You are on page 1of 13

ARTIKEL

PRINSIP-PRINSIP FISIKA DALAM


PEMELIHARAAN ALAT-ALAT KEPERAWATAN

Dosen Pengampu : Ibu. Ifana

Disusun Oleh :
1. Dinatri Julianto
2. Nur Kamal
3. Richa Terana A.
4. Aliya K.
5. Indah Pujiati
6. Vera Undayani

AKADEMI KEPERAWATAN KRIDA HUSADA KUDUS


Jl. Lambao No. 1 Singocandi Kec. Kota Kab. Kudus
Tahun Akademik 2007 / 2008
PERALATAN

A. MACAM-MACAM PERALATAN
Kedokteran mempunyai peralatan yang beraneka ragam misalnya
EKG, EEG, diatermisi gelombang mikro, ultrasonik, tabung reaksi, pipet,
tang spatle, pinset bedah, pinset anatomi, gunting, forcep, hand schoen dan
lain-lain.
Dari sekian banyak peralatan kedokteran dapat dikategorikan menjadi 4
yaitu :
- Peralatan elektronika.
- Peralatan dari bahan baku logam.
- Peralatan dari bahan baku gelas.
- Peralatan dari bahan baku karet/plastik.

B. PERALATAN ELEKTRONIKA
Peralatan elektronika yang dimaksud adalah peralatan yang
mempergunakan sumber daya listrik, misalnya alat electrocardiography,
electro encephalography, unit thermography, ventilator, unit monitor EKG
dan lain-lain.

C. PERALATAN DARI BAHAN BAKU LOGAM


Bahan baku logam yang biasa dipakai adalah nikel, alpaka, tembaga
dan logam campuran lainnya. Peralatan dari bahan logam ini banyak
ragamnya, misalnya forcep ekstraksi, gunting, pinset, jarum hecting dan
lain-lain.

D. PERALATAN DARI BAHAN BAKU GELAS


Bahan baku gelas yang biasa dipakai adalah pyrex, fiber gelas.
Contoh : vacum extractie/ekstraksi vakum, pipet, tabung reaksi buret dan
lain-lain.
PERAWATAN PERALATAN

Peralatan kedokteran pada hakekatnya dibagi dalam empat kategori


(elektronika, logam, gelas dan karet), maka perawatan-peralatan dibagi menjadi 4
bagian pula.
A. PERAWATAN ALAT ELEKRONIKA
Perilatan elektronika sangat peka terhadap goncangan sehingga perlu
dihindari dari goncangan. Hindari penggunaan peralatan dari medan magnet
yang kuat agar sensivitas meter tidak berubah. Alat-alat elektronika tidak
tahan pada suhu di atas 250C, sehingga pada waktu penggunaan suhu
ruangan sebaiknya berkisar antara 180C s/d 250C, rata-rata pada temperatur
210C. untuk menghindari suhu terlalu tinggi, pada alat perlu tempati kipas
angin disekitar power suply/sumber daya alat tersebut.
Debu dapat pula mempengaruhi kerjanya alat, sehingga setiap saat
ruangan dibersihkan dengan menggunakan alat penyedot debu (vacum
cleanner).
Pengetahuan dan ketrampilan penggunaan peralatan memegang
peranan penting dalam perawatan peralatan agar peralatan berjalan dengan
baik dan kerusakan dapat dihindari sejauh mungkin. Pengetahuan dan
ketrampilan ini meliputi :
 Sasaran pengukuran telah dipahami terlebih dahulu.
 Persiapan metoda, waktu dan program pengukuran.
 Kondisi peralatan baik atau tidak.

B. PERAWATAN ALAT DARI BAHAN BAKU LOGAM


Alat-alat yang terbuat dari logam misalnya besi, tembaga maupun
aluminium sering terjadi karatan. Untuk menghindari terjadinya hal
demikian maka alat-alat tersebut harus disimpan pada tempat yang
mempunyai temperatur tinggi (± 370C) dan lingkungan yang kering kalau
perlu memakai bahan silikon sebagai penyerap uap air.
Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran debu
maupun air yang melekat, kemudian diolesi dengan minyak olie, minyak
rem atau parafin cair.

