You are on page 1of 36

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Keluarga


2.1.1. Pengertian
2.1.1.1. Menurut Depkes RI tahun 1998, Keluarga adalah unit
terkecil dari masyarakat yang kepala keluarga dan
beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu
tempat, di bawah satu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
2.1.1.2. Menurut Sulurcion G. Bailon dan Aracclis Magiya tahun
1989 keluarga adalah dua atau lebih dari 2 individu yang
tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan
atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah
tangga berinteraksi satu sama lain, dan di dalam
peranannya masing-masing menciptakan serta
mempertahankan kebudayaan.
(Nasrul Effendy, 1998 : 32)
2.1.1.3. Dari kedua definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
keluarga adalah :
1. Unit terkecil masyarakat
2. Terdiri dari dua orang atau lebih
3. Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
4. Hidup dalam satu rumah tangga
5. Di bawah asuhan satu kepala rumah tangga
6. Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
7. Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-
masing
8. Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

2.1.2. Tipe Keluarga


1. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari
ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah
dengan sanak saudara, misalnya : nenek, kakek, keponakan,
saudara sepupu, paman, bibi dan lain-lain.
3. Keluarga berantai (serial family) adalah keluarga yang terdiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan keluarga inti.
4. Keluarga duda/janda (single family) adalah keluarga yang terjadi
karena perceraian atau kematian.
5. Keluarga berkomposisi (composite) adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6. Keluarga kabitas (cahabitation) adalah dua orang menjadi satu
tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

2.1.3. Fungsi Keluarga


2.1.3.1. Fungsi biologis
1. Untuk menurunkan keturunan
2. Memelihara dan membesarkan anak
3. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
4. Memelihara dan merawat anggota keluarga
2.1.3.2. Fungsi psikologis
1. Memberi kasih sayang dan rasa aman
2. Memberi perhatian di antara anggota keluarga
3. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
4. Memberikan identitas keluarga
2.1.3.3. Fungsi sosialisasi
1. Membina sosialisasi pada anak
2. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan
tingkat perkembangan anak
3. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
2.1.3.4. Fungsi ekonomi
1. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan keluarga
2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
3. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
keluarga di masa yang akan datang misalnya
pendidikan anak-anak dan jaminan hari tua
2.1.3.5. Fungsi pendidikan
1. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan,
ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai
dengan bakat dan minat yang dimilikinya
2. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang
akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang
dewasa
3. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat
perkembangannya
Dari berbagai fungsi di atas ada 3 fungsi pokok keluarga terhadap
anggota keluarganya adalah :
1. Asih adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman,
kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan
mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan
kebutuhannya.
2. Asuh adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan
anak agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga diharapkan
menjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik, mental,
sosial dan spiritual.
3. Asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga
siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam
mempersiapkan masa depannya.

2.1.4. Ciri Keluarga


1. Diikat dalam suatu perkawinan
2. Ada hubungan darah
3. Ada ikatan batin
4. Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
5. Ada pengambil keputusan
6. Kerjasama diantara anggota keluarga
7. Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
8. Tinggal dalam suatu rumah
2.1.5. Struktur Keluarga dan Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam diantaranya adalah :
1. Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ibu.
2. Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan ini disusun
melalui jalur garis ibu.
3. Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah istri.
4. Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah suami.
5. Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi
pembinaan keluarga dan beberapa sanak keluarga yang
menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan
suami atau istri.
Pemegang kekuasaan dalam keluarga
1. Patriakal yang dominant dan memegang kekekuasaan dalam
keluarga adalah di pihak ayah.
2. Matriakal, yang dominant dan memegang kekekuasaan dalam
keluarga adalah di pihak ibu.
3. Equalitarian yang memegang kekuasaan dalam keluarga ayah
dan ibu.
2.1.6. Tugas-tugas Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai
berikut :

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya


2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
kedudukannya masing-masing
4. Sosialisasi antar anggota keluarga
5. Pengaturan jumlah anggota keluarga
6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang
lebih luas
8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga
(Nasrul Effendi, 37)

2.2. Perawatan Kesehatan Keluarga


2.2.1. Pengertian
Tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau
dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat
dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan sebagai saran/
penyalur.
(Salvicion G. Bailon, 1978)

2.2.2. Keluarga Sebagai Unit Pelayanan yang Dirawat


2.2.2.1. Alasan keluarga sebagai unit pelayanan
1. Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan
merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan
masyarakat
2. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan,
mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah-
masalah kesehatan dalam kelompoknya
3. Masalah-masalah kesehatan dalam keluarga saling
berkaitan dan apabila salah satu anggota keluarga
mempunyai masalah kesehatan akan berpengaruh
terhadap anggota keluarga yang lain
4. Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga
sebagai individu (pasien) keluarga tetap berperan
sebagai pengambilan keputusan dalam memelihara
kesehatan para anggotanya
5. Keluarga merupaan perantara yang efektif dan mudah
untuk berbagai upaya kesehatan masyarakat
2.2.2.2. Keluarga sebagai pasien
Dalam melihat keluarga sebagai pasien, ada beberapa
karakteristik yang perlu diperhatikan oleh perawat,
diantaranya adalah :
1. Sikap keluarga mempunyai cara unik dalam
menghadapi masalah kesehatan para anggotanya
2. Memperhatikan perbedaan dari tiap-tiap keluarga dari
berbagai segi :
a. Pola komunikasi
b. Pengambilan keputusan
c. Sikap dan nilai-nilai dalam keluarga
d. Kebudayaan
e. Gaya hidup
3. Keluarga daerah perkotaan akan berbeda dengan
keluarga di daerah pedesaan
4. Kemandirian dari tiap-tiap dalam keluarga
2.2.2.3. Keluarga kelompok resiko tinggi
Dalam melaksanakan asuhan perawatan kesehatan
keluarga, yang menjadi prioritas utama adalah keluarga-
keluarga yang tergolong resiko tinggi dalam bidang
kesehatan, meliputi :
a. Keluarga dengan anggota keluarga dalam masa usia
subur dengan masalah sebagai berikut :
 Tingkat sosial ekonomi keluarga rendah
 Keluarga kurang atau tidak mampu mengatasi
masalah kesehatan sendiri
 Keluarga dengan keturunan yang kurang baik/
keluarga dengan penyakit keturunan
b. Keluarga dengan ibu dengan resiko tinggi kebudayaan
waktu hamil :
 Umur 16 tahun
 Menderita kekurangan gizi/anemia
 Menderita hipertensi
 Primipara/multipara
 Riwayat persalinan dengan komplikasi
c. Keluarga dengan anak yang menjadi resiko tinggi,
karena :
 Lahir premature/BBLR
 Berat badan sukar naik
 Lahir dengan cacat bawaan
 ASI ibu kurang sehingga tidak mencukupi
kebutuhan bayi
 Ibu menderita penyakit menular yang dapat
mengancam bayi atau anaknya
d. Keluarga mempunyai masalah dalam hubungan antara
anggota keluarga :
 Anak yang tidak dikehendaki dan pernah dicoba
untuk digugurkan
 Tidak ada kesesuaian pendapat antara anggota
keluarga dan sering timbul cek cok dan ketegangan
 Ada anggota keluarga yang sering sakit
 Salah satu orang (suami/istri) meninggal cerai atau
lari meninggalkan keluarga

