You are on page 1of 4

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN PEMBERIAN OKSIGENASI PADA

KLIEN DENGAN AMI DI RUANG ICU RSUD KMRT WONGSONEGORO


SEMARANG

DISUSUN OLEH :

Rohayani

NIM : G3A017267

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2019
Nama Mahasiswa : Rohayani
Nim : G3A017267
Tanggal : 19 Januari 2018
Tempat : ICU RSUD K.M.R.T Wongsonegoro

1. Identitas Pasien : Ny. S (47 tahun)


2. Diagnosa Medis : Akut Miokard Infark (AMI)
3. Dasar Pemikiran
AMI merupakan salah satu sindrom koroner akut. Gejala subyektif seperti nyeri
dada kiri timbul karena jaringan otot jantung kekurangan oksigen karena adanya
infark, sehingga terjadi metabolisme anaerob dan menimbulkan produksi asam laktat.
Asam laktat tersebutlah yang menimbulkan nyeri.
Pada AMI terdapat penurunan aliran darah dan penggunaan oksigen. Jika
iskemia hanya berakhir beberapa menit, tidak terdapat efek pada otot jantung. Iskemia
yang lama mengakibatkan nekrosis jaringan jantung. Masalah pada jantung mungkin
menyebabkan jantung untuk berdenyut terlalu cepat atau terlalu perlahan. Sehingga
dibutuhkan terapi oksigen dalam jumlah cukup untuk mencukupi tubuh.

4. Analisa Sintesa
Aterosklorosis
Trombosis
Kontriksi arteri Koronaria

Aliran darah Ke jantung menurun

Jaringan miocard iskemik

Suplay O2 kejantung tidak menurun

Metabolisme an aerob
Timbunan asam laktat meningkat

Resiko Penurunan Perfusi Jaringan Jantung

Oksigenasi

5. Tindakan keperawatan dan Rasional


Pemberian Oksigenasi melalui nasal kanul 3 Lpm
6. Diagnosa Keperawatan
Resiko Penurunan Perfusi Jaringan Jantung berhubungan denga spasme arteri
koroner
7. Data Fokus
Ny. S 47 tahun datang dari IGD dibawa ke ICU dengan nyeri dada sebelah kiri
menjalar ke bahu kiri,pasien mengatakan sesak nafas, riwayat HT, GCS 15, hasil
EKG sinus takikardi anteroseptal myocardial infaction possible acute, Hasil TTV TD:
120/80 N: 93 x/m RR:31x/m S: 36,5 oc SPO2:99%
8. Prinsip-prinsip Tindakan Keperawatan
a. Prinsip bersih
b. Tindakan dilakukan sesuai dengan indikasi/advis dokter
Rasional : agar terapi yang diberikan tepat
c. Terangkan prosedur pada klien
Rasional : agar pasien paham akan fungu pemberian oksegen
d. Atur posisi klien yang nyaman (semi fowler)
Rasional : memperingan sesak
e. Atur peralatan oksigen dan humidiflier
Rasional : persiapan dalam pemasangan yang tepat dan cepat
f. Hubungkan kanula dengan selang oksigen ke humidiflier dengan aliran
oksigen yang rendah,beri pelicin(jelly) pada kedua ujung kanula.
g. Masukan ujung kanula ke lubang hidung
h. Alirkan oksigen sesuai program
i. Pastikan O2 yang diberikan bisa masuk ke dalam saluran pernapasan klien.
9. Tujuan Tindakan
Pemberian oksigen dimaksudkan untuk mensuport transport oksigen yang
adekuat dalam darah sehingga jaringan dalam tubuh tidak kekurangan O2. Dengan
mempertahankan oksigen jaringan yang adekuat diharapkan masalah gangguan
pemenuhan oksigen di miokard dapat teratasi. Faktor yang menentukan oksigenasi
jaringan termasuk konsentrasi oksigen alveolar, difusi gas (oksigen) pada membran
alveokapilar, jumlah dan kapasitas yang dibawa oleh hemoglobin, dan curah jantung.

10. Bahaya yang dapat terjadi dan pencegahan


Bahaya yang dapat terjadi untuk pemberian O2 yang berlebihan adalah
timbulnya kondisi Hipokapneu karena konsentrasi O2 dalam darah yang terlalu tinggi.
Sedangkan untuk prosedur yang tidak sesuai dengan teori diantaranya adalah untuk
tindakan tidak mencuci tangan dapat memperbesar penularan penyakit, penggunaan
nasal kanul yang tidak steril juga memperbesar penularan penyakit melalui secret dari
satu pasien ke pasien lain. Penggunaan cairan humidifier yang tidak steril
meningkatkan kemungkinan kuman-kuman yang terkandung dalam air akan terhirup
oleh klien.
Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal kanul.
Perhatikan jumlah air steril dalam humidifier, jangan berlebih atau kurang dari batas.
Hal ini penting untuk mencegah kekeringan membran mukosa dan membantu untuk
mengencerkan sekret di saluran pernafasan klien.

11. Evaluasi
a. Oksigen masuk 3lpm
b. Pasien mengatakan nyeri dan sesak berkurang
c. Pasien tampak tenang
d. RR: 26 x/m
e. Sesak dan nyeri berkurang
f. TTV dalam batas normal