You are on page 1of 78

LAPORAN INDIVIDU

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA PADA KELUARGA Tn.”S”


DI DESA LANDO,KECAMATAN TERARA
LOMBOK TIMUR
2018

DISUSUN OLEH :

NAMA : YULI
NIM : 038 SYEBID16
PRODI : D3 KEBIDANAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEBIDANAN JENJANG DIII
MATARAM
2018
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan individu “Asuhan Kebidanan Keluarga Pada Keluarga Tn.”S” Di


Desa Lando, kec.Terara Lombok Timur” telah mendapat pengesahan pada
hari…………….tanggal………………….. oleh :

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lahan

(Dian soekmawati R.A , M.Keb) ()


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan individu yang berjudul “Asuhan Kebidanan Keluarga Pada Keluarga
Tn.”S” Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Dusun Taman Desa Lando Terara
Lombok Timur”.Dalam penyusunan laporan ini, penyusun mendapat bantuan dari
berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih
kepada :
1. H. Zulkahfi, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku Ketua STIKES Yarsi Mataram
2. dr.Hj.Wiwin Nurhasida selaku kepala desa Taman Ayu
3. Baiq Ricca Afrida, M.Keb., selaku pejabata Program Studi D.3 Kebidanan
STIKES Yarsi Mataram
4. Dian soekmawati ,R, M.Keb, selaku dosen pembimbing pendidikan.
5. Ny. “R”, selaku klien.

Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penyusun pada khususnya. Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih
banyak kekurangan dalam hal pembuatan, penyusunan, ataupun materi yang
disajikan belum lengkap. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
dapat mendorong kami untuk menyempurnakan laporan selanjutnya.

Mataram, Desember 2018

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN.........................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................ii
KATA PENGANTAR......................................................................................iii
DAFTAR ISI....................................................................................................IV
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................
1.2 Tujuan......................................................................................................
1.3 Manfaat....................................................................................................
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Komunitas ..............................................................................................
2.2 Konsep Keluarga.....................................................................................
2.3 Konsep Dasar Kehamilan Normal...........................................................
2.4 Anemia pada Ibu Hamil
2.5 Rokok ………………………………….
2.5 Konsep Manejemen Asuhan Kebidanan Keluarga..................................
BAB III TINJAUAN KASUS
Asuhan Kebidanan Keluarga Pada Keluarga Tn.”S” Dengan
Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Lando,kec.Terara , Lombok
Timur
...........................................................................................................
BAB IV PEMBAHASAN...................................................................................................
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan..............................................................................................
5.2 Saran........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
LAMPIRAN ......................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang
serius di negara berkembang. Menurut laporan World Health Organization
(WHO) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa.
Beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan
179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa.
Angka kematian ibu di negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per
100.000 kelahiran hidup, Vietnam 49 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand
26 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 27 per 100.000 kelahiran hidup, dan
Malaysia 29 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2014).
Berdasarkan data tersebut, AKI di Indonesia masih tinggi dibandingkan
dengan negara ASEAN lainnya. Menurut data Survei Demografi Kesehatan
Indonesia (SDKI) 2007, AKI di Indonesia menurun dari 307/100.000
kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 228/100.000 kelahiran hidup pada
tahun 2007. Sedangkan target yang diharapkan berdasarkan Melenium
Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 yaitu 102/100.000
kelahiranhidup. Hal ini berarti bahwa AKI di Indonesia jauh di atas target
yang ditetapkan WHO atau hampir dua kali lebih besar dari target WHO
(Kementerian Kesehatan, 2011). Hal ini dapat terjadi karena adanya kelompok
kehamilan berisiko. Kelompok kehamilan risiko tinggi di Indonesia pada
tahun 2007 sekitar 34%. Kategori dengan risiko tinggi tunggal mencapai
22,4%, dengan rincian umur ibu <18 tahun sebesar 4,1%, umur ibu > 34 tahun
sebesar 3,8%, jarak kelahiran < 24 bulan sebesar 5,2%, dan jumlah anak yang
terlalu banyak (>3 orang) sebesar 9,4% (BKKBN, 2008).
Pada tahun 2009 AKB Provinsi NTB 176/1000 kelahiran hidup (KH) dan
pada tahun 2010 hanya sedikit mengalami penurunan menjadi 174/1000 KH,
namun pada tahun 2011 justru kembali mengalami peningkatan menjadi
196/1000 KH. Kabupaten yang berkontribusi besar terhadap peningkatan
AKB Provinsi NTB adalah Kabupaten Lombok Timur. Jumlah kasus kematian
bayi di Kabupaten Lombok Timur berturut-turut dalam kurun waktu 2009-
2011 adalah 615 kasus (tahun 2009), meningkat menjadi 779 kasus (tahun
2010), dan 794 kasus (tahun 2011).
Terdapat peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan pada tahun
2010 sebesar 164 kasus dan meningkat kembali sebesar 15 kasus pada tahun
berikutnya. Kabupaten lain yang berkontribusi cukup besar terhadap AKB di
NTB adalah Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Kabupaten
Sumbawa, dan Kabupaten Bima. Terjadi trend peningkatan angka kematian
bayi di pulau Sumbawa, khusus pada tahun 2010–2011 dari 60 kasus kematian
bayi meningkat menjadi 170 kasus.
Pada tahun 2010, AKI Provinsi NTB mengalami penurunan menjadi
113/100.000 KH dan meningkat signifikan pada tahun 2011 menjadi
130/100.000 KH. Pulau Lombok berkontribusi signifikan terhadap AKI
Provinsi NTB dalam tiga tahun tersebut. Tiga Kabupaten di Pulau Lombok
yang berkontribusi besar terhadap AKI Provinsi NTB, yaitu Kabupaten
Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sedangkan di Pulau
sumbawa, hanya Kabupaten Sumbawa yang memiliki AKI tertinggi dan
menjadi Kabupaten dengan AKI tertinggi se-NTB setelah Kabupaten Lotim,
bahkan menalami peningkatan paling signifikan pada tahun 2011.
Kabupaten Lombok Timur memiliki AKI tertinggi di antara
Kabupaten/Kota se-NTB selama periode 2009-2011. Pada tahun 2011, AKI
Kabupaten Lotim sebesar 38/100.000 KH. Meskipun angka ini tidak
mengalami perubahan sejak tahun 2010, namun tertinggi di NTB atau hampir
menyamai total AKI di Pulau Sumbawa. Sedangkan tren AKI Kota Bima terus
mengalami penurunan, bahkan AKI Kota. Bima adalah yang terendah di
antara 10 Kabupaten/Kota di NTB.
Anemia adalah suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah
merah (eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu
mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh
jaringan tubuh (Proverawati, 2013). Menurut WHO (2008), secara global
prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %.
Prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 48,2 %, Afrika
57,1 %, Amerika 24,1 %, dan Eropa 25,1 %.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013,
prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1 %. Pemberian
tablet Fe di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 85 %. Presentase ini
mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2011 yang sebesar 83,3
%.Meskipun pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia
pada ibu hamil yaitu dengan memberikan 90 tablet Fe kepada ibu hamil
selama periode kehamilan dengan tujuan menurunkan angka anemia ibu
hamil, tetapi kejadian anemia masih tinggi (Kementerian Kesehatan RI,2013).
Perdarahan, khususnya perdarahan post-partum, terjadi secara mendadak
dan lebih berbahaya apabila terjadi pada wanita yang menderita anemia.
Seorang ibu dengan perdarahan dapat meninggal dalam waktu kurang dari
satu jam (Kemenkes RI,2008). Kondisi kematian ibu secara keseluruhan
diperberat oleh “tiga terlambat” yaitu terlambat dalam pengambilan
keputusan, terlambat mencapai tempat rujukan, terlambat dalam mendapatkan
pertolongan yang tepat di fasilitas kesehatan ( Dinas Propinsi NTB, 2010).
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2008 menyatakan
bahwa lebih dari lima juta orang meninggal karena penyakit yang disebabkan
rokok. Hal ini berarti setiap satu menit tidak kurang sembilan orang meninggal
akibat racun pada rokok atau dalam setiap enam detik di dunia ini akan terjadi
satu kasus kematian akibat rokok. Pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari
80% kematian akibat rokok terjadi di negara-negara berkembang.
Meningkatnya prevalensi merokok menyebabkan masalah rokok menjadi
semakin serius, jumlah perokok dunia mencapai 1,35 milliar orang. Di
Indonesia jumlah perokok dari waktu ke waktu semakin meningkat. Pada
tahun 1995 prevalensi perokok penduduk ≥ 15 tahun adalah 26,9%. Pada
tahun 2001 meningkat menjadi 31,5% (Lensa Indonesia, 2011).
Pada tahun 2007 mencapai 34,2%, kemudian pada tahun 2010
meningkat lagi menjadi 34,7%, pada tahun 2013 prevalensi perokok penduduk
≥ 10 tahun yaitu menurut karakteristik Proporsi terbanyak perokok aktif setiap
hari pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4%, umur 35- 39 tahun 32,2%
sedangkan proporsi perokok setiap hari pada laki-laki lebih banyak
dibandingkan perokok perempuan (47,5% banding 1,1%). Berdasarkan jenis
pekerjaan, petani, nelayan, buruh adalah proporsi perokok aktif setiap hari
yang terbesar (44,5%) dibanding kelompok pekerjaan lainnya (Riskesdas,
2013).
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah perokok
terbesar di dunia, dapat disimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan
ketiga setelah China dan India pada sepuluh negara perokok terbesar dunia.
Jumlah perokok indonesia mencapai 65 juta penduduk. Sementara itu china
mencapai 390 juta perokok dan india 144 juta perokok .Prevalensi Perokok di
masyarakat Indonesia pada umur 20-24 tahun perokok setiap hari 27,2%,
perokok kadang-kadang 6,9% dan umur 25-29 tahun perokok setiap hari
29,8%, perokok kadang-kadang 5,0% ternyata tidak hanya dikalangan dewasa
saja, namun sudah merambat ke kalangan remaja. Pravalensi pada kalangan
remaja umur 10-14 tahun perokok setiap hari 0,5%, perokok kadang kadang
0,9%, laki-laki 47,5% perokok setiap hari, perokok kadang-kadang 9,2%
sedangkan perokok setiap hari pada perempuan 1,1% dan perokok
kadangkadang pada perempuan 0,8% (Riskesdas,2013).
Tambahkan paragraf hubungan dampak Rokok terhadap kehamilan dan
terutama anemia pada kehamilan
Asuhan Kebidanan Komunitas adalah salah satu bidang studi dalam
kurikulum DIII Kebidanan dengan tujuan melaksankan praktek kebidanan
secara komprehensif dengan memperhatikan budaya setempat dalam tatanan
di komunitas dengan pendekatan manajemen kebidanan dan didasari oleh
konsep, keterampilan dan sikap profesional bidan dalam asuhan di komunitas
yang meliputi strategi pelayanan kebidanan, manajerial, pengelolaan program
KIA/KB di wilayah kerja, penggerakan dan meningkatkan peran serta
masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera. (Meilani, 2009)
Berdasarkan hal di atas penyusun tertarik untuk mengambil kasus pada
keluarga Tn.”S” pada Praktik Kerja Lapangan di Desa Lando Lombok Timur