2.2.3. Tujuan Perawatan Kesehatan Keluarga


2.2.3.1. Tujuan umum
Tujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam
memelihara kesehatan anggota keluarga mereka sehingga
dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya.
2.2.3.2. Tujuan khusus
a. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam
mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi
oleh keluarga
b. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam
menanggulangi masalah-masalah kesehatan dasar
keluarga
c. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil
keputusan yang terdapat dalam mengatasi masalah
kesehatan para anggotanya
d. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam
memberikan asuhan keperawatan terhadap anggota
keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah
kesehatan anggota keluarganya
e. Meningkatkan produktivits keluarga dalam
meningkatkan mutu hidupnya

2.2.4. Prinsip-prinsip Perawatan Keluarga


Ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam
memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah :
1. Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam pelayanan
kesehatan
2. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga
sehat sebagai tujuan utama
3. Asuhan keperawatan yang diberikan sebagai sarana dalam
mencapai peningkatan kesehatan keluarga
4. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga
perawat melibatkan peran serta aktif seluruh keluarga dalam
merumuskan masalah dan kebutuhan keluarga dalam mengatasi
masalah kesehatannya
5. Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif
dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan
rehabilitatif
6. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga
memanfaatkan sumber daya keluarga semaximal mungkin untuk
kepentingan kesehatan keluarga
7. Sarana suhan perawatan kesehatan keluarga adalah keluarga
secara keseluruhan
8. Pendekatan yang dipergunakan dalam memberihan asuhan
keperawatan kesehatan keluarga adalah pendekatan
pemecahan masalah dengan menggunakan proses
keperawatan
9. Kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperawatan
kesehatan keluarga yang penyuluhan kesehatan dan asuhan
keperawatan kesehatan dasar/perawatan di rumah
10. Diutamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi

2.2.5. Tahap-tahap Proses Keperawatan Keluarga


1) Pengkajian
Adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oleh perawat
untuk mengukur keadaan klien dengan memakai norma-norma
kesehatan keluarga, sosial yang merupakan sistem yang
terintegrasi dan kesanggupan keluarga mengatasinya (Nasrul,
1998).
a. Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat dilakukan melalui cara :
- Wawancara yang berkaitan dengan hal-hal yang perlu
diketahui, baik aspek fisik, mental, sosial budaya,
ekonomi, kebiasaan, lingkungan dan sebagainya
- Pengamatan : pengamatan terhadap hal-hal yang tidak
perlu ditanyakan karena sudah dianggap cukup melalui
pengamatan saja, diantaranya yang berkaitan dengan
lingkungan fisik, misalnya ventilasi, penerangan,
kebersihan dan sebagainya
- Studi dokumentasi : studi berkaitan dengan
perkembangan kesehatan anak, diantaranya melalui
kartu menuju sehat (KMS), kartu keluarga dan catatan-
catatan kesehatan lainnya
- Pemeriksaan fisik : dilakukan terhadap anggota keluarga
yang mempunyai masalah kesehatan dan keperawatan,
berkaitan dengan keadaan fisik, misalnya : kehamilan,
kelainan organ tubuh dan tanda-tanda penyakit
Data-data yang dikumpulkan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Identitas keluarga
2. Riwayat kesehatan keluarga baik yang sedang dialami
maupun yang pernah dialami
3. Anggota keluarga
4. Jarak antara lokasi dengan fasilitas kesehatan
masyarakat yang ada
5. Keadaan keluarga meliputi :
- Biologis
- Psikologis
- Sosial
- Kultural
- Spiritual
- Lingkungan
- Dan data penunjang lainnya
2) Analisa data
Dalam analisa data ada 3 hal yang perlu diperhatikan :
1. Keadaan kesehatan keluarga yang normal meliputi :
a. Keadaan kesehatan fisik, mental, sosial anggota keluaga
b. Keadaan pertumbuhan dan perkembangan anggota
keluaga
c. Keadaan gizi anggota keluaga
d. Status imunisasi anggota keluaga
e. Kehamilan dan KB
2. Keadaan rumah dan sanitasi lingkungan meliputi :
a. Rumah meliputi : ventilasi penerangan, kebersihan,
konstruksi, luas rumah dibandingkan dengan jumlah
anggota keluarga
b. Sumber air minum
c. Jamban keluarga
d. Tempat pembuangan limbah
e. Pemanfaatan pekarangan yang ada dan sebagainya
3. Karakteristik keluarga
a. Sifat-sifat keluarga
b. Dinamika dalam keluarga
c. Komunikasi dalam keluarga
d. Interaksi dalam anggota keluarga
e. Kesanggupan keluarga dalam membawa perkembangan
anggota keluarga
f. Kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga
3) Perumusan masalah
Setelah data dianalisa, maka selanjutnya data dapat dirumuskan
masalah kesehatan keperawatan keluarga. Rumusan masalah
kesehatan keluarga dapat menggambarkan keadaan kesehatan
dan status kesehatan keluarga, karena merupakan hasil dari
pemikiran dan pertimbangan yang mendalam tentang situasi
kesehatan lingkungan, norma, nilai, kultur yang dianut oleh
keluarga tersebut.
4) Prioritas masalah
Dalam menyusun prioritas masalah kesehatan dan keperawatan
keluarga harus didasarkan pada beberapa kriteria sebagai
berikut:
1. Sifat masalah dikelompok menjadi :
- Ancaman kesehatan
- Keadaan sakit atau kurang sehat
- Situasi krisis
2. Kemungkinan masalah dapat dirubah, adalah kemungkinan
keberhasilan untuk mengurangi masalah atau mencegah
masalah bila dilakukan intensive keperawatan dan
kesehatan
3. Potensi masalah untuk dicegah
Adalah sifat dan beratnya masalah yang akan timbul dan
dapat dikurangi atau dicegah melalui tindakan keperawatan
dan kesehatan
4. Masalah yang menonjol
Cara keluarga melihat dan menilai masalah dalam hal
beratnya dan mendesaknya untuk diatasi melalui intervensi
keperawatan dan kesehatan

