You are on page 1of 14

Tanaman Azolla Dan Semanggi

Oleh :

Andre Fahrianor

16410013

Mata Kuliah :

Integrasi ternak dan lahan rawa

Dosen :

Dr. Tintin Rostini., S.Pt., MP

PRODI PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN

MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Alhamduliilahirabbil’alaimin makalah dengan judul “Azolla micropylla


sebagai bahan pakan ternak Unggas dan Ruminansia” saya mengambil judl
ini karena pada saat saya mengikuti pertukaran mahasiswa asia tenggara di
Philippines, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang tanaman air Azolla
microphylla yang dibudidayakan di kandang peternakan milik kampus yang
saya tempati disana. Saya mendapat sedikit penjelasan tentang tanaman
Azolla microphylla yang digunakan sebagai bahan pakan ternak, maka dari itu
bertepatan dengan tugas ini saya ingin mengetahui lebih lanjut kandungan
Nutrisi dari Azolla.
Tugas yang di berikan oleh Dr.Tintin Rostini,. S.Pt,. MP yang
berhungan dengan tanaman rawa, hal ini mengingatkan saya pada tanaman
yang memiliki nama latin Azolla microphylla . tanaman ini memiliki
kandungan Protein yang tinggi dan dapat berikan kepada ternak Unggas dan
Ruminansia bahkan Nonruminansia.

Penulis

Andre Fahrianor
BAB II

PEMBAHASAN

Azolla Untuk Pakan Ternak Unggas Dan Ruminansia

Azolla microphylla merupakan tumbuhan paku-pakuan yang mengapung di


permukaan air. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi
yaitu 28,12 % berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpckin dan Plucknet
(1982) dalam Djojosuwito (2000) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp
sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino essensial yang
lengkap. Tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak ungas maupun
ruminansia karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Klasifikasi tanaman azolla adalah sebagai berikut.

Divisi : Pterodophyta

Kelas : Filicinae/Filicosidae

Sub class : Leptosperangiate

Ordo : Hidopteridales/Salviales

Famili : Azollaceae

Genus : Azolla

Spesies : Azolla carolianiana, Azolla filicuolides, Azolla mexicana, Azolla

microphyla dan Azolla pinnata

Sumber dari
Zat
No. Azolla Azolla Azolla Azolla
makanan
pinnata microphylla pinnata pinnata
1. ME
– – 2160 –
(Kkal/kg)
2. Protein (%) 30.04 23.69 29.62 24-30
3. Serat kasar
12.38 15.02 13.1 9.1
(%)
4. Lemak (%) 0.78 2.63 2.93 3.0-3.3
5. Abu (%) 21.12 28.71 – 10.5
6. BETN (%) 35.68 29.95 – –
7. Ca (%) – 2.07 1.49 0.4-1.0
8. P (%) – 0.77 0.36 0.3-0.9
9. Fe (%) – 0.23 – –
10. Mn (%) – 0.21 – 0.11-0.16
11. Mg (%) – 0.16 – 0.3
12. K (%) – 0.19 – –
13. Na (%) – 0.78 – –

Singh (1979) yang dikutip oleh Sutawi (1996) melaporkan bahwa


penambahan azolla pada pakan yang dikandangkan di India telah memberikan
hasil yang baik. Ayam yang diberi 75% pakan komersial dan ditambahkan 12.5%
azolla pinnata segar mencapai bobot badan yang sama dengan ayam kontrol,
sedangkan ayam yang diberi 100% pakan komersial dengan tambahan 5% azolla
pinnata tumbuh lebih cepat dari pada ayam kontrol dan juga bertelur lebih awal.

Tabel II. Kandungan Asam Amino Azolla


No. Asam amino Gram/100 gram protein (%) BK
Khan (1998) Ta et al (1987)
1 Treonin 3.7 5
2 Valin 6.75 4.88
3 Isoleusin 5.38 4.56
4 Fenilalanin 5.64 4.68
5 Triptofan 2.01 1.92
6 Leusin 9.05 8.64
7 Lisin 6.45 5.48
8 Metionin 1.88 1.4
9 Arginin 6.62 6.84
10 Histidin 2.31 2.28

Querubin et al (1986) yang menggunakan tiga jenis azolla dalam penelitian


yaitu tepung azolla caroliniana, azolla microphylla dan azolla pinnata dalam
pakan ayam pedaging menyarankan untuk memberikan hingga 15%. Ta et al
(1987) melaporkan bahwa penambahan azolla sebanyak 5% dalam pakan ayam
pedaging mengakibatkan pertambahan bobot badan yang meningkat secara
signifikan. Padmowijoto dan Yusiati (1995) melaporkan bahwa penggunaan
tepung azolla sebanyak 5% tidak merugikan dalam hal konsumsi pakan,
pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Sedangkan Indrajaya (1998),
melaporkan bahwa tepung azolla dapat digunakan sampai tingkat 15% dengan
penambahan enzim pertumbuhan sebesar 0.05% dalam pakan itik Mojosari jantan.

