You are on page 1of 12

MAKALAH KOMUNITAS

(Terapi Tradisional “Massage” dalam keperawatan Komunitas)


Dosen Pembimbing: Iva Milia Hani R,S.Kep.,Ns.M.Kep

Disusun Oleh:

Nama : Nyi Endah Puspitasari P.DG


NIM : 163210069
Kelas : VB

Program Studi S1 Keperawatan


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG

2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat
dan karuniaanya saya dapat menyelesaikan makalah ini, tak lupa saya ucapkan terima kasih
pada bapak/ibu dosen yang telah memberikan bimbingannya. saya menyadari bahwa
makalah ini takan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu
kami ucapkan pada teman-teman atas kerjasama dan konsultasinya.Kami mengetahui bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya, maka saya memohon kritik dan
sarannya demi perbaikan karya penulis berikutnya.Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi penulis dan bagi pembaca.

i
Edaftar Isi

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. i


Edaftar Isi ................................................................................................................................................ ii
BAB 1 ..................................................................................................................................................... 1
Pendahuluan .......................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................................................. 1
1.2 Tujuan ........................................................................................................................................... 2
1.3 Manfaat ........................................................................................................................................ 2
BAB II .................................................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................................ 3
2.1 Definisi Massage .......................................................................................................................... 3
2.2 Sejarah Perkembangan ........................................................................................................ 3
2.3 Aplikasi Massage ................................................................................................................... 4
2.4 Macam-macam Massage....................................................................................................... 5
2.5 Tujuan atau manfaat pengurutan (massage) adalah :...................................................... 5
2.6 Frekuensi massage untuk wajah : ....................................................................................... 6
2.7 Khasiat fisiologis pengurutan .............................................................................................. 6
2.8 Kontraindikasi Pijat pada Berbagai Kondisi ..................................................................... 7
BAB III ................................................................................................................................................... 8
PENUTUP .............................................................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................... 8
3.2 Saran ...................................................................................................................................... 8
Daftar Pustaka ...................................................................................................................................... 9

ii
BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Sebagai cara kuno yang bebas efek samping, pijat tidak hanya berkhasiat untuk
menghilangkan lelah dan stres, tetapi juga dapat dipercaya untuk menjaga kebugaran tubuh.
Selain itu para ilmuwan dari Touch Research Institute di Universitas Miami mengklaim, pijat
bisa mengurangi rasa sakit pada penderita migren (salah satu jenis sakit kepala). Kesimpulan
itu diambil setelah mereka melakukan percobaan pada 26 pasien yang menjalani pemijatan
kepala dua kali seminggu selama lima minggu. Maria Hernandez-Reif, Ph.D, juru bicara tim
dari Touch Research Institute menyatakan, "Sebagian pasien berhenti berobat di tengah
jalan. Sedangkan sepertiganya berkurang rasa sakitnya”.

Di pusat riset pemijatan yang didirikan tahun 1992 itu, pijat juga dipercaya bisa
mengurangi stres kerja, dan sebaliknya meningkatkan unjuk kerja. Untuk sampai pada
kesimpulan itu, para ahli kembali mengamati 26 orang. Mereka mendapatkan pemijatan dua
kali seminggu selama 15 menit dalam kurun waktu lebih dari lima minggu. Seusai sesi
pemijatan pertama, terjadi perubahan pada gelombang otak yang membuat kewaspadaan
bertambah tinggi dan meningkatnya kemampuan dalam memecahkan soal matematika.
Sedangkan pada akhir periode pemijatan terjadi penurunan stres kerja diikuti dengan mood
(suasana hati) yang lebih santai (http://www.indomedia.com/intisari/1999/april/pijat.htm).
Di Indonesia, istilah ”pijat” bukanlah hal yang asing lagi. Bisnis panti pijat telah marak di
kota-kota besar di tanah air ini. Bisnis ini semakin berkembang karena didukung oleh pasar
yang berasal dari kelompok kelas menengah-atas yang memiliki kelebihan uang. Mereka
mengunjungi panti pijat untuk menyembuhkan penyakit ringan, menyegarkan badan yang
pegal, dan relaksasi.