Skala prioritas dalam menyusun masalah kesehatan keluarga.


Untuk dapat menentukan prioritas kesehatan dan keperawatan
keluarga perlu disusun skala prioritas seperti berikut :

Kriteria Nilai Bobot


1. Sifat masalah 1
Skala :
▪ Ancaman kesehatan 2
▪ Tidak/kurang sehat 3
▪ Krisis 1
2. Kemungkinan masalah dapat dirubah 2
Skala :
▪ Dengan mudah 3
▪ Hanya sebagian 2
▪ Tidak dapat 1

Kriteria Nilai Bobot


3. Potensi masalah untuk diubah 1
Skala :
▪ Tinggi 3
▪ Cukup 2
▪ Rendah 1
4. Menonjolnya masalah 1
Skala :
▪ Masalah berat harus ditangani 2
▪ Masalah yang tidak perlu segera 1
ditangani
▪ Masalah tidak dirasakan 0

Skoring :
1. Tentukan skor untuk setiap kriteria
2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan
bobot
3. Jumlahkan skor untuk setiap kriteria
4. Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot
5) Perencanaan
Adalah sekumpulan tindakan yang dilakukan perawat yang
dilaksanakan, dalam memecahkan masalah kesehatan dan
keperawatan yang telah diidentifikasi.
Ciri-ciri rencana perawatan keluarga :
1. Berpusat pada tindakan-tindakan yang dapat memecahkan
atau meringankan masalah yang sedang dihadapi
2. Merupakan hasil dari suatu proses yang sistematis dan telah
dipelajari dengan pikiran yang logis
3. Rencana perawatan keluarga berhubungan dengan masa
yang akan datang
4. Berkaitan dengan masalah kesehatan dan masalah
keperawatan yang diidentifikasi
5. Merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus
menerus
6) Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap keluarga,
didasarkan kepada rencana asuhan keperawatan yang telah
disusun.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tindakan
keperawatan terhadap keluarga :
1. Sumber daya keluarga (keuangan)
2. Tingkat pendidikan keluarga
3. Adat istiadat yang berlaku
4. Respon dan penerimaan keluarga
5. Sarana dan prasarana yang ada pada keluarga
7) Evaluasi
Evaluasi selalu berkaitan dengan tujuan.Apabila tujuan tidak
tercapai, maka perlu dicari penyebbabnya. Hal ini dapat terjadi
karena beberapa faktor :
1. Tujuan tidak realistis
2. Tindakan keperawatan yang tidak tepat
3. Ada faktor lingkungan yang tidak dapat diatasi
Pengukuran hasil penilaian
Hasil asuhan keperawatan dapat diukur dari 3 dimensi :
1. Keadaan fisik
2. Psikologis dan sikap
3. Pengetahuan dan perubahan prilaku
Alasan pentingnya penilaian :
1. Menghentikan tindakan/kegiatan yang tidak berguna
2. Untuk menambah ketepatgunaan tindakan keperawatan
3. Sebagai bukti hasil dari tindakan keperawatan
4. Untuk pengembangan dan penyempurnaan praktik
keperawatan
Metode penilaian :
1. Observasi langsung, mengamati secara langsung perubahan
yang terjadi dalam keluarga. Dari membuang sampah
sembarangan dengan membuang sampah ke bak sampah
yang dibuat
2. Wawancara, mewawancarai keluarga yang berkaitan dengan
perubahan sikap apakah telah menjalankan anjuran yang
diberikan perawat
3. Memeriksa laporan, dapat dilihat dari rencaha asuhan
keperawatan yang dibuat dan tindakan yang dilaksanakan
sesuai rencana
4. Latihan stimulasi, latihan stimulasi yang berguna dalam
menentukan perkembangan kesanggupan melaksanakan
asuhan keperawatan

2.2.6. Hambatan-hambatan yang Sering Dihadapi Dalam Memberikan


Asuhan Perawatan Kesehatan Keluarga
Hambatan yang paling besar dihadapi perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah :
a. Hambatan dari keluaga
- Pendidikan keluarga yang rendah
- Keterbatasan sumber-sumber daya keluarga (keuangan,
sarana dan prasarana)
- Kebiasaan-kebiasaan yang melekat
- Sosial budaya yang tidak menunjang
b. Hambatan dari perawatan
- Sarana dan prasarana yang tidak menunjang dan mencukupi
seperti PHN kit, transportasi
- Kondisi alam (geografi yang sulit)
- Keterbatasannya pengetahuan perawatan tentang kultur
keluarga

