You are on page 1of 8

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn .

S
PADA KASUS HIPERTENSI
DI DESA GALAH RT. 05 RW. 05

2.1.1 DATA UMUM


1. BIODATA
Nama KK : Tn. S
Umur : 37 tahun
Agama : Islam
Alamat : Desa Galah RT. 05 RW. 05
Pekerjaan : Petani
Pendidikan : SMA
Penghasilan : Rp 500.000,-/ bulan
2. KOMPOSISI KELUARGA
No. Nama J.K Hubungan dgn Umur Pendidikan Status Ket.
Keluarga Imunisasi
1 Tn. S L Bapak 37 SMA - HT
2 Ny. Y P Ibu 30 SD - Sehat
3 An. M P Anak 15 SMP - Sehat
4 An. E L Anak 10 SD - Sehat
5 An. E P Anak 5 TK - Sehat

GENOGRAM
Keterangan :
Laki – laki

Perempuan

Satu Rumah

Laki-laki Meninggal

3. TIPE KELUARGA
Keluarga ini tergolong dalam Nuclear family karena dalam satu rumah terdapat
Ayah, Ibu dan anak.
4. SUKU BANGSA
Keluarga klien berasal dari suku jawa atau Indonesia, kebudayaan yang dianut tidak
bertentangan degan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan
adalah bahasa jawa.
5. AGAMA
Seluruh anggota Tn.J adalah beragama islam dan taat beribadah, sering mengikuti
pengajian yang ada di RT serta berdoa agar Tn.S dapat sembuh dari penyakit yang
dideritanya.
6. STATUS EKONOMI KELUARGA
Tn. S bekerja sebagai seorang petani dengan pendapatan perbulan sebesar Rp.
500.000,00.
7. AKTIVITAS REKREASI KELUARGA
Kegiatan yang dilakukan oleh keluarga untuk rekreasi hanya dengan menonton
televisi dirumah dan dalam sepekan berkunjung ke sanak keluarga atau tetangga
dekatnya.

