You are on page 1of 9

TERAPI CAIRAN DAN ELEKTROLIT

I. KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH


 Dari total berat badan manusia, 60% nya adalah air. (contoh ; untuk menentukan total
cairan tubuh dari orang dengan berat badan 70 kg : 60% x 70 = 42 L atau setara 4200
ml)
 40% nya adalah cairan intraseluler (28.000 ml)
 20% nya adalah ekstraseluler (14.000 ml)
- 5% intravaskuler (3500 ml)
- 15% intersisial (10.500 ml)

II. VOLUME DARAH TOTAL DAN VOLUME SEL DARAH MERAH


i. Volume Darah Total
8% dari berat badan (contoh : pada orang dengan berat badan 70 kg, 8%x70 =
5600 ml
ii. Volume Sel Darah Merah
Pria : 20-36 mL/kg (1.15-1.21 L/m2)
Wanita : 19-31 mL/kg (0.95-1.0L/m2)
III. KOMPOSISI NORMAL CAIRAN TUBUH

Constituent Normal Range


Bicarbonate (Total) 18-30 mEq/L
Calcium (total) 9-11 mg/dL; 4.5-5.5 mEq/L
Chloride 95-106 meq/L
Magnesium 1.8-3.6 mg/dL; 1.5-3.0 mEqL
Phosphor 3-4.5 mg/dL; 1.8-2.3 mEq/L
Potassium 3.5-5.5 mEq/L
Sodium 136-148 mEq/L

IV. FLUID INTAKE-LOSS

Normalnya urin dikeluarkan : 800-2000 ml/ hari atau 0.5-1 ml/kg bb/ jam

V. BLOOD ELECTROLYTE IMBALANCE

DEFISIENSI BERLEBIHAN
Nama & Sebab Tanda Gejala Nama & Penyebab Tanda & Gejala
Hiponatremia Muscular Hipernatremia Rasa haus yang
Menurunnya intake weakness; Dehidrasi, water intens, hipertensi,
sodium; peningkatan pusing, sakit deprivation, diet sodium edema, agitasi, dan
kehilangan sodium kepala, hipotensi; berlebih, terapi IV kejang
akibat takikardi dan berlebih, dll
muntah,diare,defisiensi syok; mental
aldosterone, atau confusion, stupor,
konsumsi diuretic coma
tertentu; intake air
berlebihan, dll
Hypochloremia Spasme otot, Hyperchloremia Letargi, lemas,
Muntah berlebihan, metabolic Dehidrasi; intake metabolic acidosis,
overhydration, alkalosis, chloride berlebih; renal nafas cepat dan
defisiensi aldosterone, respirasi dangkal, failure, dll dalam
congestive heart hipotensi, dan
failure, terapi diuretic tetany
tertentu, dll (ex:
furosemide)
Hypokalemia GEJALA Hyperkalemia GEJALA
GI tract loss (Muntah Muscle Intake potassium Lemas,
berlebih, diare), intake weakness, berlebih, Eksresi flasid/paralisis,
potassium menurun, cramps, tetany inadekuat (renal confusion
hyperaldosteronism, TANDA failure), defisiensi TANDA
kidney disease, terapi Fungsi motoric aldosterone, Hiperaktivitas deep
diuretic tertentu, dll menurun, Pseudohyperkalemia tendon reflex,
hipotensi (akibat leukositosis, menurunnya
orthostatic, ileus, trombositosis,hemolisis) kekuatan otot,
EKG (T wave EKG (T tinggi),
datar) ventrikuler fibrilasi
Hypocalcemia Kesemutan- Hypercalcemia Letargi, weakness,
Peningkatan keram; reflex Hyperparatiroid, intake anorexia, mual-
kehilangan kalsium, hiperaktif, muscle berlebih kalsium/ muntah,
menurunnya intake cramps,tetany, vitamin D, Paget polyuria,confusion,
kalsium, peningkatan kejang, disease paraesthesia,
jumlah phosphate, stupor, coma
hypoparatiroid, dll
Hypophosphatemia Confusion, Hyperphosphatemia Anorexia, mual-
Akibat eksresi urin kejang, koma, Ginjal gagal muntah, muscular
berlebih, menurunnya nyeri dada dan mengeksresikan weakness, reflex
absorbs intestinal, otot, keram- phosphate, intake hiperaktif, tetany
peningkatan kesemutan, phosphate berlebih tachycardia
penggunaan menurunnya
koordinasi,letargi
Hypomagnesemia Weakness, Hypermagnesemia Hipotensi,
Kekurangan intake/ irritability, tetany, Renal failure, muscular
pengeluaran delirium, kejang, peningkatan intake, weakness/paralisis,
berlebihan; confusion, defisiensi aldosterone, mual-muntah,
alkoholisme, anorexia, mual- hipotiroid gangguan fungsi
malnutrisi, diabetes muntah, mental
militus, terapi diuretik paraesthesia,
cardiac arrhytmia

