You are on page 1of 51

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

MODUL PENDATAAN KELUARGA SEHAT

Di WILAYAH KERJA
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

TIM PENYUSUN

Dr. Miko Hananto, SKM, M.Kes


Mieska Despitasari, S.Si, MKM
Eva Laelasari, S.Si, MKKK
Andre Yunianto, S.Si
Ginoga Veridona, S.Kom

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 167
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

MATERI INTI
Survei Kesehatan Seluruh Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas

I. Deskripsi Singkat
Kegiatan pengumpulan data merupakan faktor penentu dan bagian penting dari
rangkaian kegiatan survei yang menentukan diperolehnya data yang akurat dan
valid sehingga diperoleh data kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan pengumpulan data di lapangan sangat ditentukan oleh pelatihan,
pengorganisasian, persiapan, penyelenggaraan kegiatan, dan kegiatan paska
lapangan.
Teknik pengumpulan data pada survei ini dilakukan dengan cara wawancara
dan observasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengumpulan data
adalah faktor pewawancara, responden, materi pertanyaan, dan situasi
wawancara.

II. Tujuan
A. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu melakukan survei
kesehatan keluarga di wilayah kerja Puskesmas
B. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu:
1. Peserta pelatihan menerapkan etika pengumpulan data dan cara probing
2. Peserta pelatihan mampu melakukan perhitungan Indeks Keluarga
Sehat (IKS)
3. Peserta pelatihan mampu melakukan Pengisian Kuesioner Keluarga Sehat
4. Peserta pelatihan mampu melakukan manajemen dan analisis data
Keluarga Sehat (KS)

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 168
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

III. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan


Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan dan sub pokok bahasan berikut:
Pokok Bahasan 1.
Etika pengumpulan data dan cara probing
Pokok Bahasan 2.
Perhitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS)
Pokok Bahasan 3.
Pengisian Kuesioner Keluarga Sehat
Pokok Bahasan 4.
Manajemen dan Analisis Data Keluarga Sehat (KS)

IV. Langkah-Langkah Proses Pembelajaran


Berikut disampaikan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran.
1. Fasilitator menjelaskan secara singkat tentang tujuan pembelajaran dan pokok
bahasan.
2. Fasilitator menjelaskan materi sesuai pokok bahasan etika pengumpulan data
3. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya/ mendiskusikan materi yang
diberikan
4. Fasilitator membagikan instrument survey keluarga sehat/ family folder
5. Fasilitator menjelaskan cara pengisian instrumen dan peserta langsung
mempraktikkan cara pengisian instrument sesuai contoh kasus yang telah
dipaparkan fasilitator
6. Peserta melakukan role play pengumpulan data
7. Fasilitator menjelaskan materi pengolahan data
8. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.
9. Fasilitator memberikan penugasan penghitungan indeks

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 169
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Contoh: Setiap kelompok mewakili satu desa (satu orang mensurvey satu
keluarga), sehingga dapat dihitung indeks keluarga, selanjutnya indeks
tingkat desa dan pada akhirnya indeks kecamatan. Penugasan
dilakukan untuk penghitungan IKS secara manual maupun dengan
menggunakan tablet.
10. Beberapa peserta memaparkan hasil penghitungan, kemudian dianalisis
bersama.

V. Bahan Belajar
Beberapa bahan pustaka yang dapat dipergunakan, yaitu:
1. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan Gizi di Keluarga
2. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan KIA di Keluarga
3. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Penyakit Menular (Tuberculosis) di Keluarga
4. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan Penyakit Tidak Menular di
Keluarga
5. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Sanitasi Lingkungan di Keluarga
6. Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Komunikasi Efektif

VI. Metode
1. Ceramah dan Tanya Jawab
2. Role Play
3. Diskusi
4. Praktik Manajemen dan Analisis Data

VII. Media dan Alat Bantu


1. Bahan tayang

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 170
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

2. Instrumen Survei
3. Panduan pengisian instrumen survei (terintegrasi dalam modul)
4. Komputer/ laptop
5. LCD
6. Flipcharts
7. White board
8. Spidol (ATK)
9. Sound System

VIII. Kompetensi Dasar/ Awal Peserta Pelatihan


1. Dapat mengoperasikan komputer/ laptop
2. Menguasai program Microsoft office

IX. Uraian Materi

A. ETIKA PENGUMPULAN DATA DAN CARA PROBING


a. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Wawancara
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil wawancara
diantaranya adalah bahasa yang digunakan oleh pewawancara, perbedaan
karakter antara pewawancara dengan responden, substansi pertanyaan, dan
suasana pada saat mewawancarai responden. Pewawancara harus
menyampaikan pertanyaan kepada responden dengan menggunakan bahasa
yang mudah dimengerti. Perbedaan karakteristik pewawancara dengan
responden sangat mempengaruhi hasil wawancara.
Pewawancara harus dapat menyesuaikan diri dengan karakter
responden agar responden tidak merasa canggung saat diwawancarai. Misalnya
dengan memakai pakaian yang pantas dan tidak berlebihan sesuai dengan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 171
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

karakteristik daerah setempat. Keramahan pewawancara dapat menyebabkan


responden merasa nyaman dan aman dalam menjawab pertanyaan, serta
memperkecil kemungkinan jawaban yang direkayasa. Penyampaian tujuan
wawancara dengan jelas, salam sesuai agama atau budaya setempat,
pembacaan form informed consent atau persetujuan setelah penjelasan dan
pernyataan bahwa data responden dijaga kerahasiaannya dapat mempermudah
mendapatkan data yang akurat dari responden.
Substansi pertanyaan yang sensitif sangat rentan terhadap jawaban
manipulatif yang tentunya akan menyebabkan data tidak valid. Oleh karena itu,
apabila responden terlihat ragu dalam menjawab pertanyaan, dapat dilakukan
probing. Apabila memungkinkan, tanyakan pertanyaan-pertanyaan spesifik
kepada responden di tempat yang terpisah dari anggota keluarga lainnya atau
tetangga. Contoh topik pertanyaan sensitif dalam family folder adalah terkait
merokok, KB, dan gangguan jiwa.
Suasana saat melaksanakan wawancara juga dapat mepengaruhi hasil
wawancara, pastikan suasana nyaman pada saat mewawancarai responden.
Misalnya tidak mewawancarai saat responden terkena musibah atau bencana
alam; responden dalam kondisi terburu-buru karena ada alasan tertentu; atau
tidak mendatangi responden larut malam.

b. Etika Wawancara dalam Pengumpulan Data


Pengumpul data harus memastikan untuk berkoordinasi dengan ketua
RT dan RW sebelum memulai pengumpulan data. Apabila memungkinkan,
sebaiknya proses pengumpulan data didampingi oleh pihak RT/ RW atau kader
posyandu. Berikut disampaikan beberapa keterangan terkait keluarga dan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 172
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

anggota keluarga, beberapa diantaranya mengacu pada Pedoman Riset


Kesehatan Dasar Badan Litbangkes Tahun 2013.
Beberapa keterangan tentang keluarga:
1. Pendataan keluarga berdasarkan Kartu Keluarga.
2. Apabila dalam satu rumah terdapat lebih dari satu Kartu Keluarga, maka
pendataan berdasarkan masing-masing Kartu Keluarga tersebut.
3. Apabila ada keluarga lain yang tinggal di dalam satu rumah dan tidak
terdaftar/ tidak memiliki kartu keluarga maka dimasukkan sebagai anggota
keluarga dari salah satu keluarga yang memiliki Kartu Keluarga.
4. Jika ada pendatang yang tinggal di wilayah Rukun Tetangga tetapi
bermaksud untuk tinggal minimal selama 6 bulan di wilayah Rukun
Tetangga tersebut, maka tetap dianggap sebagai keluarga dan diambil
datanya.
5. Rumah tangga atau bangunan sensus yang bukan rumah tangga biasa (RS,
lembaga pemasyarakatan, panti sosial, asrama, pasar, dan lain-lain sesuai
definisi BPS), tidak diambil datanya.
6. Rumah kost dengan penghuni ≤ 15 orang (termasuk ART pemilik kost),
dimasukkan ke dalam satu family folder yang sama.
7. Dalam kasus pemilik kost berada pada bangunan yang sama dengan
penghuni kost: apabila satu kamar diisi lebih dari satu orang dengan
hubungan keluarga baik suami/isteri/anak/sepupu/ kakak/ adik sebaiknya
dimasukkan ke dalam family folder yang tersendiri.
8. Apabila penghuni kost berada dalam bangunan yang terpisah dari pemilik
kost, maka didata sebagai keluarga tersendiri