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Agar mahasiswa dapat memberikan asuhan kebidanan pada
keluarga Tn”S”dengan kekurangan energy kronik trimester III.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu melakukan Pengkajian data pada Keluarga Tn
“S” khususnya Ny “R” dengan Trimester II G1P0A0H0 .
2. Mahasiswa mampu melakukan interpretasi data dasarpada
Keluarga Tn “S” khususnya Ny “R” dengan Trimester III
G1P0A0H0 dengan kekurangan energy kronik.
3. Mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan pada Keluarga Tn
“S” khususnya Ny “R” dengan Trimester III G1P0A0H0 dengan
Anemia
4. Mahasiswa mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada
Keluarga Tn “S” khususnya Ny “R” dengan Trimester III
G1P0A0H0 dengan anemia berat.
5. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
yang telah dilaksanakan pada Keluarga Tn “S” khususnya Ny “R”
dengan Trimester III G1P0A0H0 dengan anemia pada kehamilan
dan merokok.
1.3 Manfaat Penulisan
1.3.1 Manfaat Teoritis
Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
pengembangan wawasan dan pengetahuan di bidang Ilmu Kebidanan
khususnya dan pemberian asuhan kebidanan pada ibu hamil serta
bahaya merokok.
1.3.2 Manfaat Praktis
1. Bagi mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
didapat selama dibangku kuliah sebagai upaya pengaplikasian
suatu ilmu.
2. Bagi mahasiswa dapat menambah pengalaman dalam memberikan
Asuhan Kebidanan pada ibu hamil.
3. Bagi mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pasien
sehingga dapat tercipta hubungan yang baik diantara keduanya
4. Bagi Dusun Taman dapat dijadikan acuan sebagai peningkatan
mutu pelayanan kesehatan sehingga kebutuhan pasien terpenuhi
secara optimal.
5. Bagi Institusi tercapainya kompetensi yang di targetkan bagi
institusi pendidikan kepada mahasiswa, sehingga benar-benar
melahirkan calon bidan yang berkualitas baik dari segi
pengetahuan maupun keterampilan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kebidanan Komunitas
1. Pengertian
Bidan di Indonesia adalah seorang wanita yang mendapat pendidikan
kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di badan resmi pemerintah dan
mendapat izin serta kewenangan melakukan kegiatan praktik mandiri
(Ambarwati dan Rismintari, 2010 : 1).
Kepmenkes No. 396/Menteri/SK/III/2007 menjelaskan Kebidanan
adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang
mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui,
masa interval dan pengaturan kesuburan, klimakterium dan menopouse,
BBL dan Balita, fungsi-fungsi reproduksi manusia serta memberikan
bantuan atau dukungan pada perempuan, keluarga dan komunitasnya.
(Pudiastuti,2011: )
Komunitas berasal dari Communicans yang berarti kesamaan,
Communis artinya sama, publik, banyak dan community berarti
masyarakat setempat. Komunitas dapat diartikan sebagai kumpulan orang
atau sistem sosial (Saunders, 1991 dalam Pudiastuti, 2011 : 2)
Bidan komunitas adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan
masyarakat di wilayah tertentu.Kebidanan komunitas adalah konsep
dasar bidan dalam melayani keluarga dan masyarakat. Pelayanan
kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan bidan untuk
pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan Anak balita di dalam
keluarga dan masyarakat (Ambarwati dan Rismintari, 2010 : 2).
2. Unsur-unsur kebidanan komunitas
Unsur-unsur kebidanan komunitas menurut (Ambarwati dan
Rismintari (2010 : 3-5), di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Bidan
Kegiatan yang dilakukan bidan di komunitas meliputi :
1) Bimbingan terhadap kelompok remaja, masa perkawinan.
2) Pemeliharaa kesehatan ibu hamil, nifas, masa interval (antara
dua persalinan) dalam keluarga.
3) Pertolongan persalinan di rumah.
4) Tindakan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dengan
resiko tinggi di keluarga.
5) Pengobatan keluarga sesuai dengan kewenangan.
6) Pemeliharaan kesehatan kelompok wanita dengan gangguan
reproduksi.
7) Pemeliharaan kesehatan anak balita.
b. Pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah segala aktivitas yang dilakukan
oleh bidan untuk segala menyelamatkan pasien dari gangguan
kesehatan. Tujuan pelayanan kebidanan komunitas adalah
meningkatnya kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga
sehingga terwujud keluarga sehat dan sejahtera di dalam komunitas.
Kegiatan pelayanan komunitas, meliputi :
1) Penyuluhan dan nasehat tentang kesehatan.
2) Pemeliharaan kesehatan ibu dan balita.
3) Pengobatan sederhana bagi ibu dan balita.
4) Perbaikan gizi keluarga.
5) Imunisasi ibu dan anak.
6) Pertolongan persalinan di rumah.
7) Pelayanan KB.
c. Sasaran pelayanan kebidanan komunitas
Dalam komunitas terdapat kumpulan dari individu yang
membentuk keluarga atau kelompok masyarakat. Sasaran utama
adalah ibu dan anak dalam keluarga. Menurut Undang-Undang No.
23 tahun 1992 tentang kesehatan, yang dimaksud keluarga adalah
suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya.

d. Lingkungan
Lingkungan fisik yang kurang sehat menimbulkan penyakit pada
masyarakat. Lingkungan sosial berkaitan dengan adat istiadat dalam
memberikan pelayanan yang diupayakan tidak bertentangan dengan
kebiasaan, adat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Lingkungan
flora dan fauna berhubungan dengan penghijauan, pemanfaatan
pekarangan dengan tanaman yang bergizi.
e. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Bidan dituntut untuk selalu mengembangkan kemampuannya
agar tidak ketinggalan terhadap kemajuan ilmu dan teknologi di
bidang kesehatan.
2.2 Keluarga
1. Pengertian keluarga

a. Keluarga adalah suatu ikatan antara laki-laki dan perempuan


berdasarkan hukum dan undang-undang perkawinan yang sah
hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dimana
individu mempunyai peran masin-masing yang merupakan bagian
dari keluarga (Efendi & Makhfudli, 2009; Mansyur, 2009).
b. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan,
kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan,
mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional serta sosial dari tiap anggota keluarga
(Friedman, 2013).

Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga


tersebut: merupakan

1) Unit terkecil masyarakat


2) Terdiri dua orang atau lebih
3) Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
4) Hidup dalam satu rumah tangga
5) Dibawah asuhan seseorang kepada keluarga
6) Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
menciptakan dan mempertahankan kebudayaan.

2. Struktur Keluarga

Struktur keluarga bermacam-macam diantaranya adalah :

a. Patrilineal

Keluarga yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi
dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah

b. Matrilineal
Keluarga yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi
dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu

c. Matrilokal

Sepasang suami istri yang tinggal bersama-sama keluarga sedarah istri

d. Patrilokal

Sepasang suami istri yang tinggal bersama-sama keluarga sedarah istri

e. Hubungan Kawinan

Hubungan suami istri sebagai dasar bagian pembinaan keluarga dari


beberapa sanak saudara yang menjadi keluarga karena adanya
hubungan dengan suami atau istri.

3. Fungsi Pokok Keluarga

Fungsi pokok keluarga menuruit peraturan pemerintah no. 21 tahun


1994 dan undang-undang nomer 10 tahun 1992), secara fungsi keluarga
adalah sebagai berikut :

a. Fungsi Keagamaan

1) Membina norma ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup


seluruh anggota keluarga.

2) Menerjemahkan agama kedalam tingkah laku hidup sehari-hari


kepada seluruh anggota keluarga.

3) Memberikan contoh konkrit dalam hidup sehari-hari dalam


pengalaman dari ajaran agama.

4) Melengkapi dan menambah proses kegiatan belajar anak tentang


keagamaan yang kurang diperolehnya disekolah atau masyarakat.

5) Membina rasa, sikap, dan praktek kehidupan keluarga beragama


sebagai fondasi menuju keluarga kecil bahagia sejahtera,
(Leny,2010)
b. Fungsi Budaya

1) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan


norma-norma dan budaya masyarakat dan bangsa yang ingin
dipertahankan.

2) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring


norma dan budaya asing yang tidak sesuai.

3) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga yang anggotanya


mencari pemecahan masalah dari berbagai pengaruh negatif
globalisasi dunia.

4) Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga yang anggotanya


dapat berperilaku yang baik sesuai dengan norma bangsa indonesia
dalam menghadapi tantangan globalisasi.

5) Membina budaya keluarga yang sesuai, selaras, dan seimbang


dengan budaya masyarakat atau bangsa untuk menjunjung
terwujudnya norma keluarga kecil, bahagia, sejahtera ( Leny,2010)

c. Fungsi Cinta Kasih

1) Menumbuh kembangkan potensi kasih sayang yang telah


ada antar anggota keluarga dalam simbol-simbol nyata secara obtimal
dan terus-menerus.

2) Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar


anggota keluarga secara kuantitatif dan kualitatif.

3) Membina praktik kecintaan terhadap kehidupan duniawi


dan ukhrowi dalam keluarga secara serasi, selaras dan seimbang.
4) Mambina, rasa, sikap dan praktik hidup keluarga yang
mampu memberikan dan menerima kasih sayang sebagai pola hidup
ideal menuju keluarga kecil bahagia sejahtera, ( Leny,2010)

d. Fungsi Perlindungan

1) Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak
aman timbul dari dalam maupun dari luar keluarga.

2) Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai


bentuk ancaman dan tantangan yang datang dari luar.

3) Membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai


modal menuju keluarga kecil bahagia sejahtera, ( Leny,2010)

e. Fungsi Reproduksi

1) Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi


sehat baik bagi anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya.

2) Memberikan contoh pengalaman kaidah-kaidah pembentukkan


keluarga dalam hal usia, pendewasaan fisik maupun mental.

3) Mengamalkan kaidah-kaidah reprodusi sehat, baik yang berkaitan


dengan waktu melahirkan, jarak antar 2 anak dan jumlah ideal anak
yang diinginkan dalam keluarga.

4) Mengembangkan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang


konduktif menuju keluarga kecil bahagia sejahtera, ( Leny,2010)

f. Fungsi Sosial

1) Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga


sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak pertama dan utama.

2) Menyadari, merencanakan dan menciptakan kehidupan keluarga


sebagai pusat tempat anak mencari pemecahan dari berbagai konflik
dan permasalahan yang dijumpainya baik dilingkungan sekolah maupun
masyarakat.

3) Membina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal-hal yang


diperlukan untuk meningkatkan kematangan dan kedewasaan (fisik dan
mental), yang tidak, kurang diberikan oleh lingkungan sekolah maupun
masyarakat.

4) Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi dalam


keluarga sehingga tidak saja bermanfaat positif bagi anak, tetapi juga
bagi orang tua dalam rangka perkembangan dan kematangan hidup
bersama menuju keluarga kecil bahagia sejahtera, ( Leny,2010)

g. Fungsi Ekonomi

1) Melakukan kegiatan ekonomi baik diluar maupun di dalam lingkungan


keluarga dalam rangka menompang kelangsungan dan perkembangan
kehidupan keluarga.

2) Mengelola ekonomi keluarga sehimgga terjadi keserasian, keselarasan,


dan keseimbangan antara pemasukkan dan pengeluaran keluarga.

3) Mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua di luar rumah dan


perhatiaannya terhadap anggota keluarga berjalan secara serasi, selaras
dan seimbang.

4) Membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk


mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, ( Leny,2010)

h. Fungsi Pelestarian Lingkungan.

1) Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan interna


keluarga.

2) Membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan eksterna


keluarga.
3) Membina kesadaran, sikap dan praktik pelestarian lingkungan serasi,
selaras, dan seimbang antara lingkungan keluarga dengan lingkungan
hidup masyarakat sekitarnya, ( Leny,2010

Membina kesadaran, sikap dan praktik pelestarian lingkungan hidup sebagai


pola hidup keluarga menuju keluarga kecil bahagia sejahtera (Menurut UU No. 10
tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994 dalam setiadi, 2009).
Ada tiga fungsi pokok keluarga terhadap anggota keluarganya, adalah :

a. ASIH adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan


terhadap anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan
berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.

b. ASUH adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan keperawatan anak agar


kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadikan mereka
anak-anak yang sehat baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

c. ASAH adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap


menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa
depannya (Effendy, 1998 dalam setiadi).

4. Peranan Keluarga

Peran adalah sesuatu yang diharapkan secara normative dari seorang


dalam situasi sosial tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan.Peran
keluarga adalah tingkah laku spesifik yang diharapkan oleh seorang dalam
konteks keluarga.Jadi peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku
interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi
dan situasi tertentu.Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan
dan pola perilaku dari keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Dalam UU kesehatan nomer 23 tahun 1992 pasal 5 menyebutkan “setiap
orang berkuwajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan
derajad kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungan”. Dari pasal diatas
jelas bahwa keluarga berkewajiban menciptakan dan memelihara kesehatan
dalam upaya meningkatkan tingkat derajat kesehatan yang optimal.

Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing antara lain


adalah

a) Ayah

Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran pencari


nafkah, pendidikan, pelindung/ pengayom, pemberi rasa aman bagi
setiap anggota sebagai keluarga dan juga anggota masyarakat
kelompok sosial tertentu.

b) Ibu
Ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan
pendidikan anak-anak, pelindung keluarga dan juga sebagai
pencari nafkah tambahan keluarga dan juga sebagai anggota
masyarakat kelompok tertentu.
c) Anak
Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan
perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual. ( Leny,2010)

2.3 Konsep Dasar Kehamilan


2.3.1 Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin.Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu
atau 9 bulan) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan
dibagi menjadi 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari bulan ke
empat sampai bulan ke enam dan triwulan ketiga dari bulan
ketujuh sampai 9 bulan,(Saifudin, 2010)
Kehamilan merupakan suatu perubahan dalam rangka
melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan
janin yang tumbuh didalam rahim ibu. (Prawirohardjo, 2012)
2.3.2 Proses Terjadinya Kehamilan
Untuk terjadi suatu kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,
pembuahan ovum (konsepsi), dan nidasi (implantasi) hasil
konsepsi.Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu oleh
mikrofilamen-mikrofilamen fimbria infundibulum tuba kearah
ostium tuba abdominalis, dan disalurkan terus kearah
medial.Kemudian jutaan spermatozoa ditumpahkan diforniks
vagina dan disekitar porsio pada waktu koitus.Hanya beberapa
ratus ribu spermatozoa dapat terus ke kavum uteri dan tuba, dan
hanya beberapa ratus spermatozoa dapat sampai ke bagian ampula
tuba dimana spermatozoa dapat memasuki ovum yang telah siap
untuk dibuahi, dan hanya satu spermatozoa yang mempunyai
kemampuan (kapasitasi) untuk membuahi.Pada spermatozoa
ditemukan peningkatan konsentrasi DNA dinukleus, dan kaputnya
lebih mudah menembus dinding ovum oleh karena diduga dapat
melepaskan hialuronidase (Prawirohardjo, 2012).