C. PERAWATAN ALAT DARI BAHAN BAKU GELAS


Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium medis. Ada
beberapa keuntungan maupun kelemahan dari bahan baku gelas tersebut.
Keuntungannya : Bahan gelas tahan terhadap reaksi kimia, terutama
bahan gelas pyrex, tahan terhadap perubahan
temperatur yang mendadak, koefisien muai yang kecil
dan tembus cahaya yang besar.
Kelemahannya : Mudah pecah terhadap, tekanan mekanik, dan mudah
tumbuh jamur sehingga mengganggu daya tembus
sinar; kadang-kadang dengan menggunakan kain katun
untuk membersihkan saja mudah timbul goresan.
Dengan memperhatikan keuntungan dan kelemahan dari bahan gelas,
maka dalam segi perawatan maupun memperlakukan alat-alat gelas harus
perhatikan :
1. Penyimpanan pada ruangan yang suhunya berkisar 270C-370C dan diberi
tambahan lampu 25 watt.
2. Ruangan tempat penyimpanan diberi bahan silikon sebagai zat
higoskopis.
3. Gunakan alkohol, aceton, kapas, sikat halus dan pompa angin untuk
memberersihkan debu dari permukaan kaca/gelas. Usahakan pada waktu
membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa.
4. Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan di atas
kawat kasa; atau boleh melakukan pemanasan secara langsung asalkan
bahan gelas terbuat dari pyrex.
5. Gelas yang direbus hendakaya jangan dimasukkan langsung kedalam air
yang sedang mendidih melainan gelas dimasukkan ke dalam air dingin
kemudian di panaskan secara perlahan-lahan untuk pendinginan
mendadak tidak diperkenankan.
6. Membersihkan bahan/kotoran dari gelas sebaliknya segera setelah
dipakai dapat menggunakan :
a. Air yang bersih.
b. Detergent : dapat menghilangkan
lemak dan tidak membawa efek perubahan fisik.
c. Larutan : Kalium dichrohmat 10
gram
Asam belerang 25 ml
Aquadest 75 ml
Kadang-kadang memerlukan perencam sampai beberapa jam,
kemudian dibilas dengan air bersih, dikeringkan dengan udara panas
lalu disimpan di tempat yang kering.

D. PERAWATAN ALAT DARI BAHAN BAKU KARET


Sarung tangan dari karet/hand schoen mudah sekali meleleh atau
melengket apabila disimpan terlalu lama. Untuk menghindari kerusakan dari
bahan karet, sebelum melakukan penyimpanan mula-mula bersihkan kotoran
darah atau cairan obat dengan cara mencuci dengan sabun kemudian
dikeringkan dengan menjemur di bawah sinar matahari atau hembusan udara
hangat. Setelah itu taburi talk pada seluruh permukaan karet.
STERILISASI

Sterilisasi atau suci hama yaitu suatu proses membunuh segala bentuk
kehidupan mikro organisme yang ada dalam sample/contoh, alat-alat atau
lingkungan tertentu.
Dalam bidang bakteriologi, kata sterilisasi sering dipakai untuk
menggambarkan langkah yang diambil agar mencapai tujuan meniadakan atau
membunuh semua bentuk kehidupan mikro organisme.
Tehnik sterilisasi pada dasarnya dapat ditempuh melalui dua cara :
1. Secara fisis.
2. Secara kimia/chemical.

