak mampuan keluarga mengenal
masalah tentang pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan remaja.
2. Ketidakefektifan performa peran remaja An. H keluarga Bp. R b/d ketidak mampuan
keluarga mengenal masalah tentang tugas dan fungsi perkembangan keluarga dengan
anak remaja.

30
30
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BP. R

Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil


Rencana Intervensi
Keperawatan Khusus Umum Kriteria Standar
Ketidakefektifa Setelah dilakukan Setelah 2 x 15 menit  Respon 1. Keluarga mampu  Diskusikan bersama
n koping pada intervensi pertemuan, keluarga verbal menyebutkan keluarga apa yang
keluarga R sebanyak 3 kali mampu mengenal  Respon pengertian diketahui keluarga
kunjungan, komunikasi yang efektif afektif komunikasi. mengenai pengertian
diharapkan dengan remaja, dengan 2. Keluarga mampu komunikasi.
koping keluarga mampu: menyebutkan 3 dari 6  Berikan pujian kepada
menjadi efektif. a. Menyebutkan pengertian penyebab komunikasi keluarga tentang
komunikasi. tidak efektif. pemahaman keluarga
b. Menyebutkan pengertian 3. Keluarga mampu yang benar.
komunikasi keluarga menyebutkan 4 dari 6  Berikan informasi kepada
yang efektif. syarat-syarat keluarga mengenai
c. Menyebutkan penyebab komunikasi efektif pengertian komunikasi
komunikasi tidak efektif dalam keluarga. dengan menggunakan
d. Menyebutkan syarat- 4. Keluarga mengetahui media lembar balik dan
syarat komunikasi efektif bahwa komunikasi leaflet.
dalam keluarga yang terjadi antara  Berikan kesempatan
e. Mengidentifikasi orang tua dan remaja kepada keluarga untuk
ketidakefektifan koping di keluarga adalah bertanya tentang materi
pada keluarga Bp. R komunikasi yang tidak yang disampaikan
terutama masalah efektif  Motivasi keluarga untuk
komunikasi efektif menyebutkan syarat-
syarat komunikasi yang
efektif dalam keluarga.
 Bantu keluarga untuk
mengidentifikasi
komunikasi yang tidak
efektif
Ketidakefektifa Setelah dilakukan Setelah 1 x 20 menit  Respon a. Keluarga mampu  Diskusikan bersama
n Intervensi pertemuan, keluarga verbal menyebutkan keluarga apa yang
performa peran sebanyak 3 kali mampu mengenal masalah  Respon pertumbuhan & diketahui keluarga
tumbuh kembang remaja, afektif perkembangan anak mengenai pengertian
remaja pada kunjungan,
dengan mampu: remaja. komunikasi.
keluarga Bp. R performa peran a. Menyebutkan definisi b. Keluarga mampu  Berikan pujian kepada
khususnya An. remaja menjadi tumbuh kembang. menyebutkan definisi keluarga tentang
H. efektif. b. Menyebutkan definisi remaja. pemahaman keluarga
remaja. c. Keluarga mampu yang benar.
c. Menyebutkan definisi menyebutkan definisi  Berikan informasi kepada
tumbuh kembang remaja tumbuh kembang keluarga mengenai
d. Menyebutkan remaja. pengertian komunikasi
perubahanperubahan d. Keluarga mampu dengan menggunakan
yang terjadi pada remaja. menyebutkan 6 dari 11 media lembar balik dan
perubahan-perubahan leaflet.
yang terjadi pada  Berikan kesempatan
remaja. kepada keluarga untuk
e. Keluarga mengatakan bertanya tentang materi
An. H adalah remaja. yang disampaikan
 Berikan reinforcement
positif atas apa yang
telah dikemukakan
keluarga yang tepat dan
benar.