Tanaman azolla mempunyai daun hijau cerah, namun kadang ada variatas
yang tidak berwarna hijau. Bagian sirip belakang terdapat klorofil kecuali bagian
tepi atau pinggir yang transparan terisi oleh koloni anabaena. Cuping yang
berklorofil merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. Cuping bagian bawah
tidak berwarna dan berfungsi sebagai penampung. Tanaman azolla mempunyai
jumlah stomata yang banyak dan terdapat pada permukaan daun.

Tanaman azolla berkembang secara vegetatif maupun generatif. Secara


generatif, azolla berkembang dengan spora yang biasanya muncul pada ketiak
cabangnya, tepatnya pada umur 25 hari atau 35 hari setelah tanaman azolla
berkecambah. Tanaman azolla memperbanyak diri dengan cara fragmentasi.
Pertumbuhan tanaman azolla bila dewasa mencapai umur 15 – 20 hari setelah
fragmentasi dengan ditandai munculnya akar.

Tanaman Azolla microphylla mempunyai ciri-ciri yaitu berdaun tebal


berwarna hijau muda dengan tepi hijau agak pucat, pertumbuhan daun tumpang
tindih membentuk gugusan dengan ketebalan 1-3 cm, memiliki jumlah spora
banyak. Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat
di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan kolam, mempunyai
permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup
bersimbiosis dengan Anabaena azolae yang dapat memfiksasi Nitrogen (N2) dari
udara sehingga memiliki kandungan N dan protein tinggi (Immanudin, 2007).\

Azolla bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik, ayam,


kambing maupun sapi. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup tinggi.
Yitu bahwa kandungan protein kasarnya berkisar antara 23-28%. %. Bila
digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2-3
minggu) perlu dicampur dengan bahan pakan yang lain. Berdasarkan hasil
penelitian, campuran azolla 15% ke dalam ransum ini bisa menekan biaya pakan.
Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya
pembelian pakan.
Rachman Sutanto menyatakan bahwa Azolla ini bisa dimanfaatkan untuk
campuran pakan ternak ayam, dan itik, namun dalam penggunaanya dibatasi
sekitar 15% dari ransum, karena dapat mengganggu produktivitas telur.
Penggunaan untuk pakan itik dapat menggunakan azolla segar yang dicampur
dengan bahan pakan yang lain.
Azolla dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar, kering maupun
difermentasi. Penggunaan azolla ini dapat mesubsitusi hijauan untuk sapi dan
dedak padi untuk babi. Kambing dan sapi menyukai azolla yang masih segar, jika
digunakan campuran dalam bentuk kering maka biasanya sebagai bahan pakan
sumber protein. Percobaan untuk sapi perah, penggunaan azolla 1.5–2 kg/hari
dapat meningkatkan produksi susu sebesar 15%.

Sumber:
Djojosuwito, S. 2000. Azolla Pertanian Organik dan Multiguna. Kanisius.
Yogyakarta
Handajani, H. 2000. Peningkatan kadar protein tanaman Azolla microphylla
dengan mikrosimbion Anabaena azollae dalam berbagai konsentrasi N dan P yang
berbeda pada media tumbuh. Tesis. Program Pasca Sarjana. Bogor
http://azollamagelang.blogspot.sg
B. SEMANGGI

Kerajaan: Plantae

Divisi: Pteridophyta

Kelas: Pteridopsida

Ordo: Salviniales

Famili: Marsileaceae

Genus: Marsilea L.

sekitar 35 spesies, di antaranya


 M. crenata
 M. quadrifolia
 M. drummondii
 M. macrocarpa
 M. exarata

Nama botani: Hydrocotyle sibthorpioides Lam.


Sinonim: Hydrocotyle rotundifolia, Roxb.; Hydrocotyle formosana Masamune.
Famili: Umbelliferae
Nama daerah: antanan beurit, pegagan embun, antanan lembut (Sunda).; Andem,
katepa'n, rendeng, semanggi (jawa), Salatun; Take cena (Madura), tikim, patikim;
Tian hu sui (China).

