You are on page 1of 15

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

USIA REMAJA
Makalah dibuat untuk memenuhi tugas Keperawatan Anak yang diampu
oleh Ibu Budiyati S.Kep. Ns, M.Kep, SpAn

Disusun Oleh :
Kelas 2-A3 Reguler
1. Wahyu Tri aji (P1337420617001)
2. Fiitri Asih (P1337420617007)
3. Oktalia Suci Anggraeni (P1337420617009)
4. Hadania Madhita T A (P1337420617010)
5. Pita Puspa Ulhusna (P1337420617011)
6. Ina Nur Hayati (P1337420617015)
7. Nur Indah Puspitasari (P1337420617017)
8. Erika Aditya Ningrum (P1337420617018)
9. Adinda Dwi Elsa M (P1337420617020)
10. Adi Laksono (P1337420617040)

PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TAHUN AJARAN 2018/2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa berkat
rahmat dan nikmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan yang berjudul
“Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Remaja”
Makalah ini telah penulis selesaikan dengan maksimal berkat kerjasama dan
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan banyak terima
kasih kepada segenap pihak yang telah membantu secara maksimal dalam penyelesaian
makalah ini.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun
orang lain yang membacanya.
Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih
banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan
kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati , penulis selaku
penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 11 Januari 2019


Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Judul
Kata Pengantar ...................................................................................................................... iii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iv
Bab I Pendahuluan .............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................................. 2
Bab II Pembahasan ............................................................................................................. 3
2.1 Pengertian Remaja ................................................................................................. 3
2.2 Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan ........................................................ 4
2.3 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Usia Remaja ............................................ 5
2.3.1 Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan pada Usia Remaja............. 5
2.3.2 Pertumbuhan Remaja……… ........................................................................ 5
2.3.3 Perkembangan Remaja ........................................................................... … 6
Bab III Penutup ................................................................................................................... 9
3.1 Simpulan .................................................................................................................9
Daftar Pustaka ................................................................................................................. 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan manusia merupakan suatu proses sepanjang kehidupan dari
pertumbuhan yang meliputi pertumbuhan fisik, perilaku, kognitif, dan emosional.
Sepanjang proses ini, setiap individu mengembangkan sikap dan nilai yang
mengarahkan pilihan, hubungan, dan pengertian (understanding). (Huberman,2002)
Salah satu periode dalam perkembangan adalah masa remaja. Remaja adalah mereka
yang berusia 10-20 tahun yang mengalami masa transisi dari periode anak menuju
periode dewasa. Agar remaja dan orangtua dapat mengatasi transisi ini dengan baik,
penting untuk mengerti bagaimana dan apa yang terjadi selama transisi ini secara
fisik, kognitif, sosial serta bagaimana peran orangtua dan dewasa lainnya membantu
proses ini. Pada masa ini terjadi banyak perubahan pesat ditandai dengan perubahan
dalam bentuk dan ukuran tubuh, fungsi tubuh, psikologi dan aspek fungsional.
Pertumbuhan dan perkembangan dramatis yang menandai masa remaja ini
diikuti oleh perubahan emosi dan intelektual dan pemikiran sebab akibat dari konkrit
ke abstrak. Pada masa remaja dipenuhi dengan situasi yang harus di hadapi, dimana
mereka bukan lagi anak namun belum lagi dewasa. Secara biologis mereka dapat
menjadi ayah atau ibu tetapi tidak siap menyandang tanggungjawab sebagai orang tua.
Mereka merasakan kebutuhan akan kemerdekaan tetapi masih bergantung pada orang
tua dalam pemenuhan kebutuhan materialnya. Masa ini juga merupakan masa
pencarian jati diri dengan mencoba hal-hal baru, termasuk perilaku berisiko. (Depkes,
2005)

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi dari remaja?
2. Apa definisi pertumbuhan dan perkembangan?
3. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada usia remaja?
4. Bagaimana perubahan fisik yang terjadi pada usia remaja?
5. Bagaiman fase perkembangan pada usia remaja?

