You are on page 1of 4

Perkenalkan nama saya Monalisa Berliana Sibarani.

Saya berasal dari Fakultas


Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan di
Universias Riau. Saat ini, saya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA). Disini saya
akan menceritakan berbagai kegiatan yang dilakukan mulai dari keberangkatan sampai
kegiatan setiap harinya selama berada dilingkungan masyarakat tempat saya melakukan
KUKERTA.

Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu Kuliah Kerja Nyata. Kuliah Kerja
Nyata atau KUKERTA adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh
mahasiswa dengan pendekatan lints keilmuan dan sektora pada waktu dan daerah tertentu.
Kuliah Kerja Nyata lebih dikenal dengan singkatan KKN. Pelaksanaan KKN biasanya
berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah sekitar desa.

Pada tahun ini kegiatan KKN dilakukan tepatnya pada waktu libur semester 6 yaitu
dari bulan Juli – Agustus 2018. Desa yang telah disediakan oleh pihak kampus mahasiswa
memilihnya sendiri sebagai tempat pelaksaan Kuliah Kerja Nyata dan diisi dengan system
online. Desa yang saya pilih adalah Desa Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir tepatnya di
Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Kami yang ada didesa Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir beriisikan 11 orang
anggota yang dimana terdiri dari 8 orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Kami berangkat
menggunakan bus yang sama dengan dua desa lainnya yang satu Dosen Pembimbing
Lapangan (DPL) dengan kami yaitu Desa Bagan Jawa dan Desa Serosa. Keberangkatan
pada tanggal 4 Juli 2018 pada jam 08.00, selama diperjalanan kami berhenti sesaat sekitar
1 jam untuk beristirahat dan makan siang di kota Duri. Kami sampai di Bagan sekitar jam
15.30 tepatnya di kantor camat setelah itu kami pisah dengan dua desa yang lainnya untuk
ke desa masing-masing. Perjalanan ke posko kami menggunakan pick-up.

Sesampai di posko kami mulai berkemas-kemas barang kami. Yang dimana


dirumah tersebut terdapat dua kamar, ruang tamu, dapur, dan satu kamar mandi. Dua
kamar tersebut kami bagi untuk 8 orang perempuan dengan 4 orang per kamarnya dan buat
anak laki-laki karena berjumlah cuma 3 orang jadi tidur diruang tamu. Kami pun
membersihkan rumah/posko. Setelah membersihkan rumah kami pun bergantin untuk
mandi membersihkan diri dan makan bersama pada malam harinya.

Keesokkan harinya kami mulai masak untuk sarapan dengan persediaan dapur yang
kami bawa sebelumnya. Kami yang anak perempuan ada yang memasak dan
membersihkan rumah begitu juga anak laki-laki ikut membantu membersihkan rumah.
Awalnya kami agak terkejut melihat kondisi air didesa itu berwarna seperti coca cola.
Namun ternyata ada air bersihnya juga. Dan rumah tersebut ada tersedia bak penampungan
hujan.

Pagi jam 08.00 kami pergi ke kantor camat untuk upacara penyambutan mahasiswa
KKN. Acara penyambutan berjalan dengan lancar. Setelah upacara penyambutan kami
memasak dan makan siang. Tidak ada kegiatan yang berarti diawal mulainya KKN.
Hingga besok kami pergi ke kantor Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir untuk melapor
kedatangan kami ke desa.

Penyambutan Kepala Desa kepada kami pun hangat. Selama dikantor kami
membicarakan kegiatan atau proker (program kerja) apa saja yang akan dilakukan
nantinya, baik itu proker dari desa maupun proker dari kegiatan kami sendiri.
Daerah rumah/posko yang kami tempati kebanyakan masyarakat sekitar bekerja
sebagai PNS sehingga jarang berada dirumah. Daerah sekitar posko kebanyakan anak-anak
yang sering terlihat oleh kami. Beberapa minggu berada di desa Bagan Jawa Pesisir kami
tidak banyak melakukan kegiatan, namun kami sudah bisa berbaur dengan anak-anak di
sekitar rumah. Kedekatan kami dimulai dari anak-anak masyarakat yang mulai bekunjung
ke posko untuk mengajak bermain bersama.