Semanggi adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea


yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi.
Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai
payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk
daunnya ini, nama "semanggi" dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil
yang bersusunan daun serupa, seperti klover. Semua anggotanya heterospor:
memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin.
Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan
yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ
penyimpan spora (disebut sporokarp) M. drummondii juga dimanfaatkan oleh
penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi M. crenata
diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi
mencegah osteoporesis.Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan
bioremediasi, karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. Kemampuan ini
perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan,
terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat. Habitat: Tumbuh
pada tempat yang terkena sinar matahari atau agak rindang pada dataran rendah
hingga ketinggian 3000 m dpl

Tumbuhan ini juga memiliki mitos yang berkembang di masyarakat. Daun


yang memiliki empat helai dan bernama latin trifolium repens ini disebut dengan
four leaf clover. Daun four leaf clover dipercaya sebagai pembawa keberuntungan
bagi yang bisa menemukannya, menurut legenda ada yang mengatakan jika
seorang wanita menggantungkan four leaf clover di depan pintu rumahnya dan
ada pria yang datang atas dasar kemauan sendiri kerumah wanita tersebut
dipercaya pria itu adalah jodohnya dan akan menjadi suaminya. Sehingga dapat
disimpulkan bahawa tanaman four leaf clover ini merupakan daun unik yang
langka. Dengan tingkat kelangkaan untuk menemukannya 1:10.000. Kalau kita
perhatikan daun ini memiliki kombinasi karakter warna hijau yang memiliki
bercak hitam di pinggirnya, Dimana kondisi helai daun keempat lebih kecil dari
daun lainnya.
Di Irlandia four leaf clover dijadikan sebagai lambang khas yang disebut
dengan shamrock. Penduduk Irlandia ini percaya dengan legenda four leaf clover
yang akan membawa hal baik dan keberuntungan untuk mereka. Sehingga jika
mereka menemukan daun ini , maka mereka akan menjaganya dengan baik.
Masing – masing dari helai daun ini memiliki lambang tersendiri : Daun pertama
melambangkan akan merasakan leindahan kisah cinta yang akan selalu jadi
miliknya, cinta itu bisa terjadi antara dia dan kekasihnya , sahabat, keluarga dan
juga terhadap dirinya sendiri. Daun kedua adalah dipercaya akan selalu
mendapatkan kesehatan dan umur panjang. Daun ketiga dipercaya akan
mendapatkan kemenangan dan kejayaan dalam hidupnya. Daun keempat
dipercaya mendapatkan kekayaan yang lebih

1. Jenis-Jenis Semanggi

Semanggi Berdaun Empat


Semanggi Berdaun Empat (Marsilea quadrifolia) adalah tumbuhan pakis
yang daun-daunnya nampak seperti daun semanggi. Semanggi Berdaun Empat
mempunyai akar tinggal (rhizoma) yang panjang, mengingatkan kita pada tali
sepatu. Daun-daunnya yang mengapung di air, bertumbuh dari rhizoma. Daun-
daun ini terdiri dari 4 helai, seperti semanggi berdaun empat. Apabila Anda
mengambil rhizoma-nya pada musim gugur, sejumlah benda kecil akan tampak
(mirip biji kacang buncis kecil). Itu adalah tubuh spora yang di dalamnya terdapat
spora – dari sanalah muncul kesimpulan bahwa tangkai tumbuh-tumbuhan ini
berasal dari paku-pakuan. Semanggi Berdaun Empat kaya bahan nutrisi, di semua
benua, kecuali Amerika Selatan. Di Amerika, tumbuhan ini dianggap sebagai
tumbuhan pengganggu (gulma). Di Slowakia, tumbuhan ini berkembang di 7
tempat berbeda pada tepi sungai Latorica. Dahulu, mereka terlihat di daerah aliran
sungai Bodrog, Laborec dan Uh. Di daerah-daerah tropis terdapat beberapa
spesies terkait, Semanggi ini bisa dibudidaya, Anda dapat menanam tumbuhan ini
tanpa kesulitan dalam pot berukuran 20×20×20 cm, sedangkan ukuran ideal pot
adalah 60–80 liter atau lebih. Anda pun dapat memelihara tumbuhan ini di luar
rumah sepanjang tahun (karena ia tahan cuaca dingin membeku.

Semanggi Air (Marselia crenata, dari famili Marseliaceae) masuk tumbuhan


tingkat rendah (tidak berbunga) yaitu masuk Divisi Paku2an (Pteridophyta). Anak
daun 4
Semanggi air merupakan tanaman kelompok paku air, hidup secara liar di
lingkungan perairan seperti kolam, sawah, danau, dan rawa-rawa. Daun semanggi
air berbentuk bulat dan terdiri dari empat helai anak daun. Tanaman yang biasa
dikonsumsi ini diambil dari lingkungan persawahan di daerah Surabaya.
Semanggi air biasa dikonsumsi dengan cara dikukus. Bagian dari tanaman ini
yang digunakan adalah daun dan tangkai. Saat ini di Indonesia masih sedikit
penelitian mengenai tumbuhan air khususnya semanggi air, baik kandungan gizi
seperti vitamin maupun karakteristiknya misal histologi
Semanggi ini akan bertumbuh sangat baik di dalam empang kebun. Cukup
masukkan sedikit tanah dari kebun Anda ke dasar empang lalu tempatkan rhizoma
ke dalam tanah tersebut. Setelah itu, Anda nyaris tidak perlu memberi perhatian,
karena Semanggi sanggup mengurus diri sendiri. Semanggi akan beradaptasi
cepat dengan kedalaman air sedangkan kualitas air tidak dihiraukannya. Anda
dapat menanamnya dengan beberapa kedalaman (5–100 cm) – batang-batang
tanaman ini akan dengan sendirinya menyesuaikan diri terhadap kedalaman air
hingga daun-daunnya mengambang di dalam air. Anda dapat membantu tanaman
ini menyebar dengan memisah-misahkan akar-akar rhizoma-nya. Sebuah rhizoma
kecil (sekitar 10 cm) sudah lebih dari cukup untuk menciptakan hamparan karpet
Semanggi pada permukaan air.

