You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

Kista adalah suatu struktur abnormal seperti kantung yang bisa ditemukan di manapun di
tubuh. Kista biasanya mengandung zat gas, cair, atau setengah padat dan memiliki
dinding luar seperti sebuah kapsul. Kista mungkin kecil dan hanya terlihat di bawah
mikroskop tetapi dapat juga berukuran sangat besar sehingga mendesak struktur tubuh
normal. Kista terdapat pada berbagai jaringan dan organ dan sering dinamai sesuai
lokasinya, misalnya kista kandung kemih, kista payudara, kista hati, kista ginjal, kista
pankreas, kista vagina, kista kulit, kista tiroid. Kista ovarium adalah kista yang
berkembang pada ovarium wanita.

Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat menyebabkan masalah
kesehatan dan dapat menghalangi ovulasi sehingga menyulitkan upaya kehamilan dan
dapat pula menyebabkan masalah seperti pecah, perdarahan, atau sakit, dan pembedahan
mungkin diperlukan untuk menghilangkan kista. Hal ini penting untuk memahami fungsi
dari ovarium dan bagaimana bisa terbentuk kista.
Kista berbeda dengan mioma. Kista berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk
massa solid (tumor). Kista biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita,
sedangan mioma pada dinding rahim wanita. Pada kenyataannya, seorang wanita bisa
mengalami baik kista maupun mioma secara bersamaan.

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 1


Kista Ovarium
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Kista berarti kantung yang berisi cairan. Kista adalah suatu benjolan yang tumbuh di
jaringan normal, suatu keadaan yang abnormal dan merupakan tumor jinak di yang
paling sering ditemui. Bentuk kista berupa kistik, berisi cairan kental, cairan seperti
minyak yang diselaputi oleh lapisan bisa tebal bisa tipis dan ada pula yang berbentuk
anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Ganas dan tidaknya kista dibedakan menjadi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik.
Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2
hingga 3 bulan. Sedangkan kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun
tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Penyebab kista sebenarnya kurang begitu jelas, ada yang mengatakan akibat benturan
sehingga tumbuh lapisan di tempat benturan ada yang menyebutkan sebagai awal dari
suatu penyakit kanker. Demikian juga dengan endometriosis, yang merupakan jaringan
rahim yang tumbuh di luar rahim dan ikut berkembang sesuai dengan siklus haid.
Endometriosis memang merupakan salah satu kendala yang menghambat perolehan
keturunan.

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-
sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 2


Kista Ovarium
bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan
pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya. Kista pada indung telur
bila telah diangkat masih memungkinkan seseorang mempunyai keturunan asalkan
indung telurnya tidak ikut diangkat, ada yang diangkat salah satu indung telurnya, jadi
tinggal satu tapi dia masih bisa memperoleh keturunan

B. MACAM – MACAM KISTA


Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar
alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus
gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva,
antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

C. KISTA OVARIUM
Paling banyak di derita adalah kista pada ovarium / indung telur, sehingga dalam artikel
ini banyak dibahas tentang kista ovarium. Ovarium adalah salah satu organ reproduksi
pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur).di ovarium juga terjadi proses
dan tempat pematangan sel telur / ovum serta mengahasilkan hormon estrogen dan
progesteron.

Pada wanita mempunyai sepasang ovarium yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim)
dan berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari, serta bawah tuba uterina / kantong kemih
dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri. Sepasang ovarium tersebut
menghasilkan 300.000 sel telur. Sel telur yang dikelilingi oleh lapisan sel epiteloid
granulosa disebut folikel. Ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium
yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone). Kista
ovarium (atau kista indung telur) adalah kantung berisi cairan, normalnya berukuran
kecil, yang terletak di indung telur (ovarium). Kista indung telur dapat terbentuk kapan
saja, pada masa pubertas sampai menopause, juga selama masa kehamilan.

Kista pada ovarium / indung telur berupa kantong yang berisi cairan berwarna coklat
yang biasa disebut dengan kista indung telur. Kista indung telur biasanya tidak bersifat
kanker. Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa.
Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker.

