You are on page 1of 27

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................3
BAB I................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN............................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang........................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................4
1.3 Tujuan.....................................................................................................................................4
1.4 Manfaat...................................................................................................................................4
BAB II..............................................................................................................................................5
PEMBAHASAN...............................................................................................................................5
2.1 Pengkajian..............................................................................................................................5
2.2 Diagnosa.................................................................................................................................5
2.3 Intervensi................................................................................................................................5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap manusia pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dari bayi sampai
menjadi tua. Masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini
seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit. Lansia banyak
menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, terus-menerus, dan
berkesinambungan. Selanjutnya akan menyebabkan perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia
pada tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan
(Maryam, 2008). Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki usia lanjut
mengalami perubahan, dan sebagian besar perubahan itu terjadi ke arah yang memburuk/
mengalami penurunan, misalnya, organ reproduksi lebih cepat usang dibanding organ yang lain,
perubahan penampilan, perubahan panca indra, perubahan seksual (Hurlock, 1999).
Bertambahnya usia selalu meninggalkan bekas pada setiap makhluk hidup.,dan prinsip
ini berlaku bagi semua tingkat oragnisasi(molekul,sel, organ, danorganism). Rentang hidup
manusia menunjukkan periode perkembangan secara bertahap dengan meningkatnya efisiensi
tubuh pada masa anak-anak dan remaja sampa mencapai tingkat kematangan. Setelah melalui
periode yang panjang dengan perubahan yang kecil, terjadilah penurunan bertahap dalam
kekuatan ,khususnya kekuatan fisik. Ini biasa disebut periode menua.(Zarb G.A,2002).
Proses penuaan adalah proses yang tersembunyi, dan permulaannya berbeda-beda antara tiap
individu, demikian pula kecepatan penurunannya. Perubahan ini meliputi perubahan kekuatan
jantung, penurunan sekresi cairan pencernaan ,penurunan aktivitas endokrin. Pada tingkatan
psikologis, proses penuaan ini ditandai dengan melambatnya waktu beraksi, melambatnya
proses belajar, serta penurunan daya ingat dan efisiensi intelektual. (G.A, 2000).
1.2 Tujan penlisan
1. Mengetahui pengertian lansia
2. Mengetahui ciri-ciri masa tua
3. Mengetahui karakteristik masa tua
4. Mengetahui perubahan fisiologis masa tua
5. Mengetahui konsep asuhan kepewaratan lansia

1.3 Manfaat
Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep perubahan
fisiologi pada sistem tubuh lansia.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lansia


Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari
umur enam puluh tahun sampai meninggal, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat
fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik,
psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan
proses penuaan yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia
banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu : usia
pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75
– 90 tahun dan usia sangat tua (very old) di atas 90 tahun.
Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri
atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak
dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Penggolongan lansia menurut Depkes menjadi tiga kelompok yakni : a) Kelompok lansia dini
(55 – 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia. b) Kelompok lansia (65 tahun
ke atas). c) Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun.

2.2 Ciri-Ciri Masa Tua


Terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjut usia, yaitu :
a. Usia lanjut merupakan periode kemunduran.
b. Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas.
c. Menua membutuhkan perubahan peran
d. Penyesuaian yang buruk pada lansia.

2.3 Karakteristik Masa Tua


Terdapat berbagai karakteristik lansia yang bersifat positif. Beberapa di antaranya adalah:
Keinginan untuk meninggalkan warisan
a. Fungsi sebagai seseorang yang dituakan
b. Kelekatan dengan objek-objek yang dikenal
c. Perasaan tentang siklus kehidupan
d. Kreativitas
e. Rasa ingin tahu dan kejutan (surprise)
f. Perasaan tentang penyempurnaan atau pemenuhan kehidupan, dll.

