You are on page 1of 5

BAB 1

LATAR BELAKANG

Ziswaf adalah singkatan dari zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf. Ziswaf merupakan
satu paket kegiatan setiap muslim dalam rangka mensucikan harta dan jiwa. Dalam ilmu
yang bersumber dari Al Quran dan hadits, ziswaf adalah ibadah sebagai bentuk ketaatan
kepada Allah (vertikal) dan sebagai kewajiban berhubungan baik terhadap sesama
(horizontal). Ziswaf sebagai salah satu instrumen yang memiliki peran dalam terciptanya
sebuah keadilan sosial agar setiap yang berhak menjadi lebih baik sehingga mencetak
konsep masyarakat madani. Konsep masyarakat madani merujuk pada sistem sosial yang
berasaskan prinsip moral dan prinsip hukum yang berlaku demi keberlangsungan hak
asasi manusia dan kestabilan masyarakat. Peradaban masyarakat madani juga cukup
tinggi. Peradaban tersebut dapat dibuktikan dengan majunya teknologi dan ilmu
pengetahuan saat ini. Peradaban dalam bermasyarakat juga dapat ditunjukkan melalui
adab dan tata krama terhadap sesama sebagai hasil dari prinsip moral yang didapatkan.
Masyarakat madani juga tidak jauh dari prinsip-prinsip demokrasi sebagai sarana ruang
publik. Dengan begitu, peran ziswaf dalam menciptakan keadilan sosial mendukung
konsep Indonesia yang madani.

Ziswaf memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Kegiatan ziswaf


seperti zakat dapat menjadi stimulus kemakmuran perekonomian Indonesia dalam
membantu menambal lubang kesenjangan. Diketahui bahwa zakat dianggap sebagai
sebuah kekuatan yang diperuntukkan khusus untuk membangun ekonomi masyarakat
melalui distribusi kepada 8 golongan. Delapan golongan tersebut secara general
pengkhususannya pada golongan masyarakat dengan ekonomi kurang mampu maik
miskin atau fakir. Dengan begitu, tingkat kemiskinan masyarakat menjadi berkurang dan
keadilan sosial merata. Dengan ziswaf, masalah pendistribusian yang tidak merata dapat
diatasi dengan cara membangun sarana dan prasarana sebagai infrastruktur daerah
tertinggal seperti sekolah,rumah sakit,perpustakaan,koperasi,peternakan,dan sebagainya.
Dengan demikian, ziswaf tidak hanya menyelesaikan permasalahan distribusi yang
sifatnya konsumtif, namun bisa sampai pada tahap membentuk masyarakat yang mandiri
secara ekonomi yang bersifat produktif.

Minimnya kesadaran membayar zakat dari masyarakat di Indonesia menjadi salah


satu kendala dalam optimalisasi ziswaf dalam peningkatan perekonomian. Sebagian besar
muslim di Indonesia memahami bahwa zakat hanya sebatas dikerjakan pada bulan
Ramadhan saja itupun masih terbatas pada pembayaran zakat fitrah. Padahal zakat fitrah
bukanlah sekedar ibadah yang diterapkan pada bulan Ramadhan semata, melainkan juga
dapat dibayarkan pada bulan-bulan selain Ramadhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa
ide untuk menunaikan zakat semata-mata menjadi sekedar ibadah ritual semata yang
dikerjakan bersamaan dengan ibadah puasa, tanpa melihat dari sudut pandang yang lebih
luas seperti halnya dari sudut pandang ekonomi,sosial,dan kesejahteraan masyarakat.
Transparansi dari lembaga pengelolaan amil zakat di Indonesia juga masih dipertanyaan
oleh sebagian masyarakat. Ketidakpercayaan itu muncul atas lemahnya sistem birokrasi
dan good governance dalam tubuh lembaga itu sendiri.