Beberapa keterangan tentang Anggota Rumah Tangga (ART):


1. Informasi untuk pengisian family folder tidak dapat diwakilkan oleh anggota
keluarga lain apabila terkait dengan pengukuran tekanan darah.
2. ART berusia < 15 tahun dapat diwakilkan dalam menjawab pertanyaan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 173
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. ART yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dapat didampingi oleh


ART lainnya dalam menjawab pertanyaan
4. Anggota keluarga yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan anggota
keluarga yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan
pindah/akan meninggalkan rumah tangga 6 bulan atau lebih tidak dianggap
sebagai anggota keluarga.
5. Orang yang telah tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih atau yang telah
tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi berniat tinggal di rumah
tangga tersebut 6 bulan atau lebih dianggap sebagai anggota keluarga.
6. Pekeja (misalnya pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun) yang
tinggal dan makan di rumah majikannya dianggap sebagai anggota keluarga
majikannya, dengan tetap mengikuti batasan waktu minimal 6 bulan tinggal
di rumah tangga tersebut.
7. Anak angkat dalam keluarga tetap diwawancarai. Apabila dalam satu
bangunan rumah terdapat banyak keluarga inti, maka seluruhnya
diwawancarai.
8. Apabila dalam satu rumah terdapat lebih dari satu keluarga inti, maka
seluruh ART diwawancarai.

Apabila saat pengumpulan data, responden tidak ada di tempat, tunda


wawancara dan buatlah janji kunjungan kembali ke keluarga tersebut untuk
melengkapi pengisian kuesioner dari responden yang belum diwawancarai.
Batas waktu kembalinya petugas untuk pengumpulan data, ditentukan
berdasarkan kesepakatan masing-masing daerah. Hal tersebut akan sangat
tergantung pada frekuensi dan rentang waktu intervensi yang direncanakan
oleh masing-masing wilayah. Pengumpul data harus menghormati norma
sosial setempat. Kunjungan rumah diupayakan dapat diatur sedemikian rupa
agar tidak mengganggu kegiatan seluruh anggota keluarga.
Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu pewawancara

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 174
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

menjelaskan tujuan wawancara dan pengamatan lingkungan rumah yang akan


dilakukan sehingga responden memahami tujuan survei. Mintalah izin dari
responden sebelum responden menandatangani informed consent.
Pada waktu melakukan proses wawancara, pewawancara harus
menciptakan suasana yang baik, tidak memberikan kesan memaksa,
menghindari percakapan yang menyimpang dan bertele-tele, dan meminta ijin
sebelum menanyakan pertanyaan yang sensitif. Setelah selesai melakukan
wawancara, mengucapkan terima kasih pada saat berpamitan dan minta
kesediaan untuk kembali didatangi apabila ada data yang kurang.
Apapun yang terjadi, tetap optimalkan seluruh rumah tangga dan
selurun anggota keluarga di dalamnya dapat didata. Apabila ada kesulitan
dalam pengumpulan data, pengumpul data dapat berkoordinasi dengan kader
posyandu setempat.

c. Cara Probing
Probing berarti menggali atau melacak. Probing dapat digunakan
sebagai teknik untuk menigkatkan kualitas dan kuantitas jawaban responden.
Apabila responden menjawab dengan cepat, lugas, dan panjang lebar
mengenai jawaban yang sebenarnya bukan jawaban dari pertanyaan yang
ditanyakan, maka pewawancara sebaiknya memotong dan menanyakan
kembali dengan kalimat yang lebih mudah dipahami oleh responden. Apabila
responden terlihat bingung dan tidak dapat menjawab pertanyaan, beri waktu
sejenak bagi responden untuk berpikir.

B. PERHITUNGAN INDEKS KELUARGA SADAR KESEHATAN

Perhitungan Indeks Keluarga Sehat bertujuan untuk menentukan


tingkatan keluarga menurut status kesehatan yang dimiliki keluarga tersebut.
Pada perhitungan ini dibedakan antara Indeks Keluarga Sehat pada keluarga
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 175
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

bukan inti dan keluarga inti. Yang dimaksuk keluarga inti adalah annota
keluarganya terdiri dari ayah, ibu, dan anak (termasuk anak tiri dan anak
angkat).
Perhitungan indeks KSK ini dilakukan secara otomatis melalui program
entry. Dalam merancang program entry, termasuk didalamnya adalah membuat
kesimpulan hasil rekapitulasi semua anggota keluarga menjadi kesimpulan
keluarga.
Definisi operasional indikator dalam KS adalah sebagai berikut:
1. Keluarga mengikuti program KB: Anggota Rumah Tangga (ART) status menikah
atau ART usia 10-54 tahun dan tidak hamil :
ART mengikuti program KB 1. Ya 2. Tidak
Y jika jawaban Ya
T jika jawaban Tidak
2. Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standard:
Apakah memeriksakan kehamilan sesuai standar? 1. Ya 2. Tidak
Y jika jawaban Ya
T jika jawaban Tidak
3. Balita mendapat imunisasi lengkap: (Balita 12-23 bln) 1. Ya 2. Tidak
Y jika jawaban Ya
T jika jawaban Tidak
4. Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan: (balita 7-23 bln) 1. Ya 2. Tidak
Y jika jawaban Ya
T jika jawaban Tidak
5. Pemantauan pertumbuhan balita: (balita 2-59 bln)
Dalam 1 bulan terakhir apakah dilakukan pemantauan pertumbuhan balita?
1. Ya 2. Tidak
Y jika jawaban Ya
T jika jawaban Tidak
6. Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar: (ART > 15 tahun )
a. Pernah didiagnosis menderita TB Paru: 1. Ya 2. Tidak
b. Meminum obat TB Paru secara standar : 1. Ya 2. Tidak
c. ART pernah menderita batuk berdahak > 2 minggu disertai satu atau lebih
gejala
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya”  Y
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak”  T
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Ya”  T
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Tidak”  N
7. Penderita hipertensi yang berobat sesuai aturan: (ART > 15 tahun )
a. Pernah didiagnosis menderita hipertensi : 1. Ya 2. Tidak

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 176
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

b. Meminum obat hipertensi secara teratur: 1. Ya 2. Tidak


Hasil pengukuran tekanan darah : Normal (Sistole < 140 dan Diastole < 90) dan
darah tinggi (Sistole ≥ 140 atau Diastole ≥ 90)
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya”  Y
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak”  T
Jika (a) jawabannya “Ya” maka tidak perlu dilakukan pengukuran tekanan darah
Jika (a) jawabannya “Tidak” maka dilakukan pengukuran tekanan darah
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan hasil pengukuran normal  N
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan hasil pengukuran darah tinggi  T
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan tidak dilakukan pengukuran tekanan darah  N

8. Penderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia) yang mendapat pelayanan


pengobatan (ART > 15 tahun)
a. pernah didiagnosis menderita Schizoprenia 1. Ya 2. Tidak
b. meminum obat gangguan jiwa berat secara teratur 1. Ya 2. Tidak
c. ada ART dipasung 1. Ya 2. Tidak
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” dan (c) jawabannya “Tidak”  Y
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” dan (c) jawabannya “Ya”  T
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak”  T
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Ya”  T
Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Tidak”  N

9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok: (ART > 15 tahun)


Apakah merokok? 1. Ya 2. Tidak
Jawaban “Ya”  Y Jawaban “Tidak”  T
10. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN: (Semua umur)
Apakah mempunyai kartu JKN?: 1. Ya 2. Tidak
Jawaban “Ya”  Y Jawaban “Tidak”  T
11. Mempunyai sarana air bersih: (keluarga)
a. Apa tersedia sarana air bersih dilingkungan rumah: 1. Ya 2. Tidak
b. Jenis sumber airnya terlindung? 1. Ya 2. Tidak
Jika (a) jawabannya “Tidak”  N
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya”  Y
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak”  T
12. Menggunakan jamban keluarga:
A. 1). Tersedia jamban keluarga (rumah tangga) 1. Ya 2. Tidak
2). Jenis jambannya saniter (rumah tangga) 1. Ya 2. Tidak
Jika (a) jawabannya “Tidak”  N
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya”  Y
Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak”  T
B. 1). Apakah biasa buang air besar di jamban (ART > 15 tahun)
Jawaban “Ya”  Y Jawaban “Tidak”  T
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 177
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Maka kesimpulan untuk indikator ……. adalah :


1) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “Y”  Y
2) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “T”  T
3) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “Y” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “Y”  Y
4) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “T”  T
5) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “T” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “Y”  T
6) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku
BAB (B) bernilai “T”  T
Contoh hasil entry menjadi kesimpulan rekap keluarga yang sudah di-export dan
dipindahkan ke program Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

No Indikator Nilai
1 Keluarga mengikuti program KB Y
2 Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar Y
3 Bayi usia 0-11 bulan diberikan imunisasi lengkap Y
4 Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan T
5 Pemantuan pertumbuhan balita (2-59 bulan) N
6 Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar Y
7 Penderita hipertensi yang berobat teratur Y
8 Penderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia) berobat dengan benar N
9 Tidak ada anggota keluarga yang merokok Y
10 Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN T
11 Mempunyai sarana air bersih N
12 Menggunakan jamban keluarga Y
Indeks Keluarga Sehat 77.8

Dari tabel di atas terlihat hasil rekapitulasi semua anggota keluarga menjadi
kesimpulan keluarga. Kemudian dijumlahkan dengan menggunakan formula dalam
program Microsoft Excel sebagai berikut:
=COUNTIF(C8:C19,"Y")/(COUNTIF(C8:C19,"Y")+COUNTIF(C8:C19,"T"))*100

Artinya indeks KS dihitung berdasarkan jumlah ‘Y’ dibagi jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’
dikalikan 100%
Indesk KS = (jumlah ‘Y’)/( jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’) x 100%

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 178
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Perhitungan indeks keluarga sehat bertujuan untuk menilai tingkat atau level
kesehatan keluarga. Indeks keluaga sehat ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
- Nilai indeks ≥ 80% : keluarga sehat
- Nilai indeks 50-79% : pra-sehat
- Nilai indeks < 50% : tidak sehat

Tabel rekap keluarga selain digunakan untuk menghitung indeks juga digunakan
untuk menentukan indikator mana yang perlu dilakukan intervensi.
Penentuan indikator mana yang harus diakukan intervensi, dengan melihat nilai “T”
yang ada pada setiap indikator. Sedangkan indikator yang bernilai N dan Y tidak
perlu dilakukan intervensi.
Sebagai contoh pada tabel di atas, terlihat bahwa ada 2 indikator yang perlu
diintervensi yaitu indikator ke 4 dan indikator ke 10.

C. PENGISIAN FAMILY FOLDER


a. Instrumen Survei
Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Profil Kesehatan
Keluarga (Prokesga) berupa Family folder yang terdiri dari 5 Blok, yaitu Blok I
(Pengenalan Tempat), Blok II (Keterangan Rumah tangga), Blok III (Keterangan
Pengumpul Data), B l o k I V ( K e t e ra n ga n An g g o t a R u ma h T an g ga ) dan
Blok V (Keterangan Individu). Masing-masing form terdiri dari sejumlah
pertanyaan yang dibutuhkan untuk menilai indikator Keluarga Sadar Kesehatan.
Pengisian Form Data Individu dilakukan dengan cara menanyakan item
pertanyaan langsung kepada responden. Jawaban pertanyaan diisikan sesuai
jawaban responden pada kotak yang disediakan di lembar form. Pengisian
KKKSD dilakukan dengan cara menanyakan item pertanyaan langsung kepada
responden, pengukuran tekanan darah (ART > 15 tahun) dan didukung dengan
observasi lingkungan rumah.
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 179
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

b. Cara Pengisian Family Folder Manual


PANDUAN UMUM:
1. Tuliskan terlebih dahulu isian, baru kemudian isikan kodenya pada kotak
yang tersedia

2. Untuk data terkait jumlah, langsung isikan pada kotak yang tersedia, dimulai

isikan angka “0” (nol). Misalkan Jumlah ART dewasa yang ada di keluarga
adalah 7 orang, maka dituliskan “07”.

3. Selalu lingkari terlebih dahulu kode jawaban yang sesuai sebelum


menuliskan kode pada kotak yang tersedia, contoh:

PANDUAN KHUSUS:

I. Blok I Pengenalan Tempat

Rincian 1. Provinsi
Isikan nama provinsi sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode provinsi di
kotak yang disediakan. Kode provinsi terdiri dari 2 digit. Kode berdasarkan Peraturan
Kepala BPS.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 180
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2. Kabupaten/Kota
Isikan nama kabupaten/kota sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode
kabupaten/kota di kotak yang disediakan. Kode kabupaten/kota terdiri dari 2 digit.
Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

Rincian 3. Kecamatan
Isikan nama kecamatan sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode kecamatan
di kotak yang disediakan. Kode kecamatan terdiri dari 3 digit. Kode berdasarkan
Peraturan Kepala BPS.

Rincian 4. Nama Puskesmas


Isikan nama puskesmas yang melakukan pendataan dengan jelas menggunakan huruf
balok.
Kode Puskesmas adalah nomor/digit urutan puskesmas yang ada di kecamatan.
Pemberian nomor urutan puskesmas sesuai kesepakatan di kecamatan.

Rincian 5. Desa/Kelurahan
Isikan nama desa/kelurahan sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode
desa/kelurahan di kotak yang disediakan. Kode desa/kelurahan terdiri dari 3 digit.
Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

Kode wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) berdasarkan


Peraturan Kepala BPS dapat diunduh di website:
http://www.bps.go.id/website/fileMenu/Perka-BPS-No-5-Tahun-2015--Perubahan-
atas-Perka-BPS-No-151-Tahun-2014.pdf

Rincian 6. RT/RW
Isikan nomor Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sesuai lokasi pengambilan
data dan tuliskan nomor RT/RW di kotak yang disediakan.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 181
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

RW adalah satuan wilayah administrasi tepat di bawah desa/kelurahan. Di wilayah


tertentu, RW juga bisa didefinisikan sebagai lingkungan, dusun, banjar atau nama lain
sesuai dengan definisi di wilayah setempat.
RT adalah satuan wilayah administrasi di bawah RW atau nama lain setingkat RT sesuai
dengan definisi di wilayah setempat.

Jika di daerah tersebut RT dan RW didefinisikan dengan nama lain yang setingkat dan
tidak menggunakan nomor, maka Puskesmas membuat listing/daftar nomor urut RT
dan RW yang ada di wilayah Puskesmas tersebut.

Contoh Kasus:
Di Provinsi Bali Kabupaten Badung Kecamatan Abiansemal terdapat wilayah
administrasi setingkat RW dengan istilah ‘Lingkungan 1, Lingkungan 2, Lingkungan 3,
dst’, dan tidak ada wilayah administrasi setingkat RT. Misalnya pada Lingkungan 1
terdapat 150 rumah tangga.
Cara pengisian keterangan RT, RW, dan nomor urut rumah tangga pada kuesioner:
Pengisian RW pada kuesioner sesuai dengan nomor lingkungan tersebut, misalnya
Lingkungan 1 = RW 01 dst.
Pengisian RT pada kuesioner diisikan dengan kode “98” .
Nomor urut rumah tangga pada Lingkunga 1 dibuat nomor 1 s.d 150.

Rincian 7. Nomor Urut Rumah Tangga


Isikan nomor urut rumah tangga berdasarkan urutan rumah tangga yang didatangi
yang terdapat di dalam wilayah Rukun Tetangga. Nomor urut rumah tangga diisikan
dengan nomor 1, 2, 3,….. dst sesuai dengan urutan rumah tangga yang pertama kali
didatangi.
Contoh kasus:

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 182
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Dalam satu rumah yang pertama kali didatangi terdapat 2 keluarga dengan 2 KK yang
berbeda, maka nomor urut rumah tangga tersebut diberi nomor 1 dan 2. Maka nomor
urut rumah tangga yang terdapat pada rumah berikutnya yang didatangi diberi nomor
3 dan seterusnya.

Catatan:
a. Nomor urut rumah tangga berbeda dengan nomor rumah yang tercantum
pada alamat rumah.
b. Jangan sampai terjadi duplikasi nomor urut rumah tangga dalam satu Rukun
Tetangga (RT) untuk dua rumah tangga yang berbeda. Apabila ada 2 petugas
yang diterjunkan secara terpisah dalam satu RT, maka pastikan terlebih
dahulu untuk membuat nomor urut rumah tangga secara berurutan yang
akan didatangi yang ada dalam satu RT.