2.4 Konsep Perubahan Fisiologi Pada Lansia


Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih
besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan
perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan
pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat
bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat
diperbaiki.
Terdapat sejumlah perubahan fisik yang terjadi pada periode lansia yaitu:
a. Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel-sel tubuh.
b. Pertumbuhan dan reproduksi sel-sel menurun.
c. Penurunan dorongan seks.
Pada umumnya perubahan pada masa lansia meliputi perubahan dari tingkat sel sampai
kesemua sistem organ tubuh, diantaranya:
1. Perubahan Homeostasis
a) Kebutuhan protein, vitamin dan mineral biasanya tidak berubah
b) Kebutuhan energi kemungkinan menurun sekitar 200 kal / hari karena penurunan aktivitas
c) Kehilangan kalsium dan nitrogen (pada pasien yang tidak dapat ambulasi
d) Penurunan absorpsi kalsium dan vitamin B1 dan B2 akibat penurunan sekresi pepsin dan asam
hidroklorat
e) Penurunan aliran salivasi dan penurunan indera perasa (dapat menurunkan selera makan)
f) Penurunan mortilitas usus dan peristaltik usus besar
g) Gigi hancur akibat pengikisan enamel gigi
h) Penurunan kekuatan menggigit
i) Penurunan reflek menelan
j) Keterbatasan mobilitas (mempengaruhi kemampuan memperoleh atau menyiapkan makanan)

2. Perubahan Sistem Persarafan


a) Mengecilnya syaraf panca indera.
b) Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium & perasa lebih
sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
c) Otak dan sistem syaraf. Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa
neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh
dan memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk
bisa berfungsi di masa dewasa akhir.
d) Perkembangan Sensori. Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera
penglihatan,pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan
indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi
terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan
waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang
terang menuju ke tempat yang agak gelap.
e) Perubahan degenerative pada syaraf-syaraf pusat dan system syaraf perifer
f) Transmisi syaraf lebih lambat
g) Penurunan jumlah sel-sel otak sekitar 1% pwrtahun setelah usia 50 tahun
h) Hipotalamus kurang efektif dalam menfatur suhu tubuh
i) Hilangnya neuron dalam kortek selebral sebanyak 20%
j) Reflek kornea lebih lambat
k) Peningkatan ambang batas nyeri
l) Penurunan tidur tahap 3 dan 4, yang menyebabkan sering terjaga tidur REM juga berkurang

3. Perubahan Panca Indra


a) Kelopak mata kendur dan berkerut akibat penurunan elastisitas, dengan mata tampak jauh
kedalam disoket mata
b) Konjungtiva menipis dan kuning kemungkinan pinguekulus / bantalan lemak
c) Penurunan produksi air mata akibat kehilangan jaringan lemak dalam aparatul lakrimal
d) Kornea rata dan kehilangan kilauan
e) Pemudaran atau pigmentasi yang tidak teratur pada iris
f) Pupil mengecil, yang membutuhkan pencahayaan 3x lebih terang agar dapat melihat lebih jelas:
penurunan penglihatan malam dan persepsi kedalaman
g) Penipisan dan kekakuan sklera; penguningan akibat deposit lemak
h) Degenerasi vitreous, yang memperlihatkan kekeruhan dan mengapungnya debris
i) Pelebaran lensa; kehilangan transparansi dan elastisitas, yang mengurangi akomodasi
j) Gangguan penglihtan warna akibat prburukan sel kerucut retina
k) Penurunan reabsorpsi cairan intraokular, yang menyebabkan glukoma
l) Atropi organ korti dan saraf auditorius (presbikusis sensoris)
m) Ketidakmampuan membedakan konsunan bernada tinggi
n) Perubahan struktural degeneratif dalam keseluruhan sistem pendengaran

4. Perubahan Kardiovaskuler
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan
seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita
mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa
mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat
bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas
meningkat bukan menurun.
a) Ukuran jantung agak mengecil
b) Kehilangan kakuatan kontraktil dan efisiensi jangtung
c) Penurunan curah jantung sekitar 30% sampai 35% pada usia 70 tahun
d) Penebalan katup jantung
e) Peningkatan ketebalan didding ventrikel kiri sekitar 20% antar usia 30 dan 80 tahun
f) Insfiltrasi jaringan fibrosa pada nodus sinoatria intermodal, yang menyebabkan fibrilasi dan
fluteratrium
g) Di latasi dan peregangan vena