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 3


Kista Ovarium
Kista yang besar atau kista yang berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita
membuncit. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul,
sakit pinggang dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

D. ETIOLOGI
Kista ovarium disebabkan oleh gangguan (pembentukan) hormon pada hipotalamus,
hipofisis, dan ovarium. Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan
pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Kista
indung telur dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause,
bahkan selama masa kehamilan.

Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya
memiliki:
 Riwayat kista ovarium terdahulu
 Siklus haid tidak teratur
 Perut buncit
 Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
 Sulit hamil
 Penderita hipotiroid
 Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah yang nantinya akan
menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe folikuler

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 4


Kista Ovarium
merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Kista jenis ini terbentuk oleh
karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.

Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan
normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk
melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka sehingga
menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista. Cairan yang mengisi
kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat dari perlukaan yang terjadi pada
pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa kasus, kista dapat pula diisi oleh jaringan
abnormal tubuh seperti rambut dan gigi. Kista jenis ini disebut dengan Kista Dermoid.

Terbentuknya kista yaitu sebagai berikut, Wanita normal biasanya memiliki dua ovarium
seukuran kenari di sisi kiri & kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu
telur yang terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan
memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan
mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur tidak dibuahi,
maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk haid bulanan.

Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat
membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi
pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan
hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati.

E. JENIS KISTA
a. Kista Fungsional
Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Kista ini berasal dari
sel telur dan korpus luteum, terjadi bersamaan dengan siklus menstruasi yang normal.
Kista fungsional akan tumbuh setiap bulan dan akan pecah pada masa subur, untuk
melepaskan sel telur yang pada waktunya siap dibuahi oleh sperma. Setelah pecah, kista
fungsional akan menjadi kista folikuler dan akan hilang saat menstruasi. Kista
fungsional terdiri dari: kista folikel dan kista korpus luteum. Keduanya tidak
mengganggu, tidak menimbulkan gejala dan dapat menghilang sendiri dalam waktu 6-8
minggu.

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 5


Kista Ovarium
b. Tipe Kista Abnormal
Kista abnormal adalah kista yang tidak normal, tidak umum, atau tidak biasanya
(ada, timbul, muncul, atau terjadi). Semua tipe atau bentuk kista -selain kista fungsional-
adalah kista abnormal, misalnya:
1. Cystadenoma
Merupakan kista yang berasal dari bagian luar sel indung telur. Biasanya
bersifat jinak, namun dapat membesar dan dapat menimbulkan nyeri.
2. Kista coklat (endometrioma)
Merupakan endometrium yang tidak pada tempatnya. Disebut kista coklat
karena berisi timbunan darah yang berwarna coklat kehitaman.
3. Kista dermoid
Merupakan kista yang yang berisi berbagai jenis bagian tubuh seperti
kulit, kuku, rambut, gigi dan lemak. Kista ini dapat ditemukan di kedua bagian
indung telur. Biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala.

4. Kista endometriosis
Merupakan kista yang terjadi karena ada bagian endometrium yang
berada di luar rahim. Kista ini berkembang bersamaan dengan tumbuhnya lapisan
endometrium setiap bulan sehingga menimbulkan nyeri hebat, terutama saat
menstruasi dan infertilitas.
5. Kista hemorrhage
Merupakan kista fungsional yang disertai perdarahan sehingga
menimbulkan nyeri di salah satu sisi perut bagian bawah.
6. Kista lutein
Merupakan kista yang sering terjadi saat kehamilan. Beberapa tipe kista
lutein antara lain:

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 6


Kista Ovarium
a. Kista granulosa lutein
Merupakan kista yang terjadi di dalam korpus luteum ovarium
yang fungsional. Kista yang timbul pada permulaan kehamilan ini dapat
membesar akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat menstruasi
dan bukan akibat dari tumor. Diameternya yang mencapai 5-6 cm
menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Jika pecah, akan terjadi
perdarahan di rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini
menyebabkan menstruasi terlambat, diikuti perdarahan yang tidak teratur.

b. Kista theca lutein


Merupakan kista yang berisi cairan bening dan berwarna seperti
jerami. Timbulnya kista ini berkaitan dengan tumor ovarium dan terapi
hormon.