Rincian 8. Alamat Rumah


Isikan alamat rumah dengan jelas dan lengkap menggunakan huruf balok

II. Blok II Keterangan Rumah Tangga

Rincian 1. Nama Kepala Rumah Tangga


Isikan nama kepala rumah tangga sesuai yang tercantum dalam KK atau sesuai
pengakuan dengan jelas menggunakan huruf balok.
Jika ada lebih dari 1 kartu keluarga (KK) dalam satu bangunan rumah yang sama, maka
nama kepala rumah tangga disesuaikan dengan nama yang tercantum dalam KK
masing-masing.

Rincian 2a. Jumlah Anggota Rumah Tangga (ART)


Isikan seluruh jumlah ART yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang
tercantum dalam masing-masing KK.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 183
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Anggota Rumah Tangga (ART) adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di
suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah tangga pada waktu pencacahan
maupun sementara tidak ada (termasuk kepala rumah tangga). ART yang telah
bepergian 6 bulan atau lebih, dan ART yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi
dengan tujuan pindah/akan meninggalkan rumah tangga 6 bulan atau lebih tidak
dianggap sebagai ART. Orang yang telah tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih
atau yang telah tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi berniat tinggal di
rumah tangga tersebut 6 bulan atau lebih.
dianggap sebagai ART.
Pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun yang tinggal dan makan di rumah
majikannya dianggap sebagai ART majikannya, tetapi yang hanya makan saja dianggap
bukan ART majikannya.

Rincian 2b. Jumlah ART diwawancara


Isikan jumlah ART yang diwawancara di masing-masing rumah tangga. Apabila ART
tidak ada di rumah pada saat kunjungan survei Keluarga Sehat, maka petugas
puskesmas diharuskan mendatangi kembali rumah tangga tempat ART tinggal setelah
sebelumnya melakukan perjanjian kapan akan melakukan kunjungan ulang.
Kriteria ART yang diwawancara adalah sebagai berikut:
1. ART usia > 15 tahun yang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang dapat
menjawab pertanyaan secara langsung.
2. ART yang diwakilkan, yaitu ART berusia < 15 tahun.
3. ART yang didampingi, yaitu ART > 15 tahun yang tidak mampu menjawab
pertanyaan/memiliki keterbatasan (sakit parah, tuna rungu, tuna wicara, sakit
gangguan jiwa).

Rincian 2c. Jumlah ART dewasa (> 15 tahun)


Isikan jumlah ART dewasa u sia > 15 tahun tahun yang tinggal dan menetap di
rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 184
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2d. Jumlah ART usia 10-54 tahun


Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 10-54 tahun yang tinggal
dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 2e. Jumlah ART usia 12-59 bulan


Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 12-59 bulan yang tinggal
dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 2f. Jumlah ART usia 0-11 bulan


Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 0-11 bulan yang tinggal dan
menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 3. Apakah tersedia sarana air bersih di lingkungan rumah


Ditanyakan tentang ketersediaan air bersih yang paling sering dan paling banyak
digunakan untuk seluruh keperluan rumah tangga.

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari
(masak, mandi, dan mencuci) yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat diminum apabila telah dimasak. Air bersih dapat digunakan untuk keperluan
higiene perorangan apabila memenuhi persyaratan fisik, kimia, dan mikrobiologi
sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416
Tahun 1990

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Jika jawaban “Tidak” maka lanjut ke Pertanyaan 5.

Rincian 4. Apakah jenis sumber airnya terlindung


Ditanyakan apakah jenis sumber air bersih yang digunakan sesuai jawaban Rincian 3
merupakan sumber air terlindung.

Yang termasuk dalam kategori air bersih terlindung adalah:


Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 185
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

1. PDAM adalah air yang berasal dari perusahaan air minum yang dialirkan langsung ke
rumah dengan beberapa titik kran, biasanya menggunakan meteran (termasuk
perusahaan air minum swasta).
2. Sumur gali terlindung adalah sumber air tanah yang secara langsung (tanpa diolah)
digunakan untuk keperluan rumah tangga (termasuk sumur pompa, sumur gali
terlindung, dan mata air terlindung).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 5. Apakah tersedia jamban keluarga


Ditanyakan tentang ketersediaan jamban yang digunakan dalam rumah tangga. Jamban
yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah jamban yang terdapat dalam bangunan
rumah tangga dan dipergunakan oleh ART yang tinggal di dalam rumah tangga tersebut.
Jamban komunal tidak termasuk ke dalam keluarga karena letaknya berada di luar
bangunan rumah tangga dan digunakan oleh beberapa rumah tangga.

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran


manusia untuk satu rumah yang terdiri dari 3 bagian, yaitu bangunan atas yang
berfungsi untuk melindungi pemakai dari gangguan cuaca dan gangguan lainnya,
bangunan tengah yang berbentuk leher angsa untuk tempat pembuangan kotoran dan
lantai jamban, bangunan bawah berupa tanki septik atau cubluk sebagai tempat
penampungan, pengolah, dan pengurai kotoran/tinja yang berfungsi untuk mencegah
kontaminasi dari tinja melalui vektor pembawa penyakit baik secara langsung maupun
tidak langsung.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Jika jawaban “Tidak” maka lanjut ke Pertanyaan 7.

Rincian 6. Apakah jenis jambannya saniter


Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 186
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Ditanyakan tentang jenis jamban keluarga yang digunakan.


Saniter adalah kondisi fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan, yaitu:
1. Tidak mengakibatkan penyebaran bahan-bahan yang berbahaya secara langsung.
2. Dapat mencegah vektor penyebar penyakit.

Yang termasuk dalam kategori jamban saniter adalah:


1. Leher angsa. Bila kloset (tempat jongkok) yang digunakan menggunakan sistem
water seal, cirinya ada genangan air pada lubang kloset yang berfungsi untuk
menahan bau atau mencegah masuknya serangga.
2. Plengsengan. Bila kloset yang digunakan tanpa sistem water seal, cirinya tidak ada
genangan air pada lubang kloset, tinjanya dialirkan ke tempat lain.

Yang tidak termasuk dalam kategori jamban saniter adalah:


Cemplung/cubluk/lubang tanpa lantai. Bila kloset yang digunakan langsung di atas
cubluk. Kotoran/tinja langsung turun atau ‘nyemplung’ ke lobang/cubluk dan di sekitar
lubang tidak ada lantai

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 7. Apakah ada ART yang pernah didiagnosis menderita gangguan jiwa berat
(Schizoprenia)
Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita
Schizoprenia oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan).

Gangguan jiwa berat adalah gangguan jiwa yang ditandai ketidakmampuan menilai
realitas yang meliputi gangguan pada proses berpikir, perasaan, persepsi, dan tingkah
laku. Ditandai oleh gejala-gejala proses, arus pikir (belajar, logika, perhatian, bicara
kacau dll), perasaan (mood), persepsi (waham, halusinasi, ilusi dll), tingkah laku
(agresifitas, katatonik (mematung) , autistik dll.
Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 187
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.


Jika jawaban “Tidak” lanjut ke Pertanyaan 9.

Rincian 8. Bila pernah didiagnosis schizoprenia oleh tenaga kesahatan, apakah


selama ini ART tersebut minum obat gangguan jiwa berat secara teratur.
Schizoprenia ditangani dengan obat-obatan medis antipsikotik dan terapi sebagai
bentuk pengobatan psikologis.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Untuk jawaban “Ya” atau “Tidak” lanjut ke Blok III.

Rincian 9. Apakah ART tersebut dipasung?


Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan adanya ART yang
menderita gangguan jiwa namun tidak/belum didiagnosis oleh nakes dan dilakukan
pemasungan oleh keluarga terhadap ART tersebut.
Pemasungan adalah suatu tindakan yang menggunakan cara pengikatan atau
pengisolasian dan penelantaran. Pengikatan merupakan semua metode manual yang
menggunakan materi atau alat mekanik yang dipasang atau ditempelkan pada tubuh
dan membuat tidak dapat bergerak dengan mudah dengan membatasi kebebasan
dalam menggerakkan tangan, kaki atau kepala .
Pengisolasian merupakan tindakan mengurung sendirian tanpa persetujuan atau
dengan paksa, dalam suatu ruangan atau area yang secara fisik membatasi untuk
keluar atau meninggalkan ruangan/area tersebut. Tidak ada batasan waktu yang
ditentukan.
Pemasungan antara lain :
1. Memasukkan dalam kurungan, kerangkeng.
2. Mengisolasi orang di ruang tertentu atau area tertentu (kamar, hutan, kebun,
ladang, gubuk dan sebagainya.).