5. Perubahan Pernapasan
a) Pembesaran hidung akibat pertumbuhan kartilago yang terus menerus
b) Atropi umum tonsil
c) Deviasi trakea akibat perubahan di tulang belakang yang menua
d) Peningkatan diameter dada antero posterior sebagai akibat perubahan metabolimne kalsium dan
kalsifikasi kartilago iga
e) Kekakuan paru: penurunan jumlh dan ukuran alveolus
f) Kifosis
g) Degenerasi atau atropi otot pernapasan
h) Panurunan kapasatitas divisi
i) Penurunan kakuatan otot inspirasi dan ekspirasi. Penurunan kapasitas vital
j) Degenerasi jringan paru, yang menyebabkan penurunan kemampuan recoil elastis paru dan
penngkatan kapasitas residual
k) Ventilasi buruk pada area basal
l) Penurunan saturasi O2 5%

6. Perubahan Fungsi Ginjal


a) Ginjal, Mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %,
penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %, fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya
kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria; BUN meningkat sampai
21 mg % ; nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.
b) Vesika urinaria / kandung kemih, Otot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200 ml
atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat, vesika urinaria susah dikosongkan pada pria
lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin.
c) Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun
d) Penurunan laju filtrasi glomelurus
e) Penurunan aliran darah ginjal sekitar 53% sekunder akibat penurunan curah jantung
f) Penurunan ukuran dan jumlah nefron yang berfungsi
g) Penurunan ukuran dan kapasitas kandung kemih
h) Penurunan ukuran ginjal
i) Pelemahan otot kandung kemih yang menyebabkan pengosongan yang tidak sempurna dan
retensi urine kronis

7. Perubahan Metabolik
a) Penurunan kemampuan menoleransi stress
b) Konsentrasi glukosa darah meningkat dan tetap naik lebih lama di bandingkan orang yang lebih
muda
c) Penurunan kadar estrogen dan peningkatan kadar follikel stimulating hormone selama menopaus,
yang menyebabkan thrombosis dan osteoforosis
d) Penurunan produksi progesterone
e) Penurunan kadar aldoteron serum sebanyak 50%
f) Penurunan laju sekresi kortisol sebanyak 25%

8. Perubahan Sistem Pencernaan


a) Kehilangan gigi, Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30
tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
b) Indera pengecap menurun, Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera pengecap
(± 80 %), hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidah terutama rasa manis, asin, asam &
pahit.
c) Esofagus melebar,dll.
d) Penurunan elastisitas mukosa
e) Penurunan GI,yang menganggu digesti dean absorpsi
f) Penurunan motilitan,dinding usus dan tonus spingter anal dan kekuatan dinding abdomen
g) Perubahan hati :penurunan berat badan kapasitas regenerative dan aliran darah
h) Penurunan enzim hati yang terlibat dalam oksidasi dan reduksi yang menyebabkan metabolism
obat dan detoksifikasi zat kurang efisien

9. Perubahan Sistem Muskuloskeletal


a) Peningkatan jaringan adifosa
b) Penurunan masa tubuh yang tidak berlemak dan kandungan mineral tubuh
c) Penurunan tinggi akibat penurunan kelengkungan tulang belakang dan penyempitan ruang
interfetebra
d) Penurunan pembentukan kolagen dan masa otot
e) Penurunan viskositas cairan synovial, lebih banyak membrane synovial yang vibrotik

10. Perubahan Kulit dan Jaringan Ikat


a) Garis-garis di wajah akibat kehilangan lemak subkutan, penipisan dermal, penurunan kolagen
dan elastin, dan penurunan penggantian sel sebanyak 50%
b) Lambatnya penyembuhan luka akibat penurunan laju penggantin sel
c) Penurunan elastisitas kulit
d) Bintik-bintik hitam pada kulit akibat penumpukan melanosit terlokalisasi
e) Membran mukosa kering dan penurunan keluaran kelenjar keringat
f) Kesulitan mengatur suhu tubh arena penurunan ukuran, jumlah, dan fungsi kelenjar keringat serta
kehilangan lemak subkutan

11. Perubahan Sistem Reproduksi dan Seksual


Sistem Reproduksi Wanita :
a) Perubahan sistem reproduksi
b) Penurunan kadar estrogen dan progesterone
c) Berhentinya ovulasi :atrofi,penebalan,dan penurunan ovarium
d) Rontoknya rambut pubik dan labia mayora datar
e) Penyesuaian jaringan vulva,terbatasnya introitus,dan hilangnya elastisitas jaringan
f) Atrofi vagina:lapisan mukosa tipis dan kering ; lingkunan Ph vagina lebih basah Penyusutan
uterus
g) Atrofi servik, kegagalan menghasilkan mucus untuk melumasi penebalan endometrium dan mio
metrium
h) Payu dara menggantung : atrofi kelenjar, jaringan penyokong, dan lemak
i) Putting rata dan penurunan ukuran

