You are on page 1of 2

KOLESISTITIS AKUT

Radang kandung empedu (kolesistitis akut) adalah reaksi: inflamasi akut dinding kandung empedu yang
disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan dan demam, Hingga kini patogenesis penyakit yang
cukup sering dijumpai ini masih belum jelas. Walaupun belum ada data epidemiologis penuduk, insidensi
kolesistitis dan batu empedu (kolelitiasis) di negara kita relatif Iebih rendah dibandingkan negara-negara
barat.

Etiologi dan Patogenesis


Faktor yang mempengaruhi timbulnya serangan kolesistitis akut adalah stasis cairan empedu. infeksi
kuman. dan iskemia dinding kandung empedu Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung
empedu (90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan stasis cairan empedu, sedangkan
sebagian kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu (kolesistitis akut akalkulus). Bagaimana stasis di
duktus sistikus dapat menyebakan kolesistitis akut, masih belum jelas. Diperkirakan banyak faktor yang
berpengaruh. seperti kepekatan cairan empedu, kolesterol, lisolesitin dan prostaglandin yang merusak
lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti oleh reaksi inflamasi dan supurasi
Kolesistitis akut akalkulus dapat timbul pada pesien yang dirawat cukup lama dan mendapat
nutrisi secara parenteral, pada sumbatan karena keganasan kandung empedu. Batu di saluran
empedu atau merupakan salah satu komplikasi penyakit lain seperti demam tifoid den diabetes
melitus.

Gejala Klinis
Keluhan yang agak khas untuk serangan kolesistitis akut adalah kolik perut di sebelah kanan atas atau
epigastrium den nyeri tekan serta kenaikan suhu tubuh. Kadang-kadang rasa sakit menjalar ke pundak
atau scapula kanan den dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda. Berat ringannya keluhan sangat
bervariasi tergantung dari adanya kelainan inflamasi yang ringan sampai dengan ganggren atau perforasi
kandung empedu
Pada kepustakaan barat sering dilaporkan bahwa pasien kolesistitis akut umumnya perempuan,
gemuk den berusia di atas 40 tahun. Tetapi menuruf Lesmassa LA. dkk, hal ini sering tidak sesuai untuk
pasien dinegara kita.
Pada pemeriksaan fisis teraba masa kandung empedu. nyeri tekan
disertai tanda-tanda peritonitis lokal (tanda Murphy)
Ikterus dijumpai pada 20% kasus, umumnya derajat ringan (bilirubin
<4.0 mg/db). Apabila kadar bilirubin tinggi, perlu dipikirkan adanya batas
di Saluran empedu ekstra hepatik.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum
transaminase dan fosforilase alkali. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat disertai suhu tinggi dan
menggigil serta leukositosis berat, kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu
dipertimbangkan

Diagnosis
Foto polos abdomen tidak dapat memperlihatkan gambaran kolesistitis akut. Hanya pada
15% pasien kemungkinan dapat terlihat batu tidak tembus pandang (radiopak) oleh karena
mengandung kalsium cukup
banyak.
Kolesistografi oral tidak dapat memperlihatkan gambaran kandung empedu bila ada
obstruksi sehingga pemeriksaan ini tidak bermanfaat untuk kolesistitis akut.
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) sebaiknya dikerjakan secara
rutin dan sangat bermanfaat untuk mempertahankan besar, bentuk,
penebalan dinding kantung empedu, batu dan seluran empedu ekstra
hepatic. Nilai kepekaan dan ketepatan USG mencapai 90%-95%.