1
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi remaja
2. Untuk mengetahui definisi pertumbuhan dan perkembangan
3. Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada usia remaja
4. Untuk mengetahui perubhanan fisk yang terjadi pasa usia remaja
5. Untuk mengetahui fase perkembangan pada usia remaja
1.4 Manfaat
Adapun makalah ini di buat untuk menambah wawasan dan pengetahuan
bagaimana tumbuh kembang anak di usia remaja, perubahan fisik dan psikologi
remaja.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Remaja


Berdasarkan batasan yang telah dikemukakan rentang usia remaja sangat
bervariasi, akan tetapi awal dari masa remaja relatif sama sedangkan masa
berakhirnya masa remaja lebih bervariasi. Menurut Undang-Undang No. 4 tahun 1979
mengenai kesejahteraan anak mengatakan remaja adalah individu yang belum
mencapai umur 21 tahun dan belum menikah. Menurut Hurlock remaja adalah anak
dalam rentang usia 12-18 tahun. WHO mendefinisikan remaja merupakan anak usia
10 – 19 tahun.
Menurut WHO, remaja adalah suatu masa dimana:
1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda
seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. (kriteria
biologis)
2. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari
kanak-kanak menjadi dewasa.(Kriteria sosial-psikologis)
3. Terjadi peralihan ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan
yang relatif lebih mandiri.(Kriteria sosial-ekonomi)
Seperti halnya pada semua periode yang penting, masa remaja mempunyai
ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelumnya dan sesudahnya.
Masa remaja ini merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun
orangtuanya. Menurut Sidik Jatmika, 8 kesulitan itu berasal dari remaja sendiri
dengan beberapa perilaku khusus; yakni:
1. Remaja mulai menyampaikan kebebasannya dan haknya untuk
mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini dapat
menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan remaja dari
keluarganya.
2. Remaja lebih mudah dipengaruhi oleh teman-temannya daripada ketika
mereka masih kanak-kanak. Ini berarti bahwa pengaruh orangtua semakin
lemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda
bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-
contoh yang umum adalah dalam hal mode pakaian, potongan rambut,
kesenangan musik yang semuanya harus mutakhir.

3
3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya
maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa
menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan
frustrasi.
4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri (over confidence) dengan emosinya
yang biasanya meningkat, mengakibatkan sulit menerima nasihat dan
pengarahan orangtua.

2.2 Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Menurut Soetjiningsih (2012), pertumbuhan (growth) berkaitan dengan
perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ
maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram)
ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik
(retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Dalam pengertian lain dikatakan bahwa
pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran fisik (anatomi) dan struktur
tubuh baik sebagian maupun seluruhnya karena adanya multiplikasi
(bertambah banyak) sel-sel tubuh dan juga karena bertambah besarnya sel
(IDAI, 2002).
Sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya
kemampuan serta struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola
yang teratur, dapat diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil dari proses
diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang
terorganisasi dan berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat
memenuhi fungsinya. Dalam hal ini perkembangan juga termasuk
perkembangan emosi, intelektual dan perilaku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan (Soetjiningsih, 2012).
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan
mempunyai dampak terhadap aspek fisik (kuantitas), sedangkan
perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu yang
merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang
dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan
bicara, emosi dan sosialisasi (kualitas). Semua fungsi tersebut berperan
penting dalam kehidupan manusia secara utuh.