Sistem Reproduksi Pria :


a) Penurunan produksi testoteron, yang mengakibatkan penurunan libido serta atrofi dan pelunakan
testis
b) Penurunan produksi sperma sekitar 48%-69% antara usia 60-80 tahun
c) Pembesaran kelenjar prostat, dengan penurunan sekresi
d) Penurunan volume dan fiskositas cairan semen
e) Reaksi psikologis lebih lambat dan lemah selama senggama dengan pemanjangan periode
refraktori

Kegiatan seksual :
Pada masa usia lanjut khususnya pada wanita salah satu ciri perubahannya yaitu mengalami
fase menopause. Akibat berhentinya haid, berbagai organ reproduksi akan mengalami perubahan.
Rahim mengalami antropi (keadaan kemunduran gizi jaringan), panjangnya menyusut, dan
dindingnya menipis. Jaringan miometrium (otot rahim) menjadi sedikit dan lebih banyak
mengandung jaringan fibriotik (sifat berserabut secara berlebihan). Leher rahim (serviks)
menyusut tidak menonjol kedalam vagina bahkan lama-lama akan merata dengan dinding vagina,
dsb. Atropi vulva. Vagina, Selaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga permukaan
menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan warna.
Daya sexual, Frekwensi sexsual intercouse cendrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan
dan menikmati berjalan terus.
Konsep asuhan keperawatan

Pengkajian
1. Identitas Klien
a. Nama : Nenek (Oma) M. Magdalena
b. Umur : 03 April 1947, 68 tahun
c. Agama : Kristen Katholik
d. Pendidikan : SKP (SMA)
e. Pekerjaan : Tukang Pijat
f. Suku/bangsa : Indonesia / Bekas orang Belanda (Holland)
g. Status marital : -
h. Tanggal pengkj : 21 April 2015
i. Ruang : ruang 09
j. Alamat : Jl Sungki Gg. Haji Nur No.35 Cimahi.

2. Identitas Penanggungjawab
a. Nama : Ibu Istiana Riastuti
b. Umur : 34 Tahun
c. Agama : Katholik
d. Pendidikan : D1 Keperawatan
e. Pekerjaan : Pengurus Panti Wreda Karitas
f. Hub. Dgn klien: Pengurus Panti
g. Alamat : Jl. Sungki Gg. Haji Nur No. 35 Cimahi

3. Status Kesehatan Saat Ini


Kesehatan saat ini tidak terlalu baik (tangan kanan klien tidak dapat digerakan, pada
kaki kanan klien terjadi deformitas tulang, dan pada kaki kiri klien terdapat luka
cedera)

4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang

Pasien mengeluh kesakitan pada saat berjalan dan duduk akibat cedera pada
kakinya.

b. Kesehatan dahulu

Pasien memiliki riwayat terkena Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi.

c. Kesehatan keluarga

Tidak terkaji
5. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum
Tingkat kesadaran : Compos Mentis (Kesadaran penuh)
Penampilan : Rapih & bersih
Tanda vital : (tidak terkaji)
Tekanan Darah : (tidak terkaji)
Nadi : (tidak terkaji)
Respiratory Rate : (tidak terkaji)
Suhu : (tidak terkaji)
b. Kepala dan leher
Tidak terkaji

c. Sistem respirasi
Tidak terkaji

d. Sistem kardiovaskuler
Tidak terkaji

e. Sistem gastrointestinal
Tidak terkaji

f. Sistem genitourinaria
Tidak terkaji

g. Sistem musculoskeletal
Tidak terkaji

h. Sistem integument
Tidak terkaji

i. Sistem neurosensori
Tidak terkaji

j. Sistem endokrin
Tidak terkaji

6. Pengkajian Psikososial dan Spiritual


1) Psikososial
Kondisi psikososialnya baik (klien bersahabat), akan tetapi klien cenderung
menyendiri dan menarik diri.
2) Emosional
Kondisi emosional stabil

Identifikasi masalah emosional :


Pertanyaan tahap I
 Apakah klien mengalami sukar tidur ?
Tidak

 Apakah klien sering merasa gelisah


Iya (kadang-kadang)

 Apakah klien sering murung atau menangis sendiri?


