You are on page 1of 4

Nama : Yuliansyah Bahari Simanjuntak

Nim : 1703113265
Matkul : Instrumentasi
Dosen : Dr.ing Lazuardi Umar, M.Si

MOTOR LISTRIK

BAB 1 PENDAHULUAN

Motor listrik termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah
perangkat elektromagnetik yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Banyak sekali
peralatan dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan motor listrik. Energy mekanik ini
digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakkan
kompresor, mengangkat bahan, dan lain-lain. Motor listrik di definisi sebagai, “ Alat yang
mengkonversi energi listrik menjadi energi gerak. Perubahan tenaga elektromagnetik terjadi pada
saat adanya arus yang melewati kawat penghantar dalam medan magnet.

Faktor-faktor yang membahayakan motor listrik berasal dari komponen bergerak (rotor),
jaringan suplay dan keadaan lingkungan. Supaya tidak terjadi kerusakan, motor listrik perlu
dilengkapi dengan system perlingdungan yang berfungsi mencegah timbulnya gangguan
terhadap motor dan komponennya. Istilah perlindungan ini disebut proteksi yang mempunya arti
perlindungan dari kerugian dan keadaan berbahaya.

BAB 2 TEORI

Motor listrik ialah alat berupa mesin yang bergerak menggunakan energy listrik. Motor
listrik merupakan seperangkat elektromekanis yang merubah energi listrik menjadi energi putar.
Bagian dalamnya berupa gulungan kawat yang terikat pada poros utama. Gulungan kawat ini
diletakkan didalam medan magnet dan dialiri arus yang menyebabkan terjadinya putaran pada
poros utama. Berdasarkan sumber arus yang digunakan motor dibagi menjadi dua jenis yaitu
motor listrik arus searah (DC) dan motorlistrik arus bolak balik (AC). Baik motor AC ataupun
DC mempunyai karakteristik tersendiri yang menjadi pedoman dalam menggunakannya.
Motor listik memanfaatkan gejala elektromagnetik yang akan dapat teramati bila medan
magnet didekatkan dengan kumparan kawat. Sebuah magnet batangan yang digerakkna masuk
kedalam kumparan yang mengindukasikan arus pada kumparan. Arus akan mengalir dan beda
tegangan akan dihasilkan hanya ketika magnet berada dalam keadaan bergerak. Apabila magnet
dibiarkan diam maka arus akan berhenti. Ketika magnet dikeluarkan dari kumparan maka arus
akan mengalir ke arah yang berlawanan.

Seperti alat-alat lainnya, motor listrik menggunakan proteksi untuk mencegah terjadinya
hal-hal yang tidak diharapkan atau bahkan merugikan system tersebut. Motor listrik modern
dapat digunakan diluar bangunan tanpa alat pelindung dan tetap bekerja normal dan tidak
berpengaruh kepada kinerjanya. Ada beberapa hal yang harus dilindungi agar motor listrik tidak
cepat rusak. Pertama, perlindungan fisik motor secara keseluruhan dari lingkungan sekitarnya,
kedua perlingdunga mekanis motor listrik dan ketiga, perlindungan motor dari energi suplay.

2.1. Proteksi Terhadap Gesekan


Pengaturan putaran motor juga sangat berperan penting dalam mencegah terjadi
kerusakan pada motor listrik. Putaran yang tidak stabil meyebabkan rotor tidak balance yang
berakibat cepatnya aus bagian yang bergesek. Keausan ini selain dicegah melalui pengaturan
pemutaran juga dengan memperkecil gaya gesek pada bagian yang bersentuhan. Pada motor
listrik singgungan sangat rapat, sehingga mempunyai resiko gesekan yang besar. Untuk
memperkecil gaya gesek diupayakan pengecilan koefisien gesek dengan memperhalus
sentuhan dua permukaan dengan menggunakan zat perantara berupa pelumas.

2.2. Proteksi Terhadap Suhu


Fisik motor listrik harus di desain sedemikian rupa sehingga tahan terhadap keadaan
lingkungan, terutama keadaan termal. Sejalan dengan lama bekerja motor listrik maka suhu
semakin meningkat dan bila motor listrik terus saja digunakan akan terjadi pemuaian pada
komponennya sehingga macet atau tidak dapat berputar lagi. Untuk mencegah terjadinya
pemuaian ini diperlukan suatu cara meredam kalor yang dihasilkan oleh motor listrik. Selain
meredam kalor juga dengan mentransfer kalor ketempat lain yang tidak mengganggu motor
listrik.
Bagian motor yang paling cepat meningkatkan panas adalah disekitar rotor yang
berputar. Untuk itu diperlukan hembusan angin yang kuat pada bagian tersebut. Untuk
membuat angina maka perlu dibuat kipas yang dihubungkan langsung dengan poros utama
motor listrik. Semakin cepat perputaran poros maka semakin cepat peningkatan panas,
begitu juga dengan kipas yang semakin besar angina yang dihasilkan sehingga mampu
mengimbangi panas yang ditimbulkan

2.3. Proteksi terhadap lingkungan (Pengkaratan)


Pengkaratan tergolong kedalam kerusakan mekanis. Pengkaratan terjadi pada bagian-
bagian motor yang terbuat dari logam yang terjadi karena adanya korosi dan kontak fisik
antara logam tak sejenis dalam kondisi basah. Didalam udara terdapat banyak sekali
kotoran-kotoran dalam bentuk debu, partikel debu ini menimbulkan larutan yang sangat
asam jika bercampur dengan pertikel-pertikel air. Jika keadaan udara dingin dan basah atau
jika terjadi hujan, maka akan terbentuk bintik bintik embun dipermukaan metal sehingga
menjadi basah. Secara alami ini menimbulkan perbedaan potensial antara bagian bagian dan
menyebabkan sebagian dari metal bersifat katodis. Selain itu titik embun yang larutan PH-
nya rendah berfungsi sebagai bahan elektrolit, sehingga terjadilah karat pada bintik bintik
uap basah tersebut.
Untuk menghindari pengkaratan usahakan metal tidak basah dan bersihkan selalu motor
listrik dengan zat yang dapat menetralkan zat asam, seperti minyak tanah dan lain-lain.

BAB 3 PEMBAHASAN
Motor listrik adalah perangkat elektromekanis yang bekerja berdasarkan perubahan
energy listrik menjadi energy gerak (mekanis), yang secara umum terbagi menjadi dua, yaitu
motor arus searah (DC) dan motor arus bolak balik (AC). Motor listik memanfaatkan gejala
elektromagnetik yang akan dapat teramati bila medan magnet didekatkan dengan kumparan
kawat. Proteksi motor memanfaatkan konsep fisika gaya gesek, suhu dan pemuaian dan
listrik.
Ada tiga proteksi yang sangat penting terhadap motor listrik, yaitu proteksi mekanis,
dibantu dengan medium pelumas untuk mengurangi gesekan yang disebabkan putaran yang
tidak stabil, proteksi termal atau suhu, dibantu dengan Airfun (kipas angin) untuk
mengimbangi panas yang disebabkan oleh putaran poros yang cepat, proteksi terhadap
lingkungan terutama terhadap pengkaratan, dibantu dengan memberi zat yang dapat
menetralkan zat asam disebabkan oleh faktor lingkungan seperti debu yang dapat
menimbulkan larutan asam jika bercampur dengan partikel air.