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 188
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. Penelantaran yang disertai salah satu metode untuk membatasi kebebasan


bergerak.
Tidak termasuk pasung apabila dilakukan pengekangan sementara pada saat fase
gawat darurat di fasilitas kesehatan.
Apabila terdapat lebih dari 1 (satu) orang ART menderita gangguan jiwa berat,
pertanyaan ini berlaku untuk salah satu atau semuanya.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

III. Blok III Keterangan Pengumpul Data

Rincian 1. Nama Pengumpul Data


Isikan nama petugas yang melakukan pengumpulan data dengan jelas menggunakan
huruf balok.

Rincian 2. Nama Supervisor


Isikan nama supervisor yang melakukan supervisi pengumpulan data dengan jelas
menggunakan huruf balok. Nama supervisor ditentukan melalui kesepakatan di
puskesmas masing-masing.

Rincian 3. Tanggal Pengumpulan Data


Isikan tanggal, bulan, dan tahun saat pengumpulan data dilakukan.

IV. Blok IV Keterangan Anggota Rumah Tangga

Kolom 1 : Nomor urut ART


Nomor urut ART sudah tertulis dari nomor 1-15 di Kuesioner Blok IV. Jika banyaknya
anggota rumah tangga lebih dari 15 orang, maka diprioritaskan ART dengan hubungan
kekeluargaan terdekat atau ART yang lebih lama tinggal. Apabila dimungkinkan sudah
teridentifikasi oleh petugas Puskesmas, maka ART yang didata bisa berdasarkan
prioritas yang mengalami masalah kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 189
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kolom 2 : Nama anggota rumah tangga


Tanyakan nama ART, usahakan tidak membuat singkatan yang akan membingungkan.
Untuk memudahkan pencatatan, nama ART bisa dikutip dari KK.

Catatan: Urutan penulisan nama ART disesuaikan dengan kode hubungan dengan
kepala RT (kolom 3). Misalnya urutan no. 1 adalah nama kepala rumah tangga
(suami), no.2 adalah nama istri, no. 3 adalah nama anak, no. 4 adalah nama menantu
dan seterusnya.

Kolom 3 : Hubungan anggota rumah tangga


Tanyakan hubungan setiap ART dengan kepala rumah tangga (KRT)

Isikan satu kode jawaban ke dalam kotak yang disediakan sesuai jawaban responden

Kode 1 Kepala rumah tangga


Kode 2 Istri/ suami
Kode 3 Anak
Kode 4 Menantu
Kode 5 Cucu, yaitu anak dari anak kandung
Kode 6 Orang tua/ mertua, yaitu bapak/ibu dari KRT atau bapak/ibu dari istri/
suami KRT.
Kode 7 Famili lain, yaitu ART yang ada hubungan famili dengan KRT, atau
dengan istri/suami KRT, misalnya adik, kakak, bibi, paman, kakek/nenek.
Kode 8 Pembantu Rumah Tangga, yaitu orang yang bekerja sebagai pembantu
yang menginap di RT tersebut dengan menerima upah/ gaji baik berupa
uang ataupun barang.
Kode 10 Lainnya, yaitu orang yang tidak ada hubungan famili dengan KRT atau
istri/suami KRT yang berada di rumah tangga tersebut lebih dari 6

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 190
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

bulan, seperti tamu, teman, dan orang yang mondok dengan makan
(indekost), termasuk anak pembantu yang juga tinggal dan makan di RT
majikannya.
Kolom 4: Tanggal, bulan, tahun lahir
Diisikan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran masing-masing ART sesuai yang
tercantum dalam KK atau sesuai pengakuan ART.

Apabila responden tidak mempunyai KK dan lupa tentang tanggal lahirnya, tanyakan
apakah mempunyai dokumen yang mendukung, misalnya akte kelahiran, kartu tanda
penduduk, surat izin mengemudi, dan lain sebagainya.
Usahakan untuk mengingat-ingat tentang bulan dan atau tahun kelahirannya.

Kolom 5: Umur
Diisikan umur responden pada saat pendataan.

Untuk umur dalam bulan dan tahun dengan pembulatan ke bawah atau umur pada
waktu ulang bulan atau ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada
kalender Masehi.

Penjelasan:
1. Jika umurnya < 5 tahun, dicatat dalam bulan
2. Jika umurnya ≥ 5 tahun, dicatat dalam tahun
3. Jika umur > 97 tahun dicatat 97 tahun
4. Jika umur responden 27 tahun 9 bulan, dicatat 27 tahun

Kolom 6: Jenis kelamin

Jangan menduga jenis kelamin seseorang berdasarkan namanya. Untuk meyakinkan,


tanyakan apakah ART tersebut laki-laki atau perempuan. Misalnya Endang, bisa laki-
laki atau perempuan.
Kode 1 jenis kelamin pria
Kode 2 jenis kelamin wanita

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 191
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kolom 7: Status perkawinan

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban
responden.

Kode 1 Kawin adalah mempunyai istri (bagi laki-laki) atau suami (bagi
perempuan) pada saat pencacahan, baik tinggal bersama maupun
terpisah.
Dalam hal ini yang dicakup adalah mereka yang kawin sah secara hukum
(adat, agama, negara dan sebagainya).
Kode 2 Belum kawin
Kode 3 Cerai hidup adalah berpisah sebagai suami-istri karena bercerai dan
belum kawin lagi. Dalam hal ini termasuk mereka yang mengaku
cerai walaupun belum resmi secara hukum. Sebaliknya tidak
termasuk mereka yang hanya hidup terpisah tetapi masih berstatus
kawin, misalnya suami/istri ditinggalkan oleh istri/suami ke tempat lain
karena sekolah, bekerja, mencari pekerjaan, atau untuk keperluan lain.
Wanita yang mengaku belum pernah kawin tetapi pernah hamil,
dianggap cerai hidup.

Kode 4 Cerai mati adalah ditinggal mati oleh suami atau istrinya dan belum
kawin lagi.

Kolom 8: Sedang hamil? (perempuan usia 10-54 tahun)

Tanyakan pada responden perempuan usia 10-54 tahun sedang hamil/tidak?


Kode 1 bila jawaban “Ya”, atau kode 2 bila jawaban “Tidak”

Catatan:
Tanyakan pertanyaan rincian 8 ini pada wanita umur 10 tahun sampai umur 54 tahun
tanpa memperhitungkan apakah sudah menikah atau belum, masih sekolah atau tidak,

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 192
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

belum pernah/sudah pernah/ tidak lagi menstruasi. Hal ini karena keadaan tersebut
tidak menjamin bahwa wanita tersebut tidak bisa hamil.
Jangan pula hanya melihat keadaan besar perutnya karena kehamilan tidak bisa dilihat
dari besar perutnya saja, terutama pada hamil muda.

Kolom 9: Agama

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban
responden.

Kode 1 Islam
Kode 2 Kristen
Kode 3 Khatolik
Kode 4 Hindu
Kode 5 Budha
Kode 6 Konghucu

Kolom 10: Pendidikan tertinggi (ART usia > 5 tahun)


Pertanyaan ini untuk menanyakan pendidikan formal ART yang terakhir ditamatkan.

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia pendidikan tertinggi yang ditamatkan


responden dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden.

Kode 1 Tidak pernah sekolah.


Kode 2 Tidak tamat SD/MI. Tidak tamat SD termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Kode 3 Tamat SD/MI. Tamat SD, termasuk tamat Madrasah Ibtidaiyah/ Paket dan
tidak tamat SLTP/ MTS.
Kode 4 Tamat SLTP/MTS. Tamat SLTP, termasuk tamat Madrasah Tsanawiyah
(MTS)/ Paket B dan tidak tamat SLTA/MA.
Kode 5 Tamat SLTA/MA. Tamat SLTA, termasuk tamat Madrasah Aliyah (MA)/
PaketC

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 193
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 6 Tamat D1, D2, D3, atau mahasiswa strata 1 drop-out.

Kode 7 Tamat Perguruan Tinggi. Termasuk tamat Strata-1, Strata-2, Strata-3.

Catatan: Apabila masih bersekolah pada jenjang pendidikan tertentu, maka yang
diisikan adalah jenjang pendidikan yang sudah ditamatkan

Kolom 11: Status pekerjaan utama ( ART > 10 tahun)

Tanyakan kepada tiap ART berumur 10 tahun atau lebih mengenai pekerjaan utama
responden.