Tidak

 Apakah klien sering was-was atau khawatir ?


Iya

Lanjutkan ketahap 2 bila minimal ada satu jawaban “ya” pada tahap I
Pertanyaan tahap II
 Keluhan lebih dari 3 bulan/lebih dari 1 kali dalam 1 bulan?
Tidak

 Ada masalah atau banyak pikiran ?


Klien sering memikirkan keadaan cucu dan anak-anaknya

 Ada gangguan/masalah dengan keluarga klien ?


Tidak

 Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter ?


Tidak menggunakan obat

 Cenderung mengurung diri ?


Iya, klien cenderung mengurung diri (lebih suka di kamar daripada di luar)

Jika ada minimal 1 jawaban “ya” maka : masalah emosional (+)


Masalah emosisonal klien : (+)

3) Spiritual
Baik, klien rajin beribadah (mengikuti apel/ibadah pagi, sore, dan malam hari)

7. Pengkajian Fungsional Klien


a. Kartz Indeks
A. Mandiri dalam makan, kontinensia
(BAB/BAK), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah, dan mandi
B. Mandiri semuanya kecuali salah satu
fungsi diatas
C. Mandiri kecuali mandi dan salah satu
fungsi yang lain
D. Mandiri kecuali mandi, berpakaian,
dan satu fungsi yang lain
E. Mandiri kecuali mandi, berpakaian,

ke toilet, dan salah satu fungsi yang lain
F. Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet,
berpindah dan salah satu fungsi yang lain
G. Ketergantungan semua fungsi di atas
H. Lain-lain

b. Bartel Indeks
Dengan
No Kriteria Mandiri Ket
Bantuan
Makan Frekuensi : 3x sehari
1. 10 Jumlah : seimbang
Jenis : sayur dan lauk
Minum Frekuensi : Sering
2. 10 Jumlah : Seimbang
Jenis : Air putih
Berpindah dari kursi roda
3. ke tempat tidur atau 15
sebaliknya
Personal toilet (cuci muka, Frekuensi :
4. menyisir rambut, dan 0 Ditntukan oleh perawat
gosok gigi)
Keluar masuk toilet
(mencuci pakaian, Klien dimandikan dan sering
5. 5
menyeka tubuh, atau BAK sembarangan
menyiram)
6. Mandi 5 Frekuensi : 1x sehari
7. Jalan di permukaan datar 5 Dapat berjalan dengan baik
8. Naik turun tangga 5 Tidak mampu
9. Mengenakan pakaian 5 Dipakaikan oleh perawat
Kontrol bowel Frekuensi : terkadang
10. 5
sembarangan
Kontrol bladder Frekuensi : jarang
11. 5
Olahraga dan latihan Jenis : olahraga senam
Rekreasi dan pemanfaatan Klien tidak merajut, tidak
12. waktu luang 5 melakukan aktivitas, hanya
duduk-duduk

Total Score : 70

Klien Ketergantungan sebagian


Jadi bartel indeks klien, termasuk kategori :
Mandiri : 130
Ketergantungan sebagian : 65-125
Ketergantungan total : < 60
8. Pengkajian Status Mental Gerontik
a. Short Portable Mental Status Quisioner
Benar Salah No Pertanyaan
X 1 Tanggal berapa hari ini ?
X 2 Hari apa sekarang ?
X 3 Apa nama tempat ini ?
X 4 Dimana alamat anda ?
X 5 Berapa umur anda ?
X 6 Kapan anda lahir ?
X 7 Siapa presiden Indonesia sekarang ?
X 8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya ?
X 9 Sebutkan nama ibu anda ?
X 10 Kurang 3 dari 20 terus menerus secara menurun

Total score : Salah 4

Jadi klien mengalami :


Fungsi intelektual utuh : jika jumlah salah 0-3
Fungsi intelektual ringan : jika jumlah salah 4-5
Fungsi intelektual sedang : jika jumlah salah 6-8
Fungsi intelektual berat : jika jumlah salah 9-10

b. Mini Mental Status Exam


Aspek Nilai Nilai
No Kriteria
kognitif Maks Klien
Menyebutkan dengan benar
o Tahun
o Musim
1 Orientasi 5 3 o Tanggal
o Hari
o Bulan

Dimana kita berada ?


o Negara Indonesia
o Provinsi Jawa Barat
Orientasi 5 5 o Kota Bandung
o PSTW.......
o Wisma ......