4
2.3 Konsep Pertumbuhan pada Usia Remaja
Remaja mengalami perubahan ukuran dalam tubuhnya. Pada remaja
pertumbuhan dimulai dengan pubertas dan terus berlanjut sampai terjadi perubahan-
perubahan morfologi dan fisiologi pada masa dewasa. Faktor yang berperan dalam
pertumbuhan adalah faktor genetik dan lingkungan. Aspek-aspek tersebut antara lain
konsumsi zat gizi, pendidikan orang tua, iklim, penyakit infeksi, sosial budaya,
ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi pada remaja dapat diketahui menggunakan
antropometri. Pertumbuhan tersebut meliputi :
a. Tinggi Badan
Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi oleh asupan makanan yang
diberikan.
Rata-rata tinggi badan maksimum anak perempuan dan anak laki-laki terjadi
pada usia 18 tahun. Pada anak laki-laki sekitar 170 cm dan pada anak
perempuan sekitar 160 cm.
Pertumbuhan tinggi pada remaja akan berhenti karena tulang panjang dari
skeleton kehilangan kemampuannya untuk bertambah panjang. Hal ini
dipengaruhi oleh hormon gonad, yaitu androgen dan estrogen.
b. Berat Badan
Perubahan berat badan laki-laki mengalami peningkatan pada usia 15-20
tahun. Berat badan perempuan mengalami penurunan pada usia 15-16 tahun.
Dan akan mengalami peningkatan berat badan pada usia 19 tahun. Tetapi,
pada umunya perempuan mengalami perubahan berat badan yang tidak stabil.
Berat badan maksimum remaja laki-laki pada usia 20 tahun kurang lebih 60
kg, sedangkan pada remaja perempuan terjadi pada usia 19 tahun dengan berat
badan kurang lebih 50 kg.
Pertumbuhan ini menandakan adanya penambahan massa tubuh yang
berhubungan dengan peningkatan massa tulang, peningkatan volume darah,
dan bertambahnya jumlah sel dalam tubuh.
c.

2.4 Perkembangan pada Remaja


2.4.1 Teori Perkembangan Remaja Menurut Freud
Menurut Freud, fase genital yaitu dimulai di usia 12-18 tahun. Tahapan akhir
masa ini adalah tahapan genital ketika anak mulai masuk fase pubertas. Ditandai

5
dengan adanya proses pematangan organ reproduksi dan tubuh mulai memproduksi
hormon seks.
Pada tahap remaja, mereka mempunyai karakteristik munculnya kembali
dorongan seksual tahap phallic, disalurkan dengan seksualitas masa dewasa. Energi
diarahkan untuk kematangan dan fungsi seksual yang utuh dan perkembangan
keterampilan dibutuhkan untuk menghadapi lingkungan.
Pada tahap ini, remaja membutuhkan dukungan dari orang tua untuk
membantu melepaskan diri dari fase anak-anak dimana mereka bertujuan untuk
mencapai kemandirian dan membuat keputusan.
2.4.2 Teori Perkembangan Remaja Menurut Erikson
Erikson mengidentifikasi masalah sentral psikososial pada masa ini
sebagai krisis antara keaktifan dan inferioritas. Pendekatan Erikson dalam membahas
proses proses perkembangan anak yaitu dengan menguraikan lima tahapan
perkembangan psikososial, yaitu: percaya versus tidak percaya (0–1 tahun), Otonomi
versus rasa malu dan ragu (1–3 tahun), Inisiatif versus rasa bersalah (3–6 tahun),
Industry versus inferiority (6–12 tahun), Identitas versus kerancuan peran (12–18
tahun). Pada anak remaja akan berusaha untuk menyesuaikan perannya sebagai anak
yang sedang berada pada fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Menurut
Erikson, tugas utama anak usia sekolah adalah pada fase industry versus inferiority.
Pada masa ini, anak-anak mulai membentuk dan mengembangkan rasa kompetensi
dan ketekunan. Anak usia sekolah termotivasi oleh berbagai kegiatan yang
membuatnya merasa berguna. Anak-anak yang dapat mencapai sukses pada tahap
sebelumnya akan termotivasi untuk tekun dan bekerjasama dengan anak-anak yang
lain untuk mencapai tujuan umum (Erikson, E. H., 1963; Kozier, Erb, Berman, &
Snyder, 2011).
Erikson juga membagi tahap perkembangan manusia menjadi delapan tahapan
yaitu tahap usia bayi ( lahir-18 bulan), kanak-kanak awal (18 bulan-3 tahun), kanak-
kanak akhir (3-6 tahun), usia sekolah(6-12 tahun), remaja(12-20 tahun), dewasa awal
(18-25 tahun) , dewasa (25-65 tahun) dan lanjut usia (65-wafat). Menurut erikson,
pada tahap usia remaja (12-20 tahun) didominasi oleh identitas versus kebingungan
peran. Remaja merasa sadar akan diri sendiri dan bermaksud untuk
mengaktualisasikan kemampuan diri. Namun dalam remaja terdapat perasaan
bingung, tidak mampu membuat keputusan dan mungkin terdapat perilaku anti sosial

