You are on page 1of 4

Analisis Kritis Artikel

Nama Kelompok 10 :
1. Nurul Ulifatul K. (1510211005)
2. Intan Juli A. (1510211028)
3. Okta Nabella FN. (1510211039)
4. Henry Febiar V. (1510211035)
Tanggal : 23 Oktober 2018
Materi : Bioteknologi Lingkungan
Dosen : Ika Priantari S.Si.M.Pd
1. Blibiografi
Nama pengarang : Abdulkadir Rahardjanto
Tahun publikasi : Januari-Juni 2011
Judul Artikel : Peranan Bioteknologi Dalam Restorasi Lingkungan
Sumber Artikel : Jurnal Universitas Muhammadiyah Malang Volume 14 (1) 2011,
halaman 1-13
2. Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui peranan Bioteknologi dalam restorasi lingkungan, yaitu dalam
kegiatan pengolahan limbah air, cair, dan padat yang ada di lingkungan dengan
menggunakan berbagai macam teknlogi.
2. Untuk mengetahui cara dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan
memperbaiki kualitas lingkungan, dengan menggunakan Bioteknologi lingkungan
yang memanfaatkan mikroorganisme dalam kegiatan pengolahan limbah air, cair dan
padat.
3. Untuk mengetahui teknik mengatasi permasalahan lingkungan hidup dengan
menggunakan peranana Bioteknologi dalam kegiatan pengolahan limbah air, cair dan
padat, menggunakan teknologi Trickling Filter Process (saringan mikroba), Activated
Sludge Process (lumpur aktif), Lagoon process (kolam) dan olumn Wastewater
Reactrors (reaktor kolom).
3. Fakta-fakta Unik
1. Pada pengatasan permasalahan lingkungan hidup, bioteknologi lingkungan
memanfaatkan mikroba serta jasad biologi yang lebih besar dalam kegiatan
pengolahan limbah (purifikasi/pemurnian kembali) pada khususnya serta untuk
memperbaiki kualitas lingkungan pada umumnya.
2. Pemanfaatan jasad biologi ini sangat diharapkan, karena dianggap lebih alami dan
tidak membahayakan dibandingkan dengan menggunakan bahan-bahan pemurni lain
3. Selain karena jenis dan populasi mikroba yang tidak terkendali, hal lain yang sangat
prinsip adalah teknik perlakuannya yang tidak dikendalikan. Misalnya waktu tunggu
(retention time) limbah yang salah yang menyebabkan mikroba jenis tertentu meledak
populasinya dan menyebabkan kekacauan dalam proses pengolahan limbah
(menimbulkan bau , blooming, dll).
4. Activated Sludge merupakan teknik yang paling banyak dipakai pada pengolahan air
limbah. Prinsip teknik ini adalah menginteraksikan dalam sebuah reaktor biologis
teraerasi, air limbah dengan mikroorganisme tersuspensi yang akan mengurai zat
pencemar pada perairan.
5. Mereka memperkenalkan bahwa flok lumpur yang terbentuk dari proses pemurnian
limbah dapat dimanfaatkan ulang, yang kemudian mereka sebut sebagai lumpur aktif.
6. Mikroba penghasil metan ini dapat kita temukan tidak hanya di daerah-daerah yang
menghasilkan metan tinggi, namun juga pada rumen hewan ruminansia.
7. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perut sapi sekitar 8 hingga 10% dari
makanannya dikonversi menjadi 100 hingga 200 liter methan yang dibentuk oleh
mikroorganisme dan dapat dimanfaatkan sebagai biogas.
4. Pertanyan-pertanyaan Penting
1. Bagaimanakah peran perkembangan ilmu Bioteknologi lingkungan dalam membantu
manusia mengolah lingkungan dan mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di
sekitar kita?
2. Sebutkan teknik apa sajakah yang di gunakan untuk pengolahan limbahyang
memanfaatkan mikroorganisme baik itu secara aerob maupun anaerob yang dapat
mengurangi resiko pencemaran yang ada di lingkungan sekitar kita?
3. Bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi populasi mikroba yang tidak
terkendali dengan teknik ilmu Bioteknologi lingkungan.