2.3. Konsep Dasar Keluarga Berencana


2.3.1 Pengertian KB
KB adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri
untuk :
a) Mendapatkan obyektif-obyektif tertentu
b) Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
c) Mendapatkan kelahiran yang memang tidak diinginkan
d) Mengatur interval diantara kehamilan
e) Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur
suami istri
f) Menentukan jumlah anak dalam kandungan

2.3.2 Tujuan KB
Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi
keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak supaya diperoleh suatu
keluarga bahagia sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

2.3.3 Manfaat KB
Untuk ibu :
- Perbaikan kesehatan badan karena kelahiran yang dapat direncanakan
- Peningkatan kesehatan mental dan sosial
Untuk anak :
- Memberikan kesempatan agar perkembangan fisiknya baik
- Perkembangan mental sosial yang lebih sempurna
- Perencanaan kesempatan pendidikan
Untuk ayah :
- Dapat memperbaiki fisik, mental, sosial dan ekonomi

2.3.4 Dasar Pemilihan Alat Kontrasepsi


a) Menunda kehamilan
Pasangan dengan istri berusia di bawah 20 tahun dianjurkan
menunda kehamilannya.
1. Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
- Reversibilitas yang tinggi karena akseptor belum
mempunyai anak
- Efektivitas yang relatif tinggi/penting, karena dapat
menyebabkan kehamilan resiko tinggi
2. Kontrasepsi yang sesuai : pil, alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR), minimal cara sederhana
3. Alasan :
- Usia dibawah 20 tahun adalah usia dimana sebaiknya tidak
mempunyai anak dulu
- Prioritas penggunaan kondom kurang menguntungkan
karena pasangan muda masih sering berhubungan
(frekuensi tinggi) sehingga akan mempunyai angka
kegagalan yang tinggi
- Penggunaan AKDR mini bagi yang belum mempunyai anak
dapat dianjurkan, terutama pada akseptor dengan kontra
indikasi terhadap pil oral
b) Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan)
Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk
melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
1. Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
- Reversibilitas cukup tinggi
- Efektifitas cukup tinggi karena akseptor masih
mengharapkan mempunyai anak
- Dapat dipakai 3-4 tahun
- Tidak menghambat produksi ASI
2. Kontrasepsi yang sesuai : AKDR, pil, suntik, cara sederhana,
susuk KB, kontrasepsi mantap
3. Alasan :
- Usia 20-30 tahun merupakan usia terbaik untuk
mengandung dan melahirkan
- Segera setelah lahir, dianjurkan untuk menggunakan
AKDR sebagai pilihan utama
- Kegagalan yang menyebabkan kehamilan cukup tinggi
namun tidak/kurang berbahaya karena akseptor berada
pada usia yang baik untuk mengandung dan melahirkan
c) Mengakhiri kesuburan
Saat usia istri di atas 30 tahun, dianjurkan untuk mengakhiri
kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
1. Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
- Efektivitas sangat tinggi karena kegagalan dapat
menyebabkan kehamilan dengan resiko tinggi bagi ibu
dan anak
- Reversibilitas rendah
- Dapat dipakai untuk jangka panjang
- Tidak menambah kelainan yang sudah ada
2. Kontrasepsi yang sesuai : kontrasepsi mantap, susuk KB,
AKDR, suntikan, pil dan cara sederhana
3. Alasan :
- Ibu dengan usia di atas 30 tahun dianjurkan tidak hamil
lagi atau tidak punya anak lagi karena alasan medis
- Pilihan utama adalah kontrasepsi mantap
- Pada kondisi darurat, kontap cocok dipakai dan relatif
lebih baik dibandingkan dengan susuk KB atau AKDR
- Pil kurang dianjurkan karena usia ibu relatif tua dan
mempunyai kemungkinan timbulnya efek samping dan
komplikasi
(Anonim, 2001 : 355)

2.3.5 Faktor-faktor Dalam Memilih Metode Kontrasepsi


a) Faktor pasangan : motivasi dan rehabilitasi
- Umur
- Gaya hidup
- Frekuensi senggama
- Jumlah keluarga yang diinginkan
- Pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu
- Sikap kewanitaan
- Sikap kepriaan
b) Faktor kesehatan : kontra indikasi absolut atau relatif
- Status kesehatan
- Riwayat haid
- Riwayat keluarga
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan panggul
c) Faktor metode kontrasepsi : penerimaan dan pemakaian
berkesinambungan
- Efektivitas
- Efek samping minor
- Kerugian
- Komplikasi-komplikasi yang potensial
- Biaya
(Dr. Hanafi Hartanto, 2004 : 36)

2.3.6 Syarat-syarat Metode Kontrasepsi yang Baik


1. Aman/tidak berbahaya
2. Dapat diandalkan
3. Sederhana
4. Murah
5. Dapat diterima oleh orang banyak
6. Pemakaian jangka lama (continuation rate tinggi)
(Dr. Hanafi Hartanto, 2004 : 36)

2.3.7 Cara-cara Kontrasepsi


Cara-cara kontrasepsi dapat dibagi menjadi beberapa metode :
1. Pembagian menurut jenis kelamin pemakai :
- Cara atau alat yang dipakai oleh suami (pria) contohnya
komdom, vasektomi, coitus interuptus
- Cara atau alat yang dipakai oleh istri (wanita) contohnya pil KB,
suntik KB, AKDR, implan, kondom wanita, kap servik dan lain-
lain
2. Menurut pelayanannya :
- Cara medis dan non medis
- Cara klinis dan non klinis
3. Pembagian menurut efek kerjanya :
- Tidak mempengaruhi fertilitas
- Menyebabkan infertilitas temporer (sementara)
- Kontrasepsi permanen dengan infertilitas menetap
4. Pembagian menurut cara kerja alat/cara kontrasepsi
- Menurut keadaan biologis : senggama terputus, metode
kalender, suhu badan, abstinensia dan lain-lain
- Memakai alat barier :
 Alat mekanis : kondom, diafragma kap posio
 Obat kimiawi : spermisida
- Kontrasepsi intra uteri : IUD
- Hormonal : pil KB, suntikan KB dan alat kontrasepsi bawah kulit
- Operatif : tubektomi dan vasektomi
5. Pembagian umum dan banyak dipakai adalah :
- Metode merakyat
 Senggama terputus
 Pembilasan pasca senggama
 Perpanjangan masa laktasi
- Metode tradisional
 Pantang berkala
 Kondom
 Diafragma vagina
 Spermisida
- Metode modern
 Kontrasepsi hormonal
 Pil KB
 Suntikan KB
 Alat kontrasepsi bawah kulit atau norplant
 Kontrasepsi intra uterin
 IUD
- Metode permanen operatif
 Tubektomi pada wanita
 Vasektomi pada pria
(Rostam Mochtar, 1998 : 259)