2.3.3 Tanda-Tanda Kehamilan


Menurut Manuaba (2010), untuk dapat menegakkan
kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap
beberapa tanda dan gejala kehamilan, yaitu sebagai berikut:
1. Tanda Dugaan Kehamilan
a. Amenorea
Pada wanita hamil terjadi konsepsi dan nidasi yang
menyebabkan tidak terjadi pembentukan Folikel de graff dan
ovulasi.Hal ini menyebabkan terjadinya amenorea pada seorang
wanita yang sedang hamil. Dengan mengetahui hari pertama haid
terakhir (HPHT) dengan perhitungan Neagle dapat ditentukan
hari perkiraan lahir (HPL)nyaitu dengan menambah tujuh pada
hari, mengurangi tiga pada bulan, dan menambah satu pada tahun.
b. Mual dan Muntah
Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan
pengeluaran asam lambung yang berlebihan.Mual dan Muntah
pada pagi hari disebut morning sickness.Dalam batas yang
fisiologis keadaan ini dapat diatasi.Akibat mual dan muntah nafsu
makan berkurang.
c. Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu,
keinginan yang demikian disebut ngidam.
d. Sinkope atau pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral)
menyebabkan iskema susunan saraf pusat dan menimbulkan
sinkope atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah usia
kehamilan 16 minggu.
e. Payudara Tegang
Pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan
somatomamotrofin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam
pada payudara.Payudara membesar dan tegang.Ujung saraf
tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.
f. Sering Miksi (Sering BAK)
Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih
cepat terasa penuh dan sering miksi Pada triwulan kedua, gejala
ini sudah menghilang.
g. Konstipasi atau Obstipasi
Pengaruh hormon progesteron dapat menghambat
peristaltik usus, menyebabkan kesulitan untuk buang air besar
h. Pigmentasi Kulit
Terdapat pigmentasi kulit disekitar pipi (cloasma
gravidarum).Pada dinding perut terdapat striae albican, striae
livide dan linea nigra semakin menghitam. Pada sekitar payudara
terdapat hiperpigmintasi pada bagian areola mammae, puting susu
makin menonjol.
i. Epulis
Hipertrofi gusi yang disebut epuils, dapat terjadi saat kehamilan.
j. Varices
Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron
terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka
yang mempunyai bakat.Penampakan pembuluh darah terjadi pada
sekitar genetalia, kaki, betis, dan payudara.Penampakan pembuluh
darah ini menghilang setelah persalinan, (Saifudin, 2010)
1. Tanda Tidak Pasti Kehamilan
a. Perut Membesar
b. Pada pemeriksaan dalam di temui:
1) Tanda Hegar yaitu perubahan pada rahim menjadi lebih
panjang dan lunak sehingga seolah-olah kedua jari dapat saling
bersentuhan.
2) Tanda Chadwicks yaitu vagina dan vulva mengalami
peningkatan pembuluh darah sehingga makin tampak dan
kebiru-biruan karena pengaruh estrogen.
3) Tanda Piscaceks yaitu adanya pelunakan dan pembesaran pada
unilateral pada tempat implantasi (rahim).
4) Tanda Braxton Hicks yaitu adanya kontraksi pada rahim yang
disebabkan karena adanya rangsangan pada uterus.
5) Pemeriksaan test kehamilan positif.
c. Tanda Pasti Kehamilan
1) Gerakan janin dalam rahim
2) Terlihat dan teraba gerakan janin, teraba bagian-bagian janin.
Denyut jantung janin Didengar dengan stetoskop Laenec,
alat Kardiotografi, dan Doppler. Dilihat dengan ultrasonografi,
(Saifudin, 2010)
2.3.4 Konsep Kehamilan Trimester III
Kehamilan adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janinKehamilan trimester III yaitu periode 3 bulan
terakhir kehamilan yang dimulai pada minggu ke-28 sampai
minggu ke-40.6 Pada wanita hamil trimester III akan mengalami
perubahan Fisiologis dan psikologis yang disebut sebagai periode
penantian. Menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya,
wanita hamil tidak sabar untuk segera melihat bayinya. Saat ini
juga merupakan waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan
kedudukan sebagai orang tua seperti terpusatnya perhatian pada
kelahiran bayi, ( Manuaba 2010).
Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ke tiga, wanita
mungkin merasa cemas terhadap kehidupan bayi dan kehidupannya
sendiri. Seperti : apakah nanti bayinya lahir abnormal,
membayangkan nyeri, kehilangan kendali saat persalinan, apakah
dapat bersalin normal, apakah akan mengalami cedera pada vagina
saat persalinan. Ibu juga mengalami proses duka lain ketika ibu
mengantisipasi hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus yang
dirasakan selama hamil, perpisahan terhadap janin dalam
kandungan yang tidak dapat dihindari, perasaan kehilangan karena
uterusnya akan menjadi kosong secara tiba-tiba. Umumnya ibu
dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain dan lebih menutup
diri karena perasaan rentannya yang merupakan gejala depresi
ringan. Menjelang akhir kehamilan ibu akan semakin mengalami
ketidak nyamanan fisik seperti rasa canggung, jelek, berantakan
dan memerlukan dukungan yang kuat dan konsisten dari suami dan
keluarga. Dan pada pertengahan trimester ke tiga, hasrat seksual
ibu menurun, dan perlu adanya komunikasi jujur yang dengan
suaminya terutama dalam menentukan posisi dan kenyamanan
dalam hubungan sek, ( Manuaba 2010).
Perubahan fisiologis pada kehamilan trimester terjadi pada :
a. Uterus. Uterus mulai menekan kearah tulang belakang, menekan
vena kava dan aorta sehingga aliran darah tertekan. Pada akhir
kehamilan sering terjadi kontraksi uterus yang disebut his palsu
(braxton hicks). Itmus uteri menjadi bagian korpus dan berkembang
menjadi segmen bawah rahim yang lebih lebar dan tipis, servik
menjadi lunak sekali dan lebih mudah dimasuki dengan satu jari
pada akhir kehamilan.
b. Sirlukasi Darah dan Sistem Respirasi Volume darah meningkat 25%
dengan puncak pada kehamilan 32 minggu diikuti pompa jantung
meningkat 30%. Ibu hamil sering mengeluh sesak nafas akibat
pembesaran uterus yang semakin mendesak kearah diafragma.
c. Traktus digestivus. Ibu hamil dapat mengalami nyeri ulu hati dan
regurgitasi karena terjadi tekanan keatas uterus. Sedangkan
pelebaran pembuluh darah pada rectum, bisa terjadi.
d. Traktus urinarius. Bila kepala janin mulai turun ke PAP, maka ibu
hamil akan kembali mengeluh sering kencing.
e. Sistem muskulus skeletal. Membesarnya uterus sendi pelvik pada saat
hamil sedikit bergerak untuk mengkompensasi perubahan bahu lbh
tertarik ke belakang, lebih melengkung, sendi tulang belakang lbh
lentur sehingga mengakibatnya nyeri punggung .
f. Kulit. Terdapat striae gravidarum, mengeluh gatal, kelenjar sebacea
lebih aktif. Berat badan akan mengalami kenaikan sekitar 5,5 kg .
g. Metabolisme Perubahan metabolisme seperti terjadi kenaikan
metabolisme basal sebesar 15-20% dari semula, terutama pada
trimester ketiga, penurunan keseimbangan asam basa dari 155 mEq
per liter menjadi 145 mEq per liter akibat hemodelusi darah dan
kebutuhan mineral yang diperlukan janin. Kebutuhan protein wanita
hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,
perkembangan organ kehamilan, dan persiapan laktasi. Dalam
makanan diperlukan protein tinggi sekitar 0,5 g/kg berat badan atau
sebutir telur ayam sehari. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat,
lemak dan protein. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil seperti :
kalsium 1,5 gram setiap hari dan 30-40 gram untuk pembentukan
tulang janin, Fosfor rata-rata 2 gram dalam sehari, Zat besi 800 mg
atau 30-50 mg per hari dan air yang cukup.
Perubahan Kardiovaskuler. Volume darah total ibu hamil
meningkat 30-50%, yaitu kombinasi antara plasma 75% dan sel darah
merah 33%dari nilai sebelum hamil. Peningkatan volume darah
mengalami puncaknya pada pertenahan kehamilan dan berakhir pada usia
kehamilan 32 minggu, setelah itu relative stabil, ( Manuaba 2010).
Postur dan posisi ibu hamil mepengaruhi tekanan arteri dan
tekanan vena. Posisi terlentang pada akhir kehamilan, uterus yang besar
dan berat dapat menekan aliran balik vena sehingga pengisian dan curah
jantung menurun. Terdapat penurunan tekanan darah normal pada ibu
hamil yaitu tekanan sistolik menurun 8 hingga 10 poin, sedangkan tekanan
diastolic mengalami penurunan sekitar 12 poin. Pada kehamilan juga
terjadi peningkatan aliran darah ke kulit sehingga memungkinkan
penyebaran panas yang dihasilkan dari metabolisme.
Pertumbuhan dan perkemgangan janin pada trimester III,
diantaranya ada akhir bulan ke-7 (minggu ke-28), pertumbuhan rambut
dan kuku yang semakin memanjang, gerakan mata membuka dan
menutup, gerakan menghisap semakin kuat, panjang badan 23 cm dan
berat 1000 gram. Minggu ke-29 sampai ke-32 (bulan kedelapan), tubuh
janin sudah terisi lemak dan verniks kaseosa menutupi permukaan tubuh
bayi termasuk rambut lanugo. Kuku kaki mulai tumbuh sedangkan kuku
tanga sudah mencapi ujungnya. Janin sudah punya kendali gerak
pernafasan yang berirama dan temperature tubuh. Mata telah terbuka dan
reflek cahaya terhadap pupul muncul diakhir bulan. Ukuran panjang rata-
rata 28 cm, berat 3,75 pon. Minggu ke-33 sampai ke-36 (bulan
kesembilan), kulit halus tanpa kerutan di akhir bulan, kuku jari kaki
mencapai ujungnya, biasanya testis, ( Manuaba 2010).
Pada kehamilan trimester III juga terjadi ketidaknyamanan6,
seperti
a. Frekwensi berkemih pada trimester ketiga sering dialami
pada kehamilan primi setelah terjadi lightening. Efek
lightening adalah bagian presentasi akan menurun masuk ke
dalam panggul dan menimbulkan tekanan langsung pada
kandung kemih, sehingga merangsang keinginan untuk
berkemih. Terjadi perubahan pola berkemih dari diurnal
menjadi nokturia karena edema dependen yang terakumulasi
sepanjang hari diekskresi. Dan cara mengatasinya dengan
menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi dan
menyarankan untuk mengurangi asupan cairan mnjelang
tidur sehingga tidak mengganggu kenyamanan tidur malam.
Konstipasi diduga akibat penurunan peristaltik yang
disebabkan relaksasi otot polos pada usus besar ketika
terjadi penurunan jumlah progesterone. Akibat pembesaran
uterus atau bagian presentasi menyebabkan penrgeseran
pada usus dan penurunan mortilitas pada saluran
gastrointestinal. Dan bisa juga akibat efek mengkonsumsi
zat besi. Konstipasi dapat memacu hemoroid.
b. Perubahan ini akibat penekanan uterus yang membesar pada
vena panggul saat wanita tersebut duduk atau berdiri dan
penekanan Edema devenden dan Varises, kedua hal ini
disebabkan oleh gangguan sirkulasi vena dan meningkatnya
tekanan vena pada ekstremitas bagian bawah pada vena kava
inferior saat berbaring.
c. Nyeri Ligemen. Ligament teres uteri melekat di sisi-sisi
tepat dibawah uterus. Secara anatomis memiliki kemampuan
memanjang saat uterus meninggi an masuk kedalam
abdomen. Nyeri ligamentum teres uteri diduga akibat
peregangan dan penekanan berat uterus yang meningkat
pesat pada ligament. Ketidak nyamanan ini merupakan salah
satu yang harus ditoleransi oleh ibu hamil. Nyeri punggung
bawah tepatnya pada lumbosakral yang diakibatkan
terjadinya pergeseran pusat gravitasi dan postur tubuh ibu
hamil, yang semakin berat seiring semakin membesarnya
uterus. Pengaruh sikap tubuh lordosis, membungkuk
berlebihan, jalan tanpa istirahat, mengangkat beban berat
terutama dalam kondisi lelah, ( Manuaba 2010).
2.4Tinjauan Teori Tipologi Masalah
1. Anemia pada Kehamilan
a. Pengertian
Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu dengan dengan
kadar hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau
kadar < 10,5 gr pada trimester II (Soebroto, 2009 : 12).
b. Macam-macam anemia selama kehamilan
1) Anemia Defisiensi Besi
Penyebab tersering anemia selama kehamilan dan masa
nifas adalah defisiensi besi dan kehilangan darah akut. Tidak
jarang keduanya saling berkaitan erat, karena pengeluaran darah
yang berlebihan diserta hilangnya besi hemoglobin dan
terkurasnya simpanan besi pada suatu kehamilan dapat menjadi
penyebab penting anemia defisiensi besi pada kehamilan
berikutnya. Status gizi yang kurang sering berkaitan dengan
anemia defisiensi besi (Subroto, 2009 : 15). Pada gestasi biasa
dengan satu janin, kebutuhan ibu akan besi yang dipicu oleh
kehamilannya rata-rata mendekati 800 mg, bila tersedia, untuk
ekspansi massa hemoglobin ibu sekitar 200 mg atau lebih keluar
melalui usus, urin dan kulit. Jumlah total ini 1000 mg jelas
melebihi cadangan besi pada sebagian besar wanita. Kecuali
apabila perbedaan antara jumlah cadangan besi ibu dan
kebutuhan besi selama kehamilan normal yang disebutkan diatas
dikompensasi oleh penyerapan besi dari saluran cerna, akan
terjadi anemia defisiensi besi.
Dengan meningkatnya volume darah yang relatif pesat
selama trimester kedua, maka kekurangan besi sering
bermanifestasi sebagai penurunan tajam konsentrasi
hemoglobin. Walaupun pada trimester ketiga laju peningkatan
volume darah tidak terlalu besar, kebutuhan akan besi tetap
meningkat karena peningkatan massa hemoglobin ibu berlanjut
dan banyak besi yang sekarang disalurkan kepada janin. Karena
jumlah besi tidak jauh berbeda dari jumlah yang secara normal
dialihkan, neonatus dari ibu dengan anemia berat tidak
menderita anemia defisiensi besi .
2) Anemia akibat perdarahan akut
Pada awal kehamilan, anemia akibat perdarahan sering
terjadi pada kasus-kasus abortus, kehamilan ektopik, dan mola
hidatidosa. Perdarahan masih membutuhkan terapi segera untuk
memulihkan dan mempertahankan perfusi di organ-organ vital
walaupun jumlah darah yang diganti umumnya tidak mengatasi
difisit hemoglobin akibat perdarahan secara tuntas, secara umum
apabila hipovolemia yang berbahaya telah teratasi dan
hemostasis tercapai, anemia yang tersisa seyogyanya diterapi
dengan besi. Untuk wanita dengan anemia sedang yang
hemoglobinnya lebih dari 7 g/dl, kondisinya stabil, tidak lagi
menghadapi kemungkinan perdarahan serius, dapat berobat jalan
tanpa memperlihatkan keluhan, dan tidak demam, terapi besi
selama setidaknya 3 bulan merupakan terapi terbaik
dibandingkan dengan transfusi darah (Sarwono, 2009 ).
c. Klasifikasi anemia berdasarkan tingkatannya, yaitu :
Pembagian anemia berdasarkan tingkatannya dapat digolongkan
sebagai berikut : Hb > 11 gr % tidak anemia, Hb 9-10,9 gr % anemia
ringan, Hb 7-8,9 gr % anemia sedang, Hb < 7 gr % anemia berat
(Manuaba, 2009 : 92)
d. Penyebab Anemia Kehamilan
Penyebab anemia kehamilan menurut Gultom (2005), adalah
sebagai berikut :
1) Kurangnya mengkonsumsi makanan kaya zat besi, terutama
yang berasal dari sumber hewani yang mudah diserap.
2) Kekurangan zat besi karena kebutuhan yang meningkat seperti
pada kehamialn
3) Kehilangan zat besi yang berlebihan pada pendarahan termasuk
haid yang berlebihan, sering melahirkan dengan jarak yang
dekat.
4) Pemecahan eritrosit terlalu cepat (hemolisis)
e. Etiologi Anemia dalam Kehamilan
Menurut Prawiroharjo (2009 : 435), etiologi anemia defisiensi
besi pada kehamilan, yaitu :
1) Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah
2) Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma
3) Kurangnya zat besi dalam makanan
4) Kebutuhan zat besi meningkat
5) Gangguan pencernaan dan absorbs
f. Gejala
Gejala-gejala yang Muncul pada Anemia Menurut Indoglobal,
(2007) gejala-gejala yang sering muncul pada anemia :
1) 5 L (letih, lelah, lemah, lesu dan lunglai)
2) Nafsu makanan penurun atau anoreksia
3) Sakit kepala
4) Konsentrasi menurun
5) Pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk
6) Nafas pendek (pada anemia yang parah)
Pada pemeriksaan didapat gejala anemia :
1) Kulit pucat
2) Kuku-kuku jari pucat
3) Rambut rapuh (pada anemia yang parah)
g. Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan
Menurut Manuaba, (2010) Pengaruh Anemia terhadap kehamilan,
adalah :
1) Bahaya selama kehamilan :
a) Abortus
b) Partus prematuritas
c) Phambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
d) Mudah terjadi infeksi
e) Ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 g%)
f) Mola hidatidosa
g) Hiperemesis gravidarum,
h) Perdarahan antepartum
i) Ketuban pecah dini (KPD)
2) Bagi hasil konsepsi anemia dalam kehamilan memberi pengaruh
kurang baik, seperti :
a) Kematian mudigah
b) Kematian perinatal
c) Prematuritas
d) Dapat terjadi cacat bawaan
e) Cadangan besi kurang
h. Cara Pencegahan Anemia
Menurut Herlina, (2007) Cara mencegah anemia adalah :
1) Meningkatkan konsumsi zat besi terutama dari sumber hewani
yang mudah diserap.
2) Minum 1 tablet tambah darah setiap hari bagi ibu hamil minimal
1 tablet selama kehamilan.
3) Mengantur jarak kelahiran dengan menjadi peserta keluarga
berencana (KB).
2.5 Rokok
a. Pengertian Rokok
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti
merasa lebih jantan.Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu
terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun
orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
b. Kandungan Rokok
Dalam sebatang rokok mengandung :
1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200
diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker
bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin,
karbon monoksida, dan zat-zat berbahaya lainya.
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat
bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan
pengiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin
tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang
dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya
daripada polusi di jalanan raya yang macet,( Ambarwati ,2010)
c. Bahaya rokok
1. Penyakit jantung
Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan
pada pembuluh darah.Kondisi ini merupakan penumpukan zat
lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan
membuat penyempitan pembuluh darah.Hal ini menyebabkan
penyakit jantung.
Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat
menyebabkan angina atau nyeri dada.Jika satu arteri atau lebih
menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.
Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama
seseorang merokok, semakin besar kesempatannya
mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung
atau stroke.
2. Penyakit paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis
meningkat karena merokok.Penyakit ini sering disebut sebagai
penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah
buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya
meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun
bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya
akan jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer
Society.
3. Kanker paru dan kanker lainnya
Kanker paru-paru sudah lama dikaitkan dengan bahaya rokok,
yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut,
kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga
dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher
rahim dan kanker darah (leukemia).
4 Cleveland Clinic.
Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes,
seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh
darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.
5. Impotensi
Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit
pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang
membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke penis
kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh
darah yang kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi atau
impoten.
6. Menimbulkan kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko
degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua.
Dalam setudi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada
tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih
mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk
mengembangkan degenerasi makula, yang merusak makula, pusat
retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.
7. Penyakit mulut
Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker
mulut, kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas, ,
( Ambarwati ,2010)
Tambahkan bahaya dampak rokok pada ibu hamil
2.6 Konsep manajemen asuhan keluarga
Menurut Meilani (2009) dalam memecahkan masalah pasiennya,
bidan menggunakan manajemen yaitu suatu metode yang digunakan oleh
bidan dalam menentukan dan mencari langkah-langkah pemecahan
masalah serta melakukan tndakan untuk menyelamatkan pasiennya dari
gangguan kesehatan
Langkah-langkah kebidanan komunitas:
1. Identitas masalah
Dalam identifikasi masalah bidan melakukan pengumpulan data
berdasarkan sumber data, pengumpulan dilakukan secara langsung di
masyarakat (data subyektif) dan secara tidak langsung (data obyektif).
Data subyektif didapat dari informasi yang langsung diterima
dari masyarakat melalui wawancara.Data obyektif adalah data yang
diperoleh dari hasil obserfasi pemeriksaan dan penelaahan catatan
keluarga, masyarakat dan lingkungannya.
Kegiatan yang dilakukan oleh bidan dalam pengumpulan data ini
adalah pengumplan data tentang keadaan kesehatan desa dan pencatatan
data keluarga sebagai sasaran pemeriksaan.
2. Data Desa
Data desa meliputi:
a. Wilayah desa (Luas, keadaan geografi, jarak desa dan fasilitas
kesehatan pemeriksaan).
b. Penduduk (jumlah, komposisi penduduk, jumlah keluarga, mata
pencaharian, pertumbuhan penduduk, dinamika penduduk).
c. Status kesehatan (angka kematian, jenis dan angka kesaktan ibu,
anak dan balita).
d. Keadaan lingkungan (jumlah sarana air minum, jumlah jamban
keluarga, pembuangan sampah dan kotoran, pembuangan tinja dan
kondisi tinja).
e. Sosial ekonomi (pendidikan, pendapatan perkapita, organisasi dari
lembaga swadaya masyarakat yang ada, media komunikasi yang
dimiliki masyarakat).
f. Data keluarga
g. Pemeriksaan fisik anggota keluarga yaitu ibu, bayi dan balita.
h. Pemeriksaan lingkungan keluarga (rumah, pekarangan, pembuangan
sampah dan kotoran).
3. Analisa dan Perumusan Masalah
Setelah data dikumpulkan dan dicatat sebagai syarat dengan
ditetapkan masalah kesehatan lingkungan di komuniti.
a. Analisis
Tujuan analisis adalah menggunakan data yang terkumpul
dan mencari kaitan satu dengan lainnya sehingga ditemukan
berbagai masalah, melalui proses analisis ditemukan jawaban
tentang hubungan antara penyakit atau kasus kesehatan dengan
lingkungan keadaan sosial budaya (perilaku). Pelayanan kesehatan
serta faktor keturunan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dapat dikumpulkan berdasarkan hasil
analisi.Dalam rumusan masalah mencakup masalah utama dan
penyebabnya serta masalah potensial.
4. Rencana dan Tindakan
Bila sudah diketahui masalah utama kesehatan lingkungan serta
penyebannya, maka disusun rencana dan tindakan yang dilakukan.
Tindakan dilakukan berdasarkan rencana yang disusun:
a. Rencana
Rencana untuk pemecahan masalah kesehatan lingkungan di
komunitas dapat dibagi menjadi tujuan, rencana pelaksanaan, dan
evaluasi.Untuk pencapaian tujuan tersebut perlu ditetapkan sasaran,
maka disusun rencana pelaksanaan.
Di dalam pelaksanaan mencakup:
1) Pemeliharaan kesehatan lingkungan.
2) Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan yang diberikan pada
keluarga.
Untuk mengetahui hasil suatu upaya, maka perlu ditentukan
kriteria keberhasilan, kriteria ini ditetapkan di dalam rencana
evaluasi tercakup:
1) Tingkat kesehatan lingkungan.
2) Frekuensi penyuluhan.
3) Partisipasi keluarga dalam bentuk tindakan.
b. Tindakan
Di dalam pelaksanaan kegiatan, bidan harus memonitor
perkembangan dan perubahan yang terjadi terhadap lingkungan
kemungkinan penetapan tujuan juga tidak tepat, bila hal ini terjadi,
maka perlu dilakukan modifikasi dan juga menyebabkan
perubahan dalam melaksanakan tindakan dan evaluasi.
5. Evaluasi
Tujuan evaluasi adalah mengetahui ketepatan dan kesempurnaan
antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang ditetapkan. Suatu
pengkajian dinyatakan berhasil bila evaluasi menunjukan data yang
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Bila tujuan tidak tercapai,
maka perlu dikaji kembali penyebabnya. Bila kegiatan berhasil
mencapai tujuan maka identifikasi dilakukan dalam mengantisipasi
kemungkinan terjadi masalah lain yang timbul akibat keberhasilan
tersebut.