Sebutkan nama 3 objek oleh pemeriksa


masing-masing 1 detik kemudian minta
klien untuk menyebutkan ulang ketiga
objek tersebut ?
2 Registrasi 3 3 o Objek .....
o Objek .....
o Objek .....

Minta klien untuk memulai angka 100


dikurangi 7 sampai 5 kali/tingkat
o 93
Perhatian dan o 86
3 5 5
kalkulasi o 79
o 72
o 65

Minta klien untuk mengingat objek pada


nomor 2 (registrasi) dan nilai 1 poin
4 Mengingat 3 3 untuk jawaban benar untuk masing-
masing objek
Tunjukkan pada klien suatu benda dan
minta pada klien menyebutkan namanya
o Jam tangan
o Pulpen
Minta klien untuk mengulang kata-kata
5 Bahasa 9 4 berikut “tak ada jika atau tetapi”

 Pernyataan benar 2 buah : tak ada,


tetapi

Minta klien untuk mengikuti perintah yang


terdiri dari 3 langkah :
“ambil kertas ditangan anda, lipat dua dan
taruh dilantai”

o Ambil kertas ditangan anda


o Lipat dua
o Taruh dilantai

Perintahkan klien untuk mengikuti hal


berikut :

o “Tutup mata anda”

Perintahkan klien untuk membuat


kalimat dan suatu gambar
o Tulis satu kalimat
o Manyalin gambar

Total Nilai 30 23

Total Score :
Aspek kognitif dan fungsi mental baik : jika total skor > 23
Kerusakan aspek fungsi mental ringan : jika total skor 18-22
Terdapat kerusakan aspek fungsi : jika total skor < 17
mental berat
9. Pengkajian Status Mental Gerontik
Nilai 1 : Jika klien menunjukkan kondisi di bawah ini
Nilai 0 : Jika klien tidak menunjukkan kondisi di bawah ini

Komponen Langkah Kriteria Nilai


utama dalam
bergerak
Perubahan Mata dibuka Tidak bangun dari tempat
posisi/gerakan Bangun dari duduk dengan satu gerakan,
keseimbangan kursi tetapi mendorong tubuhnya
keatas dengan tangan atau 1
bergerak ke depan kursi
terlebih dahulu, tidak stabil
pada saat berdiri pertama
kali

Duduk ke Menjatuhkan diri ke kursi,


kursi tidak duduk ditengah kursi 1

Menahan Pemeriksa mendorong


dorongan sternum (perlahan-lahan
pada sternum sebanyak 3 kali). Klien
menggerakkan kaki, 1
memegang objek untuk
dukungan, kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya

Mata ditutup Kriteria sama dengan


Bangun dari kriteria untuk mata terbuka 1
kursi

Duduk ke Kriteria sama dengan


kursi kriteria untuk mata terbuka 1

Menahan Kriteria sama dengan


dorongan kriteria untuk mata terbuka 1
pada sternum

Perputaran Menggerakkan kaki,


leher memegang obyek untuk
dukungan, kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya, 0
keluhan vertigo, pusing atau
keadaan tidak stabil

Gerakan Tidak mampu untuk


menggapai menggapai sesuatu dengan 1
sesuatu bahu fleksi max, sementara
berdiri pada ujung-ujung
jari kaki tidak stabil,
memegang sesuatu untuk
dukungan

Membungkuk Tidak mampu


membungkuk untuk
mengambil objek-objek
kecil dari lantai, memegang 1
objek untuk bisa berdiri,
memerlukan usaha-usaha
multiple untuk bangun

Gaya berjalan Minta klien Ragu-ragu tersandung,


dan gerak untuk berjalan memegang objek untuk
ke tempat dukungan 1
yang
ditentukan

Ketinggian Kaki tidak naik dari lantai


langkah kaki secara konsisten (menggeser
(saat berjalan) atau menyeret kaki), 1
mengangkat kaki terlalu
tinggi (>50 cm)

