You are on page 1of 2

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yth.

Panitia penyelenggara program beasiswa


Bank Indonesia (BI)

Dalam meraih cita – cita perlunya pendekatan dengan sang Maha Pencipta ALLAH
SWT dengan melalui doa. Namun doa saja tidak cukup untuk menggapainya perlu usaha keras
untuk menggapai suatu cita – cita. Serta cita – cita juga haruslah memiliki tujuan dalam
memperjuangkannya bukanlah berjuang untuk “apa” tapi berjuang untuk “siapa”. Karena tanpa
bantuan orang lain saya tidak akan bisa menggapainya melainkan keterlibatan orang terdekat
serta bantuan merekalah yang bisa membuat impian atau cita – cita saya menjadi kenyataan.
Saya sangat BER-TERIMA KASIH kepada BI untuk dapat memberikan saya kesempatan
untuk menerima beasiswa dan ikut serta dalam aktivitas GENBI dalam mengasah kemampuan
saya dalam berorganisasi sehingga menjadi pihak yang berperan untuk membantu saya dalam
mewujudkan cita – cita dan impian saya kedepannya.

Perkenalkan nama saya MOHAMAD ILHAM HAMZAH, biasa dipanggil ILHAM.


Saya adalah anak satu – satunya dari pasangan bernama Arifin Hamzah dan Marlin Kaharu
namun saat saya berusia 7 tahun orang tua saya bercerai. Sebagai anak yang brokenhome saya
menjalani masa kecil yang kurang menerima perhatian walaupun hal tersebut yang membuat
saya lemah saat melihat keluarga teman saya yang lengkap namun tidak akan menurunkan
semangat saya untuk tetap meraih cita – cita serta impian saya, untuk membuktikannya Sejak
SD sampai Lulus SMK saya selalu menduduki Juara di kelas sampai Juara Umum di sekolah
saya. Saya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun saat orang tua saya bercerai,
karena kesulitan ekonomi masing – masing kedua orang tua saya, saya dititipkan pada Nenek
saya. Terdengar kabar Ayah saya sudah menikah pada saat saya berumur 9 tahun yang sekarang
sudah memiliki 2 anak dari istri barunya disusul dengan Ibu saya yang sudah menikah saat saya
berumur 13 tahun yang sekarang sudah memiliki 2 anak dari suami barunya. Karena tidak ingin
mengganggu kebahagiaan masing – masing keluarga kedua orang tua saya, saya tidak ingin
tinggal kesalahsatu dari mereka. Makanya saya lebih memilih tinggal bersama Nenek saya
yang sudah sedari kecil mengurus saya hingga sampai saat ini.

Sebagai orang tua, Ayah saya merasa bertanggung jawab dalam memenuhi hidup saya
walaupun saya merasa tidak enak hati dalam menerimanya karena saya sangat mengerti
keadaan ayah saya yang memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta yang pendapatannya tidak
menentu serta memiliki tanggungan lain pada keluarganya. Lain lagi dengan Ibu kandung saya
yang pekerjaannya seorang PNS yang memiliki penghasilan tetap namun sampai sekarang
tidak pernah membiayai kuliah saya sama sekali dan tidak memerdulikan kondisi saya. Oleh
karena itu sebagai anak laki – laki saya tidak ingin terus menyusahkan Ayah saya serta
membuktikan kepada Ibu saya jika saya sudah bisa mandiri dalam menjalani kehidupan.
Sampai saat ini walaupun kesusahan ayah saya yang membantu menyanggupi kebutuhan saya
oleh karena itu saya termasuk dalam tanggungan ayah saya serta tercatat dalam Kartu Keluarga
Ayah saya yang pekerjaannya sebagai wiraswasta dan Istrinya sebagai ibu rumah tangga.
Untuk meringankan beban Ayah saya sejak mulai kuliah saya selalu menabung serta berjualan
online kecil – kecilan untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk uang kuliah. Selain itu
sebagai anak laki – laki saya mulai malu jika ingin masih meminta pada orang tua lagi.
Ketidakjelasan status keluarga yang saya alamipun merupakan masalah bagi saya untuk
dapat mengikuti beasiswa BI dan beasiswa lain. Pekerjaan ibu kandung saya membuktikan
kemampuan ekonomi saya namun saya tidak pernah merasakan bantuan serta perhatian dari
ibu saya semenjak ibu saya menikah. Karena saya sudah ditanggungi serta tercantum dalam
kartu keluarga Ayah saya maka saya menganggap Istri Ayah saya sebagai Ibu walaupun bukan
ibu kandung. Disamping itu saya ingin meringankan beban Ayah saya yang susah payah
membiayai kuliah saya bahkan sampai pernah Ayah saya hutang uang demi membayar SPP
saya. Tak luput juga perhatian serta kebaikan Nenek saya yang selalu menyayangi saya hingga
sampai saat ini, yang selalu mendoakan saya disetiap 1/3 malamnya (Tahajud). Hal tersebut
yang membuat saya semakin kuat dalam memperjuangkan cita – cita dan impian saya untuk
mereka yang selalu membantu saya dalam menjalani kehidupan ini. Ibu kandung sayapun
selalu saya sayangi walaupun perhatiannya sudah tak seperti dulu namun Ibu kandunglah yang
melahirkan saya ke dunia ini, kesulitan dan sakitnya saat melahirkan sayapun tidak akan pernah
bisa untuk saya membalasnya.

Dengan diberinya kesempatan saya bisa bergabung dengan GENBI bisa menambah
wawasan saya dalam berorganisasi. Jika saya terpilih semoga dengan pengalaman saya sebagai
Bendahara Umum UKM RISTI di kampus dapat membantu keberlangsungan program kerja
dari GENBI hingga menjadikan GENBI sebagai organisasi yang bermanfaat bagi banyak orang
atau masyarakat. Saya meyakini kuliah di dalam kelas saja tidak cukup untuk menambah
wawasan sehingga pengimplementasian berproses dalam mengelola organisasi merupakan
faktor penting yang dapat menambah pengalaman saat berhadapan langsung dengan dunia
kerja maupun dunia usaha.

Motivasi terbesar saya dalam menerima beasiswa BI adalah ingin meringankan beban
Ayah saya dalam membiayai kebutuhan saya. Disamping itu juga beasiswa tersebut sangat
membantu dalam kelangsungan usaha saya untuk sumber permodalan. Dengan hasil usaha
itupun bisa membahagiakan Ayah serta Nenek saya dan bisa membuktikan kepada Ibu Saya
jika saya bisa mandiri sebagai anak laki – lakinya yang sudah mengalami kesedihan di masa
kecilnya. Dengan beasiswa tersebut sangat membantu saya sebagai awal gerakan saya
membangun masa depan yang lebih cerah lagi karena cita – cita terbesar saya menjadi seorang
PENGUSAHA. Pengusaha yang dapat membantu orang – terdekat saya serta dapat mengurangi
angka pengangguran di Gorontalo dan bisa menambah PAD dari berupa pajak dan insyAllah
bukan hanya di Gorontalo saja melainkan keseluruhan Indonesia.