2.4. Konsep Asuhan Kebidanan Keluarga


2.4.1 Pengkajian
A. Data subyektif
1. Data umum
- Nama : Nama klien dan keluarga perlu
ditanyakan agar tidak keliru bila ada
kesamaan nama dengan klien dan
anggota keluarga lain
(Christina, I., 1984 : 84)
- Umur : Umur kepala keluarga dan anggota
keluarga perlu ditanyakan untuk
mengetahui kematangan fisik dan
psikologis kepala keluarga dan anggota
keluarga dalam hubungannya sebagai
satu kesatuan keluarga yang utuh yang
mempunyai tugas dan tanggung jawab
masing-masing sesuai dengan hak dan
kewajibannya
(Nasrul, A., 1998 : 34)
- Pendidikan : Makin tinggi pendidikan seseorang
maka semakin baik cara penanganan
mereka dalam perawatan kesehatan
(Notoatmodjo, 2003 : 131)
- Pekerjaan : Pekerjaan ibu, suami dan anggota
keluarga untuk mengetahui bagaimana
taraf hidup dan sosial ekonominya agar
nasehat kita sesuai
(Christina, I., 1989 : 85)
- Hubungan : Untuk mengetahui berapa jumlah
dengan KK anggota keluarga yang tinggal serumah
dengan kepala keluarga dan berapa
besar tanggung jawab kepala keluarga
terhadap seluruh anggota keluarganya
(Nasrul, A., 1998 : 35)
- Keadaan : Keadaan kesehatan keluarga perlu
kesehatan dikaji karena masalah kesehatan

keluarga keluarga saling berkaitan dan saling


mempenga-ruhi antar sesama anggota
keluarga dan akan mempengaruhi pula
keluarga-keluarga di sekitarnya atau
masyarakat secara keseluruhan
sehingga asuhan yang diberikan sesuai
dengan tujuan perawatan
(Nasrul, A., 1998 : 39)
- Agama : Untuk mengetahui keyakinan yang
dianut sehingga asuhan yang diberikan
disesuaikan dengan ajaran agama dan
sedapat mungkin mengikuti keyakinan
yang dianut
(Christina, I., 1985 : 86)
- Alamat : Untuk mengetahui keluarga tinggal di
mana, menjaga kemungkinan bila ada
keluarga yang namanya sama, agar
dapat dipastikan keluarga mana yang
hendak ditolong untuk kunjungan pasien
(Christina, I., 1989 : 84)
- Tipe keluarga : Tipe keluarga menentukan berapa besar
keluarga dan bagaimana terjadinya
sebuah keluarga yang dituliskan ke
dalam bentuk genogram untuk
memudahkan melihat hubungan antar
anggota keluarga
(Nasrul, A., 1998 : 33)
Simbol yang digunakan
dalammenggambarkan sebuah
genogram adalah sebagai berikut:
: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal dunia

: Abortus/keguguran

: Yang bermasalah

: Saudara kembar
: Kembar identik

: Garis keturunan

: Menikah

: Cerai

: Keluarga yang dibina

2. Data khusus
1) Imunisasi
Ditanyakan kepada ibu tentang kelengkapan imunisasi
anak dari sejak lahir
2) Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Ditanyakan kepada keluarga untuk menilai
keterjangkauan sarana kesehatan dalam keluarga, dan
bagaimana pemanfaatan fasilitas kesehatan bila ada
salah satu anggota keluarga yang sakit
3) Jenis penyakit yang sedang diderita
Untuk menilai tingkat kesehatan masing-masing anggota
keluarga, penanganan apa yang sudah diperoleh dan
hasil apa yang didapat, apakah penyakit yang diderita
dapat disembuhkan sampai tuntas atau belum
4) Pemeriksaan kehamilan
Ditanyakan pada ibu tentang riwayat kehamilannya,
apakah sudah terpantau tenaga kesehatan, apakah saat
hamil sudah mendapat imunisasi TT
5) Pertolongan persalinan
Ditanyakan pada ibu khususnya untuk multipara apakah
persalinannya ditolong tenaga kesehatan atau dukun
6) Riwayat KB
Ditanyakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan
ibu tentang KB, metode AB, apa yang pernah dipakai
dan berapa lama pemakaiannya
7) Pola hidup
Pola hidup dikaji untuk mengetahui apakah pola hidup
yang dijalani ibu sehat atau tidak, yang terdiri dari pola
istirahat dan tidur, pola eliminasi, pola makan, pola
personal hygiene dan bagaimana penggunaan/
pemanfaatan waktu luang
8) Keadaan sosial, budaya, ekonomi, spiritual
Dikaji untuk mengetahui adat apa yang dianut keluarga
tersebut, bagaimana keadaan ekonomi dan spiritualnya
agar saat memberikan asuhan tidak menyinggung
keluarga tersebut
B. Data obyektif
1. Rumah
Untuk mengetahui bagaimana keadaan rumah dari suatu
keluarga perlu dikaji tenang luas rumah, luas tanah, letak
rumah apakah jauh dari sarang vektor, bagaimana jenis
rumahnya, beratap genteng atau yang lain, lantainya dari
apa, bagaimana cahaya yang masuk ke dalam rumah,
bagaimana ventilasi dan jendelanya, berapa dan bagaimana
ruangan. Untuk memperjelasnya perlu digambarkan denah
rumah
2. Sumber air
Dikaji untuk mengetahui air yang bagaimana yang digunakan
keluarga untuk masak dan kebutuhan sehari-hari
3. Tempat pembuangan sampah
Perlu dikaji untuk mengetahui dimana pembuangan
sampahnya
4. Jamban dan kamar mandi
Dikaji bagaimana keluarga dalam menyiapkan sarana untuk
menjaga kesehatan
5. Pekarangan dan selokan
Bagaimana pemanfaatan pekarangan dan apakah dibuat
selokan untuk pembuangan limbah air
2.4.2 Identifikasi Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap
diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan
interpretasi data yang telah dikumpulkan sehingga ditemukan
masalah atau diagnosa yang spesifik.