2.1.2 RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI


1. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI
Keluarga Tn. S dalam tahap perkembangan yaitu pada tahap 5 yaitu keluarga
dengan anak usia remaja.
Dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir sampai 6-
7 tahun kemudian, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orangtuanya. Tujuan
keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memberi tanggung jawab serta
kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi lebih dewasa :
 Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab, mengingat
remaja sudah bertambah dewasa dan meningkat otonominya
 Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga
 Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orangtua. Hindari
perdebatan, kecurigaan dan permusuhan
 Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga
2. TAHAP PERKEMBANGAN SAAT INI
Dari semua tugas perkembangan yang diatas belum ada yang terpenuhi.
3. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA
Tn. S mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi. Tn. S menganggap
penyakit hipertensi adalah penyakit yang umum diderita oleh seseorang seusianya.
Saat dilakukan pengkajian tekanan darah 200/100 mmHg, Tn. S hanya pernah
menderita penyakit batuk dan pilek yang dianggap hanya penyakit biasa.
4. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA
(1) Dari pihak suami
Keluarga Tn. S dari pihak suami mengungkapkan bahwa didalam keluarganya
tidak memiliki penyakit keturunan seperti diabetes dan HT maupun penyakit
menular.
(2) Dari pihak istri
Keluarga Tn.S dari pihak istri mengungkapkan bahwa didalam keluarganya
tidak memiliki penyakit keturunan seperti diabetes dan HT maupun penyakit
menular.
2.1.3 PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. KARAKTERISTIK RUMAH
Keluarga tinggal di suatu rumah yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1
dapur, 1 kamar mandi, dan didepan rumah ada teras. Bangunan rumah berbentuk
segi empat dengan lantai rumah terbuat dari keramik dengan kondisi cukup
bersih, penerangan dan ventilasi cukup, sumber air dan air untuk diminum
menggunakan sumur, toilet menggunakan safety tank yang terletak di belakang
rumah, di depan rumah terdapat halaman seluas 4x2 m2.
DENAH RUMAH
Keterangan:
1. Kamar tidur
2. Ruang tamu
3. Dapur
4. Kamar mandi
5. Teras
2. KARAKTERISTIK TETANGGA DAN KOMUNITAS
Keluarga tinggal di lingkungan tempat tinggal dengan mayoritas penduduk
bekerja sebagai petani, interaksi antar warga banyak dilakukan pada malam hari
karena di siang harinya warga bertani.
3. MOBILITAS GEOGRAFIS KELUARGA
Keluarga menempati rumah yang ditempatinya sejak menikah hingga sekarang.
4. PERKUMPULAN KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN
MASYARAKAT
Tn. S merupakan anggota masyarakat yang aktif dalam mengikuti kegiatan di
lingkungannya, interaksi dengan warga sekitar dilakukan dengan baik, Tn. S
sangat rajin datang ke puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan
keluarganya
5. SISTEM PENDUKUNG KELUARGA
Jumlah anggota keluarga 5 orang , yaitu istri dan anak. Sedangkan ibu (Ny Y)
yang selalu mengantarkan klien (Tn. S) periksa ke puskesmas terdekat.
2.1.4 STRUKTUR KELUARGA
1. POLA KOMUNIKASI
Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan bahasa jawa, dan mendapat
informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi lainnya.
2. STRUKTUR KESEHATN KELUARGA
Menurut Ny. Y, hanya Tn. S yang sakit dan anggota kelurga lainnya dalam
keadaan sehat.
3. STRUKTUR PERAN
(1) Formal
Tn. S sebagai kepala keluarga, Ny S sebagai istri, An. M, An. Ek dan An. En
sebagai anak.
(2) Informal
Tn. S merupakan kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab terhadap
keluarganya, Tn. S sebagai pencari nafkah dengan bekerja sebagai petani.
Sedangkan Ny. Y merupakan seorang ibu rumah tangga yang senantiasa selalu
memelihara rumah dan anggota keluarganya
4. NILAI DAN NORMA KELUARGA
Keluarga ini melaksanakan nilai-nilai, norma-norma dan ahama secara baik,
dirumah selalu melaksanakan ibadah sholat berjamaah.
2.1.5 FUNGSI KELUARGA
1. FUNGSI AFEKTIF
Hubungan antara keluarga baik, anggota keluarga saling memperhatikan satu
sama lainnya., bila ada yang sakit langsung dibawa ke puskesmas terdekat.
3. FUNGSI SOSIALISASI
Keluarga sangat harmonis, komunikasi dilakukan dengan cara terbuka dan
bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Anggota keluarga hidup dengan
sangat rukun dimana Tn. S dan Ny. Y selalu mengajarkan dan menanamkan
prilaku sosial yang baik.
3. FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN
Bila ada anggota kelaurga yang sakit, keluarga merawat dan memeriksakannya ke
puskesmas terdekat.
(1) Kemampuan mengenal masalah kesehatan
Keluarga kurang menyadari dampak maslaah kesehatan akibat penyakit
hipertensi. Tn. S juga sering mengeluh nyeri kepala parah, pusing, penglihatan
buram, mual, telinga berdengung, detak jantung tidak teratur dan mudah lelah.
(2) Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Keluarga kurang mampu untuk mengambil keputusan tentang masalah
kesehatan karena tidak mengetahui secara luas tentang hipertensi.
(3) Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga kurang memahami bagaimana penanganan penyakit hipertensi.
(4) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat
Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel 1 minggu sekali dan
lantai kamar mandinya tidak licin, bersih dan terawat.
(5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di
masyarakat
Keluarga selalu memeriksakan diri ke Puskesmas bila sakit dan Tn. S sangat
rajin ke puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan keluarganya. Tapi Tn.
S tidak pernah di rawat dirumah sakit jika sakit.
5. FUNSI REPRODUKSI
Jumlah anak 3 orang, anak pertama berusia 15 tahun di bangku kelas 2 SMP, anak
kedua berusia 10 tahun di bangku 2 SD dan anak ketiga berusia 5 tahun di bangku
TK. Dan Ny. Y menggunakan kontrasepsi suntik.
6. FUNGSI EKONOMI
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian untuk anak dan
biaya untuk berobat.
2.1.5 STRESS DAN KOPPING KELUARGA
1. STRESS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
(1) Stressor jangka pendek
Tn. S mengeluh nyeri kepala parah dan pusing.
(2) Stressor jangka panjang
Tn. S khawatir tensinya bertambah tinggi.
2. KEMAMPUAN KELUARGA BERRESPON TERHADAP STRESSOR
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas atau
petugas kesehatan
3. STRATEGI KOPPING YANG DIGUNAKAN
Anggota keluarga selalu bermusyawarah dalam setiap masalah di dalam rumah
tangganya.
4. STRATEGI ADAPTASI DISFUNGSIONAL
Tn. S bila sedang sakit pusing maka dibuat tidur atau istirahat.
2.1.6 PEMERIKSAAN FISIK
Tn. S
TD: 200/100 mmHg, RR: 28 X/mnt, Suhu: 36,5oC, BB: 55 kg dan TB: 160 cm.
Kepala dan leher : tidak ditemukan kelainan, bentuk normal, tidak ada peningkatan
tekanan vena jugularis dan arteri carotis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
Mata dan telinga: Kongjungtiva tidak anemis, tidak ada katarak, penglihatan dan
pendengaran baik.
Hidung: Tidak ada masalah dengan hidung.
Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut.
Dada : Pergerakan dada simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal, tidak terdapat
palpitasi, tidak ada suara mur-mur, wheezing, ronchi dan pernapasan cuping
hidung.
Abdomen : Tidak ada pembesaran hepar, tidak ada kembung, pergerakan peristaltik
usus baik dan tidak ada bekas luka.
Ekstrimitas : tidak ada odema pada ekstrimitas baik ekstrimitas bagian atas maupun
ekstrimitas bagian bawah, tidak ada kelumpuhan, Tn. S mampu
menggerakan persendian serta mampu mengangkat dan melipatnya
secara sempurna.
2.1.7 HARAPAN KELUARGA
Keluarga sangat berharap Tn. S dapat sembuh dari penyakitnya dan dapat melakukan
aktifitas sehari-hari dengan nyaman.
2.2 ANALISA DATA
Data Masalah perawatan keluarga
Subjektif: 1. Hipertensi
Tn. S juga mengeluh nyeri kepala parah, pusing, Risiko cedera (perdarahan di pembuluh
penglihatan buram, mual, telinga berdengung, darah otak) berhubungan dengan ketidak
detak jantung tidak teratur dan mudah lelah. mampuan keluarga untuk merawat
Keluarga kurang menyadari dampak masalah anggota keluarga yang sakit tekanan
kesehatan akibat penyakit hipertensi. Keluarga darah tinggi.
kurang mampu untuk mengambil keputusan
tentang masalah kesehatan karena tidak
mengetahui secara luas tentang hipertensi.
Keluarga kurang memahami bagaimana
penanganan penyakit hipertensi.

Objektif:
TD: 200/100 mmHg
RR: 28 X/mnt
Suhu: 36,5oC
Subjektif: Nyeri akut berhubungan dengan
Tn. S juga mengeluh nyeri kepala parah dan ketidakmampuan keluarga merawat
pusing. Keluarga kurang menyadari dampak anggota keluarga yang sakit hipertensi.
masalah kesehatan akibat penyakit hipertensi.

Objektif:
TD: 200/100 mmHg
Subjektif: Kurang pengetahuan berhubungan dengan
Keluarga kurang menyadari dampak masalah ketidakmampuan keluarga dalam
kesehatan akibat penyakit hipertensi. Keluarga mengenal masalah kesehatan yang
kurang mampu untuk mengambil keputusan dialami Tn. S.
tentang masalah kesehatan karena tidak
mengetahui secara luas tentang hipertensi.
Keluarga kurang memahami bagaimana
penanganan penyakit hipertensi.

Objektif:
TD: 200/100 mmHg