You are on page 1of 7

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

Disusun Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester


Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan

Oleh:

BUNGA PRABANDINI

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2018
1. Menurut pendapat saya perusahaan dalam memilih alternative pendanaan apakah
lebih memilih menerbitkan warrant atau obligasi konversi jawabannya adalah
perusahaan sebaiknya mnerbitakan warrant karena denga menerbitkan warrant
pada saat perusahaan ingin menukarkanya dengan sejumlah saham, maka ada dana
baru yang mengalir di perusahaan. Tetapi apabila perusahaan memilih untuk
menerbitkan obligasi konversi pada saat perusahaan ingin menukarnya dengan
sejumlah saham tidak aka nada aliran dana baru yang masuk ke perusahaan yang
terjadi hanyalah perubahan status dari hutang menjadi modal modal sendiri.
Walaupun ada keuntungan dari menerbitkan obligasi konvertibel saat perusahaan
menukarkannya dengan sejumlah saham maka hutang perusahaan akan dihilangkan
dan biaya bunga berkurang, namun pada kasus ini perusahaan lebih membutuhkan
tambahan dana sehingga menurut saya langkah yang harus dipilih adalah
menerbitkan warrant dibandigkan dengan menerbitkan obligasi konversi.

2. Jumlah dana eksternal (EFN) yang dibutuhkan adalah selisih antara proyeksi
jumlah aset (cash flow) 75% dengan proyeksi jumlah liabilitas & ekuitas (CAPEX
80% dan NWC+other uses 20%). Jadi Hasil EFN perusahaan.
75% + x = 80% + 20%
75% + x = 100%
X = 100% - 75%
X = 25%

Bila EFN bertanda negative, maka jumlah dana internal perusahaan melebihi
jumlah kenaikan aset. Sebaliknya apabila EFN positive berarti dana internal
perusahaan kurang dari kenaikan asetnya. Untuk itu perusahaan harus mencari dana
external untuk membiayai kenaikan asetnya. Untuk itu perusahaan dapat
menggunakan beberapa kombinasi dari variabel-variabel penyeimbang (plug
variables) sbb :
- meminjam utang wesel tambahan
- meminjam utang jangka panjang
- menerbitkan saham biasa
- mengurangi pembayaran dividen

3.

TIPE OPERASI REKOMENDASI REKOMENDASI


TINDAKAN JIKA VALAS TINDAKAN JIKA VALAS
MEMILIKI DAMPAK MEMILIKI DAMPAK
YANG LEBIH BESAR YANG LEBIH BESAR
ATAS ARUS KAS ATAS ARUS KAS
MASUK KELUAR
Penjualan dalam Valas Kurangi penjualan di luar Tambah penjualan di luar
negeri negeri
Ketergantungan pada Naikkan pesanan dari Kurangi ketergantungan
pemasok – pemasok asing pemasok – pemasok asing pada pemasok – pemasok
asing
Porsi hutang Valas Tambah hutang valuta Kurangi hutang valas
asing

4. Cara manager dalam melakukan aktivitas lindung nilai yaitu dengan cara

1. Mengelola Eksposure Akuntansi


Eksposur transaksi terjadi ketika perusahaan terlibat dalam transaksi yang
didenominasi mata uang asing yang akan terjadi di masa datang. Untuk
melindungi inflows dan outflows masa datang dari pergerakan mata uang yang
sangat cepat, perusahaan multinasional dapat mengkompensasi seluruh atau
sebagian cash flows exposure transaksi melalui transaksi berikut (tindakan ini
merupakan konsep hedging) :

1. Contractual hedges, seperti forward market hedge, money market hedge dan
option market hedge
2. Operating strategies (strategi-strategi operasi) yang meliputi price adjustment
caluses, risk shifting, exposure netting dan currency risk sharing.
 Foreign currency options

Perusahaan-perusahaan melakukan transaksi-transaksi bisnis yang mungkin


tetapi tidak pasti terjadi. Dalam hal ini forward contract tidak cocok untuk
menghedge terhadap perubahan-perubahan nilai tukar. Tetapi, perusahaan harus
menggunakan options contract yang memberi pemilik hak tetapi bukan kewajiban
untuk membeli (call) atau menjual (put) sejumlah mata uang tertentu pada harga
tertentu selama perjanjian tersebut.
Call option (opsi membeli) dikatakan berharga/valuable pada saat
perusahaan menantikan hasil tender yang misalnya melibatkan pembelian aset-
aset asing.
Put option (opsi menjual) dikatakan berharga pada saat perusahaan
menantikan hasil persidangan diperadilan luar negeri.
Pada kedua kasus diatas, perusahaan tidak pasti (uncertain) akan sejumlah
dan waktu dari inflow dan outflow mata uang asing. Penggunaan lain dari options
mata uang adalah untuk menghedge exposure untuk menggeser valas kompetitor
.
Tujuan dari hedging, melibatkan matching profil risk return dari instrumen-
instrumen hedging dengan posisi mata uang untuk dihedge. Dengan demikian
forward contract lebih baik dipakai pada saat cash flows mata uang asing
diketahui, sementara options contract lebih tepat pada saat cash flows mata uang
asing tidak pasti