5. Hasil eksplorasi berupa konsep atau prinsip sains yang ada relevansinya dengan
konsep yang dipelajari
Pada pengatasan permasalahan lingkungan hidup, bioteknologi lingkungan memanfaatkan
mikroba serta jasad biologi yang lebih besar dalam kegiatan pengolahan limbah
(purifikasi/pemurnian kembali) pada khususnya serta untuk memperbaiki kualitas
lingkungan pada umumnya. Bioteknologi lingkungan akan dapat membantu pengolahan
limbah organik dengan mengembangkan mikroba yang baik dengan teknologi yang tepat.
Berdasarkan penggunaan oksigen oleh mikroba, teknik pengolahan limbah dibedakan
kedalam model aerob dan an-aerob. Model secara aerob diantaranya dilakukan dengan
menggunakan teknologi Trickling Filter Process (saringan mikroba), Activated Sludge
Process (lumpur aktif), Lagoon process (kolam) dan Column Wastewater Reactors
(Reaktor kolom). Sedangkan secara an-aerob dilakukan dengan teknologi sludge digestion,
contact digestion dan column reactors.
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa pengetahuan dikembangkan melalui
kaidah-kaidah ilmiah pada skala seluler maupun molekuler yang lebih dikenal dengan
Bioteknologi. Dengan berkembangnya ilmu Bioteknologi khususnya dalam Bioteknologi
Lingkungan sangat membantu manusia dalam mengolah lingkungan dan mengatasi
permasalahan lingkungan yang ada di sekitar sekitar antara lain mengatasi masalah
pencemaran lingkungan yang berupa sampah organik maupun non organik, serta limbah
pabrik yang berbahaya jika dibuang begitu saja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
dapat menggunakan mikrooganisme yaitu jasad biologi yang sangat kecil dan tidak dapat
dilihat oleh manusia tanpa bantuan alat. Organisme-organisme renik berkhlorofil maupun
yang tidak mempunyai khlorofil mempunyai peranan sangat penting dalam restorasi
(perbaikan) lingkungan. Organisme dapat hidup pada kondisi banyak udara (aerob)
maupun tanpa udara (anaerob). Organisme yang bersifat aerob dan anaerob sangat penting
dalam kondisi pemulihan kembali kondisi lingkungan pada kondisi yang baik. Khusus
untuk organisme berkhlorofil, baik yang berukuran makro maupun yang berukuran mikro
dan bersel tunggal mempunyai kemampuan utuk mengurangi pencemaran (terutama CO2).
Kemampuan inilah yang tidak dipunyai oleh organisme lain termasuk manusia. Dengan
adanya kelebihan kemampuan inilah maka organisme berkhlorofil disebut sebagai
organisme Negentrrophy atau organisme yang dapat menyebabkan pengurangan entripi di
lingkungan, sehingga akan menyebabkan lingkungan yang tercemar akan kembali dalam
konsdisi seimbang sesuai denan fitrahnya.
6. Pernyataan yang ingin dilakukan/mempengaruhi sikap mahasiswa terhadap hasil
analisis
Bioteknologi Lingkungan sangat relevan untuk diaplikasikan untuk mengatasi
permasalahan di lingkungan sekitar kita. Dengan menerapkan beberapa tenkik pengolahan
limbah yang memanfaatkan mikroorganisme baik itu aeorb mapun anaerob dapat
mengurangi resiko pencemaran yang ada di lingkungan sekita kita. Dalam kegiatan
pengolahan limbah, peranan Bioteknologi sangat dibutuhkan degan memanfaatkan teknik-
teknik yang dapat menguraikan limbah tanpa merusak lingkungan. Oleh karena itu dengan
membaca jurnal ini kami dapat memperoleh pengetahuan tentang peranan Bioteknologi
dalam restorasi lingkunga dengan teknik-teknik yang dapat menguraikan limbah air, cair
dan padat sehingga tidak mengakibatkan lingkungan menjadi tercemar, serta lingkungan
akan kembali dalam kondisi seimbang sesuai dengan fitrahnya.