1
1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu massage


2. Untuk mengetahui awal sejarah perkembangan massage
3. Untuk mengetahui penerapan massage yang ada di Indonesia

1.3 Manfaat
1. Agar mahasiswa mengetahui apa itu massage
2. Agar mahasiswa mengetahui awal sejarah perkembangan massage
3. Agar mahasiswa mengetahui penerapan massage yang ada di Indonesia

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Massage


Perkataan massage berasal dari bahasa Arab “Maas” yang berarti menyentuh atau
meraba. Massage diambil dari bahasa Francis. Dalam bahasa Indonesia disebut pijat atau
mengurut (lutut). Massage dapat diartikan pijat yang telah disempurnakan dengan ilmu-ilmu
tentang tubuh manusia. Dapat pula didefinisikan dengan gerakan-gerakan tangan yang
mekanis terhadap tubuh manusia dengan mempergunakan bermacam-macam bentuk
pegangan atau manipulasi.
Massage merupakan salah satu cara perawatan tubuh paling tua dan paling bermanfaat
dalam perawatan fisik (badan). Massage mengarahkan penerapan manipulasi (penanganan)
perawatan dari bagian luar tubuh yang dilakukan dengan perantaraan tangan atau dengan
bantuan alat-alat listrik (mekanik) seperti steamer facial, vibrator dan sebagainya.

2.2 Sejarah Perkembangan

Sejarah menunjukkan bahwa pijat merupakan kegiatan tertua yang digunakan manusia
untuk mengusir kelelahan dan stres. Terapi pijat akhirnya diakui merupakan salah satu cara
paling jitu untuk meredakan rasa lelah, stres, otot kaku dan pegal-pegal. Di negara-negara
Barat, pijat dikenal dengan istilah massage. Menurut buku Terapi Pijat karangan Jordy
Becker, kata massage berasal dari bahasa Arab mash, yang berarti ‘menekan dengan lembut’.
Teori lainnya menyatakan bahwa kata itu berasal dari bahasa Yunani massein yang artinya
‘menggosok’. Bisa juga dari bahasa Perancis masser yang artinya ‘meremas’. Di Cina, teks
tulisan paling tua tentang masalah medis Nei Ching yang ditulis oleh Kaisar Kuning berisi
banyak referensi mengenai pijat untuk tujuan pengobatan. Di Mesir juga dibuktikan gambar
pijat tangan dan kaki di lukisan dinding yang ada di sebuah kuburan seorang dukun di
Saqqara pada tahun 2330 sebelum Masehi. Sistem pengobatan tradisional India yang dikenal
dengan nama Ayurveda yang berasal dari ratusan tahun yang lalu menyatakan bahwa betapa
pentingnya pijat dalam kehidupan. Ada bukti juga dari Yunani dan Roma kuno bahwa
Socrates, Plato, dan Heroditus sangat percaya dengan terapi pijat. Di awal abad ke-5 SM,
Hippocrates seorang ahli pengobatan bangsa Yunani yang terkenal sebagai “the father of

3
medicine” menulis bahwa “pijat mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan
menyatukan organ tubuh dengan gosokan yang kuat”.
Galen seorang pengobat Kaisar Romawi menggunakan pijat untuk mengobati para gladiator
yang cedera dan untuk persiapan para prajurit. Julius Caesar, yang sering mengalami sakit
kepala, memperoleh perawatan pijat setiap hari untuk mengobati sakitnya tersebut. Pada awal
abad ke-19 Per Henrik Ling (1776-1839) seorang mahaguru Swedia, mengembangkan teknik
pijat yang disebut Swedish Massage atau pijat Swedia. Dia mendirikan sebuah institut di
Stockholm. Disitu pijat dan senam remedial menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan,
dan pada tahun 1887 pijat Swedia di bawa ke Amerika oleh Dr.Mitchel. pada tahun 1894, di
Inggris didirikan sebuah organisasi bernama The Society Of Trained Masseuses (Mayarakat
Pramupijat Terampil). Sampai kini terapi pijat tak hanya digunakan di salon dan spa saja tapi
juga di berbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan.
Relief-relief di candi Borobudur dan Prambanan yang menggambarkan raja maupun ratu
yang sedang dipijat oleh para dayang-dayang telah membuktikan, bahwa budaya pijat sudah
dikenal dan digunakan sejak zaman dulu. Kini perawatan semakin populer karena
dipergunakan di salon, sapa, maupun pusat kebugaran lainnya seperti tempat-tempat refleksi.
Disamping pemijat, para terapis spa sekarang juga dituntut menguasai anatomi dan fisiologi
tubuh agar menguasai keterampilan pijatan yang nyaman dan sesuai kebutuhan klien mereka.