7. Kista polikistik ovarium


Merupakan kista yang terjadi karena kista tidak dapat pecah dan
melepaskan sel telur secara kontinyu. Biasanya terjadi setiap bulan. Ovarium
akan membesar karena bertumpuknya kista ini. Untuk kista polikistik ovarium
yang menetap (persisten), operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista
tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit. Kista ovarium ada
yang bersifat jinak dan ganas (kanker). Biasanya kista yang berukuran kecil
bersifat jinak. Kista ovarium sering ditemukan secara tidak sengaja pada
pemeriksaan rutin.

F. GEJALA DAN TANDA


Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi melalui
USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala
ini :
 Kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba
menusuk
 Siklus haid tidak teratur
 Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
 Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 7


Kista Ovarium
 Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
 Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
 Mual dan muntah
 Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

Manifestasi klinis kista ovarium antara lain :


 Sering tanpa gejala.
 Nyeri saat menstruasi.
 Nyeri di perut bagian bawah.
 Nyeri pada saat berhubungan badan.
 Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.
 Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.
 Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak.

Adapun manifestasi klinis kanker ovarium antara lain :


 Perubahan menstruasi.
 Rasa sakit atau sensasi nyeri saat bersenggama (dyspareunia).
 Gangguan pencernaan yang menetap, seperti: kembung, mual.
 Perubahan kebiasaan buang air besar, contoh: sukar buang air besar (= sembelit,
konstipasi, obstipasi)
 Perubahan berkemih, misalnya: sering kencing.
 Perut membesar, salah satu cirinya adalah celana terasa sesak.
 Kehilangan selera makan atau rasa cepat kenyang (perut terasa penuh).
 Rasa mudah capek atau rasa selalu kurang tenaga.
 Rasa nyeri pada (tulang) punggung bawah (Low back pain).

G. DIAGNOSIS
Diagnosis kista ovarium ditegakkan melalui pemeriksaan dengan ultrasonografi atau
USG (abdomen atau transvaginal), kolposkopi screening, dan pemeriksaan darah (tumor
marker atau petanda tumor).

H. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Di dalam praktek, jika diperlukan dokter kandungan akan menganjurkan untuk
melakukan pemeriksaan sekret (yang meliputi: Trichomonas, Candida/jamur, bakteri

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 8


Kista Ovarium
batang, bakteri kokus, epitel, lekosit, eritrosit, epitel, dan pH) dan hematologi, misalnya:
Hb (Hemoglobin).

I. PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN


Untuk benar-benar bebas dari kista, seorang wanita perlu menjaga berat badan (tidak
gemuk di daerah perut), diet sehat (mengurangi konsumsi daging) dan rajin berolah-
raga.

Umumnya kista ovarium pada wanita usia subur akan menghilang dengan sendirinya
dalam 1 sampai 3 bulan. Meskipun ada diantaranya yang pecah namun tidak akan
menimbulkan gejala yang berarti. Kista jenis ini termasuk jinak dan tidak memerlukan
penanganan medis. Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan
pemeriksaan USG.

Meskipun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan terhadap perkembangan kista


sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Bila memang ternyata tidak terlalu bermakna
maka kista dapat diabaikan karena akan mengecil sendiri.
Pemeriksaan USG sangat berperanan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista
ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista dan lain
sebagainya.

Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari
peregangan organ sekitar kista maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi
pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium
patologi anatomi untuk mengetahui kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi
kanker.

J. KISTA DAN KEHAMILAN


Kista ovarium berukuran kecil biasanya tidak membahayakan janin dan tidak beresiko
menimbulkan komplikasi kehamilan. Kista ovarium berukuran besar (6-8 cm) dapat
menimbulkan masalah bagi ibu hamil. Kadang-kadang, kista ini tumbuh pada batang
yang memutar dan pecah, menyebabkan rasa sakit pada Ibu. Meskipun substansi yang

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 9


Kista Ovarium
pecah ini tidak membahayakan pertumbuhan janin, namun rasa sakit yang luar biasa
dapat memicu kelahiran prematur ataupun keguguran.

Dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit yang aman bagi Ibu dan janin
sambil terus mengamati perilaku kista. Biasanya kista mengecil dan menghilang dengan
sendirinya pada trimester kedua kehamilan. Bila tidak juga ada tanda-tanda mengecil
ataupun pecah, operasi pembedahan mungkin disarankan.