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA PADA KELUARGA Tn.”S”
DI DUSUN LANDO LAUQ,DESA LANDO ,KECAMATAN TERARA,
LOMBOK TIMUR
2018

Hari/Tgl : Selasa, 11 Desember 2018


Jam : 14.00 wita
RT/RW : 00/00
Desa :Lando
Kecamatan : Terara
Nama responden : Ny. R
Nama supervisor : Yuli
NIM :038 SYEBID 18

I. PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Struktur Keluarga
Nama Kepala Keluarga : Tn.S
Umur : 28 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Sasak/indonesia
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
Pendapatan Per Bulan : Rp. 300.000
Alamat : Dusun Lando lauq, Rt. 02, Desa Lando, Kec.
Gerung, Kab.Lombok Timur
Telepon :-

2. Daftar anggota keluarga


No Nama Umur JK Hub. keluarga Pendidikan Pekerjaan Agama

1 Tn. S 28 L Suami SD Petani Islam


2 Ny. R 16 P Istri SD IRT islam

Genogram
:
Keterangan Denogram:

Tipe keluarga : keluarga inti


Keterangan : Didalam keluarga hanya ada suami dan istri
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Ibu mengatakan perkembangan keluarga yang dulu sampai saat ini
berkembang dengan baik.
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Ibu mengatakan masih banyak hal yang belum terpenuhi dalam
perkembangan keluarga
3. Riwayat kesehatan keluarga inti
Ibu mengatakan kesehatan dari keluarga kurang baik-baik saja
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Ibu mengatakan keluarga tidak memilki riwayat kesehatan penyakit
menular seperti Diabetes militus, Hipertensi, HIV/AIDS dan lain-lain.
C. DATA LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah
Permanen, lantai menggunakan semen dan atap menggunakan genteng
Denah rumah:

Dapur
k. tidur

pintu

2. Karakteristik tetangga dan komunitasnya


Ibu mengatakan karateristik tetangga dan komunitasnya baik dan
saling mendukung
3. Mobilitas geografis keluarga (lama keluarga tinggal di dusun atau
pindahan)
Ibu mengatakan sejak baru menikah sampe sekarang sudah tinggal di
Dusun Lando Lauq,Lando.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ibu mengatakan keluarga berinteraksi dengan baik terhadap
masyarakat
5. Sistem pendukung keluarga
Ibu mengatakan sistem pendukung keluarga adalah BPJS
D. STRUKTUR KELUARGA
1. Struktur peran
a. Suami : Berperan sebagai pencari nafkah dengan berkerja sebagai
petani
b. Istri : Berperan sebagai ibu rumah tangga dan mengurus
suaminya
2. Nilai dan norma kleuarga
Keluarga menerapkan pola asuh yang sebaik mungkin
3. Pola komunikasi keluarga
Ibu mengatakan berkomunikasi dengan baik antar anggota keluarga
4. Struktur kekuasaan keluarga (siapa pengambil keputusan)
Ibu mengatakan pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami

E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi ekonomi
Ibu mengatakan ekonomi di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari
seperti membeli lauk pauk untuk makan dan sebagian ditabung
sebagai modal untuk kebutuhan rumah tangga.
2. Fungsi mendapatkan status sosial
Ibu mengatakan tidak pernah dikucilkan
3. Fungsi pendidikan
Ibu mengatakan di dalam keluarga belum ada anak yang bersekolah
4. Fungsi sosial
Ibu mengatakan bersosialisasi baik dengan masyarakat
5. Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan
a. Mengenal masalah kesehatan
Ibu mengatakan sudah bisa mengenal masalah kesehatan seperti
batuk, filek, hipertensi dan lain-lain.Dan sudah paham dan
mengerti bila anggota keluarga sakit harus segera di bawa ke
fasilitas kesehatan seperti Puskemas/pustu/Rumah sakit.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Ibu mengatakan yang mengambil keputusan mengenai tindakan
kesehatan adalah kepala keluarga atau suami
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Ibu mengatakan sudah mampu merawat anggota keluarga yang
sakit dengan segera membawanya ke puskesmas.
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan
rumah yang kuat
Ibu mengatakan mampu memelihara lingkungan sekitar rumah
e. Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Ibu mengatakan jika ada keluarga yang sakit langsung dibawa ke
Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, PUSTU atau Rumah Sakit
6. Fungsi religius
Ibu mengatakan keluarga selalu beribadah tepat waktu
7. Fungsi rekrasi
Ibu mengatakan sering jalan-jalan untuk menghilangkan setres
8. Fungsi reproduksi
Ibu mengatakan tidak ada keputihan
9. Fungsi afektif (saling asuh,keakraban dan identifikasi)
Ibu mengatakan sesama anggota keluarga sangat akrab dan saling
menyanyangi.
F. STRES DAN KOPING KELUARGA
1. Stresor jangka pendek dan panjang :
- Stresor jangka pendek :
Ibu mengatakan beban pikiran yang sedang dipikirkan saat ini
adalah mengenai persalinannya.
- Stresor jangka panjang :
Ibu mengatakan beban pikiran jangka Panjang yang sedang
dipikirkan saat ini adalah mengenai pembangunan rumah.

2. Kemampuan keluarga berespons terhadap stresor :


Ibu mengatakan respon terhadap stressor saat ini dirundingkan secara
bersama-sama mengenai pembangunan rumah.
3. Strategi koping yang digunakan :
Ibu mengatakan dengan cara menabung dana untuk rencana
pembangunan rumahnya.
4. Strategi adaptasi disfungsional (pengambinghitaman,penggunaan
ancaman,dll) :
Ibu mengatakan tidak ada yang menjadi pengambinghitaman dan
penggunaan ancaman
G. KEBIASAAN SEHARI-HARI
1. Kebiasaan tidur
No Nama Kebiasaan tidur
anggota
keluarga

1 Tn S Tidur malam ± 6 jam, tidur siang ± 30 menit


2 Ny. R Tidur malam ± 6 jam, tidur siang ± 1 jam

2. Kebiasaan makan
No Nama anggota Kebiasaan makan
keluarga

1 Tn S Frekuaensi 3x sehari ,komposisi :


2 Ny. R
nasi,lauk, sayur
Frekuensi 3x sehari, komposisi : nasi, lauk,
sayur

3. Pola eliminasi
No Nama Pola eliminasi
anggota
keluarga

1 Tn S BAB 1x/hari , BAK ± 4s/d 5x/ hari


2 Ny. R BAB 1x/ hari , BAK ± 5s/d 6x/ hari

4. Kebersihan perorangan
No Nama Kebersihan Perorangan
Anggota
Keluarga

1 Tn. S Mandi 3x sehari, gosok gigi 3x sehari, ganti


pakaian 2x sehari
2 Ny. R
Mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, ganti
pakaian 2x sehari

5. Kebiasaan kesehatan
 Merokok : Suami
 Olahraga : Kadang-kadang
 Minum obat/jamu : Tidak ada
 Penggunaan waktu senggang : Istirahat
 Rekreasi keluarga : Kadang-kadang
 Keadaan sosial ekonomi :
Penghasilan
Penghasilan 1 bulan : Rp.300.000,00
Penghasilan tambahan : Rp.100.000,00
Pengeluaran : Rp.400.000,00
Kebutuhan pokok : Rp.350.000,00
 Situasi lingkungan : Cukup baik
 Rumah milik sendiri : Milik orang tua ( numpang)
 Jenis rumah : Permanen
 Atap rumah : Genteng
 Lantai rumah : Semen/ plester
 Ventilasi : Ada dan dimanfaatkan
 Kebersihan dan kerapian : Bersih dan rapi
 Pembuangan sampah : Di buang ke sungai
 Sumber air : Sumur
 Saluran pembuangan air limbah : Selokan/got
 Jamban : Tidak ada
 Kandang ternak : Tidak ada
 Pemanfaatan perkarangan : Tidak ada
 Pemanfaatan fasilitas kesehatan : Ibu mengatakan jika ada
keluarga yang sakit langsung dibawa ke Fasilitas kesehatan
seperti Puskesmas dan Rumah Sakit
 Keluarga mempunyai asuransi kesehatan atau tidak: tidak
memiliki
H. KEADAAN KESEHATAN KELUARGA
1. Riwayat kesehatan keluarga
2. Kebiasaan memeriksakan diri :
Waktu : bila sakit
Tempat : puskesmas, poskesdes
Alasan : .mudah di jangkau
3. Riwayat Kesehatan Psikososial dan Spiritual
a. Memenuhi kebutuhan jiwa : Tidak ada
b. Pemenuhan status sosial : Tidak ada
c. Riwayat kesehatan mental keluarga : Ibu mengatakan tidak ada
keluarga yang menderita penyakit mental
d. Gangguan mental pada anggota keluarga : Tidak ada
e. Penampilan tingkah laku anggota keluarga yang menonjol : Tidak
ada
4. Riwayat Spiritual Anggota Keluarga
No. Nama Kegiatan menjalankan ibadah Keterangan

1 Tn.S 5 waktu Patuh


2 Ny. R 5 waktu Patuh

5. Kesadaran keluarga tentang HIV/AIDS : Keluarga kurang mengetahui


tentang HIV/AIDS
6. Tanggapan anggota keluarga terhadap pelayanan kesehatan dan
pelayanan sosial : Setiap pelayanan masyarakat diharapkan dapat
meningkatkan pelayanannya.
7. Riwayat perkawinan : Ibu mengatakan ini perkawinan yang pertama
8. Riwayat kehamilan persalinan dan nifas yang lalu : Tidak ada
9. Ada tidaknya riwayat penyakit 3 bulan terakhir : Tidak ada
10. Riwayat KB
Sebelum/setelah Jenis alat Lama Efek
No Pengetahuan
hamil ke- kontrasepsi penggunaan samping

1. Sebelum hamil Suntik Enam bulan Tidak Kurang


3 bulan
ada

I. HARAPAN KELUARGA
Ibu mengatakan harapan kedepannya untuk keluarga bisa memiliki
rumah, ,untuk ibu diri sendiri mengatakan supaya keluarga tetap sehat
selalu, bisa melahirkan dengan lancar, sehat dan normal saat proses
persalinan nanti.
J. DATA KESEHATAN IBU HAMIL (BILA ADA)
1. Ibu Hamil
a) Riwayat menstruasi
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 6-7 hari
Teratur/tidak : Tidak
Dismenorhoe : Tidak
Flour albus : Kadang- kadang
Contact bleeding : Tidak ada
HPHT : 01-01-2019
b) Riwayat kehamilan yang lalu
No. Hamil Lahir UK Komplikasi Tempat Penolong BBL JK Keadaan Nifas
ke persalinan anak

1 Ini - - - - - - - - -
c) Riwayat kehamilan sekarang
Usia Kehamilan : 38 minggu
Gerakan Janin : masih dirasakan
ANC : 8 kali di poskesdes ,posyandu dan
puskesmas
Tanda bahaya/penyulit :Tidak ada
Keluhan umum : Pusing , mual dan sesak.
Obat /jamu yang dikonsumsi : Tidak ada
Imunisasi TT : TT1 (18-09-2018)
Perawatan payudara : Tidak pernah
Senam hamil : Tidak dilakukan
Kekhawatiran khusus : Tidak ada
Kepercayaan selama hamil : tidak ada
Keluarga brencana :-
d) Usaha sehat atau JPKM : Ada
e) Usaha pemeliharaan kesehatan : Ada
f) Keadaan kesehatan keluarga saat kunjungan
No. Nama Umur Jk Keadaan saat Perawatan
kunjungan