Pekerjaan utama adalah pekerjaan yang menggunakan waktu terbanyak responden


atau pekerjaan yang memberikan penghasilan terbesar

Kode 1 Tidak kerja


Kode 2 Masih sekolah
Kode 3 TNI/Polri, bekerja di pemerintahan sebagai angkatan darat, angkatan
laut, angkatan udara dan kepolisian.
Kode 4 PNS/Pegawai. Pegawai adalah pekerja yang mempunyai atasan dan
menerima gaji/ honor rutin. PNS bekerja di pemerintahan sebagai pegawai
negeri sipil. Yang masuk pada klasifikasi termasuk pegawai pemerintah
yang non PNS misalnya pegawai Telkom, PLN, PTKA, termasuk pegawai
swasta yang bekerja pada BUMN, BUMD.
Kode 5 Wiraswasta/jasa. Orang yang melakukan usaha dengan modal sendiri
atau berdagang baik sebagai pedagang besar atau eceran.
Kode 6 Petani, adalah pemilik atau pengolah lahan pertanian, perkebunan yang
diolah sendiri atau dibantu oleh buruh tani.
Kode 7 Nelayan, orang yang melakukan penangkapan dan atau pengumpulan
hasil laut (misalnya ikan).

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 194
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 8 Buruh, pekerja yang mendapat upah dalam mengolah pekerjaan orang
lain dan tidak menerima gaji tetap dan rutin (buruh tani, buruh bangunan,
buruh angkat-angkut, buruh pekerja).
Kode 9 Lainnya, apabila tidak termasuk dalam kode 1 s/d 8.

V. Blok V Keterangan Individu

A. Identitas Anggota Rumah Tangga


Rincian 1. Tuliskan nama dan nomor urut Anggota Rumah Tangga (ART)

Tulis nama dan nomor urut ART sesuai dengan yang tercantum di kolom (1) dan (2)
Blok IV Keterangan Anggota Rumah Tangga

Rincian 2. NIK (Nomor Induk Kependudukan)

Salin Nomor Induk Kependudukan (NIK) ART dari Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda
Penduduk (KTP)

Bagi ART yang tidak/belum memiliki NIK, maka isikan digit “9999999999999999”
pada kotak yang disediakan

B. Gangguan Kesehatan
Rincian 1. Apakah [Nama] mempunyai kartu jaminan kesehatan atau JKN
Ditanyakan kepada seluruh anggota keluarga yang terdaftar sebagai peserta Jaminan
Kesehatan Nasional, yang dibuktikan dengan kartu kepesertaan.
Termasuk dalam jaminan kesehatan dalam survei ini adalah asuransi kesehatan yang
diselenggarakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), asuransi swasta, dan
jaminan kesehatan daerah.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 195
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2 s.d. 10 ditanyakan pada ART usia > 15 tahun

Rincian 2. Apakah [Nama] biasa buang air besar di jamban


Pertanyaan ini untuk mengetahui perilaku ART dalam penggunaan jamban.
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran
manusia untuk satu rumah yang berbentuk huruf U. Dimana pada bagian atas terdapat
tempat jongkok atau tempat duduk, dengan leher angsa atau tanpa leher angsa
(cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkan.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 3. Apakah [Nama] merokok


Ditanyakan tentang kebiasaan anggota rumah tangga yang pernah menghisap rokok/
tembakau.
Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap
dan/atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, rokok linting, cerutu atau bentuk
lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies
lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa
bahan tambahan.

Kode 1 Ya, jika responden sekarang merokok dengan frekuensi setiap hari, sering
atau kadang-kadang. Disebut merokok setiap hari, jika responden
merokok minimal satu batang dalam satu hari.

Kode 2 Tidak, jika responden tidak pernah sama sekali merokok atau pernah
merokok sebelumnya dan sekarang sudah berhenti total.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 196
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 4. Apakah [Nama] pernah didiagnosis menderita tuberkulosis (TB) paru


Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita TB paru
oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Pertanyaan ini untuk mengetahui
prevalensi masyarakat yang pernah didiagnosis menderita TB paru oleh tenaga
kesehatan.
Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman TB Paru (Mycobacterium tuberculosis). Gejala utamanya adalah batuk selama 2
minggu atau lebih, batuk disertai dengan gejala tambahan yaitu dahak, dahak
bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan
menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam lebih dari 1
bulan.
Perlu dipertimbangkan ada kelompok masyarakat yang malu untuk mengakui
menderita atau pernah menjadi penderita TB Paru, untuk itu dalam wawancara perlu
dilakukan dengan hati-hati dan lakukan probing dengan baik. Sebagian masyarakat
mengenal penyakit ini dengan istilah ”penyakit paru dengan flek”.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Jika jawaban “Tidak” lanjut ke Pertanyaan 6.

Rincian 5. Bila pernah didiagnosis TB Paru oleh tenaga kesehatan, apakah [Nama]
minum obat TBC secara teratur (selama 6 bulan)
Obat medis yang diberikan kepada pasien TB paru diminum paling sedikit 6 bulan.
Salah satu obat medis tersebut (rifampisin) bila diminum menyebabkan air kencing
berwarna merah.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 197
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Lanjut ke Pertanyaan 7

Rincian 6. Apakah [Nama] pernah menderita batuk berdahak > 2 minggu disertai
satu atau lebih gejala: dahak bercampur darah/batuk berdahak, berat badan
menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam > 1 bulan?
Pertanyaan ini untuk menjaring suspek TB paru yang kemungkinan
tidak/belum diperiksa dan didiagnosis oleh tenaga kesehatan.
Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 7. Apakah [Nama] pernah didiagnosis menderita tekanan darah


tinggi/hipertensi
Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita
hipertensi oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Pertanyaan ini untuk
mengetahui prevalensi masyarakat yang pernah didiagnosis menderita TB paru oleh
tenaga kesehatan.
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara menetap > 140/90 mmHg.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Jika jawaban “Tidak” lanjut ke Pertanyaan 9.a

Rincian 8. Bila pernah didiagnosis hipertensi oleh tenaga kesahatan, apakah [Nama]
minum obat hipertensi secara teratur.
Obat yang dimaksud adalah obat medis modern dan obat fitofarmaka (telah melewati
uji klinis) dan digunakan di pelayanan kesehatan formal. Contoh: captopril (obat medis
modern), tensigard (fitofarmaka).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 198
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 9a. Apakah dilakukan pengukuran tekanan darah pada ART


Petugas akan melakukan pengukuran tekanan darah pada tiap ART dengan
menggunakan alat tensi meter (digital atau air raksa).
Alat tensi meter yang bisa digunakan adalah tensi meter digital atau manual (air raksa)
yang biasa digunakan di Puskesmas setempat.
Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.
Jika jawaban “Ya” isikan hasil pengukuran tekanan darah pada 8.b, jika “Tidak”
lanjut ke Pertanyaan 10.
Catatan: Bila pada saat pengukuran tekanan darah ART terukur > 140/90
mmHg, jangan langsung menyatakan ART menderita hipertensi. Sarankan ART
untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk diagnosis
lebih lanjut.

Rincian 9b. Hasil pengukuran tekanan darah

Isikan hasil pengukuran sistolik dan diastolik ART pada kotak yang disediakan

Rincian 10. Apakah [Nama] atau pasangan menggunakan alat kontrasepsi atau ikut
program Keluarga Berencana?
Pertanyaan ditujukan untuk ART wanita berstatus menikah (usia 10-54 tahun) dan
tidak sedang hamil atau ART laki-laki berstatus menikah (usia > 10 tahun)

Berdasarkan jangka waktu, alat kontrasepsi terdiri dari:


1. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang terdiri dari:
- Metode Operasi Wanita (MOW)/ tubektomi
- Metode Operasi Pria (MOP) / vasektomi
- Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD
- Implan
2. Non-MKJP yang terdiri dari:

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 199
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Suntik
- Pil
- Kondom
- Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 11. Apakah saat Ibu melahirkan [Nama] bersalin di fasilitas pelayanan
kesehatan
Pertanyaan ditujukan untuk ART usia < 12 bulan.
Ditanyakan tentang tempat ibu bersalin, yang termasuk fasyankes adalah RS, RB, RSIA,
puskesmas, praktik dokter, praktik bidan, klinik bersalin (PMK NO.6 Tahun 2013)

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 12. Apakah bayi ini pada waktu usia 0-6 bulan hanya diberi ASI eksklusif
Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 7-23 bulan.
Asi eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, tanpa
diberikan makanan/minuman lain, termasuk air putih (kecuali obat-obatan dan vitamin
atau mineral tetes; ASI perah juga diperbolehkan).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak

Rincian 13. Apakah selama bayi usia 0-11 bulan diberi imunisasi lengkap (HB0, BCG,
DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-HB3, Polio 1, Polio 2, Polio 3, Polio 4, Campak).
Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 12-23 bulan.
Imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi usia 0-11 bulan adalah:
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 200
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

 Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit


Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan
atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
 Imunisasi Hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan
dari ibu ke bayi saat persalinan.
 Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk
rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi
berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini
pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-
HB.
 Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi
Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
 Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan
saat bayi berumur 9 bulan.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 14. Apakah dalam 1 bulan terakhir dilakukan pemantauan pertumbuhan


balita.
Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 2-59 bulan.

