You are on page 1of 4

2.

3 Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkembangan Anak Usia Remaja Secara Teoritis

1. Pengkajian
Tahap pertama pada asuhan keperawatan keluarga, yaitu perawat melakukan pengkajian dengan
menggunakan formulir yang dapat digunakan pada semua tahap perkembangan keluarga ( Suprajitno,
2004, hal. 37 ).
Menurut Suprajitno ( 2004, hal. 38 ) meskipun demikian perawat perlu melakukan pengkajian fokus pada
tiap perkembangan yang didasarkan oleh:
A. Dalam tiap tahap perkembangan keluarga, karakteristik keluarga akan berbeda karena adda
perubahan anggota keluarga ( dapat bertambah atau berkurang )
B. Pada tiap tahap perkembangan, keluarga mempunyai tugas perkembangan keluarga yang harus
dilakukan.
C. Pada tiap tahap perkembangan keluarga, kewajiban keluarga berbeda. Pengkajian data fokus keluarga
dengan anak usia remaja dalam Suprajitno ( 2004, hal. 37 ) meliputi:
a) Bagaimana karakteristik teman disekolah atau di lingkungan rumah
b) Bagaimana kebiasaan anak menggunakan waktu luang
c) Bagaimana perilaku anak selama dirumah
d) d. Bagaimana hubungan antara anak remaja dengan adiknya, dengan teman sekolah atau
bermain
e) Siapa saja yang berada dirumah selama anak remaja dirumah
f) Bagaimana prestasi anak disekolah dan prestasi apa yang pernah diperoleh anak
g) Apa kegiatan diluar rumah selain disekolah, berapa kali, berapa lama, dan dimana
h) Apa kebiasaan anak dirumah
i) Apa fasilitas yang digunakan anak secara bersamaan atau sendiri
j) Berapa lama waktu yang disediakan orang tua untuk anak
k) Siapa yang menjadi figur bagi anak
l) Seberapa peran yang menjadi figur bagi anak
m) Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga
2. Diagnosa

Pada tahap ini ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan perawat sebagai berikut (Suprajitno,
2004, Hal. 42-47) :

A. Pengelompokan Data Kegiatan ini tidak berbeda dengan analisis dan sintesis pada asuhan
keperawatan klinik. Perawat mengelompokan data hasil pengkajian dalam data subjektif dan objektif
setiap kelompok diagnosis keperawatan.
B. Perumusan Diagnosis Keperawatan Perumusan diagnosis keperawatan dapat diarahkan kepada
sasaran individu dan atau keluarga. Kompenen diagnosis keperawatan meliputi masalah ( problem ),
penyebab ( etiologi ), dan atau tanda ( sign ). Perumusan diagnosis keperawatan keluarga
menggunakan aturan yang sudah disepakati, terdiri dari:
1) Masalah (problem, P ) adalah suatu pernyataan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia
yang dialami oleh keluarga atau anggota ( individu ) keluarga
2) Penyebab ( etiologi, E ) adalah suatu pernyataan yang dapat menyebabkan masalah dengan
mengacu kepada lima tugas keluarga, yaitu mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat,
merawat anggota keluarga, memelihara lingkungan, atau memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan
3) Tanda ( sign, S ) adalah sekumpulan data objektif dan data subjektif yang diperoleh perawat dari
keluarga secara langsung atau tidak yang mendukung masalah dan penyebab.
Tipologi diagnosis keperawatan keluarga dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
1) Diagnosis aktual Diagnosis aktual yaitu masalah keperawatan yang sedang dialami oleh keluarga dan
memerlukan bantuan dari perawat dengan cepat
2) Diagnosis resiko Diagnosis resiko yaitu masalah keperawatan yang belum terjadi, tetapi tanda untuk
menjadi masalah keperawatan aktual dapat terjadi dengan cepat apabila tidak segera mendapat
bantuan perawat
3) Diagnosis potensial Diagnosis potensial yaitu suatu keadaaan sejahtera dari keluarga ketika keluarga
telah mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya dan mempunyai sumber penunjang kesehatan
yang memungkinkan dapat ditingkatkan.

Masalah keperawatan sampai saat ini masih menggunakan daftar masalah keperawatan yang
dibuat oleh asosiasi perawat Amerika ( NANDA ) yang meliputi masalah aktual, resiko atau resiko tinggi,
dan potensial. Penyebab merujuk pada tugas keluarga dibidang kesehatan, yaitu mengenal masalah
kesehatan, mengambil keputusan untuk tindakan, merawat anggota keluarga, memodifikasi lingkungan,
atau memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan sesuai data yang telah dikumpulkan dalam pengkajian.
Sedang tanda dapat dituliskan atau tidak karena telah diidentifikasi pada angkah awal.

Daftar masalah keperawatan (NANDA) yang dapat digunakan sebagai berikut:


□ Gangguan proses keluarga
□ Gangguan pemeliharaan kesehatan
□ Perubahan kebutuhan nutrisi: kurang atau lebih dari kebutuhan tubuh
□ Gangguan peran menjadi orang tua
□ Gangguan pola eliminasi Kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan
□ Gangguan penampilan peran
□ Gangguan pola seksual
□ Ketidakmampuan antisipasi dukungan berkepanjangan
□ Konflik pengambilan keputusan
□ Adaptasi kedukaan yang tidak fungsional
□ Potensial berkembanganya
□ koping keluarga Koping keluarga tidak efektif
□ Gangguan manajemen pemeliharaan rumah
□ Hambatan intraksi sosial
□ Defisit pengetahuan
□ Konflik peran keluarga
□ Resiko perubahan peran orang tua
□ Resiko terjadi trauma
□ Resiko tinggi perilaku kekerasan
□ Ketidakberdayaan
□ Terjadinya isolasi sosial

C. Penilaian ( skoring ) diagnosis keperawatan


Skoring dilakukan bila perawat merumuskan diagnosis keperawatan lebih dari satu. Proses
skoring menggunakan skala yang telah dirumuskan oleh Bailon dan Maglaya ( 1978 ).