2.4.3 Rumusan Masalah


Dari data yang telah dikumpulkan dan hasil analisa yang sederhana,
maka ada beberapa masalah yang timbul dalam keluarga yang
disebabkan oleh faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan
keluarga dalam menjalankan tugas-tugas keluarga dalam bidang
kesehatan, sehingga timbul masalah keluarga sebagai berikut :
1. Imunisasi
2. Keluarga berencana
3. Sanitasi lingkungan yang buruk
4. Ekonomi yang kurang

2.4.4 Susunan Prioritas Masalah


Untuk mengatasi masalah keluarga yang dibina secara keseluruhan
tidak mungkin, oleh karena itu perlu dilakukan prioritas masalah
kesehatan, dimana masalah kesehatan yang mengancam
kehidupan dan mengancam kesehatan keluarga itulah yang menjadi
prioritas masalah.
Agar dapat melakukan prioritas keluarga secara tetap, maka
dilakukan pembobotan masalah dengan menggunakan skala
prioritas.

2.4.5 Menyusun Rencana Tindakan


1. Ketidakikutsertaan dalam program KB
1) Lakukan komunikasi terapeutik pada ibu dan kelaurga
R/ Terjalin hubungan kooperatif antara keluarga dan
petugas kesehatan
2) Beri penjelasan pada ibu tentang KB
R/ Merubah pendapat keluarga (ibu tentang KB)
3) Motivasi ibu untuk segera ber-KB
R/ Dukungan dan dorongan yang kuat sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan
4) Anjurkan ibu untuk menggunakan kartu JPS yang dia punya
untuk mendapatkan pelayanan KB
R/ Dengan pelayanan KB gratis, dapat mendorong/
memotivasi ibu datang ke tempat pelayanan

2.4.6 Melaksanakan Rencana Tindakan (Implementasi)


Implementasi ini dilakukan sesuai dengan rencana tindakan atau
intervensi yang telah disusun sebelumnya.
2.4.7Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan guna mengetahui keefektifan dari asuhan
yang telah diberikan sesuai dengan kebutuhan yang telah
diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah
BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian

Dilakukan pada tanggal 13-03-2016 pukul 16.00 WIB


A. Data Subjektif
1. Data umum
Kecamatan : Wagir
Kelurahan : Pandanrejo
RT : 03
RW : 01

Kepala Keluarga
Nama : Tn. Misdianto
Agama : Islam
Umur : 42 tahun
Pekerjaan : karyawan swasta
Kesehatan : Baik
Alamat : Desa PandanRejo Kec. Wagir Kabupaten
Malang
Penghasilan : + Rp. 1500.000,-
Susunan anggota keluarga

Keadaan Kesehatan
Hubunga
Jenis Pekerjaan/ Waktu
Nama Umur n Dengan
Kelamin Sekolah Kunjung/Imunisasi
KK
yang Didapat
Tn. Misdianto ♂ 42 th KK Kary.Swasta/SD Sehat
Ny. Muyanti ♀ 39 th Istri IRT/SD Sehat
Dwi Nur ♂ 7 th Anak Blm tmt SD Sehat

Tipe keluarga : Extended family


Pengambil keputusan berdasarkan musyawarah, hubungan
keluarga dalam keadaan harmonis
Adapun tipe keluarga tersebut dapat digambarkan dengan
“Genogram Keluarga” sebagai berikut :
Keterangan gambar :
: Jenis kelamin perempuan
: Jenis kelamin laki-laki
: Garis keturunan
: Garis perkawinan
: Keluarga yang dibina
2. Data khusus kesehatan keluarga
1) Bila ada anggota keluarga yang sakit diberi obat yang dibeli di
warung terdekat, bila tidak sembuh baru dibawa ke Polindes,
Puskesmas atau ke dokter
2) Jenis penyakit yang sering diderita keluarga : batuk, pilek dan
panas
3) Tanggapan terhadap KB
Setelah melahirkan anak pertama ibu tidak pernah memakai
kontrasepsi sampai sekarang dengan alasan takut gemuk
4) Pola hidup
a. Kebutuhan gizi keluarga ditinjau dari kuantitas : semua
anggota keluarga makan 3 kali sehari (nasi, sayur, lauk,
tahu, tempe, krupuk, kadang-kadang ikan dan ayam)
b. Kebutuhan gizi keluarga dari segi kwalitas
- Bahan makanan pokok adalah nasi, sebelum dimasak,
beras dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu
- Jenis lauk pauk : tahu, tempe, krupuk kadang-kadang
ikan dan daging
- Jenis sayur-sayuran : kangkung, bayam, daun singkong
dan lain-lain
- Keluarga jarang makan buah dan minum susu
5) Pola kebiasaan keluarga
a. Kebiasaan BAB/BAK
Setiap hari BAB dan BAK secara teratur tidak ada gangguan,
di kamar mandi/WC
b. Kebiasaan tidur dan istirahat
Tn. M jarang tidur siang karena bekerja sampai sore. Tidur
malam jam 21.00-05.00 Wib (+ 8 jam). Ny.M kadang tidur
siang.+2 jam, Tidur malam jam 20.30-05.00 Wib (+ 7 ½ jam).
An.D biasanya tidur malam jam 20.00-06.00 (+ 10 jam) dan
tidur siang +2 jam .
c. Penggunaan waktu senggang
Ayah : Waktu senggang digunakan untuk istirahat
Ibu : Waktu senggang digunakan untuk istirahat dan
menonton tv
Anak : Waktu senggang digunakan untuk menonton tv dan
bermain
d. Pola aktifitas
Sehari-hari ayah bekerja sebagai Kary.Swasta , sedangkan
ibu bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga yaitu,
memasak, mencuci, membersihkan rumah.
e. Pola kebersihan
Semua anggota keluarga mandi 2 x sehari dengan memakai
sabun mandi, menggosok gigi 2 x setiap kali mandi, keramas
3 kali seminggu. Ganti pakaian 2 x setiap kali mandi.
f. Pola religius
Dalam keluarga memeluk agama Islam
g. Data sosial budaya dan sosial ekonomi
- Keluaga Tn. M mempunyai kebiasaan selamatan pada
waktu-waktu tertentu misalnya selapanan, tingkepan
- Pada waktu hari raya lebaran dan ritual agama
mengadakan acara selamatan
B. Status Kesehatan Keluarga
No Nama Px Fisik Keterangan