6
2.4.3 Teori Perkembangan Remaja Menurut Sullivan
2.4.4 Teori Perkembangan Remaja Menurut Piaget
Menurut Piaget, pada tahap remaja ditunjukkan dengan karakteristik
kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan kemampuan untuk fleksibel terhadap
lingkungannya. Anak remaja dapat berpikir dengan pola yang abstrak emnggunakan
tanda atau simbol dan menggambarkan kesimpulan yang logis. Mereka dapat
membuat dugaan dan mengujinya dengan pemikiran yang abstrak, teoritis dan
filosofis. pola berpikir logis membuat mereka mampu berpikir tentang apa yang orang
lain juga memikirkannya dan berpikir untuk memecahkan masalah.
Perkembangan moral yang dialami remaja terjadi dalam 2 tahapan, yaitu tahap
pertama adalah tahap realisme moral atau moralitas oleh pembatasan dan tahap kedua
tahap moralitas otonomi atau moralitas oleh kerjasama atau hubungan timbal balik.
2.4.5 Teori Perkembangan Remaja Menurut Kohlbeug
Anak usia remaja telah mampu membuat pilihan berdasar pada prinsip yang
dimiliki dan diyakini. Segala tindakan yang diyakininya dipersepsikan sebagai suatu
kebaikan. Ada dua fase pada tahapan ini, yaitu orientasi pada hukum dan orientasi
pada prinsip yang etik yang umum. Pada fase pertama, anak menempatkan nilai
budaya, hukum, dan perilaku yang tepat yang menguntungkan bagi masyarakat
sebagai sesuatu yang baik. Mereka mempersepsikan kebaikan sebagai sesuatu yang
dapat mensejahterakan individu. Tidak ada yang dapat mereka terima dari lingkungan
tanpa membayarnya dan apabila menjadi bagian dari kelompok sebagai tingkat moral
tertinggi, yaitu dapat meniai perilaku baik dan buruk dari dirinya sendiri. Kebaikan
dipersepsikan ketika mereka dapat melakukan sesuatu yang benar. Anak sudah dapat
mempertahankan perilaku berdasarkan standard moral yang ada, seperti menaati
aturan dan hukum yang berlaku di masyarakat.

2.3.1 Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan pada Remaja


Pada remaja awal pertumbuhan meningkat cepat dan mencapai
puncaknya. Karakteristik sekunder mulai tampak seperti perubahan suara pada
anak laki-laki dan pertumbuhan payudara pada anak perempuan. Pada usia
remaja tengah, pertumbuhan melambat pada anak perempuan. Bentuk tubuh
mencapai 95% tinggi orang dewasa. Karakteristik sekunder sudah tercapai
dengan baik. Pada remaja akhir mereka sudah matang secara fisik dan struktur
dan pertumbuhan organ reproduksi sudah hampir komplit. Pada usia ini

7
identitas diri sangat penting termasuk di dalamnya citra diri dan citra tubuh.
Pada usia ini anak sangat berfokus pada diri sendiri, narsisme (kecintaan pada
diri sendiri) meningkat. Mampu memandang masalah secara komprehensif.
Mereka mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis dan status emosi
biasanya lebih stabil terutama pada usia remaja lanjut

2.3.2 Pertumbuhan Remaja


Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada dalam fase
pertumbuhan yang pesat. Remaja tidak hanya tumbuh dari segi ukuran
(semakin tinggi atau semakin besar), tetapi juga mengalami kemajuan secara
fungsional, terutama organ seksual atau "pubertas". Berikut adalah
pertumbuhan yang dialami remaja :
1. Pacu tumbuh yang pesat,
Yaitu pertambahan tinggi dan berat badan yang cepat. Pertumbuhan
remaja laki-laki berbeda dengan remaja perempuan. Anak perempuan
mengalami pacu tumbuh 2 tahun lebih awal daripada laki-laki. Pada anak
laki-laki, pacu tumbuh tinggi badan dimulai sekitar 1 tahun setelah terjadi
pembesaran testis, yaitu sejak dari umur 10 - 16 tahun atau 17,5 tahun.
2. Karakteristik pertumbuhan seks sekunder
Selama pubertas terjadi perubahan kadar hormonal yang berperan
dalam perkembangan seks sekunder, termasuk pertumbuhan rambut pubik dan
ketiak, menarke (haid pertama) pada remaja perempuan atau pertumbuhan
penis pada remaja laki-laki, perubahan suara pada remaja laki-laki,
peningkatan produksi kelenjar minyak dan keringat dan pembentukan jerawat.
Pada anak perempuan, tanda pubertas pertama adalah pertumbuhan
payudara, berupa penonjolan putting disertai pembesaran daerah areola dan
terjadi pada umur sekitar 8-12 tahun. Haid pertama (menarche) terjadi pada
stadium lanjut pubertas dan sangat bervariasi antar individu dan rata-rata
terjadi pada umur 10 - 15 tahun dan kecepatan pertumbuhan tinggi badan
mulai menurun.
Apa yang tampak akibat perubahan ini:
1. Remaja sering tidur lebih lama, penelitian menunjukkan remaja
membutuhkan tidur lebih lama, rata-rata sekitar 9 ½ jam pada malam hari
untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhannya yang begitu cepat.

8
2. Remaja perempuan sangat sensitif terhadap berat badannya. Keprihatinan
ini timbul akibat kenaikan berat badan yang cepat, 62% remaja dilaporkan
berusaha mengurangi berat badannya, dan 1-3% remaja perempuan
terobsesi dengan berat badannya dan menimbulkan gangguan makan berat
seperti anoreksia nervosa atau bulimia.
3. Kecepatan perkembangan fisik antar remaja di kelompoknya tidak sama,
dapat lebih cepat (early-maturers) atau lebih lambat (late-maturers).
Maturasi dini pada remaja laki-laki membuatnya lebih popular dan
memegang posisi memimpin di kelompoknya, sedangkan pada remaja
perempuan cenderung menjadi depresi, gangguan makan dan ansietas.
2.3.3 Perkembangan Remaja
Perkembangan remaja dalam perjalananya dibagi menjadi tiga
fase, yaitu fase remaja awal , fase pertengahan , dan fase akhir.
1) Remaja awal (10-14 tahun)
Remaja pada masa ini mengalami pertumbuhan fisik dan seksual
dengan cepat. Pikiran difokuskan pada keberadaanya dan pada kelompok
sebaya. Identitas terutama difokuskan pada perubahan fisik dan perhatian
pada keadaan normal. Perilaku seksual remaja pada masa ini lebih bersifat
menyelidiki, dan tidak membedakan. Sehingga kontak fisik dengan teman
sebaya adalah normal. Remaja pada masa ini berusaha untuk tidak
bergantung pada orang lain. Rasa penasaran yang tinggi atas diri sendiri
menyebabkan remaja membutuhkan privasi.

Ciri – ciri pada fase ini yaitu:


1) Tidak stabil keadaannya, lebih emosional,
2) Mempunyai banyak masalah,
3) Masa yang kritis,
4) Mulai tertarik pada lawan jenis,
5) Munculnya rasa kurang percaya diri, dan
6) Suka mengembangkan pikiran baru, gelisah, suka berkhayal dan suka
menyendiri.

2.) Remaja pertengahan (15-17 tahun)

9
Remaja pada fase ini mengalami proses kognitif yang lebih rumit.
Melalui pemikiran oprasional formal, remaja pertengahan mulai
bereksperimen dengan ide, memikirkan apa yang dapat dibuat dengan
barang barang yang ada, mengembangkan wawasan, dan merefleksikan
perasaan kepada orang lain. Remaja pada fase ini berfokus pada masalah
identitas yang tidak terbatas pada aspek fisik tubuh. Remaja pada fase ini
mulai bereksperimen secara seksual yang menimbulkan resiko, seperti
mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, kecanduan obat, dan
kecelakaan kendaraan bermotor. Resiko tersebut menimbulkan berbagai
permasalahan dengan orang tua, guru, maupun figur yang lain.

3) Remaja akhir (18-21 tahun )


Remaja pada fase ini ditandai dengan pemikiran secara penuh,
termasuk pemikiran mengenai masa depan baik itu pendidikan, kejuruan,
dan seksual. Remaja akhir biasanya lebih berkomitmen pada pasangan
seksualnya daripada remaja pertengahan. Kecemasan karena perpisahan
dapat muncul pada fase ini ketika mengalami perpisahan fisik dengan
keluarganya. Dalam perjalanan kehidupanya, remaja tidak akan lepas dari
berbagai macam konflik dalam perkembanganya. Konflik yang sering
dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan yang
mereka alami pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka yaitu
dimensi biologis, dimensi kognitif, dimensi moral dan dimensi psikologis.

Ciri-ciri remaja pada fase ini diantaranya:


a. Aspek-aspek psikis dan fisiknya mulai stabil,
b. Meningkatnya berfikir realistis, memiliki sikap pandang yang sudah
baik
c. Lebih matang dalam cara menghadapi masalah,
d. Ketenangan emosional bertambah, lebih mampu menguasai perasaan,
e. Sudah terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi, dan
f. Lebih banyak perhatian terhadap lamabang-lambang kematangan.

10
BAB III SIMPULAN

3.1 Simpulan
Remaja adalah individu yang belum mencapai umur 21 tahun dan
belum menikah. Pada remaja pertumbuhan dan perkembangan meningkat
cepat dan mencapai puncaknya. Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap
aspek fisik (kuantitas) seperti tinggi badan dan berat badan. Sedangkan
perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu misalnya
perkembangan kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi (kualitas).

Pada pertumbuhan remaja mengalami pacu pertumbuhan yang cepat


disertai adanya karateristik pertumbuhan seks sekunder. Sedangkan
perkembangan pada usia remaja dibedakan menjadi tiga fase yaitu fase remaja
awal, fase remaja pertengahan dan fase remaja akhir. Masing-masing fase
memiliki ciri-ciri perkembangan. Baik pertumbuhan maupun perkembangan
memiliki peran penting bagi kehidupan individu.

11
Daftar Pustaka

Yuliastati, Arnis Amellia. Keperawatan Anak. Jakarta: Pusdik SDM


Kesehatan

Zakarsih Khamim. 2017. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja.

Yogjakarta: FITK UIN Sunan Kalijaga

Herlina. 2013. Blibiotherapy Mengatasi Masalah Anak Dan Remaja Melalui Buku.

Bandung: Pustaka Cendekia Utama

Kusuma Tirta. 2010. BAB II KTI. Semarang: Universitas Diponegoro

Jafar Nurhaedar.2015. Pertumbuhan Remaja. Makassar: Universitas


Hassanudin

12