Kontinuitas Setelah langkah-langkah


langkah kaki awal, langkah-langkah
(diobservasi menjadi tidak konsisten, 1
dari sampinh memulai mengangkat satu
klien) kaki sementara yang lain
menyentuh tanah

Kesimetrisan Tidak berjalan pada garis


langkah lurus, bergelombang dari
(diobservasi sisi ke sisi 0
dari samping
klien)

Penyimpanga Tidak berjalan pada garis


n jalur pada lurus, bergelombang dari
saat berjalan sisi ke sisi
(diobservasi 0
dari belakang
klien)

Berbalik Berhenti sebelum berbalik,


jalan sempoyongan, 1
bergoyang, memegang
obyek untuk dukungan

Total Score : 11

0-5 : Resiko jatuh rendah


6-10 : Resiko jatuh sedang
11-15 : Resiko jatuh tinggi

Analisa Data

DATA ETIOLOGI MASALAH


Berdasarkan data pengkajian data
di atas diperoleh lah data sebagai a. Klien mengalami Gangguan mobilisasi (gerak)
berikut. deformitas tulang
1) DO: akibat kecelakaan
- Ditemukan deformitas beberapa tahun silam
pada tulang lutut klien b. Ketika mengalami
- Klien memiliki riwayat perubahan pada posisi
hipertensi tulangnya, klien tidak
DS: ditangani oleh
- Klien mengeluh kesakitan
petugas medis
pada kakinya dan terus
(dokter)
memegang kakinya c. Akibat posisi kaki
- Klien mengeluh kesakitan
klien yang tidak
ketika berjalan.
sesuai, klien sering
- Klien mengatakan tangan
merasakan nyeri.
kanannya sulit untuk
d. Pengaruh dari
digerakkan
hipertensi yang
menyebabkan tangan
klien sulit digerakkan.

2) DO:
- Pada kaki kiri klien Gangguan Rasa Nyeri
a. Rasa sakit yang
ditemukan sejumlah luka (Persepsi sensori)
dirasakan klien akibat
dan terdapat balutan luka
sejumlah luka yang
yang masih basah.
- Klien memiliki riwayat disebabkan kaki klien
terbentur.
Diabetes Melitus (DM) b. Luka pada kaki klien
DS: sulit sembuh
- Klien mengeluh kaki dikarenakan klien
kirinya sakit dan terus menderita DM
memegang balutan luka. c. Kaki klien sering
- Klien mengatakan terantuk karena kaki
kakinya sering terantuk / klien cedera,
tersandung. ditambah faktor usia.

3) DO:
- Klien terlihat lelah dan
a. Rasa mengantuk klien Gangguan psikososial
mengantuk
disebabkan karena (ansietas)
DS:
- Klien berkata klien klien kurang/kesulitan
mengalami kesulitan untuk tidur.
b. Klien sulit tidur
tidur.
karena klien sering
memikirkan
keluarganya (anak
dan cucu-cucunya)
4) DO:
- Bentuk tulang klien tidak
sama (simetris) a. Klien pernah terjatuh Resiko tinggi terjadinya
- Klien tidak mampu untuk akibat posisi tulang cedera dan terjatuh
berjalan dengan baik kaki yang tidak baik
DS: (deformitas tulang)
- Klien berkata pernah b. Klien kesulitan
beberapa kali terjatuh berjalan akibat rasa
- Klien berkata kalau klien nyeri dan kondisi kaki
pernah beberapa kali yang kurang baik
dibantu untuk berjalan. c. Klien malas untuk
- Klien berkata takut untuk beraktivitas
senam atau beraktivitas dikarenakan rasa
(jarang beraktivitas) nyeri yang
ditimbulkan ketika
berjalan.

Tabel prioritas masalah


Diagnosa Kriteria
No Jumlah Keterangan
Keperawatan A B C D E
1. Nyeri akut b.d agen 5 4 3 2 3 17 Diagnosa 1
cedera fisik (mis.,
abses, amputasi,
luka bakar,
terpotong,
mengangkat berat,
prosedur bedah,
trauma, olahraga
berlebihan
2. Gangguan mobilitas 4 3 2 3 2 14 Diagnosa 2
fisik yang
berhubungan dengan
keterbataan rentang
gerak.