2.3 Aplikasi Massage


Bagian tubuh yang dapat dimassage terutama pada bagian kulit kepala, wajah, leher, bahu,
punggung, dada bagian atas, tangan dan lengan.
Hal hal yang perlu dilakukan dalam melakukan massage:
1. Massage tidak dilakukan pada kondisi : jantung tidak baik, tekanan darah tinggi sendi
dan kelenjar membengkak, kulit lecet.
2. Massage membutuhkan sentuhan yang pasti dan kuat, hingga membangkitkan
kepercayaan pada orang yang diurut.
3. Mengerjakan massage merupakan gabungan atau kombinasi dari satu atau lebih
gerakan dasar sesuai kondisi orang yang diurut serta hasil yang diinginkan. Hasil
perawatan massage tergantung atas besarnya tekanan, arah gerakan, dan lamanya
masing-masing jenis pengurutan.

4
2.4 Macam-macam Massage
a. Sport Massage
Adalah pijat yang dipakai dalam lapangan sport. Ditujukan untuk membentuk dan
memelihara kondisi badan para oleh ragawan agar konstan baik
b. Segment Massage
Ialah pijat yang dilakukan untuk mengobati beberapa macam penyakit tanpa memasukkan
obat ke dalam tubuh. Ditujukan untuk meringankan atau menyembuhkan beberapa macam
penyakit yang boleh dipijat
c. Cosmetic Massage
Ialah pijat yang dipakai dalam bidang pemeliharaan kecantikan. Ditujukan untuk
membersihkan dan menghaluskan kulit, juga untuk menjaga agar kulit tidak lekas mengkerut
(awet muda).

2.5 Tujuan atau manfaat pengurutan (massage) adalah :


1. Meningkatkan fungsi kulit
2. Melarutkan lemak
3. Meningkatkan refleksi pada pencernaaan
4. Meningkatkan fungsi jaringan otot
5. Meningkatkan pertumbuhan tulang dan gerak persendian
6. Sistem Getah Bening : Pijat dapat mengosongkan saluran getah bening dan
menyembuhkan bengkak.
7. Sistem Kandung Kemih: Pijat di bagian punggung dan perut akan meningkatkan
aktivitas ginjal yang mendorong pembuangan produk sisa metabolisme dan
mengurangi penumpukkan cairan
8. Sistem Reproduksi: Pijat pada bagian perut dan punggung dapat membantu
meredakan masalah haid, seperti rasa sakit, pra menstruasi, haid tidak teratur, dan
lain-lain
9. Melancarkan peredaran darah terutama peredaran darah vena (pembuluh balik) dan
peredaran getah bening (air limphe)
10. Menghancurkan pengumpulan sisa-sisa pembakaran di dalam sel-sel otot yang telah
mengeras yang disebut miyogelosis (asam susu)
11. Menyempurnakan pertukaran gas-gas dan zat-zat di dalam jaringan atau memperbaiki
proses metabolisme
12. Menyempurnakan pembagian zat-zat makanan ke seluruh tubuh

5
13. Menyempurnakan proses pembuangan sisa-sisa pembakaran (sampah-sampah) ke alat
pengeluaran atau mengurangi kelelahan
14. Merangsang otot-otot yang dipersiapkan untuk bekerja yang lebih berat, menambah
tonus otot (daya kerja otot), efisiensi otot (kemampuan guna otot) dan elastisitet otot
(kekenyalan otot
15. Merangsangi jaringan-jaringan syaraf, mengaktifkan syaraf sadar dan kerja syaraf
otonomi (tak sadar)
16. Membantu penyerapan (absorsi) pada peradangan bekas
17. Membantu pembentukan sel-sel baru atau menyuburkan pertumbuhan tubuh
18. Membersihkan dan menghaluskan kulit
19. Memberikan perasaan nyaman, segar dan kehangatan pada tubuh
20. Menyembuhkan atau meringankan berbagai gangguan penyakit yang boleh dipijat

2.6 Frekuensi massage untuk wajah :


1. Umur 15 sampai 17 tahun, tidak boleh dilakukan pengurutan.
2. Umur lebih dari 17 tahun smpai 25 tahun, 1 bulan sekali
3. Umur lebih dari 25 tahun sampai 40 tahun, 3 minggu sekali
4. Umur lebih dari 40 tahun, 1 minggu sekali

2.7 Khasiat fisiologis pengurutan


Khasiat pengurutan badan, lengan, dan tungkai pada jaringan-jaringan tubuh :
a. Meningkatkan peredaran darah kulit, dan merangsang susunan sensorik kulit secara
berirama
b. Meningkatkan peredaran darah otot dan menghilangkan tegangan serabut-serabut otot
c. Memperbaiki gangguan ikat-ikat (ligamentum)
d. Melancarkan peredaran darah dan limfe
e. Merangsang susunan saraf secara berirama untuk mencapai efek seudatif (merangsang
dan menenangkan
f. Jaringan lemak : tidak terpengaruh oleh massage
Khasiat pengurutan pada muka dan kepala :
a. Kelancaran fungsi kulit dan semua jaringan di muka dan kepala
b. Kulit menjadi halus dan lemas
c. Peredaran darah diperbaiki
d. Aktivitas kelenjar-kelenjar kulit dirangsang