A. STERILISASI SECARA FISIS


1. Metode Radiasi
Dalam mikro biologi radiasi gelombang elektro magnetik yang
banyak digunakan adalah radiasi sinar ultraviolet, radiasi sinar gamma
atau sinar X dan sinar matahari. Sinar matahari banyak mengandung
Sinar Ultraviolet, sehingga secara langsung dapat dipakai untuk proses
sterilisasi; hal ini telah lama diketahui orang. Sinar ultraviolet bisa
diperoleh dengan menggunakan katoda panas (enmisi termis) yaitu ke
dalam tabung katoda bertekanan rendah diisi dengan uap air raksa;
panjang gelombang yang dihasilkan dalam proses ini biasanyaa dalam
orde 2.500 ald 2.600 Angstrom. Lampu merkuri yang banyak terpasang
di jalan-jalan sesungguhnya banyak mengandung sinar ultraviolet.
Namun sinar ultraviolet yang dihasilkan itu banyak diserap oleh tabung
gelas yang dilaluinya, sehingga dalam proses sterilisasi hendaknya
memperhatikan dosis ultraviolet.
Sinar ultraviolet yang diserap oleh sel organisme yang hidup,
khususnya oleh nukleotida maka elektron-elektron dari molekul sel
hidup akan mendapat tambahan energi. Tambahan energi ini
kadang-kadang cukup kuat untuk mengganggu bahkan merusak ikatan
intramolekuler, misalnya ikatan atom hidrogen dalam DNA. Perubahan
intramolekuler ini menyebabkan kematian pada sel-sel tersebut.
Beberapa plasma sangat peka terhadap sinar ultraviolet sehingga mudah
menjadi rusak.
Sinar gamma mempunyai tenaga yang lebih besar dari pada sinar
ultraviolet dan merupakan radiasi pengion. Interaksi antara sinar gamma
dengan materi biologis sangat tinggi sehingga mampu memukul elektron
pada kulit atom sehingga menghasilkan pasangan ion (pair production).
Cairan sel baik intraselluler maupun ekstraselluler akan terionisasi
sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada mikro organisme
tersebut.
Sterilisasi dengan penyinaran sinar gamma berdaya tinggi
dipergunakan untuk objekobjek yang tertutup plastik (stick untuk swab,
jarum suntik). Untuk makanan maupun obat-obatan tidak boleh
menggunakan sinar gamma untuk sterilisasi oleh karena akan terjadi
perubahan struktur kimia pada makanan maupun obat-obatan tersebut.

2. Metode pemanasan dengan uap air dan pengaruh tekanan (auto


clave)
Benda yang akan disuci hamakan diletakkan di atas lempengan
saringan dan tidak langsung mengenai air di bawahnya. Pemanasan
dilakukan hingga air mendidih (diperkirakan Pada suhu 1000C), pada
tekanan 15 lb temperatur mencapai 1210C. Organisme yang tidak
berspora dapat dimatikan dalam tempo 10 menit saja. Banyak jenis spora
hanya dapat mati dengan pemanasan 1000C selama 30 menit tetapi ada
beberapa jenis spora dapat bertahan pada temperatur ini selama beberapa
jam. Spora-spora yang dapat bertahan selama 10 jam pada temperatur
1000C dapat dimatikan hanya dalam waktu 30 menit apabila air yang
mendidih ini ditambah dengan natrium carbonat (Na2CO3).
3. Metode pemanasan secara kering.
Pemanasan kering ini kurang efektif apabila temperatur kurang
tinggi. Untuk mencapai efektivitas diperlukan pemanasan mencapai
temperatur antara 1600C s/d 1800C. Pada temperatur ini akan
menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan jaringan; hal ini
disebabkan terjadinya auto oksidasi sehingga bakteri Pathogen dapat
terbakar. Pada sistem pemanasan kering terdapat udara; hal mana telah
diketahui bahwa udara merupakan penghantar panas yang buruk
sehingga sterilisasi melalui pemanasan kering memerlukan waktu cukup
lama, rata-rata waktu yang diperlukan 45 menit. Pada temperatur 1600C
memerlukan waktu 1 jam, sedangkan pada temperatur 1800C memerlu-
kan waktu, 30 menit. Pada metode pemanasan kering ini secara rutin
dipergunakan untuk mensterilisasikan alat-alat pipet, tabung reaksi,
stick swab, jarum operasi, jarum suntik, syiringe. Oleh karena
temperatur tinggi sangat mempengaruhi ketajaman jarum atau gunting
maka hindarilah tindakan sterilisasi dengan metode panas kering
terhadap jarum dan gunting.

4. Metode pemanasan secara intermittent/terputus-putus.


John Tyndall (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa
pada temperatur didih (1000C) selama 1 jam tidak dapat Membunuh
Semua mikroorganisme tetapi apabila air dididilikan berulang-ulang
sampai lima kali dan setiap air mendidih istirahat berlangsung 1 menit
akan sangat berhasil untuk membunuh kuman. Hal ini dapat dirnengerti
oleh karena dengan pemanasan intermittent lingkaran hidup
pembentukan spora dapat diputuskan.