3. Ansietas (Cemas) 3 2 2 2 2 11 Diagnosa 3


berhubungan dengan
psikososial dengan
keluarga

4. Resiko tinggi jatuh / 4 4 1 2 0 11 Diagnosa 4


cedera berhubungan
dengan gangguan
fisiologis
(Deformitas tulang
lutut kaki kanan)
Pembobotan :
Keterangan Kriteria: 1. Sangat
A. Besar dan Seringnya masalah rendah
B. Besarnya kerugian yang ditimbulkan 2. Rendah

C. Kecukupan ilmu pengetahuan dan 3. Cukup


teknologi
4. Tinggi
D. Ketersediaan sumber
5. Sangat
E. Kesiapan masyarakat terhadap
6. Sangat
program
tinggi
2.2 Diagnosa
1. Nyeri akut b.d agen cedera fisik (mis., abses, amputasi, luka bakar, terpotong,
mengangkat berat, prosedur bedah, trauma, olahraga berlebihan
2. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan keterbatasan rentang
gerak.
3. Ansietas berhubungan dengan psikososial dengan keluarga
4. Resiko tinggi jatuh berhubungan dengan gangguang fisiologis (Deformitas
tulang lutut kaki kanan)

2.3 Intervensi
Diagnosa keperawatan NOC NIC
Nyeri akut b.d agen  Penyembuhan  Irigasi luka (membilas
cedera fisik (mis., luka: sekunder atau mencuci luka
abses, amputasi, luka Setelah dilakukan menggunakan cairan)
bakar, terpotong, tindakan keperawatan  Persiapkan alat dan
mengangkat berat, selama x24 didapat kan bahan yang dibuthkan
prosedur bedah, trauma, hasil: disamping tempat( set
olahraga berlebihan)  Pembentukan irigasi steril, pengalas
bekas luka (1-5) anti air, bengkok
 Nekrosis (1-5) steril, cairan, sarung
 Lubang pada luka tangan steril, cairan
(1-5) irigasi, dan peralatan
 Bau busuk luka untuk mengganti
(1-5) balutan)
 Jelaskan tindakan
kepada klien
 Bantu posisi pasien
pada posisi nyaman
 Lihat luka dan
jaringan disekitar,
adanya abnormalitas
pada pasien (mis.,
ifeksi, nekrosis)
 Tuangkan cairan
irigasi sesuai yang
diresepkan ke dalam
kontainer yang irigasi
steril
 Semprotkan luka
dengan cairan secara
lembut sampai cairan
irigasi dalam bengkok
tampak jernih,
pastikan
 Tutup luka dengan
balutan yang streil
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari
umur enam puluh tahun sampai meninggal, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat
fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik,
psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Badan kesehatan dunia (WHO)
menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung secara
nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah
kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Pada keadaan fisiologis lansia akan mengalami perubahan dari homeostasis, sistem persarafan,
panca indra, kardiovaskuler, pernapasan, fungsi ginjal, metabolic, sistem pencernaan, sistem
musculoskeletal, kulit dan jaringan ikat bahkan sistem reproduksi dan seksualnya.

3.2 Saran
Dalam berusaha melengkapi makalah ini, tentu ada sesuatu yang kurang dan kami sebagai
penulis baik dari pembahasan ataupun dari segi tulisan menyadari akan hal demikian. Maka dari
itu kami akan berusaha lebih baik dengan selalu mengedapankan sumber-sumber yang lebih
layak sebagai reverensi. Kami sangatlah mengharapkan masukan baik berupa kritik ataupun saran
sehingga dapat menjadi sebuah instropeksi dari karya kami juga sebagai semangat dan landasan
baru untuk terus berinovasi dalam berkarya.
DAFTAR PUSTAKA

Stanley,Mickey. Beare,Patricia Gauntlett. 2007. Buku ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2.Jakarta:
EGC.
Stockslager,Jaime L. Schaeffer,Liz. 2008. Asuhan Keperawatan Geriatrik Edisi 2.Jakarta: EGC.
Nugroho, Wahyudi. 2008. Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC.
http://www.yarsi.ac.id/component/content/article/69-fakultas-kedokteran/162-bag-biokimia-fk-
universitas-yarsi.html