Berdasarkan asumsi bahwa sebagian jumlah muslim di Indonesia cukup banyak,


potensi wajib zakat cukup besar di Indonesia. sehingga kurangnya optimalisasi dalam
pengelolaan zakat dapat menjadi hambatan dalam kemajuan dan kesejahteraan
perekonomian Indonesia. Potensi zakat yang sangat besar ini seharusnya dapat menjadi
sumber dana masyarakat dan pemerintah yang menunjang dalam pergerakan
perekonomian yang lebih baik. Apabila pengelolaan zakat dikelola dengan optimal dan
menajdikan tujuan zakat tepat sasaran maka bukanlah hal mjustahil kemiskinan di
Indonesia akan dapat diminimalisir.
BAB 2
PEMBAHASAN

Untuk mengoptimalkan penghimpunan dana ziswaf berupa zakat dapat dilakukan


dengan menggiatkan sosialisasi sebagai sarana edukasi ziswaf bagi masyarakat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan edukasi tentang ziswaf sehingga diharapkan
masyarakat mengetahui dan memahami zakat-zakat lain yang dapat dibayarkan.
Sosialisasi juga ditekankan pada aspek lain selain sebagai sarana ibadah spiritual juga
dapat dilihat dari aspek pendidikan,ekonomi,sosial,dan kesejahteraan masyarakat. Titik
fokus sosialisasi selanjutnya berupa membangun kepercayaan pada masyarakat dengan
memperhatikan transparansi dari lembaga pengelolaan zakat dan dapat
dipertanggungjwabkan. Transparansi tersebut dapat berupa informasi tentang penyaluran
dana ziswaf digunakan untuk program apa saja dan dalam penyaluran dana ziswaf harus
sesuai dengan prinsip syariat Islam yaitu sesuai dengan surah At Taubah ayat 60 :

Untuk mengoptimalkan penghimpunan dana ziswaf berupa zakat dapat dilakukan secara
efektif dengan menggiatkan sosialisasi sebagai sarana edukasi ziswaf bagi masyarakat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan edukasi tentang ziswaf sehingga diharapkan
masyarakat mengetahui dan memahami zakat-zakat lain yang dapat dibayarkan.
Sosialisasi juga ditekankan pada aspek lain selain sebagai sarana ibadah spiritual juga
dapat dilihat dari aspek pendidikan,ekonomi,sosial,dan kesejahteraan masyarakat. Titik
fokus sosialisasi selanjutnya berupa membangun kepercayaan pada masyarakat dengan
memperhatikan transparansi dari lembaga pengelolaan zakat dan dapat
dipertanggungjawabkan. Transparansi tersebut dapat berupa informasi tentang
penyaluran dana ziswaf digunakan untuk program apa saja dan dalam penyaluran dana
ziswaf harus sesuai dengan prinsip syariat Islam yaitu sesuai dengan surah At Taubah
ayat 60. Transparansi dapat dioptimalkan dengan menciptakan NDengan adanya
transparansi terhadap pengelolaan dana ziswaf diharapkan pengelolaan zakat nasional
menjadi lebih dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat membangkitkan semangat
masyarakat dalam berzakat. Langkah pengoptimalan tersebut harus digencar oleh para
pengurus Badan Amil Zakat Nasional maupun lembaga non pemerintahan. Sosialisasi
dapat dimulai oleh lembaga yang bersangkutan dengan melakukan binaan di kawasan-
kawasan tertentu dengan segmentasi yang sesuai dengan kapasitas lembaga.

Melalui ide sosialisasi ziswaf yang digiatkan oleh lembaga pengelolaan zakat, akan
memupuk pengetahuan masyarakat tentang zakat dari berbagai sudut pandang, baik
dalam konteks agama maupun kesejahteraan masyarakat. Dalam sosialisasi itu pula
dijelaskan tentang transparansi dari lembaga tersebut sehingga menumbuhkan
kepercayaan dari masyarakat dalam menitipkan zakatnya kepada lembaga tersebut.
Transparansi tersebut dapat diterapkan melalui sistem SIZN (Sistem Informasi Zakat
Nasional) sehingga tampak laporan atas pengelolaan zakat.

Bab 3
Kesimpulan

Dengan adanya sistem sosialisasi ziswaf, diharapkan mampu memberikan apresiasi


kepada masyarakat sehingga kecenderungan masyarakat dalam berzakat meningkat.
Dengan peningkatan zakat pula akan menurunkan kesenjangan ekonomi di Indonesia
sehingga perekonomian di Indonesia menjadi lebih baik. Sekaligus dapat menjadikan
masyarakat Indonesia memiliki karakter yang memiliki moralitas tinggi sehingga
menjadikan Indonesia menjadi negara yang madani.