Pertumbuhan balita adalah bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian
tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Deteksi dini tumbuh kembang balita juga
ditempuh melalui pemeriksaan fisik rutin.

Pertumbuhan balita dapat dipantau melalui:

1. Pertumbuhan Berat Badan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 201
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Tujuan pemantauan pertumbuhan berat badan adalah untuk menilai hasil


peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh (tulang, otot,
lemak, cairan tubuh) sehingga akan diketahui status gizi anak atau tumbuh
kembang anak.
2. Pertumbuhan Tinggi Badan

Tujuan pemantauan pengukuran tinggi badan adalah untuk menilai status


perbaikan gizi disamping faktor genetik dan merupakan indikator yang baik untuk
pertumbuhan fisik. Penilaian TB dapat dilakukan dengan sangat mudah dalam
menilai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 202
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

c. Cara Pengisian Family Folder Digital/ Software

c.1. Instalasi Program


Untuk dapat melakukan pengisian family folder secara digital diperlukan alat berupa
hp/tablet berbasis android dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Dengan sistem operasi Android versi 4 ke atas
- Memory Internal minimal 2 gb
- Device mendukung 3g/4g atau koneksi untuk terhubung dengan
internet
Selain tablet/hp tersebut diperlukan juga akun email (gmail) untuk dapat mengunduh
aplikasi data entrynya melalu playstore. Langkah pertama yaitu menginstal aplikasi cs
entry melalui google playstore

Setelah terinstall langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada


tablet/hp tersebut agar dapat mengambil program entry yang telah dibuat dari
Gambar1
pc. Dari menu setting masuk ke menu application lalu menu development,
pastikan menu USB debugging dalam kondisi tercentang. Lalu koneksikan
hp/tablet tersebut ke pc, setelah terhubung pilih opsi koneksi USB “Connected
as a media device” supaya dapat mentransfer data dari PC ke dalam HP/tablet
tersebut. Setelah terhubung buka windows explorer dan copy file program
entry ke dalam folder cs entry di dalam memory card hp/tablet tersebut.

Proses selanjutnya yaitu sinkronisasi data yang sudah diambil dari PC untuk
dapat dijalankan oleh program cs entry. Langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut:

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 203
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Buka program cs entry


- Lalu klik logo titik tiga dipojok kanan program tersebut dan pilih
synchronize

- Pilih add new

- Pilih my device

- Pilih KSK 2016.pff

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 204
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Setelah ini ada dua pilihan dimana kita mau menaruh datanya disaat
akhir pengumpulan data yaitu di dropbox atau di ftp server. Kami
menyarankan agar dapat menggunakan ftp server karena data lebih
aman dimana data ditaruh langsung di server kita. Namun bagi yang
tidak mempunyai ftp server maka bisa menggunakan drop box namun
hal ini tidak disarankan karena data ini bersifat rahasia dimana
dropbox merupakan aplikasi cloud server (penyimpanan data secara
online) milik Amerika Serikat ditakutkan data tersebut dapat
disalahgunakan untuk kepentingan asing.
- Setelah di set dimana data akan disimpan maka jika anda
menggunakan ftp akan diminta memasukan alamat,username, dan
password ftp server tersebut, jika menggunakan dropbox maka akan
dibawa ke web drpopbox dimana kita diminta memasukan akun
dropbox yang digunakan.

Tampilan FTP Tampilan dropbox

- Proses selanjutnya adalah memilih folder mana yang akan digunakan


untuk menyimpan hasil pengumpulan data, lalu pilih select this folder.
Sebelumnya anda harus siapkan folder tersebut di dalam dropbox.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 205
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Tampilan pilihan folder

- Sampai disini proses konfigurasi selesai selanjutnya anda bisa langsung


melakukan entry data.
- Perlu diketahui bahwa seluruh proses sinkronisasi ini memerlukan
jaringan internet jadi perlu dipastikan bahwa saat proses tersebut
hp/tablet tersebut terkoneksi ke jaringan internet. Sebenarnya bisa
saja untuk pengambilan hasil akhir pengumpulan data dilakukan tanpa
harus melalui jaringan internet namun semua proses ini tetap harus
dilakukan. Kita hanya perlu melakukan proses yang sama saat awal
memasukkan program entry ke dalam hp/tablet dimana yang tadinya
kita mengcopykan program tersebut dari pc ke hp/tablet, prosesnya
dibalik saja.
c.2. Entry Data
Setelah selesai sinkronisasi tersebut langkah berikutnya adalah entry data oleh
petugas pengumpul data. Prosesnya adalah sebagai berikut:
- Masuk ke program cs entry, setelah itu pilih KSK 2016 maka akan
muncul Operator ID dan untuk proses selanjutnya tinggal mengikuti
pedoman pengisian kuesioner.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 206
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Tampilan awal program

- Setelah selesai maka akan muncul tampilan sbb:

- Untuk menambah data maka tinggal start new case

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 207
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Untuk dapat melihat data yang sudah diinput tinggal pilih salah satu
file tersebut, begitu juga jika dirasa ada yang salah maka tinggal dipilih
file mana yang akan diperbaharui.
- Ada juga proses dimana ada kondisi proses input data tertunda di
tengah-tengah karena suatu hal, kita dapat menyimpannya tanpa
perlu mengulang yang sudah diinput diawal. Anda tinggal klik titik 3 di
pojok kanan atas lalu pilih partial save dan advcane to end, dari proses
tersebut tetap akan terbentuk ID dari responden yang telah didata.
Untuk memulainya lagi anda tinggal klik ID tersebut maka akan masuk
ke field terakhir untuk dilanjutkan proses pengumpulan datanya.
Proses terakhir adalah sinkronisasi data yang telah diinput baik ke dropbox
atau ke ftp server. Prosesnya sama dengan proses sinkron data awal. Dari
menu awal kita tinggal klik titik 3 di pojok kanan atas lalu pilih synchronize dan
data pun masuk ke dropbox atau ftp server kita.
c.3. Export data
Untuk melakukan export data sebelumnya anda harus menginstall progra CS
Pro seri 6 ke atas. Anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu di alamat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 208
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

sebagai berikut:
http://www.census.gov/population/international/software/cspro/csprodownload.html

Setelah mengunduh aplikasi tersebut. Install programnya seperti biasa sampai


selesai. Langkah selanjutnya adalah mengunduh aplikasi lengkap dari program
data entry yang telah dibuat melalui alamat sbb:.Copykan file yang diambil dari
hp/tablet ke dalam file tersebut (replace 2 file berekstensi .pff dan .pen). Lalu
buka program cs pro dan pilih open an existing application dan cari file
lengkap program entrynya.
Setelah masuk maka tampilannya sebagai berikut:

Masuk ke menu tools lalu pilih opsi export data

Setelah itu cari file .dcf di dalam folder program entry yang tadi sudah diunduh.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 209
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Jika sudah klik open lalu akan muncul tampilan sbb:

Pada proses ini kita akan mengeskport hasil entrynya per bagian dari kuesioner
mulai dari BLOK I-V dan rekap hasil datanya. Caranya adalah dengan
mencentang seluruh menu disebelah kiri . Jika sudah pilih opsi multiple file
pada menu Number of files yang disebelah kanan dan pilih As separate record
pada menu output. Untuk Jenis data pilih SPSS pada menu export format.

Setelah semua selesai klik logo pada toolbox diatas. Setelah di run maka
akan diminta file inputan mana yang akan di eksport datanya. Kita cari file
tersebut yang berekstensi “.file” pada folder program entrynya. Jika proses ini
sukses maka akan terbentuk file sps di folder program ksknya.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 210
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Setelah proses ini kita buka masing masing file berekstensi .sps dengan
program spss. Misal kita buka file BLOK I_III.sps maka akan muncul tampilan
seperti ini.