1 Tn.Misdianto BB : 65 kg Tidak pernah MRS hanya


TB : 170 cm kadang sakit flu dan pegal-
pegal namun sembuh dengan
obat dari puskesmas dan bidan
2 Ny.Muyanti BB : 50 kg Tidak pernah MRS, kadang
TB : 156 sakit flu dan sembuh dengan
obat dari puskesmas atau bidan
3 Dwi Nur BB : 50 kg Tidak pernah MRS, pernah
TB : 165 sakit demam dan flu, sembuh
dengan obat dari puskesas atu
bidan

C. Data Objektif
1. Ny. M
Pemeriksaan Umum
- Kesadaran : CM
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Rr : 20 x/menit
- Suhu : 36,50c
Pemeriksaan Fisik
- Kepala : rambut hitam, bersih, tidak rontok
- Mata : Simetris, konjungtiva merahmuda, sclera putih
- Hidung : bersih, tidak ada secret
- Mulut : Bersih, gigi tidak ada caries, bibir basah, tidak pucat
- Leher : Tidak ada pembesran kelenjar thyroid, limfe dan vena
jugularis
- Dada : simetris, tidak ada suara wheezing dan ronchii
2. Rumah : Luas
Jenis rumah : Tersendiri
Letak : Jauh dengan sarang vektor
Dinding : Tembok
Atap : Genteng
Lantai : Tegel
Cahaya : Terang, siang dengan matahari dan malam
dengan lampu listrik
Jalan angin : Cukup
Jendela : Ada
Jumlah ruangan : 6 buah
3. Air minum
Asal : Air sumber
Nilai air : Bersih
Konsumsi air : Seluruh keluarga merasa terpenuhi untuk mandi,
masak, minum. Sebelum minum air dimasak
terlebih dahulu sampai mendidih
4. Pembuangan sampah
Sampah dibuang di belakang rumah kemudian dibakar
5. Jamban dan kamar mandi
Jenis jamban : WC cemplung
Jarak dengan sumber air : Dekat rumah
Kebersihan : baik
Kamar mandi : layak pakai
6. Pekarangan dan selokan
Pekarangan bersih tidak ada tanaman tidak ada selokan
7. Kandang ternak
Tidak punya kandang ternak
8. Denah rumah dan keterangan

4 3
5 1

6
Keterangan :
1. Teras
2. Ruang tamu
3. Kamar tidur
4. Kamar tidur
5. Dapur
6. Kamar mandi
= Pintu
// Jendela

3.2 Identifikasi Masalah


Dx : Keluarga Tn. M dengan ketidakikutsertaan program KB
DS : - Ibu mengatakan telah melahirkan 1 orang anak sekarang berusia 7
tahun
- Ibu mengatakan takut ber-KB karena takut efek sampingnya yaitu
gemuk
DO : Ibu dalam keadaan sehat
3.3 Rumusan Masalah
Dari data di atas dan hasil analisa yang sederhana maka ada
permasalahan yang timbul dalam keluarga Tn. “M” yang disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan keluarga khususnya ibu tentang kesehatan.
Sehingga timbullah masalah keluarga tentang KB
3.4 Susunan Prioritas Masalah
1. Keluarga Tn. “M” dengan ketidakikutsertaan program KB

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Ancaman kesehatan
2. Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Masalah dapat dirubah karena
untuk dirubah biaya gratis dari pemerintah.
3. Potensi masalah untuk 3/3 x 1 1 Kepekaan sangat bisa untuk
dirubah dirubah karena masih adanya
kesadaran tentang program KB
4. Menonjolnya masalah ½x1 ½ Keluarga menyadari masalah
tetapi

Skor total 4 1/6


3.5 Intervensi
Tanggal 13-3-2016 / pkl.16.30 WIB

Dx : Keluarga Tn. “M” dengan ketidakikutsertaan program KB


Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan + 30 menit ibu dapat mengerti
tentang manpentingnya mengikuti program KB dengan kriteria ibu
mau segera mengikuti saran petugas kesehatan dan ibu segera
mengikuti program KB
Intervensi
1. Lakukan komunikasi terapeutik pada ibu dan keluarga
R/ Terjalin hubungan kooperatif antara keluarga dan petugas kesehatan
2. Beri penjelasan pada ibu tentang :
- Manfaat KB
- Macam-macam KB beserta keuntungan dan kerugiannya
- Efek samping masing-masing alat kontrasepsi
R/ Merubah pendapat keluarga (ibu tentang KB)
3. Motivasi ibu untuk segera ber-KB
R/ Dukungan dan dorongan yang kuat sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan
4. Jelaskan pada ibu dimana ibu harus mendapatkan KB
R/ Ibu mengerti dimana harus mendapatkan KB
5. Jelaskan pada ibu tentang masalah-masalah yang timbul jika tidak ber-KB
R/ Ibu mengerti masalah yang timbul jika tidak ber KB sehingga ibu
termotivasi untuk ber KB

