You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai
berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa
kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya.
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini
pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran
emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi
lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Perkembangan anak akan optimal bila
interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan.
Pada usia Toddler anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya
kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Pada anak usia toddler, seorang anak dapat
sangat senang, sibuk, bahkan gusar. Psikososialnya berkembang pesat, sedangkan pertumbuhan
fisiknya melambat. Anak usia pra sekolah merupakan periode ajaib mendapatkan pengalaman dari
aktivitas dan rasa ingin tahu, sehingga membutuhkan perhatian orang tua yang besar.
B. Rumusan masalah
1. Apakah yang di maksud dengan konsep pertumbuhan dan antropometri anak uisa toddler?
2. Konsep apa saja yang ada pada perkembangan anak usia toddler ?
3. Bagaimana perkembangan seksual anak usia toddler?
4. Bagaimana komunikasi anak usia toddler?
5. Bagaimana cara bermain anak usia toddler?
6. Bagaimana perawatan anak usia toddler dengan hospitalisasi
C. Tujuan
1. Mahasiswa/i mengetahui tentang konsep pertumbuhan dan antropometri
2. Mahasiswa/i mengetahui 5 konsep perkembangan
3. Mahasiswa/i mengetahui perkembangan seksual anak usia toodler
4. Mahasiswa/i mengetahui komunikasi anak usia toddler
5. Mahasiswa/i mengetahui cara bermain anak usia toddler
6. Mahasiswa/i mengetahui perawtan anak usia toddler dengan hospitalisasi
BAB II
PEMBAHASAN

1. Konsep Pertumbuhan dan antropometri anak usia Toddler


A. Pengertian Masa Toddler
Anak usia toddler adalah anak usia 12 – 36 bulan ( 1 – 3 tahun ) pada periode ini anak berusaha
mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana menngontrol orang lain melalui
kemarahan, penolakan, dan tindakan keras kepala. Hal ini merupakan periode yang sangat penting
untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal (Perry, 1998).
Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang secara
kuantitatif dapat diukur. Sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi
alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan belajar. (Wong’s, 2000).
Usia 1 tahun merupakan usia yang penuh berbagai hal yang menarik antara lain berubah dalam
cara makan, cara bergerak, juga dalam keinginan dan sikap atau perasaan si kecil apabila disuruh
melakukan sesuatu yang tidak ia sukai, ini akan menyatakan sikap dan nalurinya mengatakan
“tidak” baik dengan kata – kata maupun perbuatan, meskipun sebetulnya hal itu disukai ( psikolog
menyebutnya negatifisme ). Kenyataan ini berbeda pada saat usia di bawah satu tahun, si kecil
akan menjadi seseorang penyidik yang sangat menjengkelkan, mereka akan menyelinap masuk
setiap sudut rumah, menyentuh semua benda yang ditemukannya, menggoyangkan meja dan kursi,
menjatuhkan benda apapun yang bisa dijatuhkan, memanjat apa yang bisa dipanjat, memasukkan
benda kecil ke dalam benda yang lebih besar dan sebagainya. ( Hurlock, 2002)
Pada usia 2 tahun si kecil cenderung mengikuti orang tuanya kesana kemari, ikut – ikutan
menyapu, mengepel, menyiram tanaman, semua ini dilakukan dengan penuh kesungguhan. Pada
usia 2 tahun anak sudah mulai belajar bergaul, ia senang sekali menonton anak lain bermain,
perasaan tauk dan cemas sering terjadi apabila orang tuanya meninggalkan anak sendiri.
Seandainya orang tua harus bepergian lama atau memutuskan untuk kembali.
Anak pada usia 3 tahun biasanya lebih mudah dikendalikan karena anak sudah dalam
perkembangan emosi, sehingga mereka mengenggap ayah dan ibunya sebagai orang yang
istimewa. Sikap permusuhan dan kebandelan yang muncul pada usia antara 2,5 sampai 3 tahun
tampaknya makin berkurang, sikap pada orang tua bukan saja bersahabat tapi sangat ramah dan
hangat. Anak menjadi sangat patuh pada orang tuanya, sehingga mereka akan bertingkah laku baik
dan menurut sekali. Jika keinginan mereka bertentangan dengan kehendak orang tuanya, karena
mereka tetap mahluk hidup yang mempunyai pendapat sendiri. Pada usia 3 tahun, anak cenderung
meniru siapapun yang dilakukan orang tuanya sehari – hari, disebut proses identifikasi. Dalam
proses inilah karakter anak dibentuk jauh lebih banyak dibentuk dari petunjuk yang diterima dari
orang tuanya, seperti membentuk model diri mereka, membina kepribadian, membentuk sikap
dasar bai terhadap pekerjaan, orang tua dan dirinya sendiri (Hurlock, 2002).
B. Masa toddler
Toddler adalah anak adalah anak anatara rentang usia 12 sampai 36 bulan. Toddler tersebut
ditandai dengan peningkatan kemandirian yang diperkuat dengan kemampuan mobilitas fisik dan
kognitif lebih besar. Anak usia toddler memiliki karakteristik tersendiri dalam berbagai ranah
pertumbuhan dan perkembangannya.
Pada tahapan ini dialami seorang individu dimulai pada saat bayi sampai mencapai umur
3tahun. Perkembangan fisik meliputi beroperasinya semua sistem rasa dan tubuh dengantingkatan
yang bervariasi, perkembangan otak yang kompleks dan tingginya pengaruhlingkungan,
pertumbuhan dan perkembangan fisik (ketrampilan) berlangsung dengan cepat.Perkembangan
kognitif meliputi kemampuan untuk belajar dan mengingat peristiwa yangsaat ini terjadi,
pengunaan simbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah diakhir tahunke-2, dan
berkembangnya pemahaman dan bahasa dengan cepat. Perkembangan psikososialmeliputi
terbentuk hubungan kelekatan dengan orang tua,caregiver dan orang lain dengankuat,
berkembangnya sistem kewaspadaan diri, adanya perubahan dari ketergantunganmenjadi mandiri.
Meningkatkan ketertarikan dengan anak-anak yang lain yang seumuran.
C. Antropometri
2. Konsep Perkembangan Anak Usia Toddler