Untuk mendapatkan data spss nya kita pilih opsi “run” lalu pilih “all”, jika
berhasil maka akan muncul tampilan sbb:

Dalam tabel tersebut muncul data yang telah kita entry dari tablet/ hp pada
saat pengumpulan data. Selanjutnya data tersebut bisa di save as menjadi file
spss

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 211
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

D. PENGOLAHAN DATA, ANALISIS DATA DAN RENCANA TINDAK LANJUT

1. Pengolahan Data
Dalam pendataan Keluarga Sehat ini, pengolahan data sudah dimulai pada saat
proses input data. Artinya pada saat meng-input isian kuesioner kedalam program
entry, indikator-indikator yang akan dinilai dihitung secara otomatis.
Ada 2 jenis perhitungan, yaitu
1) menghitung indeks keluarga sehat, dilakukan secara otomatis
2) perhitungan atau nilai setiap indikator juga dihitung secara otomatis.
Perhitungan indeks keluarga sehat bertujuan untuk menilai tingkat atau indeks
keluarga tersebut. Indeks keluaga sehat ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu
- Nilai indeks >80% : keluarga sehat
- Nilai indeks 50-89% : pra-sehat
- Nilai indeks <50% : tidak sehat
Perhitungan setiap indikator bertujuan untuk menentukan ini skor dari setiap
indikator dalam rangka prioritas intervensi program.
2. Analisis Data
Analisis data ini bertujuan untuk:
a. Menentukan tingkat atau level keluarga sehat berdasarkan wilayah administrasi.
b. Menentukan indikator yang menjadi prioritas untuk intervensi program kesehatan.

Sebelum dilakukan analisis harus terlebih dahulu disiapkan subset datanya, yaitu
sebagai berikut :
a. Data hasil entri diexport dalam bentuk spss. Hasil export SPSS kemudian dicopy ke
dalam program Microsoft Excel dengan kondisi dibalik antara urutan indikator dan
urutan rumah tangga.
b. Setelah tabel indikator selesai di-transpose dalam Microsoft Excel maka akan
dihasilkan tabel seperti gambar di bawah ini:

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 212
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Analisis untuk menentukan tingkat keluarga sehat berdasarkan wilayah administrasi.


Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa terdapat dua desa, yaitu desa (001) dan desa B
(002) yang masing masing terdiri dari 5 keluarga.
Setiap keluarga di desa (001) memiliki nilai indeks keluarga sehat masing masing 77,8; 60,0;
83,3; 77,8; dan 80,0. Nilai tersebut didapat otomatis dari perhitungan dalam program entri.
Untuk mendapatkan indeks keluarga sehat menurut wilayah administrasi seperti pada
tabel di atas, kita menganalisi dua wilayah adminitrasi desa dalam satu puskesmas. Tujuan
dari analisis per wilayah administrasi adalah untuk menentukan peringkat keluarga sehat
berdasarkan wilayah administrasi. Prinsip perhitungannya adalah dengan
mengelompokkan skor menjadi 3 katagori yaitu :
Katagori > 80 dikatakan keluarga sehat
Katagori 50-79 dikatakan keluarga pra sehat
Katagori < 50 tidak sehat
Untuk menentukan indeks keluarga sehat di satu wilayah administrasi dihitung dari
menghitung jumlah keluarga sehat berdasarkan katagori dibagi jumlah total keluarga di
wilayah tersebut x 100%.
Pada contoh tabel diatas dapat dihitung persentase jumlah keluarga sehat 3 katagori
1. Keluarga sehat (≥80) = (2/5)x100% = 40%
2. Keluarga pra-sehat (50-79) = (3/5)x100% = 60%

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 213
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. Keluarga tidak sehat (< 50) = tidak ada = 0%


Hal ini bisa dilakukan bila kita berhadapan dengan data yang berjumlah kecil tetapi jika
kita mempunyai data yang cukup besar, kita dapat menggunakan bantuan program atau
software untuk membantu perhitungan tersebut.
Formula untuk mendapatkan skor indikator menggunakan Microsoft Excel adalah sebagai
berikut:
=IF(C20>=80,"keluarga sehat",IF(C20>=50,"keluarga pra sehat","tidak sehat"))

Analisis untuk menentukan indikator yang menjadi prioritas untuk intervensi program
kesehatan.
Analisis ini dilakukan untuk menentukan prioritas program intervensi untuk meningkatkan
keluarga sehat. Analisis ini juga bisa dilakukan menurut wilayah administrasi. Pada tabel di
atas pada kolom (H) adalah hasil skor untuk setiap indikator pada wilayah administrasi
Desa (001). Pada kolom tersebut terlihat nilai indikator berkisar 0,00 sampai 100. Arti dari
skor ini adalah semakin besar skor dapat disimpulkan indikator tersebut tidak mempunyai
masalah. Sebaliknya semakin kecil skor indikator dapat disimpulkan indikator tersebut
bermasalah. Pada kolom tersebut terlihat ada 6 indikator yang skornya belum 100. Urutan
prioritas intervensi program berdasarkan skor yang paling kecil. Jadi pada Desa tersebut
urutan prioritas intervensinya adalah 1) Pemantauan pertumbuhan balita; 2) Pemberian
ASI eksklusive; 3) Sarana air bersih; 4) atau 5) Tidak ada anggota keluarga yang merokok
atau Kepemilikan kartu JKN; 6) Keluarga mengikuti program KB.

Formula untuk mendapatkan skor indikator menggunakan Microsoft Excel adalah sebagai
berikut:
=IF(COUNTIF(C8:G8,"N")/COUNTA(C8:G8)=1,100,COUNTIF(C8:G8,"Y")/(COUNTIF(C8:G8,"Y
")+COUNTIF(C8:G8,"T"))*100)

Formula tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:


- Skor indikator adalah (jumlah ‘Y’) dibagi (jumlah ‘Y’ dan jumlah ‘T’) dikalikan
100%.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 214
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya ‘N’ maka
nilai skornya adalah 100,0.
- Jika dalam baris tersebut adanya nilai ‘N’ dan ‘Y’ maka nilai skornya adalah
100,0.
- Jika dalam baris tersebut adanya nilai ‘N’ dan ‘T’ maka nilai skornya adalah 0,0.
- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya adanya
nilai ‘Y’ maka nilai skornya adalah 100,0.
- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya adanya
nilai ‘T’ maka nilai skornya adalah 0,0.

3. Rencana Tindak Lanjut


Sebelum melakukan pendataan keluarga sehat, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, yaitu:
a. Metode yang pendataan yang digunakan.
Pendataan dapat dilakukan dengan kuesioner atau menggunakan gadget
(smartphone atau tablet yang support dengan program entry [CsPro]).
- Jika menggunakan kuesioner, hitung jumlah kuesioner yang dibutuhkan
(jumlah KK yang ada di wilayah puskesmas).
- Jika menggunakan gadget, hitung jumlah gadget yang dibutuhkan (jumlah
KK/lama hari pendataan) .
b. Alat pengukur tekanan darah
- Tentukan jumlah dan jenis tensimeter yang digunakan (manual atau digital).
Hal ini penting untuk mementukan jumlah orang yang akan menjadi
pengumpul data.
c. Pengumpul data dan Lamanya waktu pengumpulan data
- Hal yang harus diperhatikan dalam menetukan jumlah tenaga pengumpul data
dan lamanya waktu pengumpulan data jumlah KK, kondisi masyarakat dan
topografi wilayah puskesmas.
d. Peng-entry

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 215
Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Tentukan peng-entry data, entry data bisa dilakukan oleh pengumpul data
(merangkap-pendataan dan entry data)atau tenaga khusus peng-entry (tenaga
khusus hanya untuk melakukan entry).
- Jika menggunakan kuesioner, tentukan jumlah komputer/laptop yang
dipergunakan untuk mengentry,
- Tentukan tempat entry datanya
- Tentukan waktu entry nya (lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
entry data). Entry data bisa dilakukan setiap hari setelah pengumpulan data
atau menunggu satu RT atau RW atau desa selesai.
e. Pengolah data, analisis data, dan pemegang data
- Pengolahan, analisis, dan pemegang data dapat dilakukan oleh orang tertentu
yang sudah terlatih dan diberikan tanggung jawab untuk melakukan proses
pengolahan, analisis data, penyimpanan data level Puskesmas dan pengiriman
data ke level Kabupaten/Kota.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan


Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016 Hal: 216