1 Tn S 28 L Sehat -
2 Ny. R 16 P Kurang sehat

II. PEMERIKSAAN FISIK


Kepala Keluarga / Anggota keluarga
1. Tn. S ( suami )
KU : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV :
TD : 110/10 mmHg S : 36,7oC
N : 85 x/menit Rr : 24 x/menit
- Kepala
Inspeksi : Rambut hitam, lebat, ada ketombe
Palpasi : Rambut tidak rontok
- Muka
Inspeksi : Simetris, tidak ada benjolan
Palpasi : Tidak ada oedema dan nyeri tekan.
- Mata
Inspeksi : Simetris, tidak ada secret, sklera putih, konjungtiva merah
muda
- Hidung
Inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada polip.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan.
- Mulut dan gigi
Inspeksi : Bibir tidak pucat, mukosa mulut lembab, gigi tidak
berlubang, gigi tidak berdarah, tidak ada karies pada gigi.
- Telinga
Inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada penumpukan serum
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan.
- Leher
Inspeksi : Simetris, bersih
Palpasi :Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pemebesaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar
limpe
- Dada
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
- Abdomen
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
- Ekstremitas atas dan bawah :
Inspeksi : Jari normal, tidak ada oedema pada ekstermitas atas dan
bawah, tidak ada varises pada ektermitas bawah
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
2. Ny. R (istri)
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentis
c. Tanda-tanda vital :
- Suhu : 36,6 C (aksila)
- Nadi : 85 kali/menit
- Pernafasan : 19 kali/menit
- Hb : 9,1 gr%
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Berat bada saat ini : 58 kg
- Berat badan sebelum hamil : 65 kg
- Tinggi badan : 152 cm
- LILA : 29 cm
- HPL : 01-01-2019
d. Kepala
Inspeksi : Warna rambut hitam, kulit kepala bersih, tidak ada bekas
luka dan lesi, tidak ada ketombe, tidak ada benjolan.
Palpasi : Tidak adanya nyeri tekan dan oedema tidak ada benjolan.
e. Wajah
Inspeksi : Tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum.
Palpasi : Tidak adanya oedema pada frontalis, zigomatikum.

f. Mata
Inspeksi : Simetris, kemampuan berkedip normal, gerakan mata
normal, pupil sama besar, konjungtiva tidak anemis, skelera
tidak ikterik.
g. Telinga
Inspeksi : Simetris, bersih, ada lubang telinga, tidak ada pengeluaran
sekret.
h. Hidung
Inspeksi : Simetris, tidak ada pengeluaran sekret, tidak ada polip.

i. Mulut dan gigi


Inspeksi : Bibir lembab dan tidak pucat, tidak pecah-pecah, lidah tidak
pucat, tidak ada caries, gusi tidak pucat.
j. Leher
Inspeksi : Tidak ada lesi, tidak adanya bekas luka operasi.
Palpasi : Tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe, tidak terdapat
pembengkakan kelenjar tiroid, tidak adanya bendungan
vena jugularis.
k. Payudara
Inspeksi : Bentuk simetris, keadaan puting tidak menojol, tidak ada
lesi dan bekas luka operasi.
Palpasi : Tidak ada rasa nyeri tekan, tidak terdapat benjolan/massa,
ada pengeluaran cairan /colostrums.
l. Abdomen
Inspeksi : Tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat linea.
Palpasi :
Leopold I : TFU 30 cm
Leopold II : bagian kanan teraba datar keras seperti papan
( punggung) Leopold III : teraba bulat keras meleting ( kepala) belum
masuk PAP
Leopold IV : Tidak dilakukan
Auskultasi : DJJ (140xmenit)
m. Ekstermitas
Ekstermitas atas : Kuku tangan tidak pucat, tidak oedema pada
metakarpal.

Ekstermitas bawah : Kuku kaki tidak pucat, tidak eodema pada tibia,
metakarpal dan tulang maleolus, reflek patella
kanan/kiri (+/+), tidak ada varises.
III. MASALAH
A. Analisis dan sintesis data (PES)
No Data Masalah Penyebab
1 Subjektif : Enemia pada - Tidak mengkonsumsi
ibu mengatakan sering pusing-pusing kehamilan makanan yang
Objektif : mengandung zat besi.
KU:Baik,Kesadaran:Compostmentis,
TD:120/80mmhg,S:36,60C,N:85x/Menit,
RR: 19x/Menit hb:9,1gr %
Konjungtiva ibu: pucat
2. Subjektif: Kurangnya Merasa lebih enak jika
Ibu mengatakan suaminya merokok pengetahuan merokok (kecanduan)
Objektif: keluarga tentang
KU:baik,kesadaran:composmentis bahaya merokok
TD:110/80mmhg,N:80x/menit,
R:24x/menit.
Suami: bibirnya hitam kehitaman dan
gusi hitam

B. Perumusan masalah kebidanan


No Masalah Kebidanan
1 Ibu kurang mengkonsumsi zat besi.
2.
Bahaya asap rokok bagi tubuh perokok pasif dan perokok aktif

C. Penilaian (Skoring) masalah kebidanan


No Kriteria Skor Pembenaran
.
1 a. Sifat 2/3 x 1 = 2/3 a. Masalah dapat mencam kesehatan
masalah : karena Anemia dapat berbahaya
ancaman bagi kehamilan ibu, tidak hanya itu
kesehatan kondisi janin dalam kandungan dan
ibu pun terancam dan masalah lain

b. Masalah dapat diubah hanya


1/2 x 2 = 1/4
sebagian dengan Pemberian
b. Kemungkinan
pendidikan kesehatan tentang
masalah
anemia adalah langkah awal dan
dapat diubah:
memotivasi ibu untuk
hanya
mengkonsumsi tablet Fe sesuai
sebagian
aturan dan menganjurkan ibu untuk
mengkonsusmsi makanan yang
mengandung zat besi akan
membantu mengatasi masalah
anemia yang dialami oleh ibu.
c.Potensial masalah dapat diubah
2/3 x 1 = 2/3
dengan cukup karena kadar
c. Potensial
hemoglobin dalam darah ( HB) bisa
masalah
dirubah dengan konsumsi zat besi
untuk diubah:
yang sesuai sedangkan ibu tidak
cukup
terlalu menyukai sayur hijau.

c. Masalah perlu segera ditangani


karena dampaknya langsung
d. Menonjolnya 2/2 x 1 = 2/2
mengancam nyawa dari ibu dan
masalah:
janin.
masalah
perlu segera
ditangani
JUMLAH: 2 1/12

2. a.sifat 2/3 x 1 = 2/3 a. Masalah merupakan ancaman


masalah kesehatan pada Tn.S dan Ny.R yang
:ancaman sebagai perokok aktif dan pasif
kesehatan adalah

Bagi perokok aktif: menganggu


kesehatan tubuh termasuk organ
dalam seperti jantung ,paru-paru dan
lain-lain.

Bagi perokok pasif :

Khususnya pada ibu hamil :


menyebabkan komplikasi yaitu
sindrom kematian mendadak pada
bayi (SIDS) dan Ibu hamil yang
terpapar asap rokok memberi
pengaruh buruk pada kondisijanin
yang dikandungnya

1/2 x 2 = 1/4 b.Masalah hanya dapat diubah hanya


b. masalah dapat sebagian dengan memeberikan KIE
diubah: hanya tentang bagaimana pengaruh dan
sebagian dampak perokok aktif dan pasif.

2/3 x 1 = 2/3 c. Potensial masalah dapat diubah


c. Potensial cukup karena merubah seseorang
masalah untuk perokok yang telah kecanduan
diubah: cukup cukup susah sedangkan perokok
ininsudah sejak lama memulai rokok.

d. Masalah tidak perlu segera


1/2x2=1/4
ditanganin karena dampaknya tidak
d. Menonjolnya
langsung terjadi dan terlalu
masalah:
mengancam nyawa
masalah tidak
perlu segera
ditangani

Jumlah 1 10 /12

D. Prioritas masalah kebidanan


Prioritas Masalah Kebidanan Skor
1 Anemia dalam kehamilan 2 10/12
2. Kurangnya pengetahuan keluarga 1 10 /12
tentang bahaya merokok

IV. RENCANA ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA


a) Masalah Kebidanan :kurangnya pengetahuan Ny. R tentang Anemia
1. Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
2. Beritahu ibu tentang pengetahuan kesehatan tentang gizi ibu hamil
3. Menjelaskan kepada ibu tentang keluhan yang di rasakan
4. Anjurkan ibu untuk istrahat yang cukup
5. Beritahu ibu cara mengkonsumsi tablet FE atau penambah darah yang
benar.
6. Jelaskan pada ibu tentang penyakit anemia
7. Anjurkan ibu untuk kunjungan satu minggu lagi
b) Masalah kebidanan : kurangnya pengetahuan tentang bahaya.
1 beritahu hasil pemeriksaan
2 beritahu bapak tentang bahaya rokok bagi perokok aktif dan pasif
khususnya untuk ibu yang sedang hamil.
3 menjelaskan kepada bapak tata cara jika ingin merokok.

Tujuan Kriteria Hasil/standar Intervensi


Untuk 1. Keluarga 1. Keluarga 1. Lakukan pendekatan
mengatasi dapat paham hasil terapeutik kepada
anemia pada mengetahui pemeriksaan keluarga
2. Keluarga Dengan pendekatan
Ny.”R” manfaat dan
mengkonsms paham terapeutik akan tercipta
i makanan tentang hubungan saling
yang yang di percaya dan terjalin
mengandung komsumsi kerjasama yang baik
zat besi. untuk antara petugas
meningkatk kesehatan dan klien
Diskusi tentang :
an kadar
Menjelaskan pada ibu
hemohlobin
tentang anemia ringan :
(HB) atau
a. Menjelaskan
anemia
pengertian anemia
3. Keluarga
ringan pada ibu
paham
hamil.
dampak jika
b. Menjelaskan
kadar
manfaat jika kadar
hemoglobin
HB(hemoglobin)
(HB) ibu
ibu hamil normal
hamil c. Menjelaskan
kurang dampak yang akan
(anemia ). timbul jika ibu
hamil menderita
anemia.
d. Mengajarkan pada
ibu untuk
mengkonsumsi
makanan yang
mengandung zat
besi dan teratur
mengkonsumsi
tablet penaambah
darah ( FE).
Untuk 1. keluarga 1. keluarga 2. Lakukan pendekatan
meningkatkan dapat paham hasil terapeutik kepada
pengetahuan mengetahui pemeriksaan keluarga
Dengan pendekatan
Tn.S bahaya rokok
2. keluarga terapeutik akan tercipta
Tentang bagi rokok
paham tentang hubungan saling
merokok aktif dan
bahaya dari percaya dan terjalin
perokok pasif.
merokok bagi kerjasama yang baik
perokok aktif antara petugas.
kesehatan dan klien
3. keluarga Diskusi : Menjelaskan
paham tentang tentang rokok :
a. apa itu perokok aktif
bahaya dari
dan pasif.
rokok bagi
b.bahaya rokok bagi
perokok pasif
perokok aktif (suami)
c.bahaya merokok bagi
perokok pasif khsussnya
ibu hamil ( istri)
c. tata cara jika ingin
merokok.

V. IMPLEMENTASI
No. Tanggal & waktu Masalah Kebidanan Implementasi
1. Tanggal : 09 desember 1. Kura 1. B
2018 ,pkl 02.00 wib ngnya kadar hemoglobin eritahu ibu hasil
( HB:9,1 gr%) atau pemeriksaan yang telah
anemia. dilakukan
2. M
enberikan KIE tentang gizi
pada ibu hamil .
3. M
enjelaskan tentang apa yang
dirasakan oleh ibu
( keluhan)
4. M
enjanjurkan kepada ibu
untuk istrahat yang cukup.
5. M
emberikan KIE tentang cara
meminum tablet penambah
darah yang benar ( FE).
6. M
enjelaskan tentang penyakit
anemia pada ibu hamil
7. M
enganjurkan ibu untuk
melakukan kunjungan ulang
seminggu lagi.
2.tanggal:13 desember Kebiasaan merokok 1 memberitahu hasil
2018,waktu:14.00 wib pemeriksaan
2 menjelaskan tentang
bahaya rokok bagi
perokok aktif dan perokok
pasif.
3 Menjelaskan kepaada
bapak tata cara merokok
jika ingin merokok.