Kegiatan awal atau proker yang kami lakukan adalah senam pagi bersama di
posyandu lansia yaitu proker dari desa. Senam berlangsung dengan lancar dan gembira.
Senam dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah melakukan senam, kami pun
melaksanakan proker kami yaitu cek darah, gula, kolestrol, asam urat yang dikoordinator
oleh salah satu teman kami yang berasal dari jurusan keperawatan.

Proker kami dihari-hari berikutnya adalah pemilihan ketua RT. Kami ditunjukan
oleh kepala desa sebagai panitia pemilihan ketua RT yang dibantu oleh pihak LPM.
Seorang ketua RT pun dipilih langsung melalui proses pemungutan suara sebagaimana
layaknya pemilu. Setiap warga masyarakat didaerah tersebut dibuktikan dengan kartu
kependudukan sebagai syarat untuk memilih dan dipilih. Pendek kata, persyaratan
administrasi seperti aturan dalam pemerintahan politik, misalnya usia minimal 17 tahun
atau sudah menikah, dan mencoblos surat suara yang sudah ditentukan oleh panitia dan
seterusnya.

Proker kami selanjutnya adalah mengunjungi sekolah yang ada di desa Bagan Jawa
Pesisir. Sekolah yang kami pilih adalah sekolah SMP Bagan Jawa dan SMA JARAMA.
Kedatangan kami disambut oleh kepala sekolah tersebut yang dimana merupakan kedua
sekolah swasta milik bapak kepala sekolah tersebut. Kami pun diberi izin untuk mengajar
dan menyapa para siswa/i didamping oleh pihak guru disana. Antusias siswa/i tersebut
sangat besar dan membuat kami bersemangat untuk segera menjalankan proker belajar-
mengajar kami. Kami pun menawarkan kepada siswa/i untuk les tambahan diluar sekolah
untuk belajar diposko dan mereka pun menerima tawaran tersebut.

Keesokan harinya banyak anak-anak yang berkunjung ke posko kami untuk belajar.
Baik dari siswa/i sekolah SMP Bagan Jawa dan SMA JARAMA maupun anak-anak
masyarakat sekitar posko. Selama proses les tambahan kami banyak mengetahui bahwa
anak-anak didaerah desa tersebut kurangnya pendidikan. Pendidikan yang diketahui
mereka dibawah rata-rata dari jenis tingkat usia dan kelas mereka disekolah. Untuk itu
kami tertarik untuk mengajar mereka lebih giat lagi sehingga kami menawarkan untuk les
tambahan setiap harinya.

Proker kami selanjutnya masih tetap dilingkungan sekolah. Kali ini kami
berkunjung ke sekolah SDN 0023 Bagan Jawa. Kami meminta izin kepada pihak sekolah
untuk melakukan Peduli Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa/i yang berada
dikelas 1 dan 2 SD. Proker tersebut merupakan proker dari kami yang ingin dijalankan.
Proker tersebut yaitu cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang bersih dan benar.
Antusias siswa/i di sd tersebut sangat besar dan senang sehingga kami pun memberi
pertanyaan berupa games yang bisa berani menjawab mendapatkan hadiah kecil-kecilan
yang telah kami persiapkan sebelumnya.

Proker yang kami lakukan selanjutnya adalah proker seminar NAPZA (Narkotika
Psikotropika da Zat Adiktif yang dilaksanankan di aula sekolah. Acara seminar
berlangsung dengan lancar, serta diakhir dari seminar kami menggunakan sesi Tanya
mengenai seminar yang disampaikan tadi dan memberi sedikit hadiah yang telah kami
persiapkan.