6
e. Keadaan jaringan otot diperbaiki karena peredaran darah di dalam otot pun lebih
lancer
f. Gerakan berulang terhadap susunan saraf dapat menenangkan
g. Rasa sakit dapat dikurang

2.8 Kontraindikasi Pijat pada Berbagai Kondisi


Tahapan kontraindikasi perlu dilakukan sebelum perawatan tubuh secara massage
dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui kelainan atau kelunakan yang ada di dalam tubuh
klien. Dengan kontraindikasi dapat ditentukan volume atau tekanan gerakan atau tekanan
gerakan pijat yang sesuai dengan kondisi tubuh atau bagian tubuh tertentu dari tubuh klien
tersebut.Pada kontraindikasi dapat dilakukan pemeriksaan antara lain:
1. Refleksi dan relaksasi otot
Refleksi dan relaksasi otot dilakukan dengan menyentuh, meraba dan menekan pada bagian-
bagian tubuh sehingga dapat diketahui apakah ada yang memar, bengkak, nyeri,
penggumpalan jaringan lemak atau selulit, tekstur kulit dan tonus susunan otot.
Contohnya: Thrombo-Phlebitis dan kondisi sejenis yaitu radang dari pembuluh darah vena.
Kulit di sekitarnya tampak kemerahan, panas, dan bengkak. Jika kulit sekitarnya disentuh,
terasa lembek dan sakit. Jika terbentuk gumpalan darah beku di dalam vena, maka dengan
pemijatan gumpalan tersebut akan bergerak dan bisa berakibat fatal (kematian) jika
menggumpal di dalam vena.
2. Temperatur Tinggi / Demam
Tubuh dalam keadaan demam akan mengeluarkan toksin. Maka tidak dianjurkan melakukan
pemijatan, karena akan memicu produksi toksin di dalam tubuh.
3. Infeksi Penyakit Kulit
Penyakit kulit sejenis jerawat dan eksim tidak menular, bahkan akan sembuh dengan
menggunakan minyak esensial lavender. Pijat dilarang untuk permukaan kulit yang menderita
radang di bawah kulit seperti bisul.
4. Bekas Luka atau Operasi Baru
Bekas luka yang masih baru atau luka terbuka pada klien sebaiknya tidak dipijat pada bagian
tersebut.
5. Kondisi Peradangan (Bursitis)
Gejala di bagian peradangan adalah warna kemerahan, terasa panas, lunak dan sakit jika
disentuh dan sebaiknya bagian yang meradang tersebut dilarang dipijat.

7
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Massage dapat diartikan pijat yang telah disempurnakan dengan ilmu-ilmu tentang
tubuh manusia. Dapat pula didefinisikan dengan gerakan-gerakan tangan yang mekanis
terhadap tubuh manusia dengan mempergunakan bermacam-macam bentuk pegangan atau
manipulasi.Macam-macam Massage: Sport Massage,Segment Massage,Cosmetic Massage.
Frekuensi massage untuk wajah:Umur 15 sampai 17 tahun, tidak boleh dilakukan
pengurutan,Umur lebih dari 17 tahun smpai 25 tahun, 1 bulan sekali,Umur lebih dari 25
tahun sampai 40 tahun, 3 minggu sekali,Umur lebih dari 40 tahun, 1 minggu sekali.

3.2 Saran

Makalah ini masih banyak memiliki kekurangan- kekurangan, penulis berharap saran
dari seluruh kalangan agar dapat menyempurnakan makalah ini.

8
Daftar Pustaka

Suciati. (2011). Pengurutan (Massage). Diakses melalui\


http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/197501
282001122-SUCIATI/Massage.pdf. Diakses pada 8 November 2018

Pawaka HS, Suntoda A. (2010) Massage Olahraga. Diakses melalui


http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/195806201986011-
ANDI_SUNTODA_SITUMORANG/Massage,_Presentasi.pdf. Diakses pada 9 November
2018

Sufyani. (2012). Massage. Diakses melalui


http://sufyaniazzam.blogspot.com/2012/05/massage.html. Diakses pada 10 November 2018