Semanggi gunung atau blimbing2an, nama ilmiahnya Oxalis corniculata


Tanaman ini masuk famili Oxalidaceae (Keluarga blimbing), masuk Divisi
Spermatophyta. Anak daun 3
2. Ciri-ciri Semanggi
Adapun beberapa ciri-ciri morfologisnya secara umum adalah sebagai berikut:

Bentuk kecambah : Semanggi merah yang baru tumbuh memiliki bentuk


kotiledon seperti spatula yang panjangnya 6-7 mm dan tidak memiliki serabut.
Akar: Semanggi merah memiliki jenis akar tunggang, dengan serabut-serabut
akar yang berada di sekitar akar tunggang tersebut.
Batang: Bentuk batangnya agak lemah, tetapi tingginya 8-20 inchi. Cabang
batangnya berwarna kemerah-merahan mengkilat dengan dikelilingi serabut yang
berwarna keputih-putihan.

Deskripsi menurut buku flora adalah tumbuhan dengan daun berdiri sendiri
atau dalam berkas, menjari berbilang 4, tangkai daun panjang dan tegak, panjang
2-30 cm, anak daun menyilang, berhadapan, berbentuk baji bulat telur, gundul
atau hampir gundul, dengan panjang 3-22 cm dan lebar 2-18 cm, urat daun rapat
berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul diatas air. Biasanya di
temukan di sawah, selokan dan genangan air dangkal.

Tumbuh merayap, ramping, subur di tempat lembab, terbuka maupun teduh


di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan rumput dan tempat lain sampai setinggi
kira-kira 2.500 m dari permukaan laut. Batang lunak, berongga, panjang 45 cm
atau lebih, daun tunggal berseling, bertangkai panjang, bentuk bulat atau reniform
dengan pinggir terbagi menjadi 5 - 7 lekukan dangkal, warna hijau. Bunga
majemuk bentuk bongkol, keluar dari ketiak daun, warna kuning.

3. Nutrisi semanggi
Mahasiswa lulusan UPN “Veteran” 2009, fakultas pertanian ini
mengatakan, tahap awal dari penelitian agar memperoleh informasi
morfologi tanaman semanggi mulai dari panjang
dan lebar daun hingga panjang dan tebal tangkai. Tahap selanjutnya
ialah histologi anatomi, serta uji-uji yang meliputi proksimat dan
fitokimia. Setelah itu hasil uji penelitihan yang didapat yakni
prosentase komposisi kimia, daun dan tangkai pada semanggi terdiri
atas, kadar air 89,02%, kadar abu 2,70%, kadar lemak 0,27%,kadar
protein 4,35%, dan serat kasar 2,28%. Proses pengukusan
menyebabkan perubahan secara proporsional komposisi kimia pada
daun dan tangkai semanggi air, kadar
air 89,02% menjadi 87,92%, kadar abu (basis
kering) 14,2% menjadi 4,38%,lemak 2,62% menjadi 2,48%, protein 39,
63% menjadi 26,74%, serat dari 20,77%menjadi 9,27%.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Azolla sebagai pakan ternak: Azolla merupakan tanaman paku yang
mengambang di permukaan air dengan struktur yang terdiri dari cabang,
batang, daun dan akar layang, tersebar luas di daerah tropis dan tumbuh
secara alami di areal perairan seperti kolam, danau, sawah. Tanaman ini
tersusun dari daun ganda yang tumbuh tumpang tindih satu sama lainnya
dengan akar yang kecil-kecil dan berkembang biak dengan spora.
Semanggi adalah salah satu tanaman yang terdapat di pinggiran
persawahan ataupun ditepi saluran irigasi. Tamanan ini merupakan salah satu
jenis taman yang termasuk kedalam Ordo salviniales dengan Genus Marsilea
yang mempunyai bentuk hampit menyerupai paying yang tersusun dari empat
anakan daun muda yang saling berhadapan.