You are on page 1of 4

KKD PEMBIDAIAN (SPLINTING) MODUL P2K2

Nilai
No Aspek yang Dinilai
0 1 2
1. Informed Consent

2. Memakai alat perlindungan diri dan mempersiapkan alat dan bahan

Stabilisasikan anggota gerak tubuh terutama pada tulang yang cedera dan jangan
3.
mereposisikan atau menekan fragmen tulang kembali ke tempat semula

Menilai denyut, pergerakan dan sensasi di bawah lokasi. Lakukan setiap 15 menit dan
4.
buat pencatatan

Buka pakaian dan perhiasan yang menutupi tulang yang patah untuk membuka daerah
5.
luka sebelum memasang bidai

Memeriksa adanya deformitas, ada atau tidaknya denyut nadi atau sianosis di anggota
6.
gerak tubuh

Realignment/ memperbaiki deformitas dengan meluruskan anggota gerak dengan traksi


perlahan jika ekstremitas yang mengalami patah tulang sangat bengkak atau sangat hebat
7.
deformitasnya atau tampak kebiruan atau nadi bagian distal tempat yang patah tidak
teraba

Berikan bantalan atau padding pada bidai untuk mencegah penekanan pada bagian tulang
8.
yang menonjol di bawah kulit

9. Meletakkan bidai di posisi seanatomis mungkin

10. Menggunakan bidai meliputi 2 sendi yang berdekatan

Mengamankan ekstremitas pada 2 sendi yang berdekatan dimana bidai harus melewati
11. sendi proksimal dan distal tulang yang patah dengan perban secara berurutan dan
sistematis

Menilai apakah ikatan terlalu kuat/ tidak dengan menanyakan kepada korban (jika sadar)
12.
atau memeriksa denyut nadi, fungsi sensorik dan motorik korban

13. Beri dukungan supportpada korban dan tenangkan korban

Total Nilai
Keterangan nilai 0 : tidak dikerjakan
1 : dikerjakan akan tetapi kurang sesuai/benar
2 : dikerjakan dengan benar
Total nilai : 26 poin
Sumber:
Bickley, Lynn S. Bates’ Guide to Physical Examination and History Taking.10th ed. Lippicott Williams and Wilkins.
I. KKD PEMBALUTAN MODUL P2K2
Alatdanbahan:
a. Anti septic
b. Kain kasa
c. Kapas steril
d. Alkohol
e. Pinset anatomis
f. Air/Cairan Fisiologis

No. Hal yang Dinilai Nilai


0 1 2
1. Informed consent
2. Mengenakan alat pelindung diri (APD)
3. Mengatur posisi pasien.
Pasien dipersilahkan untuk berbaring.
Elevasi ekstremitas yang terluka.jika ekstremitas dicurigai fraktur, jangan
menggerakkan ekstremitas.
4. Cek pernapasan dan sirkulasi menghindari terjadinya syok.
5. Irigasi luka
6. Membersihkan kotoran, benda asing yang terlihat, dan debris. Jika dalam
keadaan tertancap, jangan pernah mencabut benda asing tersebut.
7. Memberi tekanan langsung pada luka hingga perdarahan berhenti. (Gunakan
tourniquet hanya dalam keadaan terpaksa)
8. Memberikan antiseptic pada luka.
Hidrogen peroksida tidak diperlukan untuk luka yang bersih. Hidrogen
peroksida hanya digunakan pada luka yang dangkal.
9. Balut luka jika terdapat indikasi luka akan berkontak dengan pakaian atau
kotoran. Balutan luka harus menutupi semua luka (± 2 cm dari luka)
10. Pada pembalutan ektremitas, mulai dari daerah lebih proksimal.
11. Jangan ada ujung balutan yang bebas melayang.
12. Ikatan balutan tidak terlalu longgar atau kencang.
13. Ujung jari tidak ikut terbalut untuk memeriksa capillary refill.
14. Plester ujung balutan ditempatnya atau ikat dengan simpulnya.
Jumlahnilai
Keterangan: 0 = tidak dikerjakan
1 = dikerjakan tetapi kurang sesuai
2 = dikerjakan dengan benar
Sumber:
a. http://firstaid.about.com/od/bleedingcontrol/ss/bleedingsteps_3.htm
b. Australian Red Cross, First Aid, Responding to Emergencies, p. 89, (2002), ISBN 9-780909-896744
c. Australian Red Cross, First Aid, Responding to Emergencies, p. 88, (2002), ISBN 9-780909-896744↑ Australian
Red Cross, First Aid, Responding to Emergencies, p. 90, (2002), ISBN 9-780909-896744
I. KKD PEMBIDAIAN MODUL P2K2
Alatdanbahan:
a. Spalk
b. Padding
c. Kassa
d. Antiseptik
e. Mitela/armsling
f. Plester