Proker selanjutnya berada dilingkungan sekolah SMP Bagan Jawa dan SMA
JARAMA yaitu membuat taman disekolah. Adapun proker itu dilakukan dikarenakan
kondisi sekolah yang kurang adanya tumbuhan dipekarangan sekolah. Kegiatan itu kami
lakukan dengan memanfaatkan ban bekas yang dijadikan sebagai pot untuk setiap tanaman.
Kami juga mengajak partisipasi siswa/i yang ada disekolah.

Kegiatan selanjutnya ada meminta sumbangan untuk korban bencana alam gempa
yang ada di Lombok bersama dengan anggota FPI. Kami mencari sumbangan didaerah
Bagan dan sekolah-sekolah yang ada di Bagan. Pada saat kegiatan masyarakat antusias dan
peduli dengan memberi sumbangan.

Proker dari sekolah yaitu kami anak KKN ikut serta membantu adik-adik siswa/i
sekolah SMP Bagan Jawa dan SMA JARAMA dalam acara carnival memperingati HUT
RI ke 73 tahun. Acara carnival berjalan dengan lancar dan meriah.

Proker selanjutnya ada kegiatan gotong royong yang diajak oleh kepala desa.
Kegiatan gotong royong tersebut dihadirin oleh kepala desa, sekretaris desa, badan
kepenghuluan desa, dan masyarakat desa. Gotong royong membersihkan parit dan daerah
sekitar desa.

Proker selanjutnya adalah proker desa yaitu acara MTQ. Sebelum hari acara MTQ
kami sebelumnya rapat dikantor kepala desa bersama dengan kepala desa, ketua RT, ketua
RW yang berada di desa tersebut. Kami juga bergotong royong diperkarangan masjid
untuk mempersiakan acara serta kami pun sebagai panitia ikut serta dalam melakukan
pawai bersama dengan masyarakat disana.

Keterkaitan saya dalam bidang pendidikan, itu dikarenakan mengajari mereka


muncul rasa tertarik yang sangat besar dari hati saya yang terdalam, karena pengetahuan
mereka sangatlah rendah. Saya mulai mencari tahu penyebab mengapa siswa/i ini memiliki
pengetahuan yang minim. Saya melihat dari hubungan mereka dengan orangtua mereka.
Ternyata menurut saya orangtua mereka masih kurang untuk mengurus anak – anak
mereka. Para siswa ini masih kurang kasih sayang dan masih kurang perhatian dari
orangtua mereka masing – masing. Kasih sayang dan perhatian saja masih kurang apalagi
memberikan semangat dan motivasi dalam belajar, begitulah perkataan yang muncul dalam
pikiran saya. Saya juga melihat disekolah mereka, pendidikan dan pengajaran yang
diberikan oleh guru mereka masih sangat kurang. Maka wajar bila pengetahuan para
siswa/I ini masih sangat minim.

Menurut saya solusi agar para siswa/i ini bisa menjadi siswa yang cerdas maka
harus berasal dari keluarga mereka dulu. Orangtua mereka harus memberikan lebih banyak
kasih sayang perhatian, dan peduli serta semangat untuk memotivasi anak – anak mereka
agar menjadi siswa yang cerdas. Orangtua juga harus mengatur anak – anak mereka dalam
bermain diluar rumah. Menurut saya lebih baik siswa/i itu bermain diluar rumah dengan
waktu yang lebih sedikit agar mereka memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar
dirumah mereka. Dan pendidikan dari sekolah mereka juga harus ditingkatkan lagi agar
siswa/i disekolah itu bisa mendapat pendidikan yang lebih baik dari yang sebelumnya,
karena siswa/i ini adalah bibit untuk Negara Indonesia ini. Jadi untuk menciptakan bibit
yang unggul maka harus ada usaha, pengorbanan, dan semangat yang tinggi baik dari
pelajar itu sendiri, orangtua dan sekolah mereka menurut ilmu, karena seluruh siswa/i di
Indonesia ini adalah generasi penerus warga Indonesia.