1) KALIUM
i. Hiperkalemia
 Kriteria : K > 5,2
 Penatalaksanaan:
- Rapid Correction
o EKG abnormal : CaCl2 10%, 5-10 ml slow IV push
o Alkalinisasi menggunakan 1 mEq/kg (1 amp) Na
bikarbonat (untuk menyebabkan perpindahan K
intraseluler) atau Insulin 10 unit+ 5% dextrose 500 ml
o Eksresi kalium : Loop Diuretic
o Hiperventilasi: sehingga CO2 turun yang menyebabkan
alkalosis respiratorik, K akan masuk sel.
- Slow Correction
o Sodium polystyrene sulfonate : 20-60 g per oral dengan
100-200 ml sorbitol (qid)
- Perbaiki penyebab
Stop diuretic, ACE inhibitor, mineralocorticoid replacement for
hypokalemia
ii. Hipokalemia
 Kriteria : K < 3 mEq/L
 Terapi tergantung pada :
- Apabila ada hypomagnesemia, perbaiki terlebih dahulu
- Kontrol factor pencetus
 Penatalaksanaan :
- Rapid Correction
o Berikan KCL, pantau jantung apabila memberikan terapi KCL
> 20 mEq/h (karena memiliki potensi merusak vena)
o < 40 kg: 0,25 mEq/kg/jam x 2 jam
o > 40 kg: 10-20 mEq/jam x 2 jam
o Berat (L : <2 mEq) : maksimum 40 mEq/h
- Slow Correction
o Dewasa : 20-40 mEq 2-3 kali sehari
o Anak: 1-2 mEq/kg/hari dalam dosis terbagi
VI. ACID BASE IMBALANCE

VII. PARENTERAL SOLUTION


Tipe cairan yang diberikan tergantung : status volume cairan tubuh dan tipe abnormalitas
yang muncul (baik dari komposisi dan konsentrasinya)

Terdapat 2 jenis cairan resusitasi :