3.6 Implementasi
Tgl 13-03-2016 / pkl: 15.00 WIB

1. Melakukan komunikasi terapeutik dengan cara :


- Mengunjungi dan memperkenalkan diri pada ibu dan keluarga
- Mengkaji kondisi kesehatan keluarga dan menunjukkan sikap mau
membantu
2. Memberi penjelasan pada ibu dan keluarga tentang :
- Manfaat KB Perbaikan kesehatan badan karena kelahiran yang dapat
direncanakan
- Macam-macam KB yaitu KBA seperti senggama terputus, kondom,
diafragma spermisida, KB hormonal seperti pil dan suntik
3. Memotivasi ibu untuk segera ber-KB terutama suami untuk mendukung
sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan ibu untuk mengikuti KB
4. Menjelaskan pada ibu bahwa ibu bisa mendapatkan pelayanan KB di
puskesmas, polindes dan bidan
5. Menjelaskan pada ibu masalah yang timbul jika tidak ber-KB yaitu akan
terjadi kehamilan dengan resiko tinggi

3.7 Evaluasi
Tanggal 13-3-2006
Pkl. 16.40 WIB
S: - Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan petugas
- Ibu mengatakan akan berusaha mengikuti program KB
O: - Ibu dapat mengulang penjelasan petugas dengan bahasanya sendiri
- Ibu mau bertanya jika belum mengerti
A: Keluarga Tn. M dengan ketidakikutsertaan program KB
P: Motivasi ibu untuk mengikuti program KB
BAB 4
PEMBAHASAN

KB adalah suatu cara/tindakan yang membantu individu/pasangan suami


istri untuk mengatur interval kehamilan. Pada kenyataan Ny. “M” belum
melakukan KB setelah kelahiran anaknya yang pertama sampai sekarang. Hal ini
disebabkan karena ibu takut akan efek samping dan alat kontrasepsi. Jadi
terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Dari pengkajian di atas ditemukan
masalah yaitu kelurga Tn.M dengan etidakikutsertaan program KB. Dari data
pada identifikasi masalah dan hasil analisis sederhana maka ada permasalahan
yang timbul dalam keluarga Tn. “M” yang disebabkan oleh kurangnya
pengatahun keluarga tentang kesehatan sehingga timbulah masalah keluarga
tentang KB. Dari perumusan masalah disusunlah prioritas masalah berdasarkan
sifat masalah, kemungkinan masalah untuk dirubah, potensial masalah untuk
dicegah dan penonjolan masalah yang dilakukan dengan menggunakan skor.
Setelah didapatkan prioritas masalahnya maka intervensinya lakukan komunikasi
therapeutik pada ibu dan keluarga, beri penjelasan pada ibu tentang KB, motivasi
ibu untuk segera ikut KB, jelaskan pada ibu dimana harus mendapatkan
pelayanan KB, dan jelaskan tentang masalah jika tidak mengikuti program KB.
Tindakan dilakukan berdasarkan intervensi yang telah disusun sehingga asuhan
yang diberikan dapat berjalan lancar. Setelah dilakukan evaluasi dari asuhan
kebidanan pada keluarga Tn. “M” maka untuk masalah ketidakikutsertaan dalam
program KB, asuhan yang diberikan sudah berjalam lancar karena ibu sudah
mau mengikuti program KB yaitu dengan memakai alat kontrasepsi berupa pil
KB.
BAB 5
PENUTUP

5.1 Simpulan
Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga Tn. “M” didapatkan diagnosa
yaitu keluarga Tn. “M” dengan ketidakikutsertaan program KB.Untuk mengatasi
masalah tersebut maka dilakukan intervensi antara lain lakukan komunikasi
therapeutik pada ibu dan keluarga, beri penjelasan pada ibu tentang KB, motivasi
ibu untuk segera ikut KB, jelaskan pada ibu dimana harus mendapatkan
pelayanan KB, dan jelaskan tentang masalah jika tidak mengikuti program KB.
Setelah dilakukan evaluasi maka masalah ketidakikutsertaan dalam program KB,
asuhan yang diberikan sudah berjalam lancar karena ibu sudah mau mengikuti
program KB yaitu dengan memakai alat kontrasepsi berupa pil KB. Dalam
melaksanakan asuhan kebidanan ini ada faktor pendukung dan
penghambat.Adapun faktor pendukungnya yaitu sikap keluarga yang kooperatif
dan mendukung asuhan kebidanan ini, keluarga memberikan kepercayaan
kepada petugas, Kesediaan keluarga untuk menjalankan anjuran dan nasehat
bidan, adanya pengertian dan kesadaran dari keluarga dalam mempersiapkan
dan merubah pola pikirnya.Sedangkan faktor penghambatnya yaitu pendidikan
yang rendah dan pengetahuan yang kurang, keterbatasan waktu dan
kemampuan dalam memberikan asuhan.

5.2 Saran
1. Bagi Keluarga
Hendaknya keluarga mau memanfaatkan sarana kesehatan yang telah
tersedia dengan benar guna memantau dan menjaga kesehatan
seluruh anggota keluarga.
2. Bagi bidan
Sebagai seorang bidan harus mampu memberikan asuhan kebidanan
secara optimal pada keluarga dan selalu meningkatkan ilmu dan
keterampilan guna meningkatkan kualitas tenaga kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Nasrul. 1998. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2.


Jakarta : EGC.

Hartanto, Hanafi. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.Jakarta : Pustaka


Sinar Harapan.

Markum, AH. 2000. Imunisasi Edisi Kedua. Jakarta : FKUI.

RI, Depkes. 2001. Buku Imunisasi di Indonesia. Jakarta : Depkes RI.

Rustam, Mochtar. 1998. Sinopsis Obstetr Jilid 2. Jakarta : EGC.

Saifuddin, Abdul dkk. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan


Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBPSP.