You are on page 1of 6

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Sebagai generasi muda yang memiliki begitu banyak potensi, sebaiknya kita dapat
menggunakan potensi yang ada untuk mengembangkan segala bidang yang ada di
Indonesia. Salah satu diantaranya adalah melakukan kegiatan wirausaha. Dikarenakan
begitu rendah persentase wirausahawan di Indonesia hanya sebesar 3 persen dari
penduduk yang ada di Indonesia, agar menyadarkan generasi muda untuk meningkatkan
ekonomi bangsa dengan berwirausaha dan untuk meningkatkan kualitas generasi muda.

Tentunya, hal ini mempengaruhi masa depan ekonomi Indonesia jika begitu rendahnya
persentase wirausahawan yang ada di Indonesia. Untuk membantu memajukan ekonomi
Indonesia hal – hal yang perlu diketahui akan dijelaskan didalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah

Beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan pembahasan
dalam bab isi. Antara lain sebagai berikut.
a. Apa itu Kewirausahaan?
b. Apa yang dimaksud wirausahawan?
c. Apa karakter yang dimiliki seorang wirausaha?
d. Bagaimana peran seorang wirausahawan dalam lingkungan masyarakatnya?
e. Bagaimana masa depan kewirausahaan Indonesia?

C. Tujuan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diambil sebagai tujuan dibuatnya makalah
ini, yaitu.

 Untuk mengetahui apa itu kewirausahaan.


 Untuk lebih memahami karakter yang dimiliki wirausahawan.
 Untuk mengenal peran seorang wirausahawan dalam lingkungan masyarakat.
 Untuk memprediksi masa depan kewirausahaan di Indonesia.

1
Bab II
Isi

I. Kewirausahaan

A. Pengertian Kewirausahaan

Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan


membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara
yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah
penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk
melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas
dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship


adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang
baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya
berguna bagi orang lain.

B. Pengertian Wirausahawan

Orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat
mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan
untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis menerima imbalan jasa berupa profit
nonfinancial (Skinner, 1992).

C. Peranan Wirausaha

Berikut peranan wirausaha dalam kehidupan bermasyarakat.


a. Sebagai salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan.
b. Turut membangun perekonomian masyarakat.
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat
d. Meningkatkan produktivitas faktor – faktor produksi.

2
D. Karakteristik Wirausahawan

Menurut pendapat Bygrave ciri – ciri atau karakteristik wirausahawan dikenal dengan
istilah 10D, yaitu:
a. Dream (mimpi)
Seorang wirausahawan harus memiliki mimpi atau visi atau pandangan ke masa
depan untuk meningkatkan dan mengembankan usahanya serta mempunyai
kemampuan untuk mewujudkan visinya.

b. Decisiveness (Mengambil keputusan dengan Cepat)


Seorang wirausahawan adalah orang yang dapat bekerja dengan cepat dalam
menghasilkan sesuatu.

c. Doers (Melaksanakan keputusan)


Seorang wirausahawan dalam mengambil keputusan akan langsung menindaklanjuti
keputusannya.

d. Determination (Penentuan/Kebulatan tekad)


Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian, rasa
tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.

e. Dedication (Pengabdian)
Seorang wirausahawan harus mempunyai dedikasi yang tinggi dalam bisnisnya.

f. Devotion (Mencintai Pekerjaan)


Seorang wirausahawan sangat memperhatikan faktor – faktor yang sangat rinci
terhadap apa yang terjadi selama menjalankan kegiatan usahanya.

g. Details (Dapat memperinci)


Seorang wirausahawan sangat memperhatikan faktor – faktor yang sangat rinci
terhadap apa yang terjadi selama menjalankan kegiatan usahanya.

h. Destiny (Bertanggung jawab atas nasib usahanya)


Seorang wirausahawan bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapainya.

i. Dollars (Kekayaan)
Seorang tidak mengutamakan pada pencapaian kekayaan.

j. Distribute (Menyebarkan)
Seorang wirausahawan bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada
orang – orang kepercayaannya.

3
E. Tujuan berwirausaha

Berikut beberapa tujuan dari seorang wirausaha yang seharusnya:


 Berusaha dan bertekad dalam meningkatkan jumlah para wirausaha yang baik
dengan kata lain ikut serta dalam mengader manusia manusia calon wirausaha untuk
membangun jaringan bisnis yang lebih baik.
 Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya.
 Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi
kewirausahaan yang kokoh.
 Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya
terutama dalam masyarakat.
 Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam
kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai.

F. Sektor Kewirausahaan

Kegiatan – kegiatan usaha yang dikelola sedemikian rupa, sehingga kegiatannya bersifat
tetap atau menjadi tumpuan harapan pengelola.

 Sektor ekonomi formal yang dapat diusahakan antara lain:


a. Industri
b. Perdagangan
c. Jasa dan Transportasi
d. Agraris
e. Lapangan pertambangan dan energy
f. Usaha – usaha lainnya yang berbentuk perusahaan.
 Sektor ekonomi informal yang bisa diusahakan antara lain.
a. Perdagangan
b. Industri rakyat atau industry rumah tangga.

4
II. Masa Depan Kewirausahaan

Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia masih berkisar tiga persen dari jumlah penduduk.
Angka yang cukup rendah dibandingkan negara – negara tetangga seperti Malaysia, Singapura
maupun Jepang. Namun, akhir – akhir ini muncul gairah baru yang mendorong wirausaha muda
untuk membentuk usaha rintisan. Generasi muda berlomba – lomba menunjukkan keunggulan
produk dan jasanya. Kondisi itu tentunya menimbulkan optimisme hadirnya lumbung
pertumbuhan ekonomi baru.

Usaha rintisan tentunya menyerap semakin banyak tenaga kerja seiring pertumbuhan
bisnis yang dialami. Suntikan modal pun mengalir deras sehingga menggairahkan roda
ekonomi. Geliat ekonomi dapat dirayakan masyarakat luas.

Kemenkominfo memproyeksikan pada 2020, ekonomi digital di Indonesia bisa tumbuh


mencapai 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun. Begitu massif inovasi pelaku
ekonomi digital dalam melebarkan bisnisnya menjadi salah satu alasan. Tentu saja dengan
didasarkan kemajuan teknologi yang membantu memudahkan dalam akses segala bidang. Hal
itu mampu membentuk masa depan yang baik untuk kewirausahaan di Indonesia.

Kesadaran akan pentingnya wirausaha akhir-akhir ini mulai berkembang. Ada banyak pihak,
baik pemerintah maupun swasta, yang memberi kesempatan bagi wirausahawan muda yang akan
memulai bisnisnya. Semakin berkembang zaman, situasi global semakin banyak membutuhkan
para entrepreneur. Orang-orang yang inovatif, berani mengambil keputusan atas risiko yang tidak
sedikit. Diharapkan para entrepreneur ini akan menciptakan berbagai produk baru yang memiliki
komoditas jual yang dapat menjadi kekuatan sektor ekonomi negara.

Wirausahawan yang baru memulai usahanya, atau dalam tahap start up, biasanya akan
banyak menghadapi tantangan. Tahap inilah yang akan menentukan arah usaha ke depannya,
akan bisa bertahan atau gulung tikar.Para wirausahawan yang masih berada pada tahap ini akan
menghadapi ketidakpercayaan dari masyarakat, baik dalam hal investasi maupun kerjasama

5
Bab III
Penutup

A. Kesimpulan
Bisnis itu dibangun tidak hanya untuk hari ini atau besok, melainkan untuk jangka panjang.
Seorang wirausahawan harus mampu memproyeksi jenis usaha yang akan mampu bertahan
pada masa yang akan datang. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersusah-susah
pada awalnya untuk menciptakan masa tua yang bahagia. Maka, bisa dikatakan
entrepreneurship merupakan investasi masa depan. Sama seperti halnya investasi model apa
pun akan selalu ada risiko dan harus direncanakan dengan matang. Siapa bilang wirausaha itu
pekerjaan santai? Dari segi waktu memang lebih fleksibel, namun berlian tidak bisa didapat
tanpa menggali, bukan?