Proses skoringnya dilakukan untuk setiap diagnosis keperawatan:


□ Tentukan skornya sesuai dengan kreteria yang dibuat perawat
□ Selanjutnya skor dibagi dengan skor tertinggi dan dikalikan dengan bobot Skor yang diperoleh X
bobot Skor tertinggi
□ Jumlah skor untuk semua kreteria ( skor maksimum sama dengan jumlah bobot, yaitu 5 )
Penentuan prioritas sesuai dengan kreteria skala:
□ Untuk kreteria pertama, prioritas utama diberika pada tidak atau kurang sehat karena perlu tindakan
segera dan biasanya didasari oleh keluaraga
□ Untuk kreteria kedua perlu diperhatikan:
- Pengetahuan yang ada sekarang, tekhnologi, dan tindakan untuk menangani masalah
- Sumber daya keluarga: fisik, keuangan, tenaga
- Sumber daya perawat: pengetahuan, keterampilan, waktu
- Sumber daya lingkungan: fasilitas, organisasi, dan dukungan
□ Untuk kreteria ketiga perlu diperhatikan:
- Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit atau masalah
- Lamanya masalah yang berhububgan dengan jangka waktu
- Tindakan yang sedang dijalankan atau yang tepat untuk memperbaiki masalah
- Adanya kelompok yang berisiko untuk dicegah agar tidak aktual dan menjadi parah.
□ Untuk kreteria keempat, perawat perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga menilai masalah
keperawatan tersebut.

D. Penyusunan prioritas diagnosis keperawatan Prioritas didasarkan pada diagnosa keperawatan yang
mempunyai skor tertinggi dan disusun berurutan sampai yang mempunyai skor terendah. Namun,
perawat perlu mempertimbangkan juga persepsi keluarga terhadap masalah keperawatan mana yang
perlu diatasi segera.

3. Perencanaan Keperawatan Keluarga


Perencanaan keperawatan mencakup tujuan umum dan khusus yang didasarkan pada masalah yang
dilengkapi dengan kreteria dan standar yang mengacu pada penyebab. Selanjutnya merumuskan tindakan
keperawatan yang berorientasi pada kreteria dan standar ( Suprajitno, 2004, hal. 49 ).

Rencana tindakan keperawatan terhadap keluarga, meliputi kegiatan-kegiatan yang bertujuan


( Suprajitno, 2004, hal. 49 ) :

a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai maslah dan kebutuhan kesehatan dengan
cara:
1) Memberi informasi yang tepat
2) Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan
3) Mendorong sikap emosi yang mendukung upaya kesehatan

b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat, dengan cara :
1) Mengidentifikasi konsekuensinya bila tidak melakukan tindakan
2) Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki dan ada di sekitar keluarga
3) Mendiskusikan tentang konsekuensi tipe tindakan

c. Memberikan kepercayaan diri selama merawat anggota keluarga yang sakit, dengan cara :
1) Mendemonstrasikan cara perawatan
2) Menggunakan alat dan fasilitas yang ada dirumah
3) Mengawasi keluarga melakukan perawatan

d. Membantu keluarga untuk memelihara (memodifikasi lingkungan) yang dapat meningkatkan kesehatan
keluarga dengan cara :
1) Menemukan seumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
2) Melakukan perubahan lingkungan bersama keluargha seoptimal mungkin

e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada disekitarnya, dengan cara :
1) Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di sekitar lingkungan keluarga
2) Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

Hal penting dalam penyusunan rencana asuhan keperawatan ( Suprajitno, 2004, hal. 50 ) :
a. Tujuan hendaknya logis, sesuai masalah, dan mempunyai jangka waktu yang sesuai dengan
kondisi klien
b. Kriteria hasil hendaknya dapat diukur dengan alat ukur dan diobservasi dengan pancaindra
perawat yang objektif
c. Rencana tindakan disesuaikan dengan sunber daya dan dana yang dimiliki oleh keluarga dan
mengarah ke kemandirian klien sehingga tingkat ketergantungan dapat diminimalisasi

Rencana tindakan diarahkan untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan tindakan keluarganya
(Calgary,1994) sehingga pada akhirnya keluarga mampu memenuhi keebutuhan kesehatan anggota
kelurganya dengan bantuan minimal dari perawat. Saat menyusun rencana intervensi, sebaiknya perawat
melibatkan keluarga secara aktif karena keluarga memiliki tanggung jawab akhir dalam mengatur hidup
mereka sendiri, dan merupakan cara untuk menghormati dan menghargai keluarga (Carey, 1989).
Efektivitas yang akan diperoleh perawat, yaitu ada efek positif terhadap interaksi dengan keluarga,
keluarga tidak menentang karena telah dilibatkan sebelumnya, dan keluarga cendrung bertanggung jawab
( Suprajitno, 2004, hal.24 ).