A. Psychosocial Development
Erikson melihat periode 18 bulan sampai 3 tahun sebagai suatu waktu ketika tugas
perkembangan berpusat pada Otonomi Vs rasa malu dan ragu. Toddler memulai perkembangan
rasa Otonominya dengan cara menonjolkan diri mereka dengan seringnya mengatakan kata
“tidak”. Mereka juga sering merasa putus asa karena pengekangan tingkah lakunya dan pada usia
antara 1 sampai 3 tahun mereka memiliki suatu ciri khas tingkah laku, yang sering disebut”Temper
Tantrum”. Namun lambat laun mereka akan dapat mengontrol emosi mereka dengan bantuan dari
orang tua.
Periode perkembangan Otonomi adalah suatu waktu saat anak mulai mengadakan kontak
sosial. Toddler menjadi sangat ingin tahu dan banyak bertanya. Pada usia ini anak menjadi lebih
kreatif, meskipun produk yang dihasilkan dari aktivitasnya mungkin tak sempurna.Respon stress
yang biasa muncul pada toddler adalah separation anxiety dan regression. Misalnya, toddler
menjadi sangat cemas ketika harus berpisah dari orang tuanya. Regresi atau kembali pada
tingkatan perkembangan yang lebih awal dapat di lihat saat toddler “ngompol”, atau menggunakan
bedak bayi. Perawat dapat membantu menjelaskan pada orang tua bahwa hal itu wajar dan itu
menunjukkan bahwa toddler mulai mencoba untuk menentukan posisinya dalam keluarga.
Selama usia toddler, kemampuan untuk mengerti dan mengekspresikan bahasa berkembang
dengan pesat. Kemampuannya untuk mengerti kata-kata lebih maju dari pada kemampuannya
untuk mengekspresikan kata dan ide. Saat usia 1 tahun, toddler sudah bisa mengenal nama mereka
sendiri.

B. Cognitive Development
Menurut Piaget, toddler berada pada tingkatan ke5 dan 6 dari fase sensorimotorik dan memulai
fase prekonseptual sekitar usia 2 tahun. Pada tingkatan ke lima, toddler menyelesaikan masalahnya
melalui proses trial-and-error. Pada tingkatan keenam, toddler dapat menyelesaikan masalah
melalui pemikiran. Misalnya, ketika anak diberi mainan baru, toddler tidak akan segera mengambil
mainan itu dan melihat bagaimana mainan itu bekerja, tetapi mereka akan memperhatikan dengan
sungguh-sungguh dan berfikir bagaimana mainan itu bekerja.
Selama fase prekonseptual, sedapat mungkin toddler mengembangkan keterampilan kognitif
dan intelektual. Mereka belajar tentang urutan waktu. Mereka mulai berfikir simbolik, contohnya:
kursi mungkin diibaratkan sebagai tempat yang aman, sedangkan selimut identik dengan
kenyamanan.
a.) Fase sensori motor
12-24 bulan perkembangan cepat, masih sederhana dalam kemampuan mencari alasan.
13-18 bulan memakai eksperimen yang aktif untuk mencapai tujuan yang sebelumnya, mulai
mengambil keputusan yang rasional dan alasan yang intelektual.
 Merasa berbeda dengan orang lain ditunjukkan dengan keberanian melakukan hal-hal
bersifat resiko, tanpa ada ortu.
 Sadar akan adanya akibat yang dilakukan, dan tidak dapat menstransfer pengetahuan yang
baru
 Belum dapat mengaplikasikan obyek yang sempurna
19-24 bulan merupakan akhir tahap sensorimotor yang mana dapat menduga sesuatu yang
mempunyai pengaruh padanya, Imitasi dengan meningkatkan simbol-simbol, mulai merasa
mengantisipasi waktu, suhu, mengingat dan mampu menunggu dan Berfikir dan berperilaku
egosentris.

b.) Fase pre Konseptual


Dengan karakteristik :
1. Egocentrism
Ketidakmampuan menempatkan situasi dari perspektif orang lain sehungga Implikasi
Anak membutuhkan opini/alasan dari orang lain
2. Transduktif
Perpindahan nilai-nilai yang buruk
Alasan dari satu bagian ke bagian lain implikasinya terima alasan anak
3. Organisasi Global
Perubahan pada satu bagian akan merubah seluruh bagian dan implikasi terima alasan anak.
4. Centration
Fokus lebih dari 1 aspek daripada kemungkinan alternatif lain
5. Animisme
Membedakan aktifitas hidup pada obyek mati implikasi jaga agar anak tidak ketakutan
6. Irreversibility
Ketidakmampuan memutar balikkan & merubah tindakan fisik yang dilakukan. Implikasi
berikan penghargaan & instruksi yang positif
7. Magical
Percaya bahwa pikiran mempunyai kekuatan dan berakibat sesuatu. Implikasinya Jelaskan
bahwa pikiran tidak menyebabkan terjadinya sesuatu & hal itu tidak bertujuan
8. Ketidakmampuan untuk menghemat
Tidak mampu berfikir bahwa sesuatu dapat berubah ukuran, bentuk, volume, panjang.
Implikasi merubah persepsi akan pandangan anak

C. Moral Development
Menurut Kohlberg, tingkatan pertama dari perkembangan moral adalah prekonvensional
ketika anak merespon pada label “baik” atau “buruk”. Selama tahun kedua kehidupan, anak mulai
belajar mengetahui beberapa aktifitas yang mendatangkan pengaruh dan persetujuan. Mereka juga
mengenal ritual-ritual tertentu, seperti mengulang bagian dari doa-doa. Saat usia dua tahun, toddler
belajar pada perilaku orang tua mereka yang berkaitan dengan urusan moral.

D. Spiritual Development
Tingkatan toddler pada perkembangan spiritual adalah Undiferensiasi. Toddler mungkin
mengetahui beberapa praktek keagamaan, tapi utamanya mereka perlu belajar tentang pengetahuan
dan reaksi emosional, daripada menentukan kepercayaan yang akan diikuti. Toddler mungkin akan
mengulang beberapa doa saat akan tidur dan menyesuaikan diri pada ritual tertentu, sebab ini akan
menghasilkan suatu pengaruh dan penghargaan. Respon orang tua ini meningkatkan rasa aman
pada toddler.

E. Biological Development
Gross and Fine Motor Development

The major gross motor skill during the toddler years in the development of locomotion. By 12 to
13 months of age toddlers walk alone, using a wide stance for extra balance, by age 18 months
they try to run but fall easily. Between 2 and 3 years of age, refinement the upright, biped position
in evident in improved coordination and equilibrium. By age 2 years toddlers can walk up and
down stairs, and by age 2½ years they jump using both feet, stand on one foot for a second or two,
and manage a few steps on tiptoe. By the end of the second year they stand on one foot, walk
tiptoe, and climb stairs with alternate footing.
Fine motor development is demonstrated in increasingly skillful manual dexterity. Once
toddlers achieve pincer grasp, usually at 9 to 10 months of age, they combine this skill with others
developing sensory and cognitive abilities. For , example by age 12 moths they are able to grasp a
very small object. By age 15 months they can drop a pellet into a norrow-necked bottle. Casting
or throwing objects and retrieving them become an almost obsessive activity about 15 months. By
18 months of age they can thorow a ball overhand without losing their balance.
Mastery of gross and fine motor skill is evident in all phases of the child’s activity, such as
play, dressing, language comprehension, response to discipline, social interaction , and propensity
for injuries.

3. perkembangan seksual anak usia toodler


4. komunikasi anak usia toddler
5. bermain anak usia toddler
6. perawatan anak usia toddler dengan hospitalisas
BAB III
CONCLUSION
Pertumbuhan adalah Perubahan fisik dan peningkatan ukuran. Sedangkan perkembangan
adalah Peningkatan kompleksitas fungsi dan kemajuan keterampilan. Pada usia toodler
peningkatan usia tubuh terjadi secara bertahap bukan secara linier yang menunjukkan
karakteristik, percepatan atau perlambatan pertumbuhan.
Fokus Ilmu Keperawatan Anak adalah pemberian asuhan keperawatan yang aman dan efektif
bagi anak (neonatus, bayi, balita, pra sekolah, usia sekolah dan remaja) dalam konteks keluarga
sesuai dengan tingkat perkembangannya baik sehat maupun sakit secara langsung maupun tidak
langsung, baik di rumah, di masyarakat ataupun di rumah sakit degan menerapkan berbagai teori,
konsep dan prinsip keperawatan.

BIBLIOGRAPHY
Wong, Donna. L. 2009. Buku Ajar Keperawatan Anak. EGC: Jakarta