 Risk shifting (Penggeseran resiko)

Perusahaan-perusahaan multinasional yang terlibat dalam perdagangan


internasional dapat memilih mata uang dengan meng-invoice ekspor dalam mata
uang yang kuat (strong currency) dan impor dalam mata uang yang lemah (weak
currency). Strategi ini akan menghasilkan pergeseran resiko/risk shifting nilai
tukar ke sisi lain dari transaksi internasional Keberhasilan dari strategi ini
tergantung pada bargaining power relatif kedua belah pihak yang terlibat.

 Exposure netting
Melindungi dari perubahan nilai tukar dapat ditempuh dengan secara hati-
hati memilih mata uang sehingga meminimumkan net exposure

 Currency risk sharing

Perusahaan-perusahaan dapat bersepakat untuk men-share resiko nilai tukar


pada kontrak-kontrak mereka dengan cara mengikuti kontrak hedging standar
(customized hedge contract) dalam mendasari transaksi-transaksi perdagangan.
Ini meliputi klausul penyesuaian harga (Price adjustment clause) dimana harga
dasarnya disesuaikan untuk merefleksikan perubahan-perubahan kurs valas.

2. Mengelola exposure translasi

Eksposur translasi dihasilkan dari keperluan untuk mentranslasikan laporan


keuangan yang didenominasi mata uang asing ke dalam mata uang parent
company.
Strategi dasar hedging, untuk mengurangi exposure translasi meliputi
penurunan soft currency assets (hard currency liabilities) dan menaikan soft
currency liabilities (hard currency assets).
Dengan fund adjustment (penyesuaian dana), apakah perusahaan
multinasional merubah jumlah atau mata uang-mata uang dari cash flows parent
dan /atau afiliasi-afiliasinya yang telah direncanakan untuk mengurangi exposure
mata uang lokal perusahaan.
1. Direct funds adjustment (penyesuaian dana langsung) berkenaan dengan
working capital adjustments (penyesuaian modal kerja).
2. Indirect funds adjustment technique meliputi penggunaan transfer pricing,
leading serta lagging.

Forward contracts adalah instrumen-instrumen hedging yang paling


populer untuk mengurangi exposure translasi perusahaan. Currency selection,
transfer pricing dan exposure netting merupakan tambahan perangkat-perangkat
namun jarang digunakan karena kendala-kendala yang dikenai teknik-teknik
tersebut oleh pemerintah-pemerintah asing.
Pada saat memilih mekanisme hedging yang paling tepat, perusahaan-
perusahaan harus menyesuaikan aliran-aliran dana mereka pada saat
menguntungkan untuk dilakukan atas dasar covered (covered basis) biarpun
efeknya yang akan ada pada exposure translasi.

3. Mendisain strategi hedging

Strategi-strategi hedging yang dipilih oleh perusahaan sebagian besar


merupakan fungsi dari tujuan-tujuan manajemen. Tujuan dasar dari hedging
adalah untuk mengurangi atau menghilangkan variabilitas pendapatan-
pendapatan konsolidasi dari perusahaan multinasional yang dihasilkan dari
fluktuasi mata uang yang tidak diharapkan (unexpected currency fluctuations).
Pernyataan tujuan-tujuan akan termasuk kepercayaan-kepercayaan
manajemen tentang bagaimana pasar-pasar finansial bekerja dan ini
menggambarkan biaya yang dapat diterima dari manajemen exposure .
Hedging costs dapat ditekan dengan cara mengambil keuntungan dari tax
asymmetries dan market imperfections.
Aspek penting dari manajemen resiko adalah tingkat sentralisasi dari
transaksi-transaksi mata uang asing dan tanggung jawab untuk mengembangkan
dan mengimplementasikan strategi-strategi hedging. Keuntungan-keuntungan
maksimum dicapai dengan sentralisasi ketiga fungsi pada level parent company.