 Cairan Kristaloid
 Merupakan larutan dengan air yang terdiri atas molekul-molekul kecil yang
dapat menembus membrane kapiler dengan mudah (BM rendah/ < 8000
D-Tekanan Onkotik Rendah). Biasanya volume pemberian lebih besar,
onset lebih cepat, dan durasinya singkat.
 Cairan kristaloid : Saline ( NaCl 0.9%, ringer laktat, ringer asetat)-
Biasanya digunakan pada kasus gawat darurat untuk memenuhi cairan tubuh,
glukosa (D5%,D10%,D20%)-Biasanya digunakan untuk penangan kasus
hipoglikemia, serta Sodium Bikarbonat (pada kasus Asidosis metabolic dan
Alkalinisasi urin)
1. Ringer Laktat
- Paling fisiologis jika sejumlah volume besar diperlukan
- Replacement therapy : syok hipovolemik, diare, trauma, luka bakar
- Laktat dalam RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat untuk
memperbaiki keadaan seperti metabolic asidosis.
- Tidak cukup kalium dan glukosa untuk maintenance sehari-hari.
2. Ringer
- Mendekati fisiologis
- Kadar Cl terlalu tinggi, sehingga dalam jumlah besar dapat
menyebabkan acidosis dilutional, acidosis hyperchloremia
- Tidak mengandung laktat yang dapat dikonversi menjadi bikarbonat untuk
memperingan asidosis.
3. NaCl 0,9% (Normal Saline)
Dipakai sebagai cairan resusitasi terutama pada kasus :
- Kadar Na rendah
- Keadaan dimana RL tidak cocok, seperti pada : alkalosis, retensi kalium
- Pilihan utama untuk trauma kepala
Memiliki kekurangan:
- Tidak mengandung HCO3
- Tidak mengandung K
- Kadar Na dan Cl relative tinggi sehingga bisa menyebabkan : acidosis
hyperchloremia, acidosis dilutional, dan hypernatremia
4. Dextrose 5% dan 10%
Cairan maintenance pada pasien dengan pembatasan natrium.
Penggunaan perioperative untuk :
- Berlangsungnya metabolisme
- Menyediakan kebutuhan air
- Mencegah hipoglikemia
- Mempertahankan protein yang ada, dibutuhkan minimal 100 g KH untuk
mencegah dipecahnya kandungan protein tubuh.
- Menurunkan asam lemak bebas dan keton
- Mencegah ketosis, dibutuhkan minimal 200 g KH.
- Tidak boleh diberikan pada trauma kapitis, dapat menyebabkan edema otak!
5. Darrow
Digunakan pada defisiensi kalium
6. D5%+NS dan D5%+1/4 NS
 Cairan Koloid
 Larutan yang terdiri dari molekul-molekul besar yang sulit menembus mebran
kapiler (BM tinggi/ >8000 D), digunakan untuk mengganti cairan
intravaskuler (kecenderungan ekspansi cairan ke dalam intravaskuler
karena sifatnya hiperonkotik). Umumnya pemberiannya dalam volume
kecil, onset lambat, durasi panjang
 Cairan Koloid : Albumin, Hydroxyetil starches, Dextran, Gelatin
 Cairan Khusus
Digunakan untuk koreksi atau indikasi khusus, seperti : NaCl 3%, bic-nat, mannitol
20%.

ELECTROLYTE COMPOSITION (mEq/L)


SOLUTION Na Cl K HCO3 Ca Mg mOsm
Extracellular Fluid 142 103 4 27 5 3 280-310

Lactated Ringer 130 109 4 28 3 273


(isotonis tapi lebih
hipotonis disbanding
saline)
0,9% NaCl (Isotonis) 154 154 308
D5 o.45% Sodium 77 77 407
chloride
D5W 253
3% Sodium Chloride 513 513 1026

VIII. PENGATURAN KEBUTUHAN DAN LAJU CAIRAN


i. KEBUTUHAN AIR DAN ELEKTROLIT SETIAP HARI (Basal)
1. Dewasa
- Air : 30-35 ml/kg/24jam (kenaikan 1 derajat celcius ditambah 10-15%
- Na : 1.5 mEq/kg (100 mEq/hari atau 5,9 g)
- K : 1 mEq (60 mEq/hari atau 4,5 g)
- Cl : 80-120 mEq/ hari
- Ca : 1-2 g/d
- Mg : 20 mEq/d

Untuk dewasa biasanya diberikan :

D5 ¼ NS + 20 mEq/L KCL dengan kecepatan

2. Bayi dan Anak


- Air :
 0-10 kg : 100 ml/kg/ hari
 10-20 kg : 1000 ml + 50 ml/kg/hari
 > 20 kg : atau 1500 ml + 20 ml/kg/hari
- Na : 2 mEq/kg
- K : 2 mEq/kg
ii. Laju Tetesan Cairan Infus
a) Makro
Tetes/menit : Jumlah cairan x 20 atau disederhanakan Jumlah cairan
Lama infus x 60 Lama infus x 4
Contoh:
Seseorang membutuhkan terapi cairan 500 ml dalam waktu 4 jam,
maka :
(500x20) / (4x60) = 1000/ 240 = 42 tetes per menit
b) Mikro
Tetes/menit : Jumlah cairan x 60 atau disederhanakan Jumlah cairan
Lama infus x 60 Lama infus

DARAH

Diperlukan apabila kehilangan 25% darah dalam sirkulasi (pada kasus syok perdarahan) dan
pada syok lainnya untuk mengembalikan curah jantung bila hematokrit rendah atau cairan
gagal mempertahankan perfusi.