K. PERBEDAAN KISTA DENGAN MIOMA


Kista berbeda dengan mioma. Kista berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk
massa solid (tumor). Kista biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita,
sedangan mioma pada dinding rahim wanita. Pada kenyataannya, seorang wanita bisa
mengalami baik kista maupun mioma secara bersamaan.

BAB III
LAPORAN KASUS

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 10


Kista Ovarium
ANAMNESIS PRIBADI

Nama : Ny. Atik

Umur : 53 Tahun

Agama : Islam

Suku : Jawa

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Agama : Islam

Nama Suami : Tn. Mayun

Umur : 56 Tahun

Agama : Islam

Suku : Jawa

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Jln. Pematang Seleng Simpang No. 8 Aek Nabara

Tgl Masuk : 17 Juni 2013, Jam 09.30 WIB

Nomor MR : 20.12.82

ANAMNESIS PENYAKIT

KU : Perut membesar

Telaah : Hal ini dialami os sejak + 2 tahun belakangan ini, awalnya terasa kecil sebesar
telur ayam kemudian lama kelamaan dirasakan semakin membesar sebesar

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 11


Kista Ovarium
kepala orang dewasa. Riwayat penurunan berat badan (+), riwayat penurunan
nafsu makan (+), riwayat keluar darah dari kemaluan diluar siklus menstruasi
(-), riwayat keputihan (-), riwayat campur dengan suami berdarah (-). Os
mengeluhkan BAK dan BAB terganggu 1 bulan ini.

RPT : (-)

RPO : (-)

Riwayat penggunaan KB : (-)

Riwayat Menarche : Menarche umur 13 tahun, siklus + 28 hari, lama 6 – 7


hari, volume 2 – 3 kali ganti pembalut/hari, nyeri haid (-)

Riwayat Perkawinan : Menikah umur 25 tahun, suami umur 28 tahun, lama


menikah 28 tahun

Riwayat Kehamilan : P2A0

Berat Badan : 54 kg

Tinggi Badan : 146 cm

PEMERIKSAAN FISIK

Status Present :

Sensorium : Compos Mentis Anemis : (-)

Tekanan Darah : 130/80 mmHg Ikterus : (-)

Frekwensi Nadi : 82 x/i Cyanosis : (-)

Frekwensi Nafas : 20 x/i Dyspnoe : (-)

Suhu : 36,60C Edema : (-)

Status Generalisata :

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 12


Kista Ovarium
Kepala : Normocephali

Rambut : Hitam tidak mudah dicabut.

Mata : Konjungtiva pucat (+), sclera tidak ikterik.

Telinga: Kedua membrane timpani intak.

Hidung : Tidak ada septum deviasi, tidak ditemukan kelainan .

Mulut : Tidak ada kelainan pada tonsil, uvula di tengah & simetris.

Thoraks

Mammae : Simetris dextra-sinistra.


Paru :I : Bentuk simetris dextra – sinistra, tidak ada nafas
tertinggal.
P : Vocal fremitus normal dextra-sinistra,.
P : Batas paru – hepar, sonor ke pekak ICS 6 midclavicula
dextra. Batas paru – lambung, sonor ke timpani ICS 8 axillaris
anterior sinistra.
A : Vesikuler dextra sinistra.

Jantung :I : Ictus cordis tidak terlihat di linea midclavicula ICS 5.


P : Ictus cordis tidak teraba.
P : Batas kanan jantung ICS 4 linea sternalis dextra.
Batas kiri jantung ICS 5 linea midclavicularis sinistra.
Batas atas jantung ICS 2 line sternalis sinistra.
Batas pinggang jantung ICS 3 linea parasternalis sinistra.
A : Bunyi jantung 1 & 2 murni, gallop tidak ditemukan,
murmur
tidak ditemukan.

Abdomen :I : Terlihat striae & tidak ada sikatrik.

A : Bising usus normal.

P : Nyeri tekan pada daerah suprapubik.

Hepar tidak teraba.

Lien tidak teraba.

Ginjal tidak teraba.

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 13


Kista Ovarium
P : Timpani diseluruh lapang abdomen.