VI. EVALUASI

No. Tanggal & waktu Masalah Kebidanan Implementasi


1. Tang 1. Kurangnya S:ibu mengatakan pusingnya sudah
gal :14 desember pengetahuan ibu berkurang .
2018,waktu:14.00 wita tentang anemia O:TD:120/80 mmhg ,
pada ibu hamil N:80x/menit,R:20x/menit.
Ibu:konjungtiva merah muda
A: Ny”R”G1P0A0H0 Uk 38
minggu dengan anemia pada ibu
hamil.
P: ibu mengerti,paham dan siap
melakukan semua yang
ddijelaskan sehingga anemia yang
diderita teratasi serta kesehatannya
terjaga dan siap melakukan
kunjungan ulang seminggu lagi.

2. tanggal : 14 desember Kurangnya S: ibu mengatakan suami tetap


2018 , waktu: 14:30 wita pengetahuan keluarga merokok
tentang bahaya
O:TD:120/90
merokok
mmhg.R:80x/menit ,N:20x/menit.
Bibirnya hitam , gusi hitam dan
gigi kekuningan.

A:Tn.R seorang petani , umur 28


tahun

P: keluarga mengerti tentang apa


bahaya rokok bagi perokok aktif
dan pasif. Dan akan merubah
sikapnya dalam hal merokok dan
juga tidak merokok didepan
istrinya yang sedang hamil.

BAB IV
PEMBAHASAN

Selama praktik kerja lapangan desa lando , Lombok timur, saya


melakukan asuhan kebidanan keluarga paa Tn.S dengan anggota keluarga
2 orang yaitu suami dan istri dengan jenis rumah permanen, tidak memiliki
hewan peliharaan, terdapat tempat pembuangan sampah sampah dan
pembuangan air limbah . pekerjaan Tn.S adalah petani dengan
pengahasilan perbulan Rp.300.000 dari hasil pengkajian yang didapatkan
ada dua masalah yaitu kurangnya kadar hemoglobin ( anemia) paa
kehamilan dan kurangnya pengetahuan keluarga tentang bahaya merokok.
Dari permasalahan tersebut dibuat perencanaan planning of Action
(POA)untuk masing-masing permasalahan yang ada dikeluarga Tn.S
Evaluasi pelaksanaan kegiatan:
a) Anemia pada kehamilan
Permasalahan yang muncul setelah pengkajian adalah kurangnya
konsumsi ibu terkait makanan yang mengandung zat besi .
perencanaan yang telah saya buat untuk permasalahan tersebut adalah
dengan melakukan pendidikan kesehatan dan mengajak pada ibu
bagaimana cara mengatasi masalah anemia pada kehamilan , dengan
keluarga Tn”S” pada tanggal 13 desember 2018,pukul 14.00 wita
hasilnya keluarga telah mengetahui dan melakukan bagaimana agar
anemia yang ada paa ibu hamil teratasi sesuai dengan kondisi ibu
Ny”R” yang menderita anemia.
b) Kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok
Permasalahan yang muncul setelah pengkajian adalah kurangnya
pengetahuan keluarga Tn”S” tentang bagaimana bahaya dari
merokok .perencanaan yang telah saya buat untuk permasalahan
tersebut adalah melakukan pendidikan kesehatan dan mengajarkan
pada bapak Tn”S” Pada tanggal 13 desember 2018,pukul :14.30 wita ,
hasilnya keluarga telah mengetahui tentang apa itu bahaya merokok
terutama bagi ibu hamil , sesuai dengan kondsi Tn”S” yang merokok
(suami).
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang di peroleh dari pelaksanaan praktek komunitas
kebidanan, sebagai berikut :
a. Dari data yang diperoleh selama pengkajian, keluarga Tn. “S” termasuk ke
dalam struktur keluarga Nutclear family.
b. Dari hasil analisa data selama melakukan pengkajian, terdapat prioritas
masalah sebagai berikut:
c. Kurangnya pengetahuan ibu tentang anemia pada ibu hamil dan kurangnya
pengetahuan keluarga tentang bahaya merokok
Dari hasil diagnosa masalah, dilakukan beberapa rencana tindakan
yang kemudian diimplementasikan sesuai dengan prioritas masalah yang
ada, kemudian dilakukan evaluasi dengan hasil sebagai berikut :
a) Keluarga mengerti dan mampu melakukan apa yang membuat
anemia pada ibu hamil teratasi.
b) Keluarga mampu menjelaskan tentang bahaya pada rokok
untuk perokok sendiri dan pada ibu hamil.
7.2 Saran
7.2.1 Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat
untuk institusi agar dapat meningkatkan kualitas mahasiswanya,
menambah bahan bacaan agar dapat menjadi acuan untuk mahasiswa.
7.2.2 Bagi Desa lando
Diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk dusun cempaka
putih agar dapat lebih meningkatkan lagi pelayanan komunitas
khususnya asuhan kebidanan anemia pada ibu hamil, untuk
mempermudah ibu dalam proses menjalani kehamilannya.

DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Eny Retna dan Rismintari, Y. Sriati.2010. Asuhan Kebidanan
Komunitas, plus contoh Askeb.Yogyakata : Numed
Andarmoyo, Sulistyo. 2012. Keperawatan Keluarga, Konsep Teori, Proses dan
Praktik Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Ambarwati, Eny Retna dan Rismintari, Y. Sriati.2010. Asuhan Kebidanan
Komunitas, plus contoh Askeb.Yogyakata : Numed
Andarmoyo, Sulistyo. 2012. Keperawatan Keluarga, Konsep Teori, Proses dan
Praktik Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Herlina, Asuhan kebidanan patologi pada kehamilan (2007),jakarta
Depkes RI. 2008. Riskesda.(Riset Kesehatan Dasar) 2007. Jakarta : Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2007
Dermawan, Deden. 2012. Buku Ajar Keperawatan Komunitas. Yogyakarta :
Gosyen Publishing
Depkes RI. 2010. Kecenderungan Masalah Gizi dan Tantangan di Masa Datang.
Jakarta.
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, 2010. Laporan Riskesda Jawa Tengah.
Jhonson dab Leny, R. 2010. Keperawatan Keluarga Plus Contoh Askep Keluarga.
Yogyakarta : Numed
Manuaba, I Gde. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, edisi 2.
Jakarta : EGC
Manuaba Ida Bagus Gde. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana, Edisi Revisi.Jakarta : EGC.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Pudiastuti, Ratna Dewi. 2012. Buku Ajar Kebidanan Komunitas teori dan aplikasi
dilengkapi contoh Askeb. Yogyakarta : Numed
Saifuddin Abdul Bari, dkk, 2008 Dan 210. Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Jakarta : JNPKKR-POGI, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Setiadi.2009. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Jakarta :Graha Ilmu
Soebroto, Ikhsan. 2009. Cara Mudah Mengatasi Problem Anemia.Yogyakarta :
Bangkit
WHO. 2009. Anemia Testing in Population-Based Surveys. Geneva
Winkjosastro Hanifa. 2009. Ilmu Kebidanan, Edisi 3,Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
“ANEMIA PADA KEHAMILAN”

Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Tentang anemia pada kehamilan


Sub Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Tentang anemia pada kehamilan
Hari/tanggal : 14 Desember2018
Pukul : 14.00-selesai
Tempat : Rumah paasien di Dusun Lando Lauq
Penyuluh : Mahasiswa DIII Kebidanan Stikes Yarsi Mataram
Sasaran : Ibu hamil Dusun Lando Lauq

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan ibu
bisa memahami tentang Anemia pada kehamilan
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan
masyarakatakan dapat menjelaskan tentang :

1. Mampu memahami pengertian dari Anemia


2. Mampu memahami macam-macam anemia dalam kehamilan
3. Mampu memahami klasifikasi Anemia
4. Mampu memahami penyebab Anemia
5. Mampu memahami etiologi dalam kehamilan
6. Mampu memahami gejala anemia dalam kehamilan
7. Mampu memahami pengaruh Anemia pada kehamilan.
8. Mampu memahami cara penanggulangan anemia dalam
kehamilan
III. Sasaran
Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya kepada Ny”R:
dengan Anemia pada kehamilan di Dusun Lando Lauq.
IV. Materi (Terlampir)
1 pengertian dari Anemia
2 macam-macam anemia dalam kehamilan
3 klasifikasi Anemia
4 penyebab Anemia
5 etiologi dalam kehamilan
6 gejala anemia dalam kehamilan
7 pengaruh Anemia pada kehamilan.
8 cara penanggulangan anemia dalam kehamilan
V. Media
Lembar
VI. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Evaluasi
VII. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 5 menit Pembukaan : Menjawab salam
1. Memberi salam Mendengarkan dan
2. Menjelaskan tujuan
memperhatikan
penyuluhan
3. Menyebutkan materi /
pokok bahasan yang akan
disampaikan
2.. 15 menit Pelaksanaan : Menyimak dan
Menjelaskan materi penyuluhan mendengarkan
secara berurutan dan teratur.
1. Menjelaskan Apa
Pengertian dari
Anemia
2. Menjelaskan
tentang macam-
macam Anemia.
3. Menjelaskan
klasifikasi Anemia
4. Menjelaskan
penyebab Anemia
dalam kehamilan
5. Menjelaskan
Etiologi Anemia
6. Menjelaskan gejala
dari Anemia pada
kehamilan.
7. Menjelaskan
penanggulangan
Anemia pada
kehamilan.
3. 5 menit Evaluasi : Menyimak dan
1. Menyimpulkan intimendengarkan
penyuluhan
2. Memberi kesempatan
kepada responden untuk
bertanya
3. Memberi kesempatan
kepada responden untuk
menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.
Penutup :
1. Menyimpulkan materi yang
telah disampaikan bersama-
sama
2. Menyampaikan terimakasih
atas perhatian dan waktu
yang telah diberikan.
3. Mengucapkan salam.

