You are on page 1of 7

LAPORAN ANALISA TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Injeksi Intravena Melalui Selang Infus pada Ny. S
Di Ruang An-Nur 4.4 RS PKU MUHAMMMADIYAH SUKOHARJO

Hari : Selasa
Tanggal : 30 Oktober 2018
Jam : 12.00 WIB

A. Keluhan Utama
Ny. S mengatakan nyeri dibagian anus/dubur
B. Diagnosis Medis
Hemoroid
C. Diagnosis Keperawatan
Nyeri Akut (00132) berhubungan dengan Agen Cedera Biologis
D. Data yang Mendukung Diagnosis Keperawatan
DS : Klien mengatakan nyeri diderah anus/dubur
P : Nyeri terasa ketika BAB dan duduk
Q : Nyeri terasa tertusuk-tusuk
R : Dibagian anus
S : Skala nyeri 7
T : Nyeri hilang timbul
DO : Klien terlihat meringis kesakitan
E. Dasar Pemikiran
Klien mengatakan nyeri dibagian anus, untuk mengurangi nyeri klien
mendapatkan terapi injeksi analgetik antalgin 1 ampul IV (250mg) dan klien
sudah terpasang infus RL 15 tpm
F. Prinsip Tindakan Keperawatan
Standar Opreasional Prosedure
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
Jln. Jaya Wijaya No. 11 Kadipiro Surakarta
Telepon. (0271) 857723 / Fax. (0271) 857724

INJEKSI INTRASELANG

Nama : ________________________ Tanggal : ______________________


NIM : ________________________ Observer : ______________________

No Aspek Yang Dinilai Bobot Ya Tidak


A Fase Orientasi
1 Memberi salam / menyapa klien 3
2 Memperkenalkan diri 3
3 Menjelaskan tujuan tindakan 3
4 Menjelaskan langkah prosedur 3
5 Menanyakan kesiapan klien 3
B Fase Kerja
1 Mencuci tangan 4
Mengatur posisi klien agar nyaman sesuai
2 3
dengan daerah penyuntikan
3 Menempatkan alat dekat klien 3
4 Memasang perlak pengalas 3
5 Memakai sarung tangan 3
Melakukan desinfeksi pada area yang akan
6 diinjeksi 4
Menusukkan spuit dengan sudut 30 derajat
7 8
dengan lubang jarum menghadap ke atas
8 Menutup aliran infus/ mengklem selang infus 4
9 Melakukan aspirasi dan menyuntikkan obat 4
Melakukan desinfeksi pada area yang telah
10 diinjeksi 4
Membuka aliran infus dan mengatur tetesan
11 infus 3
12 Melepas sarung tangan 3
13 Merapikan alat dan klien 3
14 Mencuci tangan 4
C Fase Terminasi
1 Melakukan evaluasi 4
2 Menyampaikan RTL 4
3 Dokumentasi 4
4 Berpamitan 4
D Penampilan selama Tindakan
1 Ketenangan selama melaksanakan tindakan 4
Melaksanakan komunikasi terapeutik selama
2 tindakan 4
3 Ketelitian selama melakukan tindakan 4
4 Memperhatikan prinsip sterilitas 4
Total 100

G. Analisa Tindakan
Klien mengatakan nyeri di bagian anus/dubur

Diberikan terapi farmakologis untuk mengurangi nyeri

Nyeri dapat teratasi

H. Bahaya dilakukannya tindakan


Bahaya dilakukanya tindakan pemberian injeksi intravena melalui selang
infus dengan tehnik tidak mengalirkan infus karena dapat mengiritasi dinding
pembuluh darah sehingga menimbulkan nyeri serta mendorong terjadinya
flebitis.
Berdasarkan jurnal penelitian,pasien yang dilakukan tehnik penyutikan
intravena dengan cara mengalirkan aliran infus di ruang bugenvil RSUD
tobelo sebagian besar pasien tidak mengalami flebitis. Pada pasien yang
dilakukan tekhnik penyuntikan intravena dengan tidak mengalirkan aliran
infus sebagian besar mengalami flebitis [ejournal keperwatan{e-Kp}
vol4,no:1 februari 2016. Pengaruh terhadap penyuntikan intravena dengan
cara mengalirkan aliran infus terhadap kejadian flebitis diruang bugenvil
RSUD tobelo]

I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan


Manajemen Nyeri (1400)
Observation :
1. Observasi adanya petunjuk non-verbal ketidaknyamanan.
2. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan faktor pencetus.

Nursing :
1. Ajarkan penggunaan teknik non farmakologi seperti (relaksasi nafas dalam,
terapi musik, relaksasi terbimbing/guided imagery dan hypnotheraphy)
untuk penurunan rasa nyeri).
2. Periksa tingkat ketidaknyamanan bersama pasien, catat perubahan dalam
rekam medis pasien.
Education :
1. Berikan informasi mengenai nyeri seperti penyebab nyeri , berapa lama
nyeri dan antisipasi dari ketidaknyamanan akibat prosedur.
2. Berikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pengetahuan dan
respon keluarga terhadap pengalaman nyeri.
3. Ajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri.
Colaboration :
1. Kolaborasi dengan pasien, keluarga dan tim kesehatan untuk
mengimplementasikan tindakan penurunan nyeri non farmakologi sesuai
kebutuhan.
2. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi analgetik
J. Hasil yang didapatkan setelah diakukan tindakan
S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang
P : Nyeri terasa ketika BAB dan duduk
Q : Nyeri terasa tertusuk-tusuk
R : Dibagian anus
S : Skala nyeri 5
T : Nyeri hilang timbul
O : Klien masih terlihat sedikit kesakitan
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
K. Evaluasi diri
Sudah dilakukan tindakan injeksi intravena melalui selang infuse dengan 6
benar obat dan sesuai prosedur
L. Daftar pustaka
Herlman, T. Heather, dkk. 2018. NANDA International Diagnosis
Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. Jakarta: EGC

Bulechek, Gloria M, et al. 2016. Nursing Intervensi Classification. Jakarta :


CV. Mocomedia. Edisi keenam. Diterjemahkan oleh Intansari
Nurjannah

Seleky, Wanti,et al. 2016. Pengaruh Teknik Penyuntikan Intravena Dengan


Cara Mengalirkan Aliran Infus Terhadap Kejadian Flebitis Di Ruang
Perawatan Bougenvile Rsud Tobelo. ejournal Keperawatan (e-Kp)
Volume 4 Nomor 1
LAPORAN ANALISA TINDAKAN

Disusun Oleh :

Nama : Erizka Aprilia P.L

NIM : SN181055

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

2018
LAPORAN ANALISA TINDAKAN

Disusun Oleh :

Nama : Alvia Fidya Mawarna

NIM : SN181010

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

2018