Alat Kelamin : Dalam Batas Normal

Status Ginekologi :

Abdomen : Membesar, teraba massa kistik sebesar kepala orang dewasa

dengan pole atas 3 jari di bawah processus xhypoideus dan pole


bawah setinggi symphisis pubis, permukaan rata, mobile, nyeri
tekan (-)

Inspekulo : Portio licin, erosi (-), F/A (-)

VT :

 Uterus antefleksi besar biasa


 Adnexa kiri lemas, adnexa kanan teraba massa kistik sebesar kepala orang
dewasa
 Parametrium kiri lemas, parametrium kanan tegang
 Permukaan rata, mobile, nyeri (-)
 Cavum douglas tidak menonjol

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorum (Tanggal 17 Juni 2013) Pukul 10.43 WIB

Hematologi :

Hb : 12,5 gr/dl

Ht : 37,5 %

Eritrosit : 4.000.000/mm3

Leukosit : 13.300/mm3

Trombosit : 296.000/mm3

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 14


Kista Ovarium
Kimia Darah :

GDS : 130 mg/dl

Bilirubin total : 0,90 mg/dl

Bilirubin direk: 0,39 mg/dl

SGOT : 11 u/i

SGPT : 9 u/i

Protein Total : 7,81 gr/dl

Ureum : 28 mg/dl

Creatinin : 0,44 mg/dl

Hasil foto thorax : Cor dan Pulmo dalam batas normal

EKG : Dalam Batas Normal

Pemeriksaan USG ( Tanggal 17 Juni 2013 )

 Kandung kemih terisi baik


 Uterus antefleksi besar biasa
 Tampak gambaran hypoechoic, ukuran tak terukur kalifer
 Cairan bebas (-)
 Kesan : Kista ovarium dextra

DIAGNOSIS :

Kista Ovarium Dextra

Rencana : Kistektomi

Ca 125

 Lapor supervisor Prof. dr. Fauzie, Sp.OG → Kistektomi Tanggal 18 Juni 2013
pukul 14.00 WIB

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 15


Kista Ovarium
LAPORAN OPERASI KISTEKTOMI

a/i KISTA OVARIUM DEXTRA

 Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang baik
 Dilakukan tindakan aseptik dengan larutan povidon iodin 10% dan alcohol 70 %
pada dinding abdomen lalu ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi
 Dibawah anestesi spinal dilakukan insisi pfannenstiel mulai dari kutis, sub kutis.
 Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya, fascia digunting ke kanan dan
ke kiri, otot dikuakkan secara tumpul
 Peritoneum dijepit dengan klem, diangkat, lalu digunting keatas dan kebawah,
dipasang hack blast.
 Evakuasi cavum abdomen, uterus dalam batas normal, tampak massa kistik di
tuba sebelah kanan, evaluasi tuba kiri dalam batas normal
 Lalu diputuskan untuk dilakukan kistektomi
 Evaluasi perdarahan, kesan tidak ada perdarahan
 Rongga abdomen di cuci dengan NaCl 0,9% hangat, dibersihkan dari sisa darah
dengan kassa sebersih mungkin.
 Peritoneum dijahit secara continuous dengan plain catgut no. 3.0
 Otot di jahit dengan catgut no. 2.0 secara simple.
 Facia di jahit secara continuous dengan vycril no. 1.0
 Subkutis dijahit dengan catgut no. 2.0
 Kutis dijahit secara subkutikuler dengan vycril no. 4.0
 Luka operasi dibersihkan, diberi betadin, dan ditutup kasa steril
 KU ibu post operasi : baik

INSTRUKSI :

- Bed rest selama 24 jam


- Awasi VS, tanda – tanda perdarahan
- Cek Hb 2 jam post operasi : jika < 8 gr%  R/ transfusi WB sesuai
kebutuhan

TERAPI :

- Tirah baring

- IVFD RL  30 gtt/i

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 16


Kista Ovarium
- Inj. Ceftriaxon 1 gr/IV/12 jam
- Inj. Ketorolac 30 mg/IV/8 jam
- Inj. Gentamicin 80 mg/8jam
- Inf. Metronidazol drip 500mg/8 jam

Follow up Tgl. 19 Juni 2013 Pkl. 08.00

S : Nyeri luka operasi

O : SP : Sens : Compos Mentis Anemis : -

TD : 110/80 mmHg Ikterik : -

HR : 80x/i Sianosis : -

RR : 20x/i Dypsnoe : -

T : 36,6 oC Oedem : -

SL : Abd : Soepel, peristaltik (+) Normal

P/V : (-)