VIII. Evaluasi
Menanyakan kembali tentang materi yang dijelaskan pada pasien atau
keluaraga tentang :
1 pengertian dari Anemia
2 macam-macam anemia dalam kehamilan
3 klasifikasi Anemia
4 penyebab Anemia
5 etiologi dalam kehamilan
6 gejala anemia dalam kehamilan
7 pengaruh Anemia pada kehamilan.
8 cara penanggulangan anemia dalam kehamilan
BAB III
PEMBAHASAN MATERI
Anemia pada Kehamilan
a)Pengertian
Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu dengan dengan
kadar hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau
kadar < 10,5 gr pada trimester II (Soebroto, 2009 : 12).
b) Macam-macam anemia selama kehamilan
1. Anemia Defisiensi Besi
Penyebab tersering anemia selama kehamilan dan masa
nifas adalah defisiensi besi dan kehilangan darah akut. Tidak
jarang keduanya saling berkaitan erat, karena pengeluaran darah
yang berlebihan diserta hilangnya besi hemoglobin dan
terkurasnya simpanan besi pada suatu kehamilan dapat menjadi
penyebab penting anemia defisiensi besi pada kehamilan
berikutnya. Status gizi yang kurang sering berkaitan dengan
anemia defisiensi besi (Subroto, 2009 : 15). Pada gestasi biasa
dengan satu janin, kebutuhan ibu akan besi yang dipicu oleh
kehamilannya rata-rata mendekati 800 mg, bila tersedia, untuk
ekspansi massa hemoglobin ibu sekitar 200 mg atau lebih keluar
melalui usus, urin dan kulit. Jumlah total ini 1000 mg jelas
melebihi cadangan besi pada sebagian besar wanita. Kecuali
apabila perbedaan antara jumlah cadangan besi ibu dan
kebutuhan besi selama kehamilan normal yang disebutkan diatas
dikompensasi oleh penyerapan besi dari saluran cerna, akan
terjadi anemia defisiensi besi.
Dengan meningkatnya volume darah yang relatif pesat
selama trimester kedua, maka kekurangan besi sering
bermanifestasi sebagai penurunan tajam konsentrasi
hemoglobin. Walaupun pada trimester ketiga laju peningkatan
volume darah tidak terlalu besar, kebutuhan akan besi tetap
meningkat karena peningkatan massa hemoglobin ibu berlanjut
dan banyak besi yang sekarang disalurkan kepada janin. Karena
jumlah besi tidak jauh berbeda dari jumlah yang secara normal
dialihkan, neonatus dari ibu dengan anemia berat tidak
menderita anemia defisiensi besi .
2. Anemia akibat perdarahan akut
Pada awal kehamilan, anemia akibat perdarahan sering
terjadi pada kasus-kasus abortus, kehamilan ektopik, dan mola
hidatidosa. Perdarahan masih membutuhkan terapi segera untuk
memulihkan dan mempertahankan perfusi di organ-organ vital
walaupun jumlah darah yang diganti umumnya tidak mengatasi
difisit hemoglobin akibat perdarahan secara tuntas, secara umum
apabila hipovolemia yang berbahaya telah teratasi dan
hemostasis tercapai, anemia yang tersisa seyogyanya diterapi
dengan besi. Untuk wanita dengan anemia sedang yang
hemoglobinnya lebih dari 7 g/dl, kondisinya stabil, tidak lagi
menghadapi kemungkinan perdarahan serius, dapat berobat jalan
tanpa memperlihatkan keluhan, dan tidak demam, terapi besi
selama setidaknya 3 bulan merupakan terapi terbaik
dibandingkan dengan transfusi darah (Sarwono, 2009 ).
c) Klasifikasi anemia berdasarkan tingkatannya, yaitu :
Pembagian anemia berdasarkan tingkatannya dapat digolongkan
sebagai berikut : Hb > 11 gr % tidak anemia, Hb 9-10,9 gr % anemia
ringan, Hb 7-8,9 gr % anemia sedang, Hb < 7 gr % anemia berat
(Manuaba, 2009 : 92)
d) Penyebab Anemia Kehamilan
Penyebab anemia kehamilan menurut Gultom (2005), adalah
sebagai berikut :
1 Kurangnya mengkonsumsi makanan kaya zat besi, terutama
yang berasal dari sumber hewani yang mudah diserap.
2 Kekurangan zat besi karena kebutuhan yang meningkat seperti
pada kehamialn
3 Kehilangan zat besi yang berlebihan pada pendarahan termasuk
haid yang berlebihan, sering melahirkan dengan jarak yang
dekat.
4 Pemecahan eritrosit terlalu cepat (hemolisis)
e) Etiologi Anemia dalam Kehamilan
Menurut Prawiroharjo (2009 : 435), etiologi anemia defisiensi
besi pada kehamilan, yaitu :
1. Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah
2. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan
plasma
3. Kurangnya zat besi dalam makanan
4. Kebutuhan zat besi meningkat
5. Gangguan pencernaan dan absorbs
f) Gejala
Gejala-gejala yang Muncul pada Anemia Menurut Indoglobal,
(2007) gejala-gejala yang sering muncul pada anemia :
1 L (letih, lelah, lemah, lesu dan lunglai)
2 makanan penurun atau anoreksia
3 Sakit kepala
4 Konsentrasi menurun
5 Pandangan berkunang-kunang terutama bila bangkit dari
duduk
6 Nafas pendek (pada anemia yang parah)
Pada pemeriksaan didapat gejala anemia :
1. Kulit pucat
2. Kuku-kuku jari pucat
3. Rambut rapuh (pada anemia yang parah)
g) Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan
Menurut Manuaba, (2010) Pengaruh Anemia terhadap kehamilan,
adalah :
1) Bahaya selama kehamilan :
1. Abortus
2. Partus prematuritas
3. Penghambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
4. Mudah terjadi infeksi
5. Ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 g%)
6. Mola hidatidosa
7. Hiperemesis gravidarum,
8. Perdarahan antepartum
9. Ketuban pecah dini (KPD)
2) Bagi hasil konsepsi anemia dalam kehamilan memberi pengaruh
kurang baik, seperti :
1. Kematian mudigah
2. Kematian perinatal
3. Prematuritas
4. Dapat terjadi cacat bawaan
5. Cadangan besi kurang
3) Cara Pencegahan Anemia
Menurut Herlina, (2007) Cara mencegah anemia adalah :
1. Meningkatkan konsumsi zat besi terutama dari sumber
hewani yang mudah diserap.
2. Minum 1 tablet tambah darah setiap hari bagi ibu hamil
minimal 1 tablet selama kehamilan.
3. Mengantur jarak kelahiran dengan menjadi peserta keluarga
berencana (KB).
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
“BAHAYA MEROKOK”

Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Tentang bahaya merokok


Sub Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan Tentang bahaya merokok
Hari/tanggal : 14 Desember2018
Pukul : 15.00 selesai
Tempat : Rumah paasien di Dusun Lando Lauq
Penyuluh : Mahasiswa DIII Kebidanan Stikes Yarsi Mataram
Sasaran : Ibu hamil Dusun Lando Lauq

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan ibu
bisa memahami tentang Anemia pada kehamilan

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan
masyarakatakan dapat menjelaskan tentang :
a. Mampu memahami pengertian dari Rokok
b. Mampu memahami kandungan dari Rokok
c. Mampu memahami bahaya Rokok
d. Mampu memahami pengaruh paparan Asap Rokok bagi ibu hamil

III. Sasaran
Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya kepadaTn.S
dengan Bahaya merokok Materi (Terlampir)
a. pengertian dari Rokok
b. kandungan dari Rokok
c. Bahaya Roko
d. pengaruh paparan Asap Rokok bagi ibu hamil
e. cara penanggulangan anemia dalam kehamilan
IV .Media
Lembaran

V. Metode
1 Ceramah
2 Tanya jawab
3 Evaluasi
VI. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 5 menit Pembukaan : Menjawab salam
1 Memberi salam Mendengarkan dan
2 Menjelaskan tujuan
memperhatikan
penyuluhan
3 Menyebutkan materi / pokok
bahasan yang akan
disampaikan
2.. 15 menit Pelaksanaan : Menyimak dan
Menjelaskan materi penyuluhan secara mendengarkan
berurutan dan teratur.
1 Menjelaskan Apa
Pengertian Rokok
2 Menjelaskan tentang
kandungan Rokok
3 Menjelaskan bahaya
merokok
4 Menjelaskan
pengaruh Rokok pada
ibu hamil

3. 5 menit Evaluasi : Menyimak dan


1 Menyimpulkan inti penyuluhan mendengarkan
2 Memberi kesempatan kepada
responden untuk bertanya
3 Memberi kesempatan kepada
responden untuk menjawab
pertanyaan yang dilontarkan.
Penutup :
1 Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan bersama-sama
2 Menyampaikan terimakasih atas
perhatian dan waktu yang telah
diberikan.
3 Mengucapkan salam.

VII. Evaluasi
Menanyakan kembali tentang materi yang dijelaskan pada pasien atau
keluaraga tentang :

1 pengertian dari Rokok


2 kandungan dari Rokok
3 Bahaya Rokok
4 pengaruh paparan Asap Rokok bagi ibu hamil
5 cara penanggulangan anemia dalam kehamilan
BAB III
PEMBAHASAN MATERI

a. Pengertian Rokok
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti
merasa lebih jantan.Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu
terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun
orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
b. Kandungan Rokok
Dalam sebatang rokok mengandung :
1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200
diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker
bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin,
karbon monoksida, dan zat-zat berbahaya lainya.
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat
bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan
pengiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin
tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang
dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya
daripada polusi di jalanan raya yang macet,( Ambarwati ,2010)
c. Bahaya rokok
1. Penyakit jantung
Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada
pembuluh darah.Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di
arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat
penyempitan pembuluh darah.Hal ini menyebabkan penyakit jantung.
Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat
menyebabkan angina atau nyeri dada.Jika satu arteri atau lebih
menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.Semakin
banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok,
semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau
menderita serangan jantung atau stroke.
2. Penyakit paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis
meningkat karena merokok.Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit
paru obstruktif kronik (PPOK).
Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari
waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena
kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan
emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di
kemudian hari, menurut American Cancer Society.
3. Kanker paru dan kanker lainnya
Kanker paru-paru sudah lama dikaitkan dengan bahaya rokok,
yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut,
kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga
dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher
rahim dan kanker darah (leukemia).
4.Cleveland Clinic.
Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes,
seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh
darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.
5. Impotensi
Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh
darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa
darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan
juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang kecil
dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi atau impoten.
6. Menimbulkan kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko
degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua.
Dalam setudi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada
tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih
mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk
mengembangkan degenerasi makula, yang merusak makula, pusat
retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.
7. Penyakit mulut
Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker mulut,
kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas, ,
( Ambarwati ,2010)
d. Pengaruh paparan asap rokok pada ibu hamil
Ibu hamil yang terpapar asap rokok memberi pengaruh buruk pada
kondisi janin yang dikandungnya. Asap rokok dapat menghambat
tumbuh kembang janin. Tumbuh kembang adalah proses yang terus
menerus sejak dari konsepsi sampai dengan maturitas (dewasa) yang
dipengaruhi oleh factor bawaan dan lingkungan. Tumbuh kembang
sudah terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga setelah
kelahirannya.Faktor lingkungan prenatal yang berpengaruh terhadap
tumbuh kembang janin salah satunya adalah toksin atau zat kimia
(Sulistyawati, 2014). Oleh karena itu paparan asap rokok selama
kehamilan merupakan salah satu faktor penentu yang kuat terhadap
pertumbuhan janin dan risiko BBLR .
Nikotin yang terdapat pada asap rokok merupakan zat
vasokonstriktor yang akan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah
dan meningkatkan kontraksi jantung, sehingga dapat meningkatkan
tekanan darah pada ibu hamil. Peningkatan tekanan darah ini akan
memengaruhi aliran darah umbilikal yang berupa penurunan suplai
darah ke janin sehingga akan merubah detak jantung janin. Penurunan
suplai darah ke janin dan perubahan detak jantung janin kemudian akan
menyebabkan terjadinya penurunan suplai nutrisi dan oksigen pada
janin. Penurunan suplai oksigen dapat menyebabkan suplai oksigen pada
janin menjadi inadekuat sehingga dapat menginduksi hipoksia pada janin
yang menyebabkan pertumbuhan janin terganggu. Selain itu, penurunan
suplai nutrisi akan menyebabkan janin kekurangan nutrisi sehingga hal
ini juga akan menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin (Zulardi,
2014).
Paparan kronik Pb berkadar rendah pada asap rokok dapat
menyebabkan akumulasi Pb pada tubula renalis, paru-paru, hepatosit,
dan jaringan. Sudah banyak diketahui bahwa Pb paling banyak
terakumulasi pada tulang. Pb yang terakumulasi pada tulang ibu dapat
dilepaskan selama waktu kehamilan yang akan menyebabkan paparan Pb
pada janin. Peningkatan kadar Pb pada darah ibu hamil dapat menjadi
faktor risiko dari terjadinya hipertensi gestasional/preeklampsia, abortus
spontan, dan kelahiran prematur. Selain itu, paparan dosis rendah dari Pb
juga dapat menyebabkan efek samping pada berat lahir dan gangguan
perkembangan pada anak (Magdalena, 2013).
Radikal bebas yang terkandung dalam asap rokok juga berbahaya
bagi pertumbuhan janin. Radikal hidroksi dapat menimbulkan reaksi
rantai yang dikenal dengan peroksidasi lipid dan menghasilkan senyawa
toksik. Nitrogen dioksida dapat merusak membran memulai proses
peroksidasi lipid, sehingga dapat menyebabkan vasokontriksi. Hasil
akhir dari peroksidasi lipid yang lama bertahan dalam darah adalah
malonialdehide. Malonialdehid merupakan produk akhir dari peroksidasi
lipid yang menggambarkan terjadinya stress oksidatif. stress oksidatif
pada plasenta dan sistem sirkulasi akan membuat disfungsi dan
kerusakan pada sel endotel. Selain itu radikal bebas juga menyebabkan
peningkatan vasokonstriktor, dan penurunan vasodilator sehingga terjadi
PPOK yang kemudian menyebabkan gangguan pertumbuhan janin
(Rufaridah, 2012).
Radikal bebas juga dapat menyebabkan defisiensi asam folat.
Dengan adanya gangguan metabolisme asam folat berarti nutrisi
pertumbuhan fetus akan terganggu. Selain nutrisi pertumbuhan fetus
yang terganggu, defisiensi asam folat juga dapat menyebabkan anemia
megaloblastik pada ibu hamil. Anemia menyebabkan kadar Hb dalam
darah ibu berkurang sehingga darah tidak mampu membawa oksigen
pada kadar yang cukup. Hal ini selanjutnya akan menyebabkan
kurangnya suplai oksigen pada janin dan mengganggu pertumbuhan
janin (Surinati, 2011).