No. Hal yang Dinilai Nilai


0 1 2
1. Informed consent
2. Menanyakan riwayat trauma (posisi waktu kejadian, trauma di daerah lain,
riwayat penyakit lain dan sistemik, riwayat pemakaian obat-obatan).
3. Mengenakan alat pelindung diri (APD).
4. Inspeksi (look) :
a. Deformitas (angulasi, medial, lateral, posterior atau anterior, rotasi,
perpendekan atau perpanjangan)
b. Apakah ada bengkak atau kebiruan
c. Identifikasi dan tentukan derajat (klasifikasi Gustillo) pada luka yang
mengarah fraktur terbuka.
5. Palpasi (Feel) :
Palpasi dengan gentle, palpasi untuk menentukan:
a. Nyeri tekan (tenderness) pada daerah fraktur
b. Nyeri bila digerakkan
c. Krepitasi
6. Gerakan (Moving) :
Gerakan pada daerah fraktur (pada daerah fraktur gerakan sendi terbatas
karena nyeri karena fungsi terganggu).
7. Pemeriksaan trauma di tempat lain:
Kepala, torak, abdomen, traktus urinarius, pelvis.
8. Pemeriksaan komplikasi:
Neurovascular bagian distal fraktur (pulsus arteri, warna kulit, temperatur
kulit, capillary refill test), sensasi.
9. Tidak melepaskan stabilisasi manual pada tulang yang cedera sampai benar-
benar melakukan pembidaian yang sempurna.
10. Tidak mereposisi atau menekan fragmen tulang yang keluar kembali ke
tempat semula.
11. Expose atau buka pakaian yang menutupi tulang yang patah sebelum
memasang bidai.
12. Melepaskan semua perhiasan atau jam pada tempat yang akan dibidai.
13. Melakukan balut tekan untuk menghentikan perdarahan pada fraktur terbuka
sebelum memasang bidai.
14. Melakukan pembidaian melewati sendi proksimal dan sendi distal dari tulang
yang patah.
15. Melakukan imobilisasi bila persendian yang mengalami cedera pada tulang
proksimal dan distal dari sendi tersebut.
16. Melakukan realignment/memperbaiki deformitas tersebut dengan melakukan
tarikan (gentle traction) sebelum memasang bidai bila:
a. Ekstremitas yang mengalami patah tulang sangat bengkak
b. Ekstremitas yang mengalami patah tulang sangat hebat deformitasnya
c. Ektremitas tersebut kebiruan (cyanotic)
d. Tidak dapat meraba nadi distal dari tempat yang patah.
17. Memberikan bantalan atau padding pada bidai untuk mencegah penekanan
pada bagian tulang yang menonjol dibawah kulit.
18. Melakukan penilaian nadi, gerakan dan rasa penasaran/sensasi distal dari
tempat fraktur sebelum dan sesudah pembidaian.
19. Berikan dukungan dan tenangkan pasien menghadapi cedera ini.
JumlahNilai

Keterangan: 0 = tidak dikerjakan


1 = dikerjakan tetapi kurang sesuai
2 = dikerjakan dengan benar
Sumber:
a. Armis. 1994. Trauma Sistem Muskuloskeletal. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada:
Yogyakarta.
b. Saleh, Ifran. 2006. Pembidaian (Splinting). Ikatan Dokter Indonesia: Jakarta.