L/O : Tertutup verban, kesan kering

Flatus : (+)

BAK : (+) via kateter 50cc/jam, warna kuning jernih

BAB : (-)

A : Post Kistektomi a/i Kista Ovarium Dextra + H1

Th/ : - IVFD RL  30 gtt/i

- Inj. Ceftriaxon 1 gr/IV/12 jam


- Inj. Ketorolac 30 mg/IV/8 jam
- Inj. Gentamicin 80 mg/8 jam
- Inf. Metronidazol drip 500mg/8 jam

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 17


Kista Ovarium
Advis : Obat injeksi Aff kecuali ranitidine 1 amp/12 jam

Obat oral : Cefadroxil tab 2 x 1

Asam Mefenamat tab 3 x 1

Becom C 1 x 1

Follow up Tgl. 20 Juni 2013 Pkl. 08.00

S : Nyeri luka operasi

O : SP : Sens : Compos Mentis Anemis : -

TD : 110/70 mmHg Ikterik : -

HR : 78x/i Sianosis : -

RR : 20x/i Dypsnoe : -

T : 37,2 oC Oedem : -

SL : Abd : Soepel, peristaltik (+) Normal

P/V : (-)

L/O : Tertutup verban, kesan kering

Flatus : (+)

BAK : (+) via kateter 40cc/jam, warna kuning jernih

BAB : (-)

A : Post Kistektomi a/i Kista Ovarium Dextra + H2

Th/ : Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam

Cefadroxil tab 2 x 1

Asam Mefenamat tab 3 x 1

Becom C 1 x 1

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 18


Kista Ovarium
Advis : Aff infuse dan kateter

Follow up Tgl. 21 Juni 2013 Pkl. 08.00

S : pusing dan susah tidur, setiap makan muntah, mencret 3x

O : SP : Sens : Compos Mentis Anemis : -

TD : 130/80 mmHg Ikterik : -

HR : 80x/i Sianosis : -

RR : 24x/i Dypsnoe : -

T : 36,5 oC Oedem : -

SL : Abd : Soepel, peristaltik (+) Normal

P/V : (-)

L/O : Tertutup verban, kesan kering

Flatus : (+)

BAK : (+) N

BAB : (-)

A : Post Kistektomi a/i Kista Ovarium Dextra+ H3

Th/ : Oral : Cefadroxil tab 2 x 1

Asam Mefenamat tab 3 x 1

Becom C 1 x 1

Follow up Tgl. 22 Juni 2013 Pkl. 08.00

S : -

O : SP : Sens : Compos Mentis Anemis : -

TD : 120/80 mmHg Ikterik : -

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 19


Kista Ovarium
HR : 80x/i Sianosis : -

RR : 22x/i Dypsnoe : -

T : 36,5 oC Oedem : -

SL : Abd : Soepel, peristaltik (+) Normal

P/V : (-)

L/O : Tertutup verban, kesan kering

Flatus : (+)

BAK : (+) N

BAB : (+)

A : Post Kistektomi a/i Kista Ovarium Dextra+ H4

Th/ : Oral : Cefadroxil tab 2 x 1

Asam Mefenamat tab 3 x 1

Becom C 1 x 1

Advis : GV  kering  pasien berobat jalan

DAFTAR PUSTAKA

1. http://penyakitdanobatnya.com/informasi-penyakit/penyakit-kista-
ovarium/

2. http://wanenoor.blogspot.com/2012/01/pengertian-penyebab-dan-
solusi.html#.UVhVax0a6w1

3. http://penyakitdanobatnya.com/tag/penyakit-kista-wikipedia/

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Kista

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 20


Kista Ovarium
5. http://netsains.com/2009/08/tips-praktis-mengatasi-kista-ovarium/

6. http://www.cancerhelps.com/kista.htm

7. http://www.blogdokter.net/2008/05/30/kista-ovarium/

8. http://racik.wordpress.com/2007/04/07/mengatasi-kista-ovarium-dengan-
ramuan-tumbuhan-obat/

SMF. Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSU. Haji Medan 21


Kista Ovarium