5. Metode incineration (pembakaran langsang).


Alat-alat platina, khrome yang akan disteril dapat dilakukan
melalui pembakaran secara langsung pada nyala lampu bunzen hingga
mencapai merah padam. Hanya saja dalam proses pembakaran langsung
ini alat-alat tersebut lama kelamaan menjadi rusak. Keuntungannya:
mikroorganisme akan hancur semuanya.
6. Metode penyaringan (filtration)
Metode penyaringan berbeda dengan metode pemanasan.
Sterilisasi dengan metode pemanasan dapat membunuh mikroorganisme
tetapi mikroorganisme yang mati tetap berada pada material tersebut,
sedangkan sterilisasi dengan metode penyaringan mikroorganisme tetap
hidup hanya dipisahkan dari material. Bahan filter/penyaringan adalah
sejenis porselin yang berpori yang dibuat khusus dari masing-masing
pabrik.
Ada banyak macam filter yaitu
 Berkefeld V.
 Coarse N, M dan W.
 Fine.
 Chamberland.
 Seltz.
 Sintered glass.
Metode filtrasi ini hanya dipakai untuk sterilisasi larutan gula,
cairan lain seperti serum atau sterilisasi hasil produksi mikroorganisme
seperti enzym dan exotoxin dan untuk memisahkan fitrable virus dari
bakteria dan organisme lain.

B. STERILISASI SECARA KIMIA


Sterilisasi secara kimia tidak dibahas secara terperinci di sini, namun
lazim digunakan adalah alkohol 96%, Aceton tab formalin, sulfur dioxida
dan chlorine. Materi yang akan disuci hamakan dibersihkan terlebih dahulu
kemudian direndam dalam alkohol atau aceton atau tab formalin selama ±
24 jam.
PELAKSANAAN STERILISASI

Sterilisasi dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diinginkan yaitu


mikroorganisme dapat dibunuh dan peralatan tetap baik, untuk itu perlu
mengetahui:
1. Macam peralatan manakah yang akan disuci hamakan.
2. Metode sterilisasi manakah yang akan dipakai.

1) STERILISASI TERHADAP BAHAN BAKU LOGAM DAN GELAS


Alat yang terbuat dari logam sebelum disteril dicuci terlebih dahulu.
Perbiasakan segera mencuci alat-alat begitu selesai memakainya; agar
kotoran yang melengket mudah dibersihkan. Alat-alat logam (jarum suntik,
pinset, gunting, jarum operasi, scalpel blede) maupun tabung reaksi, pipet,
petridisk, mula-mula dibersihkan terdahulu kemudian dibungkus dengan
kain gaas. Setelah itu menggunakan metode pemanasan secara kering, suhu
mencapai 160C, jarak waktu mencapai 1-2 jam, kemudian didiamkan agar
suhu turun perlahan-lahan.

2) STERILISASI TERHADAP BAHAN BAKU KAIN DAN MEDIA


KULTUR
Media kultur yang akan disteril, terlebih dahulu dibungkus dengan
kertas agar setelah disteril dan dikeluarkan dari alat sterilisator tidak
terkontaminasi dengan kuman lagi. Demikian pula kain doek, dibungkus
dengan plastik terlebih dahulu sebelum melakukan sterilisasi. Metode
sterilisasi yang akan dipakai di sini adalah metode pemanasan uap air dan
pengaruh tekanan (autoclave).
pertukaran antara O2 dan CO2.
3) STERILISASI BAHAN BAKU DARI KARET/PLAST1K
Bahan karet misalnya sarung tangan apabila akan disterilkan
sebaiknya jangan memakai metode pemanasan, oleh karena akan
mengganggu elastisitas karet dan karet akan meleleh apabila kena panas.
Untuk mensuci hama bahan baku karet, mula-mula dibersihkan dari kotoran
dengan memakai air bersih dan detergent, kemudian dikeringkan. Setelah itu
taburi talk dan disimpan dengan menggunakan tablet formalin.
TUJUAN

Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk :


1) Memenuhi tugas fisika biologi
2) Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang pemeliharaan
alat-alat keperawatan sesuai dengan prinsip-prinsip fisika kedokteran
PENGERTIAN

Ada 2 (dua) bidang yang termasuk dalam Fisika Kedokteran yaitu : bidang
kedokteran dan bidang Fisika oleh karena itu Fisika Kedokteran berpesan dalam 2
hal, meliputi :
 Pengggunaan ilmu Fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi : kesehatan
dan penyakit. Dalam hal ini dapat disebut pula faal fisika.
 Penggunaan Fisika dalam praktek Kedokteran meliputi pengetahuan tentang
benda atau alat-alat yang dipergunakan dalam bidang kedokteran yaitu alat
ultrasonik, laser, radiasi dan sebagainya.